February 07, 2017

Hubungan kesehatan dengan ekonomi


Judul: Hubungan kesehatan dengan ekonomi
Penulis: Vinalucia Banua


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ekonomi dan kesehatan memiliki suatu keterkaitan yang sangat erat. Pembangunan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat, dan perbaikan pada kondisi kesehatan masyarakat akan mempengaruhi produktivitas kerja. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna fisik, mental dan sosial tidak terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja. Salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam sistem kesehatan nasional adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan bermutu, merata, dan terjangkau oleh masyarakat secara ekonomis, serta tersedianya pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada di tangan pemerintah melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota masyarakat.
Pelayanan kesehatan untuk masyarakat merupakan hak asasi manusia yang harus dilaksanakan negara. Pemerintah harus mampu memberikan perlakuan yang sama kepada warganya dalam pelayanan kesehatan maupun pelayanan publik lainnya. Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, masyarakat dengan status ekonomi lebih tinggi mempunyai askses terhadap pelayanan kesehatan lebih baik dibandingkan dengan mereka dengan status ekonomi rendah (Susanto dan Mubasysyir, 2006)
Peningkatan pelayanan kesehatan diharapkan dapat menghasilkan derajat kesehatan masyarakat lebih tinggi sehingga memungkinkan masyarakat hidup lebih produktif, baik secara ekonomi maupun sosial sehingga tercipta masyarakat sehat secara keseluruhan. Pembangunan sosial ekonomi harus sejalan, karena dengan adanya peningkatan kesehatan masyarakat saja tanpa adanya upaya memerangi kemiskinan akan memperlambat penurunan angka kematian di masa mendatang yang memang sangat erat hubungannya dengan bidang kesehatan tersebut. Aspek ekonomi seperti pendapatan merupakan syarat utama untuk dapat menikmati fasilitas kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan antara lain, tersedianya sarana kesehatan, keadaan lingkungan yang memadai, dan mutu makanan yang di konsumsi. Penanganan faktor tersebut harus dilakukan terarah dan terpadu dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang berkaitan (Rahmi, 2008). Keadaan faktor sosial ekonomi juga berpengaruh dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, seperti pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan yang diperoleh oleh rumah tangga (Yulia, 2009).
Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk dapat memahami lebih jelasnya hubungan ekonomi dengan kesehatan dan penerapannya.
Ruang Lingkup Materi
Dalam makalah ini kami membahas tentang definisi dari kesehatan dan ekonomi, ekonomi makro dan mikro dalam ilmu kesehatan, dan hubungan kesehatan dengan ekonomi.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Kesehatan
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 1948 menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai suatu keadaan fisik, mental, social kesejahteraan dan bukan hanya keadaan penyakit atau kelemahan.
Dalam undang-undang, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pada dasarnya kesehatan itu meliputi beberapa aspek, antara lain : Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
2.2 Pengertian Ekonomi
Istilah dalam pengertian ekonomi, menurut bahasa Yunani yaitu Oikos berarti keluarga atau rumah tangga sedangkan Nomos berarti peraturan atau aturan. Sedangkan menurut istilah yaitu manajemen rumah tangga atau peraturan rumah tangga. Pengertian Ekonomi adalah salah satu bidang ilmu sosial yang membahas dan mempelajari tentang kegiatan manusia berkaitan langsung dengan distribusi, konsumsi dan produksi pada barang dan jasa.
Ilmu Ekonomi : Menganalisa biaya, keuntungan dan memperbaiki corak penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi keinginan (kebutuhan) manusia yang tidak terbatas.
Ada 2 alasan yang mendasari kehadiran ilmu Ekonomi yaitu :
Adanya keterbatasan/kelangkaan(scarcity) sumber daya yang tersedia
Kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia yang tidak terbatas dan dalam proses pilihan harus dilakukan berdasarkan preference.
2.3 Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Ilmu ekonomi juga merupakan ilmu mengenai individu atau masyarakat yang membuat pilihan dengan atau tanpa uang, dan menggunakan sumber daya terbatas untuk menghasilkan barang/jasa serta mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Ilmu Ekonomi: Menganalisa biaya, keuntungan dan memperbaiki corak penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi keinginan (kebutuhan) manusia yang tidak terbatas.
Ada 2 alasan yang mendasari kehadiran ilmu Ekonomi yaitu:
1) Adanya keterbatasan/kelangkaan(scarcity) sumber daya yang tersedia
2) Kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia yang tidak terbatas dan dalam proses pilihan harus dilakukan berdasarkan preference.
Aplikasi Ilmu Ekonomi:
Deskriptif (Positive Economic)
Mempelajari bagaimana komoditi diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi dalam keterbatasan sumberdaya. Lebih memusatkan perhatian pada apa yang sedang, sudah dan akan terjadi.
Contoh:
a. Jika tingkat harga naik maka jumlah barang yang diminta akan turun.
b. Kebijakan pemerintah apa yang akan mencegah inflasi. 3.Kebijakan pemerintah yang bagaimana akan mengurangi pengangguran
2. Preskriptif (Normative Economic)
Mempelajari bagaimana menentukan apa yang seharusnya terjadi.
Contoh : Apakah kita harus lebih menaruh perhatian pada pengangguran dari pada inflasi.
2.4 Ilmu Ekonomi Kesehatan
Ilmu ekonomi kesehatan merupakan bagian serta terapan dari ilmu ekonomi dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan.
Ilmu ekonomi berperan dalam rasionalisasi pemilihan dan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, terutama yang menyangkut penggunaan sumber daya yang terbatas. Dengan diterapkannya ilmu ekonomi dalam bidang kesehatan, maka kegiatan yang akan dilaksanakan harus memenuhi kriteria efisiensi, atau apakah kegiatan tersebut bersifat Cost Efective.
Ekonomi Positif (Positive economics) dan Ekonomi Normatif (Normative economics)
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi. Ada tiga sebab utama munculnya ilmu ekonomi. Pertamakebutuhan manusia yang sangat banyak ragamnya. Kedua jumlah barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah terbatas dan langkah, sehingga manusia harus memilih. Ketiga sumber-sumber alam dalam keadaan aslinya tidak bisa langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehingga diperlukan proses produksi. Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.
Ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
2.5 PPEKI, 1989 :
Penerapan ilmu ekonomi dalam upaya kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sesuai dengan batasan tersebut, Ilmu Ekonomi Kesehatan membahas tentang :
1.      Alokasi sumber daya dari berbagai program kesehatan
2.      Besar sumber daya yang dipergunakan dalam pelayanan kesehatan.
3.      Pengorganisasian dan pembiayan institusi kesehatan terkait pelayanan langsung dan institusi penunjang
4.      Efisiensi dan efektifivitas sumberdaya kesehatan
5.      Efek pelayanan preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap kesehatan penduduk.
Ruang Lingkup Teori Ekonomi Makro dan Mikro dalam Ilmu Kesehatan
Kajian ekonomi makro (macro economic).
Menelaah sektor ekonomi secara makro/menyeluruh (global) serta hubungannya secara timbal balik dengan sektor lain, menganalisa pengaruh kebijakan dan implementasi pembangunan sektor lain terhadap kesehatan. Contoh :
1.      Hubungan adanya bendungan Aswan di Mesir dengan kejadian penyakit schistosomiasis
2.      Pengaruh pembukaan hutan dengan kejadian Malaria di Brazil
3.      Kegiatan Industri Newmont dengan keracunan mercuri
4.      Dampak krisis ekonomi terhadap kesehatan dan gizi
5.      Kecendrungan pembiayaan kesehatan dengan perkembangan ekonomi suatu negara
6.      Pengaruh kebijakan moneter dan fiskal terhadap kecukupan biaya kesehatan
7.      Peningkatan sektor transportasi dengan kematian akibat kecelakaan.
B. Kajian ekonomi mikro (micro economic)
Menelaah aspek produksi (suply), konsumsi (demand/utilisasi) pelayanan kesehatan.
Aspek produksi (Suply) :
Menelaah biaya dari berbagai input program kesehatan seperti sarana gedung, alat kesehatan dan tenaga kesehatan.
Analisis pembiayaan dari berbagai alternatif program yang dapat memberikan gambaran tentang Cost Efficiency,Cost Efectiveness dan Cost Utilization.
Menelaah aspek pembiayaan secara keseluruhan. Contoh: sumber pembiayaan kesehatan dari pemerintah, swasta, out of pocket, berapa besarnya, kecendrungannya dan sistem mobilisasi pembayaan kesehatan (asuransi, grant, pajak dll).
Aspek Konsumsi (Demand) :
Menelaah pola penggunaan pelayanan kesehatan dan diferensiasinya menurut fasilitas, strata pendidikan, urban-rural, kelompok umur, pekerjaan. Bagaimana pengaruh tarif, subsidi, asuransi, pendapatan terhadap pola konsumsi yankes.
BAB III
PEMBAHASAN
Keterkaitan
Terdapat kaitan yang sangat siginifikan dan tidak dapat dipisahkan antara ekonomi dan kesehatan. Bidang ekonomi akan mendukung keberhasilan kesehatan, dalam hal ini menyediakan sarana dan prasarana yang mutlak dibutuhkan bagi kemajuan bidang kesehatan. Apabila pendapatan baik negara maupun keluarga meningkat karena keberhasilan pembangunan bidang ekonomi maka akan dapat menyediakan dana yang cukup untuk membangun fasilitas kesehatan serta meningkatkan kemampuan membeli pelayanan kesehatan.
Sebaliknya, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan akan mendukung keberhasilan ekonomi karena adanya kenaikan produktivitas penduduk. Seperti diketahui, keberhasilan bidang kesehatan akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas penduduk itu sendiri.
3.1 Ciri-ciri Sector Kesehatan
1. Kejadian penyakit yang tidak bisa diduga: sulit seseorang menduga kapan seseorang jatuh sakit dan jenis penyakit yang dideritanya dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. Adanya ketidakpastian (uncertainty) dan kapan mendapat resiko (Risk)
2. Ketidaktahuan Konsumer (Consumer Ignorance) : Konsumer sangat tergantung pada pemberi pelayanan (provider) dan providerlah yang menentukan jenis/volume pelayanan yang perlu dikonsumsi oleh konsumer
3. Pengaruh Dampak Ekternal (External effect) Dampak positif atau negatif yang dialami orang lain sebagai akibat dari perilaku seseorang.Imunisasi memberi dampak makin kecilnya resiko sakit bagi orang lain sedangkan bagi yang diimunisasi dapatmemutuskan mata rantai penularan.
4. Sehat dan pelayanan kesehatan sebagai hak Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dan harus diusahakan untuk dipenuhi.Konsekuensinya distribusi yankes dilakukan atas dasar kebutuhan bukan demand ( kemampuan membayar).
5. Demand terhadap pelayanan kesehatan berbeda dengan demand bidang ekonomi disebabkan oleh :
a. Pada dasarnya orang tidak menyukai pelayanan kesehatan berbeda dengan pakaian, rumah, mobil. Yang diharapkan konsumen dalam pelayanan kesehatan adalah cepat sehat.
b. Konsumer pelayanan kesehatan berada dalam posisi lemah dan sangat ditentukan oleh pemberi yankes.
c. Demand yang terjadi bukan keputusan konsumer walaupun memutuskan dimana mau berobat tapi tidak bisa memutuskan jenis perawatan/pengobatan untuknya.
d. Padat Karya. Organisasi Pelayanan Kesehatan porsi yang terbesar adalah jasa bisa 40-60% jasa dari berba gai Nakes dan alat medis. Lihat untuk 1 jenis operasi banyak dokter ahli dan paramedis lain yang terlibat.
e. Mix Output : Konsumer yang mendapatkan pelayanan kesehatan mendapatkan serangkaian pelayanan kesehatan mulai dari Diagnosis, Pemeriksaan Laboratorium, Pengobatan (terapi), perawatan, konsultasi dan paket pelayanan berbeda satu sama lainnya tergantung jenis penyakit.
f. Kesehatan sebagai konsumsi dan investasi : Dalam jangka pendek kesehatan merupakan konsumsi : biaya pencegahan, biaya pengobatan (butuh obat, vitamin, pergi kedokter, konsultasi). Jangka panjang bila sehat maka akan menjadi investasi yaitu sehat dihari tua dan tidak membebani orang lain dan negara.
g. Pembatasan Berkompetisi (Restriksi Competition) : Mekanisme pasar dalam Yankes tidak seperti bebas dalam ekonomi karena di kesehatan sulit mendapatkan discount atau bonus.
3.2 Penerapan Ilmu Ekonomi Kesehatan
Penerapan ilmu ekonomi dibidang kesehatan tidak bisa bertujuan Profit Maximization semata melainkan harus juga mempertimbangkan Equity atau unsur pemerataan. Hal inilah yang membedakan Ilmu Ekonomi murni dengan Ilmu Ekonomi Kesehatan. Untuk itu dalam penerapan ilmu ekonomi kesehatan diperlukan Analisis Biaya Pelayanan Institusi Kesehatan yang mengkaji tarif yang layak, besarnya subsidi yang harus diberikan, biaya yang harus dihilangkan/diperkecil, dll.
3.3 Kendala dalam Penerapan Ilmu Ekonomi di Bidang Kesehatan
Adakalanya menerapkan ilmu ekonomi harus memenuhi kriteria interest-efecient, sedangkan pada kesehatan adalah interest-individu, hal tersebut adalah sulit  karena  kekhasan sektor kesehatan.
Misalnya  pada pasien  koma  adalah tidak efisien untuk  dibantu  dengan  alat-alat  untuk tetap bisa bernafas dan jantungnya tetap bisa berfungsi, oleh karena hal ini tidak efisien dan tidak ekonomis. Akan tetapi dalam mempelajari ilmu ekonomi  kesehatan,  ilmu ekonomi  adalah  tuntunan  saja  sedangkan prioritasnya adalah tetap kesehatan. Ekonomi kesehatan menjadi barometer yang riil dalam bidang kesehatan. Namun kendala yang ada SDM Khusus dibidang Ekonomi Kesehatan yang belum mencukupi serta kolaborasi yang tidak ada antara interen bidang kesehatan itu sendiri. Contoh : bagaimana masyarakat akan menempatkan kesehatan sebagai investasi bila mereka sendiri kurang mengetahui serta kebijakan pemerintah yang belum mendukung akan program kesehatan.disisi lain Promosi kesehatan diabaikan oleh DEPKES sendiri
3.4 Hubungan Kesehatan dengan Ekonomi
Ekonomi kesehatan perlu dipelajari, karena terdapat hubungan antara kesehatan dan ekonomi. Kesehatan mempengaruhi kondisi ekonomi, dan sebaliknya ekonomi mempengaruhi kesehatan. Sebagai contoh:
Kesehatan yang buruk seorang menyebabkan biaya bagi orang tersebut karena menurunnya kemampuan untuk menikmati hidup, memperoleh penghasilan, atau bekerja dengan efektif. Kesehatan yang lebih baik memungkinkan seorang untuk memenuhi hidup yang lebih produktif.
Kesehatan yang buruk individu dapat memberikan dampak dan ancaman bagi orang lain. Sebagai contoh :
a. Seorang yang terinfeksi penyakit infeksi dapat menular ke orang lain. Misalnya, AIDS
b. Kepala rumah tangga pencari nafkah yang tidak sehat atau sakit akan menyebabkan penurunan pendapatan keluarga, makanan dan perumahan yang buruk bagi keluarga
Anggota keluarga yang harus membantu merawat anggota keluarga yang sakit akan kehilangan waktu untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan
Pekerja yang memiliki kesehatan buruk akan mengalami menurunan produktivitas
Jadi pelayanan kesehatan yang lebih baik akan memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat keseluruhan jika membawa kesehatan yang lebih baik. Status kesehatan penduduk yang baik meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan per kapita, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Ilmu ekonomi berperan dalam rasionalisasi pemilihan dan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, terutama yang menyangkut penggunaan sumber daya yang terbatas. Dengan diterapkannya ilmu ekonomi dalam bidang kesehatan, maka kegiatan yang akan dilaksanakan harus memenuhi kriteria efisiensi, atau apakah kegiatan tersebut bersifat Cost Efective.
Ekonomi positif mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi. Sedangkan ekonomi negatif mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
Ruang lingkup ekonomi makro di bidang kesehatan yaitu menelaah sektor ekonomi secara makro/menyeluruh (global) serta hubungannya secara timbal balik dengan sektor lain, menganalisa pengaruh kebijakan dan implementasi pembangunan sektor lain terhadap kesehatan. Dan ruang lingkup ekonomi mikro di bidang kesehatan yaitu menelaah aspek produksi (supply) dan aspek konsumsi (demand) pelayanan kesehatan.
Cir-ciri sector kesehatan yaitu kejadian penyakit tidak terduga, consumer ignorance, sehat dan pelayanan kesehatan sebagai hak, eksternalitas, padat karya, mix output, upaya kesehatan sebagai konsumsi dan investasi, restriksi berkompetisi.
4.2 USUL DAN SARAN
Penerapan ilmu ekonomi dibidang kesehatan tidak bisa bertujuan Profit Maximization semata melainkan harus juga mempertimbangkan Equity atau unsur pemerataan. Hal inilah yang membedakan Ilmu Ekonomi murni dengan Ilmu Ekonomi Kesehatan. Untuk itu dalam penerapan ilmu ekonomi kesehatan diperlukan Analisis Biaya Pelayanan Institusi Kesehatan yang mengkaji tarif yang layak, besarnya subsidi yang harus diberikan, biaya yang harus dihilangkan/diperkecil, dll.
DAFTAR PUSTAKA
Shvoong,social-scienceseducation.
http://id.shvoong.com/social sciences/education/2166080-ilmu-ekonomi-positif-versus-ilmu/hartanti, gusty. http://www.slideshare.net/gustihartanti/peranan-ekonomi-kesehatan-dalam perencanaan-kesehatanelwa mendri.2012. http://elwamendri.wordpress.com/2012/03/02/pengertian-ruang-lingkup-ilmu-ekonomi-1-dan-2/fkm.ui.http://www.fkm.ui.ac.id/content/pusat-kajian-ekonomi-dan-kebijakan-kesehatan


Download Hubungan kesehatan dengan ekonomi.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Hubungan kesehatan dengan ekonomi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon