February 07, 2017

MAKALAH PROSES PENDIDIKAN


Judul: MAKALAH PROSES PENDIDIKAN
Penulis: Dery Supriady


PSIKOLOGI PENDIDIKAN
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kuliah
Kapita Selekta Matematika Sekolah Menengah
Dosen : H. Agus Sumitra, S.T., M.Pd.

Oleh :
Kelompok Cianjur dan Bogor
Dery Supriady15510295
Wisnu Singgih15510197
Jafar Sidik15510276
Hamka Abdul Hakim15510337
Yandi Aryanto15510342
Koswara15510361
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SILIWANGI BANDUNG
STKIP SILIWANGI BANDUNG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada akhirnya makalah ini dapat disusun dan disajikan dengan waktu yang telah ditetapkan. Terima kasih kepada keluarga, dosen, sahabat yang selalu setia, tak pernah lelah, dan tak pernah bosan-bosannya untuk mengajari, mengingatkan maupun memberi nasehat kepada kami.
Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan. Selain daripada itu dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi isi, struktur penulisan maupun hal-hal lainnya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif yang membangun dari pembaca sekalian untuk perbaikan dikemudian hari.
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat berguna dan dapat digunakan sebagai literatur tambahan bagi rekan-rekan mahasiswa lain.
Cianjur, 21 Maret 2015
Penyusun,
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 2
Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
Sistematis Proses Pendidikan 3
Definisi Proses Pendidikan
Tujuan Proses Pendidikan
Masalah dalam Proses Pendidikan
Solusi pada Masalah Proses Pendidikan
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menetukan kualitas hasil pencapaian tujuan pendidikan.
Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas penglolaannya. Kedua segi tersebut satu sama lainnya saling bergantung. Walaupun komponen-komponennya cukup baik, seperti tersedianya sarana-prasarana serta biaya yang cukup, jika tidak ditunjang dengan pengelolaan yang handal maka pencapaian tujuan tidak akan tercapai secara optimal. Demikian pula bila pengelolaan baik tetapi di dalam kondisi serba kekurangan, akan mengakibatkan hasil yang tidak optimal.
Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso dan mikro. Pengelolaan proses dalam lingkup makro berupa kebijakan-kebijakan pemerintah yang lazimnya dituangkan dalam bentuk UU pendidikan, peraturan pemerintah, SK mentri, SK dirjen, serta dokumen-dokumen pemerintah tentang pendidikan tingkat nasional yang lain.
Pengelolaan dalam ruang lingkup meso merupakan implikasi kebijakan-kebijakan nasional kedalam kebijakan operasional dalam ruang lingkup wilayah dibawah tanggung jawab Kakanwil dan Depdikbud.
Pengelolaan dalam ruang lingkup mikro merupakan aplikasi kebijakan-kebijakan pendidikan yang berlangsung didalam lingkungan sekolah ataupun kelas, sanggar-sanggar belajar, dan satuan-satuan pendidikan lainnya dalam masyarakat. Dalam ruang lingkup ini kepala sekolah, guru, tutor, dan tenaga-tenaga pendidikan lainnya memegang peran penting di dalam pengelolaan pendidikan untuk menciptakan kualitas proses dan pencapaian hasil pendidikan. Misalnya seorang guru ia wajib menguasai pengelolaan kegiatan belajar mengajar, termasuk didalamnya pengelolaan kelas dan siswa.
Tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Sebab berkembangnya tingkah laku peserta didik sebagai tujuan belajar hanya dimungkinkan oleh adanya pengalaman belajar yang optimal itu. Di sini jelas bahwa pendayagunaan teknologi pendidikan memegang peranan penting. Pengelolaan proses pendidikan harus memperhitungkan perkembangan IPTEK. Karena itu setiap guru wajib mengikuti dengan seksama inovasi-inovasi pendidikan terutama yang diseminasikan secara luas oleh pemerintah serta PPSI, belajar tuntas (mastery learning), pendekatan CBSA dan keterampilan proses muatan local dalam kurikulum dan lain-lainnya agar dapat diambil manfaatnya.
Rumusan Masalah
Apa itu Proses Pendidikan?
Bagaimana Peranan dan Fungsi Proses Pendidikan?
Apa Masalah yang sering terjadi dalam Proses Pendidikan?
Apa Solusi terbaik dalam menanggapi Masalah dalam Proses Pendidikan?
Tujuan Pembahasan
Untuk Mengetahui Apa itu Proses Pendidikan.
Untuk Mengetahui Peranan dan Fungsi Proses Pendidikan.
Untuk Mengetahui Masalah dan Solusi dalam Proses Pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
Sistematis Proses Pendidikan
Pengertian Proses
Proses adalah adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. Bandingkan dengan pengolahan.
Definisi lain dari proses adalah serangkaian kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi, yang mengubah input menjadi output Kegiatan ini memerlukan alokasi sumber daya seperti orang dan materi. Input dan output yang dimaksudkan mungkin tangible (seperti peralatan, bahan atau komponen) atau tidak berwujud (seperti energi atau informasi). Output juga dapat tidak diinginkan, seperti limbah atau polusi.
Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
Menurut John Dewey (1978) "Aducation is all one with growing; it has no end beyond itself." (Pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya) sedangkan menurut H.H Horne dalam pengertian luas, "pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya."
Definisi Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menetukan kualitas hasil pencapaian tujuan pendidikan.
Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas penglolaannya. Kedua segi tersebut satu sama lainnya saling bergantung. Walaupun komponen-komponennya cukup baik, seperti tersedianya sarana-prasarana serta biaya yang cukup, jika tidak ditunjang dengan pengelolaan yang handal maka pencapaian tujuan tidak akan tercapai secara optimal. Demikian pula bila pengelolaan baik tetapi di dalam kondisi serba kekurangan, akan mengakibatkan hasil yang tidak optimal.
Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso dan mikro. Pengelolaan proses dalam lingkup makro berupa kebijakan-kebijakan pemerintah yang lazimnya dituangkan dalam bentuk UU pendidikan, peraturan pemerintah, SK mentri, SK dirjen, serta dokumen-dokumen pemerintah tentang pendidikan tingkat nasional yang lain.
Tujuan Proses Pendidikan
Tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Sebab berkembangnya tingkah laku peserta didik sebagai tujuan belajar hanya dimungkinkan oleh adanya pengalaman belajar yang optimal itu. Di sini jelas bahwa pendayagunaan teknologi pendidikan memegang peranan penting. Pengelolaan proses pendidikan harus memperhitungkan perkembangan IPTEK. Karena itu setiap guru wajib mengikuti dengan seksama inovasi-inovasi pendidikan terutama yang diseminasikan secara luas oleh pemerintah serta PPSI, belajar tuntas (mastery learning), pendekatan CBSA dan keterampilan proses muatan local dalam kurikulum dan lain-lainnya agar dapat diambil manfaatnya.
Masalah dalam Proses Pendidikan
Dalam proses pendidikan yang dewasa kini, sering terjadi berbagai masalah dalam berbagai konteks tingkatan, usia maupun gender, hal ini diyakini karena berbagai paktor yang mempengaruhinya diantaranya :
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang terolah untuk mengamban pendidikan yang modern ini.
Persaingan Global yang tak terkendali hingga kini sampai pada puncaknya persaingan pada MEA.
Belum meratanya tarap hidup setiap peserta didik serta sarana yang mendukung dalam proses pendidikan yang berpengaruh terhadap minat untuk bersekolah.
Hilangnya Etika atau budaya ramah tamah dalam kehidupan sehari-hari yang terbawa dalam lingkungan pendidikan.
Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnys pendidikan.
Solusi pada Masalah Proses Pendidikan
Masalah-masalah yang terjadi dalam proses pendidikan sering kali lumrah dalam penyelesaiannya yang belum terrealisasi dengan baik dan merata. Dalam hal ini perlu diupayakan solusi-solusi yang mampu memberikan epek positip bagi permasalahan pendidikan di Indonesia.
Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk membantu dan membangun agar permasalahan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik :
Perlunya mengepektikan kembali proses-proses pelatihan terhadap tenaga pendidik maupun kependidikannya sehingga peserta didik lebih siap untuk mengemban proses pendidikan yang modern.
Perlunya publikasi yang lebih inten dan dapat mengakomodir peserta didik di usia yang produktip sehingga diharapkan dapat bersaing di masyarakat kelak nanti mereka lulus.
Mengoptimalkan program-program bantuan pemerintah khususnya peningkatan tarap hidup, diantaranya ; Program keluarga Harapan (PKH), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Indonesia Pintar, Kredit Usaha Rakyat (KUR) perlu dioptimalkan agar tepat sasaran dan harus adanya keterbukaan alokasi dana yang di keluarkan oleh pemerintah terhadap program-program tersebut.
Perlu adanya koordinasi antara pihak sekolah dengan orangtua peserta didik dalam mengawasi pergaulan dan tingkah laku baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga prilaku peserta didik dapat terkontrol serta terarah dengan baik.
Perlunya peran semua pihak untuk membantu mensosialisasikan arti pentingnya pendidikan bagi generasi muda guna menciptakan generasi yang intelek dan mampu menghadapi tantangan globalisasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tindak lanjut dari proses pendidikan yang baik tentu akan berpengaruh besar terhadap kualitas pendidikan. Pada dasarnya proses pendidikan merupakan salah satu langkah konkret yang dapat di lakukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang baik akan mampu meningkatkan kesejahteraan berikut meningkatkan tarap hidupnya.
Pendidikan itu sendiri dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung, sehingga dalam hal ini semua pihak mempunyai peranan untuk saling berpangku tangan guna menjaga keberlangsungan pendidikan itu sendiri. Jika sudah tercipta kerjasama yang baik dari semua pihak, maka tantangan-tantangan yang dirasa sukar untuk dicarikan solusi akan terselesaikan secara baik pula.
Saran
Menurut kami, masih banyak hal yang perlu diperbaiki guna menciptakan proses pendidikan yang baik. Apalagi tidak bisa kita hindari globalisasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesiapan mental maupun bagaimana cara kita menyikapinya. Hal ini akan erat kaitannya dengan peran semua unsur tatanan masyarakat.
Bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar tetapi bersama-sama ikut berperan dalam memperbaiki situasi dan kondisi yang sudah ada menjadi lebih baik lagi. Pengoptimalan rencana atau rancangan yang sudah ada pun merupakan salah satu upaya yang tepat, tinggal bagaimana rancangan tersebut dapat tercapai tepat pada sasaran.
DAFTAR PUSTAKA


Download MAKALAH PROSES PENDIDIKAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca MAKALAH PROSES PENDIDIKAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon