September 09, 2016

Makalah Akuntansi Sektor Publik Organisasi non laba


Judul: Makalah Akuntansi Sektor Publik Organisasi non laba
Penulis: Afifah Sugiarto


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Akuntansi memiliki beberapa definisi yang dapat kita ketahui. Yang pertama yaitu menurut Kieso, akuntansi didefinisikan yaitu akuntansi bisa didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting dari akuntansi: (1) pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian informasi keuangan tentang (2) entitas ekonomi kepada (3) pemakai yang berkepentingan. Karakteristik-karakteristik ini telah dipakai untuk menjelaskan akuntansi selama beratus-ratus tahun. Yang kedua menurut Soemarso S.R, akuntansi adalah sebagai berikut "Akuntansi adalah Suatu Displin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efesien. dua definisi tersebut merupakan beberapa contoh yang dapat kita ketahui mengenai definisi akuntansi. Tetapi melalui dua definisi ini saja kita dapat mengetahui bahwa akuntansi memiliki peran yang penting dalam kehidupan kita.
Akuntansi Dana adalah sistem akuntansi yang sering digunakan oleh organisasi-organisasi nirlaba dan institusi sektor publik. Sistem tersebut merupakan metode pencatatan dan penampilan entitas dalam akuntansi seperti aset, dan kewajiban yang dikelompokkan menurut kegunaannya masing-masing. Akuntansi dana umumnya digunakan pada organisasi-organisasi nirlaba dan sektor publik yang umumnya membutuhkan metode pelaporan khusus neraca akhir yang dapat menunjukkan arus pengeluaran keuangan organisasi tersebut secara jelas. Aplikasi akuntansi dana juga dapat kita lihat dalam praktik akuntansi di rumah sakit dan universitas atau perguruan tinggi. Namun harus didasari bahwa tidak semua rumah sakit adalah organisasi yang bersifat nirlaba. Beberapa rumah sakit dioperasikan sebagai layaknya perusahaan yang mencari laba, bahkan beberapa diantaranya melakukan penjualan modalnya di pasar modal. Dalam kasus rumah sakit yang berorientasi laba standar akuntansi yang diikuti adalah standar akuntansi keuangan yang digunakan untuk sektor komersial. Begitu pula harus disadari bahwa universitas dikelompokkan nenjadi dua yaitu Universitas Yang Dikelola Pihak Swasta (Private University) dan Universitas Yang Dikelola Pihak Pemerintah (Public University).
Dalam sebuah universitas, informasi yang diperlukan sangat banyak dan bervariasi. Untuk melaksanakan pekerjaannya, universitas menggunakan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan. Sumber daya-sumber daya tersebut harus dimiliki dan dibiayai atau didanai universitas yang bersangkutan, maka dari itu orang-orang yang berada dalam universitas tersebut (pihak internal) pastilah membutuhkan informasi mengenai jumlah masing-masing sumber daya yang telah dibiayainya dan hasil yang telah diperoleh dari penggunaan sumber daya tersebut. Di samping itu, informasi juga dibutuhkan oleh pihak-pihak di luar universitas (pihak ekstemal) untuk membuat keputusan atau kebijaksanaan yang berkaitan dengan universitas tersebut.
Dalam makalah ini kelompok 4 akan membahas mengenai akuntansi untuk rumah sakit dan membahas akuntansi untuk perguruan tinggi atau universitas.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan Akuntansi Rumah Sakit?
Bagaimana struktur dana di Rumah Sakit?
Bagaimana siklus transaksi akuntansi di Rumah Sakit?
Bagaimana bentuk laporan keuangan pada Rumah Sakit?
Apa yang dimaksud dengan Akuntansi Universitas?
Bagaimana struktur dana di Universitas?
Bagaimana siklus transaksi akuntansi di Universitas?
Bagaimana bentuk laporan keuangan pada Univeristas?
Tujuan Pembahasan Masalah
Untuk mengetahui tentang Akuntansi Rumah Sakit
Untuk memahami mengenai struktur dana di Rumah Sakit
Untuk mengetahui siklus transaksi akuntansi di Rumah Sakit
Untuk mengetahui bentuk laporan keuangan pada Rumah Sakit
Untuk mengetahui tentang Akuntansi Universitas
Untuk memahami mengenai struktur dana di Universitas
Untuk mengetahui siklus transaksi akuntansi di Universitas
Untuk mengetahui bentuk laporan keuangan pada Univeristas
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Akuntansi Rumah Sakit
Akuntansi Rumah Sakit yang merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan adalah salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Yang menjadi kendala pada Rumah Sakit Swadana dan belum terpecahkan sampai saat ini adalah Rumah Sakit melakukan dua sistem pencatatan dan pelaporan yaitu yang berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim (Accrual Basis) dan Basis Kas (Cash Basis) untuk memenuhi ketentuan yang berlaku yang diharapkan dapat berjalan secara paralel, independen dan tercipta mekanisme saling kontrol di antaranya (kontrol internal), namun dirasakan menjadi beban petugas Rumah Sakit.
Dalam peraturannya, rumah sakit dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Swasta (Private Hospital)
Dalam hal ini pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasar standar akuntansi yang dikembangkan oleh Financial Accounting Standards oard-FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) khusunya dalam pernyataan (FASB Statement) no 17 tentang Laporan Keuangan untuk Organisasi Nirlaba.
Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Pemerintah (Public Hospital)
Dalam hal ini pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasarkan standar akuntansi yang dikembangkan oleh Governmental Accounting Standards Board-GASB (Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan).
2.2 Struktur Dana di Rumah Sakit
Struktur Dana di Rumah Sakit meliputi
1. Dana Tidak Terikat (Unrestricted Fund)
2.. Dana Terikat (Restricted Fund)
Dana Tidak Terikat (Unrestricted Fund) adalah dana yang tidak dibatasi penggunaanya pada suatu tujuan tertentu. Dana ini seperti halnya Dana Umum (General Fund) di pemerintahan atau Dana Lancar Tidak Terikat (Unrestricted Current Fund) dalam akuntansi universitas yang dibentuk untuk menjalankan operasi organisasi sehari-hari.
Dana Terikat (Restricted Fund) adalah dan ayang dibatasi penggunaannya pada suatu tujuan tertentu yang biasanya muncul karena permintaan dari pihak eksternal yang memberikan sumbangan. Menurut sifat pembatasannya, dana ini dibedakan menjadi (1) Dana Terikat Sementara Waktu (Temporarily Restricted Fund), yaitu dana dengan pembatasan yang bersifat sementara, dan (2) Dana Terikat Permanen (Permanently Restricted Fund), yaitu dana dengan pembatasan yang bersifat permanen.
Aktiva yang tergolong terikat dicatat pada Dana Umum, sementara satu atau lebih dana yang lain digunakan untuk mencatat aktiva yang terikat sementara waktu dan terikat permanen. Selengkapnya, dana-dana yang umum digunakan dalam akuntansi dana untuk rumah sakit dapat dilihat pada figur berikut ini
Kelompok Dana Terikat
Umum Tujuan Khusus Terikat Waktu Penggantian dan Pengembangan Fasilitas Abadi
Dasar Akuntansi Akrual Pemasukan/sumbangan (contribution), transfer, dicatat secara langsung dalam dana yang bersangkutan
Sumber daya/dana ditahan dalam masing-masing dana hingga dipindahkan ke Dana Umum untuk belanja
Deskripsi Perbedaan Dana dibatasi untuk tujuan operasional tertentu. Dana tidak dapat digunakan sampai waktu yang ditentukan pihak sponsor Dana dibatasi untuk penambahan aktiva tetap Dana abadi yang harus dikelola dan tidak untuk digunakan
Laporan Keuangan Neraca
Laporan Operasi
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
Laporan Arus Kas
2.2.1 Dana Umum
Dana Umum (General Funds) digunakan untuk mencatat sumber daya/dana yang diterima dan dibelanjakan dalam menjalankan kegiatan operasional utama dari rumah sakit. Dalam Dana mum, direksi rumah sakit dapat menetapkan pembatasan berupa penyisihan atas sumber daya tertentu.
Dalam hal ini, dana yang disisihkan tetap dianggap sebagai Dana Terikat namun pencatatannya harus mencantumkan tujuan penyisihan dana tersebut. Hal ini disebabkan oleh karena dana yang disishkan berbeda dengan dana yang dibatasi penggunaannya. Penyisihan dana berasal dari inisiatif internal direksi rumah sakit, sedangkan pembatasan penggunaan dana berasal dari pihak eksternal rumah sakit yang mensponsori dan atersebut.
2.2.2 Dana Terikat
Kelompok dana (funds groups) yang digolongkan sebagai dana terikat digunakan untuk mencatat dana yang penggunaannya dibatasi oleh donor atau pihak yang mensponsori dana tersebut. Secara garis besar, seperti dijelaskan sebelumnya kelompok Dana Terikat ini dapat dibagi menjadi dua yaitu yang pembatasannya bersifat sementara (temporarily restricted) dan yang pembatasannya bersifat tetap (permanently restricted).
2.3 Siklus Transaksi Akuntansi Rumah Sakit

Siklus transaksi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan keuangan dan berakhir di laporan keuangan.
2.4 Laporan Keuangan Rumah Sakit
Terdapat 4 laporan keuangan utama yang dihasilkan oleh proses akuntansi
Neraca
Neraca Rumah Sakit tidak mempunyai perbedaan mendasar, baik isi maupun proses penyusunan, dari sudut pandang ilmu akuntansi dibandingkan dengan neraca perusahaan yang sering kita kenal di sektor komersial. Namun demikian ada beberapa hal yang secvara khusus perlu diperhatikan antara lain: kas, piutang, investasi, aktiva tetap, aktiva yang disisihkan, utang jangka panjang, saldo dana.
Laporan Operasi
Untuk Rumah Sakit, hasil dari kegiatan operasinya dilaporkan dalam laporan operasi. Laporan ini mencakup pendapatan, beban, untung dan rugi, serta transaksi lainnya yang mempengaruhi saldo dana selama periode berjalan. Berikut ini adalah pos-pos yang juga perlu menjadi perhatian: pendapatan jasa pasien, penyesuaian kontraktual, pendapatan dari kegiatan lainnya, transfer antardana, beban dana umum, sumbangan.
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
Laporan ini menyajikan perubahan dalam ketiga kategori aktiva bersih, yaitu tidak terikat, terikat sementara, dan terikat permanen
Laporan Arus Kas
Format dari laporan ini serupa dengan yang digunakan untuk entitas yang komersial.
Ilustrasi Transaksi
Dana Umum
Rumah Sakit Impian telah memberikan jasa kepada para pasiennya total senilai Rp 2.6000.000 jika diukur dengan menggunakan tarif standar. Dari jumlah ini, terdapat penyesuaian kontraktual yang harus dikurangkan senilai Rp 240.000. ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
Piutang2.600.000
Pendapatan Jasa Pasien2.600.000
Penyesuaian Kontraktual 240.000
Piutang 240.000
Dana Untuk Tujuan Khusus
Rumah sakit juga membentuk suatu dana untuk keperluan- keperluan khusus yang disebut Dana untuk Tujuan Khusus. Danan ini seperti juga dana terikat lainnya, tidak mencatat belanja. Dana ini hanya mencatat aktiva yang penggunaannya dibatasi sampai Dana Umum memenuhi persyaratan untuk menggunakan aktiva tersebut, biasanya setelah melakukan belanja operasi yang sesuai dengan persyaratan atau setelah direksi rumah sakit menyetujui belanja tersebut. Dalam hal ini aktiva ditransfer dari Dana unutk Tujuan Khusus ke Dana Umum untuk membayar belanja operasi dimaksud.
Selama tahun 20x6, Dana untuk tujuan Khusus dari Rumah Sakit Impian mencatat pendapatan senilai Rp 66.000 dari investasi dengan menggunakan aktiva dalam dana tersebut, dan mencatat sumbangan dari sponsor/ donor senilai Rp 115.000. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
Kas66.000
Pendapatan Investasi- Terikat66.000
Kas115.000
Sumbangan- Terikat115.000
Dana Terikat Waktu
Selama tahun 20x6 Dana Terikat Waktu dari Rumah Sakit Impian mengakui piutang senilai Rp 12.000 yang langsung ditransfer ke Dana Umum. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
Kas 12.000
Piutang12.000
Pengeluaran Transfer- Pelepasan Saldo Dana12.000
Kas12.000
Dana Penggantian dan Pengembangan Fasilitas
Selama tahun 20x6 Dana Penggantian dan Pengembangan Fasilitas dari Rumah Sakit Impian mendapatkan donasi dari pihak sponsor senilai Rp 25.000 dalam bentuk peralatan dan senilai Rp 60.000 dalam bentuk uang tunai. Selain itu Rumah Sakit Impian juga memperoleh pendapatan investasi senilai Rp 7.000 dari dana yang dikelola dalam dana ini. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
Aktiva tetap25.000
Sumbangan- Terikat25.000
Kas60.000
Sumbangan- Terikat60.000
Kas 7.000
Pendapatan Investasi- Terikat 7.000
Dana Abadi
Selama 20x6 Dana Abadi Rumah Sakit Impian memperoleh sumbangan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 415.000, dari jumlah ini, senilai Rp 400.000 langsung diinvestasikan. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
Kas415.000
Sumbangan- Terikat415,000
Investasi400.000
Kas400.000
Format Laporan Keuangan
Rumah Sakit Impian
Neraca
Per 31 Desember 20X5
(dalam ribuan rupiah)
URAIAN
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas
Piutang
-/- Estimasi Piutang Tak Tertagih
Piutang Sumbangan
Persediaan
Beban Dibayar Di Muka
Jumlah Aktiva Lancar
Aktiva yang Disisihkan:
Kas Disisihkan untuk Pengembangan Fasilitas
Piutang disisihkan untuk pengembangan fasilitas
Investasi disisihkan untuk pengembangan fasilitas
Penyisihan Internal Pengembangan Fasilitas
Total aktiva yang disisihkan
Investasi
Aktiva Tetap
-/- Akumulasi Depresiasi
Aktiva Tetap (Bersih)
JUMLAH AKTIVA
285.000
460.000
(40.000)
-
50.000
15.000
770.000
75.000
15.000
1.330.000
10.000
1.430.000
681.000
3.375.000
(1.150.000)
2.225.000
5.106.000
14.000
400.000
(30.000)
12.000
60.000
20.000
426.000
210.000
120.000
808.000
-
1.138.000
716.000
3.200.000
(1.000.000)
2.200.000
4.530.000
KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH
KEWAJIBAN LANCAR
Utang Bank
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Utang Usaha
Utang Gaji
Utang Malpraktik
Utang Pihak Ketiga
Pendapatan Diterima di Muka
Total Kewajiban Lancar
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
JUMLAH KEWAJIBAN 65.000
50.000
50.000
30.000
30.000
160.000
5.000
390.000
1.050.000
1.440.000
70.000
60.000
90.000
25.000
-
125.000
5.000
375.000
1.100.000
1.475.000
AKTIVA BERSIH:
Tidak Terikat
Terikat Sementara
Terikat Permanen
Total Aktiva Bersih
Total Kewajiban dan Aktiva Bersih
2.025.000
426.000
1.215.000
3.666.000
5.106.000 1.685.000
570.000
800.000
3055.000
4.530.000
Akuntansi Universitas
Akuntansi universitas adalah proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi universitas yang berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai usaha atau kegiatan universitas. Kegiatan akuntansi universitas meliputi pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan, pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan, dan pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.
Dalam peraturannya, universitas dikelompokkan nenjadi dua yaitu:
1.      Universitas yang dikelola pihak swasta (Private University). Dalam hal ini pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasr standar akuntansi yang dikembangkan oleh Financial Accounting Standards Board – FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) khususnya dalam pernyataan (FASB Statement) No. 117 tentang Laporan Keuangan untuk Organisasi Nirlaba.
2.      Universitas yang dikelola Pihak Pemerintah (Public University). Dalam hal ini pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasar standar akuntansi yang dikembangkan oleh Govermental Accounting Standars Board – GASB (Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan) khusunya dalam pernyataan (GASB Statement) khusunya dalam pernyataan (GASB Statement) No. 15 tentang "Model Pelaporan Keuangan untuk Universitas".
2.6 Struktur dana Universitas
Struktur dana untuk universitas terdiri atas :
1. Dana Lancar (Currents Funds)
2. Dana Pinjaman (Loan Funds)
3. Dana Abadi ( Endowment Funds)
4. Dana Anuitas dan Pensiun (Anuity and Life Income Funds)
5. Dana Pembangunan (Plants Funds)
Dana Lancar (Current Funds) adalah dana yang didirikan oleh universitas untuk mengelola kekayaan atau sumber daya (resource) yang akan digunakan dalam rangka membiayai kegiatan opresional sehari-hari. Current Funds ini dibagi menjadi dua, yaitu dan yang penggunaannya tidak ada batasan (unrestriced current funds)dan dana yang penggunaannya terbatsa pada tujuan tertentu (restriced current funds)
Dana Pinjaman (Loan Funds) dana yang didirikan untuk mengumpulkan dana-dana yang akan digunakan untuk memberikan pinjaman baik kepada pegawai unversitas maupun pihak-pihak lain yang terkait dengan universitas.
Dana Abadi (Endowment Funds) adalah dana yang dikumpulkan dan kemudain dikelola oleh universitas tidak untuk penggunaan jangka pendek. Dana ini "diabadikan" kemudian dikelola untuk bentuk investasi yang hasilnya (return) bisa dimanfaatkan untuk penggunaan jangka pendek.
Dana Anuitas dan Pensiun (Annuity and Life Income Funds) adalam semacam dan pensiun yang dikelola universitas, sedangkan Dana Pembangunan (Plant Funds) adalah dana yang dikumpulkan dengan tujuan penggunana nberupa pembangunann gedung, fasilitas, dan aktiva tetap lainnya.
Akuntansi dana untk universitas erupa dengan akuntansi dana untuk unit-unit pemerintah. Keduanya mencatat pendapatan dan belanja untuk masing-masing dana, dan juga menggunakan sistem beban pemesanan (encumbrances) untuk mencatat pesanan pembelian yang dilakukan, memiliki transaksi dan transfer antardana, sertta menyajikan neraca serta laporan opresi untuk periode berjalan.
Akan tetapi, terdapat perbedaan di antara keduanya dala mhal dana yang diterima. Akuntansi dana untuk universitas harus memisahkan antara dana terikat (restricted funds) dan dan tidak terikat (unrestricted funds). Pembatasan (restriction) yang dimaksuda berasal dari pihak eksternal universitas. Pihak manajemen unversitas juga dapat menyisihkan uang untuk tujuan tertentu. Namun, manajemen tidka boleh membatasi penggunaan suatu dana. Sehiangga ketika istilah pembatsan diguanakn daam akuntansi dana untuk universitas, hal itu mengacu pada pembatsan dari pihak eksternal universitas atas penggunaan suatu dana, ukan mengacu pada penyisihan dan secara eksternal.
Tiga laporan keuangan yang harus dibuat oleh suatu universitas, yaitu:
1. Laporan pendapatan, belanja, dan beban lainnya (statement of current funds revenues, expenditures, and other changes)
2. Laporan perubahan saldo dana (statements of changes in funds balances)
3. Laporan kombinasi (combined balanced sheet)
2.7 Siklus Akuntansi Universitas
Menurut Indra Bastian (2007), siklus akuntansi di universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya dapt dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu:
1.  Tahap Pencatatan
Kegiatan identifikasi dan pengukuran ke dalam bukti transaksi dan bukti pencatatan
Kegiatan pencatatan bukti transaksi ke dalam buku harian atau jurnal
Memindahbukukan atau posting dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya berdasarkan akun buku besar
2.  Tahap Pengikhtisaran
Penyusunan neraca saldo berdaasarkan akun-akun buku besar
Pembuatan ayat jurnal penyesuaian
Pembuatan ayat jurnal penutup
Pembuatan neraca saldo setelah penutupan
Pembuatan ayat jurnal pembalik
3. Tahap Pelaporan
Laporan laba rugi
Laporan arus kas
Laporan posisi keuangan
Catatan atas laporan keuangan

Laporan Keuangan Universitas
1.   Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan
2.   Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan
3.   Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan
4.   Catatan atas laporan keuangan
BAB 3
KESIMPULAN
Akuntansi Rumah Sakit yang merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan adalah salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Rumah Sakit yang dikelola dapat berupa Rumah Sakit yang dikelola oleh pihak swasta dan Rumah Sakit yang dikelola oleh pemerintah.
Dalam akuntansi rumah sakit terdapat struktur dana yang terdiri dari dana terikat dan dana tidak terikat. Dana Tidak Terikat (Unrestricted Fund) adalah dana yang tidak dibatasi penggunaanya pada suatu tujuan tertentu. Sedangkan Dana Terikat (Restricted Fund) adalah dan ayang dibatasi penggunaannya pada suatu tujuan tertentu yang biasanya muncul karena permintaan dari pihak eksternal yang memberikan sumbangan. Menurut sifat pembatasannya, dana ini dibedakan menjadi (1) Dana Terikat Sementara Waktu (Temporarily Restricted Fund), yaitu dana dengan pembatasan yang bersifat sementara, dan (2) Dana Terikat Permanen (Permanently Restricted Fund), yaitu dana dengan pembatasan yang bersifat permanen.
Siklus transaksi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan keuangan dan berakhir di laporan keuangan.
Akuntansi universitas adalah proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi universitas yang berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai usaha atau kegiatan universitas. Struktur dana untuk universitas dibagi menjadi lima macam yaitu :
1. Dana Lancar (Currents Funds)
2. Dana Pinjaman (Loan Funds)
3. Dana Abadi ( Endowment Funds)
4. Dana Anuitas dan Pensiun (Anuity and Life Income Funds)
5. Dana Pembangunan (Plants Funds)
Pembagian tersebut dibagi atas tujuan dari penggolongan macam-macam dana tersebut seperti misalnya Dana Lancar menurut pengertiannya dana tersebut dipergunakan sebagai pendanaan operasional dari universitas. Menurut Indra Bastian (2007), siklus akuntansi di universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya dapat dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu:
1. Tahap Pencatatan
• Kegiatan identifikasi dan pengukuran ke dalam bukti transaksi dan bukti pencatatan
• Kegiatan pencatatan bukti transaksi ke dalam buku harian atau jurnal
•  Memindahbukukan atau posting dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya berdasarkan akun buku besar
2. Tahap Pengikhtisaran
• Penyusunan neraca saldo berdaasarkan akun-akun buku besar
• Pembuatan ayat jurnal penyesuaian
• Pembuatan ayat jurnal penutup
• Pembuatan neraca saldo setelah penutupan
• Pembuatan ayat jurnal pembalik
3. Tahap Pelaporan
• Laporan laba rugi
• Laporan arus kas
• Laporan posisi keuangan
• Catatan atas laporan keuangan
Dalam pelaporan laporan keuangan untuk universitas seperti yang dicontohkan dalam pelaporan keuangan dari Universitas Impian dalam pelaporannya itu terdapat pos yang berbeda dari pelaporan keuangan dari organisasi sektor swasta yaitu ada pos-pos yang digolongkan dari aktiva tidak terikat, aktiva terikat, kewajiban tidak terikat dan kewajiban terikat. Setiap pos itu memiliki penegrtian sendiri yang dijelaskan dalam paper. Seperti Dana Lancar Tidak Terikat (Unrestricted Cureent Fund) mencatat dana yang dapat dibelanjakan untuk menjalanakan aktivitas utama dari universitas dan yan gpenggunanaya tidak dibatasi untuk tujaun tertentu. Jadi dalam pos itu berisikan akun-akun yang menopang operasional universitas.
DAFTAR PUSTAKA
http://accountingareas.blogspot.com/2013/05/akuntansi-rumah-sakit_9.htmlhttps://www.google.co.id/#q=definisi+akuntansi&spell=1http://www.google.com/imgres?imgurl=http://manajemenrumahsakit.net/wp content/uploads/2012/09/Siklus-akuntansi.jp
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_Danahttp://tiasaccountingworld.blogspot.com/2013/11/akuntansi-rumah-sakit_7722.htmlhttp://tiasaccountingworld.blogspot.com/2013/11/akuntansi-universitas.html


Download Makalah Akuntansi Sektor Publik Organisasi non laba.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Akuntansi Sektor Publik Organisasi non laba. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon