February 10, 2017

Epistimologi Pendidikan


Judul: Epistimologi Pendidikan
Penulis: M. Al-Lueng Daneuny


Nama: Muntadhar
Prodi/Konsentrasi : Manajemen Pendidikan Islam
Kelas : MPI-A
Semester : I
Resume Makalah
FILSAFAT PENDIDIKAN
MATERI:
Epistemologi Pendidikan
Secara historis, istilah epistemologi digunakan pertama kali oleh J.F. Ferrier, untuk membedakan dua cabang filsafat, epistemologi dan ontologi. Sebagai sub sistem filsafat, epistemologi ternyata menyimpan "misteri" pemaknaan atau pengertian yang tidak mudah dipahami. Pengertian epistemologi ini cukup menjadi perhatian para ahli, tetapi mereka memiliki sudut pandang yang berbeda ketika mengungkapkannya, sehingga didapatkan pengertian yang berbeda-beda, bukan saja pada redaksinya, melainkan juga pada substansi persoalannya.
Substansi persoalan menjadi titik sentral dalam upaya memahami pengertian suatu konsep, meskipun ciri-ciri yang melekat padanya juga tidak bisa diabaikan. Lazimnya, pembahasan konsep apa pun, selalu diawali dengan memperkenalkan pengertian (definisi) secara teknis, guna mengungkap substansi persoalan yang terkandung dalam konsep tersebut. Hal iini berfungsi mempermudah dan memperjelas pembahasan konsep selanjutnya. Misalnya, seseorang tidak akan mampu menjelaskan persoalan-persoalan belajar secara mendetail jika dia belum bisa memahami substansi belajar itu sendiri. Setelah memahami substansi belajar tersebut, dia baru bisa menjelaskan proses belajar, gaya belajar, teori belajar, prinsip-prinsip belajar, hambatan-hambatan belajar, cara mengetasi hambatan belajar dan sebagainya. Jadi, pemahaman terhadap substansi suatu konsep merupakan "jalan pembuka" bagi pembahasan-pembahsan selanjutnya yang sedang dibahas dan substansi konsep itu biasanya terkandung dalam definisi (pengertian).
Demikian pula, pengertian epistemologi diharapkan memberikan kepastian pemahaman terhadap substansinya, sehingga memperlancar pembahasan seluk-beluk yang terkait dengan epistemologi itu. Ada beberapa pengertian epistemologi yang diungkapkan para ahli yang dapat dijadikan pijakan untuk memahami apa sebenarnya epistemologi itu.
Menurut Amsal Bakhtiar Epistemologi atau teori pengetahuan ialah cabang filsafat yang berurusan  dengan hakekat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian , dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban  atas pernyataan  mengenai pengetahuan yang dimiliki.
Dengan demikian, epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: apakah sumber-sumber pengetahuan ? apakah hakikat, jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk ditangkap manusia.
Pengetahuan adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menuturkan apabila seseorang mengenal tentang sesuatu. Suatu hal yang menjadi pengetahuannya adalah selalu terdiri dari unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin diketahuinya. Dalam pengetahuan harus ada subjek (kesadaran untuk mengetahui sesuatu) dan objek (sesuatu yang dihadapi sebagai hal yang ingin diketahui). Pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek yang dihadapinya. Terjadinya pengetahuan dapat bersifat apriori dan aposteriori. Apriori yaitu pengetahuan yang terjadi tanpa adanya atau melalui pengalaman, baik pengalaman indera maupun pengalaman batin. Aposteriori adalah pengetahuan yang terjadi karena adanya pengalaman.
Sumber-sumber pengetahuan antara lain: Pengalaman indera (sense experience), Nalar (reason), Intuisi (intuition), Wahyu (revelation), Otoritas (authority), dan Keyakinan (faith). Substansinya, Epistemologi pendidikan adalah filsafat tentang sumber-sumber pendidikan dan seluk-beluk pendidikan. Secara epistemologi, landasan pendidikan mengacu pada fitrah sebagai dasar pengembangan dan inovasi pendidikan yang berkarakter, karena pendidikan yang berkarakter selalu bertolak dari aspek-aspek kemanusiaan. Epistemologi diperlukan dalam pendidikan antara lain dalam hubungannya dengan dasar kurikulum yaitu menyangkut materi yang bagaimana serta bagaimana cara menyampaikan pengetahuan kepada anak didik disekolah.
Pertanyaan mengenai mengapa salah satu mata pelajaran dijadikan pelajaran wajib dan mengapa pelajaran lain dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan juga merupakan penerapan epistemologi dalam bidang pendidikan. Beberapa contoh lain adalah menyangkut pertanyaan berikut: metode mana yang paling tepat digunakan dalam proses pendidikan? Dengan sistem pendidikan yang mana kegiatan pendidikan dilaksanakan untuk mendapatkan nilai pendidikan yang benar?. Pertanyaan-pertanyaan ini jika dikaitkan dengan epistemology pendidikan, maka epistemologinya menekankan pada upaya, cara, atau langkah-langkah untuk mendapatkan pengetahuan pendidikan. Jelaslah bahwa aktivitas berfikir dalam epistemologi adalah aktivitas yang paling mampu mengembangkan kreatifitas keilmuan dibanding ontologi dan aksiologi.
Jika dikaitkan dengan kondisi pendidikan bangsa Indonesia dengan paparan makalah ini, modernism dan modernisasi  sistem dan kelembagaan pendidikan Islam berlangsung sejak awal abad ini hingga sekarang nyaris tanpa melibatkan wacana epistemologi, modernism dan modernisasi  sistem kelembagaan pendidikan Islam cenderung diadopsi dan diimplementasikan  begitu saja. Karena itu ,modernism dan modernisasi system kelembagaan  pendidikan Islam  di Indonesia  berlangsung secara sementara dan parsial.Sebab itulah, modernisasi yang dilakukan kemudian cenderung bersifat involutuf; yakni sekedar perubahan-perubahan  yang hanya memunculkan kerumitan-kerumitan  baru dari pada terobosan-terobosan yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan, baik dari segi konsep maupun viabilitas, kelestarian dan kontinuitasnya.
Kenyataan inilah  sehingga memunculkan  persoalan  menyangkut identitas  atau "distingsi" Islam pada madrasah-madrasah  pasca UUSPN 1989. Karena madrasah adalah sekolah umum, lalu dimanakah identitas Islamnya?. Identitas itu tidak memadai  jika hanya terletak  pada guru-gurunya yang memulai pelajaran  dengan ucapan  "basmallah"dan "salam", atau adanya  musalla dan fasilitas keagamaan lainnya. Konsekuensinya , identitas  itu harus dicari  dan dirumuskan  pada tingkat epistemology  dan juga aksiologis  ilmu-ilmu yang diajarkan di madrasah. Jika demikian  pekerjaan rumah  yang tidak ringan adalah  bagaimana persisnya dan sepatutnya  secara epistemology menjelaskan "ilmu-ilmu empiris"atau "ilmu-ilmu  alam" dari kerangka epistemology Islam.
Menurut penulis hal ini adalah suatu keharusan, jika kita ingin menjadikan ilmu pengetahuan  dapat mensejahterakan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan sains sekarang ini samapai pada taraf yang tidak manusiawi lagi, bahkan cenderung memperbudak manusia  sendiri yang telah merencanakan  dan menghasilkannya,  mengancam keamanan manusia dalam bidang persenjataan , menghabiskan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui, dalam bidang kedokteran  yang telah mengubah batas-batas paling pribadi, perkembangan ekonomi yang mengakibatkan melebarnya jurang antara yang kaya dan yang miskin. Menurut  Gregory Bateson , permasalahan ini disebabkan oleh kesalahan epistemology barat yang sekuler  berpusat pada pemuasan nafsu yang dibangun  dari empirisme, duniawi, humanistic, utiliter dan hedonistic.
Untuk itu Pendidikan Islam harus dapat menjadi antithesis dari kesalahan epistemology barat tersebut.ayat-ayatnya yang bersifat tekstual (al-Qur'an dan al-Hadis), maupun ayat-ayatnya yang bersifat kontekstual (kauniyah).
Jadi berangkatnya  epistemology pendidikan Islam  dari suatu keyakinan keimanan kepada  Allah SWT. yang telah memberikan wahyu  kepada Rasul Muhammad  SAW. untuk kebahagiaan umat manusia di dunia dan kehidupan di akherat.  Sehingga al-Qur'an  dan al-Hadis  merupakan kebenaran itu sendiri yang akan diakomodasikan  dalam perumusan teori-teori pendidikan . Adapun  kajian empiris keilmuan dan rasional filosofis adalah media untuk menalar pesan-pesan Tuhan yang absolute, baik melalui ayat–ayat  yang bersifat tekstual (al-Qur'an dan al-Hadis), maupun ayat-ayatNya yang kontekstual (kauniyah) yang telah dijabarkan  melalui sunnatullah.


Download Epistimologi Pendidikan.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Epistimologi Pendidikan. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon