October 12, 2016

PERMASALAHAN DALAM PEMBAHASAN DISKUSI


Judul: PERMASALAHAN DALAM PEMBAHASAN DISKUSI
Penulis: Siti Khasanah


PERMASALAHAN DALAM PEMBAHASAN
AKHLAK
T :Bagaimana cara menyikapi dan juga menanamkan akhlak pada generasi muda sekarang??
J :Dimulai drai lingkungan keluarga / rumah, karena pendidikan yang paling kuat dimulai dari keluarga, dan waktu yang paling banyak dalam sehari adalah dalam lingkungan keluarga.
T :Bagaimana cara meluruskan pornografi maupun pornoaksi yang bisa dengan mudah ditemukan oleh remaja – remaja bahkan anak – anak pada internet??
J :Pertama, bisa dimulai dari didikan keluarga. Lalu yang paling bepengaruh adalah dari pemerintah, karena pemerintah adalah yang paling berkuasa sehingga denganadanya peran pemerintah (di bawah lembaga sensor) dapat menyaring hal – hal yang negatif sebelum disuguhkan untuk kalayak umum. Dan selanjutnya yang paling utama adalah keimanan yang dimiliki dari masing – masing individu tersendiri
T :Apa penjelasan tasawuf menurut Ahlusunah Waljamaah??
J :Kesucian diri, mendekatkan diri pada Allah SWT dan Rosul-Nya, karena dengan ini insyaallah benar – benar orang yang dikatakan mengamalkan tasawuf hanya karena Allah SWT. Orang
T : Apa penjelasan tentang paham stoics/stoisme??
J :Suatu paham yang adanya sebelum nabi Isa A.S yaitu menjalankan sesuatu yang bias dijalani secara rasional. Paham ini dianut oleh Descartes ahli filsafat dari Prancis
ex: peristiwa penyaliban nabi Isa A.S (menurut kaum stoisme) tapi menurut Islam, yang dislib bukanlah Isa A.S melainkan Yudas yang wajahnya diserupakan dengan nabi Isa A.S, sedangkan nabi Isa A.S diangkat ke langit oleh Allah, yang insyaallah masih hidup sampai saat ini.
T :Bagaimana pandangan islam tentang dakwah melalui lagu – lagu religious, sedangkan ada yang berpendapat bahwa suara itu merupakan aurat.??
J : Pada dasarnya hukum suara baik perempuan/laki-laki dalam Al – Qur'an dan Al Hadist bukan termasuk aurat, dalam hal ini ada 3 aliran dalam islam:
a.       Aliran I : mengharamkan music
b.      Aliran II: mubah / boleh
c.       Aliran III: antara boleh dan haram tergantung pada Misinya
Kesimpulan : suara / lagu yang menuju hingar bingar / maksiat yang diharamkan baik pelakunya laki – laki / perempuan.
T : Jelaskan bagaimana membina sifat sabar dengan akhlak terpuji dan seperti apa contohnya dalam kehidupan sehari – hari??
J : Dengan cara menanamkan akhlak terpuji pada diri sendiri, yaitu :
-          sabar dari maksiat (tidak melakukan larangan Allah SWT)
-          sabar karena Allah
-          sabar disaat terkena musibah

DIROSAH
T : Bagaimana mengenai hukum Islam yang ada di Indonesia ini.??
J :Sebagai orang islam sebaiknya dalam menjalankan hukum di Indonesia sebaiknya tidak menggunakan cara – cara yang mengandung kekerasan, pakailah cara dakwah yang konkret. Karena seperti yang kita ketahui di Indonesia tidak mungkin hukumIslam murni dapat dijalankan.
T : Contoh ibadah yang ditolak menurut Al – Qur'an. Hadist, Ijtihad??
J :Segala sesuatu / ibadah yang niatnya bukan karena Allah itulah yang namanya ibadah yang dikatakan bertolak bahkan syirik yaitu dosa besar yang tak terampuni.
T : Apa perbedaan Usul Fiqih dengan Fiqih ??
J : Usul Fiqih adalah untuk mempelajari ilmu fiqih dengan tujuan menetapkan dalil – dalil yang global (belum pasti) menetapkan dalil – dali yang harus terikat dengan Al – Qur'an, muncul ilmu fiqih saat imam – imam (mazdab)
T : Apa contoh gerakan pemikiran Islam di zaman sekarang ??
J :Adanya ormas (organisasi masyarakat) seperti, NU, Muhammadiyah, dll.
T :Bagaimana kebudayaan Islam tidak merendahkan martabat seorang perempuan?? Misalnya adanya poligami.
J :Untuk saat ini Islam justru memberi/mengangkat martabat wanita, seperti saat ini wanita bisa bekerja dan tidak hanya tinggal di rumah saja. Kalau engenai poligami, itu suah diatur dalam Al – Qur'an Surat An Nisa' ayat 3.
T :Bagaimana peran Islam dalam corak budaya ??
J :Di mesir kuno sudah ada peradaban bahkan sebelum nabi Muhammad SAW lahir seperti adanya olimpiade (olahraga).
Di zaman jahilliyah sudah ada aqiqoh tetapi dengan cara darah kambing dioles – oleskan pada pusar dan kening si bayi. Dan ketika islam datang, disempurnakanlah aqiqoh itu bahwa darah itu adalah najis.
T :Kebudayaan adalah manipulasi manusia. Apakah kebudayaan Islam si Indonesia sama dengan kebudayaan di Makkah ??
J :Sesuai dengan penjelasan kebudayaan adalah manipulasi manusia, jadi tentunya kebudayaan si setiap negara itu berbeda hanya mungkin coraknya saja yang sedikit mirip.
T :Islam cinta damai. Menyikapi kekerasan yang ada misalnya kekerasan di Negara Timur Tengah.
J :Di Negara Timur Tengah sering terjadi kekerasan. Itu muncul karena adanya adu domba kaum nasrani, missal Irak dengan Kwait yang jelas ikut campurnya Amerika, lalu Palestina dengan Israel.

PENGANTAR STUDI ISLAM
T :Penyebab kemunduran peradaban Islam di abad 17 sampai sekarang ??
J :minat belajar berkurang, ijtihad situtp, banyak mengadopsi pemikiran barat, istiroj/selalu dimudahkan sehingga sering lupa.
T :Bagaiman car –car Islam masuk di Negar Barat ??
J :Dengan cara dakwah untuk pencerahan, misalnya adanya studi islam yang tujuanny untuk menekankan pemikiran islam (Chicago university, UCLA, London adanya School of oriental and African studies, dll)
T :Apa syarat – syarat ilmiah dalam metode islam ??
J :- penelitian kuantitatif dan kualitatif, - studi pustaka (data yang digali), - analisis dengan penelitian statistic.
T :Apa yang dimaksud dengan hiwar washfi??
J :Dialog antara Tuhan dengan makhluk goib misalnya malaikat.
T :Apa perbedaan antar metode dengan kurikulum ??
J :metode : untuk umum, sedangkan kurikulum : untuk system pendidikan.
T :Bagaiman cara Islam agar tidak ikut – ikutan pemikiran negar barat ??
J :- Kendala utama adalah media, di negara barat untuk media terutama media elektronik telah menguasai.
-          Tingkat ekonomi, di negara barat telah maju.
-          Toleransi.
-          Munculnya teroris yang sampai sekarang belum jelas dan jadi pertanyaan siapa yang membuat adanya teroris ? mungkinkah USA ??
Dengan kendala – kendala itu sebagai orang islam kita perlu mengadakan penelitian lagi mengenai Al – Qur'an, karena Al – Qur'an adalah sumber teori.
T :Apa mudharatnya bagi penganut modern sekuler ??
J :Yang jelas jika yang dianut negative akan mendapatkan kemudaratan. Sebagai seorang muslim perlu adanya penyaringan & peningkatan keimanan.
T :Bagaiman cara untuk mengajarkan pada anak – anak agar mau membaca dan menyukai Al – Qur'an ??
J :Metode yang menyenangkan bias memberikan kesenangan tersendiri bagi anak – anak (tilawatil qur'an, dinyanyikan, dll)
T :Bagaimana teknologi sains menurut Al Qur'an ??
J :Ada 2 model : - Al Qura'an digali /diteliti agar faktanya terbukti
-  Dunianya yang digali / diteliti agar sesuai dengan Al – Qur'an.
Dengan ini Al Qur'an sebetulnya sumber ilmu dari teori / sunnatullah itu sebenarnya tidak ada.

PKn
T :Bagaimana menumbuhkan insan bermoral pada era saat ini??
J :Meningkatkan ketaqwaan kepada tuhan YME, saling menyayangi, memberi gamabran mengienai sebab akibat jika kita tidak bermoral positif.
T :Bagaimana cara menumbuhakan rasa nasionalisme ??
J :Kita tahu cinta tanah air adalah sebagian dari iman, untuk itu dari pemerintah perlu adanya pengokohan cinta tanah air.
Kebersamaan satu tujuan cita – cita menuju negara yang makmur.
Menumbuhkan ketaqwaan pada diri sendiri.
T :Untuk saat ini sebenarnya dalam menjalankan suatu negara yang salah itu Undang – Undang/peraturannya, atau pelakunya ??
J :UU pada dasarnya semua baik jika dilaksanakan dan ditaati dengan benar. Tapi untuk saat ini dikenyataannya masih banyak kita jumpai penyimpangan di tubuh pemerintahan (misalnya : suap masih merajalela).
T :Bolehkah dalam stu negara memiliki lebih dari satu khiwar kenegaraan??
J :Tentu saja tidak boleh, kecuali dia memiliki WH kehormatan semisal Mahasiswa kehormatan, tatapi juga harus lapor dan memenuhi prosedur yang ada.
T :Apa yang dimaksud dengan hak – hak minoritas ??
J :Hak – hak sekelompok individu yang memeiliki suara sedikit (missal: kelompok etnis).
T :Bagaimana cara agar tidak terjadi money politik ??
J :Untuk saat ini untuk menghapus money politik lumayan sulit bahkan bisa dikatakan sangat sulit dan masih perlu belajar dari negara lain semisal mengenai demokrasi.
T :Negara menganut system presidensiil sekaligus negara demokrasi. Apakah hal ini tidak menimbulkan ketumpang tindihan ??
J :Tidak, karena di Indonesia semua kekuasaan berada di tangan rakyat.
T :Apa maksud dari paham Jinggoisme ??
J :Mengagung agungkan negeri sendiri, patriotic terlalu tinggi. (seperti pada orde lama).
T :Apakah identitas nasional boleh dirubah ??
J :Tidak boleh, kerena bisa merusak / merubah segalanya. (misal : pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia).
T :Apa maksud dari istilah Primordial dalam identitas suatu negara ??
J :Menonjolkan sukunya sendiri.
T :bagaimana cara menumbuhkan integrasi nasional di era globalisasi ??
J :Pendidikan formal, disetiap sekolah ada pendidikan PKn, memasukkan budaya daerah untuk mewujudkan integrasi nasional, pembentukan ormas.
T :Apa wujud / hasil ciptaan elit nasional yang kohesif ??
J :Tim Sepak Bola dan Bahasa Persatuan yaitu bahasa Indonesia.
T :Bagaimana mengatasi musuh yang tidak nyata di zaman sekarang ini ??
J :Memajukan system Undang – Undang di Indonesia, pengelolaan yang baik dengan semua pihak, meningkatkan integrasi nasional (karena integrasi sekarang tidak ama dengan integrasi pada saat penjajahan, karena dulu musuh yang dihadapi adalah nyata, kalau sekarang tidak).
T :Mengapa Pancasila disebut ideology terbuka ??
J :Karena memiliki dimensi rasional / sistematis, Pancasila dapat dijadikan pandangan hidup dan bisa menerima budaya dari luar asalkan tidak merusak ideologi dasar.
T :Bagaimana cara kita untuk mengetahui dan meningkatkan komitmen dalam melaksanakan ideology pancasila ??
J :Bisa dilakukan dengan cara bedah buku atau juga mengamalkan sila – sila pada Pancasila.
Diposkan 10th January 2013 oleh Gen- B
0
Tambahkan komentar
MAKALAH
ULUMUL QUR'AN
(MUKJIZAT AL-QUR'AN)
 

Disusun Oleh:
Kelompok 9
DEDI JEFRI SETIAWAN (1178018)
LUKMAN HAKIM (1178618)
Jurusan : Syari'ah
Prodi :PBS A
Semester : II
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) JURAI SIWO METRO
2011/2012
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah karena berkat rahmat,nikmat,dan inayah-Nya, makalah ini yang berjudul "Mukjizat Al-Qur'an" dapat diselesaikan walaupun banyak rintangan yang menghalangi. Shalawat teriring salam semoga disampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa umat dari alam kebodohan menuju alam yang penuh ilmu pengetahuan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan ,baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimat. Hal ini karena keterbatasasn penulis. Untik itu kritik dan saran sangat kami butuhkan demi perbaikan dan penyempurnaan makalah berikutnya.
Akhirnya, harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Metro, 15 Maret 2012
Penulis

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN1
       A. Latar Belakang Masalah.....1
       B.     Rumusan Masalah.....1
BAB II PEMBAHASAN2
      1. Pengertian Mukjizat2
a.       Unsur-unsur mukjizat2
b.      Syarat-syarat mukjizat ilahi3
      2. Macam-macam mukjizat4
a.       Mukjizat bissi4
b.      Mukjizat ma'nawi4
      3. Segi-segi kemukjizatan Al-qur'an5
a.       Gaya bahasa5
b.      Susunan kalimat.5
c.       Hukum ilahi yang sempurna 6
d.      Menceritakan yang gaib6
e.       Isyarat-isyarat ilmiah6
     4. Tujuan Al-qur'an9
BAB III ANALISA12
BAB IV KESIMPULAN13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Mukjizat secara etimologis (bahasa) berarti melemahkan. Sementara menurut terminologi (istilah),mukjizat ialah suatu yang luar biasa yang di perlihatkan allah melalui para Nabi dan Rosul-Nya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulan. Kata mukjizat sendiri tidak terdapat dalam al-quran menggunakan istilah ayat atau bayyinat. Baik ayat atau bayyinat mempunyai dua macam arti. Yang pertama artinya perkabaran ilahi yang berupa ayat-ayat suci al-quran. Sedangkan yang kedua artinya mencangkup mukjizat atau tanda bukti.
B.Rumusan Masalah
         1. Pengertian mujizat al-qur'an
         2.  Macam – macam mukjizat
         3.  Segi – segi kemukjizatanAl-qur'an
         4.  Hikmah dan tujuan mukjizat Al-qur'an

BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Mukjizat
Mukjizat secara etimologis (bahasa) berarti melemahkan. Sementara menurut termonology (istilah) mukjizat ialah sesuatu yang luar biasa yang diperlihatkan oleh Allah melelui para Nabi dan Rasul-Nya, sebagai bukti atas kebenaran kenabian dan kerasulan.[1]
Mukjizat didefinisikan oleh pakar agam islam, antara lain sebagai "sesuatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku nabi, sebagai bukti kenabiannya yang didatangkan kepada yang ragu,untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa,tetapi mereka tidak mampu melayani tantangan itu. Dengan redaksi yang berbeda,mukjizat didefinisikan pula sebagai sesuatu luar biasa yang diperlihatkan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya,sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya.[2]
      A.    Unsur – unsur yang terdapat pada mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah.[3]
1.Hal atau peristiwa yang luar biasa 
Peristiwa – peristiwa alam,misalnya yang terlihat sehari – hari,walaupun menakjubkan, tidak dinamakan mukjizat,karena merupakan suatu yang biasa. Yang dimaksud dengan luar biasa adalah sesuatu yang berada di luar jangkauan sebab dan akibat yang hukum-hukumnya diketahui secara umum.
2.Terjadi atau dipaparkan oleh seorang yang mengaku nabi 
Tidak mustahil terjadi hal-hal di luar kebiasaan pada diri siapa pun. Namun,apabila bukan dari seorang yang mengaku nabi, tidak dinamai mukjizat. Sesuatu yang luar biasa tampak pada diri sendiri seseorang yang kelak bakal menjadi nabi pun tidak dinamai mukjizat,tetapi irhash. Keluarbiasaan yang terjadi pada seseorang yang taat dan dicintai Allah pun tidak dapat disebut mukjizat,tetapi karamah atau kekeramatan,yang bahkan tidak mustahil terjadi pada seseorang yang durhaka kepada-Nya.kekeramatan yang terakhir ini dinamai ihanah (penghinaan) atau istidraj ( rangsangan" untuk lebih durhaka lagi).
3. Menandung tantangan terdapat yang meragukan kenabian 
Tentu saja,tantangan ini harus berbarengan dengan pengakuannya sebagai nabi,bukan sebelum atau sesudahnya. Di sisi lain tantangan tersebut harus pula merupakan sesuatu yang jalan dengan ucapan sang nabi.kalau misalnya ia berkata, "Batu ini dapat berbicara",tetapi ketika batu itu berbicara, dikatakannya bahwa "sang penantang berbohong" maka keluarbiasaan ini bukanlah suatu mukjizat,tetapi ihanah atau istidraj.
4.Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani 
Bila yang ditantang berhasil melakukan hal yang serupa, inoi berarti bahwa pengakuan sang penantang tidak terbukti. Perlu di garis bawahi bahwa kandungan tantangan harus benar-benar dipahami oleh penantang. Bahkan untuk lebih membuktikan kegagalan mereka,biasanya aspek kemukjizatan tiap-tiap nabi berupa hal-hal yang sesuai dengan bidang keahlian ilmunya.
    B.     Syarat – syarat Mukjizat ilahi
Syarat-syarat mukjizat menurut penjelasa ulama ada lima, dan bila kelima-limanya tidak terpenuhi,maka tidak dinamakan mukjizat yaitu:
1.Mukjizat adalah sesuatu yang tidak sanggup dilakukan siapapun selain Allah Tuhan sekalian alam. 
2.Tidak sesuai dengan kebiasaan dan berlawanan dengan hukum alam. 
3.Mukjizat harus berupa hal yang dijadikan saksi oleh seseorang yang mengaku membawa risalah ilahi sebagai bukti atas kebenaran pengakuannya. 
4.Terjadi bertempatan dengan pengakuan Nabi yang mengajak bertanding menggunakan mukjizat tersebut.
 5.Tidak ada seorangpun yang dapat membuktikan dan membandingkan dalam pertandingan tersebut.
Kelimanya syarat di atas bila terpenuhi,maka suatu yang timbul di luar kebiasaan adalah merupakan mukjizat yang menyatakan atas kenabian orang yang mengemukakannya dan mukjizat akan muncul dari tangannya. Bila kelima peryaratan tersebut tidak tercapai, maka tidak disebut mukjizat dan bukan pula sebagai dalil kebenaran seorang yang mengakunya.
2.Macam – macam Mukjizat
Mukjizat dapat dibagi dua macam yaitu :[4]
a.Mukjizat "bissi" ialah yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga,dicium oleh hidung,diraba oleh tangan,dirasa oleh lidah,tegasnya dapat dicapai oleh panca indra.mukjizat ini sengaja ditunjukan atau diperlihatkan manusia biasa,yakni mereka yang tidak bisa menggunakan kecerdasan fikirannya yang tidak cakap pandangan mata hatinya dan yang rendah budi dan perasannya.
b.Mukjizat "ma'nawi" ialah mukjizat yang tidak mungkin dapat dicapai dengan kekuatan panca indra, tetapi harus dicapai dengan kekuatan "aqli" atau dengan kecerdasan fikiran. Karena orang tidak akan mungkin mengenal mukjizat ini melainkan orang yang berfikir sehat, bermata hati,berbudi luhurdan yang suka mempergunakan kecerdasan fikirannya dengan jernih serta jujur.
3.Segi – segi Kemukjizatan al-qur'an
Para penulis ilmu-ilmu Al-quran,pada umumnya melihat bahwa kemukjizatan Al-quran terletak pada susunan kalimatnya yang sangat indah dan aktratif,pemilihan bahasanya yang bagus-bagus,serta penempatan kosakatanya yang terdapat berimbang. Abu Hasan an-Nadwi melihat bahwa kemukjizatan al-quran tidak hanya terletak pada segi kebahasaannya,tetapi juga aspek cakupan informasi-informasi keagamaannya yang utuh menyeluruh, dan mengungkapkan kisah-kisah lama yang tidak hidup dalam cerita-cerita rakyat. Bahkan tidak semua dapat terungkap dalam penelitian sejarah.sementara itu,Musthafa Mahmud melihat bahwa kemukjizatan al-quran terletak pada pengaruh bacaannya dalam lubuk hati para pendengarnya.[5]
Segi-segi kemukjizatan Al-Qur'an adalahsebagai berikut:[6]
      a. Gaya Bahasa
Gaya bahasa Al-Qur'an banyak membuat orang arab saat itu kagum dan terpesona. Kehalusan ungkapan bahasanya membuat banyak manusia masuk islam. Bahkan, Umar bin Khatab pun yang mulanya dikenal sebagai seorang yang paling memusuhi Nabi Muhammad SAW. dan bahkan berusaha untuk membunuhnya, ternyata masuk islam dan beriman kepada kerasulan Muhammad hanya karena mendengar petikan Al-Qur'an.. susunan Al-Qur'an tidakdapat disamaioleh karya sebaik apapun.
     b. Susunan Kalimat
Kendatipun Al-Qur'an, Hadis qudsi,hadis nabawi sama-sama keluar dari mulut nabi, uslub (style) atau susunan bahasanya sanat jauh berbeda. Ushub bahasa Al-Qur'anjauh lebih tinggi kualitasnya bila dibandingkan dengan dua yang lainnya. Al-Qur'an muncul dengan uslub yang begitu indah.uslub tersebut terkandung nilai-nilai istimewa dan tidak akan pernahada pada ucapan manusia.
    c. Hukum Ilahi yang Sempurna
Al-Qur'an menjelaskan pokok-pokok akidah, norma-norma keutamaan, sopan santun, undang-undang ekonomi politik, sosial dan kemasyarakatan, serta hukum-hukum ibadah. Kalau pokok-pokok ibadah wajib diperhatikan,akan diperoleh bahwa islam telah memperluasnya dan menganekaragamkannya serta meramunya menjadi ibadah maliyah, seperti zakat dan sedekah. 
    d. Menceritakan yang ghaib
Segolongan ulama yang lain menyatakan bahwa kei'jazan Al-Qur'an ialah dalam mengabarkan hal-hal yang gaib yang hanya diperoleh dengan jalan wahyu urusan-urusan yang telah lalu yang tidak diterangkan oleh seorang ummi yang tidak mempelajari kitab-kitab yanag telah diturunkan kepada umat-umat yang telah lalu dan tidak pula bergaul dengan ahli kitab.[7]
    e. Isyarat-isyarat ilmiah
Banyak sekali isyarat-isyarat ilmiah yang ditemukan dalam Al-Qur'an, misalnya:
1). Cahaya matahari bersumber daru dirinya senduri
Cahaya matahari bersumber dari dirinya dan cahaya bulan merupakan pantulan. Sebagaimana yang dijelaskan irman Allah yang artinya:
"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya manzilah-manzilah (tempat-tempat bagi perjalanan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) Allah tidak menciptakan yang demikian itu, melainkan dengan hak. Dia menjelaskan (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahuan"(Q.S.Yunus[10]:5)
2).kurangnya oksigen pada ketinggian dapat menyesakkan napas. Hal itu diisyaratkan oleh Allah dalam surat Al-An'am:125:
125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
[503] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.
3). perbedaan sidik jari manusia, sebagaimana diisyaratkan oleh Allah: 
Artinya : bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna (Q.S. Al-Qiyamah[75]:4 ).
4). aroma/bau manusia berbeda-beda, sebagaimana diisyaratkan oleh Allah:
Artinya: tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, Sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".(Q.S. yusuf:94)
5). masa penyusutan ideal dan masa kehamilan minimal, sebagaimana diisyaratkan oleh Allah: 
233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.(Q.S. Al-Baqarah[2]:233)
6). yang merasasakan nyeri adalah kulit  
56. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Q.S.An-Nissa:56)
4. Tujuan Al-Qur'an
Al-Qur'an setidaknya memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai sumber ajaran dan bukti kebenaran kerasulan Muhammad SAW. Sebagai sumber ajaran dan nilai,Al-qur'an menyajikan dan memberikan berbagai norma keagamaan sebagai petunjuk hidup umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang merupakan perjalanan hidupnya. Karena sifatnya memberi arah dan jalan, norma-norma tersebut dinamai syariah-artinya jalan lurus.
Dalam kajian-kajian keagamaan (religiusitas), istilah dan makna syariah acapkali direduksi sehingga mempunyai konotasi sebagai norma-norma hukum belaka. Padahal, kata syariah mencakup berbagai segi ajaran keagamaan :akidah, akhlak, amaliyah, dan lainnya. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa norma-norma syariah itu disusun langsung oleh Allah bukan oleh manusia, kecuali untuk pemahaman-pemahaman lebih lanjut yang sifatnya implementatif. Ini, menurut Quraish Shihab, merupakan langkah yang teramat bijak karena diserahkan kepada umat manusia, niscaya norma-norma itu tidak akan sempurna. Bukankah pengetahuan manusia terama terbatas,terutama dalam soal-soal gaib. Ditambahkan pula bahwa umat manusia, pada umumnya, memiliki egoisme yang tinggi sehingga norma-norma itu akan disusun sesuai kepentingan dan kemauanya sendiri.
Itulah sekaligus rahasia dibalik penyusunan norma-norma syariah bagi umat manusia untuk mengatur kehidupann sendiri didunia yang fana ini. Pin, mereka tidak bisa berkomunikasi langsung dengan Allah dalam menyerap informasi-informasi yang menjadi hak mereka. Dia menyampaikan lewat orang yang memiliki kesucian jiwadan kecerdasan yang luar biasa sehingga mampu menerima inforrnasi-informasi dari yang gaib. Orang terpilih tersebut kemidian diberi gelar rasul ( utusan Allah untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya) . rasul terakhir (khataman nabiyyin) yang di beri tugas menyampaikan syariah adalah Muhammad SAW. Dari Allah telah dituangkan sepenuhnya dalam satu mushaf kitab suci bernama Al-qur'an.
Muhammad SAW. Berasak dari etnis arab Quraisy yang bertugas dan berkewajiban menyampaikan ajaran tidak hanya kepada bangsanya, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lainnya di dunia,baik yang hidup pada masa beliau maupun sesudahnya. Ini diperttegas oleh Allah bahwa Dia tidak mengutus rasul terakhir itu selain intuk seluruh manusia (kafatan lian-nas). Karena itu,semasa hidup, beliau pernah menegaskan bahwa ia menunggalkan Al-qur'an dan Sunnah agar umat manusia tidak sesat dalam kehidupannya. Sepeninggalnya tugas-tugas mulia untuk menegakkan dan mengembangkan ajaran dannilai yang transedental tersebut dibebankan kepada ulama sebagai pewarisnya. Selain sebagai sumber ajaran, Al-qur'an juga disampaikan Tuhan untuk menjadi bukti kebenaran kerasulan Muhammad SAW., terutama bagi mereka yang menebtang dakwah-dakwahnya. Bukti-bukti kebenaran tersebut dalam ilmu-ilmu Al-qur'an disebut mukjizat.[1]

BAB III
ANALISA
Sebagaimana mukjizat lain yang diturunkan kepada rasul sebelum Nabi muhammad SAW., mukjizat Al-qur'an merupakan suatu kitab suci sebagai pembuktian kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dan sekaligus sebagai pedoman untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Al-qur'an sebagai penunjuk arah, segala aspek yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrawi semua ada dan tercantum dalam Al-qur'an. Bahkan sebelum terjadi penemuan-penemuan oleh para ilmuan, Al-qur'an pun lebih dahulu sudah menuliskannya.
BAB IV
KESIMPULAN
Mukjizat Al-qur'an adalah kitab suci yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Untuk membuktikan kerasulan beliau sekaligus sebagai kitab suci yang isinya mencakup segala aspek kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
DR. Rosihan Anwar, M.Ag, Ulum Al-Qur'an. Pustaka Setia, Bandung. 2008
PROF. DR. H. Munawar Said Agil Husain. AL-Qur'an membangun tradisi kesakehan hakiki. Ciputat Press, Jakarta. 2002
Drs.H. Ahmad Izzan,M.Ag, Ulumul Qur'an. Tatakut (kel. Humaniora),Bandung. 2011
PROF.DR. Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Ilmi-ilmu Al-Qur'an. Pustaka Rizki Putra, Semarang. 2010
Drs. H. Kahar Masyhur. Pokok-pokok Ulumul Qur'an. Rineka Cipta, Jakarta. 1992

 

Home About Me News Update LapakEntre Cerita Tips-Trik Capoengkas Jadilah Orang Yang Bermanfaat dan Menyenangkan, Hukum Hidup Adalah Hukum Kepercayaan Get This Home » Tips 'n Trik Motivasi » 10 Kebutuhan Dasar Manusia 10 Kebutuhan Dasar Manusia Posted by Cpoeng Alias Poe2ng on 02 Februari 2012 Manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks. hal itu disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh mereka sendiri. mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali tentunya banyak aktivitas yang dilakukan manusia. Oleh karena itu apabila kita ingin memahami dan mendapat kepercayaan dari manusia maka hendaklah kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar mereka agar kelak kita dapat memahami mereka lebih baik, kebutuhan-kebutuhan itu antara lain: Kasih Sayang, sudah menjadi tabiat manusia untuk mendapatkan kasih sayang dari orang lain hal ini sudah berlangsung ketika mereka dilahirkan ke dunia mereka sudah membutuhkan kasih sayang dari orang lain, yaitu ibunya sendiri. oleh karena itu agar kita bisa mendapatkan simpati dari mereka kita harus memberikan kasih sayang yang tulus kepada mereka Keunggulan, dalam diri manusia sudah tertanam rasa ingin menang. oleh karena itu kita haruslah memahami sifat lahiriah manusia ini agar kelak kita bisa memahami mereka secara baik. Penghargaan, banyak manusia yang lemah akan pujian jadi apabila kita menghadapi sesorang kita jangan sungkan-sungkan untuk memuji mereka asalkan pujian itu pada tempatnya karana sifat dasar manusia yang ingin selalu dipuji Keamanan, dalam masa saat ini keamanan sangat dibutuhkan oleh manusia, maka penuhilah kebutuhan ini karena pada dasarnya manusia ingin selalu dilindungi maka berilah mereka perlindungan yang baik. Ketamakan, semua orang pastilah tidak akan puas bila mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan maka mereka akan terus berusaha untuk mencari dan mencari karena manusia selalu ingin lebih, maka ketahui sifat mereka dengan baik. Pengakuan, sebagai manusia tentulah kita ingin dihargai oleh orang lain, karena itulah hargailah orang lain sebelum anda meminta penghargaan dari orang lain. Kekuasaan, sejak dari dulu manusia selalu silau oleh kekuasaan karena mereka selalu ingin menjadi lebih unggul dari siapapun maka mereka akan melakukan berbagai cara untuk mencapai kekuasaan, perhatikanlah sifat manusia yang satu ini. Kebebasan, manusia tidak ingin terkekang dalam segala aktivitas kehidupannya maka berilah mereka ruang yang luas untuk mengekpresikan kebebasan mereka. Ego, sifatnya ini dapat kita analogikan sebagai sifat "narsis", yaitu sifat untuk selalu membanggakan dirinya sendiri, pahamilah sifat ini niscaya mereka akan memberi simpati nya kepada mu Kemerdekaan, manusia selama seumur hidupnya tidak akan mau selalu bergantung kepada orang lain, mereka ingin mengendalikan nasib mereka sendiri sehingga mereka dapat mandiri, maka berilah mereka kemerdekaan at 12.38 { 0 comments... read them below or add one } Poskan Komentar Links to this post Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Pengunjung Label About Me (1) Gudang Cerita (4) Lapak Entrepreneurs (5) Lomba Esai CE 2013 (1) News Update (2) Tips 'n Trik Motivasi (9) Alexa Certified Traffic Ranking for http://capoengkas.blogspot.com/ Diberdayakan oleh Blogger. 2010 All Rights Reserved Capoengkas. Wordpress by Chris Pearson - Blogger by Belajar SEO Blogspot Read more at: http://capoengkas.blogspot.com/2012/02/10-kebutuhan-dasar-manusia_02.htmlCopyright capoengkas.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution
Ade
BerandaMakalah "Kemukjizatan Al-Qur'an"Makalah "Kemukjizatan Al-Qur'an"
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................... iii
BAB I         PENDAHULUAN................................................................................ iv
A.     Latar Belakang ............................................................................... iv
B.     Rumusan Masalah........................................................................... iv
C.     Tujuan Penulisan .....................................................................        v
BAB II        PEMBAHASAN.................................................................................... 1
A.     Pengertian Mukjizat.......................................................................... 1
B.     Macam-macam Mukjizat................................................................. 3
C.     Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Qur'an............................... 4
D.     Segi-segi Kumukjizatan Al-Qur'an................................................... 6
BAB III      PENUTUP........................................................................................... 10
A.     Kesimpulan.................................................................................... 10
B.     Saran ............................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................       11
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Salah satu objek penting lainya dalam kajian 'Ulumul Qur'an' adalah perbincangan mengenai mukjizat. Persoalan mukjizat, terutama mukjizat Al-Qur'an , sempat menyeret para teolog klasik dalam perdebatan yang berkepenjangan, terutama antara teolog dari kalangan Mu'tazilah dan para teolog dari kalangan Ahlussunnah mengenai konsep shirfah.
Dengan perantara mukjizat, Allah mengingatkan manusia bahwa para rasul itu merupakan utusan yang mendapat dukungan dan bantuan dari langit. Mukjizat yang telah diberikan kepada para nabi mempunyai fungsi yang sama, yaitu memainkan perananya dan mengatasi kepandaian kaumnya disamping membuktikan bahwa kekuasaan Allah itu berada diatas segala-galanya.
Suatu umat yang tinggi pengetahuanya dalam ilmu kedokteran, misalnya tidak wajar dituntun dengan mukjizat dalam ilmu tata bahasa, begitu pula sebaliknya. Tuntunan dan pengarahan yang ditunjukan pada suatu umat harus berkaitan dengan pengetahuan mereka karena Allah tidak akan mengarahkan suatu umat pada hal-hal yang tidak mereka ketahui. Tujuanya adalah agar tuntunan dan pengarahan Allah bermakna. Disitulah letak mukjizat yang telah diberikan kepada para Nabi.
B.     Perumusan Masalah
Agar lebih memperjelas tentang mukjizat Al-Qur'an. Maka penulis merumuskan masalah mukjizat sebagi berikut:
Apa pengertian mukjizat?
Apa macam-macam mukjizat?
Apa saja bukti historis kegagalan menandingi Al-Qur'an?
Bagimana segi-segi kemukjizat Al-Qur'an
C.     Tujuan Penulisan
Untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Ulumul Qur'an .
Untuk mengetahui seluk-beluk mukjizat Al-Qur'an dan menambah wawasan pengetahuan, khusunya dalam bidang Kemukjizatan Al-Qur'an.
BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Mukjizat
Menurut bahasa kata Mu'jizat berasal dari kata i'jaz diambil dari kata kerja a'jaza-i'jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu'jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai mu'jizat.
Menurut istilah Mukjizat adalah  peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku Nabi, sebagai bukti kenabiannya. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizat didefinisikan pula sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah SWT. Melalui para Nabi dan Rasul-Nya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya.
Kata I'jaz dalam bahasa Arab berarti menganggap lemah kepada orang lain. Sebagimana Allah berfirman:
(المائدة: 31)أَعْجَزَتُ أَنْ أَكُوْنَ مِثْلَ هَذَاالْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيْ
"…Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini" (QS. Al Maidah (5): 31)
Maksud kumukjizatan Al-Qur'an bukan semata mata untuk melemahkan manusia atau menyadarkan mereka atas kelemahanya untuk mendatangkan semisal Al-Qur'an akan tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur'an dan Rasul yang membawanya dan sekaligus menetapkan bahwa sesuatu yang dibawa oleh mereka hanya sekedar menyampaikan risalah Allah SWT, mengkhabarkan dan menyerukan.
Unsur-unsur mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah:
1. Hal atau peristiwa yang luar biasa
Peristiwa-peristiwa alam, yang terlihat sehari-hari, walaupun menakjubkan, tidak dinamai mukjizat. Hal ini karena peristiwa tersebut merupakan suatu yang biasa. Yang dimaksud dengan "luar biasa" adalah sesuatu yang berbeda di luar jangkauan sebab akibat yang hukum-hukumnya diketahui secara umum. Demikian pula dengan hipnotis dan sihir, misalnya sekilas tampak ajaib atau luar biasa, karena dapat dipelajari, tidak termasuk dalam pengertian "luar biasa" dalam definisi di atas.
2. Terjadi atau dipaparkan oleh seseorang yang mengaku Nabi.
Hal-hal di luar kebiasaan tidak mustahil terjadi pada diri siapapun. Apabila keluarbiasaan tersebut bukan dari seorang yang mengaku Nabi, hal itu tidak dinamai mukjizat. Demikian pula sesuatu yang luar biasa pada diri seseorang yang kelak bakal menjadi Nabi ini pun tidak dinamai mukjizat, melainkan irhash. Keluarbiasaan itu terjadi pada diri seseorang yang taat dan dicintai Allah, tetapi inipun tidak disebut mukjizat, melainkan karamah atau kerahmatan. Bahkan, karamah ini bisa dimiliki oleh seseorang yang durhaka kepada-Nya, yang terakhir dinamai ihanah (penghinaan) atau Istidraj (rangsangan untuk lebih durhaka lagi).
Bertitik tolak dari kayakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah Nabi terakhir, maka jelaslah bahwa tidak mungkin lagi terjadi suatu mukjizat sepeninggalannya. Namun, ini bukan berarti bahwa keluarbiasaan tidak dapat terjadi dewasa ini.
3. Mendukung tantangan terhadap mereka yang meragukan kenabian
Tentu saja ini harus bersamaan dengan pengakuannya sebagai Nabi, bukan sebelum dan sesudahnya. Di saat ini, tantangan tersebut harus pula merupakan sesuatu yang berjalan dengan ucapan sang Nabi. Kalau misalnya ia berkata, "batu ini dapat bicara", tetapi ketika batu itu berbicara, dikatakannya bahwa "Sang penantang berbohong", maka keluarbiasaan ini bukan mukjizat, tetapi ihanah atau istidraj
4. Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani
Bila yang ditantang berhasil melakukan hal serupa, ini berarti bahwa pengakuan sang penantang tidak terbukti. Perlu digarisbawahi di sini bahwa kandungan tantangan harus benar-benar dipahami oleh yang ditantang. Untuk membuktikan kegagalan mereka, aspek kemukjizatan tiap-tiap Nabi sesuai dengan bidang keahlian umatnya.
B.     Macam-macam Mukjizat
Secara garis besar, mukjizat dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu mukjizat yang bersifat material indrawi yang tidak kekal dan mukjizat immaterial, logis, dan dapat dibuktikan sepanjang masa. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama. Mukjizat mereka bersifat material dan indrawi dalam arti keluarbiasaan tersebut dapat disaksikan dan dijangkau langsung lewat indra oleh masyarakat tempat mereka menyampaikan risalahnya. HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftn1" \o "" [1]Perahu Nabi Nuh yang dibuat atas petunjuk Allah sehingga mampu bertahan dalam situasi ombak dan gelombang yang demikian dahsyat. Tidak terbakarnya Nabi Ibrahim a.s dalam kobaran api yang sangat besar; berubah wujudnya tongkat Nabi Musa a.s. menjadi ular; penyembuhan yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s. atas izin Allah, dan lain-lain, kesemuanya bersifat material indrawi, sekaligus terbatas pada lokasi tempat mereka berada, dan berakhir dengan wafatnya mereka. Ini berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW, yang sifatnya bukan indrawi atau material, tetapi dapat dipahami akal. Karena sifatnya yang demikian, ia tidak dibatasi oleh suatu tempat atau masa tertentu. Mukjizat Al-Qur'an dapat dijangkau oleh setiap orang yang menggunakan akalnya dimana dan kapanpun. HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftn2" \o "" [2]Perbedaan ini disebabkan oleh dua hal pokok: HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftn3" \o "" [3]1.      Para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, ditugaskan untuk masyarakat dan masa tertentu. Karena itu, mukjizat mereka hanya berlaku untuk masa dan masyarakat tersebut, tidak untuk sesudah mereka. Ini berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad  yang diutus seluruh umat manusia sampai akhir zaman sehingga bukti ajaranya harus selalu ada dimana dan kapanpun berada.
2.      Manusia mengalami perkembangan dalam pemikiranya. Umat para Nabi khususnya sebelum Nabi Muhammad membutuhkan bukti kebenaran yang sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Bukti tersebut harus demikian jelas dan langsung terjangkau oleh indra mereka. Akan tetapi, setelah manusia  mulai menanjak ke tahap kedewasaan berpikir, bukti yang bersifat indrawi tidak dibutuhkan lagi.
C.     Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Qur'an
Al-Qur'an digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menantang orang-orang pada masanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya. Terhadap mereka, sungguhpun memiliki tingkat fashahah dan balaghah yang tinggi di bidang bahasa Arab, Nabi memintanya untuk menandingi Al-Qur'an dalam tiga tahapan:
1.       Mendatangkan semisal Al-Qur'an secara keseluruhan, sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Isra (17) ayat 88:
"Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian lain." (Al-Isra (17): 88)
2.      Mendatangkan sepuluh surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan dalam surat Hud (11) ayat 13 berikut
"Bahkan mereka mengatakan, Muhammad telah membuat-buat Al-Qur'an itu. " Katakanlah, kalu demikian, maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat menyamai, dan panggilah orang-orang yang kamu sanggup memanggilnya selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar" (Q.S. Hud [11]: 13)
3.      surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan oleh surat Al-Baqarah (2) ayat 23:
 "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kami orang-orang yang benar" (QS. Al Baqarah (2): 23)
Sejarah telah menunjukan bahwa jawaban orang-orang Arab ternyata gagal menandingi Al-Qur'an. Inilah beberapa catatan sejarah yang memperlihatkan kegagalan itu:
Pemimpin Quraisy pernah mengutus Abu Al-Walid, seorang sastrawan ulung yang tiada bandingannya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan Al-Qur'an ketika Abu Al-Walid berhadapan dengan Rasulullah SAW. Yang membaca surat Fushilat, ia tercengang mendengar kehalusan dan keindahan gaya bahasa Al-Qur'an dan ia pun kembali pada kaumnya dengan tangan hampa.
Musailamah bin Habib Al Kadzdzab yang mengaku sebagai Nabi juga pernah berusaha mengubah sesuatu yang mirip dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Ia mengaku bahwa dirinyapun mempunyai Al-Qur'an yang diturunkan dari langit dan dibawa oleh Malaikat yang bernama Rahman. Di antara gubahan-gubahannya yang dimaksudkan untuk mendandingi Al-Qur'an itu adalah antara lain:
لطِّيْنِيَاضِفْدَعُ بِنْتُ ضِفْدَعَيْنِ نَقِّيْ مَاتُنَقِيْنَ أَعْلاَكِ فِى اْلمَاءِ وَأَسْفَلُكِ فِى ا
"Hai katak, anak dari dua katak. Bersihkan apa saja yang akan engkau bersihkan, bagian atas engkau di air dan bagian bawah engkau di tanah".
Ketika itu pula, ia merobek-robek apa saja yang telah ia kumpulkan dan merasa malu tampil di depan khalayak ramai. Setelah peristiwa itu ia mengucapkan kata-katanya yang masyhur:
"Demi Allah, siapapun yang tidak akan mampu mendatangkan yang sama dengan Al-Qur'an."
D.    Segi-segi Kemukjizat Al-Qur'an
1.      Gaya Bahasa
Gaya bahasa Al-Qur'an membuat orang Arab pada saat itu merasa kagum dan terpesona, bukan saja orang-orang mukmin, tetapi juga bagi orang-orang kafir. Kehalusan ungkapan bahasanya membuat banyak diantara mereka masuk Islam. Bahkan, Umar bin Khattab pun yang mulanya dikenal sebagai orang yang paling memusuhi nabi Muhammad SAW, dan bahkan berusaha membunuhnya, memutuskan masuk Islam dan beriman pada kerasulan Muhammad hanya karena membaca petikan ayat-ayat Al-Qur-an. Susunan Al-Qur-an tidak dapat disamakan oleh karya sebaik apa pun. HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftn4" \o "" [4]2.      Susunan Kalimat
Kendatipun Al-Qur-an, hadis qudsi, dan hadis nabawi sama-sama keluar dari mulut nabiu, terapi uslub (style) atau susunan bahasanya sangat jauh berbeda. Uslub bahasa Al-Qur-an jauh lebih tinggi kualitasnya bila dibandingkan dengan lainya. Al-Qur-an muncul dengan uslub yang begitu indah. Didalam uslub tersebut terkandung nilai-nilai istimewa yang tidak akan pernah ada ucapan manusia.
3.      Hukum Illahi yang Sempurna
Al-Qur-an menjelaskan pokok-pokok aqidah, norma-norma keutamaan, sopan-santun, undang-undang ekonomi, politik, sosial, dan kemasyarakatan, serta hukum-hukum ibadah. Al-Qur-an menggunakan dua cara tatkala menetapkan sebuah ketentuan hukum, yakni:
a.       Secara global
Persoalan ibadah umumnya diterangkan secara global, sedangkan perincianya diserahkan kepada ulama melalui ijtihad.
b.      Secara terperinci
Hukum yang dijelaskan secara terperinci adalah yang berkaitan dengan utang piutang, makanan yang halal dan yang haram, memelihara kehormatan wanita, dan masalah perkawinan.
4.      Ketelitian Redaksinya
Ketelitian redaksi Al-Qur-an bergantung pada hal berikut:
a.       Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya.
b.      Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
c.       Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjukan akibatnya.
d.      Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
e.       Disamping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan juga keseimbang khusus
1.      Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun, sedangkan kata hari yang menunjukan bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), berjumlah tiga puluh, sama dengan jumnlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti bulan (syahr) hanya terdapat dua belas kali sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
2.      Al-Qur-an menjelaskan bahwa langit itu ada tujuh macam. Penjelasan ini diulangi sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 29, surat Al-Isra [17] ayat 44, surat Al-Mukmin [23] ayat 86, surat Al-Fushilat [41] ayat 12, surat Ath-Thalaq [65] ayat 12, surat Al-Mulk [67] ayat 3, dan surat Nuh [71] ayat 15. Selain itu, penjelasan tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.
3.      Kata-kata yang menunjukan kepada utusan Tuhan, baik rasul atau nabi atau basyir (pembawa berita gembira) atau nadzir (pemberi peringatan), kesemuanya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518. HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftn5" \o "" [5]5.      Berita tentang Hal-hal yang Gaib
Sebagaimana ulama mengatakan bahwa sebagian mukjizat Al-Qur'an itu adalah berita gaib. Salah satu contohnya adalah Fir'aun, yang mengejar-ngejar Nabi Musa. Hal ini, diceritakan dalam surat Yunus (10) ayat 92:"Maka pada hari Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."
Pada ayat itu ditegaskan bahwa badan Firaun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut karena telah terjadi sekitar 1.200 tahun SM. Pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896 di lembah raja-raja Luxor Mesir, seorang ahli purbakala Loret menemukan satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia Firaun yang bernama Muniftah yang pernah mengejar Nabi Musa a.s. selain itu pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Firaun tersebut. Apa yang ditemukannya satu jasad utuh, seperti yang diberitakan Al-Qur'an melalui Nabi yang ummy (tidak pandai membaca dan menulis)
6.      Isyarat-isyarat Ilmiah
Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dala Al-Qur-an misalnya:
a.       Cahaya matahari bersumber dari dirinya dan cahaya bulan merupakan pantulan. Terdapat dalam Q.S. Yunus [10]: 5.
b.      Kurangnya oksigen pada ketinggian dapat menyesakan napas, hal ini terdapat pada surat Al-An'am [6]: 25
c.       Perbedaan sidik jari manusia. Terdapat dalam surat Al-Qiyamah [75]: 4
d.      Aroma/bau manusia berbeda-beda. Terdapat dalam surat Yusuf [12]: 94
e.       Masa penyusuan yang tepat dan kehamilan minimal. Terdapat dalam surat Al-Baqarah [2]: 233
f.        Adanya nurani (super ego) dan bawah sadar manusia. Terdapat dalam surat Al-Qiyamah [75]: 14
g.      Yang merasakan nyeri adalah kulit. Terdapat dalam surat Al-Qiyamah [75]: 4
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Dari makalah dapat di ambil kesimpulan bahwa Al-Qur'an ini adalah Mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa setiap Nabi diutus Allah selalu dibekali mukjizat untuk meyakinkan manusia yang ragu dan tidak percaya terhadap pesan atau misi yang dibawa oleh Nabi.
Mukjizat ini selalu dikaitkan dengan perkembangan dan keahlian masyarakat yang dihadapi tiap-tiap Nabi, setiap mukjizat bersifat menantang baik secara tegas maupun tidak, oleh karena itu tantangan tersebut harus dimengerti oleh orang-orang yang ditantangnya itulah sebabnya jenis mukjizat yang diberikan kepada para Nabi selalu disesuaikan dengan keahlian masyarakat yang dihadapinya dengan tujuan sebagai pukulan yang mematikan bagi masyarakat yang ditantang tersebut.
B.     SARAN
Demikianlah dalam hal ini penulis akhiri makalah ini tak lupa mohon maaf kepada semua pihak, kritik dan saran penulis harapkan demi perbaikan penulisan makalah ini selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
ATANG ABD. HAKIM, Drs MA, JAIH MUBAROK DR. Metodologi Islam. Bandung. PT. Remaja Rosda Karya
ANWAR ROSIHAN Drs, M.Ag Ulumul Qur'an. 2004. Bandung. Pustaka Setia
Departemen Agama. 2002. Surabaya. CV. Ramsa Putra

[1] Shihab, Mukjizat….. hlm. 35.
HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftnref2" \o "" [2] Ibid, hlm. 36: Bandingkan dengan Abdul Qadir 'atha, azhamat Al-Qur'an. Dar Al-Kutub Al-Ilmiah,  
   Beirut, tt, hlm. 55.
HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftnref3" \o "" [3] Shihab, Mukjizat….. hlm. 36-37.
HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftnref4" \o "" [4] Muhammad Ali Ash-Shabuni, At-Tibyan Fi 'Ulum Al-Qur'an, Maktabah Al-Ghazali, Damaskus,
  1390, hlm 105.
HYPERLINK "http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=4611798029735652030" \l "_ftnref5" \o "" [5] Shihab, Membumikan….. hlm. 29-31
HYPERLINK "http://adeeeeeeee.blogspot.com/" Beranda
Langganan: Entri (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
▼  2010 (1)
▼  Mei (1)
HomeMengenai Saya

Ade Lihat profil lengkapku
 


Download PERMASALAHAN DALAM PEMBAHASAN DISKUSI.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca PERMASALAHAN DALAM PEMBAHASAN DISKUSI. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon