February 01, 2017

Resume Pengantar Studi Islam


Judul: Resume Pengantar Studi Islam
Penulis: Tri Wibowo


Pengantar studi islam
Tugas ini Dikerjakan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Nilai Mata Kuliah
Pengantar studi islam
Dosen Pengampu : Ahmad Zaimuddin

Disusun oleh:
Hidayatunnuisa
Khufaifatul Fikri
Maulida Rahmah
Tri wibowo
Kelas : PBSI 1B
PENDIDIKAN BAHASA DAN SATRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Islam telah menjadi kajian yang menarik minat banyak kalangan. Studi keislaman pun semakin berkembang. Islam tidak lagi dipahami hanya dalam pengertian historis dan doktriner, tetapi telah menjadi fenomena yang kompleks. Islam tidak hanya terdiri dari rangkaian petunjuk formal tentang bagaimana seorang individu harus memaknai kehidupannya. Islam telah menjadi sebuah sistem budaya, peradaban, komunitas politik, ekonomi dan bagian sah dari perkembangan dunia. Mengkaji dan mendekati Islam, tidak lagi mungkin hanya dari satu aspek, karenanya dibutuhkan metode dan pendekatan .
agama atau keagamaan sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan umat manusia dapat dikaji melalui berbagai sudut pandang. Islam khususnya, sebagai agama yang telah berkembang selama empatbelas abad lebih menyimpan banyak banyak masalah yang perlu diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan pemikiran kegamaan maupun realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya. Salah satu sudut pandang yang dapat dikembangkankan bagi pengkajian Islam itu adalah pendekatan normatik dan pendekatan sejarah.
B.Rumusan Masalah
1.Apakah yang dimaksud dengan pendekatan normatik?2.Apakah yang dimaksud dengan pendekatan sejarah?3.Apakah tujuan dari pendekatan normatik dan pendekatan sejarah?
BAB II
PEMBAHASAN
Pendekatan Normatif dalam Studi Islam
Pendekatan normatif adalah sebuah pendekatan yang lebih menekanakan aspek normatif dalam ajaran islam sebagaimana terdapat dalam al-qur'an dan as-sunnah. Pendekatan ini lebih melihat dari aspek idealitas ajaran islam.
Pendekatan normatif dalam studi islam telah melahirkan banyak karya yang berkaitan dengan tafsir, sunnah dan keilmuwan naqli seperti fikih, kalam dan tasawuf
Pendekatan normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahwa wujud empiris dari suatu agama dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan lainnya. Menurut Sayyed Hosein Nasr, dalam era kontemporer ini ada 4 prototipe pemikiran keagamaan Islam, yaitu pemikiran keagamaan fundamentalis, modernis, mesianis, dan tradisionalis. Ke empat prototipe pemikiran keagamaan tersebut sudah tentu tidak mudah disatukan dengan begitu saja. Masing-masing mempunyai "keyakinan" teologi yang sering kali sulit untuk didamaikan.
Dalam model pendekatan ini, pengkajian agama lebih didominasi oleh motivasi dan kepentingan suatu agama tertentu. Prinsip dasar pendekatan ini adalah melihat Islam atau agama-agama lain berdasarkan teks yang sudah tertulis dalam kitab suci masing-masing agama yang bercorak literal, tekstual dan absolut. Menurut Charles, pendekatan ini dibagi menjadi tiga macam.
Pendekatan Misi
Tujuan pendekatan ini tidak diorientasikan sebagai suatu kajian yang bersifat akedemis, tetapi lebih didorong oleh adanya kepentingan penyebaran agama tertentu dan kolonialisme. Tujuan utamanya adalah berusaha memasukkan orang Islam ke dalam agama Kristen. Pendekatan ini lahir pada abad 19 bersamaan dengan lahirnya missionaris Kristen di wilayah kolonial secara massif.
Pendekatan Apologetik
Pendekatan Apologetik lahir sebagai respon mentalitas umat Islam terhadap perkembangan yang terjadi pada era modern, dengan didorong oleh kesadaran akan kebobrokan didalam masyarakat muslim saat itu serta keinginan untuk keluar dari tekanan peradaban Barat yang kian kelat. Kaum apologetik modern ini berusaha mengembangkan tema-tema yang berkaitan dengan desakan akan pentingnya rasionalisme, penyesuaian antara Islam dan ilmu pengetahuan dan semangat progresif, Islam dan etika liberal serta Islam dan sejarah umat manusia.
Kelemahan dari model pendekatan ini terletak pada eksplorasi mengenai Islam yang hanya menyajikan hal-hal yang bersifat''romantis'' dan menyenangkan dengan merujuk pada sejarah umat Islam masa lampau. Disamping itu, pendekatan model ini cenderung kurang akedemis, defensif dan polemik, karena seringkali mengorbankan nilai-nilai ilmiah dalam penelitian ilmiah atau tradisi akedemis.
Pendekatan Simpati
Gerakan ini dimotori oleh Bishop Kenneth Cragg. Ia meneliti Islam bukan dalam rangka gerakan pemurtadan, tetapi lebih merupakan tanggungjawab moral, dalam rangka menciptakan jembatan dan relasi yang lebih dialogis antar umat beragama yang berbeda, baik Islam-Kristen khususnya, dan Barat-Timur umumnya.
Metode Cragg ini dimulai dengan menunjukkan batas-batas muslim-Kristen, tetapi pada akhirnya ia tetap terjebak pada upaya untuk menyebarkan ajaran Kristen. Oleh karena itu, meskipun Cragg bersifat simpatik dan mempunyai apresiasi yang baik, tujuan normatif  keagamaan masih tetap kental mewarnai karya-karyanya. Tokoh lainnya adalah W.C.Smith yang dalam tulisannya ia menganjurkan untuk mencoba memahami sistem keyakinan orang lain dan bukan mengganti sistem keyakinan tersebut. Ia lebih menekankan pada kepentingan-kepentingan  teologis dan bukan motivasi penyebaran Injil.
Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam
Perspektif ini mencoba memahami Islam dalam sejarah turunnya dan penyebarannya sebagai realitas sosial yang berada dalam kontek sosial dan oleh karenanya ia berinteraksi dengan raelitas masyarakat pada masa itu
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku dari peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini segala peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, di mana, apa sebabnya, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Melalui pendekatan sejarah seorang diajak menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat emiris dan mendunia. Dari keadaan ini seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang ada di alam empiris dan historis.
Perspektif ini mencoba memahami Islam dalam sejarah turunnya dan penyebarannya sebagai realitas sosial yang berada dalam kontek sosial dan oleh karenanya ia berinteraksi dengan raelitas masyarakat pada masa itu
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku dari peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini segala peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, di mana, apa sebabnya, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
yang mendalam terhadap agama yang dalam hal ini Islam, menurut pendekatan sejarah. Ketika ia mempelajari Al-qur'an ia sampai pada satu kesimpulan bahwa pada dasarnya kandungan Al-Qur'an itu terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, berisi konsep-konsep, dan bagian kedua berisi kisah-kisah sejarah dan perumpamaan.
Dalam bagian pertama yang berisi konsep ini kta mendapati banyak sekali istilah Al-Qur'an yang merujuk kepada pengertian-pengertian normatif yang khusus, doktrin-doktrin etik, aturan-aturan legal, dan ajaran-ajaran keagamaan pada umumnya. Istilah-istilah atau singkatnya pernyataan-pernyataan itu mungkin diangkat dari konsep-konsep yang telah dikenal oleh masyarakat Arab pada waktu Al-Qur'an, atau bisa jadi merupakan istilah-istilah baru yang dibentuk untuk mendukung adanya konsep-konsep relegius yang ingin diperkenalkannya. Yang jelas istilah itu kemudian dintegrasikan ke dalam pandangan dunia Al-Qur'an, dan dengan demikian, lalu menjadi konsep-konsep yang otentik.
Dalam bagian pertama ini, kita mengenal banyak sekali konsep baik yang bersifat abstrak maupun konkret. Konsep tentang Allah, Malaikat, Akhirat, Ma'ruf, Munkar dan sebagainya adalah termasuk yang abstrak. Sedangkan konsep tentang Fuqara', Masakin, termasuk yang konkret.
Selanjutnya, jika pada bagian yang berisi konsep, Al-Qur'an bermaksud membentuk pemahaman yang komprehensif mengenai nilai-nilai Islam, maka pada bagian yang kedua yang berisi kisah dan perumpamaan Al-Qur'an ingin mengajak dilakukannya perenungan untuk memperoleh hikmah.
Melalui pendekatan sejarah ini seseorang diajak untuk memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa. Dari sini maka seseorang tidak akan memahami agama keluar dari konteks historisnya. Seseorang yang ingin memahami Al-Qur'an secara benar misalnya, yang bersangkutan harus memahami sejarah turunnya Al-Qur'an atau kejadian-kejadian yang mengiringi turunnya Al-Qur'an yang selanjutnya disebut dengan ilmu asbab al-nuzul yang pada intinya berisi sejarah turunnya ayat Al-Qur'an. Dengan ilmu ini seseorang akan dapat mengetahui hikmah yang terkandung dalam suatu ayat yang berkenaan dengan hukum tertentu, dan ditujukan untuk memelihara syari'at dari kekeliruan memahaminya.
Melalui pendekatan sejarah seseorang diajak menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang ada di alam empiris dan historis.
Diantara metode studi Islam yang pernah ada dalam sejarah, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua. Pertama, metode komparasi, yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama Islam tersebut dengan agama lainnya.
Dengan cara yang demikian akan dihasilkan pemahaman Islam yang obyektif dan utuh. Kedua metode sintesis, yaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan antara metode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional, obyektif, kritis, dan seterusnya dengan metode teologis normative.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pendekatan normatif adalah sebuah pendekatan yang lebih menekanakan aspek normatif dalam ajaran islam sebagaimana terdapat dalam al-qur'an dan as-sunnah. Pendekatan ini lebih melihat dari aspek idealitas ajaran islam.Pendekatan normatif dalam studi islam telah melahirkan banyak karya yang berkaitan dengan tafsir, sunnah dan keilmuwan naqli seperti fikih, kalam dan tasawuf. Perspektif ini mencoba memahami Islam dalam sejarah turunnya dan penyebarannya sebagai realitas sosial yang berada dalam kontek sosial dan oleh karenanya ia berinteraksi dengan raelitas masyarakat pada masa itu
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku dari peristiwa tersebut.Menurut ilmu ini segala peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, di mana, apa sebabnya, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik, (ed.), Sejarah dan Masyarakat, Jakarta; Pustaka Firdaus, 1987
Nata, Abudin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998
http://stydyislam.blogspot.com/2012/01/pendekatan-dalam-studi-islam.html
C.Tujuan
1.Mengetahui apa yang dimaksud dengan pendekatan normatik2.Mengetahui apa yang dimaksud dengan pendekatan sejarah3.Mengetahui tujuan dari pendekatan normatik dan pendekatan sejarah



Download Resume Pengantar Studi Islam.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Resume Pengantar Studi Islam. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon