November 05, 2016

Makalah Rmput Laut


Judul: Makalah Rmput Laut
Penulis: Senja Lazuardi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berkawasan luas. Secara kasar dapat dikatakan, bahwa kawasan negara kita itu dua-pertiganya adalah perairan laut. Di wilayah daratan kita dapat menemukan sungai, danau, rawa, payau, dan muara sungai. Semua badan air tersebut merupakan habitat hewan-hewan atau tumbuhan-tumbuhan air yang banyak diantaranya memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan berkembangnya zaman, budidaya air (aquaculture) tidak lagi diartikan sebagai bertani ikan atau budidaya ikan. Istilah budidaya air sekarang lebih luas lagi pemakaiannya, yaitu mencakup budidaya ikan, budidaya invertebrata air, serta budidaya rumput laut. Beberapa jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi adalah Rhodophyceae (ganggang merah) dan phaeophhyceae (ganggang coklat).
Rumput laut merupakan salah satu komoditi ekspor yang potensial untuk di kembangkan. Di samping permintaan pasar yang tinggi, Indonesia memiliki sumberdaya yang cukup besar baik yang alami maupun untuk budidaya. Rumput laut dapat diolah menjadi agar-agar, kosmetika, obat-obatan dan sebagainya. Namun sayangnya peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga peluang untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut belum dapat dikembangkan.
Menurut dugaan, kurangnya perhatian kita terhadap budidaya rumput laut disebabkan karena kurangnya pengetahuan kita tentang biologinya, sehingga seorang pengusaha dibayangi rasa takut menghadapi kegagalan. Sebab lain ialah kurangnya kesadaran kita akan tingginya nilai ekonomi serta kurangnya pengetahuan kita tentang lingkungan air. Sampai sejauh ini, sebagian besar petani rumput laut hanya melakukan kegiatan pemungutan hasil laut berupa rumput laut kering saja, sedangkan hasil olahan rumput laut masih banyak diimpor dengan nilai yang cukup besar. Oleh karena itulah diperlukan solusi untuk mengembangkan budidaya rumput laut di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam makalah ini adalah:
Apa pengertian dari Rumput Laut?
Bagaimana kondisi pembudidayaan rumput laut di Indonesia?
Apa saja pemanfaatan dari rumput laut?
Bagaimana pemasaran olahan yang terbuat dari rumput laut?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
Mengetahui tentang rumput laut
Mengetahui kondisi pembudidayaan rumput laut di Indonesia
Mengetahui pemanfaatan dari rumput laut
Mengetahui bagaimana pemasaran olahan yang terbuat dari rumput laut


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Rumput Laut
Rumput laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga (ganggang). Termasuk ke dalam Thallophyta (tumbuhan sederhana), tidak berakar, tidak berbatang, dan berklorofil. Rumput laut bermacam – macam jenis dan ukurannya. Ada yang merupakan sel tunggal yang amat kecil, dan ada pula yang bersel banyak. (Aji,2003 : 1)
Rumput laut tumbuh di perairan dangkal dan di perairan dalam sampai kedalaman 30 meter. Namun, ada beberapa jenis rumput laut yang bisa hidup sampai 280 meter. Biasanya ganggang tumbuh melekat di dasar laut atau pada benda padat seperti batu atau karang. Mereka melekat dengan menggunakan suatu struktur seperti akar yang fungsinya sebagai alat berpegangan, bukan untuk menyerap sari makanan seperti tumbuhan lain pada umumnya. (Nurmayati,2006 : 3)
Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, potensi laut Indonesia dalam memproduksi rumput laut sangat tinggi.Sampai saat ini rumput laut yang bisa tumbuh di perairan pantai Indonesia tercatat ± 555 spesies. Dari sekian banyak spesies rumput laut tersebut ada lima jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu jenis Eucheuma, Gracilliaria, Gelidium, Gelidiella, dan Hypnea. Dari kelima jenis rumput laut tersebut ada dua jenis yang sedang giat dibudidayakan di perairan Indonesia yaitu rumput laut Gracillaria species dan Eucheuma species, sedangkan jenis lainnya masih tumbuh di perairan bebas. (Bank Bumi Daya,1991 : 1)
  Rumput laut memiliki kandungan karbohidrat, protein, sedikit lemak, dan abu yang sebagian besar merupakan senyawa garam natrium dan kalium. Rumput laut juga mengandung vitamin-vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, dan K, betakaroten, serta mineral; seperti kalium, fosfor, natrium, zat besi, dan yodium. Beberapa jenis rumput laut mengandung lebih banyak vitamin dan mineral penting, seperti kalium dan zat besi yang bila dibandingkan dengan sayuran dan buah-buahan (Anggadiredja, 2006 dalam Alfia, 2013).
2.2 Pembudidayaan Rumput Laut di Indonesia
Dalam jumlah besar nelayan menggantungkan mata pencahariannya di laut, dan sisanya di rawa atau di sungai. Secara keseluruhan dapat dikataan bahwa lingkungan air merupakan sumber kehidupan bagi rakyat Indonesia, dan bahkan budidaya air dapat mmencakup hingga kancah luar negeri (ekspor) dan menambah devisa Negara.
Pemanfaatan rumput laut secara ekonomis sudah dilakukan oleh beberapa negara. Cina dan Jepang sudah dimulai sejak tahun 1670 sebagai bahan obat-obatan, makanan tambahan, kosmetika, pakan ternak, dan pupuk organik. Rumput laut telah dimanfaatkan sebagai makanan sehari-hari bagi penduduk Jepang, Cina dan Korea, dan bahkan pada tahun 2005 nilai konsumsi rumput laut mencapai 2 milyar US$. Namun ironisnya, di Indonesia, rumput laut hanya dibiarkan sebagai sampah lautan, mengapung, hanyut terbawa arus, ataupun terdampar di pinggir pantai. Pemanfaatan rumput laut di Indonesia sampai saat ini terbatas sebagai bahan makanan bagi penduduk yang tinggal di daerah pesisir dan belum banyak kalangan industry yang mau melirik potensi rumput laut ini. (Suparmi,2009 : 96)
Menurut dugaan , kurangnya perhatian kita terhadap budidaya rumput laut disebabkan karena kurangnya pengetahuan kita tentang biologinya, sehingga seorang pengusaha dibayangi rasa takut menghadapi kegagalan. Sebab lain ialah kurangnya kesadaran kita akan tingginya nilai ekonomi serta kurangnya pengetahuan kita tentang lingkungan air, baik lingkungan laut, pantai estuari, rawa, payau, dan sungai, serta kurangnya pengetahuan kita tentang persyarat fisis dan kemis badan-badan air buatan seperti tambak dan kolam juga merupakan hambatan utama keberanian prngusaha untuk membudidayakan hewan dan tumbuhan air.(Tribawono,1995)

2.3 Pengolahan Rumput Laut
Menurut Bank Bumi Daya (1991 : 3) Budidaya rumput laut di bagi menjadi beberapa langkah, yaitu :
Penentuan Lokasi
Penyediaan Bibit dan Bahan
Metode Budidaya
Panen dan Penanganan Hasil
a. Penentuan Lokasi
Pemilihan lokasi merupakan hal yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu usaha budidaya rumput laut. Untuk memperoleh hasil yang memuaskan dari usaha budidaya rumput laut, untuk memperoleh hasil yang memuaskan hendaknya dipilih lokasi yang sesuai dengan ekobiologi (persyaratan tumbuh) dari rumput laut.
Untuk menentukan lokasi budidaya rumput laut membutuhkan kondisi perairan sebagai berikut :
Lokasi budidaya sebaiknya digenangi air pada waktu surut terendah dengan kedalaman 30 – 60 cm
Salinitas optimal berkisar 15 – 35 permil
Suhu air antara 20 – 30℃
Perairan bebas dari pencemara, dan jauh dari sumber air tawar atau muara sungai
Air harus jernih, dengan tingkat transparan 1,5 meter dan tidak berlumpur
pH antara 7,5 – 8,2
mempunyai gerakan air yang sedang serta terlindung dari pengaruh gelombang ombak yang besar dan bebas dari pengaruh angin topan
bebas dari hama seperti ikan dan hewan lainnya yang bersifat herbivora.
b. Penyediaan Bibit dan Bahan
bibit rumput laut yang ditanam berupa stek dan dipilih dari tanaman yang masih segar dan dapat diambil dari tanaman yang tumbuh secara alami atau dari tanaman bekas budidaya, bibit – bibit rumput laut tersebut diikatkan pada tali nylon. Disamping itu bibit harus baru dan muda serta mempunyai cabang – cabang yang banyak.
Sebelum dilakukan penanaman bibit yang dikumpulkan di tempatkan pada keranjang atau jarring dengan ukuran mata jaring yang paling kecil dan bibit tersebut jangan samapi terkena minyak, kehujanan, atau kekeringan, dan diusahakan kondisi rumput laut tersebut selalu lembab.
Untuk menjamin kontinuitas produksi maka tanaman tumput laut harus dilakukan peremajaan atau penggantian bibit baru paing dalam lama enam bulan sekali.
c. Metode Budidaya
Di dalam budidaya rumput laut di perlukan metode – metode yang baik.Selama ini kita mengenal 4 cara budidaya bedasarkan posisir tanaman terhadap dasar perairan yang telah dikembangkan yaitu metoda lepas dasar, metoda dekat dasar , metoda apung dan metode pertengahan
Metoda Lepas Dasar
Penanaman dilakukan dengan mengikat bibit tanaman pada karang lalu disebar, sedang pada jenis lain seperti Graciliaria langsung ditanam pada dasara perairan dengan berat bibit rumput rata – rata 100 gram.
Keuntungan motoda lepas dasar adalah penanaman mudah dengan biaya yng relative murah. Sedangkan kerugiannya adalah hasil produksi kurang baik, mudah terserang penyakit dan banyak yang hilang terbawa arus.
Metoda Dekat Dasar
Bibit diikat dengan tali raffia, kemudian diikatkan pada tali nylon monofilamanet yang direntangkan pada patok kayu dengan jarak 2,5 meter. Jarak antara sadar perairan dengan bibit yang akan diikat berkisar antaara 20 – 30 cm. ketinggian tali pengikat disesuaikan dengan kedudukan air pada waktu surut terendah. Berat bibir setiap rumput rata-rata 100 gram. Laju pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan dengan metoda ini rata-rata sebesar 2,65% per hari.
Metoda Rakit Apung
Budidaya rumput laut dengan dengan metoa Rakit Apung cocok untuk dasar perairan yang terdiri dari karang dan pergerakan airnya didominasi oleh ombak.
Penanaman menggunakan rakit – rakit dari bamboo. Ukuran rakit dapat disesuaikan dengan kondisi perairan, sehingga mudah untuk pengamanan rumput laut yang ditanam.
Laju pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan dengan metoda rakit apung rata – rata sebesar 3,74 per hari. Keuntungan motoda rakit apung adalah tingkat pertumbuhan lebih besar dibandingkan dengan metoda lainnya, di samping itu tanaman terhindar dari gangguan penyakit bulu babi serta mudah pemeliharaannya. Sedangkan kerugiannya adalah biaya sarana budidaya relative lebih mahal.
Metoda Pertengahan
Metoda Pertengahan, hampir sama dengan metoda rakit apung. Perbedaannya bibit diikat pada rakit yang diikat pada patok – patok yang telah dibuat sebelumnya.
Metode Sebar 
Penebaran bibit dengan menggunakan metode sebar memiliki keuntungan yaitu biaya penanaman dan pengelolaannya lebih murah.Waktu penebaran terbaik dilakukan pada pagi dan sore hari.Untuk menghindari kekeringan, rumput laut yang akan dibudidayakan diadaptasikan dengan menyiramkan air dari petakan tambak secara perlahan-lahan.
d. Panen dan Penanganan Hasil
Panen merupakan tahap akhir dari suatu kegiatan budidaya, untuk memanen rumput laut harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan cara dan waktu yang tepat agar diperoleh hasil yang maksimal.
Panen dilakukan pada waktu umur tanaman enam minggu dengan ukuran berat per ikatan rumput laut antara 500 – 600 gram. Memanen dilakukan dengan alat potong yang tajam agar pada bidang potong sisa tanaman dapat tumbuh dengan baik. Keuntungan dengan system ini adalah penanaman kembai dapat dilakukan dengan memilih bibt tanaman yang baik, agar laju prtumbuhan rumput laut akan lebih tinggi.
2.4 Pemanfaatan Rumput Laut
Dengan berbagai kandungan yang bermanfaat, rumput laut dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti bidang kuliner, kesehatan dan industri.
Di bidang kuliner rumput laut sudah tidak asing lagi untuk digunakan sebagai bahan baku agar – agar, selain itu rumput laut juga dapat diunakan sebagai bahan baku dodol, sirup, bahkan mi kering. Rumput laut biasanya juga digunakan sebagai bahan pelengkap di es campur.
Di bidang kesehatan rumput laut banyak memiliki kandungan yang bergizi seperti yodium yang dapat dimanfaatakan untuk mencegah penyakit gondok. Klorofil, selenium, dan seng untuk mereduksi estrogen, karena level estrogen yang terlalu tinggi dapat mendorong timbulnya kanker, sehingga konsumsi rumput laut memperkecil resiko kanker bahkan mengobatinya. Vitamin C dan antioksidannya dapat melawan radikal bebas. Kaya akan kandungan serat yang dapat melancarkan pencernaan, meningkatkan kadar air dalam feses. Rumput laut juga mengandung kalsium sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan susu, sehingga sangat tepat dikonsumsi untuk mengurangi dan mencegah gejala osteoporosis. (Niwayanekayanti, 2012).
Di bidang industri serat dari rumput laut dapat digunakan sebagai campuran pembuatan karpet, atau pengganti kapas isi kasur dan bantal. Rumput laut tertentu bersifat sebagai insulator sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan asbes. Berbegai jenis rumput laut digunakan juga untuk bahan pembuatan pasta gigi, kosmetika dan sebagainya. (Niwayanekayanti, 2012).
2.5 Pemasaran Olahan Rumput LautMenurut Wedaran (2013) Proses pemasaran yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan dari pembudidayan rumput laut. Konsep yang sangat penting dari setiap pemasaran adalah 4P yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Lokasi) dan, Promotion (Promosi).
Product, dalam hal ini yang di maksud adalah rumput laut baik yang masih kasar maupun telah di olah. Jika itu berupa makanan sebaiknya harus memperhatikan aspek-aspek kesehatan baik dari segi rasa, bentu maupun kemasan.Price, Jika perusahaan melihat harga sebagai pendapatan, maka konsumen melihat harga sebagai biaya. Jika harga suatu produk dari rumput laut dirasa terlalu mahal, pelanggan akan mencari dan memilih alternative yang lebih murah dan mungkin lebih bagus. Kualitas produk juga harus senilai dengan harga dan sebaliknya.Place, hal ini mengacu pada cara pemasaran dalam mendistribusikan produk – produk rumput laut dalam memperluas mitra dan pemasoka n yang dapat diandalkan, sehingga membuat produk – produk olahan rumput laut dapat mencapai pelanggan secepat dan semudah mungkin.
Promotion, promosi adalah bagaimana cara mengkomunikasikan produk olahan rumput laut kepada saluran distribusi dan pasar. Promosi termasuk kegiatan yang sangat penting karena jika kita tidak melakukan promosi produk – produk olahan rumpt laut tidak akan terjualIndonesia cukup potensial sebagai penghasil rumput laut. Sampai saat ini Indonesia mengekspor rumput laut dan sebaliknya masih mengimpor hasil olahannya seperti agar dan algin. Nilai impor senyawa tersebut hampir 30 kali nilai ekspor rumput laut. Sudah saatnya Indonesia meningkatkan dan mengembangkan industri pengolahan rumput laut.Kualitas rumput laut untuk diekspor masih rendah sehingga harga yang diterima pemetik sangat rendah. Untuk memenuhi syarat ekspor masih perlu dilakukan penyortiran oleh pedagang/penyalur dan eksportir. Kualitas yang rendah, rantai pemasaran yang panjang serta kesulitan sarana transportasi laut menyebabkan terdapat perbedaan harga yang cukup besar antara harga yang diterima pemetik dengan eksportir. Kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi dapat ditingkatkan melalui usaha budidaya rumput laut. Untuk hal tersebut perlu adanya penyuluhan dan pendidikan ketrampilan bagi petani rumput laut baik teknik budidaya maupun penanganan pasca panen disertai penyediaan sarana transportasi dan pinjaman modal dari pemerintah. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan melibatkan KUD setempat sebagai penampung dan penyalur sekaligus pembina bagi petani pemetik rumput laut. (Zatnika, 1985)

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Rumput laut adalah salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan bila di manfaatkan dengan baik. Rumput laut dapat diolah menjadi agar-agar, kosmetika, obat-obatan dan sebagainya. Namun sayangnya peluang tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal di Indonesia.
3.2 Saran
Dari kesimpulan diatas penulis menyarankan supaya pemanfaatan rumput laut lebih ditingkatkan lagi karena kita tahu bahwa Indonesia memiliki sumberdaya rumput laut yang melimpah ruah dan kita harus bisa mengoptimalkan semaksimal mungkin.        

DAFTAR RUJUKAN
Aji, Nugroho.2003.Teknologi Pemanfaatan Rumput Laut. Departement Kelautandan Perikanan : Proyek Riset Kelautan dan Perikanan
Alfia .2013. Rumput Lauthttp://alfiap.blogspot.com/2013/11/rumput-laut.html (21 Desember 2014 )Bank Bumi Daya.1991.Rumput Laut Di Indonesia.Jakarta : Bank Bumi Daya
Niwayanekayanti.2012. Manfaat Rumput Lauthttps://ekayantiniwyn.wordpress.com/category/umum/health/
(21 Desember 2014 )
Nurmayati, dewi,dkk.2006.Kehidupan Tumbuhan Laut.Bandung : PT RemajaRosdakarya
Suparmi, Achmad Sahri.2009.Mengenal Potensi Rumput Laut : KajianPemanfaatan Sumberdaya Rumput Laut dari Aspek Industri danKesehatan. Universitas Sultan Agung Vol XLIV No. 118
Tribawono, Djoko,dkk.1995.Pengantar Lingkungan Perairan dan Budidaya Air.Yogyakarta : Liberty
Wedaran.2013.Cara Marketing dalam Menjalankan Pemasaran yang Baikhttp://www.wedaran.com/9265/cara-marketing/
(22 Desember 2014)
Zatnika, Achmad.1985.Produksi Rumput Laut Dan PemasarannyaDi Indonesia.Jakarta : Departemen Perikanan dan Ilmu Kelautan
http://www.fao.org/docrep/field/003/ab882e/AB882E15.htm
(22 Desember 2014)


Download Makalah Rmput Laut.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Rmput Laut. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon