October 12, 2016

Makalah Askep Katarak


Judul: Makalah Askep Katarak
Penulis: O. Pratama


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebutaan di Indonesia merupakan bencana Nasional. Sebab kebutaan menyebabkan kualitas sumber daya manusia rendah. Hal ini berdampak pada kehilangan produktifitas serta membutuhkan biaya untuk rehabilitasi dan pendidikan orang buta. Berdasarkan hasil survey nasional tahun 1993 – 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 %. Angka ini menempatkan Indonesia pada urutan pertama dalam masalah kebutaan di Asia dan nomor dua di dunia pada masa itu.
Salah satu penyebab kebutaan adalah katarak. sekitar 1,5 % dari jumlah penduduk di Indonesia, 78 % disebabkan oleh katarak. Pandangan mata yang kabur atau berkabut bagaikan melihat melalui kaca mata berembun, ukuran lensa kacamata yang sering berubah, penglihatan ganda ketika mengemudi di malam hari , merupakan gejala katarak. Tetapi di siang hari penderita justru merasa silau karena cahaya yang masuk ke mata terasa berlebih.
Begitu besarnya resiko masyarakat Indonesia untuk menderita katarak memicu kita dalam upaya pencegahan. Dengan memperhatikan gaya hidup, lingkungan yang sehat dan menghindari pemakaian bahan-bahan kimia yang dapat merusak akan membuta kita terhindar dari berbagai jenis penyakit dalam stadium yang lebih berat yang akan menyulitkan upaya penyembuhan.
Sehingga kami sebagai mahasiswa keperawatan memiliki solusi dalam mencegah dan menanggulangi masalah katarak yakni dengan memberikan sebuah raangkuman makalah tentang katarak sebagai bahan belajar dan pendidikan bagi mahasiswa keperawatan.
B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Pembahasan


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian
Katarak menyebabkan penglihatan menjadi berkabut/buram. Katarak merupakan keadaan patologik lensa dimana lensa menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa, sehingga pandangan seperti tertutup air terjun atau kabut merupakan penurunan progresif kejernihan lensa, sehingga ketajaman penglihatan berkurang (Corwin, 2000).
Katarak adalah nama yang diberikan untuk kekeruhan lensa yang mengakibatkan pengurangan visus oleh suatu tabir/layar yang diturunkan di dalam mata, seperti melihat air terjun.
Katarak adalah kekeruhan pada lensa tanpa nyeri yang berangsur – angsur penglihatan kabur akhirnya tidak dapat menerima cahaya (Barbara C.Long, 1996).
Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara progresif pada lensa atau kapsullensa, umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih dari65 tahun (Marilynn Doengoes, dkk. 2000).
B. Tanda dan Gejala
1.Kehilangan pengelihatan secara bertahap dan tidak nyeri.
2.Pengelihatan baca yang buruk.
3.Pandangan seilau yang mengganggu dan pengelihatan buruk pada sinar matahari yang terang.
4.Pandangan silau yang membutakan akibat lampu sorot mobil pada pengemudi dimalam hari.
5.Kemungkinan memiliki pengelihatan pada cahaya yang redup dibandingkan dengan cahaya yang terang.
6.Area putih keabu – abuan dibelakang pupil.

C. Etiologi
Berbagai macam hal yang dapat mencetuskan katarak antara lain (Corwin,2000) :
1. Usia lanjut dan proses penuaan
2. Congenital atau bisa diturunkan.
3. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.
4. Katarak bisa disebabkan oleh cedera mata, penyakit metabolik (misalnya diabetes) dan obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).
Katarak juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko lain, seperti :
1. Katarak traumatik yang disebabkan oleh riwayat trauma/cedera pada mata.
2. Katarak sekunder yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti: penyakit/gangguan metabolisme, proses peradangan pada mata, atau diabetes melitus.
3. Katarak yang disebabkan oleh paparan sinar radiasi.
4. Katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang, seperti kortikosteroid dan obat penurun kolesterol.
5. Katarak kongenital yang dipengaruhi oleh faktor genetik.

D. Manifestasi Klinis
Katarak dapat ditemukan dalam keadaan tanpa adanya kelainan mata atau sitemik atau kelainan (katarak senil dan juvenil) atau kelainan kongenital mata. Lensa yang sedang dalam proses pembentukan katarak ditandai adanya sembab lensa, perubahan protein, nekrosis, dan terganggunya kesinabungan normal serabut-serabut lensa. Pada umumnya, terjadinya perubahan lensa sesuai dengan tahap perkembangan katarak. Kekeruhan lensa pada katarak imatur (insipien) tipis. Akan tetapi, pada katarak matur,(perkembangan agak lanjut) kekeruhan lensa sudah sempurna dan agak sembab. Jika kandungan airnya maksimal dan kapsul lensa teregang, katarak ini dinamakan intumesens (sembab). Katarak hipermatur (katarak lanjut) ditandai keluarnya air meninggalkan lensa yang relatif mengalami dehidrasi, sangat keruh, dan kapsulnya keriput. Sebagian besar katarak tidak dapat dilihat oleh pengamat yang awam sampai kekeruhannya sudah cukup padat (matur atau hipermatur) yang menyebabkan kebutaan. Walaupun demikian, katarak stadium dini dapat dipantau dengan oftalmoskop, lup, atau lampu celah dengan pupil yang telah dilebarkan. Semakin padat kekeruhan lensa, semakin sulit memantau fundus okuli, sampai akhinya refleks fundus negatif. Pada tahap ini, katarak sudah masak dan pupilnya tampak putih.
Klien katarak mengeluh pengelihatan seperti berasap dan tajam penglihatan menurun secara progresif. Kekeruhan lensa ini mengakibatkan lensa tidak transparan sehingga pupil berwarna putih atau abu-abu. Pada mata, akan tampak kekeruhan lensa dalam beragam bentuk dan tingkat. Kekeruhan ini juga ditemukan pada berbagai lokasi di lensa seperti koretks dan nukleus. Pemeriksaan yang dilakukan pada klien katarak adalah pemeriksaan dengan lampu celah (splitlamp), funduskopi pada kedua mata bila mungkin, dan tonometer selain pemeriksaan prabedah yang diperlukan lainnya.


E. Komplikasi
1. Glaucoma
2. Uveitis
3. Kerusakan endotel kornea
4. Sumbatan pupil
5. Edema macula sistosoid
6. Endoftalmitis
7. Fistula luka operasi
8. Pelepasan koroid
9. Bleeding
F. Patofisiologi
Katarak pada umumnya merupakan penyakit usia lanjut dan pada usia di atas 70th, dapat diperkirakaan adanya katarak dalam berbagai derajat, namun katarak dapat juga diakibatkan oleh kelainan kongenital, atau penyulit penyakit mata lokal menahun.
Secara kimiawi, pembentukan katarak ditandai oleh berkurangnya ambilan oksigen dan bertambahnya kandungan air yang kemudian diikuti dengan dehidrasi. Kandungan natrium dan kalsium bertambah, sedangkan kandungan kalium, asam natrium dan kalsium bertambah, sedangkan kandungan kalium, asam askorbat, dan protein berkurang. Lensa yang mengalami katarak tidak mengandung glutation. Usaha mempercepat atau memperlambat perubahan kimiawi ini dengan cara pengobatan belum berhasil, dan penyebab maupun implikasinya tidak diketahui. Akhir-akhir ini, peran radiasi sinar ultraviolet sebagai salah satu faktor dalam pembentukan katarak senil, tampak lebih nyata. Penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa di daerah-daerah yang sepanjang tahun selalu ada sinar matahari yang kuat, insiden kataraknya meningkat pada usia 65th atau lebih. Pada penelitian lebih lanjut, ternyata sinar ultraviolet memang mempunyai efek terhadap lensa. Pengobatan katarak adalah dengan tindakan pembedahan. Setelah pembedahan, lensa diganti dengan kacamata afakia, lensa kontak atau lensa tanam intraokular.

G. Patoflow
H. Pemeriksaan Diagnostik
1. Kartu mata snellen/mesin telebinokular (test ketajaman penglihatan dan sentral penglihatan)
2. Lapang penglihatan
3. Pengukuran tonografi
4. Test provokatif
5. Pemeriksaan oftalmoskopi
6. Darah lengkap, laju sedimentasi (LED)
7. Test toleransi glaukosa/ FBS
I. Penatalaksanaan Medis
Bila penglihatan dapat dikoreksi dengan dilator pupil dan refraksi kuat sampai ke titik di mana pasien melakukan aktivitas sehari-hari, maka penanganan biasanya konservatif. Pembedahan diindikasikan bagi mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun keamanan. Biasanya diindikasikan bila koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat dicapai adalah 20/50 atau lebih buruk lagi bila ketajaman pandang mempengaruhi keamanan atau kualitas hidup, atau bila visualisasi segmen posterior sangat perlu untuk mengevaluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau sarf optikus, seperti diabetes dan glaukoma. Ada 2 macam teknik pembedahan :
1. Ekstraksi katarak intrakapsuler Adalah pengangkatan seluruh lensa sebagai satu kesatuan.
2. Ekstraksi katarak ekstrakapsuler Merupakan tehnik yang lebih disukai dan mencapai sampai 98 % pembedahan katarak. Mikroskop digunakan untuk melihat struktur mata selama pembedahan.
BAB III
CONTOH KASUS
Asuhan Keperawatan Katarak
A. Pengkajian
B. Diagnosa
C. Intervensi
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Katarak adalah nama yang diberikan untuk kekeruhan lensa yang mengakibatkan pengurangan visus oleh suatu tabir/layar yang diturunkan di dalam mata, seperti melihat air terjun.
menjadi kabur atau redup, mata silau yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat Katarak didiagnosis terutama dengan gejala subjektif. Biasanya klien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau serta gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan oleh kehilangan penglihatan tadi. Temuan objektif biasanya meliputi pengembunann seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak dengan oftalmoskop.
Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pendangan di malam hari.Pupil yang normalnya hitam akan tampak abu-abu atau putih.
B. Saran
Katarak adalah suatu penyakit degeneraf karena bertambahnya faktor usia,jadi untuk mencegah terjadinya penyakit katarak ini dapat dilakukan dengan pola hidup yang sehat seperti tidak mengkonsumsi alcohol dan minum minuman keras yang dapat memicu timbulnya katarak.dan salalu mengkonsumsi buah-buahan serta sayuran yang lebih banyak untuk menjaga kesehatan mata.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner dan Suddarth.(2001).Keperawatan Medikal Bedah Vol. 3. EGC : Jakarta
Barbara C, Long.(1996). Perawatan medikal bedah. EGC : Jakarta
Corwin, J Elizabeth.(2000). "buku saku patofisiologi". EGC : Jakarta
Doenges, E. Marilynn. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3.EGC : Jakarta
Doenges, Marilyan E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Alih bahasa: I Made Kariasa. Jakarta . EGC Long, C Barbara. 1996.Perawatan Medikal Bedah : 2.Bandung. Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran Margaret R. Thorpe. Perawatan Mata. Yogyakarta . Yayasan Essentia Medica Nettina, Sandra M. 2001. Pedoman Praktik Keperawatan. Alih bahasa : Setiawan Sari. Jakarta. EGC Sidarta Ilyas. 2001. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta. FKUI Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa : Agung Waluyo. Jakarta. EGC


Download Makalah Askep Katarak.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Askep Katarak. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon