October 23, 2016

Makalah Komunikasi Bisnis


Judul: Makalah Komunikasi Bisnis
Penulis: Lingga Saputra


BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dalam dunia bisnis pasti akan berlangsung hubungan baik secara internal maupun eksternal. Maka dari pada itu perusahan – perusahaan harus lah menjalin hubungan slaah satunya dengan korespodensi. Korespodensi adalah cara resmi perusahaan – perusahaan dalam berbinis berkomunikasi. Ini terjadi baik secara manual dengan kertas maupun secara modern dengan menggunakan email. Semakinmajunya teknologi para karyawan haruslah mengetahui cara – cara korespodensi dalam duni bisnis. Dan selain itu sebelum memulai hubungan dengan perusahaan individu – individu juga harus ahli dalam pembuatan surat lamaran kerja. Yang nantinya menjadi bahan pertinmbangan dari perusahaan tersebut
RUMUSAN MASALAH
Apa itu korenspodensi dan perannya dalam komunikasi bisnis ??
Bagaimana bentuk – bentuk korespodensi ini ?
Apa itu surat lamaran kerja ?
Bagaimana tata cara penulisan surat lamaran kerja yang baik ?
TUJUAN
Untuk sumber informasi kepada pembaca dan sebagai tugas pemenuhan nilai mata kuliah komunikasi bisnis
BAB II
PEMBAHASAN
DASAR – DASAR KORESPONDENSI BISNIS
PENGERTIAN DAN PERAN KORESPONDENSI
Korespondensi berasal dari kata Correspondence (Inggris) atau Correspondenties (Belanda) yang berarti hubungan yang terjadi antara pihak – pihak yang terkait. Hubungan pihak – pihak yang terkait dalam bisnis biasanya bersifat resmi dan dilakukan dengan surat menyurat. Oleh karena itu, korespondensi juga diartikan sebagai surat menyurat. Surat merupakan salah satu media pada saluran komunikasi tertulis hyang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada piha lain. Informasi bisa ditulis atau diketik dalam secarik kertas (konvensional) atau dapat pula berupa surat elektronik (e-mail).
Korespondensi atau kegiatan surat menyurat menjadi bagian dari kehidupan organisasi bisnis sehari – hari. Korespondensi dalam bisnis memilki peranan sebagai berikut :
Menciptakan surat yang baik, jelas dan tepat.
Surat yang sembrawut bias menimbulkan kesalahpahaman atau kekacauan yang justru akan menghalangi arus informasi. Kegiatan korespondensi secara tidak langsung merupakan proses pembelajaran yang baik, jelas dan tepat.
Mencipatakan kerjasama yang baik.
Perusahaan tidak dapat mencapai tujuan tanpa bekerjasama dengan pihak lain. Agar bias bekerjasama dengan pihak lain, perusahaan perlu menjaga komunikasi dengan baik. Pihak lain akan mendukung terciptanya kerjasama yang baik.
Menyebarkan kegiatan
Korespondensi memgang peranan penting dalam menyebarkan kegiatan perusahaan, baik kepada pihak internal maupun pihak eksternal.
Pada umumnya, pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan korespondensi adalah : Koresponden (orang atau pihak yang berkirim surat atau menandatangani surat), Redaktur (orang yang menyusun naskah surat),Sekretaris,Juru ketik, Register,Kurir,
1.2 FUNGSI DAN PENGGOLONGAN SURAT
Selain sebagai alat komunikasi, surat memiliki fungsi – fungsi berikut :
Tanda bukti tertulis dan otentik, surat merupakan bukti "hitam diatas putih" dan dapat menyimpan rahasia. Misalnya surat perjanjian, surat nikah,akte kelahiran, surat wasiat,dll.
Alat pengingat, dokumen tertulis yang diarsip dengan baik akan berfungsi sebagaialat pengingat apabila sewaktu– waktu diperlukan.
Dokumen historis, dokumen bersejarah yang mampu memberikan gambaran kejadian – kejadian masa lalu. Misalnya Supersemar
Pedoman kerja, misalnya surat perintah, surat kuasa dan surat keputusan.
Jaminan keamanan, selembar surat mampu memberikan jaminan keamanan kepada seseorang.
Utusan atau duta organisasi, surat yang mampu mencerminkan citra, mentalitas,jiwa, dan kondisi internal organisasi yang bersangkutan
Dasar penilaian dan keputusan, misalnya surat rekomendasi, surat keterangan, dan surat dalam bentuk laporan.
Sebagai barometer kegiatan organisasi, kegiatan organisasi dosebarkan kepada pihak eksternal dan internal melalui surat. Dengan demikian, intensitas kegiatan organisasi dpat diukur dari frekuensi – frekuensi surat menyurat.
Alat untuk menumbuhkan sikap saling pengetian dan menghindari kesalahpahaman.
Saran meningkatkan kerjasama dengan pihak lain.
Surat bisa digolongkan sebagai berikut :
MENURUT MAKSUD DAN TUJUAN
Surat Pemberitahuan
Surat Keputusan
Surat Perintah
Surat Edaran
Surat Peringatan
Surat Panggilan
Surat Permintaan/Permohonan
Surat Perjanjian
Surat Penawaran Surat Pesanan
Surat Laporan
Surat Pengantar
Surat Lamaran Kerja
Surat Penuntutan (Klaim)
MENURUT WUJUDNYA
Surat Bersampul
Memorandum atau nota
Telegram
Telex
Radiogram
Faksimili
Kartu Pos
Wesel/ Warkat Pos

MENURUT URGENSINYA
Surat Kilat Khusus
Surat Kilat
Surat Biasa

MENURUT SIFAT DAN PENGIRIMNYA
Surat Sangat Rahasia
Surat Rahasia
Confidential (Terbatas)
Surat Resmi (Dinas Pemerintahan)
Surat Niaga Atau Bisnis
Surat Pribadi
MENURUT KEGUNAANNYA
Surat Konsep
Surat Asli
Surat Tembusan
Surat Petikan

BAGIAN – BAGIAN SURAT
Secara umum, surat mencakup bagian – bagian berikut :
Kepala Surat Atau Kop Surat
Kepala surat atau kop surat merupakan cirri khas suatu organisasi yang berisi nama organisasi, alamat lengkap, nomor telepon,nomor faksimili, alamat e-mail, nomor kotak pos, alamat kawat,logo, atau lambing dan lain – lain. Guna kepala surat alah untuk mengetahui identitas,nama dan alamt organsisai pengirim surat. Sekaligus sebagai alat promosi. Contoh kepala surat :

Tanggal Pembuatan Surat
Tanggal surat berfungsi untuk memberitahukan kepada penerima surat kapan surat itu ditulis.
Pembuatan tanggal surat :
Jika pembuatan surat mencantumkan nama kota tempat perusahaan dan tempat perusahaan berada sesuai dengan yang tercantum pada kepala surat, maka nama kota tempat perusahaan tidak perlu dicantumkan lagi.
Jika surat dibuat di kota lain dan nama kota berbeda dengan yang tercantum pada kepala surat, maka nama kota tempat surat dibuat harus diikuti dengan angka tanggal, nama bulan, dan angka tahun.
Penulisan bulan sebaiknya tidak disingkat atau menggunakan angka tetapi ditulis lengkap, seperti : Januari, Februari, dan seterusnya
Nomor ,Lampiran Dan Perihal
Kata nomor, lampiran, dan hal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti dengan titik dua yang ditulis secara berurutan ke bawah. Penulisan kata lampiran hanya diperlukan apabila ada berkas yang dilampirkan dalam surat tersebut. Untuk surat-surat dinas dan surat-surat bisnis biasanya terdapat nomor urut penulisan surat sesuai dengan kode pengarsipan yang telah dianut. Penomoran ini bersifat bebas,.Penulisan kata hal/perihal dalam surat bisnis lazim ditulis setelah nama dan alamat surat. Hal/ perihal merupak petunjuk mengenai pokok isi surat untuk memperoleh penerima dalam membahas isi surat dan memberikan tanggapan atau balasan.
Nama Dan Alamat Yang Dituju.
Penulisan nama seseorang yang akan dituju hendaklah memperhatikan penggunaan kata sapaan seperti Bapak, Ibu, dan Saudara maupun gelar akademik maupun gelar kehormatan. Penulisan nama dan alamat yang dituju serta kata sapaan, gelar akademis maupun nonakademis dengan ejaan yang benar.Penulisan nama penerima surat diawali dengan huruf kapital pada setiap unsurnya, bukan menggunakan huruf kapital seluruhnya. Jika nama orang yang dituju bergelar akademis seperti Dr., Ir., dr., atau Drs., maka kata sapaan seperti Bapak, Ibu, dan Saudara sebaiknya tidak digunakan lagi.
Contoh : Yth. Direktur PT.Adicipta Carakajaya
Jl. Sudirman No.14
Bandung
Salam Pembuka Dan Paragraf Pembuka.
Salam pembuka merupakan salam penghormatan yang dilakukan oleh pengirim surat atau pesan kepada pihak lain sebelum menyampaikan maksud dan tujuan penulisan surat. Beberapa salam pembuka yang sering dijumpai dalam korespondensi bisnis saat ini yaitu: Dengan hormat,Salam hormat,Salam sejahtera,Saudara Rizky yang terhormat, Ibu Vera yang terhormat,Bapak Djuanda yang terhormat, Assalamualaikum Wr. Wb.
Isi Surat
Isi surat merupakan inti surat yang ingin disampaikan oleh pengirim surat kepada penerima surat. Penulisan isi surat hendaklah menggunakan kata-kata atau istilah yang mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Secara garis besar, isi surat mencakup tiga hal yaitu :
Paragraf pembuka : Berisi pemberitahuan, pertanyaan, pernyataan, atau permintaan. Contoh :
Dengan ini perkenankalah kami melaporkan kepada Bapak bahwa …
Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 10 Agustus 2011, kami menyampaikan …
Paragraf isi : Berisi hal yang ingin disampaikan kepada penerima surat dengan menggunakan bahasa yang singkat, lugas, dan jelas.
Paragraf penutup : Merupakan kesimpulan dan kunci isi surat, mengandung suatu harapan pengirim surat maupun ucapan terimakasih kepada penerima surat.
Contoh :
Kami berharap agar jawaban Anda tentang merevisi buku Komunikasi Bisnis dapat kami terima secepatnya
Salam Penutup
Surat yang baik memerlukan salam penutup sebagai suatu ungkapan sikap respek (hormat) dan menunjukkan sebuah etika yang baik dalam mengirim surat. Salam penutup yang lazim digunakan dalam korespondensi antaralain: Hormat kami, Hormat saya, Salam kami, Wassalam.
Tanda Tangan, Nama Jelas, dan Jabatan
Tanda tangan berguna untuk menegtaui siapa yang bertanggung jawab atas surat tersebut. Nama jelas beguna untuk mengetahui siaoa yang menandatangani surat tersebut. Sementara jabatan menunujukan pihak yang berhubungan secara teknis dengan isi surat.
Contoh : Hormat kami,
Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Tembusan/ Tindasan atau c.c (carbon copy)
Tembusan diperlukan apabila surat tersebut dikirim kepada pihak lain yang berhubungan secara teknis dengan isi surat.
Inisial
Merupakan tanda pengenal bagi petugas yang membuat konsep.Merupakan tanda pengenal bagi petugas yang mengetik surat tersebut. Mempermudah menghubungi pengonsep dan pengetik surat apabila terjadi kesalahan dalam pengetikan surat.
Contoh : DF/RT (DF = Dzikri Fajari, pembuat konsep; RT = Riezal Triansyah, pengetik surat)
BENTUK SURAT
Bentuk lurus penuh (full block style)
KEPALA SURAT
Tanggal NomorLampiranHalYth…………………….…………………………
…………………………
Salam pembuka,
………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph pembuka
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………pargarapf isi
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph penutup
Salam Penutup,
Tanda Tangan
Nama Penandatangan
Nama Jabatan
Tembusan
………………………………
Inisial
Bentuk Lurus (Block Style)
KEPALA SURAT
Tanggal NomorLampiranHalYth…………………….…………………………
…………………………
Salam pembuka,
………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph pembuka
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………pargarapf isi
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph penutup
Salam Penutup,
Tanda Tangan
Nama Penandatangan
Nama Jabatan
Tembusan
………………………………
Inisial
Bentuk setengah lurus (semi block style)
KEPALA SURAT
Tanggal NomorLampiranHal Yth……………………. …………………………
…………………………
Salam pembuka,
………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph pembuka
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………pargarapf isi
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph penutup
Salam Penutup,
Tanda Tangan
Nama Penandatangan
Nama Jabatan
Tembusan
………………………………
Inisial
Bentuk bertekuk / bergerigi (identited style)
KEPALA SURAT
Tanggal NomorLampiranHal Yth……………………. …………………………
…………………………
Salam pembuka,
………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph pembuka
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………pargarapf isi
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph penutup
Salam Penutup,
Tanda Tangan
Nama Penandatangan
Nama Jabatan
Tembusan
………………………………
Inisial
Bentuk pargaraf menggantung (hanging paragraph style)
KEPALA SURAT
Tanggal NomorLampiranHalYth…………………….…………………………
…………………………
Salam pembuka,
………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph pembuka
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………pargarapf isi
……………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………paragraph penutup
Salam Penutup,
Tanda Tangan
Nama Penandatangan
Nama Jabatan
Tembusan
………………………………
Inisial
PENULISAN SURAT LAMARAN KERJA
2.1 PENGERTIAN SURAT LAMARAN KERJA
Surat lamaran kerja adalah surat yang digunakan oleh seseorang untuk melamar kerja pada suatu organisasi/lembaga yang membutuhkan karyawan atau pimpinan pada suatu bidang tertentu. Pada umumnya ketika melamar kerja, seseorang harus menulis surat lamaran kerja yang dilengkapi dengan sebuah resume (daftar riwayat hidup). Dalam surat lamaran kerja, dijelaskan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh pelamar kerja yang cocok atau sesuai dengan posisi/jabatan yang ditawarkan, atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pelamar kerja hanya mengemukakan poin-poin penting yang relevan dengan persyaratan pekerjaan yang ditawarkan.
Pendekatan yang dapat digunakan dalam membuat surat lamaran kerja adalah pendekatan Attention, Interet, Desire and Action (AIDA). Surat lamaran kerja juga termasuk dlam surat resmi, tetapi surat lamaran kerja tidak menggunakan kop atau kepalas surat.
2.2 PENGORGANISASIAN SURAT LAMARAN KERJA
Penulisan surat lamaran kerja yang baik perlu memperhatikan kaidah-kaidah baku dalam penulisan surat lamaran kerja. Artinya, seorang pelamar kerja harus memahami dan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya apa saja yang perlu dituliskan dalam surat lamaran kerja serta bagaimana pengorganisasian penulisannya. Hal ini memiliki arti penting baik bagi pelamar kerja maupun bagian evaluasi lembaga atau organisasi penerima kerja.
Secara umum, pengorganisasian penulisan surat lamaran kerja memiliki tiga bagian utama, yaitu paragraph pembuka, pertengahan, dan penutup. Masing-masing dapat dijelaskan lebih rinci berikut ini.
1.      Paragraf Pembuka.
Suatu lamaran kerja yang baik, yang menarik perhatian pembacanya, perlu mencantumkan hal-hal berikut ini.
a.      Rangkuman
Pada bagian awal surat lamaran kerja, pelamar kerja perlu mengemukakan kualifikasi yang dimiliki, yang paling relevan dengan jabatan yang diinginkan dan jelaskan bahwa kualifikasi tersebut akan menguntungkan atau memberikan manfaat bagi perusahaan atau lembaga yang dilamar.
b.   Cuplikan Berita
Pelamar kerja dapat mengambil cuplikan berita di surat kabar atau majalah yang menyebutkan bahwa suatu perusahaan sedang merencanakan membuka kantor cabang, memperkenalkan produk baru, atau memerlukan tenaga operator, dan sebagainya.
2.      Paragraf Pertengahan
Setelah menarik perhatian pembaca pada awal paragraf, pelamar kerja perlu menyajikan kualifikasi yang dimilkinya untuk mengisi suatu pekerjaan yang diinginkannya. Dalam suatu ruangan yang singkat (mungkin tidak boleh lebih dari tiga paragraf) pelamar kerja tidak boleh mengulang apa yang sudah dinyatakan dalam resume. Usahakan penjelasan dalam paragraf tersebut benar-benar sangat diminati (interest) dan sangat diharapkan (desire) oleh pembaca.
Dalam paragraf pertengahan ini pelamar kerja perlu mendiskusikan kualifikasi yang dimilikinya dari sudut pandang pembaca (employer) yang mencakup :
Pendidikan
Pengalaman
Kerja Sikap, Minat, Aktifitas, dan Kualitas
3.      Paragraf Penutup
Paragraf terakhir dari surat lamaran kerja pada umunya berisi harapan tindakan (action) sebagaimana yang terdapat pada surat-surat penjualan. Pelamar kerja dengan jelas mengatakan keinginannya untuk melakukan wawancara sesuai dengan waktu yang telah disediakan oleh organisasi perusahaan atau lembaga yang dilamar.
Untuk mempermudah pihak perusahaan menghubunginya, pelamar kerja perlu memberikan alamat yang jelas dan lengkap, termasuk nomor telepon, faksimil (kalau ada), alamat e-mail (bila ada),.
Contoh surat lamaran kerja :
Pekanbaru, 29 September 2014
Kepada
Yth, Manajer Personalia PT. Kebangkitan Kita
Jalan Sudirman nomor.20
Pekanbaru
Dengan hormat,
Iklan Bapak di Harian Kompas tanggal 25 September 2014 menarik perhatian saya, karena saya memiliki kualifikasi yang disyaratkan untuk menduduki posisi Manajer Periklanan. Disamping memiliki kemampuan berbahasa inggris baik lisan maupun tulisan, saya juga mengusai strategi Pemasaran dan segmentasi pasar serta terknik berkomunikasi dengan baik.
Saya Wulandari, wanita, berusia 24 tahun, belum menikah, dan memiliki kesehatan yang sangat prima. Saya lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Riau jurusan periklanan dengan indeks Prestasi 3,80, disamping itu saya telah mengikuti beberapa pendidikan Manajemen Pemasaran, periklanan dan kepemimpinan diantaranya yang dilaksanakan oleh MARKPLUS selama dua bulan.
Hasil Pendidikan tersebut akan sangat membantu saya dalam melaksanakan tugas-tugas secara efisien sebagai seorang manager periklanan dalam rangka meningkatkan revenue Perusahaan.
Pada saat ini saya adalah Manager Periklanan di sebuah Perusahaan PMA, dengan pengalaman dan prestasi selama dua tahun. Saya mencari kesempatan kerja yang lebih menantang untuk memperluas wawasan dan pengalaman sebagaimana yang Bapak tawarkan.
Jika Bapak berkenan untuk mempertimbangkan prestasi dan kualifikasi saya. Panggilan untuk wawancara sungguh saya harapkan.
Hormat Saya,
Wulandari
Lampiran : Resume

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Korespondensi adalah suatu kegiatan atau hubungan yang terjadi antara pihak-pihak terkait yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Termasuk di dalamnya sebuah korespondensi bisnis yang merupakan suatu kegiatan korespondensi antara satu pihak dengan pihak yang lain baik secara perorangan maupun lembaga yang berkaitan dengan dunia bisnis. Surat merupakan sarana komunikasi yang digunakan dalam kegiatan korespondensi bisnis untuk menyampaikan informasi tertulis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan kegiatan bisnis. Fungsi utama surat bisnis adalah sebagai sarana komunikasi bisnis untuk menyampaikan suatu informasi dengan pengelompokkan surat yang telah ditetapkan. Penulisan surat dan bahasa surat hendaknya memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku, sesuai dengan etika yang telah ditetapkan. Berbagai macam surat bisnis yang lazim kita jumpai sehari-hari sangat bervariasi, seperti surat pemesanan, surat konfirmasi, surat perintah kerja, surat perjanjian, dan surat-surat bisnis lainnya.
SARAN
Dalam penulisan makalah ini tentu penulis memiliki banyak kekurangan dan kesalahan, mohon dari itu, penulis memintak saran dari pembaca agar mencapai sebuah kesempurnaan penulisan
DAFTAR PUSTAKA
Dewi,Sutrisna.2007. Komunikasi Bisnis.Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET,2007.hal 80-95
Purwanto. Djoko, M.B.A.2006. Komunikasi Bisnis edisi ketiga.: Jakarta :ERLANGGA.2006


Download Makalah Komunikasi Bisnis .docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Komunikasi Bisnis . Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon