September 19, 2016

AKUNTANSI KEPERILAKUAN


Judul: AKUNTANSI KEPERILAKUAN
Penulis: Adevia Hutagalung


BAB 9
ASPEK KEPERILAKUAN PADA AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Akuntansi pertanggungjawaban adalah jawaban akuntansi manajemen terhadap pertanggungjawaban umum bahwa masalah-masalah bisnis dapat dikendalikan seefektif mungkin dengan mengendalikan orang-orang yang bertanggunggungjawab menjalankan operasi tersebut.
Salah satu tujuan pertanggungjawaban memastikan bahwa individu-individu pada seluruh tingkatan di perusahan telah memberikan kontribusi yang memuaskan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara menyeluruh.
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN VERSUS AKUNTANSI KONVENSIONAL
Akuntansi pertanggungjawaban berbeda dengan konvensional baik dalam hal cara operasi, pengklasifikasian dan akumulasi data. Akuntansi pertanggungjawaban meningkatkan relevansi dari informasi akuntansi dengan menetapkan suatu kerangka kerja untuk perencanaan, akumulasi data dan pelaporan yang sesuai dengan struktur organisasi.
JARINGAN PERTANGGUNGJAWABAN
Akuntansi pertanggungjawaban memiliki suatu jaringan pertanggungjawaban yang bertanggungjawab atas tiap-tiap unit organisasional yang terlibat dalam pelaksanaan suatu fungsi atau fungsi lain yang saling berkaitan. Untuk memastikan jaringan pertanggungjawaban berjalan lancar maka tiap-tiap tanggungjawab tidak ada yang tumpang tindih pada tingkatan yang berbeda.
JENIS-JENIS PERTANGGUNGJAWABAN
Pusat-pusat pertanggungjawaban individu berfungsi sebagai kerangka kerja untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja dari manajer segmen. Pusat-pusat pertanggungjawaban terdiri atas empat kategori yakni:
Pusat Pendapatan (Revenue Center)
Pusat Biaya (Cost Center)
Pusat Biaya Teknik/ Pusat Biaya Standar
Pusat Biaya Kebijakan
Pusat Laba (Profit Center)
Pusat Investasi (Investment Center)
KORELASI DENGAN STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Vertikal membagi organisasi berdasarkan fungsi-fungsi utama dalam suatu organisasi.
Struktur Horizontal membagi atau membebankan tanggung jawab atas investasi dan laba kepada beberapa direktur
Pemilihan Struktur harus bergantung pada efisiensi penggunaan dan bergantung juga pada berbagai faktor lingkungan.
MENETAPKAN PERTANGGUNGJAWABAN
Setelah memilih struktur organisasi maka langkah selanjutnya adalah membangun suatu sistem pertanggungjawaban yang efektif.
Bertanggungjawab terhadap sesuatu membuat seseorang menjadi tertantang untuk menjadi kompeten dan penting, dan ini dapat memotivasi mereka untuk memperbaiki kinerjanya. Maka perlu dibuat suatu konstruksi dan kerangka yang seimbang untuk mendukung jaringan pertanggungjawaban yang dibangun oleh perusahaan.
AAA merekomendasikan pedoman berikut:
Orang dengan wewenang baik atas akuisisi maupun penggunaan barang dan jasa sebaiknya dibebankan dengan biaya dari barang dan jasa tersebut.
Orang yang secara signifikan dapat memengaruhi jumlah biaya melalui tindakan-tindakannya dapat dibebankan dengan biaya tersebut.
Orang yang tidak dapat memengaruhi jumlah biaya secara signifikan melalui tindakan langsung dapat dibebankan dengan elemen-elemen di mana manajemen menginginkan orang tersebut.
PERENCANAAN, AKUMULASI DATA, DAN PELAPORAN BERDASARKAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN
Anggaran Pertanggungjawaban
Karakteristik dari anggaran pertanggungjawaban adalah manajer dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban dibebani target kinerja hanya untuk pos-pos pendapatan dan biaya yang dapat mereka kendalikan. Hal ini diharapkan guna menilai efektivitas dari penyelia pusat biaya dari tingkat organisasi.
Akumulasi Data
Hal ini membutuhkan klasifikasi tiga dimensi terhadap biaya dan pendapatan selama proses akumulasi data. Pertama, biaya diklasifikasikan berdasarkan pusat pertanggungjawaban; kedua, dalam setiap pusat pertanggungjawaban, biaya tersebut diklasifikasikan berdasarkan bisa atau tidaknya biaya tersebut dikendalikan; ketiga, biaya tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis biaya.
Pelaporan Pertanggungjawaban
Produk akhir dari hasil sistem akuntansi pertanggungjawaban adalah laporan pertanggungjawaban atau laporan kinerja secara periodik.
ASUMSI KEPERILAKUAN DARI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Perencanaan pertanggungjawaban, akumulasi data, dan sistem pelaporan didasarkan pada beberapa asumsi yaitu :
Manajemen berdasarkan pengecualian mencukupi untuk mengendalikan operasi secara efektif.
Manajemen berdasarkan tujuan akan menghasilkan anggaran, biaya standar, tujuan organisasi, dan rencana praktis untuk mencapainya yang disetujui bersama.
Struktur pertanggungjawaban dan akuntabilitas mendekati struktur hierarki organisasi.
Para manajer dan bawahannya rela menerima pertanggungjawaban dan akuntabilitas yang dibebankan kepada mereka melalui hierarki organisasi.
Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerja sama dan bukan persaingan.


Download AKUNTANSI KEPERILAKUAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca AKUNTANSI KEPERILAKUAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon