December 27, 2016

Resume Buku Akhlaq Tasawuf Karangan Rosihon Anwar


Judul: Resume Buku Akhlaq Tasawuf Karangan Rosihon Anwar
Penulis: Irma Maesaroh


NAMA: Irma Maesaroh
NIM: 1136000065
JURUSAN: Psikologi
DOSEN: Drs.Anwar Supenawinata
TUGAS: RESUME BAB 12-16 AKHLAK TASAWUF
BAB 12 : TASAWUF 'IRFANI
Tasawuf 'Irfani adalah tasawuf yang berusaha menyikap hakikat kebenaran atau ma'rifah diperoleh dengan tidak melalui logika atau pembelajaran atau pemikiran tetapi melalui pemebirian Tuhan (mauhibah). Ilmu itu diperoleh karena si sufi berupaya melakukan tasfiyat al-Qalb. Dengan hati yang suci seseorang dapat berdialog secara batini dengan Tuhan sehingga pengetahuan atau ma'rifah dimasukkan Allah ke dalam hatinya, hakikat kebenaran tersingkap lewat ilham (intuisi).
Tokoh-tokoh yang mengembangkan tasawuf 'irfani antara lain :
Rabi'ah al-Adawiyah (96 – 185 H),
Dzunnun al-Misri (180 H – 246 H),
Junaidi al-Bagdadi (W. 297 H),
Abu Yazid al-Bustami (200 H – 261 H),
Jalaluddin Rumi, Ibnu 'Arabi,
Abu Bakar as-Syibli,
Syaikh Abu Hasan al-Khurqani,
'Ain al-Qudhat al-Hamdani,
Syaikh Najmuddin al-Kubra dan lain-lainnya.
BAB 13 : TASAWUF FALSAFI
Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional.Tasawuf ini menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya,yang berasal dari berbagai macam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya.Konsep-konsep mereka yang disebut dengan tasawuf falsafi yakni tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat. ajaran filsafat yang paling banyak dipergunakan dalam analisis tasawuf adalah Paham emanasi neo-Plotinus.
Macam-macam tasawuf Falsafi
1. HululHulul merupakan salah satu konsep didalam tasawuf falsafi yang meyakini terjadinya kesatuan antara kholiq dengan makhluk. Paham hululini disusun oleh Al-hallaj
2.Wahdah Al-WujudIstilah wahdah Al-wujud sangat dekat dengan pribadi Ibnu Arabi,sehingga ketika menyebut pemikiran Ibnu Arabi seakan-akan terlintas tentang doktrin wahdah Al-wujud sebenarnya wihdatul wujud bukan penyebutan aari ibnu arbai sendiri melainkan sebutan yang dilontarkan  oleh musuh bebuyutannya yaitu Ibnu taimiyah.
3.IttihadPengertian ittihad sebagaimana disebutkan dalam sufi terminologi adalah; ittihad adalah penggabungan antara dua hal yang menjadi satu.Ittihad merupakan doktrin yang menyimpang dimana didalamnya terjadiproses pemaksaan antara dua ekssistensi. Kata ini berasal dari katawahd atau wahdah yang berarti satu atau tunggal. Jadi ittihad artinyabersatunya manusia dengan Tuhan.
4. insan kamil.Al-jilli adalah seorang yang sangat terkenal di Baqhdat, riwayat hidupnya tidak banyak diketahui oleh sejrah tapi yang jelas ajran yang al-jilli ini ialah Insan kamil. Insan kamil menurut aljilli ialah manusia
5. Wujud al mutlak Ibnu Sab'inDisamping para sufi ia juga seorang filosof yang sangat terkenal dari Andalusia, ia adalah seorang penggagas paham tasawwuf yang lebih dikenal dengan kesatuan Mutlak
Ibnu Khaldun dalam karyanya Al-Muqaddimah, menyimpulkan bahwa ada empat objek utama yang menjadi perhatian para sufi filosof, antara lain :
Latihan rohaniah dengan rasa, instiusi serta introspeksi diri yang timbul darinya.
Iluminasi atau hakekat yang tersingkap dari alam gaib, seperti sifat – sifat rabbani, 'arsy, kursi, malaikat dll.
Peristiwa – peristiwa dalam alam maupun kosmos yang berpengaruh terhadap berbagai bentuk kekeramatan atau keluarbiasaan.
Penciptaan ungkapan – ungkapan yang pengertiannya sepintas samar – samar (syatahiyyat).
BAB 14 : TAREKAT : SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
A.    Pengertian Tarekat
Asal kata tarekat dalam bahasa arab ialah "thariqah" yang berarti jalan keadaan, aliran, atau garis pada sesuatu. Tarekat adalah jalan yang ditempih para sufi dan dapat digambarkan sebagai jalan yang berpangkal dari syariat, sebab jalan utama disebut syar, sedangkan anak jalan disebut thariq.
B.     Hubungan Tarekat Denagan Tasawuf
Didalam ilmu tasawuf, istilah tarekat tidak saja ditunjukan kepada aturan dan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang syekh tarekat dan bukan pula terhadap klompok yang menjadi pengikut salah seorang syekh tarekat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tasawuf itu secara umum adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah, sedangkat tarekat adalah cara dan jalan yang ditempuh seseorang dalam usahanya mendekatkan diri kepada allah.
C.    Sejarah Timbulnya Tarekat
Orang yang pertama memperkenalkan sistem tariqah (tarekat) itu syekh abdul qadir al-jaelani (w.561 H/1166 M) di Baghdad,sayyid ahmad ar-Rifa'I di mesir dengan tarekat Rifa'iyyah, dan jalal Ad-Din Ar-Rumi (w. 672 H/ 1273 M), di parsi, kemunculan tarekat menurut Jhon O.Voll, yaitu menjelaskan bahwa penjelasan mistis terhadap islam muncul sejak awal sejarah islam, dan para sufi yang mengembangkan jalan-jalan spiritual personal mereka dengan melibatkan praktik-praktik ibadah, pembacaan kitab suci dan kepustakaan tentang kesalehan.
Karena banaknya cabang-cabang tarekat yang timbul dari tiap-tiap tarekat induk, sangatsulit untuk menelusuri sejarah perkembangan tarekat itu secara sistematis dan konsepsional.
D.    Aliran-Aliran Tarekat dalam Islam
1.      Tarekat Qadariyah
2.      Tarekat syadziliyah
3.      Tarekat Naqsabandiyah
4.      Tarekat Yasafiyah dan Khawajagawiyah
5.      Tarekat Khalwatiyah
6.      Tarekat Syatariyah
7.      Tarekat Rifa'iyah
8.      Tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah
9. Tarekat sammaniyah
10.  Tarekat Tijaniyah
11.  Tarekat Chistiyah
12.  Tarekat Mawlawyah
13.  Tarekat Ni'matuliyah
14.  Tarekat Sanusiyah
E.     Pengaruh Tarekat di Dunia Islam
Tarekat mempengaruhi dunia islam mulai dari abd ke-13. Kedudukan tarekat saat ini sama dengan parpol (partai politik). Tarekat-tarekat keagamanaan meluaskan pengaruh dan organisasinya keseluruh pelosok negri. Akan tetapi ada saat ini telah terjadi penyelewengan di dalam tarekat-tarekat. Oleh karena itu, pada abad ke-19 mulailah timbul pemikiran yang sinis terhadap tarekat dan juga terhadap tasawuf. Banyak pengamat menyatakan bahwa pada era modern, tareka secara efektif telah berakhir.
Pada abad  ke-19 dan ke-20, tradisi-tradisi yang berlainan terlibat dengan berbagabi cara dalam membatu membentuk respon-respon muslim terhadap barat dan mendefinisikan pula bentuk-bentuk modernitas islam. Tarekat-tarekat sufi terus menyediakan sarana bagai pengartikulasian identitas islam inklusif dengan penekanan yang besar pada kesalehan pemujaan individual dan pengalaman klelompok kecil.
BAB 15 : STUDI KRITIS TERHADAP ALIRAN-ALIRAN TASAWUF
Tasawuf yang dikalangan barat dikenal dengan mistisme islam, sebagai perwujudan dari ihsan yang berarti kesadaran adanya komunikasi dan dialog langsung seorang hamba dengan tuhan-Nya.
Keritik Terhadap Tarekat
Di antara bentuk penyimpangan yang dialamatkan kepada tasawuf adalah menonjolkan 
kehidupan rohani dan mengabaikan kehidupan duniawi sehingga mengabaikan usaha. Ada juga yang lain seperti penyimpangan mengabaikan syariat dan pendukungan. Disepanjang sejarah islam memang terdapat keritik tajam terhadap guru-guru dan organisasi-organisasi sufi. Sisi lain dari tarekat yang menjadi sorotan adalah bahwa tarekat umumnya hanya berorientasi akhirat, tidak mementingkandunia. Tarekat menganjurkan banyak beribadah dan jangan mengikuti dunia ini karena " Dunia ini adalah bangkai yang mengejar dunia adalah Anjing."tampaknya menyelewengkan umat islam dari jalan yang harus ditempuhnya.
Kritik Terhadap Tasawuf Falsafi
Tasawuf falsafi diwakili para sufi yang memadukan tasawuf dengan filsafat, sebagaimana telah disebutkan diatas. Diantara fuqaha yang paling keras kecamannya terhadap golongan sufi yang juga filosof ialah Ibn Taimiyah ( meninggal pd tahun 728 H). Para ulama dan para sufi yang tulus terus berusaha menjelaskan kesalahan pendapat tentang Hulu dan ittihad, menunjukan kerusakannya, dan memperingatkan kesesatannya.
Keritik Terhadap Praktik Tasawuf Secara Umum
Pembaruan tasawuf Al-Ghazali, yaitu upayanya menahan gerakan yang wataknya melebih-lebihkan itu tak berhasil, walaupun pengaruhnya memeng luar biasa. Tasawuf menjadi penyakit yang menyebabkan atau bahkan memperburuk gejala-gejala berikut :
1.      Kasyif (pencerahan gnostik) menggantikan pengetahuan.
2.      Karamah (mukjizat kecil) yang di ajarkan tasawuf hanya mungkin dalam keadaan penyatuan atau komuni dengan tuhan.
3.      Taabbud, kerelaan untuk meninggalkan aktivitas social dan ekonomi untuk melakukan ibadah spiritualistiksepenuhnya,
4.      Tawakal, kepasrahan total pada factor spiritual untuk melahirkan empiris.
5.      Qismat, penyetujuan secara sembunyi-sembunyi dan fasip terhadap hasil tindakan kekuatan dialam yang berubah-ubahmenggantikan taklif, Fana' dan Adam,
7.      Taat, kepatuhan mutlak dan total kepada syekh dari salah satu tarekat sufi menggantikan tauhid.
BAB 16 : TASAWUF DI INDONESIA
Tasawuf merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kajian islam di Indonesia. Sejak masuknya islam di Indonesia, unsure tasawuf telah mewarnai kehidupan keagamaan masyarakat bahkan hingga saat ini pun, nuansa tasawuf masih kelihatan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman keagamaan sebagai kaum muslimin Indonesia. Ada beberapa literature di Indonesia yang mengkaji tasawuf di Indonesia, baik mengenai penyebarannya maupun tokoh-tokohnya.
Berikut akan dikemukakan beberapa tokoh tasawuf di Indonesia.
A.    Hamzah Fansuri (w.1016 H / 1607 M)
B.     Nurdin Ar-Raniri (w. 1068 / 1658 )
C.     Syekh Hidup Rauf As-Sinkili (1024-1105 H)
D.    Abd Shamad Al-Palimbani (w. 1203 H /1788 M)
E.     Syekh Yusuf Al-Makasari (1037-1111/1627)
F.      Nawawi Al-Bantani (1813-1897 M)
G.    Hamka (1908-1981 M)


Download Resume Buku Akhlaq Tasawuf Karangan Rosihon Anwar.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Resume Buku Akhlaq Tasawuf Karangan Rosihon Anwar. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon