September 03, 2016

Akuntansi jurnal umum


Judul: Akuntansi jurnal umum
Penulis: Sarah Ichimhura


JURNAL PENYESUAIAN
A.     PENDAHULUAN
Neraca saldomerupakan bahan pokok untuk menyususn laporan keuangan Rekening yang sudah menunjukkan keadaan yang sebenarnya digunakan untuk menyusun laporan keuangan, sedangkan yang belum menunjukkan keadaaan sebenarnya harus disesuaikan lebih dahulu.
B.     REKENING YANG PERLU DISESUAIKAN
Rekening yang biasanya memerlukan penyesuaian antara lain :
1.      Perlengkapan / Bahan habis pakai ( Supplies )
2.      Beban dibayar di muka ( Prepaid Expense )
3.      Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
4.      Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )
5.      Pendapatan yang masih harus diterima//piutang pendapatan ( Accrued Income )
6.      Penyusutan aktiva tetap ( Depreciation )
Contoh data penyesuaian dan jurnalnya.
1. Perlengkapan ( Supplies )
Perlengkapan di neraca saldo memeprlihatkan jumlah Rp. 600.000,00 . Setelah dihitung secara phisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. Ini berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan persahaan berjumlah Rp. 200.000,00. Ini berarti perlengkapan yn telah dipakai untuk kegiatan perusahaan berjumlah Rp. 400.000,00.
Jurnal Penyesuaian :
Beban Perlengkapan                                         Rp. 4000.000,00
            Perlengkapan                                                                            Rp. 400.000,00
1.      Beban dibayar dimuka ( Prepaid Expense )
Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) :
a.       Pendekatan Neraca, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening " Beban dibayar di muka "
b.      Pendekatan Rugi Laba, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening " Beban…."
Contoh :
Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp. 240.000,00.
a.       Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi tersebut dicatat dalam rekening :
Asuransi dibayar dimuka ( Debet )  Rp. 240.000,00
      Kas ( Kredit )                                                                           Rp. 240.000,00
Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca saldo 31 Desember 1990.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut sebenarnya asuransi yang sudah dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 – 31 Desember 1990 ). Ini berarti sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah menjadi beban tahun 1990. Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening " Asuransi dibayar dimuka " ke rekening " Beban Asuransi " dengan jurnal penyesuaian :
Beban Asuransi                                          Rp. 180.000,00
      Asuransi dibayar di muka                                                          Rp. 180.000,00
b.      Jika menggunakan Pendekatan Rugi Laba , transaksi pada contoh di atas pada tanggal 1 April 1990, dicatat dalam rekening :
Biaya Asuransi ( debet )                             Rp. 240.000,00
      Kas ( Kredit )                                                                           Rp. 240.000,00
Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban baru 9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan merupakan beban tahun 1990.
Maka jumlah yang eblum merupakan beban tersebut harus di pindahkan dari rekening " Biaya Asuransi " ke rekening "Asuransi dibayar di muka " , dengan jurnal penyesuaian :
Asuransi dibayar di muka                            Rp. 60.000,00
      Beban Asuransi                                                                        Rp. 60.000,00
Untuk lebih jelasnya, perhitungan mana yang sudah, dan mana yang belum menjadi beban dapat dilukiskan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :
¼ - 90                                                                                                              31/12 – 90                                        ¼ -91
8 Bulan                                                                                     3 bulan
                        Sudah menjadi beban                                                                  Belum menjadi beban
Dari contoh dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
a.      Jika pada saat pembayaran belum dicatat dalam rekening asuransi dibayar di muka, maka penyesuaiannya : Rekening Asuransi dibayar di muka di kredit sebesar yang sudah menjadi beban, dan rekening Beban asuransi di debet sejumlah itu .
b.      Jika pada saat pembayaran dicatat dalam rekening beban Asuransi, maka penyesuaiannya : Rekening Beban asuransi dikredit sebesar yang belum menjadi beban, dan rekening Asuransi dibayar dimuka di debet sejumlah itu.
3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
Pada waktu menerima pendapatn pada umumnya dicatat dalam rekening pendapatan ( Pendekatan Rugi – Laba ), tetapi kadang – kadang pendapatan yang diterima untuk lebih dari satu periode dicatat dalam rekening Pendapatan diterima di muka ( Pendekatan neraca ).
Contoh :
Pada tanggal 1 Juli 1990 diterima sewa untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00.
a.       Jika mengunakan pendekatan neraca transaksi tersebut di catat dalam rekening :
Kas ( debit )                                               Rp. 2.000.000,00
      Sewa diterima di muka ( kredit )                                               Rp. 2.000.000,00
Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening sewa diterima di muka di neraca saldo 31 Desember 1990.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut, sebenarnya yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990, adalah 6 bulan ( 1 Jli 1990 – 31 Desember 1990) = 6/24 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan tahun 1990.
Karena pada saat penerimaan sewa dicatat dalam rekening sewa diterima di muka maka untuk jumlah yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990 harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa dengan jurnal Penyesuaian  sebagai berikut :
Sewa diterima di muka                               Rp. 500.000,00
      Pendapatan sewa                                                                      Rp. 500.000,00
b.      Jika menggunakan pendekatan Rugi – Laba, transaksi di atas dicatat dalam rekening :
Kas ( debit )                                               Rp. 2.000.000,00
      Pendapatan sewa ( kredit )                                                       Rp. 2.000.000,00
Sampai dengan tanggal 31 Desemmber 1990, sebenarnya yang sudahmerupakan pendapatan tahun 1990 adalah Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan.
Jumlah ini harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa diterima di muka dengan jurnal penyesuaian :
Pendapatan sewa                                       Rp. 1.500.000,00
      Sewa diterima di muka                                                  Rp. 1.500.000,00
Untuk lebih jelasnya perhitungan mana yang sudah dan mana yang belum merupakan pendapatan , dapat dilakukan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :
4.  Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )
            Perusahaan membayar gaji pegawai mingguan tiap hari sabtu. Tarif gaji Rp.  40.000,00 per hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 27 Desember dengan demikian gaji karyawan tanggal 29, 30, dan 31 Desember belum di bayar karena baru akan di bayar pada hari Sabtu tanggal 3 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode akuntansi terdapat gaji yang beluum di bayar 3 hari @ Rp. 40.000,00 = Rp. 120.000,00.
Jurnal penyesuaiannya:
Beban gaji                                Rp.   120.000,00
            Utang gaji                                             Rp.  120.000,00
5. Pendapatan yang harus di terima/piutang pendapatan (Accrued Income)
            Suatu perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik, Rp.  1.000,000,00 pada tangggal 1 September 1990. Suku bunga 18%, bunga di terima 6 bulan sekali (tiap 1 Maret – 1 September).
Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan di terima tanggal 1 Maret 1991 sehingga sampai akhir periode akuntansi, terdapat bunga yang di tunda penerimaannya selama 4 bulan (1 September – 31 Desember) yaitu 4/12 x 18% x Rp. 1.000.000,00 = Rp.  60.000,00.
Jurnal penyesuaiannya:
Piutang bunga                                                   Rp. 60.000,00
            Pendapatan bunga                                                        Rp. 60.000,00
6.  Penyusutan Aktiva Tetap (depreciation)
           
            Dineraca saldo rekening peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp.  1.000.000,00 di putuskan untuk mengadakan penyusutan 10% per tahun. Ini berarti penyusutan tiap tahun = 10% x Rp  1.000.000,00 = Rp.  100.000,00.
Jurnal pnyesuaiannya:
Beban pnyusutan peralatan                                Rp.  100.000,00
            Akumulasi pnyusutan peralatan                          Rp.  100.000,00
CONTOH SOAL
            Neraca saldo Perusahaan Angkutan "Nyaman". Pada tanggal 31 Desembar 1990 adalah sebagai berikut:
No.
Nama Rekening
Debet
Kredit
101
102
103
104
121
122
201
301
302
401
501
502
503
509
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan
Sewa di bayar dimuka
Kendaraan
Akumul;asi penyusutan Kendaraan
Utang usaha
Modal H. Ahmad
Prive H. Ahmad
Pendapatan angkutan
Beban gaji
Beban bunga
Beban asuransi
Beban lain-lain
Rp.     1.800.000,00
Rp.     1.500.000,00
Rp.        500.000,00
Rp.     2.000.000,00
Rp. 100.000.000,00
-
-
-
Rp.       600.000,00
-
Rp.   16.000.000,00
Rp.        700.000,00
Rp.     1.800.000,00
Rp.        100.000,00
-
-
-
-
-
Rp.      40.000.000,00
Rp.        5.000.000,00
Rp.      50.000.000,00
-
Rp.      30.000.000,00
-
-
-
-
Rp. 125.000.000,00
Rp.    125.000.000,00
Data Penyesuaian:
a.       Persediaan perlengkapaan paadaa tanggal 31 Desember Rp.  200.000,00.
b.      Sewa di bayar tanggal 1 April 1990 untuk 1 tahun.
c.       Kendaraan di susutkan 20% setahun.
d.      Pendapatan angkutan yang masih harus diterima Rp.  1.500.000,00.
e.       Gaji karyawan yaang maasih harus di bayar Rp.  300.000,00.
f.        Bunga yang masih harus di bayar Rp. 50.000,00.
g.       Asuransi dibayr tangggal 1 September 1990 untuk 1 tahun.
Berdasarkan Neraca saldo dan data penyesuaian di atas, buatlah jurnal Penyesuaian!
Jawab:
Tanggal
Uraian
Ref.
Debet
Kredit
1990
Des.
31
31
31
31
31
31
31
Beban Perlengkapan
           Perlengkapan
Beban Sewa
           Sewa dibayar di muka
Beban Penyusutan Kendaraan
           Akumulasi Penyusutan Kendaraan
Piutang Pendapatan Angkutan
           Pendapatan Angkutan
Beban Gaji
           Utang Gaji
Beban Bunga
           Utang Bunga
Asuransi dibayar di muka
           Beban Asuransi
    300.000,00
-
 1.500.000,00
-
20.000.000,00
-
  1.500.000,00
-
     300.000,00
-
       50.000,00
-
  1.200.000,00
-
-
  3 00.000,00
-
 1.500.000,00
-
20.000.000,00
-
  1.500.000,00
-
    300.000,00
-
      50.000,00
-
  1.200.000,00
24.850.000,00
24..850.000,,00
Penjelsan :
a.       Perlengkapam yang sudah  di pakai = Rp. 500.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp. 300.000,00.
b.      Sewa yang sudah menjadi beban tahun 1990 9 bulan ( 1 April – 31 April Desember 1990 = 9/12 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 1.500.000,00.
c.       Penyusutan kendaraan 1 tahun = 20 % x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 20.000.000,00.
d.      Pendapatan Angkutan yang masih harus diterima sudah merupakan pendapatan tetapi belum diterima pembayarannya.
e.       Gaji yang masih harus dibayar merupakan  utang perusahaan kepada karyawan yang sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990.
f.        Bunga yang masih harus dibayar merupakan bunga yang sudahh menjadi beban tahun 1990 tetapi masih ditangguhkan pembayarannya.
g.       Asuransi yang sudah menjadi beban tahun 1990 adalah 4 bulan ( 1 September – 31 Desember 1990 ) = 4/12 x Rp. 1.800.000,00 = Rp. 600.000,00. Sisa ( Rp. 1.200.000,00 ) belum merupakan tehun 1990, maka harus dipindahkan ke rekening Asuransi di bayar di muka.


Download Akuntansi jurnal umum.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Akuntansi jurnal umum. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon