February 04, 2017

Rangkuman Biologi ( Protista dan Fungi )


Judul: Rangkuman Biologi ( Protista dan Fungi )
Penulis: Tiara Coreadi


Rangkuman Biologi
PROTISTA
Protista berasal dari Bahasa Yunani yaitu Protos dan Ksitos yang artinya mula-mula dan menyusun. Kingdom Protista adalah kingdom yang bukan tumbuhan, bukan hewan, dan bukan fungi. Kingdom Protista merupakan kingdom mirip-miripan. Kingdom ini terdiri dari organisme eukariotik ( sudah memiliki membran inti ). Sebagian besar Protista adalah uniseluler ( ber sel satu ) namun ada juga yang multiseluler ( sel banyak ). Protista terbagi menjadi 3 filum yaitu ; Protista mirip Hewan ( Protozoa ), Protista mirip Tumbuhan ( Algae ), dan Protista mirip Fungi.
Ciri Umum Protista
Protista merupakan organisme eukariotik yang artinya sudah memiliki membran inti.
Habitat Protista adalah di air tawar, air laut, atau tempat-tempat yang basah atau lembab
Reproduksi Protista terbagi dua yaitu ;
Aseksual / vegetatif : dengan cara pembelahan biner
Seksual / Generatif :
- isogami (HOMO)
Gamet yang sama ukuran dan bentuknya.
-Anisogami ( WARIA)
Gamet yang sama bentuk namun beda ukuran.
-Oogami
Gamet yang berflagel dan tidak berflagel.
Mempunyai inti yang jelas
Mayoritas Protista adalah uniseluler ( ber sel satu )
Anggotanya bukan hewan, tumbuhan, atau jamur
Cara hidup protista terbagi dua yaitu :
Autotrof
Dapat mensintesis makanannya sendiri dengan bantuan cahaya dan lainnya
( contohnya : Fotosintesis )
Heterotrof
Tidak dapat mensintesis makanannya sendiri
( contohnya : saprofit dan parasit )
Protista Mirip Hewan ( Protozoa )
Protozoa biasanya hidup di air atau setidaknya di tempat-tempat yang basah. Beberapa spesies dari protozoa hidup secara parasit. Semua protozoa membutuhka kelembapan yang tinggi untuk bertahan hidup. Beberapa protozoa di laut merupakan bagian dari Zooplankton. Protozoa hidup secara soliter atau bentuk koloni. Beberapa Protozoa memiliki kerangka luar atau cangkang yang terbuat dari Zat Kersik dan zat kapur. Nutrisi dalam protozoa sendiri bermacam macam, ada nutrisi Holozoik ( heterotrof ) makanannya berupa organisme lain. Adapula Holofilik ( autotrof ) yaitu dapat mensintesis makannnya sendiri dengan bantuan cahaya dan klorofil. Selain itu ada yang bersifat saprofitik, yang menggunakan zat-zat sisa.
KLASIFIKASI PROTOZOA
Klasifikasi Rhizopoda
( sacrodina ) Flagellata
( mastigophora ) Ciliata
( cidiospora ) Sporozoa
Alat Gerak Kaki semu
(Pseudopodia) Flagel
( bulu cambuk ) Rambut getar
( cilia ) Tidak memiliki alat gerak
Cara hidup Soliter Soliter atau koloni Soliter atau koloni Soliter
Habitat Air tawar, air laut, dan tempat- tempat yang basah Air tawar, air laut, dan tempat- tempat yang basah Air tawar, air laut, dan tempat- tempat yang basah Air tawar, air laut, dan tempat- tempat yang basah
Reproduksi Aseksual : pembelahan diri Aseksual Aseksual dan seksual
Yang seksual dengan cara konjugasi
Aseksual
Dengan cara sporozoit
Seksual
Dengan cara gametosit
Contoh Spesies Amoeba Proteus
Entamoeba Hytolitica
Foraminifera
Radiolaria Thricomas Vaginalis
Leishmania Dennovani -Paramcium caudatum
-Verticella - plasmodium
- Falciparum
PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
Protista mirip tumbuhan biasanya disebut alga ( ganggang ). Ciri – ciri dari alga adalah :
Tubuh ber sel satu ( uniseluler ) sebagai fitoplankton atau banyak sel ( multiseluler ) sebagai bentuk perifiton
Bekuran 8 mikrometer – 6 meter
Memiliki dinding sel dan organel lainnya
Memiliki klorofil sehingga disebut autotrof
Memiliki pigmen yang berbeda-beda tiap jenis nya
Habitatnya : perairan tawar atau air laut
Reproduksi :
Aseksual : fragmentasi, membelah diri, membentuk spora vegetaif yang menghasilkan ZOOSPORA.
Seksual : konjugasi, isogami, dan anisogami.
Berdasarkan tempat hidupnya ( habitat ), ganggang terbagi menjadi 4, yaitu ;
Ganggang subaerial
Ganggang yang hidupnya dipermukaan air
Ganggang intertidal
Ganggang yang hidupnya secara periodic muncul ke permukaan karena pasang surut
Ganggang sublittoral
Ganggang yang berada dibawah permukaan air
Ganggang edofik
Ganggang yang hidup di lumpur atau pasir di perairan
Ganggang terbagi menjadi 6 filum , yaitu ;
Filum
Chlorophyta
(ganggang hijau ) Rhodophyta
( Ganggang merah ) Chyrophyta
( ganggang emas ) Euglenophyta Phaeophyta
( ganggang pirang / cokelat ) Dinoflagellata
( Ganggang api )
Pigmen -Klorofil
( dominan )
-Xantofil
-Karoten - Fikoentrin
- Fikobilin - Xantofil
( kuning )
-Fukosantin
( Cokelat ) Euglenophyta dapat dikatakan mirip hewan maupun mirip tumbuhan. Hal ini dikarenakan euglena memiliki alat gerak aktif namun memiliki klorofil juga -Fukosantin
( cokelat ) -Klorofil
-Fikobilin
-Xantofil
-Dinosantin
( zat pendar )
Reproduksi -Vegetatif :
Fragmentasi, pembelahan biner, dan zoospora
-Generatif :
Konjugasi -Vegetatif :
Fragmentasi dan zoospora
-Generatif :
Oogami Contoh -Chlorella sp.
( utk supplement makanan ( PST ) )
-Ulva sp.
( sayuran ) -Euchema
( utk agar-agar )
-Gracillaria
( utk kosmetik ) Xantophyceae
Chrysophyceae
Bacillariophyceae Euglena sp. -Fucus
-Sargassum
( utk kosmetik dan bahan baku tekstil )
-tubirarna -Gymodium breve
-Pfiestena
-Noticulla sticillans
PROTISTA MIRIP JAMUR
Protista mirip jamur bersifat heterotrof karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Dalam ekosistem, peranan Protista mirip jamur adalah sebagai decomposer ( pengurai ). Ciri –ciri Protista mirip jamur adalah :
Struktur tubuh berbentuk filament atau benang
Bersifat heterotrof dan absorptive
Berperan sebagai decomposer
Habitat ditempat yang lembab
Klasifikasi dari jamur lendir terbagi 3, yaitu ;
1. Filum Jamur Air (Oomycota)
Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada kondisi tertentu, spora akan tumbuh menjadi hifa baru.
Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. dinding sel berupa selulosa, b. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat, dan c. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel.
Contoh Oomycota adalah Phytophthora, Saphrolegnia, dan Pythium. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Jamur yang hidup secara parasit, misalnya, P. nicotin (tembakau), P. palmifera (kelapa), dan P. infestans (kentang).
Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorph
2. Filum Jamur Lendir (Mycomycota)
Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding;
berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak;
struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi;
berkembang biak secara aseksual dan seksual. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot;
biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah. Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota.
a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)
Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium.
Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. Pada saat ada makanan, Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Pada saat kondisi menguntungkan, spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang.
b. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)
Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Jamur ini berinti banyak, setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat, bersifat uniseluler ataupun multiseluler, dan dapat bergerak bebas. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk, tanah lembap, sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah.
Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik.
Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa, Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, kemudian sel gamet ini melakukan singami.
Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. Pada Myxomycota, massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria), bergerak berpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan, di daun, kayu busuk untuk memakan bakteri.
Plasmodium mempunyai banyak inti, tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. Saat Plasmodium membesar, intinya membelah. Sebaliknya, pada Acrasiomycota, sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler.
PERANAN PROTISTA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Menguntungkan
Komponen zooplankton
Indicator minyak bumi
Dalam rangka makanan sebagai konsumen 1
Komponen fitoplankton
Sebagai produsen
Komponen kapsul/obat
Bahan pembuat genteng
Media kultur bakteri
Isolator / bahan peledak
Pegurai / Dekomposer
Penyusun PST ( Protein Sel Tunggal )
Merugikan
Sebagai parasit pada tumbuhan, manusia, dan hewan
Sebagai patogen
Penghasil racun / toxic
Merusak tanaman budidaya
Penyebab penyakit malaria ( Plasmodium falciparum )
Penyebab penyakit tidur ( Trypanosoma rodesiense )
FUNGI ( JAMUR )
Jamur atau fungi adalah organisme eukariotik yang tidak berklorofil yang memperoleh makanan secara saprofit atau parasit ( heterotrof ). Jamur dipelajari dalam ilmu mikologi. Jamur ber- sel banyak tubuhnya terdiri dari benang- benang yang disebut HIFA. Kumpulan dari hifa disebut MISELLIUM.
CIRI – CIRI JAMUR :
Hidup di tempat yang lembab atau sedikit asam, mengandung zat organic, dan kurang cahaya matahari
Bersifat heterotrof (saprofit dan parasit )
Memiliki ukuran yang bervariasi, dari yang mikroskopis sampai yang makroskopis
Dinding sel dari KITIN
Reproduksi secara generatif dan vegetatif
HABITAT JAMUR :
Jamur hidup pada lingkungan yang beragam. Jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang ( lichenes ) membentuk lumut kerak dapat hidup di habitat yang ekstrim. Jenis jamur lainnya hidup secara parasit baik pada tubuh manusia maupun organisme lainnya.
REPRODUKSI JAMUR :
Secara generatif :
Isogami ; peleburan dua gamet yang sama bentuk dan ukuran
Anisogami : peleburan dua gamet yang bentuknya sama namun ukuran yang berbeda
Oogami : peleburan dua gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya
Gametongiogami : peleburan dua isi gametongium yang berbeda jenisnya dan menghasilkan spora
Somatogami : peleburan dua sel hifa yang tidak berdefrinsiasi
Spermatisasi : peleburan antara spermatium dengan gametangium
Secara vegetatif :
Fragmentasi : pemotongan – pemotongan bagian hifa
Spora
JENIS – JENIS FUNGI :
Zygomycotina ( jamur ganggang )
Ciri – ciri Zygomycotina adalah :
Merupakan jamur darat
Bersifat saprofit
Hifa tumbuh di tempat yang lembab
Hifa tidak bersekat atau senisitik
Perkembangan secara aseksual :
Sporangium tumbuh pada permukaan atas hifa, membentuk spora, spora pecah mengeluarkan miselium membentuk individu baru
Perkembangbiakan secara seksual:
Zigot tumbuh menjadi sporangium yang disebut zoosporangium
CONTOH SPESIES :
Rhizopus sp, Mucor sp, Pilobolus, Beau bassiana.
Ascomycotina ( jamur ber-askus )
Ciri – ciri Ascomycotina adalah :
Hifa bersekat ( senisitik ) dan berinti banyak ( multisel )
Bersifat saprofit dan parasit
Spora tidak berflagell dan dibentuk dalam askus
Perkembangbiakan secara generatif : askospora
Perkembangan secara vegetatif : spora vegetatif, tunas ( budding ), Konidiospora, Klamidiospora, Fragmentasi.
CONTOH SPESIES :
Saccharomyces cerevisiae, penicillum camemberti, penicillum notatum, aspergillus oryzae, aspergillus wentii, fusarium.
Basidioycota
Ciri – ciri Basidiomycota adalah :
Hifa tidak bersekat ( asenositik )
Uniseluler
Misellium akan membuat tubuh buah ( basidiokarp )
Reproduksi secara vegetatif dengan KANIDIA
Reproduksi secara generatif dengan BASIDIOSPORA
CONTOH SPESIES :Volvaria volvaceae, amanita muscana, auriculana polytricho
Deutromycotina ( jamur imperfekti )
Ciri deutromycotina adalah ;
Reprodksi secara aseksual dengan KONIDIA
Reproduksi secara seksual belum ditemukan
Hifa tidak bersekat ( Asenositik )


Download Rangkuman Biologi ( Protista dan Fungi ).docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Rangkuman Biologi ( Protista dan Fungi ). Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon