September 10, 2016

Laporan Eksekutif


Judul: Laporan Eksekutif
Penulis: Hendro Martono


LAPORAN EKSEKUTIF

KERJASAMA PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN
PUSAT PENELITIAN KEBIJAKAN BALITBANG KEMDIKBUD
DENGAN JARINGAN PENELITIAN KABUPATEN TEMANGGUNG
TAHUN 2013
"STUDI KASUS STRATEGI PENGEMBANGAN KABUPATEN TEMANGGUNG
SEBAGAI KABUPATEN VOKASI DALAM MENOPANG MP3EI"
Oleh
Drs. Hendro Martono, M.Pd.
Drs. Machfud Herman Supriyanto, M.Pd.
Suratman, STP, M.P.
Drs. Purwono, M.Pd.
Cunda Sotyana, S.Pd., M.Pd.
JARLIT KABUPATEN TEMANGGUNG
TAHUN 2013
I.Latar Belakang
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011 – 2025 memiliki misi peningkatan nilai tambah dan perluasan rantai nilai proses produksi serta distribusi dari pengelolaan aset dan akses (potensi) SDA, geografs wilayah, dan SDM, peningkatan efsiensi produksi, dan pemasaran, serta penguatan sistem inovasi nasional di sisi produksi, proses, maupun pemasaran untuk penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju innovaton-driven economy.
Tantangan bagi dunia pendidikan dalam konteks pelaksanaan misi tersebut adalah penyiapan sumber daya manusia yang kompatibel dengan persyaratan yang diminta. Tantangan ini sejalan dengan program pengembangan pendidikan menengah kejuruan melalui strategi pengembangan Kabupaten Temanggung sebagai Kabupaten Vokasi yang akan meningkatkan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, pusat produksi dan pemasaran, serta pusat pengembangan sains dan teknologi
II.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pengembangan kabupaten vokasi dalam mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah guna memperbaiki kualifikasi SDM Kabupaten Temanggung; mendeskripsikan strategi pengembangan kabupaten vokasi melalui peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan mematangkan penguasaan kompetensi yang diperlukan dalam kerangka pencapaian MP3EI; mendeskripsikan strategi pengembangan kabupaten vokasi melalui peningkatan peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran dalam memenuhi kebutuhan dalam kerangka pencapaian target MP3EI; mendeskripsikan strategi pengembangan kabupaten vokasi melalui peningkatan peran SMK sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi yang diperlukan dalam kerangka pencapaian target MP3EI.
III. Pertanyaan Penelitian
Bagaimanakah strategi pengembangan kabupaten vokasi dalam mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah guna memperbaiki kualifikasi SDM Kabupaten Temanggung?
Bagaimanakah strategi pengembangan kabupaten vokasi melalui peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan mematangkan penguasaan kompetensi yang diperlukan dalam kerangka pencapaian MP3EI?
Bagaimanakah strategi pengembangan kabupaten vokasi melalui peningkatan peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran dapat memenuhi kebutuhan dalam kerangka pencapaian target MP3EI?
Bagaimanakah strategi pengembangan kabupaten vokasi melalui peningkatan peran SMK sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi yang diperlukan dalam kerangka pencapaian target MP3EI?
IV.Metode Penelitian
Penelitian ini melibatkan objek seluruh SMK yang ada di Kabupaten Temanggung sebanyak 23 SMK negeri dan swasta. Oleh karena itu penelitian ini dapat disebut penelitian populasi dan tidak dilakukan pengambilan sampel.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya. Metode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan untuk menelusuri data historis. Selain sifat penelitian kualitatif, teknik dokumentasi digunakan karena sumbernya selalu tersedia, murah, informasinya stabil dan kaya, legal, dan nonreaktif.
Data yang diperoleh diperiksa dengan dengan dua teknik yaitu teknik triangulasi, khususnya triangulasi sumber, dan teknik pengecekan sejawat. Triangulasi sumber digunakan karena data tersedia dalam beberapa sumber seperti Data Pokok SMK, Paket Aplikasi Sekolah, dan Profil Pendidikan Kabupaten Temanggung, selain data yang diperoleh dari angket.
Pengecekan sejawat dilakukan dengan mengekspos hasil sementara yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat (Focus Group Discussion) dengan maksud agar peneliti tetap dapat mempertahankan sikap terbuka dan jujur. Di samping itu dengan diskusi kelompok yang terfokus akan didapat data yang lebih sahih.
Data yang diperoleh dari teknik dokumentasi setelah divalidasi kemudian diseleksi dalam tahap reduksi data. Data yang telah diseleksi diolah dalam bentuk tabulasi, dan dianalisis dengan teknik statistik deskriptif untuk menemukan ukuran tendensi sentral.
V.Temuan Penelitian
Peningkatan APK
1.Upaya meningkatkan animo
Peningkatan animo masyarakat yang memasuki SMK dilakukan dengan berbagai cara. Kegiatan presentasi, mengundang siswa SMP mengikuti kegiatan seni dan olah raga di SMK. Turnamen-turnamen bola voli, dan sepak bola, diadakan ternyata tidak hanya untuk kepentingan promosi tetapi juga penjaringan bibit unggul.
Penyampaian informasi seperti BOS, BSM, dan Beasiswa Prestasi juga dapat menarik minat lulusan SMP. Lebih menarik, ada SMK yang berani meniadakan sumbangan "uang gedung" agar dapat menarik minat lulusan SMP. Promosi SMK ke SMP/MTs juga dilakukan bersama melalui gelar ekspo produk dan pameran pendidikan SMK dengan mengundang siswa kelas IX SMP/MTs sekabupaten.
2.Perkembangan animo ke SMK Kabupaten Temanggung
No. Kecamatan Pendaftar Lulusan SMP/MTs ke SMK
2012/2013 2013/2014
SMP SMK SMP SMK
1 Bansari 199 73 210 110
2 Bejen 222 - 241 -
3 Bulu 436 - 360 44
4 Candiroto 289 144 252 114
5 Gemawang 243 - 219 -
6 Jumo 280 487 274 329
7 Kaloran 488 - 563 -
8 Kandangan 660 - 669 -
9 Kedu 720 191 728 193
10 Kledung 234 - 233 -
11 Kranggan 558 132 594 248
12 Ngadirejo 880 23 906 56
13 Parakan 1,031 529 972 541
14 Pringsurat 564 87 547 112
15 Selopampang 334 39 307 40
16 Temanggung 1,483 3,624 1,537 3,104
17 Tembarak 361 260 329 275
18 Tlogomulyo 326 - 345 -
19 Tretep 196 - 170 -
20 Wonoboyo 233 - 228 -
Jumlah 9,737 5,589 9,684 5,166
Tabel menunjukkan dalam dua tahun terakhir 57,40% dan 53,35% lulusan SMP/MTs berminat melanjutkan pendidikan di SMK. Apabila dilihat sebaran lulusan SMP/MTs yang mendaftar terdapat beberapa ketimpangan. Kecuali Kecamatan Jumo dan Temanggung yang menerima pendaftar lebih dari 100% jumlah lulusan di kecamatan yang sama, tidak semua lulusan SMP/MTs tertampung di SMK.
3.Angka partisipasi (APK dan APM)
Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Perkembangan tiga tahun terakhir angka partisipasi pendidikan menengah di Kabupaten Temanggung sebagai berikut.
No Kecamatan APK SMP (+Paket B) APK SM (+Paket C)
10/11 11/12 12/13 10/11 11/12 12/13
01 Bansari 80.94 79.82 78.22 22.34 27.22 23.86
02 Bejen 91.65 89.69 88.57 16.89 13.62 7.95
03 Bulu 80.32 67.54 72.49 3.71 6.83 7.03
04 Candiroto 83.80 66.17 72.26 67.46 72.09 72.31
05 Gemawang 84.56 56.55 61.83 3.45 5.77 7.06
06 Jumo 74.30 78.51 88.65 59.69 58.23 56.95
07 Kaloran 83.03 87.57 89.85 13.25 12.41 11.86
08 Kandangan 97.45 99.21 101.87 11.75 13.50 11.66
09 Kedu 93.43 98.89 103.67 26.18 25.13 22.56
10 Kledung 78.83 70.13 64.01 16.88 7.33 5.10
11 Kranggan 89.46 96.15 105.14 19.75 21.18 26.95
12 Ngadirejo 113.36 117.33 108.04 6.34 5.81 5.52
13 Parakan 125.53 131.07 117.50 73.58 80.19 81.60
14 Pringsurat 89.68 93.26 101.22 39.67 44.23 48.26
15 Selopampang 121.65 109.62 127.67 - 28.65 27.84
16 Temanggung 113.90 125.31 115.91 219.61 233.05 244.60
17 Tembarak 80.44 84.62 95.44 75.34 74.48 81.63
18 Tlogomulyo 115.97 125.10 102.51 1.94 3.34 3.34
19 Tretep 73.33 71.01 74.73 2.58 6.06 2.58
20 Wonoboyo 77.26 73.39 68.02 11.66 12.27 8.69
  Rata-rata 95.39 95.95 96.00 51.43 54.95 56.56
Sumber: Profil Pendidikan Kabupaten Temanggung, 2013.
Data tabel menunjukkan lulusan SMP/MTs dari Kecamatan Bulu, Gemawang, Ngadirejo, Tlogomulyo, Tretep, dan Wonoboyo menyumbang APK sangat rendah, kurang dari 10%. Sesuai dengan kondisi kecamatan yang tidak memiliki sekolah menengah, sekurang-kurangnya SMK, kemungkinan para lulusan itu melanjutkan pendidikan ke Temanggung yang mencapai rasio APK lebih dari dua kali lipat.
Peran SMK sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kegiatan pokok peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan dalam desain pengembangan Provinsi/Kabupaten/Kota Vokasi dituangkan dalam bentuk pengembangan SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), pengembangan Unit Sekolah Baru (USB), pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), reengineering (pembukaan / penutupan program keahlian), pengembangan Career Center, dan pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK.
Pelaksanaan fungsi SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan diarahkan kepada pemantapan penguasaan kompetensi keahlian. Untuk menjamin kualitas penguasaan kompetensi SMK didorong menjadi Tempat Uji Kompetensi, sedangkan untuk meningkatkan daya saing dan relevansi di SMK dikembangkan Bursa Kerja Khusus yang berfungsi memasarkan lulusan.
Penyelenggaraan kompetensi keahlian di SMK diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja pada tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional. Apabila di tingkat nasional terdapat 121 kompetensi keahlian, dan di tingkat Provinsi Jawa Tengah dibuka 92 kompetensi keahlian (Periksa Data Pokok SMK Direktorat Pembinaan SMK), di Kabupaten Temanggung baru diselenggarakan 26 kompetensi keahlian yang berasal dari 5 bidang studi keahlian dan atau 18 program studi keahlian. Seluruh kompetensi keahlian tersebar di SMK negeri (6 SMK) dan 17 SMK swasta.
Adapun fungsi-fungsi SMK di Kabupaten Temanggung sebagai Tempat Uji Kompetensi, Career Center, dan Bursa Kerja Khusus dalam tiga tahun terakhir tidak banyak mengalami perkembangan jumlah penyelenggara. Ini disebabkan ketidakkonsistenan kebijakan antara Direktorat Pembinaan SMK, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, khususnya Lembaga Sertifikasi Profesi dalam menempatkan fungsi SMK sebagai tempat pengujian kompetensi. Keberadaan BKK pun kurang selaras dihadapan fungsi dinas (Satuan Kerja Perangkat Daerah) bidang ketenagakerjaan. Career Center pun hanya dapat dilaksanakan pada saat ada dana bantuan. Belum ada SMK yang secara mandiri mengalokasikan kegiatan dari sumber dana sekolah. Data perkembangan TUK, CC, dan BKK pada SMK di Kabupaten Temanggung sebagai berikut.
Tahun Tempat Uji Kompetensi Career Center Bursa Kerja Khusus
2010/2011 7 TUK (3 SMK) 7 SMK 15 SMK
2011/2012 7 TUK (3 SMK) - 17 SMK
2012/2013 7 TUK (3 SMK) - 18 SMK
Sumber: Angket. Data diolah
C.Peran SMK sebagai Pusat Produksi dan Pemasaran
Dalam "Profil Jawa Tengah sebagai Provinsi Vokasi" (Anonim, 2010: 5, 13-20) dan "Manual Deklarasi Kabupaten Temanggung sebagai Kabupaten Vokasi" (Anonim, 2012: 22-27), dinyatakan upaya meningkatkan peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran dilakukan melalui strategi pengembangan Business Center SMK, pengembangan Teaching Factory SMK, pengembangan kewirausahaan siswa SMK, dan pengembangan Unit Produksi SMK.
1.Pengembangan Business Center SMK
Business Center dirancang dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran melalui wahana belajar sambil berbuat (learning by doing). Pembelajaran dengan pendekatan seperti ini akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi siswa. Oleh karena itu Business Center di sekolah dilaksanakan secara terpadu antara kegiatan yang berorientasi pada bisnis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Business Center SMK bidang Bisnis dan Manajemen dititik beratkan pada kegiatan perdagangan dengan pendekatan Grosir dan Retail barang–barang putaran pendek, seperti beras, minyak, gula, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Grosir merupakan kegiatan pengadaan barang dagangan dan menjual kembali ke konsumen dalam partai besar. Sedangkan retail merupakan kegiatan pengadaan barang dan menjual kembali ke konsumen dalam partai kecil/eceran dalam bentuk mini market atau toko.
Pelaksana Business Center SMK di Kabupaten Temanggung adalah:
SMK Negeri 2 Temanggung (2009)
SMK Swadaya Temanggung (2009)
SMK 17 Parakan (2012)
SMK 17 Temanggung (2013)
2.Pengembangan Teaching Factory
Konsep desain pengembangan Teaching Factory sama dengan Business Center. Konsep ini diterapkan di SMK Kelompok Teknologi Industri dan Pertanian. Pelaksana program ini adalah SMK Negeri 1 Temanggung. Contoh produk kegiatan teaching factory dapat diperiksa pada tabel.
No Nama Produk Keterangan
1 Instan Kopi Lingzi Produk minuman/makanan olahan
2 BagLog Jamur Tiram Media pertumbuhan jamur
3 BagLog Jamur Kuping Media pertumbuhan jamur
4 BagLog Jamur Lingzi Media pertumbuhan jamur
5 Polybag Bantal Media pertumbuhan jamur
6 Bakso Jamur Produk minuman/makanan olahan
7 Mie Ayam Bakso Jamur Produk minuman/makanan olahan
8 Nasi Goreng Jamur Telur Produk minuman/makanan olahan
9 Kapsul Lingzi isi 20 bh Produk minuman/makanan olahan
10 Lingzi Slice Produk minuman/makanan olahan
11 Lingzi Powder 5 dan 10 gr Produk minuman/makanan olahan
12 Lingzi Mix (instan)100 gr Produk minuman/makanan olahan
13 Jamur Tiram Putih Produk minuman/makanan olahan
14 Jamur Kuping kering Produk minuman/makanan olahan
15 Jamur Lingzi kering Produk minuman/makanan olahan
16 Kripik Jamur Tiram Produk minuman/makanan olahan
17 Kripik Jamur Kuping Produk minuman/makanan olahan
18 Dodol Pepaya/Dodol Senerek Produk minuman/makanan olahan
19 Emping jagung mentah kering Produk minuman/makanan olahan
20 Emping Jagung Goreng Produk minuman/makanan olahan
21 Sirup Rosela Merah Produk minuman/makanan olahan
22 Sirup Lingzi Produk minuman/makanan olahan
23 Cream gano Lingzi anti jerawat Produk obat olahan
24 Salep kulit Lingzi Produk obat olahan
25 Instant Lingzi peningkat libido pria Produk suplemen olahan
Sumber: Angket. Data diolah
3.Kewirausahaan siswa
Tekanan utama program kelas wirausaha ini adalah pada proses membangun dan mengembangkan jiwa wirausaha di mana para siswa SMK belajar menekuni suatu jenis usaha dengan cara mengelola usaha sendiri, mengatasi masalah, menemukan kiat-kiat dalam usaha meraih sukses secara kompetitif, tetapi normatif. Gambarannya terlihat pada tabel.
No Tahun TKJ JB BB AP AK PM Jml Ket.
1 2003 – 2004 - - 27 27 Individu
2 2004 – 2005 - - - - - 34 34 Individu
3 2005 – 2006 - - - - - 32 32 Individu
4 2006 – 2007 - - - - - 36 36 Individu
5 2007 – 2008 - - - - - - - Vakum
6 2008 – 2009 1 34 17 31 40 33 =34+31+17+26+40+5+2+1 156 Individu
7 2009 – 2010 30 - - 77 76 - =39+38+38+38+30 183 Individu
8 2010 – 2011 6 20 4 69 43 37 =6+29+32+26+17+4+8+37+20 179 Individu
9 2011 – 2012 6 - - 4 34 - =17+12+4+3+3+4+1 44 Klp.
10 2012 – 2013 6 - - 4 4 - 14 Klp.
Sumber: Laporan Pelaksanaan Kelas Wirausaha SMK Negeri 2 Temanggung. Data diolah. (Hendro Martono, 2013: 5)
4.Pengembangan Unit Produksi
Di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) gagasan tentang pendayagunaan fasilitas pembelajaran praktik ke dalam unit-unit usaha sudah lama direalisasikan dalam bentuk unit produksi. Keberadaan unit produksi di SMK mempunyai dasar hukum yang kuat. Di antaranya PP No. 29/1990 pasal 29; Kep. Mendikbud No. 0490/U/1992 pasal 29, 30 dan 31; serta Juklak Dirjen Dikdasmen No. 294/C/Kep./R.86.
Sesuai dengan karakteristik program, corak keahlian dan peralatan yang dimiliki, produk dari unit produksi di SMK sangat bervariasi. Mulai dari teknologi industri, bisnis dan manajemen hingga tata boga. Tabelnya dapat diperiksa berikut.
No Nama SMK Jenis Usaha
1 SMK N 1 Temanggung Kontrak pertokoan; Jasa perbengkelan; Jasa Analisa Kimia
2 SMK N 2 Temanggung Busana, Boga, TOEIC, Kantin, Akuntansi, Perkantoran, jasa sewa server Colocation
3 SMK N Tembarak Jasa sound system, Jasa servis PC
4 SMK N Bansari Budidaya ikan, pepaya, dan jambu
5 SMK N Pringsurat Pembuatan mebel
6 SMK Dr. Sutomo Las teralis, Bubut, Frais, Skraf, MR Sepeda motor, MR listrik, Meubelair
7 SMK 17 Parakan Koperasi, Bank Mini, Mini Market, Fotokopi
8 SMK Muh 1 Tmg Konveksi
9 SMK 17 Tmg Fotokopi, ATK
10 SMK JBS Dalam proses
11 SMK Darul Falach Koperasi "Darfa"
12 SMK Bhumi Phala ID card, Pin
13 SMK Al Mukmin Percetakan "PIONHER"
14 SMK Swadaya Bank Mini Business Center Kantin Fotokopi
15 SMK Ganesa Video shooting/servis, Instal parabola
Sumber: Anonim, 2012: 26-27.
D. Peran SMK sebagai Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi
Kebutuhan akan perlunya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendekatkan SMK dengan lingkungan masyarakat mendorong SMK melakukan inovasi teknologi pembelajaran, inovasi teknologi tepat guna, dan pengelolaan lingkungan. Ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Temanggung periode 2013 – 2018.
Visi yang akan dicapai adalah terwujudnya "Temanggung kota agraris yang berwawasan lingkungan, menjadikan desa dan kota sebagai tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan dan agamais diwujudkan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan (kepada) publik".
Program kerja pembangunan untuk percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat Temanggung khususnya bidang pertanian antara lain: 1) tetap memperjuangkan regulasi masalah pertembakauan, perkayuan, dan perkopian; 2) pemurnian bibit unggul tembakau khas Temanggung; 3) peningkatan kualitas bibit sengon; 4) peningkatan kualitas bibit unggul kopi; 5) peningkatan kualitas bibit unggul padi; dan 6) penanaman pohon cengkeh sebagai pendukung tanaman tembakau.
Untuk mendukung terwujudnya visi, misi, dan program kerja Bupati Temanggung Sekolah Menengah Kejuruan memiliki potensi akademik berupa penguasaan ilmu-ilmu dasar sebagai basis kegiatan riset dan pengembangan teknologi. Mekanisme pelaksanaan kegiatan riset dan pengembangan dilakukan melalui dua tahap yaitu Pembelajaran dan Research and Development, siswa dikelompokkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk baru (makanan dan minuman) dari bahan baku yang murah dan kurang diperhatikan orang; dan New Product Development (NPD), siswa ditugasi mengembangkan produk baru yang sudah ada agar meningkat nilai ekonomi dan meningkat daya jualnya. Berbagai inovasi teknologi pembelajaran berbasis IT dan pengembangan teknologi tepat guna telah dihasilkan, antara lain seperti disajikan pada tabel berikut.
No Jenis Program Keterangan
1 Pengembangan website sekolah Teknologi pembelajaran
2 Pembelajaran elektronis (E-Learning) Teknologi pembelajaran
3 Otomatisasi perpustakaan Teknologi pembelajaran
4 Bursa Kerja Online Teknologi pemasaran
5 Perpustakaan Digital Teknologi pembelajaran
6 Multimedia Online Teknologi pembelajaran
7 Web Hosting Teknologi pembelajaran
8 Blog Hosting Teknologi pembelajaran
9 Game Online Teknologi pembelajaran
10 Tutorial Online Teknologi pembelajaran
11 Inventaris Online Teknologi administrasi
12 File Server / Virtual Harddisk Teknologi administrasi
13 Pembuatan mesin penggiling kopi Teknologi tepat guna
14 Pembuatan mesin perajang daun tembakau Teknologi tepat guna
15 Kripik Nangka kering Produk makanan olahan
16 Kripik Salak Pondoh Produk makanan olahan
17 Instan Susu Kedelai Produk minuman olahan
18 Instan Kunyit Asam Produk minuman olahan
19 Instan Jahe Produk minuman olahan
20 Kue dan Roti Produk makanan olahan
21 Bibit Tanaman keras Teknologi budidaya tanaman
22 Jasa Analisa Kimia Riset bidang kimia
23 Jasa pengolahan tanah Riset bidang kimia
24 Jasa pemetaan dan ukur wilayah Teknologi pemetaan
25 Beras instant dari suweg Produk makanan olahan
26 Flake sereal dari suweg Produk makanan olahan
27 Biskuit dari bekatul (dietary cookies) Produk makanan olahan
28 Vegetables bread Produk makanan olahan
29 Nugget sayur Produk makanan olahan
30 Krupuk sukun Produk makanan olahan
31 Donat talas Produk makanan olahan
32 Healthy cupcakes Produk makanan olahan
33 Pengolahan mocaf (modified cassava flour) dari ubi kayu beserta produk turunannya Produk minuman olahan
34 An alternative increasing white sweet potatoes image to support autonomy and national food security (juara harapan 1 LKS Prov. Jateng) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
35 Development alternative protein of soybean into tempeh and tempeh nugget (juara 1 LKS Prov Jateng 2012) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
36 Production of metakazi from jackbeans (canavalia ensiformis) as a source of plant protein (juara 1 LKS Nasional 2013) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
37 Pemanfaatan bekatul sebagai biskuit kaya serat dan vitamin (juara 1 LKIR se Eks Karesidenan Kedu 2012) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
38 Pemanfaatan uwi sebagai tiwul ayu (juara 1 LKS Nasional 2012) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
39 Pemanfaatan suweg menjadi breakfast sereal (juara 1 LKIR Nas 2013) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
40 Pembuatan meat analog/nugget dari kacang koro pedang sebagai sumber protein nabati (juara 1 LKS Nas 2013) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
41 Pembuatan mie dari kacang koro pedang (juara 1 LKS Provinsi 2013) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
42 Bioethanol dari fermentasi kertas bekas (juara 1 LKIS Provinsi, akan maju ke Nasional akhir Okt 2013) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
43 Pemanfaatan onggok ketela pohon sebagai bioethanol untuk meminimalisir krisis energi berbahan limbah lingkungan sekitar (juara 2 LKIR Nasional 2011) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
44 Pemanfaatan enzim amilase dari ekstrak kecambah kacang hijau dalam pengolahan Mocaf dan aplikasinya pada produk olahan (juara 1 LKIR Kab. Temanggung) Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
45 Silase (rumput fermentasi) dari limbah organik untuk penanggulangan bencana Merapi (juara 2 LKIR Prov. Jateng 2012 Penelitian siswa SMK Negeri 1 Temanggung
46 Pemanfaatan ganyong/canna sebagai tape dan tepung fermentasi (canna fermented flour) sebagai pengganti gandum dan tepung ketan. Produk makanan olahan
47 Pemanfaatan tepung uwi sebagai bahan pembuatan pizza Produk makanan olahan
48 Pemanfaatan kacang merah sebagai substitusi terigu dalam pembuatan mie sehat kaya protein dan vitamin. Produk makanan olahan
49 Produk obat-obatan/kesehatan Produk suplemen
50 Produk kecantikan wanita Produk suplemen
51 Produk penambah stamina tubuh Produk suplemen
52 Produk peningkat libido laki-laki Produk suplemen
Sumber: Hasil Angket. Data diolah
E.Pembahasan
1.Masalah angka partisipasi
Dalam dokumen MP3EI (Kemenko Perekonomian, 2011:17) disebutkan Indonesia tengah berada dalam periode transisi struktur penduduk usia produktif. Pada kurun waktu 2020 – 2030, penurunan indeks (ratio) ketergantungan Indonesia (yang sudah berlangsung sejak tahun 1970) akan mencapai angka terendah. Implikasi penting dari kondisi ini adalah semakin pentingnya penyediaan lapangan kerja agar perekonomian dapat memanfaatkan secara maksimal besarnya porsi penduduk usia produktif. Lebih penting lagi, bila tingkat pendidikan secara umum diasumsikan terus membaik, produktivitas perekonomian negara ini sesungguhnya dalam kondisi premium, dimana hal tersebut akan sangat bermanfaat untuk tujuan percepatan maupun perluasan pembangunan ekonomi.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota disebutkan pemerintah kabupaten/kota (harus) melakukan pemetaan pendidikan yang mencakup angka partisipasi pendidikan menengah; dan dalam rencana operasional kabupaten/kota bidang pendidikan (harus) memprioritaskan program peningkatan angka partisipasi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah.
Dengan melihat angka partisipasi pendidikan menengah Kabupaten Temanggung yang tumbuh perlahan-lahan (masing-masing 51,43%; 54,95%; dan 56,56% dalam tiga tahun terakhir), sedangkan kebutuhan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) dalam jumlah besar dan dalam waktu cepat tidak segera diatasi maka bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia akan menjadi bencana demografi.
Untuk itu diperlukan model-model baru pengelolaan pendidikan menengah. Jika peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi dilakukan dengan antara lain membangun Community College di tiap kota kabupaten dengan cara memperluas sekolah yang sudah ada, sementara di sekolah menengah pertama juga sudah dikenalkan konsep Sekolah Satu Atap, model ini juga dapat ditawarkan untuk mendongkrak angka partisipasi pendidikan menengah, terutama di wilayah kecamatan yang belum memiliki satuan pendidikan jenjang menengah.
Model berikutnya yang terkait dengan pengembangan pilar pertama Provinsi/Kabupaten/Kota Vokasi adalah memperluas akses pendidikan menengah melalui penambahan kapasitas SMK. Jika diperhitungkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) membutuhkan investasi mahal terkait dengan kebutuhan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik dan kependidikan, perluasan dapat dilakukan dengan menambah jumlah rombongan belajar.
Apabila jumlah lulusan SMP/MTs tahun lalu (2012/2013) sebesar 9.684 siswa dengan asumsi kebutuhan daya tampung standar 32 orang per ruang maka diperlukan 303 ruang kelas di sekolah menengah. Data Profil Pendidikan Kabupaten Temanggung menunjukkan daya tampung Madrasah Aliyah sebanyak 87 ruang, SMA (169), dan SMK (345). Dibagi rata antara kelas XII, XI, dan calon siswa kelas X terdapat daya tampung sebanyak 200 ruang kelas di sekolah menengah.
Berdasarkan standar sarana prasarana SMK, kebutuhan minimal ruang teori sebanyak 60% jumlah rombongan belajar, maka sesugguhnya seluruh lulusan SMP/MTs dapat ditampung di sekolah menengah. Akan tetapi, jika persoalannya adalah soal kemauan atau kemampuan untuk melanjutkan pendidikan yang tidak cukup memadai diperlukan upaya lain untuk mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah. Diperlukan usaha bersama dan serentak semua unsur masyarakat untuk menggugah kesadaran warga akan pentingnya peningkatan kualifikasi pendidikan. Terkait dengan program kerja Bupati Temanggung, apabila faktor biaya menjadi kendala bagi siswa miskin maka Pemerintah Kabupaten memberikan layanan dalam format Kartu Pelayanan Pendidikan Warga Temanggung.
2.Masalah peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan
Berkaitan dengan upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah adalah peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan. Selain upaya membangun unit sekolah baru yang dipastikan memerlukan investasi besar, ada empat isu utama prioritas kebijakan pengembangan provinsi / kabupaten/kota vokasi, yaitu program reengineering, program pengembangan SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi, program pengembangan SMK sebagai Career Center, serta pengembangan Bursa Kerja Khusus SMK.
Seperti telah dikemukakan program rengineering memerlukan pertimbangan yang cermat karena menyangkut perubahan komposisi guru, dan belanja investasi sarana dan prasarana. Karena itu program ini lebih tepat ditujukan bagi penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat (SMK swasta) yang akan membuka kompetensi keahlian baru. Perencanaan lebih mudah disusun dalam memetakan kebutuhan kurikulum, guru, sarana prasarana, institusi pasangan, serta pemasaran lulusan.
Pengembangan SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi menjadi penting karena beberapa alasan. Pertama, perubahan standar penilaian sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) yang dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas XI mengisyaratkan setiap SMK memenuhi persyaratan sebagai tempat uji kompetensi.
Kedua, praktik uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi selama ini terkendala oleh mahalnya biaya. Sebagai contoh, seorang siswa dari kompetensi keahlian Akuntansi harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 350.000,- untuk dapat mengikuti uji kompetensi. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-Teknisi Akuntansi) tidak memberikan jaminan pekerjaan dan standar gaji sebagaimana dijanjikan.
Ketiga, sejalan dengan program kegiatan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang menyelenggarakan diklat dan sertifikasi asesor dalam rangka pemberian kewenangan melaksanakan uji kompetensi di SMK-TUK paralel dengan ide Direktorat Pembinaan SMK yang tengah merintis pembentukan SMK sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama. Dengan memperkuat fungsi SMK sebagai tempat uji kompetensi diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan SMK sesuai dengan standar kompetensi industri.
Penguatan fungsi SMK sebagai tempat uji kompetensi antara lain melalui intervensi kebijakan pemenuhan standar sarana prasarana SMK. Data kompilasi dari Data Pokok SMK, Data Profil Pendidikan Kabupaten Temanggung, dan data angket memperlihatkan daftar kondisi ketersediaan sarana prasarana rata-rata baru mencapai 70% (Ruang Kelas/RPU), 80% (Ruang Penunjang), dan 32% (Ruang Pembelajaran Khusus/Ruang Praktik).
Selanjutnya mengenai pengembangan SMK sebagai Career Center secara teknis tidak banyak berbeda dengan fungsi SMK sebagai penyelenggara pendidikan kejuruan. Career Center dibedakan atas dasar latar belakang peserta yang umumnya berasal dari kalangan masyarakat belum bekerja, masa pelatihan relatif pendek, jenis keterampilkan yang dilatihkan spesifik, dan proses sertifikasi yang setara kursus. Fungsi ini kira-kira setara dengan penyelenggaraan pelatihan lembaga kursus namun bersifat sosial dan nonkomersial.
Pengembangan SMK sebagai penyelenggara Bursa Kerja Khusus erat berhubungan dengan fungsi SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi. Jika diasumsikan SMK telah berfungsi sebagai TUK sekaligus LSP maka akan ada jaminan bahwa setiap lulusan akan kompatibel dengan tuntutan persyaratan industri. Dalam hal ini, Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jasa Boga menggunakan dana APBN tengah merintis proses sertifikasi profesi terhadap 68 orang siswa dari kompetensi keahlian Jasa Boga di SMK Negeri 2 Temanggung.
Dengan mekanisme pengujian dan sertifikasi profesi seperti itu diharapkan lulusan SMK akan memasuki dunia usaha/dunia industri dengan jaminan standar gaji yang berlaku secara internasional, terutama dalam konteks persiapan menyongsong terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Di samping itu jika proyeksi investasi 2014 dalam kerangka implementasi MP3EI benar-benar mampu menyerap 14 juta tenaga kerja peluang lulusan SMK terbuka lebar.
Bursa Kerja Khusus di SMK dengan demikian juga akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam memasarkan lulusan dan memastikan lulusan bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan standar gaji yang berlaku secara internasional. Jika seorang lulusan bersertifikat profesi sebagai operator atau supervisor maka BKK harus dapat memastikan posisi jabatan dan tingkat upah yang sesuai dengan standar.
3.Masalah peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran
Peningkatan peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran dapat dilihat dari perspektif kepentingan pasar bersama Asia Pasifik. Dalam realitas politik, kesepakatan yang dicapai para pemimpin ASEAN dan Asia Pasifik tentang pembukaan zona perdagangan bebas di kawasan regional dan multilateral telah mengubah pasar domestik menjadi pasar internasional. Dalam gerak yang sejajar pasar lokal pun kini praktis telah terintegrasi menjadi kawasan internasional.
Akan tetapi, proses globalisasi jelas tidak sekadar meniscayakan terhapusnya sekat-sekat antarnegara dilihat dari perspektif bisnis. Proses ini juga telah memungkinkan terjadinya mobilitas yang tinggi di bidang migrasi dan transportasi, komunikasi dan informasi, bahkan juga transformasi sosial budaya. Proses globalisasi telah membuat dunia seakan-akan menyatu tanpa ada lagi batas-batas geografis.
Dengan jalan pikiran seperti itu yang perlu diperkuat adalah fungsi SMK dalam menyiapkan lulusan dan memproduksi barang/jasa. Sesuai dengan isu utama peningkatan peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran yang ditopang dengan program pengembangan Business Center, Teaching Factory, Unit Produksi, dan Kewirausahaan, SMK dapat bergerak sekaligus dari tiga arah.
Pertama, kemampuan memproduksi barang dan jasa yang dimiliki SMK sebagaimana disajikan pada tabel 11. perlu dipertimbangkan untuk dikembangkan dalam skala industri atau skema kebijakan lain yang searah. Mengikuti pola kebijakan penyusunan MP3EI, diperlukan breaktrough dan debottlenecking agar fungsi Business Center dan Teaching Factory dapat ditingkatkan sampai pada fungsi SMK sebagai Teaching Industry.
Kedua, pengalaman bisnis yang diperoleh siswa melalui wahana belajar pada Business Center dan Teaching Factory perlu diperpanjang sampai pada penyiapan lulusan sebagai calon wirausaha. Intervensi kebijakan ini dapat disinergikan dengan kebijakan sekolah melalui anggaran yang dialokasikan, atau melalui kemitraan dengan dinas atau lembaga terkait yang berkomitmen membangun wirausaha Indonesia.
Ketiga, upaya mempersiapkan lulusan sebagai calon wirausaha dapat dikomplementasikan bersamaan dengan pengembangan Business Center dan Teaching Factory dalam jaringan bisnis. Pengembangan Business Center masih mencari model dalam upaya menjamin keberlanjutan kegiatan. Ke arah hulu, Business Center memerlukan perluasan jaringan kemitraan dengan industri agar dapat menempati peran antara distributor, agen, subagen ataupun grosir. Sementara ke arah hilir, Business Center SMK masih harus memperluas jaringan pemasaran sebagai bagian dari strategi pengembangan (Hendro Martono, 2011).
Kebutuhan mempersiapkan lulusan sebagai calon wirausaha berkaitan dengan kenyataan bahwa di Indonesia kontribusi dunia wirausaha belum sepenuhnya memberikan sumbangan yang positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komposisi wirausaha di Indonesia pada saat ini diperkirakan baru sekitar 0,24% dari populasi, padahal untuk membangun ekonomi bangsa yang maju dibutuhkan minimal dua persen atau 4,8 juta wirausaha dari populasi penduduk. Sebagai perbandingan, Singapura memiliki wirausaha 7,2%, Malaysia 2,1%, Thailand 4,1%, Korea Selatan 4,0%, dan Amerika Serikat 11,5% dari seluruh populasi penduduk.
4.Masalah peran SMK sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi
Kebutuhan riset dan pengembangan dalam perekayasaan dan pemurnian bibit unggul tembakau khas Temanggung, bibit sengon, kopi, cengkeh, dan padi yang diagendakan dalam Program Kerja Pembangunan untuk Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Temanggung (Anonim, 2013: 26), dan memperhatikan rencana kegiatan ekonomi utama Koridor Ekonomi Jawa dalam industri makanan dan minuman, tekstil, peralatan transportasi, dan telematika (Kemenko Perekonomian, 2011: 74) memberikan pilihan ganda bagi SMK.
Secara tidak langsung, SMK dapat dilibatkan dalam kegiatan riset bagi program-program kerja tersebut sedangkan penerapan hasil riset diserahkan kepada para pihak yang berkepentingan. Pertimbangannya adalah kapasitas atau kemampuan dan prasarana penunjang di SMK memungkinkan dilakukan kegiatan penelitian, baik penelitian dasar maupun terapan.
Pilihan lain dikembalikan kepada fungsi SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran. Hasil riset dan pengembangan dalam bidang pertanian ataupun industri makanan dan minuman dikelola langsung oleh SMK sebagai bagian dari kegiatan produksi Unit Produksi ataupun Teaching Factory.
Pilihan ketiga dikembalikan juga kepada fungsi SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran, khususnya pemasaran lulusan. Tujuannya mengisi kebutuhan tenaga-tenaga kerja sebagaimana diproyeksikan Ketua Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa pada tahun 2014 akan tercipta 9,6 juta lapangan kerja. Dengan perincian kebutuhan mencapai 4.731.770 tenaga kerja sektor industri dan 4.975.400 tenaga kerja sektor infrastruktur yang dibuka pada 32 kegiatan utama di 6 koridor Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi (sektor pertanian), Bali-NTB, dan Maluku-Papua (sektor pertanian) (www.setkab.go.id/mp3ei), terbuka peluang kerja bagi SMK.
VI.PENUTUP
A.Simpulan
Pengembangan Kabupaten Temanggung sebagai Kabupaten Vokasi dalam menopang target pencapaian Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 dapat dilakukan melalui empat strategi.
1.Peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah dengan cara memperluas akses SMK terhadap lulusan SMP/MTs di Kabupaten Temanggung sehingga meningkatkan kualifikasi pendidikan masyarakat, khususnya tenaga kerja agar memenuhi persyaratan kerja.
2.Peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan melalui pemberdayaan SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama, Career Center bagi masyarakat, serta Bursa Kerja Khusus dalam memasarkan lulusan.
3.Peningkatan peran SMK sebagai pusat produksi dan pemasaran melalui pengembangan Business Center, pengembangan Teaching Factory, pengembangan Unit Produksi, dan pengembangan Kewirausahaan Siswa.
4.Peningkatan peran SMK sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi melalui fasilitasi kegiatan riset dan pengembangan baik untuk kepentingan penelitian dasar maupun terapan.
B.Rekomendasi Kebijakan
1.Kepada penyelenggara SMK
Dalam kerangka peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah, peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, pusat produksi dan pemasaran, dan pusat pengembangan sains dan teknologi diperlukan breakthrough (pendekatan terobosan) dalam mendekati stakeholdernya (SMP/MTs/Paket B). Diperlukan pula analisis kebutuhan sarana dan prasarana untuk memperluas akses masyarakat, menata program/kompetensi keahlian yang dibutuhkan industri, dan memperkuat fungsi-fungsi SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi, Lembaga Sertifikasi Profesi, Career Center, Bursa Kerja Khusus, Business Center, Teaching Factory, Unit Produksi, Kewirausahaan, mentradisikan kegiatan riset dan pengembangan.
2.Kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung
Menindaklanjuti "Nota Kesepakatan Pengembangan Kabupaten Temanggung sebagai Kabupaten Vokasi yang akan dituangkan dalam kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tanggal 2 Mei 2012" antara Bupati Temanggung dan Ketua DPRD Temanggung, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung mengagendakan program pengembangan Kabupaten Temanggung sebagai Kabupaten Vokasi dengan sasaran peningkatan angka partisipasi pendidikan menengah, peningkatan peran SMK sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, pusat produksi dan pemasaran, dan pusat pengembangan sains dan teknonologi.
3.Kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Kebijakan pengembangan Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi Vokasi telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Sesuai dengan klausul Pasal 30 ayat (2) dan ayat (3) agar segera diterbitkan peraturan gubernur sebagai landasan operasional pelaksanaan kebijakan pengembangan provinsi vokasi.
Sehubungan dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dimungkinkan melakukan debottlenecking melalui kegiatan fasilitasi SMK dalam rangka memperkuat program pengembangan Jawa Tengah sebagai Provinsi Vokasi.


Download Laporan Eksekutif.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Laporan Eksekutif. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon