September 03, 2016

penelitian psikologi proyeksi menggunakan tes DAP


Judul: penelitian psikologi proyeksi menggunakan tes DAP
Penulis: Erfan Rinaldi


"Perbedaan Kepercayaan Diri Mahasiswa Ekonomi dan Mahasiswa Psikologi Dilihat dari Tes DAP"

Disusun oleh:
Chaibatul Umami/09.860.0104
Dina Wardhana/12.860.0331
Sidig Ambar Suci Rahayu/10.860.0147
Sri Yuda Ningsih/09.860.0194
Dewi Wulandari/11.860.0305
Tia Veyanti/10.860.0298
Kelas : Malam
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MEDAN AREA
2014
DAFTAR ISI
Halaman
Judul i
Daftar Isi ii
BAB I. PENDAHULUAN 1
I.1. Latar Belakang Masalah 1
I.2. Identifikasi Masalah 5
I.3. Rumusan Masalah 5
1.4. Tujuan Penelitian 6
1.5. Manfaat Penelitian 6
BAB II. LANDASAN TEORI7
II.1. Mahasiswa7
II.1.1. Pengertian Mahasiswa7
II.1.2. Karakteristik Mahasiswa 7
II.1.3. Tugas Mahasiswa 8
II.1.4. Masalah-masalah Yang Dihadapi Mahasiswa 10
II.2. Fakultas Ekonomi 13
II.2.1. Pengertian Ekonomi 13
II.2.2. Kurikulum Fakultas Ekonomi 14
II.2.3. Kompetensi Lulusan Ekonomi 14
II.3. Fakultas Psikologi 15
II.3.1. Pengertian Psikologi 15
II.3.2. Kurikulum Fakultas Psikologi 15
II.3.3. Kompetensi Lulusan Psikologi 16
II.4. Tes Draw A Person 17
II.4.1. Pengertian Tes Draw A Person 17
II.4.2. Sejarah Dan Perkembangan Tes Draw A Person 17
II.4.3. Administrasi Tes Draw A Person 19
II.4.4. Sokring Tes Draw A Person 19
II.5. Kepercayaan Diri 20
II.5.1. Pengertian Kepercayaan Diri 21
II.5.2. Aspek-aspek Kepercayaan Diri 21
II.5.3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri 22
II.5.4. Ciri-ciri Kepercayaan Diri 23
II.6. Perbedaan Kepercayaan Diri Mahasiswa Ekonomi dan Mahasiswa Psikologi 23
II.7. Kerangka Konseptual 24
II.8. Hipotesis25
BAB III. METODE PENELITIAN 26
III.1. Identifikasi Variabel26
III.2. Definisi Operasional 26
III.3. Subjek Penelitian 27
III.3.1. Populasi 27
III.3.2. Tehnik Pengambilan Sampel 27
III.4. Metode Pengumpulan Data 28
III.5. Prosedur Penelitian 29
III.6. Tehnik Analisis Data 30
BAB IV. PELAKSANAAN, ANALISIS DATA, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 31
IV. 1. Orientasi Kancah Dan Pelaksanaan Penelitian 31
IV.1.1. Orientasi Kancah Penelitian 31
IV.1.1.1. Sejarah Universitas Medan Area 31
IV.1.1.2. Lokasi Universitas Medan Area 33
IV.1.1.3. Pimpinan Universitas Medan Area 33
IV.1.1.4. Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Medan Area 35
IV.1.1.5. Fasilitas 37
IV.1.1.6. Fakultas Ekonomi 38
IV.1.1.7. Fakultas Psikologi 39
IV.1.2. Pelaksanaan Penelitian 41
IV. 2. Hasil Penelitian 41
IV.3. Pembahasan 42
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 44
V.1. Kesimpulan 44
V.2. Saran 44
DAFTAR PUSTAKA 45
LAMPIRAN 47
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Masalah
Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Selain tanggung jawab individu mahasiswa juga memiliki peranan social, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini seharusnya bisa membuat mahasiswa dapat lebih sering berkomunikasi dengan orang lain agar menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini seharusnya dapat membuat mahasiswa lebih dapat sering berkomunikasi dengan orang lain agar menumbuhkan kepercayaan diri mereka.
Kepercayaan diri merupakan salah satu bagian dari kunci keberhasilan hidup seseorang. Kehidupan nyata menunjukkan banyak keberhasilan dalam pekerjaan dan berbagai bidang kehidupan lainnya dipengaruhi oleh kepercayaan diri. Menurut Hakim (2002) kesuksesan dalam bidang apapun tidak mungkin dicapai seseorang jika tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup. Dari sini bisa dikatakan bahwa rendahnya kepercayaan diri tentunya akan menghambat seseorang untuk mencapai harapannya dan kurang berani dalam melakukan suatu kegiatan atau usaha, sebaliknya seseorang yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi akan lebih berani dalam melakukan segala hal. Kepercayaan diri yang rendah membuat seseorang mudah dihinggapi oleh perasaan ragu, cemas, rendah diri dan gejala kejiwaan lainnya yang menghambat seseorang untuk melakukan sesuatu.
Kepercayaan diri dipengaruhi oleh banyak hal. Menurut Sholihah (2002) kepercayaan diri dipengaruhi oleh faktor dari dalam, meliputi: konsep diri, harga diri, kondisi fisik dan pengalaman, kemudian faktor dari luar, meliputi: lingkungan dan pendidikan. Konsep diri sendiri menurut Rahkmat (1996) diartikan sebagai pandangan dan perasaan tentang diri seseorang, dan mengatakan bahwa dengan mengamati diri sendiri seseorang akan sampai pada gambaran dan penilaian diri. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa konsep diri tidak terbentuk begitu saja, melainkan akan terbentuk melalui beberapa proses. Pengamatan diri merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam membentuk konsep diri,karena dengan pengamatan diri akan memberikan gambaran kepada seseorang untuk mengenali diri sendiri, setelah itu seseorang akan mencoba untuk memahami dirinya di mana dengan pemahaman diri seseorang akan lebih mudah melihat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, setelah melalui proses pengamatan diri, pengenalan diri dan pemahaman diri, maka akan terbentuk gambaran tentang diri sendiri yang kemudian dilanjutkan dengan proses penilaian diri.
Rasa percaya diri yang positif didorong oleh kondisi olah rasa penghargaan terhadap diri, baik melalui pandangan personal maupun pandangan lingkungan terhadap diri individu yang bersangkutan. Biasanya mahasiswa psikologi mudah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dikarenakan mereka sudah tahu bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri karena mereka belajar tentang itu. Sedangkan pada mahasiswa ekonomi mereka lebih serius dalam melakukan hal apapun baik didalam belajar ataupun dilingkungan sosial. Hal ini terkadang menyebabkan rasa percaya diri yang kurang.
Kenyataannya tidak setiap orang bisa memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan mudah, sebagian besar orang justru mengalami gejala-gejala tidak percaya diri dengan intensitas yang beragam. Gejala rasa tidak percaya diri dimulai dari adanya kelemahan-kelemahan tertentu didalam berbagai aspek kepribadian seseorang dimana kelemahan tersebut akan mempengaruhi kepercayaan diri yang nantinya dapat menghambat seseorang dalam mencapai tujuan dalam hidupnya. Dalam hal ini pemilihan jurusan juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, contohnya jurusan psikologi dengan jurusan ekonomi.
Menurut Meyers (Abdullah, 1992) ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah; pertama, tentang "kebutuhan"yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas.Kedua, tentang" pemuas kebutuhan" yang memiliki ciri-ciri "terbatas" adanya. Aspek yang kedua inilah menurut Lipsey (1981) yang menimbulkan masalah dalam ekonomi, yaitu karena adanya suatu kenyataan yang senjang, karena kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa jumlahnya tak terbatas, sedangkan di lain pihak barang-barang dan jasa-jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sifatnya langka ataupun terbatas. Itulah sebabnya maka manusia di dalam hidupnya selalu berhadapan dengan kekecewaan maupun ketidakpastian. Definisi ini nampaknya begitu luas sehingga kita sulit memahami secara spesifik.
Secara etimologi psikologi berarti : "ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latarbelakangnya". Namun menurut Gerungan, Ilmu psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah. Syah (1997) juga membuat kesimpulan bahwa ilmu psikologi adalah ilmu yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Karakteristik yang membedakan antara mahasiswa ekonomi dan mahasiswa psikologi yaitu, sensasi dan persepsi serta proses belajar yang berbeda. Yang menimbulkan kepercayaan diri Mahasiswa ekonomi karena banyak mempelajari ilmu-ilmu yang mempelajari kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia menuju ke arah kemakmuran. Mereka yakin bahwa ilmu ekonomi sangat bermanfaat dan sangat berpengaruh dalam perkembangan Negara bahkan dunia. Sementara kepercayaan mahasiswa psikologi timbul karena ilmu psikologi dapat membantu untuk berkomunikasi lebih baik, mengetahui karakter orang disekitar membuat kita lebih cepat beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik, baik dalam dunia kerja maupun lingkungan. Misalnya jika seseorang bekerja di suatu perusahaan yang dimintai oleh seorang klien, dengan ilmu psikologi ia dapat dengan mudah mengetahui bagaimana seharusnya bertindak dalam menghadapi klien dan mengetahui faktor psikologi pada saat menganalisis keinginan klien.
Tes Draw A Person (menggambar orang) ini adalah tes psikologi yang dikembangkan oleh Florence Goodenough pada tahun 1926. Pada saat itu, tes ini dikenal dengan istilah "Goodenough Draw a Man Test". Kemudian Dr. Dale B. Harris menyempurnakan dan mengembangkan tes ini pada tahun 1963 yang kemudian diberi nama "Goodenough-Harris Drawing Test". Sampai saat ini, tes ini dikenal dengan istilah DAP (Draw A Person Test). Dalam Tes DAP ini, kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang dinilai dari gambar yang dibuatnya. Sehingga tes DAP ini termasuk golongan Tes Psikologi grafis.
I.2. Identifikasi Masalah
Secara umum ada beberapa masalah didalam kepercayaan diri mahasiswa psikologi dengan mahasiwa ekonomi. Yang pertama, kurangnya kepercayaan diri mahasiswa akan dapat mempengaruhi komunikasi mahasiswa dengan lingkungan sosialnya. Akibatnya sering kali muncul rasa pesimis dan rasa ragu-ragu didalam diri mahasiswa. Dan yang kedua, kondisi fisik yang tidak sempurna dapat mempengaruhi kurangnya kepercayan diri mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya ataupun lingkungan keluarganya.
Jurusan yang dipilih oleh mahasiswa apakah dapat mencerminkan bagaimana kepercayaan diri mereka, misalnya mahasiswa ekonomi dengan mahasiswa psikologi. Apakah mahasiswa ekonomi lebih memiliki kepercayaan diri atau malah sebaliknya, mahasiswa psikologi lah yang lebih percaya diri. Dari tes DAP (Draw A Person) inilah kita dapat melihat bagaimana kenyataannya.
I.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
Adakah perbedaan kepercayaan diri mahasiswa ekonomi dengan mahasiswa psikologi dilihat dari tes DAP?
I.4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri mahasiswa ekonomi dengan mahasiswa psikologi.
I.5. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini dapat ditinjau secara teoritis maupun secara praktis, diantaranya adalah :1. Secara Teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan secara ilmiah bagi ilmu psikologi, khususnya psikologi klinis dan psikologi perkembangan yang berhubungan dengan kepercayaan diri dan dapat membantu menemukan hal-hal yang berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri mahasiswa/mahasiswi.
2. Secara Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan kepercayaan diri, khususnya pada mahasiswa yang kurang memiliki rasa percaya diri.
BAB II
LANDASAN TEORI
II.1. Mahasiswa
II.1.1. Pengertian Mahasiswa
Menurut Susantoro dalam Ramadha (1990) mahasiswa merupakan kalangan muda yang berumur antara 19 sampai 28 tahun yang memang dalam usia tersebut mengalami suatu peralihan dari tahap remaja ketahap dewasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi (Poerwadarminta, 2005: 375).
‎Menurut Sarwono (1978), mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya " mahasiswa " itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya.
Dalam Undang-Undang Indonesia juga telah digariskan pendefinisian tentang mahasiswa. Menurut peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990, mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu.
II.1.2. Karakteristik Mahasiswa
Kamus umum bahasa Indonesia mendefinisikan karakter sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain (Poerwadarminta, 1976). Sejalan dengan itu, (Hornby, 1985) mengartikan karakter sebagai watak (mental), kekuatan moral (moral strength), kemampuan dan kualitas yang menjadikan pembeda seseorang atau benda dengan yang lainnya (abilities and qualities).
Winkel, W.S. (1999) menyatakan bahwa karakter ialah keseluruhan hasrat-hasrat manusia yang terarah pada suatu tujuan yang mengandung nilai moralitas, mengacu pada gaya hidup seseorang, tingkah laku yang konsisten dan lebih mudah diperkirakan. Pada tahap ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya yang luas, berbeda dengan orang lain.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa karakteristik mahasiswa sangat erat kaitannya dengan sifat dasarnya dan menunjuk pada suatu aspek dalam kepribadian yaitu keseluruhan sifat-sifat individual seseorang yang dapat memberikan pengaruh terhadap proses pembelajaran. Ditinjau dari sifat dasar ada lima karakteristik mahasiswa dalam proses pembelajaran yaitu: (a) intelegensi, (b) sikap, (c) bakat, (d) minat, dan (e) motivasi (Syah, 1996). Namun untuk mencapai sukses, mahasiswa dituntut untuk bertekad dan berusaha agar menjadi mahasiswa yang unggul, penuh semangat dan penuh gairah mengikuti studi. Mengikuti studi secara sungguh-sungguh dengan penuh perhatian untuk membina pengetahuan ilmiah seluas-luasnya.
Karakteristik mahasiswa secara umum yaitu stabilitas dalam kepribadian yang mulai meningkat karena kurangnya gejolak-gejolak yang ada di dalam perasaan, mereka cenderung menetapkan dan berpikir dengan matang terhadap suatu yang akan diraihnya, sehingga mereka memiliki pandangan yang realistik tentang diri sendiri dan lingkungannya. Selain itu, para mahasiswa akan cenderung lebih dekat dengan teman sebaya untuk saling bertukar pikiran dan saling memberikan dukungan , karena dapat diketahui sebagian besar mahasiswa berada jauh dari orang tua maupun keluarga. Karakteristik mahasiswa yang paling menonjol adalah mereka mandiri dan memiliki perkiraan di masa depan, baik dalam hal karir maupun hubungan percintaan . Mereka akan memperdalam keahlian dibidangnya masing-masing untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang membutuhkan mental tinggi.
II.1.3. Tugas Mahasiswa
Hidayat (2011), menyatakan bahwa sebagai bagian dari masyarakat ilmu pengetahuan sejatinya tugas utama mahasiswa adalah belajar dan merangkai ilmu sesuai dengan tujuan ilmu untuk menjadi "rahmat" bagi kehidupan. Kartasasmita (2010), peran dan fungsi mahasiswa yaitu:
Pertama, bahwa mahasiswa sebagai Iron Stock (Cadangan Keras) bangsa ini, artinya bahwa mahasiswa dengan khasanah intelektualitasnya merupakan cadangan generasi penerus bangsa ini. Mahasiswa menyediakan cadangan-cadangan sumber daya manusia dari berbagai disiplin ilmu seperti politik, budaya, seni, sosial, pengusaha, olah raga, negarawan dan lain sebagainya. Hal ini penting karena setiap zaman memiliki tokoh dan pergantian itu memerlukan regenerasi dari mahasiswa sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan.
Kedua, bahwa mahasiswa sebagai Agent of Change (Agen Perubah) bangsa ini, artinya bahwa dari peristiwa-peristiwa bersejarah bangsa ini, mahasiswa selalu berperan dalam perubahan itu. Mahasiswa selalu manjadi aktor dari sebuah perubahan dari masa transisi ke masa stabil, transformasi nilai-nilai dengan kapasitas pengetahuannya yang luas.
Ketiga, bahwa mahasiswa sebagai Moral Force (Gerakan Moral) bangsa ini yang secara independen memperjuangkan hak-hak orang yang tertindas dengan nilai-nilai idealisme dan intelektual rasional yang dewasa. Sehingga mahasiswa bisa menjadi balancing power saat negara ini dalam kondisi instabilitas. Mahasiswa menjadi mitra yang konstruktif dalam mengingatkan kebijakan pemerintah yang keluar dari nilai-nilai idealisme kebaikan.
II.1.4. Masalah-masalah Yang Dihadapi Mahasiswa
Hidayat (2011), mengungkapkan bahwa permasalahan yang dialami oleh mahasiswa akan terkait dengan perkembangan yang dialami selama dalam perkembangannya baik perubahan fisik, emosi, sosial, kognitif (kemampuan berpikir).
Sumber masalah
Sumber internal
Masalah yang bersumber dari dalam dapat berupa kondisi diri, kecerdasan, bakat, minat, fisik, nilai, kreatifitas, pribadi, ketrampilan belajar dan sebagainya.
Sumber eksternal
Masalah yan bersumber dari luar : kondisi fisik dan sosio-emosional di lingkungan keluarga dan kampus, hubungan dengan teman/dosen/keluarga, status perguruan tinggi, ketidakjelasan orientasi kerja, dan sarana belajar.
Bentuk Masalah
Secara umum masalah yang dihadapi oleh mahasiswa adalah sebagai berikut:
Karir dan pekerjaan
Belum memahami potensi diri
Kurang memahami bidang kerja yang akan dimasuki
Ingin mendapat pelatihan pendukung kesiapan kerja
Khawatir tidak mendapat pekerjaan atau dapat bekerja dengan baik
Belum merencanakan masa depan
Ekonomi dan keuangan
Khawatir dengan kondisi keuangan keluarga
Khawatir putus kuliah
Uang saku yang tidak cukup
Uang untuk membeli perlengkapan belajar tidak cukup
Ingin mendapatkan beasiswa
Diri pribadi
Daya juang yang rendah
Kurang serius
Ceroboh
Kurang percaya diri dan pemalu
Kurang terbuka pada orang lain
Takut tidak diterima dalam kelompok
Pendidikan dan Pelajaran
Kurang memahami istilah asing
Sukar menyelesaikan masalah
Kurang memahami penjelasan dosen
Sukar belajar kelompok
Takut bicara di kelas
Kurang mampu memahami buku dan membaca cepat
Kurang konsentrasi
Kurang mampu belajar efektif
Khawatir gagal/mendapat nilai rendah
Cara mengajar dosen membosankan
Meragukan manfaat masuk Perguruan Tinggi
Keluarga
Konflik orangtua anak
Komunikasi kurang harmonis
Dijodohkan orangtua
Dendam terhadap orangtua
Orangtua mengalami gangguan mental
Orangtua meninggal dunia
Indikator munculnya masalah
Kemunculan suatu masalah yang dialami mahasiswa dapat diidentifikasi melalui :Indeks prestasi/nilai yang rendah
Mahasiswa mendapatkan Indeks Prestasi/nilai yang rendah disebabkan karena mahasiswa memiliki hambatan dalam proses belajar atau mahasiswa jarang mengikuti perkuliahan.
Pindah sekolah atau keluar
Mahasiswa harus pindah kuliah karena kepindahan domisili atau mahasiswa terpaksa meninggalkan bangku kuliah karena ketiadaan biaya/drop out
Tingkat kehadiran yang rendah
Mahasiswa tidak menghadiri perkuliahan karena memiliki kegiatan lain selain kuliah misalnya sambil bekerja atau memang malas mengikuti perkuliahan
Masa studi yang panjang
Mulai bosan dengan perkuliahan karena masa studi yang panjang, ini juga bisa disebabkan karena indeks prestasi/nilai yang rendah
Banyak cuti
Banyaknya kegiatan diluar perkuliahan, penyakit yang diderita, atau masalah dalam keluarga membuat mahasiswa mengambil banyak cuti
Perubahan tingkah laku
Mahasiswa berubah tingkah lakunya karena berbagai hal yang mengganggunya misalnya kematian orang dekat, perceraian orangtua, maupun pernikahan.
II.2. Fakultas Ekonomi
II.2.1. Pengertian Ekonomi
Menurut Meyers (Abdullah, 1992) ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah: pertama, tentang "kebutuhan" ⎯yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas. Kedua, tentang" pemuas kebutuhan" yang memiliki ciri-ciri "terbatas" adanya. L. Meij (Abdullah, 1992) mengemukakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia ke arah kemakmuran. Pendapat tersebut sangat realistis, karena ditinjau dari aspek ekonomi di mana manusia sebagai mahluk ekonomi (Homo Economicus) pada hakekatnya mengarah kepada pencapaian kemakmuran.
II.2.2. Kurikulum Fakultas Ekonomi
Kurikulum Fakultas Ekonomi Medan Area, disusun sesuai dengan SK Mendiknas No. 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 dan No. 43, 44/DIKTI/2006. Kurikulum baru ini mulai diberlakukan tada TA. 2008/2009. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dengan pertimbangan Konsorsium Pendidikan Tinggi di bidang yang bersangkutan menetapkan kurikulum inti masing-masing program studi. Selanjutnya Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area menetapkan kurkulum inti tersebut menjadi Program Studi yang utuh sesuai dengan kondisi dan arah pengembangan serta tujuan. Fakultas Ekonomi UMA menjalankan kurikulum baru yang merupakan hasil evaluasi terhadap kurikulum lama pada lokakarya 5 Pebruari 2008. Kurikulu ini berlaku untuk semua angkatan baik lama maupun baru.
Pada bab IV pasal 7 ayat 3 berbunyi "Kurikulum inti terdiri atas kelompok matakuliah pengembangan kepribadian, kelompok matakuliah yang mencirikan tujuan pendidikan dalam bentuk penciri ilmu pengetahuan dan ketrampilan, keahlian berkarya, sikap berperilaku dalam berkarya. dan cara berkehidupan bermasyarakat, sebagai persyaratan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi". Pasal 8 ayat 1 berbunyi "Kurikulum inti program sarjana dan program diploma terdiri atas: Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK), Kelompok matakuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK), Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB), Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB), Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)".
II.2.3. Kompetensi Lulusan Ekonomi
Menurut Glossary Our Workforce Matters (Sinnott. et.al: 2002), kompetensi adalah karakteristik dari karyawan yang mengkontribusikan kinerja pekerjaan yang berhasil dan pencapaian hasil organisasi. Hal ini mencakup pengetahuan, keahlian dan kemampuan ditambah karakteristik lain seperti nilai, motivasi, inisiatif dan control diri. Kompetensi utama lulusan (Sarjana Ekonomi) adalah penguasaan bidang ilmu manajemen dan bisnis yang bermuara pada kemampuan mereka dalam mengaplikasikan ilmu tersebut  dalam pemecahan masalah di mana pun mereka berkarya. Indikator dari kompetensi utama ini adalah nilai IPK di atas rata-rata (kecerdasan intelektual) sebagai refleksi penguasaan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar nasional/regional dan siap menghadapi dinamika tantangan masa depan. (http://manajemen.fe.unpad.ac.id/tentangkami.php?page=61)
II.3. Fakultas Psikologi
II.3.1. Pengertian Psikologi
Syah (2001), menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya. Sedangkan Dakir (1993), menjelaskan bahwa psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
II.3.2. Kurikulum Fakultas Psikologi
Mulai tahun Akademik 2010/2011, Fakultas Psikologi UMA melaksanakan kurikulum baru yang merupakan hasil evaluasi terhadap kurikulum lama berdasarkan standar dari Kolokium Psikologi Indonesia dan kebutuhan pasar melalui seminar dan Lokakarya yang dilaksanakan pada tanggal 04 d/d 6 Nopember 2009, dan disesuaikan dengan SK Mendiknas No. 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2006 dan SK Mendiknas No. 43&44/Dikti/Kep/2006.
Pada bab IV pasal 7 ayat 3 berbunyi "Kurikulum inti terdiri atas kelompok matakuliah pengembangan kepribadian, kelompok matakuliah yang mencirikan tujuan pendidikan dalam bentuk penciri ilmu pengetahuan dan ketrampilan, keahlian berkarya, sikap berperilaku dalam berkarya. dan cara berkehidupan bermasyarakat, sebagai persyaratan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi". Pasal 8 ayat 1 berbunyi "Kurikulum inti program sarjana dan program diploma terdiri atas: Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK), Kelompok matakuliah keilmuan dan ketrampilan (MKK), Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB), Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB), Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB), Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)".
II.3.3. Kompetensi Lulusan Psikologi
Le Boterf dalam Denise et al (2007) menyatakan : kompetensi merupakan sesuatu yang abstrak; hal ini tidak menunjukkan adanya material dan ketergantungan pada kegiatan kecakapan individu. Jadi kompetensi bukan keadaan tapi lebih pada hasil kegiatan dari pengkombinasiaan sumberdaya personal (pengetahuan, kemampuan, kualitas, pengalaman, kapasitas kognitif, sumberdaya emosional, dan lainnya) dan sumberdaya lingkungan (teknologi, database, buku, jaringan hubungan, dan lainnya).
Ilmuwan Psikologi adalah ahli dalam bidang ilmu psikologi dengan latar belakang pendidikan strata 1 dan/atau strata 2 dan/atau strata 3 dalam bidang psikologi. Ilmuwan psikologi memiliki kewenangan untuk memberikan layanan psikologi yang meliputi bidang-bidang penelitian; pengajaran; supervisi dalam pelatihan; layanan masyarakat; pengembangan kebijakan; intervensi sosial; pengembangan instrumen asesmen psikologi; pengadministrasian asesmen; konseling sederhana;konsultasi organisasi; perancangandan evaluasi program. Ilmuwan Psikologi dibedakan dalam kelompok ilmu murni (sains)dan terapan. Ilmuwan Psikologi memberikan layanan dalambentuk mengajar, melakukan penelitian dan/atau intervensi sosial dalam area sebatas kompetensinya, berdasarkan pendidikan, pelatihan atau pengalaman sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. (http://www.apsifor.com/tentang/kode-etik-psikologi-indonesia/)
II.4. Tes Draw A Person (DAP)
II.4.1. Pengertian Tes Draw A Person (DAP)
DAP atau Draw a Person adalah salah satu jenis tes menggambar. Tes ini mudah diinterpretasikan dan banyak digunakan di berbagai negara karena tidak ada hambatan bahasa, hambatan budaya dan komunikasi antara penguji dan peserta tes. Biasannya, DAP digunakan dalam berbagai tujuan sehingga bersifat universal. Tes Draw a Person menurut Machover (1949), adalah tes pertama yang secara formal memperluas teknik menggambar dari perkembangan kognitif ke dalam interpretasi kepribadian berdasarkan teori tes proyektif.
II.4.2. Sejarah dan PerkembanganTes Draw A Person (DAP)
Tes DAP (Draw A Person) berasal dari Goodenough's draw a man test yang digunakan untuk memprediksi kemampuan kognitif anak yang direfleksikan dari kualitas hasil gambarnya. Asumsinya: akurasi dan detail gambar yang dihasilkan menunjukkan tingkat kematangan kognitif anak. Meskipun digunakan pada anak usia 0-3 tahun hingga 11-15 tahun, namun dari pengalaman penggunaan tes ini diketahui bahwa hasil yang paling akurat adalah untuk anak usia 0-11 tahun.
Tahun 1963, Harris membuat revisi DAM Test dengan menambahkan dua form baru (anak bukan hanya diminta untuk menggambar seorang laki-laki, tetapi juga seorang wanita, dan gambar dirinya sendiri, sistem skoring yang lebih detail, dan standarisasi yang lebih luas. Pada tahun 1988, Naglieri mengembangkan Draw A Person dengan system skoring kuantitatif yang sama mengukur perkembangan kognitif anak usia 5-17 tahun. Kemudian pada tahun 1949, Machover mengembangkan Draw-A-Person (DAP) Test, sebagai teknik untuk mengukur kepribadian. Machover mengembangkan sejumlah hipotesis berdasarkan obeservasi klinis dan penilaian intuitif. Misal, ukuran gambar berkaitan dengan tingkat self-esteem, penempatan gambar dalam kertas merefleksikan suasana hati dan orientasi sosial seseorang.
Pada tahun 1948, Buck mengembangkan House-Tree-Person (HTP) Test, dia berteori bahwa gambar rumah dan pohon yang memiliki makna yang signifikan terhadap diri individu. Kemudian Jolles (1952) mengembangkan HTP dengan 3 versi administrasi yaitu membuat gambar akromatik, menjawab pertanyaan tentang gambar, dan mewarnai (kromatik). Versi Kinesthethic House Tree Person dikembangkan dengan gambar orang sedang melakukan sesuatu (Burns, 1987). Sedangkan Hutton (1994) menggunakan skoring kuantitatif HTP dengan focus pada indikator child abuse diantara anak-anak. Selanjutnya tahun 1951, Hulse mengembangkan Draw-A-Family (DAF) Test untuk melihat gambaran keseluruhan keluarga.
II.4.3. Administrasi Tes Draw A Person (DAP)
Lubis (2014), menyampaikan bahwa persiapan yang perlu dilakukan dalam administrasi tes ini adalah:
Testi duduk senyaman mungkin degan ruang yang cukup lega untuk menggerakkan tangan selama menggambar.
Kertas HVS A4.
Pensil HB yang runcing dan penghapus.
Jika gambar berwarna, disediakan krayon, pensil warna, atau pen warna warni.
Ada beberapa variasi dalam memberikan instruksi dalam tes ini. Ada versi administrasi yang menggambarkan instruksi : "gambarlah orang". Setelah selesai, diberi instruksi : "gambarlah orang dengan jenis kelamin yang berbeda". Untuk versi self, instruksinya adalah "gambarlah diri anda". Sedangkan ada versi lain yang menggunakan instruksi "gambarlah sesuka anda dan sebagus mungkin". Pertanyaan mengenai materi gambar dijawab "terserah anda".
Administrasi yang menggunakan inquiri dapat menanyakan cerita mengenai orang yang digambar. Juga perasaan dan pikiran orang tersebut, apa yang membuat bahagia, sedih, minatnya, dan yang tidak diminati. Selama administrasi, dilakukan observasi terhadap perilaku yang relevan, tingkat percaya diri, kecemasan, playfulness, impulsivitas, konsensius, atau menghapus berulang-ulang.
II.4.4. Skoring Tes Draw A Person (DAP)
Koppitz (1968, dalam Groth-Marnat, 1999) memperluas aspek-aspek perkembangan dan kepribadian dari gambar figur manusia dengan membuat sistem skoring yang obyektif untuk tingkatan perkembangan dan indikator-indikator emosional. Belakangan, Mitchel, Trent dan McArthur (1993, dalam Groth-Marnat, 1999) mengembangkan sistem interpretasi dan skoring untuk orang dewasa sebagai skoring untuk kerusakan kognitif yang disebabkan psikopatologi, disfungsi neuropsikologis atau retardasi mental.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam interpretasi secara umum, antara lain:
The body image hypothesis : bahwa gambar yang dihasilkan adalah merupakan citra tubuh individu sendiri.
The healthy drawing : perlu diperhatikan apakah gambar yang dibuat memenuhi ciri-ciri gambar yang sehat atau sebaliknya mengindikasikan patologi. Gambar yang sehat memberikan kesan desain yang manusiawi, mampu interaksi dengan dunia, tidak ada perasaan palsu, kosong, atau kaku.
Age consideration : gambar yang dihasilkan perlu dilihat usianya dan dibandingkan dengan usia testi. Jika mendekati usia testi sesungguhnya akan memberikan makna yang lebih positif dibandingkan yang sebaliknya.
Dalam melakukan interpretasi DAP, langkah yang dilakukan adalah:
Objective scoring adalah pemberian skor secara obyektif kuantitatif terhadap fungsi-fungsi psikologis diantaranya cognitive maturity, maladjustment and emotional disturbance, impulsiveness, and cognitive impairment.
Overall impression merupakan penilaian terhadap kesan gambar secara umum terhadap kualitas garis, ukuran, proporsi, letak, kebersihan, kesan yang menonjol, yang dapat menggambarkan mood, konsep diri, sikap terhadap tubuh, persepsi pada lawan jenis, dan reseptivitas dalam relasi interpersonal.
Consideration of specific details berarti pemberian skor terhadap detil-detil dari gambar seperti bagian tubuh, hidung, tangan, kepala, hingga pakaian, aksesoris, ataupun aspek lingkungan dari orang yang digambar.
Integration merupakan penilaian terhadap penyatuan dari semua komponen orang yang kemudian membentuk gambar orang apakah tergolong baik, sangat terintegrasi, ataupun kurang baik.
II.5. Kepercayaan Diri
II.5.1. Pengertian Kepercayaan Diri
Menurut Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005), percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.
Menurut Lauster (2002) kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Lauster menggambarkan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri memiliki ciri-ciri tidak mementingkan diri sendiri (toleransi), tidak membutuhkan dorongan orang lain, optimis dan gembira.
II.5.2. Aspek-aspek Kepercayaan Diri
Menurut Lauster (Ghufron, 2010) ada beberapa aspek dari kepercayaan diri sebagai berikut:
Keyakinan akan kemampuan diri, yaitu sikap positif seseorang tentang dirinya bahwa dia bersungguh-sungguh akan apa yang dilakukanya.
Optimis yaitu sikap positif seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri, harapan dan kemauan.
Obyektif yaitu orang yang percaya diri memandang permasalahan atau segala sesuatu sesuai dengan kebenaran semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi atau menurut dirinya sendiri.
4. Bertanggung jawab yaitu seseorang yang bersedia untuk menanggung segala sesuatu yang menjadi konsekuensinya.
5. Rasional dan realistis yaitu analisa tehadap suatu masalah, suatu hal, suatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang diterima oleh akal sesuai dengan kenyataan.
II.5.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepercayaan Diri
Faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada seseorang menurut Hakim (2002) sebagai berikut:
Lingkungan keluarga
Keadaan lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan awal rasa percaya diri pada seseorang. Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang ada pada dirinya dan diwujudkan dalam tingkah laku sehari-hari.
Pendidikan Formal
Sekolah bisa dikatakan sebagai lingkungan kedua bagi anak, dimana sekolah merupakan lingkungan yang paling berperan bagi anak setelah lingkungan keluarga dirumah. Sekolah memberikan ruang pada anak untuk mengekspresikan rasa percaya dirinya terhadap teman-teman sebayanya.
Pendidikan non formal
Salah satu modal utama untuk bisa menjadi seseorang dengan kepribadian yang penuh rasa percaya diri adalah memiliki kelebihan tertentu yang berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Rasa percaya diri akan menjadi lebih mantap jika seseorang memiliki suatu kelebihan yang membuat orang lain merasa kagum. Kemampuan atau keterampilan dalam bidang tertentu bisa didapatkan melalui pendidikan non formal. Secara formal dapat digambarkan bahwa rasa percaya diri merupakan gabungan dari pandangan positif diri sendiri dan rasa aman.
II.5.4. Ciri-ciri Kepercayaan Diri
Menurut Lauster (1978), ciri-ciri orang yang mempunyai kepercayaan diri adalah tidak mementingkan diri sendiri, cukup toleran, cukup berambisi, tidak tergantung pada dukungan orang lain, tidak berlebihan, optimis, mampu bekerja secara efektif, bertanggungjawab atas pekerjaannya dan gembira.
II.6. Perbedaan Kepercayaan Diri Mahasiswa Ekonomi dan Mahasiswa Psikologi
Sesuai dengan kurikulum di atas, MPK pada Fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi sama yaitu mempelajari tentang ilmu-ilmu untuk pengembangan kepribadian seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Akan tetapi pada MKK, MKB, MPB, MPP materi pembelajaran sangatlah berbeda. Pada Fakultas Ekonomi dipelajari ilmu-ilmu tentang bagaimana masyarakat mengalokasikan berbagai sumber daya (alam, manusia, modal, energi, lingkungan dan teknologi) yang jumlahnya terbatas untuk mencapai kemakmuran. Sedangkan pada Fakultas Psikologi banyak dipelajari ilmu-ilmu tentang proses mental, seperti emosi, memori, personaliti, dan perilaku manusia. Bagaimana perilaku dapat terbentuk, bagaimana dapat menjadi sesosok manusia yang seperti sekarang, mengapa manusia memberikan respon yang berbeda pada situasi sama, dan masih banyak lagi.
Menurut Grinder (1978) sedikitnya ada tiga faktor yang berpengaruh dalam proses pembentukan kepercayaan diri, yaitu interaksi di dalam keluarga, lingkungan belajar (utamanya bidang keilmuan yang dipelajari) dan masyarakat. Di antara ketiga faktor tersebut faktor lingkungan belajar mempunyai peran yang lebih berpengaruh (Afiatin dan Andayani,1997). Mahasiswa Ekonomi mempelajari ilmu-ilmu tentang bagaimana masyarakat mengalokasikan berbagai sumber daya (alam, manusia, modal, energi, lingkungan dan teknologi) yang jumlahnya terbatas untuk mencapai kemakmuran, sedangkan mahasiswa Psikologi banyak mempelajari ilmu-ilmu tentang proses mental, seperti emosi, memori, personaliti, dan perilaku manusia, maka diasumsikan bahwa mahasiswa Psikologi memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa Ekonomi. Untuk membuktikannya maka dilakukan penelitian melalui tes DAP.
II.7. Kerangka Konseptual
48280343256Tes Draw A Person (DAP)
Mahasiswa Psikologi
Mahasiswa Ekonomi
Kepercayaan Diri
Kepercayaan Diri
0Tes Draw A Person (DAP)
Mahasiswa Psikologi
Mahasiswa Ekonomi
Kepercayaan Diri
Kepercayaan Diri

144390276911289681876911
II.8. Hipotesis
Berdasarkan kerangka konseptual diatas maka hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan kepercayaan diri antara mahasiswa ekonomi dengan mahasiswa psikologi.
BAB III
METODE PENELITIAN
III.1. Identifikasi Variabel
Variabel merupakan sesuatu yang menjadi objek penelitian. Variabel-variabel penelitian yang akan diteliti dapat dklasifikasikan sebagai berikut :Variabel bebas ( Indenpendent variabel ) disimbolkan dengan (X)
Dalam penelitian ini yang merupakan variabel (X) yaitu jurusan pendidikan
Variabel tak bebas ( dependent variabel ) disimbolkan dengan (Y)
Dalam penelitian ini yang merupakan variabel (Y) yaitu kepercayaan diri mahasiswa.
III.2. Definisi Operasional
Untuk menghindari salah pengertian dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah, sehingga terdapat keseragaman landasan berpikir antara peneliti dengan pembaca. Sesuai dengan judul yang ada, maka pengertian dari masing-masing bagiannya adalah sebagai berikut :
Jurusan Pendidikan adalah bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi. Data mengenai jurusan pendidikan diungkap melalui kolom identitas pada lembar kontrol subjek yang dinyatakan dengan "Jurusan ekonomi" dan "Jurusan psikologi".
Kepercayaan Diri, secara definitif menjelaskan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan akan kemampuan diri sendiri secara adekuat dan menyadari kemampuan-kemampuan yang dimiliki serta dapat memanfaatkannya secara tepat. Data mengenai kepercayaan diri diungkap melalui aspek-aspek skoring dari gambar DAP (Draw A Person) yang dibuat oleh subjek.
III.3. Subjek Penelitian (Populasi dan Sampel)
III.3.1. Populasi
Populasi ialah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga (Singarimbun, 1989). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa ekonomi dan mahasiswa psikologi dari Universitas Medan Area. Setiap tahunnya mahasiswa yang diterima di fakultas Ekonomi Universitas Medan Area berjumlah lebih kurang 500 orang dan mahasiswa fakultas Psikologi dari Universitas Medan Area kurang lebih berjumlah 400 orang.
III.3.2. Tehnik Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi terlalu besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi maka sampel harus diambil dari populasi yang harus bersifat mewakili (representative) (Sugiyono, 2012). Besarnya anggota sampel maka harus dihitung berdasarkan tehnik-tehnik tertentu agar kesimpulan yang berlaku untuk populasi dapat dipertanggungjawabkan. Maka, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah simple random sampling.
Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling (sampel acak sederhana) adalah cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut. Hal ini dilakukan apabila anggota populasi dianggap sejenis atau disebut dengan homogen (Bungin, 2010). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang, dengan rincian 15 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area dan 15 orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Penelitian ini membatasi wilayah penelitian karena sampel yang diperlukan dapat mencakupi populasi yang ada dan dapat memudahkan peneliti untuk mendapatkan sampel yang mewakili penelitian. Pembatasan wilayah populasi penelitian ini juga bertujuan untuk memperlancar dan memudahkan pelaksanaan penelitian.
III.4. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah suatu alat ukur yang digunakan di dalam penelitian. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melihat gambar dari obyek dengan menggunakan kertas HVS dan pensil HB, tanpa menggunakan penghapus. Pedoman skoring dalam penelitian ini menggunakan 4 aspek, yaitu :
Aspek Ukuran meliputi: Besar = 2, Sedang = 1, Kecil = 0
Aspek Kualitas Garis meliputi: Tebal = 1, Tipis = 0, Mulus = 1, Berulang = 0, Searah = 1, Putus-putus = 0. Kemudian dari 3 kelompok diatas dijumlah dan dimasukkan kedalam tabulasi.
Aspek Bentuk meliputi: Muka bagus = 1, muka tidak bagus = 0, Tangan didepan/disamping = 1, Tangan dibelakang = 0, Kaki proporsional = 1, Kaki tidak proporsional = 0. Bahu lebar/besar = 1, bahu sempit/kecil = 0. Garis lengan langsung = 1, terputus = 0. Kemudian dari 5 kelompok di atas dijumlah dan dimasukkan ke dalam tabulasi.
Aspek Gabungan meliputi: ukuran, kualitas garis, bentuk. Dimana skor ukuran, total skor kualitas garis, dan total skor bentuk dijumlahkan. Setelah itu dimasukkan ke dalam tabulasi data.
III.5. Prosedur Penelitian
Dalam penelitian, ada beberapa prosedur atau langkah-langkah yang harus kita lalui yang diantaranya adalah Persiapan Penelitian dan Pelaksanaan Penelitian.
Adapun langkah-langkah atau persiapan penelitian :Memilih Masalah.
Memilih masalah membutuhkan kepekaan karena ada masalah yang dapat segera diatasi dan ada yang tidak yang artinya memerlukan penelitian untuk memecahkan masalah tersebut.
Studi Pendahuluan atau Observasi awal.
Studi disini dimaksudkan untuk mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar masalahnya lebih jelas kedudukannya sehingga kita mudah untuk merumuskan rancangan penelitian yang sesuai dengan masalah tersebut.
Merumuskan Masalah.
Agar penelitian dapat terlaksana dengan baik, maka dibutuhkan perumusan masalah, sehingga jelas dari mana harus memulai, kemana harus pergi dan dengan apa.
Merumuskan anggapan dasar atau Hipotesis.
Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti sebagai tempat berpijak. Sedangkan Hipotesis adalah kebenaran sementara yang diyakini dan ditentukan oleh peneliti yang masih harus dibuktikan, dites atau diuji kebenarannya.
Memilih pendekatan
Menentukan variabel dan sumber data
Mengumpulkan data
Analisis Data
Penarikan kesimpulan dan Saran.
III.6. Teknik Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah t-test (pengolahan data uji beda). Cara pengolahan data dibantu dengan menggunakan program EXCEL for windows. Rumus t-test adalah :thit= X1 - X2S1 2n1+ S2 2n2
BAB IV
PELAKSANAAN, ANALISIS DATA, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini akan diuraikan mengenai segala hal yang berhubungan dengan penelitian, dimulai dari orientasi kancah penelitian dan segala persiapan yang dilakukan, pelaksanaan penelitian, hasil penelitian dan pembahasan.
IV.1. Orientasi Kancah dan Pelaksanaan Penelitian
IV.1.1. Orientasi Kancah Penelitian
Sebelum melakukan pengumpulan data, peneliti perlu memahami tempat pengumpulan data serta mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kelancaran jalannya pegumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan pada Mahasiswa Ekonomi dan Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area. Kampus yang menjadi tempat sasaran penelitian ini dilakukan di Kampus II, yang terletak di Jalan Setia Budi No. 79B Medan dan dilaksanakan pada Mahasiswa Ekonomi dan Mahasiswa Psikologi.
IV.1.1.1. Sejarah Universitas Medan Area
Universitas Medan Area sendiri merupakan perguruan tinggi swasta di Medan, Indonesia, yang didirikan oleh Haji Agus Salim Siregar pada tahun 1983 dan sebagai sesuatu wujud penjabaran UUD 1945 yaitu turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa serta merupakan wadah penampungan aspirasi dan hasrat masyarakat yang terus berkembang untuk menikmati pendidikan tinggi. Nama Universitas Medan Area diambil sebagai penghargaan atas perjuangan mempertahankan kemerdekaan oleh pejuang-pejuang 1945 di sekitar kota Medan yang lebih dikenal dengan nama "Pejuang-Pejuang Medan Area". Pada tahun 1983-1984 adalah sebagai tahun akademik pertama dimulainya Universitas Medan Area yang telah memiliki lima Fakultas yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Masing-masing Fakultas semuanya berstatus izin operasional, menyelenggarakan program pendidikan Strata 1 (S1). Dalam waktu yang relatif singkat sekitar pertengahan 1984 semua Fakultas telah memperoleh status terdaftar. Pengakuan dan kepercayaan pemerintah ini tertuang dalam surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 054/0/1984 tanggal 6 Maret 1984. Pada tahun akademik 1985/1986, Universitas Medan Area membuka Fakultas baru yaitu Fakultas Psikologi. Fakultas ini merupakan satu-satunya Fakultas Psikologi di luar pulau Jawa. Pada tahun akademik pertamanya Fakultas ini menampung 204 orang mahasiswa. Pada tahun akademik 1988/1989 Universitas Medan Area kembali membuka satu Fakultas baru, yaitu Fakultas Biologi. Fakultas ini juga merupakan satu-satunya Fakultas Biologi di luar pulau Jawa. Sampai saat ini Universitas Medan Area telah memiliki tujuh Fakultas dengan 16 program studi untuk Strata 1 (S1) dan 4 program studi untuk Strata 2 (S2). Ketujuh Fakultas tersebut yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi serta Fakultas Biologi telah memiliki status TERAKREDITASI untuk semua program studi yang diselenggarakannya dengan grade rata-rata "B". Pada tahun 2000, Universitas Medan Area, membuka program Pascasarjana dengan Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) dan saat ini telah terakreditasi "B" dengan SK BAN PT Depdiknas No. 024/BAN-PT/Ak-V/S2/XII/2007 tanggal 14 Desember 2007. Tahun 2003, Program Pascasarjana UMA membuka 2 Program Studi lagi yaitu Magister Manajemen Agribisnis (MMA) dan Magister Hukum Bisnis (MHB), dan pada tahun 2008 dibuka pula Program Studi Magister Psikologi (MPsi).
IV.1.1.2. Lokasi Universitas Medan Area
Kampus Universitas Medan Area terletak pada dua lokasi, dengan sebutan Kampus I dan Kampus II. Adapun lokasi kampus sebagai berikut:
Kampus I disebut Kampus Utama yang beralamat di Jalan Kolam No. 1, Medan Estate, Medan. Fakultas-Fakultas yang terdapat pada Kampus I adalah Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Biologi. Di Kampus I tersedia berbagai fasilitas antara lain Masjid Taqwa, Kantin, Kebun Percobaan, Pusat Komputer, Laboratorium-Laboratorium, Perpustakaan Universitas dan Perpustakaan Fakultas, Perkantoran Rektorat, Lapangan Olah Raga seperti Sepak bola, Volly, Basket dan lain-lain.
Kampus II berada di Jalan Setia Budi No. 79B Medan. Fakultas-Fakultas yang terdapat pada Kampus II selain 6 Fakultas regular ditambah dengan Fakultas Ekonomi serta dilaksanakan juga perkuliahan untuk mahasiswa pada jenjang Strata 2 (S2). Saat ini telah dilaksanakan perkuliahan untuk Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP), Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Magister Hukum Bisnis (MHB), dan Magister Psikologi (MPsi) yang dilaksanakan pada pagi dan malam hari.
IV.1.1.3. Pimpinan Universitas Medan Area
Rektor:
Prof.Dr.H.A.Ya'kub Matondang, MA
Wakil Rektor Bidang Akademik :Drs. Heri Kusmanto, MA.
Wakil Rektor Bidang Adm.& Keuangan :
Ir. Hj. Siti Mardiana, Msi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan :Ir. Zulhery Noer, MP.
Program Pascasarjana (PPs)
Direktur: Prof. Dr.Ir.Hj. Retna Astuti K,MS.
Fakultas :Dekan Fakultas Teknik :
Ir. Hj. Haniza, MT
Dekan Fakultas Pertanian :
Ir. H. Rizal Aziz, MP
Dekan Fakultas Ekonomi :
Prof. Dr. H. Sya'ad Afifuddin, SE,MEc.
Dekan Fakultas Hukum :
Prof. H.Syamsu Arifin, SH, MH.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik :
Drs. H.Irwan Nasution, SPd, MAP.
Dekan Fakultas Psikologi :
Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd.
Dekan Fakultas Biologi :
Dra. Sartini, M.Sc.
IV.1.1.4. Visi, Misi, Dan Tujuan Universitas Medan Area
Visi
Universitas Medan Area mempunyai visi pada tahun 2015 menjadi Universitas yang mampu menghasilkan sumber daya manusia inovatif dan berakhlak. Visi ini berorientasi kedepan yang lebih baikyaitu berupaya menyiapkan kemampuan alumni berdasarkan perkembangan IPTEK,dunia, usaha, industri secara nasional maupun internasional dengan kompetensi yang tinggi untuk memenuhi standar kualitas keuggulan yang disosialisasikan dengan baik kepada seluruh kalangan civitas akademik serta berakhlak.
Misi
Untuk mewujudkan visi diatas maka ditetapkan misi sebagai berikut :Penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis kompetensi guna menghasilkan sumberdaya manusia mandiri yang berkualitas, berkemampuan menemukan, mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara bermartabat.
Menyelenggarakan kegiatan penelitian untuk kepentingan pengembangan IPTEK dan kebutuhan uaha dan industry serta perkembangan masyarakat dengan mengindahkan nilai kemanusiaan.
Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai upaya untuk mengetahui secara konkrit realitas problematika masyarakat dan untuk menerapkan hasil-hasil kemajuan agar berguna bagi masyarakat.
Pengembangan kegiatan kemahasiswaan dan kealunian guna meningkatkan kesempatan pengembangan pribadi, kreativasi, kerjasama, dan budaya ilmiah mahasiswa, dan meningkatkan mutu, volume serta jenis kegiatan serta komunikasi.
Pengembangan kelembagaan dengan manajemen modern yang berorientasi pada mutu, professionalisme dan keterbukaan serta mampu bersaing di tingkat nasional, regional dan internasional.
Tujuan
Berpedoman pada tujuan pendidikan nasional, kaidah moral, etika, ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat dan memperthatiakn minat kemampuan atau prakarsa pribadi serta menutamakan rasa kekeluargaan maka tujuan pendiri Universitas Medan Area adalah:
Mengembangkan pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan yang profesional dan berakhlak mulia yang sikap serta perbuatannya merupakan pengamalan, pengahayatan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Menciptakan dunia kampus sebagai Center of Knowledge yang berwawasan lingkungan melalui pengenbangan ilmua pengetahuan, teknologi dan seni.
Berupaya terus untuk mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan,teknologi dan atau kesenian serta bertangguang jawab terhadap pengguannya demi kepentingan nusa dan bangsa serta kemanusiaan.
Mengembangkan penelitian dan inovasi teknologi guna memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan (sustainable) guna kepentingan bangsa serta manusia.
Mengembangkan fasilitas sarana dan prasaran pendidikan dan penunjangnya serta teknologi informasi yang berkualitas.
Mengembangakan kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan kemajuan UMA.
IV.1.1.5. Fasilitas
Fasilitas yang dimiliki Universitas Medan Area adalah :Beasiswa
WIFI UMA (HOT SPOT) & Warnet Kampus
Asuransi
Sarana Olahraga
Asrama Mahasiswa
Pusat Pelayanan Kesehatan (PPK)
Biro Bimbingan & Konseling Psikologi
Biro Bantuan Hukum
Laboratorium/Workshop & Lahan Kebun Percobaan Kampus
Kantin
Bookstore
Kantor Pos & Giro
Transportasi Angkutan Umum Kampus
Mesjid Taqwa & Gedung Islamic Center
Taman Hutan Raya Kampus (TAHURA)
Ruang Serba Guna Mahasiswa
Lokasi Parkir Kampus
IV.1.1.6. Fakultas Ekonomi
Program pendidikan Sarjana Ekonomi diarahkan untuk mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, mampu berdiri sendiri dan peka terhadap perubahan sosial dan tehnologi. Fakultas Ekonomi terbagi menjadi dua Program Studi, yaitu Program Studi Akuntansi dan Program Studi Menejemen. Sesuai SK BAN-PT No. 001/BSN-PT/Ak-VIII/S1/I/2005, Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen pada Fakultas Ekonomi telah terakreditasi dengan peringkat "B".
Unsur pimpinan Fakultas dan Program Studi adalah sebagai berikut :Dekan :Prof. Dr. H. Sya'ad Afifuddin, SE.MEc.
Wakil Dekan Bidang Akademik :Hery Syahrial, SE., MSi.
Wakil Dekan Bidang Adm. & Keuangan :Prof. Dr. H. Sya'ad Afifuddin, SE.MEc.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan :Drs. Muslim Wijaya, MSi.
Ketua Program Studi Akuntansi :Linda Lores, SE., MSi.
Sekretaris Program Study Akuntansi :Firman Syarief, SE., MSi.
Ketua Program Studi Menejemen :Ihsan Effendi, SE., MSi.
Sekretaris Program Studi Menejemen :Dra. Isnaniah Laili K. S. M. MA
Saat ini Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area memiliki 63 dosen dan jumlah mahasiswa ekonomi kampus II adalah 700 mahasiswa. Jumlah beban sks yang harus diambil mahasiswa Program Studi Akuntansi adalah 146 sks dan 18 sks M. K. Konsentrasi. Untuk mahasiswa Program Studi Manajemen adalah 146 sks dan 24 sks M. K. Konsentrasi.
IV.1.1.7. Fakultas Psikologi
Pada hakekatnya program pendidikan Psikologi merupakan pendidikan sarjana (strata satu) dengan masa studi 4 sampai 5 tahun (8 sampai 9 semester) atau sampai pada penyelesaian karya ilmiah berupa skripsi. Kurikulum pada program pendidikan psikologi berlaku system kurikulum nasional, local dan hasil kolokium Fakultas Psikologi se Indonesia yang berjumlah 147 sampai 155 SKS. Fakultas Pada Fakultas Psikologi Umiversitas Medan Area memiliki orientasi minat khusus yang terdapat dalam 3 (tiga) konsentrasi bagian yaitu :Bagian Psikologi Industrindan Organisasi
Bagian Psikologi Perkembangan
Bagian Psikologi Pendidikan
Unsur pimpinan Fakultas dan Program Studi adalah sebagai berikut :
Dekan :Dra. Irna Minauli, M.Si.
Wakil Dekan Bidang Akademik :Zuhdi Budiman, S. Psi.
Wakil Dekan Bidang Adm. & Keuangan :Dra. Irna Minauli, M.Si.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan :Annawati Dewi Purba, S.Psi.MSi.
Kabag. Psikologi Pendidikan :Nini Sri Wahyuni, S.Psi, M.Pd.
Kabag. Psikologi Perkembangan :Afisah Wardah Lubis, S.Psi, M.Psi.
Kabag. Psikologi Industri dan Organisasi :Rahmi Lubis, S.Psi. M.Psi.
Kepala Laboratorium Psikologi :Erlina Sari Siregar, S.Psi.
Kepala Biro Klinik Psikologi :Erlina Sari Siregar, S.Psi.
Fakultas Psikologi Universitas Medan Area telah terakreditasi dengan Peringkat "B" sesuai dengan SK BAN-PT DEPDIKBUD RI No. 003/BAN-PT/AK-V/S1/IV/2002 tertanggal 4 April 2002. Jumlah dosen pada fakultas Psikologi kampus II adalah 55 orang dan 300 mahasiswa. Jumlah beban SKS sebanyak 147 s/d 155 SKS. Beban SKS M.K Wajib adalah 139 SKS dan Beban sks M.K Pilihan berjumlah 16 SKS. Mahasiswa Wajib Mengambil Mata Kuliah Pilihan minimum 8 SKS
IV.1.2. Pelaksanaan Penelitian
Seperti yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, penelitian ini mempersiapkan alat ukur berupa kertas HVS dan pensil HB, ijin secara lisan dari sample yang mengikuti tes.
Tes untuk mahasiswa fakultas Ekonomi dilakukan pada hari Jum'at tanggal 2 Mei 2014 di ruang RC. II5 kampus 2 Universitas Medan Area, pada pukul 18.30 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB. Setelah diberikan instruksi testee mulai menggambar. Tes berlangsung aman dan tertib. Setiap testee mengerti akan intruksi yang diberikan oleh tester tanpa banyak bertanya.
Tes untuk mahasiswa fakultas psikologi dilakukan pada hari Rabu tanggal 30 April 2014 di ruang RB. III7 kampus 2 Universitas Medan Area, pada pukul 18.30 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB. Setelah diberikan instruksi testee mulai menggambar. Tes pada mahasiswa Psikologi inipun berlangsung aman dan tertib. Setiap testee mengerti akan intruksi yang diberikan oleh tester tanpa banyak bertanya.
IV.2. Hasil penelitian
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis uji beda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri mahasiswa. Dalam penelitian ini dipilih dua fakultas di UMA untuk dijadikan sampel yaitu fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari tes draw a person (DAP). Data kuantitatif yang disajikan berupa item-item yang diperoleh dari hasil gambar 15 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan 15 mahasiswa Fakultas Psikologi.
Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis sehingga dapat memudahkan peneliti untuk mengambil kesimpulan. Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan bantuan program Excel for windows.
Hasil tes DAP untuk menilai tingkat kepercayaan diri dua kelompok mahasiswa dalam penelitian ini dilihat dari aspek ukuran tidak berbeda nyata. Berdasarkan analisis statistik diperolehi P= 0,33 (P > 0,05), hasil analisis t-test terlampir di lampiran 5.
Tes DAP untuk melihat tingkat kepercayaan diri mahasiswa berdasarkan aspek kualitas garis terhadap kedua objek penelitian juga tidak menunjukkan perbedaan nyata. Dibuktikan dengan P= 0,3 lebih besar dari 0,05, hasil analisis t-test terlampir di lampiran 6.
Hasil tes DAP untuk menilai tingkat kepercayaan diri dua kelompok mahasiswa dalam penelitian ini dilihat dari aspek bentuk tidak berbeda nyata. Analisis statistik menunjukkan P > 0,05 (P = 0,08), hasil analisis t-test terlampir di lampiran 7.
IV.3. Pembahasan
Berdasarkan perhitungan data uji beda, diketahui bahwa tidak adanya perbedaan profil tes Draw A Person (DAP) pada kepercayaan diri mahasiswa Ekonomi dengan mahasiswa Psikologi dilihat dari aspek gabungan (ukuran, kualitas garis, bentuk). Hasil ini dibuktikan dengan P > 0,05 (P = 0,06), hasil analisis t-test terlampir di lampiran 8. Hipotesis dalam penelitian ini ditolak, karena P > artinya perbedaan bidang ilmu Ekonomi dan Psikologi tidak mempengaruhi tingkat kepercayaan diri mahasiswa.
Hasil penelitian diatas sejalan dengan Sumiati (2010) yang mengatakan bahwa dengan penerimaan teman sebaya yang tinggi akan membuat mahasiswa menjadi lebih percaya diri, seseorang yang memiliki banyak teman akan mendapat dukungan teman sebaya yang tinggi juga. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki teman akan merasa kesepian, kurang bersemangat serta akan merasa kurangnya tempat untuk berbagi. Hal ini sesuai dengan salah satu karakteristik dari mahasiswa yang tergolong remaja, bahwa remaja akan cenderung membentuk kelompok agar mereka dapat mendapatkan dukungan (Hurlock, Edisi kelima). Tidak adanya perbedaan kepercayaan diri pada mahasiswa ekonomi dan psikologi disebabkan bahwa setiap remaja baik jurusan apapun akan membentuk kelompoknya sendiri sehingga membuat mereka percaya diri.
Penelitian ini berlangsung di Universitas Medan Area yang pada dasarnya setiap mahasiswa pada jurusan Ekonomi dan Psikologi akan membentuk kelompok karena mempelajari bidang ilmu yang sama. Kelompok yang mereka bentuk akan membantu mereka untuk mendapat dukungan satu sama lain, dukungan yang mereka dapat dari teman atau lingkungan mereka menumbuhkan sikap percaya diri.
Ada beberapa kelemahan dalam penelitian ini yang kemungkinan disebabkan oleh jumlah sampel yang terlalu sedikit, kekurang mampuan peneliti dalam skoring, alat ukur yang tidak maksimal dalam melihat perbedaan kepercayaan diri.
BAB V
KESIMPULAN & SARAN
V.1. KESIMPULAN
Berdasarkan perhitungan data uji beda, diketahui bahwa tidak adanya perbedaan profil tes Draw A Person (DAP) pada kepercayaan diri mahasiswa Ekonomi dengan mahasiswa Psikologi dilihat dari aspek gabungan (ukuran, kualitas garis, bentuk). Hasil ini dibuktikan dengan P >0,05 (P = 0,06).
V.2. SARAN
Saran untuk Mahasiswa Psikologi dan Ekonomi
Agar mahasiswa saling memberi dukungan kepada teman-temannya, sehingga dapat membentuk dan meningkatkan rasa percaya diri.
Saran untuk peneliti selanjutnya
Melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak, agar dapat melihat perbandingan setiap individu.
Peneliti meningkatkan kemampuan skoringnya.
Diharapkan pada peneliti selanjutnya, meneliti kepercayaan diri dengan menggunakan alat tes grafis lainnya seperti HTP, BAUM, dan wartegg.
Daftar Pustaka
Anastasi, Anne, 2007, Tes Psikologi, Jakarta: PT Indeks
Buku Pedoman Mahasiswa. 2010, Universitas Medan Area
Bungin, H.,M., Burhan. 2011. Metedologi Penelitian Kuantitatif, Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial lainnya. Jakarta:Kencana. Ed.2 Cet 6.
Hakim, Thursan. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta: Puspa Swara.
Hurlock, Elizabeth. 2008. Psikologi Perkembangan. Jakarta:ErlanggaLubis, Rahmi. 2014. Diktat Mata Kuliah Teknik Proyektif. Medan:Fakultas Psikologi UMA
Sarifah. 2001. Grafis (HTP, DAM, BAUM). Universitas Medan Area
Hidayat, Dede Rahmat. 2011. Permasalahan Mahasiswa. Disampaikan pada Pelatihan Penasehat Akademik Kopertis Wilayah III 1-3 April Tahun 2011. http://www.kopertis3.or.id/ html/wp-content/uploads/2011/04/permasalahan-mahasiswa-untuk-kopertis-wilayah-iii.pdf. (Di akses tanggal 20 April 2014 Pukul 22.05 WIB).
Hidayat, Ziaulhaq. 2011. Tugas dan tanggung jawab mahasiswa. Disampaikan dalam diskusi "Membangun Karakter Politik Yang Santun dan Bermartabat" di Fakultas Syariah IAIN SU tanggal 19 September 2011. http://www.academia.edu/1177553/ Tugas_dan_Tanggung_Jawab_Mahasiswa. (Di akses tanggal 19 April 2014 Pukul 21.17 WIB).
http://www.ui.ac.id/download/.../Prof_Dr_Sarlito_Wirawan_Sarwono.pdf. (Di akses tanggal 29 Maret 2014 pukul 16.10 WIB).
https://www.newworldencyclopedia.org/entry/J._P._Guilford. (Di akses tanggal 29 Maret 2014 pukul 16. 20 WIB).
setiyo.blogspot.com/.../pengaruh-pelatihan-kepercayaan-diri_22.html. (Di akses tanggal 05 April Pukul 2014 Pukul 15.40 WIB).
(http://manajemen.fe.unpad.ac.id/tentangkami.php?page=61). (Di akses tanggal 05 April 2014 Pukul 16.09 WIB).
http://dens78.blogspot.com/2012_05_01_archive.html. (Di akses tanggal 12 April 2014 Pukul 15.30 WIB).
http://arsip.uii.ac.id/files//2012/08/UII-BAB-II-269.docx. (Di akses tanggal 12 April 2014 Pukul 15.57 WIB).
http://agusbwaceh.blogspot.com/2009/02/metodologi-penelitian-survai.html. (Di akses tanggal 26 April 2014 Pukul 21.30 WIB).
http://library.um.ac.id/.../penilaian-hasil-proses-belajar-mengajar-nana-sudjana-21046.html. (Di akses tanggal 26 April 2014 Pukul 21.42 WIB).
http://bambang-rustanto.blogspot.com/2013/08/konsep-kepercayaan-diri.html. (Di akses tanggal 27 April 2014 Pukul 09.15 WIB).
http://setiabudi.ac.id/jurnalpsikologi/images/files/jurnal%202%283%29.pdf. (Di akses tanggal 27 Mei 2014 Pukul 09.38 WIB).
http://www.slideshare.net/zhoji87/financial-literacy-mahasiswa-fakultas-ekonomi. (Di akses tanggal 27 April Pukul 11.10 WIB).
http://baehaqiarif.files.wordpress.com/2009/12/ilmu-ekonomi.pdfhttp://baehaqiarif.files.wordpress.com/2009/12/ilmu-ekonomi.pdf. (Di akses tanggal 10 Mei 2014 Pukul 15.25 WIB).
http://arsip.uii.ac.id/files//2012/08/05.2-bab-246.pdf. (Di akses tanggal 10 Mei 2014 Pukul 15.42 WIB).
http://www.dikti.go.id/files/atur/Kepmen232-U-2000PenyusunanKurikulum.pdf. (Di akses tanggal 24 Mei 2014 Pukul 14.13 WIB).
http://journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/viewFile/568/424. (Di akses tanggal 11 Juni 2014 Pukul 23.45 WIB).
L A M P I R A N
Lampiran 1. Data scoring DAP berdasarkan ukuran gambar
No. Partisipan Ukuran gambar
EKO PSI
1 1 1
2 1 2
3 0 0
4 1 0
5 1 0
6 1 0
7 0 0
8 1 2
9 0 2
10 2 1
11 1 2
12 1 2
13 2 2
14 2 2
15 2 2
Lampiran 2. Data scoring DAP berdasarkan kualitas garis
No. Partisipan Kualitas garis
Ketebalan Kemulusan Kesatuan garis Total
EKO PSI EKO PSI EKO PSI EKO PSI
1 0 1 0 0 0 0 0 1
2 1 1 0 0 0 0 1 1
3 1 1 0 0 0 0 1 1
4 1 1 1 1 1 1 3 3
5 1 1 1 0 1 0 3 1
6 1 1 1 1 1 1 3 3
7 0 0 0 1 1 1 1 2
8 1 0 0 1 0 1 1 2
9 1 0 0 0 1 0 2 0
10 1 1 0 1 0 1 1 3
11 0 1 1 0 1 0 2 1
12 1 1 0 0 0 0 1 1
13 1 0 0 1 0 1 1 2
14 0 0 0 1 0 1 0 2
15 0 0 0 0 0 0 0 0
Lampiran 3. Data scoring DAP berdasarkan bentuk
No. Partisipan Bentuk
Bentuk muka Posisi tangan Ukuran bahu Garis lengan Ukuran kaki Total
EKO PSI EKO PSI EKO PSI EKO PSI EKO PSI EKO PSI
1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 4 3
2 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 4 3
3 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 3 1
4 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 3
5 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 3 3
6 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 5
7 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 2 4
8 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 3 3
9 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 3 3
10 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4
11 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 3 3
12 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 3 3
13 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 3 3
14 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 2 5
15 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 4 3
Lampiran 4. Data scoring DAP berdasarkan gabungan ukuran gambar, bentuk, dan kualitas garis
No. Partisipan GABUNGAN SEMUA ASPEK
EKO PSI
1 5 5
2 6 6
3 4 2
4 7 6
5 7 4
6 5 8
7 3 6
8 5 7
9 5 5
10 3 8
11 6 6
12 5 6
13 6 7
14 4 9
15 6 5
Lampiran 5. Hasil analisis t-test berdasarkan ukuran gambar
F-Test Two-Sample for Variances   EKO PSI Mean 1.0666667 1.2 Variance 0.4952381 0.88571 Observations 15 15 df 14 14 F 0.5591398 P(F<=f) one-tail 0.1443138 F Critical one-tail 0.4026209   t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances   EKO PSI
Mean 1.066666667 1.2
Variance 0.495238095 0.885714286
Observations 15 15
Pooled Variance 0.69047619 Hypothesized Mean Difference 0 df 28 t Stat -0.439435374 P(T<=t) one-tail 0.33 t Critical one-tail 1.701130934 P(T<=t) two-tail 0.663719021 t Critical two-tail 2.048407142  
Lampiran 6. Hasil analisis t-test berdasarkan kualitas garis
F-Test Two-Sample for Variances   EKO PSI Mean 1.33333333 1.533333333 Variance 1.0952381 0.980952381 Observations 15 15 df 14 14 F 1.11650485 P(F<=f) one-tail 0.41977268 F Critical one-tail 2.48372574   t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
  EKO PSI
Mean 1.33333333 1.533333
Variance 1.0952381 0.980952
Observations 15 15
Pooled Variance 1.03809524 Hypothesized Mean Difference 0 Df 28 t Stat -0.5375787 P(T<=t) one-tail 0.30 t Critical one-tail 1.70113093 P(T<=t) two-tail 0.59511514 t Critical two-tail 2.04840714  
Lampiran 7. Hasil analisis t-test berdasarkan bentuk
F-Test Two-Sample for Variances   EKO PSI Mean 2.733333333 3.266666667 Variance 1.20952381 0.923809524 Observations 15 15 Df 14 14 F 1.309278351 P(F<=f) one-tail 0.310477948 F Critical one-tail 2.483725741   t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances
  EKO PSI
Mean 2.733333333 3.26666667
Variance 1.20952381 0.92380952
Observations 15 15
Pooled Variance 1.066666667 Hypothesized Mean Difference 0 df 28 t Stat -1.414213562 P(T<=t) one-tail 0.08 t Critical one-tail 1.701130934 P(T<=t) two-tail 0.168323036 t Critical two-tail 2.048407142  
Lampiran 8. Hasil analisis t-test berdasarkan gabungan ukuran, bentuk, dan kualitas garis
F-Test Two-Sample for Variances   EKO PSI Mean 5.133333333 6 Variance 1.552380952 3 Observations 15 15 df 14 14 F 0.517460317 P(F<=f) one-tail 0.115020022 F Critical one-tail 0.402620943   t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances   EKO PSI
Mean 5.133333333 6
Variance 1.552380952 3
Observations 15 15
Pooled Variance 2.276190476 Hypothesized Mean Difference 0 df 28 t Stat -1.573180027 P(T<=t) one-tail 0.06 t Critical one-tail 1.701130934 P(T<=t) two-tail 0.12691015 t Critical two-tail 2.048407142  


Download penelitian psikologi proyeksi menggunakan tes DAP .docx

Download Now



Terimakasih telah membaca penelitian psikologi proyeksi menggunakan tes DAP . Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon