November 30, 2016

Laporanmikrobiologi - pengenalan alat-alat


Judul: Laporanmikrobiologi - pengenalan alat-alat
Penulis: Muhammad Rizk-q


LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
PENGENALAN PERALATAN PRAKTIKUM
Disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Laporan Praktikum mata kuliah Mikrobiologi semester ganji
Disusun oleh :
Kelompok 8 - A
Rifai Dermawan230110120061
Luthfy Wulandari 230110120062
Thaha Yasin230110120063
Birta Baruna230110120064
Azka Iqbal230110120066
Kenny Pramudya230110120067
Inda Andiani230110120068
Respandu Zulfachri230110120069
Muhammad Rizki M 230110120070
Ahmad Rizqi Rubiansyah230110120072
Efran Adzi Solihat230110120073
Anita Nur Azizah D P230110120074

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2013
KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan laporan Akhir Praktikum "Pengenalan Peralatan" yang merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Mikrobiologi Perikanan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Mikrobiologi Perikanan, yang telah membantu dan membimbing kami selama penyusunan Laporan Akhir Praktikum ini. Tidak lupa teman-teman dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini mungkin masih terdapat banyak kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran sangat diperlukan untuk memperbaiki kesalahan agar dapat lebih baik lagi kedepannya. Saya berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi semua civitas akademika yang membutuhkannya.
Jatinangor, 4 November 2013



Penulis

DAFTAR ISI TOC \o "1-3" \h \z \u KATA PENGANTAR PAGEREF _Toc371363081 \h iDAFTAR ISI PAGEREF _Toc371363082 \h iiBAB I PAGEREF _Toc371363083 \h 1PENDAHULUAN PAGEREF _Toc371363084 \h 11.1 Latar belakang PAGEREF _Toc371363085 \h 11.2 Tujuan PAGEREF _Toc371363086 \h 21.3 Manfaat PAGEREF _Toc371363087 \h 2BAB II PAGEREF _Toc371363088 \h 3LANDASAN TEORI PAGEREF _Toc371363089 \h 3BAB III PAGEREF _Toc371363090 \h 7METODOLOGI PRAKTIKUM PAGEREF _Toc371363091 \h 73.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PAGEREF _Toc371363092 \h 73.2. Alat dan Bahan PAGEREF _Toc371363093 \h 73.3. Prosedur Kerja PAGEREF _Toc371363094 \h 9BAB IV PAGEREF _Toc371363095 \h 10HASIL DAN PEMBAHASAN PAGEREF _Toc371363096 \h 104.1 Hasil PAGEREF _Toc371363097 \h 10BAB IV PAGEREF _Toc371363098 \h 20PEMBAHASAN PAGEREF _Toc371363099 \h 20BAB V PAGEREF _Toc371363100 \h 25PENDALAMAN PAGEREF _Toc371363101 \h 25DAFTAR PUSTAKA PAGEREF _Toc371363102 \h 27
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar belakang
Mikroba adalah organisme yang sangat kecil, sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sesuai namanya, bidang ilmu mikrobiologi (mikros = kecil/sangat kecil; bios = hidup/kehidupan) mempelajari tentang bentuk, kehidupan, sifat, dan penyebaran organisma yang termasuk golongan mikroba (jasad renik). Ilmu yang mempelajari tentang mikroba disebut mikrobiologi. Karena peranan mikroba yang sangat penting di perikanan, maka kita memiliki matakuliah mikrobiologi, dan matakuliah ini memiliki praktikum. Karena peralatan yang digunakan di labolatorium tergolong baru maka kita perlu mengenalnya.
Pengenalan alat merupakan langkah pertama sebelum kita melakukan percobaan atau penelitian . Dengan mengenal alat, kita dapat mengetahui fungsi masing-masing bagian dari alat tersebut serta cara pengoprasian atau penggunaan alat-alat yang akan digunakan dalam percobaan atau penelitian yang dilakukan.  Dan dengan kita mengetahui akan fungsi dan cara penggunaan alat-alat yang akan digunakan dapat memperlancar jalannya suatu percobaan atau penelitian. Sehingga dengan berbekal pengetahuan pemahaman akan fungsi dan cara kerja dari alat yang digunakan kita dapat memperoleh hasil suatu percobaan atau penelitian yang maksimal.
Selain pengetahuan pemahaman akan alat, kita juga dituntut untuk terampil dalam alat-alat yang kita gunakan. Hal tersebut harus dibarengi dengan ketelitian dalam melakukan suatu percobaan ataupun penelitian sehingga didapatkan hasil yang maksimal. 
Dengan pengenalan alat-alat laboratorium. Kita dapat mengetahui berbagai macam alat yang terdapat di Laboratorium. Selain itu kita juga dapat meminimalisir resiko kesalahan kerja pada saat melakukan percobaan mikrobiologi. Alat-alat laboratorium mempunyai cara dan prinsip kerja yang berbeda. Setiap pengguna harus mengikuti hal-hal tersebut agar dalam menggunakan alat-alat laboratorium tidak terjadi kerusakan alat ataupun hal-hal yang berbahaya.
1.2 Tujuan1.    Praktikan mengetahui nama alat-alat yang ada di laboraturium
2.    Praktikan mengetahui fungsi pada setiap alat yang digunakan
3.    Praktikan mampu menggunakan alat-alat sesuai dengan kegunaan dan fungsinya
1.3 ManfaatManfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat mengetahui, memahami, dan mampu menggunakan alat-alat di laboratorium serta dapat melakukan proses sterilisasi yang baik dan benar baik terhadap bahan atau peralatan praktikum agar dapat menjadi dasar untuk menunjang praktikum selanjutnya.

BAB IILANDASAN TEORI
Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi yang mempelajari tentang organisme yang mikroskopik yakni meliputi bakteri, virus, fungi, alga dan protozoa. Dunia jasad renik barulah ditemukan sekitar 300 tahun yang lalu dan makna sesungguhnya mengenai mikroorganisme itu barulah dipahami sekitar 200 tahun kemudian. Selama 40 tahun terakhir, mikrobiologi muncul sebagai bidang biologi yang sangat berarti karena mikroorganisme digunakan oleh para peneliti dalam penelaah hampir semua gejala biologis yang utama.
Antoni van Leeuwenhoek (1632-1723) ialah orang yang pertama kali mengetahui adanya dunia mikroorganisme itu. Dengan mikroskop ciptaannya ia dapat melihat bentuk makhluk-makhluk kecil yang sebelumnya itu tidak diduga sama sekali keadaannya. Mikroskop buatan Leeuwenhoek itu memberikan pembesaran sampai 300 kali. Dari air hujan yang menggenang di kubangan-kubangan dan dari air jambangan bunga ia peroleh beraneka sel hewan bersel satu yang olehnya diberi nama Infusoria atau "Hewan tuangan".Antara tahun 1674 sampai 1683 ia terus-menerus mengadakan hubungan dengan lembaga "Royal Society" di Inggris. Ia melaporkan hal-hal yang diamatinya dengan mikroskop itu kepada lembaga tersebut. Laporan-laporan itu disertai dengan gambar-gambar mikroorganisme yang beraneka ragam. Di dalam sejarah mikrobiologi, Leeuwenhoek dapat dipandang sebagai peletak batu pertamanya.Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri dan cendawan yang merupakan penghasil bermacam-macam zat organik dan obat-obatan antibiotik.
Alat merupakan salah satu pendukung dari pada keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsungnya praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan.
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan "graph" seperti thermograph, barograph (Moningka,2008).
Peralatan utama yang digunakan dalam kegiatan praktikum mikrobiologi perairan terdiri dari peralatan yang berkaitan dengan inokulasi mikroba dan sterilisasi. Adapun prinsip kerja dan kegunaan peralatan tersebut adalah sebagai berikut :
Mikroskop adalah alat untuk memperbesar kenampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan.
Colony counter adalah peralatan yang dilengkapi dengan kuadran penghitungan, lampu dan kaca pembesar untuk mempermudah penghitungan mikroba.
Inkubator adalah peralatan yang dilengkapi dengan sistim untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik
Hot plate stirrer adalah alat yang dilengkapi fasilitas pengaduk dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan agar suspensi tidak mengendap dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi, baik pada suhu kamar maupun suhu yang lebih tinggi.
Electric shaker adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi
Lemari pendingin adalah lemari yang dilengkapi sistim penurunan suhu sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur
Oven adalah alat pemanas yang dapat digunakan untuk sterilisasi peralatan secara kering
Otoklaf adalah alat yang dilengkapi sistim peningkatan suhu sehingga dapat mengubah air menjadi uap panas. Otoklaf dapat digunakan untuk melakukan sterilisasi basah, baik peralatan maupun media kultur
Timbangan analitik adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menentukan bobot sampel dengan ketelitian tinggi
Peralatan untuk memudahkan proses inokulasi, isolasi maupun transfer mikroba. Peralatan ini teridiri dari :
Jarum ose adalah alat berupa kawat baja berujung tajam atau membulat yang digunakan untuk mengambil mikroba yang akan diinkubasi, diisolasi atau ditransfer ke media kultur lain.
Lampu spirtus adalah lampu berbahan bakar spirtus yang digunakan untuk sterilisasi panas dan mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba
Tabung reaksi adalah tabung berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring
Cawan petri (Petri disk) adalah cawan berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur dalam bentuk lempeng agar
Pipet tetes adalah pipet yang memiliki alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil
Pipet hisap adalah pipet yang berkerja dengan cara dihisap sehingga cairan akan memasuki pipet sebanyak yang diinginkan. Pipet hisap digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah relatif lebih banyak
Balon pipet adalah bola terbuat dari bahan karet yang dipasang di bagian pangkal pipet hisap. Balon pipet digunakan untuk menghisap cairan yang akan dipindahkan ke media lainnya menggunakan pipet hisap

BAB IIIMETODOLOGI PRAKTIKUM3.1. Waktu dan Tempat PelaksanaanPraktikum ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal: Rabu / 30 Oktober 2013
Tempat: Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan FPIK,
Universitas Padjajaran
3.2. Alat dan BahanPeralatan utama yang digunakan dalam kegiatan praktikum mikrobiologi perairan terdiri dari peralatan yang berkaitan dengan inokulasi mikroba dan sterilisasi. Adapun prinsip kerja dan kegunaan peralatan tersebut adalah sebagai berikut :
Mikroskop adalah alat untuk memperbesar kenampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan.
Colony counter adalah peralatan yang dilengkapi dengan kuadran penghitungan, lampu dan kaca pembesar untuk mempermudah penghitungan mikroba.
Inkubator adalah peralatan yang dilengkapi dengan sistim untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik
Hot plate stirrer adalah alat yang dilengkapi fasilitas pengaduk dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan agar suspensi tidak mengendap dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi, baik pada suhu kamar maupun suhu yang lebih tinggi.
Electric shaker adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi
Lemari pendingin adalah lemari yang dilengkapi sistim penurunan suhu sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur
Oven adalah alat pemanas yang dapat digunakan untuk sterilisasi peralatan secara kering
Otoklaf adalah alat yang dilengkapi sistim peningkatan suhu sehingga dapat mengubah air menjadi uap panas. Otoklaf dapat digunakan untuk melakukan sterilisasi basah, baik peralatan maupun media kultur
Timbangan analitik adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menentukan bobot sampel dengan ketelitian tinggi
Peralatan untuk memudahkan proses inokulasi, isolasi maupun transfer mikroba. Peralatan ini terdiri dari :
Jarum ose adalah alat berupa kawat baja berujung tajam atau membulat yang digunakan untuk mengambil mikroba yang akan diinkubasi, diisolasi atau ditransfer ke media kultur lain.
Lampu spirtus adalah lampu berbahan bakar spirtus yang digunakan untuk sterilisasi panas dan mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba.
Tabung reaksi adalah tabung berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring
Cawan petri (Petri disk) adalah cawan berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur dalam bentuk lempeng agar.
Pipet tetes adalah pipet yang memiliki alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil
Pipet hisap adalah pipet yang berkerja dengan cara dihisap sehingga cairan akan memasuki pipet sebanyak yang diinginkan. Pipet hisap digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah relatif lebih banyak
Balon pipet adalah bola terbuat dari bahan karet yang dipasang di bagian pangkal pipet hisap. Balon pipet digunakan untuk menghisap cairan yang akan dipindahkan ke media lainnya menggunakan pipet hisap
3.3. Prosedur KerjaProsedur kali ini adalah mengamati mengamati alat-alat yang akan digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, serta dapat memahami prinsip kerja dan fungsi dari masing-masing alat.

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN4.1 HasilNama Peralatan Prinsip Kerja Prosedur Kerja Gambar Peralatan
Mikroskop Prinsip Kerjanya yaitu memantulkan cahaya melalui cermin,lalu diteruskan hingga lensa obyektif dilensa obyektif bayangan yang dihasilkan adalah maya,terbalik dan diperbesar kemudian bayangan akan diteruskan dan dihasilkan bayangan tegak,nyata dan diperbesar oleh mata pengamat semakin banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin ,maka akan semakin terang pula mikroorganisme yang dilihat 1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai !
2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver.
3. nyalakan mikroskop dengan ukuran cahaya yang normal ( jangan terlalu terang )
4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda!
5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus.
6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.
7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.
Colony counter Prinsip kerjanya adalah menghitung mikroba secara otomatis dengan bantuan pulpen/tombol hitung. Cara menggunakannya adalah setelah kita on-kan, kita simpan cawan petri yang berisi bakteri atau jamur kedalam kamar hitung, mengatur alat penghitung pada posisi dan mulia menghitung dengan menggunakan jarum penunjuk sambil melihat jumlah pada layar bidang.
Inkubator Prinsip kerjanya adalah menginkubasi sesuai suhu yang diinginkan
1.Hubungkan kabel power ke stop kontak.
2.Putar tombol power ke arah kiri (lampu power hijau menyala).
3.Atur suhu dalam incubator dengan menekan tombol set.
4.Sambil menekan tombol set, putarlah tombol di sebeklah kanan atas tombol set hingga mencapai suhu yang di inginkan.
5. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set.
6.Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah beberapa menit. 1485902886710
Hot plate stirrer Prinsip kerjanya dilakukan dengan cara menambah air pada ferri tartrat lalu meletakkannya di atas hot plate. Setelah dihubungkan dengan arus listik, alat ini akan menghomogenkan sekaligus memanaskannya Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi.Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya mampu menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatansangat lambat sampai 1600 rpm dan dapatdipanaskan sampai 425oC.
Electric shaker Prinsip kerjanya yaitu mengagitasi pertumbuhan mikroba dengan kecepatan yang bisa diatur atau menghomogenkan isolat-isolat dalam medium cair.
Sambungkan alat dengan listrik kemudian simpan tabung reaksi atau media yang akan kita aduk di penjepit karet pada electric shaker. Atur waktu dan kecepatan yang akan digunakan. -234951413510
Lemari pendingin Prinsip kerjanya yaitu, mengawetkan mikroba/medium sesuai pada suhu yang diinginkan dengan memasukkan medium secara langsung kedalamnya, kemudian mengatur suhunya sesuai dengan ketentuan
Oven Prinsip kerjanya yaitu alat-alat yang ingin disterilkan dibungkus dalam kertas kemudian dimasukkan dalam oven lalu ditutup. Setelah itu mengaktifkan tombol power dan mengatur suhu yang diinginkan. tekan saklar power indikator lampu menyala, setelah itu atur suhu dalam ruangan yang diinginkan dengan cara memutar pengatur suhu, begitu pula dengan waktunya
Autoklaf Prinsip kerjanya menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi 121 C selam kurang lebih 15 menit tekan saklar power indikator lampu menyala, setelah itu atur suhu dalam ruangan yang diinginkan dengan cara memutar pengatur suhu, begitu pula dengan waktunya
Timbangan analitik Prinsip kerjanya Pastikan timbangan hidup/masih bagus Letakkan zat yang akan ditimbang diatasnyakemudian lihat hasil yang ditunjukkan
1. Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
2.Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
3.Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
4.Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
Jarum Ose Prinsip kerjanya yaitu ose disentuhkan pada bagian mikrobia kemudian menggosokkan pada kaca preparat untuk diamati sebelum alat ini digunakan, terlebih dahulu disterilkan dengan memanaskan ujungnya sampai berpijar, kemudian membiarkan ujung ose dingin sebelum digunakan untuk mencegah matinya bakteri. 234875-490071
Lampu spirtus Prinsip kerja alat ini bekerja berdasarkan metode pemanasan bakteri dengan nyala api langsung dengan menyalakan sumbu pada tabung spiritus kemudian lampu spiritus dapat digunakan.
Tabung Reaksi Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak dilengkapi dengan skala dapat diisi media padat maupun cair. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak dan agar miring. 107315414655
Cawan Petri Prinsip kerjanya yaitu, medium diletakkan di dalam cawan petri kemudian ditutup dengan menggunakan penutup cawan.
digunakan untuk membiakkan sel.
Pipet Tetes Prinsip kerjanya yaitu pengambilan larutan berdasarkan pompa karet atau pengatur skala pada bagian atas. Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan yang akan digunakan dan dikeluarkan tetes per tetes
Pipet Hisap Prinsip kerjanya mengambil zat cair yang akan direaksikan, ditetesi, maupun dicampurkan Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan
Balon pipet Prinsip kerjanya Letakkan dahulu larutan kedalam Beker gelas lalu tekan S untuk menghisap, tekan E untuk mengeluarkan cairan
Digunakan bersama pipet ukur, untuk mengambil cairan dengan ketelitian yang akurat

BAB IVPEMBAHASANDari hasil pengamatan alat-alat tersebut kita mengetahui masing-masing dari fungsi alat praktikum.
Mikroskop
Mikroskop adalah alat untuk memperbesar kenampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan.
Lensa okuler adalah lensa yang menghadap ke arah mata kita yang berfungsi untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif. Perbesaran yang tersedia adalah 5 kali, 10 kali, dan 12,5 kali.
Tubus okuler adalah bagian yang menghubungkan lensa okuler, revolver, dan lensa objektif.
Kaca atau cermin merupakan bagian alat penerang yang berfungsi untuk menangkap cahaya, kemudian memantulkannya ke arah kondensor.
Diafragma merupakan bagian yang dapat mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. Bagian ini dapat menutup dan membuka.
Kondensor merupakan bagian yang berfungsi memusatkan cahaya pada preparat.
Colony counter
Colony counter adalah peralatan yang dilengkapi dengan kuadran penghitungan, lampu dan kaca pembesar untuk mempermudah penghitungan mikroba. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.
Bagian bagian dari colony counter :
Pen jack (tempat memasukkan countpen)
Tombol reset ( untuk mengaturtayangan dari indikator hitung dalamkeadaan 000)
Power Switch (untuk menghidupkan lampu fluoresen sebelah kiri)
Power Switch (untuk menghidupkanlampu fluoresen sebelah kanan)
Source Switch (untuk menghidupkan lampu pada count indicator)
Tombol hitung (tombol untuk memulai hitungan pada count indicator)
Lampu signal Count indicator
Pembesar (Loupe)
Indikator hitung / Count indicator (maksimal 3 digit/3 angka)
Petridish/cawan petri yang akan dihitung jumlah koloninya
Penjepit petridish/Cawan petri
Pen hitung / Count pen
Cara kerjanya:
Hubungkan stop kontak dengan sumber tenaga.
Nyalakan alat dengan menekan tombol 'ON'.
Reset jumlah perhitungan hingga menunjuk angka '0'.
Letakkan cawan petri yang berisi koloni bakteri yang akan dihitung di atas meja yang
dilengkapi dengan skala.
Tandai koloni dengan mengarahkan pulpen ke meja skala.
Hitung koloni bakteri yang terpisah.
Lihat koloni dengan bantuan kaca pembesar.
Matikan alat dengan menekan tombol 'OFF'.
Inkubator
Inkubator
Inkubator adalah peralatan yang dilengkapi dengan sistim untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik. Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu, dan pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan suhunya saat pintu inkubator dibuka. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada didalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu.
Tipe lain inkubator berdasarkan kegunaannya secara khusus menurut Collins et al. (2004) adalah
Shaker incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
Cooled incubator; inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
CO2 incubator; inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
Automatic temperature change incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengatur perubahan suhu otomatis sehingga  tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu secara bertahap.
Portable incubator; inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan.
Incubator room; suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan keperluan dan syarat mikrobiologisnya.
Hot plate stirrer
Hot plate stirrer adalah alat yang dilengkapi fasilitas pengaduk dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan agar suspensi tidak mengendap dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi, baik pada suhu kamar maupun suhu yang lebih tinggi. Alatini juga dapat dipakai untuk melarutka  ferri  tartrat  yang  tidak  mudah dilarutkan.  Dilakukan dengan  cara  menambah air pada ferri tartrat lalumeletakkannya di atas hot plate. Setelah dihubungkan dengan arus listik,alat ini akan menghomogenkan sekaligus memanaskannya (Lahay, 2004).
Electric shaker
Electric shaker adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi. Prinsip kerjanya yaitu tabung reaksi  yang  berisi larutan ditaruh  di lubang  pada shaker  kemudian  menekan tombol ON dengan mengatur kecepatannya (Lahay, 2004).
Lemari pendingin
Lemari pendingin adalah lemari yang dilengkapi sistim penurunan suhu sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur.
Oven
Oven adalah alat pemanas yang dapat digunakan untuk sterilisasi peralatan secara kering.
Otoklaf
Otoklaf adalah alat yang dilengkapi sistim peningkatan suhu sehingga dapat mengubah air menjadi uap panas. Otoklaf dapat digunakan untuk melakukan sterilisasi basah, baik peralatan maupun media kultur. Cara penggunaannya yaitu mengisi air sampai dasar yang berlubang, kemudian alat dinyalakan.  Materi  yang  akan  disterilkan  dimasukkan.  Selanjutnya penutup autoklaf dipasang dan skerup dikencangkan. Kran pengatur tempat keluar uap dibiarkan terbuka dan ditutup hingga tekanan uap naik 2 atm dan suhu 121 C selama 15-30 menit. Apabila sterilisasi telah selesai, autoklaf dibiarkan sampai tekanan turun hingga 0 C. Kran uap air dibuka secara perlahan-lahan (Ali dan Hala, 2008).
Timbangan Analitik
Timbangan analitik adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menentukan bobot sampel dengan ketelitian tinggi. Prinsip kerjanya yaitu meletakkan bahan pada timbangan tersebut kemudian melihat angka yang tertera pada layar, dan angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang (Ali dan Hala, 2008).
Peralatan untuk memudahkan proses inokulasi, isolasi maupun transfer mikroba. Peralatan ini teridiri dari :
Jarum ose adalah alat berupa kawat baja berujung tajam atau membulat yang digunakan untuk mengambil mikroba yang akan diinkubasi, diisolasi atau ditransfer ke media kultur lain.
Lampu spirtus adalah lampu berbahan bakar spirtus yang digunakan untuk sterilisasi panas dan mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba
Tabung reaksi adalah tabung berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring
Cawan petri (Petri disk) adalah cawan berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur dalam bentuk lempeng agar. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml.
Pipet tetes adalah pipet yang memiliki alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil
Pipet hisap adalah pipet yang berkerja dengan cara dihisap sehingga cairan akan memasuki pipet sebanyak yang diinginkan. Pipet hisap digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah relatif lebih banyak.
Balon pipet adalah bola terbuat dari bahan karet yang dipasang di bagian pangkal pipet hisap. Balon pipet digunakan untuk menghisap cairan yang akan dipindahkan ke media lainnya menggunakan pipet hisap
BAB VPENDALAMANMenurut Anda, Proses sterilisasi seperti apa yang tepat untuk melakukan proses sterilisasi media kultur?
Jawab:
Proses sterilisasi yang tepat menurut kami, yaitu dengan cara menggunakan alcohol atau dimasukkan kedalam oven agar mikroba yang masuk kedalam oven terhambat dan pada saat mikroba disiram oleh alcohol, lama kelamaan mikroba tersebut akan mati/menghambat untuk tumbuh kembali
Jelaskan oleh Saudara perbedaan utama hot plate stirrer dengan electric shaker.
Jawab:
Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya mampu menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC. Alat ini digunakan untuk mengocok media cair sambil dipanasi. Alat ini juga dapat dipakai untuk melarutkan ferri tartrat yang tidak mudah dilarutkan.
Prinsip kerjanya dilakukan dengan cara menambah air pada ferri tartrat lalu meletakkannya di atas hot plate. Setelah dihubungkan dengan arus listik, alat ini akan menghomogenkan sekaligus memanaskannya
Sedangkan Electric shaker Adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi. Shaker adalah alat yang digunakan untuk menghomogenkan dan menginkubasi mikroba.
Prinsip kerjanya yaitu mengagitasi pertumbuhan mikroba dengan kecepatan yang bisa diatur atau menghomogenkan isolat-isolat dalam medium cair.
Jelaskan oleh Saudara, prinsip kerja dari balon pipet. Apa kerugian yang mungkin dihadapi apabila tidak menggunakan balon pipet tersebut?
Jawab:
Prinsip kerjanya Letakkan dahulu larutan kedalam Beker gelas lalu tekan S untuk menghisap, tekan E untuk mengeluarkan cairan.
berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur. Jika tidak menggunakan balon pipet dan menggunakan pipet biasa akan memekan waktu lebih lama dan tidak akurat dalam penggambilan larutan dan bisa terjadi kontaminasi
DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2012. http://terbarudidunia.blogspot.com/2012/06/mikroskop-cara-menggunakan-mikroskop.htmlAnonim. 2009. http://firebiology07.wordpress.com/2009/04/19/teknik-pengenalanpenyiapan-dan-penggunaan-alat-laboratorium-mikrobiologi/Anonim. 2009. http://www.scribd.com/doc/77753245/27603070-Lap-1-Mikrobiologi-Pen-Gen-Alan-Alat-LAbAnonim. 2009. Pengenalan Alat Laboratorium dan Fungsinya. www.list-wordpress.com/alat-alatlaboratorium-fungsi-prinsip kerja.html.
Definisi Sterilisasi. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/ 07/definisi-sterilisasi.html.
Anonim. 2009. Laporan Praktikum Pengenalan Alat Mikrobiologihttp://fheeyraredzqiiy.wordpress.com/2009/12/08/laporan-praktikum-pengenalan-alat-mikrobiologi-2/Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: BambatangHala, Yusminah, Oslan Jumadi. 2009.
Mikrobiologi. Bandung: Yrama Widya.Junaidi, Wawan. 2009.


Download Laporanmikrobiologi - pengenalan alat-alat.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Laporanmikrobiologi - pengenalan alat-alat. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon