October 09, 2016

Tugas MAKALAH MANAJEMEN


Judul: Tugas MAKALAH MANAJEMEN
Penulis: Muhammad Ali


Bab 1.
Pendahuluan
Managemen adalah suatu proses atau kerangka kerja , yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata . Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya disebut manager atau pengelola . Seorang yang menjadi manager mengambil alih kewajiban-kewajiban baru , yang seluruhnya bersifat "mangagerial". Yang penting diantaranya adalah meniadakan kecenderungan untuk melaksanakan sendiri semua urusan . Manajemen mempunyai tujuan tertentu dan tidak dapat diraba. Ia berusaha untuk mencapai hasil-hasil tertentu, yang biasanya diungkapkan dengan istilah-istilah objectives atau hal-hal yang nyata. Usaha-usaha kelompok itu memberi sumbangannya kepada pencapaian-pencapaian khusus . Mungkin manajemen dapat digambarkan secara tidak nyata , karena ia tidak dapat dilihat tetapi hanya terbukti oleh hasil-hasil yang ditimbulkannya 'output' atau hasil kerja yang memadai, kepuasaan manusiawi dan hasil-hasil produksi serta jasa yang lebih baik. Lalu manajemen adalah suatu pokok pembahasan yang universal dan konsep itu menarik para peneliti-peneliti dan para praktisi dari bidang yang sangat beraneka ragam , termasuk di dalamnya ilmu-ilmu ekonomi , psikologi, sosiologi, ilmu politik dan matematika .
Daftar isi :1. Mazhab-mazhab dalam manajemen
2. Pendekatan dalam mempelajari manajemen
3. Falsafah manajemen
4. Daftar pustaka
5. Kata penutup
Mazhab-mazhab dalam manajemen
Kemajuan ilmu pengetahuan, penggunaan multidisiplin dan adanya komputer telah membuka macam-macam kemungkinan dan kesempatan guna memperbaiki pemikiran tentang manajerial.Hasilnya berupa sejumlah keyakinan serta sudut pandangan yang berbeda-beda tentang manajemen hal yang lazim dikaitkan dengan apa yang dinamakan "mazhab-mazhab manajemen". Dewasa ini terdapat macam-macam mazhab atau aliran manajemen , mazhab-mazhab itu sebagai berikut:
1. Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan.
2. Mazhab manajemen ilmiah
3. Mazhab kelakuan
4. Mazhab sosial
5. Mazhab manajemen sistem
6. Mazhab manajemen berdasarkan keputusan-keputusan
7. Mazhab pengukuran kwantitatif
8. Mazhab proses manajemen
9. Mazhab manajemen menurut keadaan
Mazhab Manajemen Berdasarkan Kebiasaan
Ada pihak yang beranggapan bahwa tugas-tugas manajerial yang berlangsung harus dilaksanakan dengan cara-cara yang baru saja lampau, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi. Kadang-kadang mazhab ini dinamakan mazhab empiris oleh karena ia memberikan sumbangan-sumbangan berupa generalisasi-generalisasi dan keterangan deskriptif tentang manajemen praktis dalam jumlah banyak.
Orang dapat mencapai hal yang baik, apabila mengikuti mazhab ini. Mazhab ini bersifat simpel, memberikan perasaan kepastian dan memberikan keterangan-keterangan kepada seseorang manager tentang aktivitas-aktivitas yang terjadi diluar perusahaan.Mazhab Manajemen Ilmiah
Mazhab ini menggunakan metode ilmiah yang memverifikasi atau menolak asumsi-asumsi dengan jalan melaksanakan eksperimen secara terkendali. Hubungan kausal berarti bahwa adanya hal-hal tertentu atau terjadinya hal-hal tersebut disertai secara kausal oleh hal-hal lain yang ada atau yang akan terjadi. Haltersebut hendaknya jangan dikacaukan dengan apa yang merupakan sebab dan apa efeknya. Langkah-langkah pada metode ilmiah adalah:
a. Identifikasi proposisi
Hal tersebut menetapkan sasaran dan mengarahkan seluruh penelitian kearah tujuan tertentu.b. Lakukanlah observasi pendahuluan tentang proposisi
Bersifat eksploratoris, menyediakan keterangan yang ada dan bahan latar belakang yang berguna.c. Kemukakanlah pemecahan tentatif terhadap proposisi
Hipotesa yang dikemukakan akan dibenarkan atau ditolak melalui eksperimen-eksperimen yang dikendalikan.
d. Selidikilah proposisi secara cermat, dengan menggunakan pengetahuan yang berlaku dan eksperimeneksperimen yang dikendalikan.
e. Klisifikasilah data yang diperoleh
Mengklasifikasi banyak membantu kita dalam hal meneliti data.f. Nyatakanlah jawaban tentatif terhadap terhadap proposisi
Melalui penafsiran data yang diklasifikasi secara cermat. Untuk tujuan itu, orang menggunakan dua macam cara penguraian yaitu: penguraian secara induktif dan penguraian secara deduktif
g. Sesuaikanlah dan kemukakanlah jawaban terhadap proposisi
Memastikan adanya validitas dan kelengkapan maka jawaban tentatif tersebut "dicoba" dengan kondisi-kondisi yang ditetapkan dan kemudian hasil-hasilnya dicatat.
Azas manajemen ilmiah: pelaksanaan penelitian secara mendalam, eksperimen-eksperimen yang dikendalikan dan penafsiran data yang diperoleh secara hati-hati merupakan landasan yang dapatndipercaya bagi determinasi dan evaluasi fakta-fakta baru yang dipergunakan oleh para manager.
Azas analisa dan sintesa: memecah-mecah sebuah problem ke dalam komponen-komponennya dan sebaliknya mengkombinasikan aneka macam entitas yang sedang dipersoalkan sangat membantu dalam hal mengindentifikasi dan menentukan pentingnya relatif masing-masing faktor problem tersebut.
Mazhab Kelakuan
Titik vokal penting daripada tidakan manajerial adalah kelakuan manusia apa yang dicapai, bagaimana hal tersebut dicapai dan mengapa hal tersebut dicapai dipandang sehubungan dengan impaknya dan pengaruhnya atas manusia yang dianggap sebagai entitas penting daripada manajemen. Topik-topik yang dipersoalkan antara lain: hubungan manusia, motivasi, kepemimpinan, latihan serta komunikasi. Mazhab ini merupakan perkembangan daripada penerapan ilmu-ilmu tentang kelakuan, khususnya ilmu jiwa dan ilmu jiwa sosial terhadap ilmu manajemen. Mazhab ini menekankan pula pengaruh vital daripada lingkungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelakuan.Hasilnya berupa penemuan-penemuan penting mengenai persoalan kebutuhan dan motivasi manusia yang sedang bekerja, penggunaan otoritas, pengaruh irasional pada kelakuan manusia dan hubungan-hubungan informal yang timbul dalam sesuatu lingkungan kerja.Mazhab Sosial
Manajemen sebagai sebuah sistem sosial atau secara lebih spesifik, sebagai suatu sistem antar hubungan kulturil. Mazhab ini berorientasi pada ilmu sosiologi dan mempersoalkan pengindentifikasian berbagai kelompok sosial maupun maupun hubungan-hubungan kulturil mereka di samping itu, kelompok-kelompok tersebut diintegrasi dalam sebuah sistem sosial lengkap.Hal yang mendasari keyakinan mazhab sosial ini adalah kebutuhan untuk memecahkan berbagai macam pembatasan yang dihadapi oleh manusia dan lingkungan mereka. Biasanya digunakan sebuah kesatuan social yang ideal, dimana manusia berkomunikasi secara efektif satu sama lain, dan dimana mereka dengan sukarela membantu kearah dicapainya tujuan umum.
Kadang-kadang kesauan yangn dipersoalkan adalah seluruh entitas social. Apabila hal itu dilakukan maka mazhab terrsebut dipengaruhi secara ekologis dan mempersoalkan hubungan-hubungan antara: organisasi, lingkungan intern dan ekstern, kekuatan-kekuatan yang menimbulkan perubahan-perubahan dan penyesuaian-penyesuaian.
Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa mazhab sosial menentukan interaksi serta kerjasama manusia yang bersama-sama membentuk sebuah entitas sosial. Ia melakukan kelakuan organisasi maupun rasional dan pengembangan pengertian yang didasarkan atas penelitian-penelitian empiris.
Mazhab Manajemen Sistem
Sebuah system dapat dianggap sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan dengan cara tertentu dan yang ditujukan kearah tujuan tertentu. System-sistem merupakan dasar bagi kebanyakan aktivitas. Analisa mengungkapkan bahwa sebuah aktivitas sebenarnya merupakan hasil banyak sub-aktivitas lain dan sebaliknya, sub-aktivitas tersebut merupakan hasil banyak sub-sub aktivitas lainnya.
Sebuah perusahaan dianggap sebagai sebuah system buatan, dimana bagian-bagian internnya bekerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan, sedangkan bagian-bagian ekstern berhubungan dengan lingkungannya, inklusif para pembelinya, public secara umum, para leveransir dan pihak pemerintah.Mazhab Manajemen Berdasarkan Keputusan-Keputusan
Pada mazhab ini titik berat diletakkan pada keputusan-keputusan manajerial. Pengambilan keputusan-keputusan merupakan tugas sebenarnya daripada pihak manager. Pembuat keputusan adalah manager. Memang harus diakui bahwa pembuatan keputusan adalah vital pada setiap mazhab manajemen. Akan tetapi, konseptualisasi keputusan kontemporer bukanlah terbatas hingga sesuatu bidang yang terbatas, atau dideterminasi pleh latihan sederhana dalam bidang akal sehat. Banyak pihak beranggapan bahwa sesuatu keputusan manajerial bukan saja mencakup hal apa yang harus dilakukan tetapi juga bagaimana dan bila harus melakukannya.
Mazhab Pengukuran Kuantitatif
Pada mazhab ini, para penganutnya memandang manajemen sebagai salah satu entitas logis, yang tindakan-tidakannyadalam bentuk symbol-simbol matematis, hubungan-hubungan matematis dan data yang dapat diukur. Adapun dua hal yng mencirikan mazhab kwantitatif ini:
1. Mengoptimalkan atau meminimalkan input-output
2. Penggunaan model-model matematis
Mengoptimalkan atau mengoptimalisasi berarti bahwa apa yang paling baik bagi sebuah factor yang terseleksi dipilih daripada sebuah keseluruhan seperti misalnya sebuah organisasi secara keseluruhan, departemen atau kelompok kerja dan setiap alternative lain adalah adalah kurang baik. Mengoptimalisasi biasanya berhubungan dengan penjualan, laba bruto, penggunaan mesin-mesin, service atau produktivitas. Sebaliknya tindakan meminimalisasi bersifat typis bagi biaya dan waktu yang dipergunakan.Perlu diingat pula bahwa penggunaan approach ini tidaklah mengurai resiko, tetapi sekalipun demikian, pihak manager banyak mendapatkan bantuannya dalam rangka mengambil resiko yang tepat.
Mazhab Proses Manajemen
Para penganut mazhab ini manganggap manajemen sebagai sebuah aktivitas yang terdiri daripada sub-aktivitas tertentu atau fungsi-fungsi dasar manajemen yang merupakan sebuah proses yang unik yakni proses manajemen. Proses ini dianggap sebagai proses essensial daripada manajemen dan umumnya dianggap sebagai format efektif untuk studi bagi orang yang baru mulai mempelajari ilmu manajemen. Secara singkat dapat dikatakan bahwa:
1. Perencanaan berarti tindakan mendeterminasi sasaran dan arah tindakan yang akan diikuti.
2. Pengorganisasian adalah tindakan mendistribusi pekerjaan antara kelompok yang ada dan menetapkan dan memerici hubungan yang diperlukan.
3. Menggerakan berarti merangsang anggota kelompok untuk melaksanakan tugas mereka dengan kemauan baik dan secara antusias.
4. Mengawasi berarti mengawasi aktivitas agar sesuai dengan rencana.
Mazhab Manajemen Menurut KeadaanSalah satu mazhab relative baru yang muncul adalah mazhab manajemen menurut keadaan. Pada pengikutnya menekankan relavansi tindakan manajerial dengan cirri-ciri khusus situasi dimana terjadi kejadian tersebut. Dinyatakan bahwa manajemen harus sesuai dengan lingkungannya. Hal tersebut berarti kondisi-kondisi atau lingkungan didalam msns msnsjemen terjadi. Istilah tersebut lazim digunakan oleh dunia militer, yang menyusun rencana untuk berbagai kondisi yang diasumsi akan terjadi.
Konsepsi tersebut telah ditekankan pada apa yang dikenal sebagai "situational management" dan dalam sebuah piper tahun 1919, Mary Parker Follet, menggunakan istilah " law of the situation". Sebenarnya kebanyakan manajer mempertimbangkan situasi individual dalam hal melaksanakan tugas manajerial mereka, tetapi mungkin mereka melupakan factor situasional tertentu sewaktu makin banyak pengetahuan diperoleh mengenai factor apa perlu diperhatikan dama situasi macam apa, maka caliber manajemen akan bertambah baik dan manajer tersebut akan dapat menjalankan manajemen dengan kepastian yang lebih besar.
Pendekatan dalam Mempelajari Manajemen
Dalam mempelajari pendekatan-pendekatan manajemen terlebih dahulu kita mengenal dua istilah yang berhubungan dengannya, yaitu pemikiran manajemen dan teori manajemen.
PEMIKIRAN MANAJEMEN (management thought) : menunjuk teori dan prinsip2 yang menuntun manajemen orang dalam organisasi.
Pemikiran manajemen merupakan teori yang mengantar manajer dalam memahami dan mengatur orang2 yang bekerja untuk mereka.
TEORI MANAJEMEN: adalah teori yang menjelaskan mengapa suatu praktek tertentu adalah efektif atau tidak efektif.
Teori manajemen dibutuhkan untuk memprediksi dan mengontrol perilaku manusia dalam lingkungan kerja. Tanpa teori seorang manajer tidak tahu mengapa organisasinya berhasil atau tidak berhasil. Tanpa pemahaman manajer tidak ingin berusaha mencapai sasaran dimasa yang akan datang.
Karena manajemen adalah disiplin terapan yang relatif baru, maka kita perlu mempelajari ide2 dari teori2 yang sudah pernah ada. Disinilah pentingnya kita mempelajari pendekatan atau teori-teori manajemen.
PENDEKATAN UTAMA DALAM TEORI MANAJEMEN
PRA KLASIK - Praktek-praktek manajerial dan manajer ahli serta perhatiannya terhadap efisiensi dan efektifitas organisasi sudah ada sejak sebelum Revolusi Industri di Inggris.
- Praktek-praktek manajerial telah ada sejak jaman Babilonia, Mesir, Cina, Romawi, yang terbukti dari hasil-hasil yang dicapai oleh Negara-negara tersebut.
- Sudah ada herarkhi organisasi, spesialisasi, konsep staf dan deskripsi kerja.
- Adanya Revolusi Industri merupakan puncak kejadian dan perubahan dalam manajemen kerja sama dalam organisasi.
- Mulai diterapkannya teknik mesin dalam proses produksi dan adanya kerja sama yang besar dan rumit shg memerlukan manajemen yang bisa mengelola kerja sama dlm organisasi tsb.
PENDEKATAN KLASIK
( PENDEKATAN TRADISIONAL/PENDEKATAN MEKANISTIK )
Cabang Utama Pendekatan klasik untuk manajemen adalah :
Pendekatan Manajemen Ilmiah
Pendekatan Manajemen Administratif
Pendekatan Manajemen Birokrasi
PENDEKATAN MANAJEMEN ILMIAH
Tokoh gerakan manajemen ilmiah adalah FW. Taylor (Bapak gerakan manajemen ilmiah). Karyanya adalah Principles of Scientific Management.Pemikirannya adalah Teori Fisiologi, yaitu pengaturan penggunaan fisik manusia sebaik2nya dalam proses produksi.
Revolusi industri merupakan puncak kejadian dan perubahan manajemen dalam organisasi, dan mulai diterapkannya teknik mesin dalam proses produksi serta adanya kerja sama yang besar dan rumit shg memerlukan manajemen yang bisa mengelola kerja sama dlm organisasi tsb.
PENDEKATAN MANAJEMEN ADMINISTRATIF
Tokoh : Henry Fayol
Pendekatan Manajemen Administratif adalah pendekatan yang berpusat pada prinsip2 yang dapat digunakan oleh manajer untuk koordinasi kegiatan dlm organisasi.
Pendekatan ini menitik beratkan pada para manajer (Top Level Theory).Aspek2 pokok yang dibahas dalam Manajemen Administratif:
Aktivitas Organisasi, meliputi bidang:
- Kegiatan Komersial
- Kegiatan Finansial
- Kegiatan pengamanan
- Akuntansi
Fungsi2 Manajemen. Fungsi2 manajemen harus dilaksanakan oleh manajer. Fungsi pertama mendahului fungsi yang lain ( fungsi planning –> fungsi controlling ).
Prinsip2 manajemen yang jumlahnya 14 prinsip. Prinsip2 tsb bersifat fleksibel dapat disesuaikan dengan kondisi.
Prinsip-prinsip manajemen:
Pembagian kerja berdasarkan spesialisasi
Adanya wewenang dan tanggung jawab
Disiplin. Tiap kegiatan dpt berjalan dengan wajar jika tiap2 pegawai mentaati dan menghormati peraturan organisasi
Kesatuan perintah. Tiap2 pegawai harus menerima perintah hanya dari satu atasan saja, spy tidak bingung.
Kesatuan arah. Tiap kegiatan organisasi dengan tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang manajer
Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan probadi.
Imbalan atau pemberian upah. Harus diberikan secara adil dan layak
Sentralisasi atau pemusatan. Setiap tanggung jawab akhir pelaksanaan kegiatan psds skhirnys disentralisasi pada orang yang menduduki posisi puncak.
Jenjang. Kedudukan orang2 perlu disusun dalam satu jenjang dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
Keteraturan atau Tata tertib. Perlu pembuatan jadwal dan aturan jam kerja.
Keadilan. Terhadap semua bawahan, manajer harus berlaku adil, sama, baik dan jujur. Dengan begitu akan membangun loyalitas dan inspirasi bawahannya.
Stabilitas masa jabatan. Pergantian pegawai yang tinggi dan tidak diperlukan menunjukkan manajemen yang buruk.
Prakarsa. Memberi kesempatan pada karyawan untuk memecahkan masalah dalam pekerjaannya.
Semangat korps. Membangun kebersamaan dan semangat bersatu antara sesama anggota organisasi.

Pendidikan manajemen
- melihat bahwa kemampuan manajerial atau ketrampilan manajerial penting.
- perlu ada pengajaran manajemen melalui pendidikan formal disekolah2
- perlu adanya teori2 manajemen.
PENDEKATAN MANAJEMEN BIROKRASI
- Merupakan pdkt manajemen ideal untuk organisasi.
- Menekankan pada aturan2, herarkhi, pembagian kerja yang jelas dan tuntas, mengikuti prosedur2, menitik beratkan pada struktur organisasi secara menyeluruh.
PERIKSA KEMBALI PADA MATERI TENTANG BIROKRASI !!PENDEKATAN MANAJEMEN PERILAKU
Cabang utama pendekatan ini :
Pendekatan hubungan manusia
- Tokoh : Elton Mayo
- Pemikirannya: Howthorne study.
- Produktivitas bukan disebabkan oleh aspek fisik (lingkungan kerja, upah, dll), tetapi disebabkan oleh saluran reaksi emosional yang rumit (perhatian pimp., supervisor yang simpatik, hubungan baik dg teman kerja/atasan, dsb)
- Pdkt humanistis – menekankan aspek manusiawi
- Melengkapi teori klasik (mekanistik).
Pendekatan Perilaku
-Menekankan faktor manusia sec.manusiawi dan individual
- Tokoh : Abraham Maslow
- Pemikirannya : Herarkhi kebutuhan manusia
- Manusia memasuki organisasi untuk memenuhi kebutuhannya (kebutuhan fisik, mencari teman, harga diri,mendapatkan penghasilan, dsb)
- Organisasi ingin berproduksi memerlukan sumbangan (kerja) dari tenaga kerja.
- Herarkhi kebutuhan manusia (A. Maslow):
(Kebutuhan fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan afiliasi, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri)
Manajer: harus mampu mengintegrasikan baik kebutuhan organisasi maupun kebutuhan karyawannya, dan membimbing para pekerja untuk diarahkan pada tujuan-tujuan organisasi.
TABEL IPERBEDAAN PENDEKATAN MEKANISTIS DAN HUMANISTIS
Mekanistis No. Humanistis
Pekerja dianggap sebagai manusia rasional. 1. Pekerja dianggap sebagai
manusia sosial
Menekankan pada hubungan formal dan impersonal. 2. Menekankan hubungan
sosial dan interpersonal
Motivasi melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi 3. Motivasi melalui
pemenuhan kebutuhan sosial
Produktivitas ditingkatkan melalui perbaikan kondisi fisik 4. Produktivitas ditingkatkan
melalui perbaikan kondisi sosial
Ulber Silalahi (2002:112).
4. PENDEKATAN KUANTITATIF
- Dikembangkan untuk menyelidiki bagaimana teknik2 kuantitatif dapat meningkatkan pembuatan keputusan managerial.
- Dasar pendekatan kuantitatif : adanya asumsi bahwa teknik matematik, statistik dan bantuan informasi dapat digunakan untuk pembuatan keputusan, pemecahan masalah managerial dan efektivitas organisasi.
Cabang-cabang utama pendekatan kuantitatif :
1). Manajemen science (berbeda dg scientific management).
Yaitu menggambarkan aplikasi ilmiah dari teknik2 matematik dan metode statistik untuk problem2 manajemen.
2). Manajemen operasi.
Merupakan perkembangan dari management science dlm organisasi dengan
penggunaan komputer untuk pemrosesan data secara cepat

5. PENDEKATAN MANAJEMEN KONTEMPORER
Pendekatan mekanistis dan pendekatan humanistis : belum dapat menjelaskan efektivitas organisasi karena lebih menekankan pada dimensi internal organisasi.
Ternyata efektivitas organisasi juga ditentukan oleh dimensi eksternal organisasi.
Pendekatan ini disebut pendekatan kontemporer "atau" pendekatan modern untuk manajemen.
Pendekatan modern menghormati "pendekatan klasik", "pendekatan perilaku" dan "pendekatan kuantitatif".
Para ahli mengakui bahwa tidak satupun teori/pendekatan yang berlaku universal untuk segala situasi, karena setiap organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya.
CABANG UTAMA PENDEKATAN KONTEMPORER:
Teori sistem
Dasar anggapan teori sistem:
Memandang organisasi sebagai suatu sistem, baik sistem terbuka maupun tertutup, yaitu bagian2 yang saling berhubungan dalam mencapai tujuan bersama.
Memandang organisasi sebagai subsistem dari sistem global sehingga tergantung pada lingkungan sistem tersebut.
Kesimpulannya : dalam perspektif pendekatan sistem, organisasi dan kegiatan2 manajerial dipandang sebagai kesatuan yang terdiri atas bagian2 yang saling berhubungan.
Kegiatan dari bagian manapun dalam organisasi mempengaruhi kegiatan dari setiap bagian yang lainnya.
Untuk mempersatukan bagian2 organisasi secara keseluruhan atau sebagai satu kesatuan, manajer harus berkomunikasi dengan para pegawai serta bagian2 lain dan lingkungannya.
Pendekatan Kontingensi
Juga disebut Pendekatan Situasional.
Pdkt ini menekankan bahwa tindakan manajerial yang tepat tergantung pada universal yang dapat diterapkan dalam segala situasi organisasi (lingkungan organisasi).
Satu pendekatan barangkali efektif digunakan dalam mengatasi masalah pada situasi tertentu tetapi tidak tepat lagi pada situasi yang lain. Situasi yang dimaksud disebut variable kontingensi.
Falsafah manajemen
Falsafah manajemen
Dasar falsafah manajemen dibedakan dalam tiga jenis hakikat yaitu :Hakikat tujuan
Hakikat manusia
Hakikat kerja
Hakikat tujuan manajemen
yang menjadaitujuan utama manajemen, menurut Shrode dan Voich (th 1974)
- Produktifitas dan kepuasan tujuan manjemen kemungkinan tidak tunggal melainkan jamak atau rangkap seperti :o Peningkatan mutu pendidikan / lulusannya
o Keuntungan / Profit yang tinggi
o Pemenuhan kesempatan kerja
o Pembangunan daerah/nasional
o tanggung jawab sosial
Apabila produktifitas merupakan tujuan, maka pelu diahami makna produktivitas.Sutermeister (1976) membataskan produk tivitas sebagai ukuran kuantitas dan kualitas kerja dengan mempetimbangkan kemanfaatan sumberdaya.Produktivitas itu sendiri dipengaruhi perkembangan bahan, teknologi dan kinerja manusia.Pengertian konsep produktivitas berkembang dari pengertian teknis sampai dengan prilaku.- Produktivitas dalam arti teknis mengacu kepada derajat keefektivan evisiensi dalam penggunaan sumberdaya.
- sedangkan dalam pengertian prilaku produktivitas merupakan sikap mental yang senantiasa berusaha untuk terus berkembang.
- berdasarkan pengertian teknis produktivitas dapat diukur dengan dua standar utama yaitu :
o Produktivitas Fisik
o Produktivitas Nilai
- Secara fisik produktivitas diukur secara kuantitatif seperti banyaknya keluaran (panjang), Berat, lamanya waktu, jumlah.
- Sedangkan berdasakan nilai, produktivitas diukur atas dasar nilai-nilai kemampuan sikap, prilaku, disiplin, motivasi dan komitmen terhadap pekerjaan/tugas.
- Oleh karena itu mengukur produktivitas tidaklah mudah disamping banyaknya variable. juga ukuran yang digunakan, sangat bervariasi.
- Paul Mali (1978) Mengukur produktivitas berdasarkan kombinasi antara efektifitas dan efisiensi.- Efektifitas dikaitkan dengan performance dan efisiensi dikaitkan dengan penggunaan sumber-sumber, indeks produktivitas diukur berdasarkan perbandingan atau rasio antara pencaopaian Ferformance dengan sumber-sumber yang dialokasikan.
Indeks produktivitas = out put = performance = Efektivitas
In put Alokasi sumber Efisiensi
- Victor Vrom hampir sejalan dengan Suter meister mengunakan pormula psikologi dimana produktivitas sebagai prestasi kerja, formula yang digunakan adalah sbb. F = f (M x K ) dimana : F = Prestasi kerja
M = Motivasi
K = Kemampuan.
- Jadi menurut Vroom produktivitas merupakan fungsi dari motivasi dikalikan kemampuan. artinya tinggi rendahnya produktivitas dipengaruhi motivasi dan kemampuan.
- Di Bidang pendidikan formal, Alllan Thomas (1976) mengartikan produktivitas sekilah ditentukan oleh tiga fungsi utama yaitu :1. Fungsi Administratos
2. Fungsi Psikologis
3. Fungsi ekonomi.
Ketiga fungsi tersebut secara linier menentukan tinggi rendahnya tingkat produktivitas sekolah.- produktivitas berkaitan dengan elaksanaan tugas – tugas dngan cara terbaik.
- produktivitas merupakan kriteria pencapaian kerja yang diterapkan kepda individu, kelompok atau organisasi
- gill moore (1974) dalam bukunya " The Productive personality mendasarkan produktivitas pada tiga aspek yaitu :
Prestasi Akademik
Kreativitas
pemimpinseorang yang intelegensinya tinggi mempunyai kecenderungan kreatif, berprestasi dan akhirnya akan produktif oleh karena itu baik secara individu maupun kelompok apabila berkarya sebaik-baiknya merupakan landasan untuk mencapai produktivitas organisasi.
- Pencapaian produktivitas yang tinggi terkait dengan kepuasan individu dan kelompok.
- manajer akan mendapatkan manfaat besar, apabila ia menaruh perhatian pada kebutuhan sosial dan aktualisasi diri bawahannya.
- Pernyataan seorang ahli bahwa yang penting untuk meningkatkan produktivitas perlu diperhatikan prilaku manusia dan sosial dengan segala aspeknya.
b. Hakikat Manusia
- Apakah manusia itu ? Apakah beda manusia dan binatang ? hal-hal apakah secara hakikat yang menggerakan manusia sebagaimana adanya ?
- Terdapat beberapa pandangan tentang manusia antara lain :1. Hansen, Stevic dan Warner, 1977. Beranggapan :o bahwa manusia pada dasarnya digerakan oleh dorongan dari dirinya yang bersifat instingtif.
o Tingkahlaku individu ditentukan dan dikontrol oleh kekuatan psikologis yang sejak semula sudah ada pada diri individu itu.
2. Freud mengemukakan bahwa struktur kepribadian individu terdiri dari tiga komponen yaitu : yang disebut Id, Ego dan Super ego.
Id : - Mendasari berbagai insting manusia yagn mendasari perkembangannya.
- dua insting yang paling penting ialah insting seksual dan insting agresi.
insting insting ini menggerakan manusia untuk hidup dalam dunianya dengan prinsip pemuasan diri.
Kemampuan neo analis mengakui adanya komponen Id. ego, dan super ego. namun lebih menekankan pentingnya. ego sebagai pusat kepribadian. ego tidak dipandang sebagai fungsi pengarah perwujudan Id saja. melainkan sebagai fungsi pokok yang bersifat rasional dan bertanggungjawab atas tingkah laku intelektual dan sosia individu.
3. Rogers (1961) ( Pandang humanis ) mengemukakan
- bahwa pribadi individu merupakan proses yang terus berjalan, suatu kekuasaan yang tidak setatis.
- ini berarti individu merupakan kesatuan potensi yang terus berubah.
- manusia pada hakikatnya dalam proses menjadi – on becoming – tidak pernah selesai, tidak pernah sempurna.
4. Adles (1954 ) masih tergolong humanis, berpendapat :
- Bahwa individu melibatkan dirinya dalam usaha mewujudkan dirisendiri dalam mewujudkan diri sendiri dalam membantu orang klain dan dalam membuat dunia ini menjadi lebih baik untuk ditempati.
- Pandangan lain menganggap bahwa manusia sepenuhnya adalah mahluk reaktif yang prilakunya dikontrol oleh faktor-faktor yang datang dari luar
- dengan kata lain kepribadian manusia dapat dikembalikan semata mata kepada hubunan antara individu dengan lingkungannya.
dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia adalah :
pada dasarnya memliki tenaga dalam yang menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan.
terdapat fungsi yang rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
mampu mengarakan diri ketujuan yang positif, mampu mengatur dan mengontrol diri ketujuan yang positif, mampu mengatur dan mengontrol diri dan menentukan nasibnya.
pada hakikatnya dalam proses berkembang dan tidak pernah selesai.
melibatkan diri untuk kepentingan dirinya dan orang lain.
mempunyai potensi yang perwujudannya sering tak terduga dan potensi itu terbatas.
- Dengan mengenali berbagai macam ragam variable yang mempengaruhi prilaku manusia, baik yang bersumber dari variable individu, variable lingkungan atau organisasional, menghasilkan prilaku yang berbeda.
- hal ini membawa implikasi terhadap praktek manajerial yang efektif untukmengakui perbedaan perihal individu diakui dan mungkin dipertimbangkan ketika melakukan pekerjaan atautugas.
c. Hakikat kerja
Kerja merupakan kegiatan dalam melakukan sesuatu dan orang yang kerja ada kaitannya dengan mencari nafkah atau bertujuan untuk mendapatkan imbalan atas prestasi yang telah diberikan.
- Pretasi kerjaatau penampilan kerja ( Performance ) diartikan sebagai ungkapan kemampuanyagn didasari oleh pengetahuan, sikap dan keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu.
- Masalah kerja selalu mendapatkan perhatian dalam manajemen karena berkaitan dengan produktivitas organisasi.
- Pada hakekatnya orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan atas dorong atau motaivasi tertentu.
- kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit prilaku
- proses motivasi sebagian besar diarahkan untuk memenuhi dan mencapai kebutuhan.
- Apabila digambarkan proses pemenuhan kebutuhan manusia itu sejara sederhana tampak sebagai berikut.
Kebutuhan Usaha prilaku prestasi

Evaluasi kebutuhan imbalan
Bagan 2.1
Proses pemenuhan kebutuhan manusia
- proses pemenuhan kebutuhan didasari oleh pendekatan teori prilaku yaitu teori motivasi.
- Pakar manajemen yang telah menemukan teori motivasi antara lain :
Maslow : > Kebutuhan bertingka mulai dari yang paling tinggi berturut-turut sambapi ke yang paling rendah perwujudan diri, kebutuhan ego, kebutuhan akan kasih sayang, kebuttuhan rasa aman dan kebutuhan fisiologis.
2. Hertberg, teori dua faktor,
Faktor Higine
Motivasi
Gaji
Kondisi
Kebijakan perusahaan
Kelompok kerja
Kemajuan
Perkembangan
Tanggungjawab
prestasi3. Smith dan Crammy :- Motivasi kerja akan ditentukan oleh tiga variasi utama yaitu, usaha, kepuasan dan ganjaran usaha, dll.
- disamping motif-motif diatas ada jga yang berpendapat bahwa uang menjadi orang untuk mengejarnya.
- maksudnya uang dapat mengungkapkan prestasi, prestise, kesuksesan, rasa aman dan persahabatan.
- dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua orang mempunyai berbagai kebutuhan psikologis.
Daftar Pustaka
http://mmpendidikanpasundan.blogspot.com/2011/03/falsafah-manajemen.htmlhttp://pertaruhanhargadiri.blogspot.com/2011/10/mazhab-mazhab-manajemen.html1.Ulber Silalahi.2002. Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen. Mandar Maju.Bandung.
2. Winardi. 2000. Asas-asas Manajemen. Mandar Maju. Bandung.
3. Winardi. 2003. Teori Organisasi dan pengorganisasian. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Kata penutup
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.


Download Tugas MAKALAH MANAJEMEN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Tugas MAKALAH MANAJEMEN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon