September 10, 2016

Penerapan Ilmu Akuntansi dalam Pengelolaan Limbah Industri


Judul: Penerapan Ilmu Akuntansi dalam Pengelolaan Limbah Industri
Penulis: Eliza Nungky


PENERAPAN ILMU AKUNTANSI DALAM PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI
Eliza Nungky Budiarti
Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Surabaya
Nungkyeliza@yahoo.co.idAbstrak
Berbagai kerusakan dan pencemaran banyak disebabkan oleh perusahaan industri. Hal tersebut menimbulkan berbagai jenis limbah dan permasalahan. Akuntansi lingkungan digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang menilai kegiatan dan manfaat dari pengelolaan lingkungan dari sudut pandang biaya, meningkatkan kinerja industri dibidang pengelolaan lingkungan hidup, dan sebagai alat informasi untuk pemangku kepentingan mengenai kinerja lingkungan dalam mengoptimalkan tanggung jawab sosial.
Penelitian yang dilakukan di Pabrik Gula Lestari di Ngrombot, Nganjuk. Bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan akuntansi lingkungan dalam rangka mengoptimalkan tanggung jawab sosial di Pabrik Gula Lestari. Penerapan akuntansi lingkungan untuk mengidentifikasi biaya limbah dan biaya lingkungan dalam perusahaan perlu diperhatikan untuk meminimalisir permasalahan lingkungan yang berakibat pula terhadap perusahaan.
Kata Kunci : Akuntansi, pengelolaan, limbah, industri
PENDAHULUAN
Pada era globalisasi seperti saat ini, berbagai kemajuan dari segala bidang telah terjadi. Termasuk kemajuan dalam bidang industri. Kemajuan di bidang industri mengharuskan perusahaan untuk berkembang pula. Kondisi ini menyebabkan perusahaan berlomba-lomba melakukan berbagai inovasi terhadap produknya.
Di era ekonomi modern, banyak sekali pembicaraan tentang lingkungan seperti global warming, dan industri merupakan sektor yang memberi dampak besar terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya adalah permasalahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur. Permasalahan lingkungan akibat proses produksi perusahaan banyak ditemukan, misalnya pada kasus pencemaran lingkungan yang menyebabkan menurunnya kadar kualitas air di sekitar industri yang berdekatan dengan rumah penduduk, atau buruknya kualitas udara. Dari permasalahan perusahaan manufaktur tersebut menyebabkan adanya sebuah lingkungan bisnis yang mampu mempertahankan proses bisnisnya, oleh sebab itu perusahaan membuat strategi agar tercapai going concern  dan sustainable development.
Limbah industri merupakan jenis limbah yang dihasilkan oleh proses produksi. Bentuk dari limbah produksi bermacam - macam. Dapat berupa limbah industri cair, limbah industri padat, dan lain-lain. Pemerintah secara tegas mengatur pengelolaan limbah industri agar tidak mengganggu hajat hidup orang banyak. Diantaranya adalah dengan melakukan pengolahan limbah industri dengan tepat, seperti diolah menjadi barang baru yang layak jual, seperti limbah kayu industri furniture yang bisa dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai jual sehingga selain bisa menyerap tenaga kerja juga bisa mendatangkan pemasukan. Metode lainnya adalah diolah agar limbah layak konsumsi. Metode ini berlaku bagi limbah industri cair. Pemerintah telah menerapkan prosedur pengolaan limbah  cair supaya tidak mencemari mata air warga. Bahkan di beberapa perusahaan besar telah menerapkan sistem pengelolaan limbah cair yang dihasilkan menjadi air bersih yang layak dikonsumsi oleh masyarakat. Atau menggunakan metode daur-ulang. Limbah industri seperti  plastik dan kertas adalah contoh jenis limbah industri yang bisa di daur-ulang untuk dijadikan sebuah produk baru atau bahkan menjadi material atau bahan industri yang lain. Dapat juga menggunakan metode bakteri pengolah limbah, cara ini dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan bakteri-bakteri aerob yang banyak terdapat di udara.
Penerapan akuntansi pada manajemen lingkungan adalah sebagai suatu inovasi akuntansi yang bertujuan untuk memberikan informasi yang relevan bagi perusahaan yang berkaitan dengan kinerja lingkungan. Menurut Iksan (27:2009), "penerapan akuntansi pada manajemen lingkungan ternyata menjadi penggerak terhadap inovasi yang dilakukan perusahaan". Akuntansi pada manajemen lingkungan mencatat transaksi yang bersifat tidak timbal balik, seperti polusi, kerusakan lingkungan, atau hal-hal negatif dari aktivitas perusahaan. Biaya-biaya yang terkait dengan lingkungan umumnya adalah biaya pengelolaan limbah, pembuangan limbah, pembuangan instalasi, biaya kepada pihak ketiga, biaya perijinan dan sebagainya.
Aspek-aspek yang akan dicakup untuk dibahas adalah cara meminimalisir permasalahan lingkungan akibat limbah perusahaan, peran ilmu akuntansi pada manajemen lingkungan, serta simulasi tentang peranan ilmu akuntansi terhadap pengelolaan limbah industri.
CARA MEMINIMALISIR PERMASALAHAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH PERUSAHAAN
Permasalahan lingkungan akibat proses produksi perusahaan banyak ditemukan, misalnya pada kasus pencemaran lingkungan yang menyebabkan menurunnya kadar kualitas air di sekitar industri yang berdekatan dengan rumah penduduk.
Biaya limbah sesungguhnya merupakan biaya variabel yang mengikuti volume limbah yang dihasilkan dan berbanding lurus dengan tingkat produksi. Ketidaktepatan perhitungan atas volume dan biaya atas bahan baku yang terbuang mengakibatkan tidak dapat dipastikannya berapa sebenarnya biaya limbah, sebelum diterapkannya akuntansi manajemen lingkungan yang akan menghitungnya sebagai biaya pengelolaannya, yaitu biaya pembuangan atau pengolahan. Tetapi setelah menerapkan Akuntansi Manajemen Lingkungan, Akuntansi Manajemen Lingkungan akan menghitung biaya limbah sebagai biaya pengolahan ditambah biaya pembelian bahan baku. Sehingga biaya limbah yang dikeluarkan lebih besar (sebenarnya) daripada biaya yang selama ini diperhitungkan. Sehingga perusahaan dapat meminimalisirkan pemakaian bahan baku agar tidak terbuang percuma dan akhirnya menjadi limbah. Perusahaaan bisa meminimalisirkan dengan biaya yang di perkecil.
Biaya lingkungan dalam perusahaan sangat perlu di perhatikan untuk meminimalisirkan permasalahan lingkungan yang berakibat juga terhadap perusahaan. Menurut Atika (2014), "biaya lingkungan dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori:
Biaya pencegahan (prevention cost) : Biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk mencegah diproduksinya limbah dan sampah yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Contohnya adalah mempelajari dampak lingkungan, pelaksanaan penelitian lingkungan, daur ulang produk...
Biaya deteksi (detection cost) : biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk menentukan apakah produk, proses, dan aktivitas lainnya di perusahaan telah memenuhi standar lingkungan yang berlaku. Contoh-contoh aktivitas deteksi adalah, pemeriksaan produk dan proses agar ramah lingkungan, pengukuran tingkat pencemaran...
Biaya kegagalan internal (internal failure cost) : Biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan karena diproduksinya limbah dan sampah, tetapi tidak dibuang ke lingkungan luar. Jadi, biaya kegagalan internal terjadi untuk menghilangkan dan mengolah limbah dan sampah ketika diproduksi. Aktivitas kegagalan internal bertujuan untuk memastikan bahwa limbah dan sampah yang diproduksi tidak dibuang ke lingkungan luar ...
Biaya kegagalan eksternal (external failure cost) : Biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan setelah melepas limbah atau sampah ke dalam lingkungan...".
PERAN ILMU AKUNTANSI PADA MANAJEMEN LINGKUNGAN
Akuntansi manajemen lingkungan (Environmental Management Accounting) merupakan salah satu subsistem dari akuntansi lingkungan yang menjelaskan sejumlah persoalan mengenai persoalan penguantifikasian dampak bisnis perusahaan ke dalam sejumlah unit moneter. Akuntansi manajemen lingkungan juga dapat digunakan sebagai suatu tolak ukur dalam kinerja lingkungan.
Akuntansi manajemen lingkungan sebagai pengembangan manajemen lingkungan dan kinerja ekonomi seluruhnya serta implementasi dari lingkungan yang tepat – hubungan sistem akuntansi dan praktik. Ketika ini mencakup pelaporan dan audit dalam beberapa perusahaan, akuntansi manajemen lingkungan khususnya melibatkan siklus hidup biaya, akuntasni biaya penuh, penilaian keuntungan dan perencanaan strategis untuk manajemen lingkungan. (The International Federation of Accountants dalam Iksan, 2008) 
Akuntansi Manajemen Lingkungan (Environmental Management Accounting) merupakan salah satu bidang disiplin ilmu akuntansi yang bertujuan memberikan informasi pada manajemen atas pengelolaan lingkungan dan dampaknya terhadap biaya produksi. Akuntansi Manajemen Lingkungan diharapkan akan menjadi salah satu rangkaian sistem yang bertujuan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Sehingga tercapai model pengukuran kinerja yang seimbang antara ukuran financial profit dengan kinerja pengelolaan lingkungan.
EMA dirumuskan berdasarkan dua pendekatan yaitu pertama prosedur aliran fisik atas konsumsi dan pembuangan material dan energi (material flow balance procedure), kedua prosedur pengukuran nilai atas biaya, penghematan dan pendapatan (monetary procedure) yang berhubungan dengan kemungkinan dampak lingkungan. Kedua pendekatan tersebut sebagai dasar dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengalokasikan biaya lingkungan. Bagi manajer hal ini penting sebab selain dapat dihasilkan harga pokok produksi yang tepat atas lokasi biaya lingkungan, juga sebagai dasar pengendalian biaya lingkungan dimasa yang akan datang. Sehingga dapat dihasilkan produk yang ramah lingkungan.
Akuntansi lingkungan mengidentifikasi, menilai dan mengukur aspek penting dari kegiatan sosial ekonomi perusahaan dalam rangka memelihara kualitas lingkungan hidup sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Sulistyo,2008). Sehingga perusahaan tidak bisa seenaknya untuk mengolah sumber daya tanpa memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat. Pemahaman sifat dan relevansi akuntansi lingkungan sangat beragam tergantung perspektif para profesional dan orientasi fungsional para praktisi. Beberapa aspek yang menjadi bidang garap akuntansi lingkungan adalah :
1. Mengidentifikasi pengaruh negatif aktivitas produksi perusahaan terhadap lingkungan dalam praktek akuntansi konvensional.
2. Mengidentifikasi, mencari, dan memeriksa persoalan yang bertentangan dengan kriteria lingkungan serta memberikan solusi alternatif.
3. Melaksanakan langkah-langkah proaktif dalam menyusun inisiatif untuk memperbaiki lingkungan pada praktik akuntansi konvensional.
4. Pengembangan format baru sistem akuntansi keuangan dan nonkeuangan, sistem pengendalian pendukung keputusan manajemen ramah lingkungan.
5. Pengembangan format kerja, penilaian dan pelaporan internal maupun eksternal perusahaan.
6. Upaya perusahaan yang berkesinambungan, akuntansi kewajiban, resiko, investasi biaya terhadap energi, limbah dan perlindungan lingkungan.
D. SIMULASI PENERAPAN AKUNTANSI PADA MANAJEMEN LLINGKUNGAN DI PABRIK GULA LESTARI
Pabrik Gula Lestari merupakan unit pelayanan jasa yang melayani penggilingan tebu dimana dalam pengelolaan pelaporannya belum banyak yang menyoroti mengenai masalah biaya lingkungan Pabrik Gula Lestari merupakan unit dari PT. Perkebunan Nusantara X yang merupakan industri yang dinaungi oleh pemerintah. Pabrik Gula Lestari hendaknya tidak hanya menyajikan laporan konvensional saja tetapi perlu ditambah dengan laporan pelengkap yaitu akuntansi lingkungan. Akuntansi lingkungan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak pemerintah maupun stakeholder dalam meningkatkan kualitas lingkungannya.
Akuntansi lingkungan dapat dilaporkan dalam bentuk klasifikasi biaya lingkungan kedalam kategori biaya. Berdasarkan model kualitas, biaya lingkungan terbagi atas lima kategori, yaitu biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kesalahan internal, biaya kesalahan eksternal dan nilai tambah. Adanya data biaya lingkungan Pabrik Gula Lestari dapat dibagi kedalam kategori biaya berdasarkan model kualitas biaya lingkungan. Berikut adalah klasifikasi biaya lingkungan Pabrik Gula Lestari, jika diumpamakan biaya produksi sebesar Rp 1.000.000,00 :
Biaya pencegahan, merupakan investasi yang dibuat dalam suatu usaha untuk menjamin konfirmasi yang dibutuhkan, misalnya kegiatan-kegiatan yang termasuk kedalam orientasi anggota tim, pelatihan, dan pengembangan standart perencanaan. Biaya pencegahan PG Lestari pada tahun 2011 adalah Rp 122.400,00.
Biaya penilaian, merupakan biaya yang terjadi untuk mengidentifikasi kesalahan yang telah terjadi. Misalnya kegiatan-kegiatan seperti pengujian. Biaya penilaian PG Lestari pada tahun 2011 adalah Rp 40.600,00.
Biaya kesalahan internal merupakan biaya yang dikeluarkan untuk biaya perbaikan dan pemeliharaan fasilitas pengelolaan limbah. Biaya kesalahan internal PG Lestari pada tahun 2011 adalah Rp 50.300,00.
Biaya kesalahan eksternal, merupakan biaya yang memperkerjakan kembali dan biaya perbaikan setelah diserahkan kepada pelanggan. Misalnya adalah akan memperkerjakan dan memperbaiki hasil dari pengujian yang diterima. Contoh lainnya adalah biaya aktual yang terjadi sepanjang jaminan dukungan.
Biaya nilai tambah, merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menilai atau menguji limbah yang dikeluarka. Biaya nilai tambah PG Lestari pada tahun 2011 adalah Rp 786.000,00. Berdasarkan teori ikhsan biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh Pabrik Gula Lestari dapat di presentase sebagai berikut :
No Tipe Biaya Lingkungan Presentase
1. Biaya pencegahan
Tahun 2010
Tahun 2011 7,02%
12,24%
2. Biaya penilaian
Tahun 2010
Tahun 2011 4,40%
4,06%
3. Biaya kesalahan internal
Tahun 2010
Tahun 2011 2,34%
5,03%
4. Biaya kesalahan eksternal 0
5. Biaya Nilai tambah
Tahun 2010
Tahun 2011 86,2%
78,6%

Hasil pembahasan diatas menunjukkan bahwa, biaya yang dikeluarkan oleh Pabrik Gula Lestari lebih tinggi pada biaya pencegahan dan biaya nilai tambah, dibandingkan dengan biaya kesalahan internal dan biaya penilaian. Hal ini menunjukkan Pabrik Gula Lestari lebih mengoptimalkan pada biaya pencegahan dan biaya nilai tambah dimana biaya pencegahan merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan seperti pencemaran sedangkan biaya nilai tambah adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan nilai ekonomis yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Tingginya biaya pencegahan ini menyebabkan kualitas lingkungan Pabrik Gula Lestari menunjukkan baik dan sudah sesuai dengan baku mutu yang disyaratkan oleh pemerintah. Hal yang perlu diperhatikan oleh Pabrik Gula Lestari yaitu meningkatkan biaya untuk kesalahan internal dan biaya untuk penilaian karena kedua biaya ini merupakan biaya yang berfungsi untuk mengoptimalkan lingkungan.
-800102625090 Pada tabel hasil akuntansi lingkungan diatas menunjukkan biaya yang dikeluarkan kecil sedangkan pencegahan tinggi. Hal ini menunjukkan biaya yang dikeluarkan oleh Pabrik Gula Lestari kurang optimal dan belum efisien. Bila dikaji lebih mendalam pengelolaan limbah akan optimal jika didukung dengan fasilitas peralatan yang baik. Pabrik Gula Lestari meningkatkan pada biaya pencegahan dan belum mengoptimalkan pada biaya kesalahan internal yang digunakan untuk pengelolaan limbah sehingga biaya lingkungan di Pabrik Gula Lestari terjadi pemborosan biaya. Pada biaya nilai tambah menunjukkan terdapat kegiatan sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyararakat sekitar hal ini dapat terlihat dibawah ini :
Adanya limbah ini dapat membantu menghemat pengeluaran masyarkat sebesar 50%. Yang digunakan sebagai media untuk menunjukan kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sosial Pabrik Gula Lestari kepada stakeholder dibidang lingkungan. (Hanifah dalam Susiana, 2004) menyatakan "Bahwa adanya tanggung jawab industri menjadi sebuah gagasan untuk tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab...."
E.KESIMPULAN
Permasalahan lingkungan akibat proses produksi perusahaan industri banyak ditemukan. Biaya limbah dan biaya lingkungan dalam perusahaan sangat perlu diperhatikan untuk meminimalisir permasalahan lingkungan yang berakibat pula terhadap perusahaan. Klasifikasi biaya lingkungan terbagi menjadi empat, yaitu biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal.
Akuntansi lingkungan mempunyai peran penting terhadap perusahaan, hal ini dikarenakan adanya akuntansi lingkungan dapat membantu perusahaan dalam menghemat pengeluaran serta membantu menganalisis biaya tersembunyi dan adanya akuntansi lingkungan dapat membantu pengambilan keputusan terkait dengan lingkungan selain itu akuntansi lingkungan menunjukkan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Akuntansi lingkungan dapat dilaporkan dalam bentuk klasifikasi biaya lingkungan kedalam kategori biaya berdasarkan model kualitas biaya lingkungan yang terbagi atas lima kategori yaitu biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kesalahan internal, biaya kesalahan eksternal dan nilai tambah.
Hasil analisis penerapan akuntansi lingkungan menunjukkan biaya yang dikeluarkan Pabrik Gula Lestari lebih besar pada biaya pencegahan dan biaya nilai tambah. Besarnya biaya pencegahan menunjukkan bahwa Pabrik Gula Lestari lebih mengoptimalkan pada biaya bimbingan teknis dan koordinasi lingkungan sedangkan pada nilai tambah menunjukkan bahwa Pabrik Gula Lestari mengeluarkan biaya untuk pengelolaan limbah yang dapat memberikan manfaat atau nilai tambah bagi masyarakat sekitar pabrik.
DAFTAR RUJUKAN
Afridayanti, Natikana. 2014. PENTINGNYA MENERAPKAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGANDALAMPERUSAHAAN atikanafridayanti.html . Diakses pada tanggal 29 November 2014.
Ikhsan, Arfan. 2008. Akuntansi Lingkungan Dan Pengungkapannya. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Ikhsan, Arfan. 2009. Akuntansi Manajemen Lingkungan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Mulyani, Nita Sri. 2013. Analisis Penerapan Akuntansi Biaya Lingkungan Pada Pabrik Gondorukem Dan Terpentin (Pgt) Garahan – Jember. Skripsi : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jember.
Sari, Susiana. 2010. Penerapan Akuntansi Lingkungan Untuk Mengoptimalkan Tanggung Jawab Industri Gula. Jurnal : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Negeri Malang.
Sulistyo, Heru. 2008. Pelaporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan Jangka Panjang. Yogyakarta : UII Press.
VioLettaPaLace)o-(^.^)-o(Thankyouforvisiti.html . Diakses pada tanggal 29 November 2014.


Download Penerapan Ilmu Akuntansi dalam Pengelolaan Limbah Industri.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Penerapan Ilmu Akuntansi dalam Pengelolaan Limbah Industri. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon