February 04, 2017

modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP


Judul: modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP
Penulis: Tholhah Nugroho


BAB I

PENDAHULUAN

251430178287



Latar Belakang
Dalam kurikulum yang berlaku di SMP menuntut partisipasi siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa belajar dengan menggunakan media dalam pembelajaran. Bahan ajar merupakan salah satu jenis media yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman siswa.
Masih terbatasnya jumlah bahan ajar berupa buku pegangan siswa dan referensi yang terdapat di perpustakaan SMP Negeri 3 Bonang khususnya pada mata pelajaran IPA kelas VIII, memotivasi guru dalam menyusun modul ini. Modul IPA semester gasal ini disusun sedemikian rupa sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP Negeri 3 Bonang dengan memperhatikan tingkat pemahaman siswa. Modul ini dapat digunakan siswa untuk belajar aktif mandiri dengan guru yang berfungsi sebagai fasilitator.
Deskripsi Singkat
Modul IPA kelas VIII semester gasal ini disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku pada SMP Negeri 3 Bonang. Materi IPA yang dipelajari siswa pada semester gasal tahun pelajaran 2013/2014 meliputi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup; system gerak pada manusia; system pencernaan pada manusia; system pernapasan pada manusia; system peredaran darah pada manusia; atom, molekul dan ion; bahan kimia pada kehidupan; zat adiktif dan psikotropika.
Pada setiap akhir bahasan materi penulis memberikan rangkuman untuk menguatkan kembali ingatan siswa terhadap materi yang sudah dipelajari. Selain itu penulis juga menyertakan uji kompetensi untuk mengetahui seberapa jauh siswa memahami materi. Untuk menambah wawasan dari siswa, penulis juga menambahkan info plus pada beberapa bahasan.
Manfaat Modul
Adapun manfaat yang dapat diambil dari modul ini, diantaranya
Bagi siswa :
Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi IPA semester gasal tahun pelajaran 2013/2014
Menambah wawasan dan pengetahuan siswa
Memudahkan siswa dalam mempelajari materi IPA semester gasal tahun 2013/2014
Bagi guru:
Sebagai media/bahan ajar dalam menyampaikan materi IPA semester gasal tahun 2013/2014
Bagi sekolah:
Menambah koleksi buku bacaan bagi siswa di perpustakaan SMP Negeri 3 Bonang
Meningkatkan kompetensi lulusan siswa SMP Negeri 3 Bonang
Petunjuk Belajar
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kalian dapat memahami setiap pokok bahasan yang disampaikan dalam modul ini, ada baiknya kalian mengikuti setiap langkah-langkah berikut :
Bacalah secara cermat, dan pahami tujuan pembelajaran yang tertulis pada setiap awal bab.
3807578378091Pelajari setiap bab secara berurutan, mulai dari Bab I Pendahuluan sampai Bab XII Penutup.
Pada beberapa bab terdapat ikon info plus bergambar . Materi yang ditulis
dalam kategori ini merupakan materi pengayaan untuk menambah wawasan kalian
Kerjakan secara sungguh-sungguh dan tuntas setiap evaluasi pada setiap akhir bab.
Keberhasilan proses pembelajaran dalam mata pelajaran IPA semester gasal ini tergantung pada kesungguhan kalian. Untuk itu, belajarlah secara mandiri dan seksama. Untuk belajar mandiri, kalian dapat melakukannya seorang diri, berdua, atau berkelompok dengan teman lain yang memiliki pandangan yang sama.
Kalian disarankan mempelajari bahan-bahan dari sumber lain dan jangan segan-segan bertanya kepada guru atau teman yang telah memahami materi modul ini.
BAB II

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

268547174559


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
KOMPETENSI DASAR:
Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup
Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
Membandingkan metamorfosis dan perkembangan embrio pada katak

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan
1932940709930Pertumbuhan adalah penambahan biomassa yang bersifat tidak dapat balik (irreversible). Penambahan biomassa ditandai dengan penambahan berat, panjang, volume, jumlah sel, dan lain-lain. Pertumbuhan pada makhluk hidup dapat dilihat dari perubahan ukurannya. Oleh karena itu, pertumbuhan dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
Gambar 2.1. pertumbuhan dan perkembangan kacang merah

Pada makhluk hidup multi seluler pertumbuhan ditandai dengan pertambahan jumlah dan ukuran sel.sedangkan pada uniseluler pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya ukuran sel
INFO PLUS :
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dilihat dari bertambah besar dan tingginya batang. Sedangkan perkembangannya dapat dilihat dengan adanya perubahan-perubahan pada bentuk batang, daun, akar, munculnya bunga, dan terbentuknya buah. Adapun pertumbuhan pada hewan dapat dilihat dari semakin besarnya badan hewan tersebut, sedangkan perkembangannya dapat disaksikan dari perubahan pada tubuh dan kelakuan hewan tersebut. Misalnya, burung kecil setelah menetas belum dapat terbang, namun setelah besar dia akan belajar terbang dan mencari makan sendiri.
Perkembangan
-935990165735Perkembangan dapat diartikan sebagai proses menuju tercapainya kedewasaan. Perkembangan merupakan perubahan struktur dan fungsi yang bersifat spesifik. Perubahan struktur dan fungsi tersebut menyebabkan bagian-bagian penyusun tubuh bertambah lengkap, sempurna, dan kompleks.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Faktor Dalam (Internal)
Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri.
a. Gen
Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
b. Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.
b.1. hormon pada tumbuhan.
Auksin
Fungsi auksin :Mengembangkan sel-sel hingga bertambah panjang; merangsang pembentukan bunga dan buah; mempercepat terjadinya diferensiasi di daerah meristem sehingga mempergiat kambium membentuk sel baru.
Giberelin
Fungsi giberelin :Mempercepat pertumbuhan; membuat tanaman berbunga sebelum waktunya; membuat tanaman lebih tinggi dari normal; merangsang pembelahan sel serta merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan dalam perkecambahan. merangsang pembentukan tunas, menghilangkan dormansi biji, dan merangsang pertumbuhan buah secara parthenogenesis.
Sitokinin
Berfungsi untuk mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar; menghambat efek dominansi apikal, dan mempercepat pertumbuhan memanjang.
Florigen
Diduga berperan dalam proses pembentukan bunga
Dormin (asam absisat)
Membantu tumbuhan bertahan hidup pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan; menghambat pembelahan dan pemanjangan sel, menunda pertumbuhan atau dormansi, merangsang penutupan mulut daun di musim kering, pengguguran daun.
Kalin
Rhizokalin, berperan dalam pembentukan akar
Kaulokalin, berperan dalam pembentukan batang
Filokalin, berperan dalam pembentukan daun
Antokalin, berperan dalam pembentukan bunga.
Asam traumalin
Mengembalikan bagian tubuh tumbuhan yang rusak (regenerasi).
b.2. hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai berikut.
Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata.
b.3. hormon pada manusia
INFO PLUS
Pada masa pertumbuhan, kelebihan STH akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.
Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan.
1903730880745Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH). Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon pertumbuhan. Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tandatanda kelamin sekunder pada wanita.
Faktor Luar (Eksternal)
a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
b. Lingkungan
Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik (suhu optimum). Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah).
Cahaya
Tumbuhan membutuhkan cahaya dalam proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan untuk pertumbuhan tanaman. Pada hewan dan manusia Sinar matahari diperlukan dalam pengubahan provitamin D menjadi vitamin D. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan.
Air dan Kelembapan
Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan :
1. Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan plumula (calon batang). Radikula tumbuh ke bawah menjadi akar, sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang.
Perkecambahan biji ada 2 macam, yaitu perkecambahan epigeal dan hipogeal.
2510155481965a. perkecambahan epigeal adalah tumbuhnya hipokotil yang memanjang sehingga plumula dan kotiledon terangkat ke permukaan tanah. Contoh perkecambahan kacang hijau.

Gambar 2.2. perkecambahan epigeal
2510155312420b. perkecambahan hipogeal adalah tumbuhnya epikotil yang memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul
di permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh perkecambahan kacang kapri
Gambar 2.3. perkecambahan hipogeal
2. Pertumbuhan primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Titik tumbuh primer terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Pertumbuhan primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.
3. Pertumbuhan sekunder
37541201390015Pertumbuhan yang disebabkan oleh aktivitas kambium yang bersifat merismatik (aktif membelah). Aktivitas pertumbuhan kambium tidak selalu sama antaramusim penghujan dengan musim kemarau. Di musim penghujan, air dan zat hara terlarut tersedia dengan melimpah sehingga pembelahan sel lebih giat. Sebaliknya di musim kemarau, ketersediaan air berkurang sehingga aktivitas pembelahan sel berkurang. Aktivitas pembelahan yang berbeda ini tampak sebagai cincin-cincin konsentris pada batang yang disebut lingkaran tahun. Pertumbuhan sekunder menyebabkan batang bertambah besar. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada dikotil dan gymnospermae.
4. Pertumbuhan terminal
Pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh terdapat 3 zona (daerah) pertumbuhan :
a. Daerah pembelahan
Daerah pembelahan terletak di bagian paling ujung. Di
daerah ini sel-sel baru terus-menerus dihasilkan melalui
proses pembelahan sel. Daerah inilah yang disebut daerah
Gambar 2.4. daerah pertumbuhan akar
meristematis.
b. Daerah pemanjangan
Daerah pemanjangan terletak di belakang daerah pembelahan.
Di daerah ini sel-sel hasil pembelahan akan tumbuh
sehingga ukuran sel bertambah besar.
Akibatnya di daerahinilah yang mengalami pemanjangan.
c. Daerah diferensiasi
Daerah diferensiasi terletak di belakang daerah pemanjangan. Sel-sel yang telah tumbuh mengalami
perubahan bentuk dan fungsi. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, xilem, dan floem. Sebagian lagi membentuk parenkim, kolenkim, dansklerenkim.
Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik
Fase embrionik
Perkembangan ini berlangsung pada saat hewan masih dalam bentuk embrio. Terbagi atas beberapa tahapan, yaitu :
a. pembelahan zigot dan blastulasi
320357533020Setelah terjadi fertilisasi zigot mengalami pembelahan mitosis berulang kali. Pembelahan berlangsung sangat cepat dan akhirnya menghasilkan kumpulan sel yang menyerupai buah murbei, yang selanjutnya disebut dengan morula jumlah sel pada saat ini sebanyak 32 sel. Pembelahan terus berlanjut sehingga terbentuk rongga di bagian dalam yang disebut blastosol. Fase ini disebut fase blastula.
b. gastrulasi
Gambar 2.5. pertumbuhan embrionik pada beberapa hewan
Gastrula, merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan blastula yang ditandai dengan terbentuknya 3 lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Ketiga lapisan ini nantinya akan berkembang menjadi berbagai organ. Proses pembentukan gastrula ini disebut gastrulasi.
c. organogenesis
merupakan proses pembentukan berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan saat proses gastrulasi. Organ yang terbentuk dari ketiga lapisan ini adalah sebagai berikut.
1) Lapisan ektoderm, berkembang menjadi rambut, kulit, sistem saraf, dan indra.
2) Lapisan mesoderm, berkembang menjadi otot, rangka, alat reproduksi, alat peredaran darah, dan alat ekskresi.
3) Lapisan endoderm, berkembang menjadi alat pencernaan dan alat pernapasan.
Fase pascaembrionik
Pada perkembangan ini umumnya hanya terjadi peningkatan ukuran dari bagian-bagian tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut membentuk ukuran tubuh yang proporsional. Pada perkembangan ini juga terjadi penyempurnaan alat-alat reproduksi.
Metamorfosis
Pada beberapa jenis hewan, dalam pertumbuhan dan perkembanganya mengalami proses metamorfosis. Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang dimulai dari larva sampai dewasa. Metamorfosis terjadi pada serangga dan amfibi.

Gambar 2.6. metamorfosis pada katak
3445510245745telur
imago
a. Metamorfosis Sempurna (holometabola)
Metamorfosis sempurna ditandai dengan adanya fase yang disebut pupa atau kepompong (pada serangga). Bentuk larva dengan serangga dewasa jauh berbeda. Tahapan dalam metamorfosis
sempurna adalah sebagai berikut.
Gambar 2.7. metamorfosis sempurna kupu-kupu
pupa
larva
telur → larva → pupa (kepompong) → dewasa (imago)
43180-29210b. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang baru menetas (nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga dewasa (imago).
telur → nimfa → dewasa (imago)
Gambar 2.8. metamorfosis tidak sempurna
kupu

Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia

Proses pembentukan manusia diawali dengan proses pembuahan. Yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari perempuan (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari pria (ayah). Inti sel sperma akan melebur dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel baru yang disebut zigot. Zigot ini akan membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berkembang menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran adalah kurang lebih 9 bulan.
Tabel 2.1. Tahapan Perkembangan Manusia

1122-16879
Pubertas pada Remaja
a. Ciri kelamin primer
1) Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
2) Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami "mimpi basah" yang mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder
Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan poripori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.
c. Perubahan proporsi tubuh, tampak dari bertambahnya tinggi badan, berat badan, panjang kaki, dan tangan, sehingga ukuran seluruh badan bertambah.
Rangkuman

Pertumbuhan adalah peristiwa penambahan biomassa tubuh yang irreversibel, sedangkan perkembangan diartikan sebagai proses menuju kedewasaan.
Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah gen dan hormon.
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah makanan, air, kelembapan, suhu, cahaya.
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan meliputi perkecambahan, pertumbuhan primer, pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan terminal.
Pada hewan, ada dua fase dalam pertumbuhan dan perkembangannya yaitu fase embrionik dan pasca embrionik.
Beberapa hewan ada yang mengalami metamorfosis, seperti pada katak dan serangga.
Evaluasi
Perkembangan manusia dibedakan dalam tahapan balita, anak-anak, dewasa dan orang tua (lanjut usia).
Proses menuju kedewasaan merupakan pengertian dari ….
Materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada keturunanya disebut ….
Tipe perkecambahan pada kacang hijau adalah ….
Tipe perkecambahan kacang kapri ….
Pertumbuhan tanaman yang terjadi akibat aktivitas meristem primer dinamakan pertumbuhan …
Metamorfosis sempurna pada serangga ditandai dengan adanya fase ….
Metamorfosis tidak sempurna meliputi tahapan telur-…-dewasa
Perhatikan beberapa pernyataan berikut (untuk soal nomer 8, 9,10 dan 11)
Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
Daya pikir kritis
Pinggul melebar.
Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
Kulit keriput
Suara lebih nyaring.
Daya pikir lambat
Hormon pertumbuhan mulai berhenti
Manakah yang merupakan ciri kelamin sekunder pada laki-laki?(skor 2)
Manakah yang merupakan ciri tahapan perkembangan dewasa?(skor 2)
Manakah yang merupakan ciri kelamin sekunder pada perempuan?(skor 2)
Manakah yang merupakan ciri tahapan manula?(skor 2)
Hormon pada tumbuhan yang berfungsi untuk merangsang pembelahan sel adalah ….
Fase … pada hewan diawali dari terbentuknya zigot hingga embrio sebelum lahir
Tahapan metamorfosis pada katak (untuk soal no.14 dan 15)
Telur – berudu –(14) … - (15) … - katak dewasa
Proses pembentukan organ pada hewan terjadi pada fase ….
Keterangan : untuk soal no 1-7 dan 12-16, tiap jawaban benar skor =1
nilai=jumlah skor×5Kunci Jawaban

Perkembangan
Gen
Epigeal
Hipogeal
Primer
Pupa atau kepompong
Nimfa
a.Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
d.bahu melebar melebihi pinggul
b.daya pikir kritis
h.hormon pertumbuhan mulai berhenti
c.pinggul melebar
f.suara nyaring
e.kulit keriput
g.daya pikir lambat
sitokinin
embrionik
berudu berkaki
katak berekor
organogenesis
BAB III

SISTEM GERAK
PADA MANUSIA

268547186434


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Membandingkan macam organ penyusun sistem gerak pada manusia melalui hasil pengamatan secara seksama dan cermat
Membedakan fungsi tulang rawan, tulang keras, otot, dan sendi sebagai penyusun rangka tubuh melalui hasil kajian terhadap studi pustaka
Mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya melalui hasil kajian terhadap studi pustaka
Mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan berani menyampaikan pendapatnya di depan kelasMenyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup
Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup

Meliputi alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Gerak adalah hasil interaksi antara tulang, otot, dan persendian tulang.
Rangka

Guna rangka pada manusia adalah:
1. memberi bentuk pada tubuh,
2. melindungi alat-alat tubuh yang lunak seperti paru-paru, hati, otak, dan jantung,
3. tempat melekatnya otot dan urat (alat gerak aktif),
4. untuk menguatkan atau mengokohkan tubuh, dan
5. tempat untuk membuat sel-sel darah merah (sumsum tulang belakang).
Rangka tubuh manusia tersusun oleh berbagai macam tulang. Tulang dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi :
1) Tulang panjang (pipa),
terdapat pada lengan atas, tulang paha, tulang betis dan ruas tulang jari.
2) Tulang pendek, terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
3) Tulang Pipih
Tulang ini memiliki bentuk pipih seperti pelat. Contoh dari tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
4) Tulang tidak Beraturan
Tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.
b. Berdasarkan komponen penyusunnya tulang dibedakan menjadi :
1) Tulang rawan (kartilago), ciri-cirinya yaitu terdiri atas sel-sel tulang rawan, bersifat lentur dan elastis, banyak mengandung zat perekat atau kondroblast, dan sedikit zat kapur. Contoh pada tulang hidung, ujung tulang pipa, daun telinga, antarruas tulang belakang, trakea, dan ujung tulang rusuk.
2) Tulang keras, ciri-cirinya yaitu mengandung osteoblas yang menghasilkan zat pengikat di sekitar sel-sel tulang. Osteoblas juga membentuk sel tulang (osteosit). Selain osteoblas juga terdapat osteoklas yang merombak tulang dalam proses pembentukan rongga sumsum tulang. Sel-sel tulang keras menghasilkan suatu senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Ke dalam matriks tulang itu akan diendapkan zat kapur berupa kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2). Oleh karena itu matriks tulang menjadi keras. Proses pengerasannya disebut penulangan (osifikasi). Pada struktur tulang keras terdapat sistem havers yaitu suatu kesatuan antara selsel tulang dan matriks yang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf.
Rangka pada manusia terdiri atas 3 bagian, yaitu tengkorak, badan, dan anggota gerak.
Tengkorak
Macam-macam tulang penyusun tengkorak dapat dilihat pada gambar
Gambar 3.1 Tengkorak Manusia

3452495120015Tulang badan
Tulang badan terdiri atas lima macam tulang, yaitu tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang bahu, dan tulang panggul.
a. Tulang Belakang
Tulang belakang terdiri atas 33 ruas, yaitu:
7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas
tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang (sakrum), dan 4 ruas tulang ekor.
b. Tulang Dada
Tulang dada terdiri atas :
Gambar 3.2 tulang belakang
bagian hulu, badan, dan taju pedang.
c. Tulang Rusuk
Tulang rusuk pada manusia terdiri atas 24 buah atau 12 pasang. terdiri atas 7 pasang tulang
rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.
Gambar 3.3 Tulang rusuk

d. Tulang bahu
Tulang bahu terdiri atas:
1) Tulang belikat, membentuk segitiga yang tipis, memiliki 2 tonjolan yang berbentuk mangkok sendi. Tonjolan yang satu disebut taju paruh gagak.
2) Tulang selangka, berbentuk huruf S, ujung satu melekat pada tulang dada, ujung yang lain melekat pada ujung bahu.
e. Tulang Panggul
Gambar3.4 Tulang panggul

Gelang panggul atau tulang panggul terletak di ujung bawah tulang belakang. Gelang panggul terdiri atas 2 tulang usus (ilium), 2 tulang kemaluan (ischium), dan 2 tulang duduk (pubis).
Tulang anggota gerak
2095585725a. Alat gerak bagian atas, tersusun atas 60 tulang yang
terdiri dari, 2 tulang lengan atas, 2 tulang hasta (letaknya
searah dengan jari kelingking, 2 tulang pengumpil
(letaknya searah dengan ibu jari), 16 (2 × 8) tulang
pergelangan tangan, 10 (2 × 5) tulang telapak tangan,
28 (2 × 14) jari-jari tangan.
b. Alat gerak bagian bawah, tersusun atas 60 tulang yaitu
2 tulang paha, 2 tulang tempurung kaki, 2 tulang kering,
Gambar 3.5 Tulang anggota gerak
2 tulang betis, 14 tulang pergelangan kaki, 10 tulang telapak kaki, dan 28 tulang jari kaki.
Persendian

Persendian ialah tempat perhubungan antara tulang-tulang penyusun rangka tubuh. Macam-macam persendian:
Sendi mati (sinartrosis),
yaitu sendi yang tidak memungkinkan adanya gerak. Contohnya sendi antar tulang penyusun tengkorak.
Sendi kaku (amphiartrosis),
yaitu sendi yang pergerakannya sedikit. Contohnya pada persendian tulang rusuk dan tulang dada.
Sendi gerak (diartrosis),
yaitu sendi yang pergerakannya bebas. Sendi ini dibedakan menjadi enam macam sebagai berikut.
1) Sendi peluru, merupakan hubungan antara dua tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah. Misalnya antara gelang panggul dengan tulang paha, antara gelang bahu dengan tulang lengan atas.
2) Sendi engsel, memungkinkan pergerakan ke satu arah seperti gerakan pintu dan jendela. Misalnya sendi pada siku dan lutut.
3) Sendi pelana, yaitu persendian di mana tulang yang satu dapat bergerak kedua arah, misalnya ke depan ke belakang atau ke kiri kanan. Misalnya antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.
4) Sendi putar, yaitu persendian di mana tulang yang satu berputar mengitari tulang lainnya. Misalnya antara tulang pengumpil dan tulang hasta, antara tulang betis dan tulang kering.
5) Sendi geser, memungkinkan pergeseran antar tulang,
misalnya sendi yang terdapat pada tulang belakang.
6) Sendi ovoid/ellips (ellipsoidea) : kedua ujung tulang berbentuk oval contoh :pergelangan tangan.
Otot

Jaringan otot tersusun oleh sel-sel otot. Setiap sel otot tersusunoleh serabut halus yang disebut miofibril. Fungsi jaringan otot adalah sebagai penggerak tubuh. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga macam, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung
Tabel 3.1 perbandingan jenis otot


(a) (b) (c)
Gambar 3.6 jenis-jenis otot (a) otot lurik, (b) otot jantung, (c) otot polos
Bagian-bagian otot
- tendon urat otot, bagian ujung otot yang mengecil.
- ventrikelempal otot, bagian tengah otot yang menggembung.
- origo ujung otot yang melekat pada tempat yang tidak bergerak.
- insersio ujung otot yang melekat pada tempat yang bergerak.
Karakteristik otot
a. kontraktibilitas kemampuan untuk memendek
b. ekstensibilitas kemampuan untuk memanjang
c. elastisitas kemampuan untuk kembali ke ukuran semula setelah memendek atau memanjang
Kelainan Pada Sistem Gerak

Gangguan dan kelainan pada tulang
a. Arthritis
4072890348615Kelainan akibat penyakit, misalnya akibat infeksi kuman penyakit kelamin yang menyerang sendi lutut.
b. Kelainan pada tulang karena kecelakaan, misalnya patah tulang (fraktura), retak tulang (fisura), dan memar.
c. Kelainan tulang karena kekurangan zat gizi, misalnya kekurangan vitamin D, zat kapur, dan fosfor. Kekurangan zatzat tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada proses pembentukan sel-sel tulang.
d. Kelainan karena sikap tubuh yang salah, antara lain:
1) Lordosis, yaitu tulang belakang bagian leher dan punggung
terlalu membengkok ke depan. Jika dilihat dari samping,
tulang belakang tampak tidak lurus.
2) Kifosis, yaitu tulang belakang bagian punggung dan
pinggang terlalu membengkok ke belakang.
3) Skoliosis, yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke
samping kanan atau kiri.
Gangguan pada otot
Gambar 3.7 Kelainan pada tulang belakang
Gangguan yang dapat terjadi pada otot antara lain sebagai berikut.
a. Atrofi, yaitu keadaan otot mengecil sehingga tidak mampu
berkontraksi. Atrofi dapat terjadi karena kurangnya aktivitas otot.
b. Stiff atau kaku leher, yaitu leher terasa kaku dan terasa sakit jika digerakkan. Stiff dapat terjadi karena adanya peradangan pada otot trapesius leher.
c. Hernia abdominalis, yaitu sobeknya dinding perut yang lemah sehingga
usus merosot ke bawah.
d. Kram, yaitu kontraksi otot atau sekumpulan otot yang terjadi secara mendadak dan singkat. Kram dapat terjadi karena kurangnya aliran darah ke otot.
Gangguan karena fisiologis
- rakitis/ricket
kekurangan vitamin D ; kaki membentuk "X" atau "O"
- mikrosefalus
kepala mengecil karena kekurangan zat kapur pada saat pembentukan tengkorak dalam kandungan
- osteoporosis
Suatu keadaan dimana penghancuran tulang lebih cepat daripada proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos. Penyebabnya yaitu karena kekurangan kalsium. Penyakit ini mudah terjadi pada orang yang lanjut usia.
Rangkuman

Sistem gerak manusia melibatkan otot, sendi dan tulang. Otot sebagai alat gerak aktif, tulang sebagai alat gerak pasif dan sendi adalah penghubung antar tulang.
Tulang pada manusia membentuk rangka tubuh. Rangka tubuh manusia digolongkan dalam tiga bagian besar, yaitu tengkorak, tulang anggota badan dan tulang anggota gerak.
Otot manusia dibedakan tiga jenis, yaitu: otot polos, otot lurik dan otot jantung.
Sendi digolongkan menjadi sendi mati (sinarthrosis), sendi kaku (amfiarthrosis) dan sendi gerak (diarthrosis).
Sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi geser dan sendi pelana termasuk dalam jenis sendi gerak.
Lordosis, skoliosis dan kifosis merupakan kelainan pada tulang belakang karena kesalahan posisi duduk.
Evaluasi

Isian singkat!
Kerangka pada manusia terbagi tiga bagian yaitu …, tulang anggota badan dan tulang anggota gerak.
Tulang belakang terdiri atas …ruas
Sendi yang terdapat pada siku adalah sendi ….
Agar hubungan antar tulang pada persendian tidak saling bergesekan,maka sendi dilapisi oleh tulang ….
Berdasarkan komponen penyusunnya, tulang dibedakan atas tulang keras dan rawan. Jenis tulang … berfungsi untuk melindungi organ tubuh yang lemah.
Organ … pada sistem gerak berfungsi sebagai alat gerak aktif
Hubungan antar tulang disebut ….
Sendi yang memungkinkan gerakan ke segala arah adalah ….
Sendi yang tidak memungkinkan terjadi gerakan disebut ….
Penyakit karena kekurangan vitamin D, sehingga kaki berbentuk X atau O dinamakan ….
Istilah lain untuk tulang keropos adalah ….
Tulang rusuk terdiri atas … tulang
Tulang jari-jari tangan dan kaki masing-masing berjumlah …
Kelainan pada tulang belakang sehingga badan tampak membungkuk disebut ….
Otot yang memiliki banyak inti dan terletak di tepi adalah otot ….
Keterangan : tiap jawaban benar skor 2
nilai=jumlah skor 3×10Kunci jawaban

Tengkorak
33
Engsel/pintu
Rawan
Keras
Otot
Sendi
Sendi peluru
Sinarthrosis
Rakitis
Osteoporosis
24 (12 pasang)
28 buah (2 x 14)
Kifosis
lurik
BAB IV

SISTEM PENCERNAAN
PADA MANUSIA

262063191889


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya dengan kesehatan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Membedakan antara saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan sebagai penyusun sistem pencernaan pada manusia secara yakin dan benar
Mendeskripsikan jenis makanan berdasar kandungan zat yang ada di dalamnya berdasarkan kajian studi pustaka
Membandingkan pencernaan mekanik dan kimiawi berdasarkan kajian studi pustaka
Menyebutkan contoh kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya berdasarkan kajian studi pustaka

Makanan

Makanan yang kita konsumsi harus mengandung :
Bahan pembangun, bahan pengganti sel-sel yang rusak, pertumbuhan (protein) Pengatur (vitamin dan mineral) dan yang menyediakan energi (karbohidrat dan lemak).
Karbohidrat
Karbohidrat atau sering disebut hidrat arang merupakan zat penghasil kalori dengan angka kalori 4. Semua jenis serealia, tepung, dan gula merupakan karbohidrat. Karbohidrat ada 3 jenis, yaitu:
a. Monosakarida
terdiri atas satu molekul gula, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
b. Disakarida
terdiri atas 2 komponen gula. maltosa (glukosa + glukosa); sukrosa (fruktosa + glukosa); laktosa (galaktosa + gukosa). Gula sukrosa banyak terkandung pada batang tebu.
c. Polisakarida
terdiri dari lebih dari 2 komponen gula..
Beberapa jenis polisakarida antara lain adalah amilum, selulosa, dan glikogen
Fungsi karbohidrat antara lain:
- sumber energi
- bahan pembentuk lemak dan protein
Protein
Terdiri dari unsur C, H dan O serta kadang N dan P. terdapat pada putih telur, ikan, daging, susu, kacang-kacangan. Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein mengandung angka kalori 4. Kekurangan protein menyebabkan penyakit yang disebut kwasiorkor
Fungsi protein bagi tubuh antara lain sebagai berikut.
a. Menyusun sel dan jaringan tubuh.
b. Menyusun enzim, hormon, dan pigmen.
c. Penghasil tenaga.
d. Memperbaiki dan mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak.
e. Berperan utama dalam proses pertumbuhan.
f. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Lemak
terdapat pada susu, keju, telur, mentega, minyak goreng, kacang-kacangan.
lemak berfungsi sebagai penghasil energi (1 gram = 9 kal); bantalan organ dalam, mengisolasi panas tubuh, melarutkan vitamin (A,D,E, dan K).
Vitamin
Vitamin diperlukan dalam proses metabolisme dalam tubuh. Oleh karena itu makanan yang kamu konsumsi setiap hari harus mengandung vitamin dalam jumlah yang cukup. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit avitaminosis. Jika kelebihan vitamin menyebabkan hypervitaminosis
Berdasarkan kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua kelompok yaitu sebagai berikut.
a. Vitamin yang larut dalam air
Vitamin B komplek
1) Vitamin B1 disebut thiamin, berguna untuk metabolisme karbohidrat dan penyerapan lemak. Kekurangan vitamin B1 dapat menimbulkan penyakit beri-beri dan neuritis. Vitamin B1 terdapat pada hati, jantung, ginjal, otak, susu, kuning telur, bekatul, dan beras.
2) Vitamin B2 disebut riboflavin, berguna untuk penglihatan serta mempunyai peran utama pada proses oksidasi tubuh. Kekurangan vitamin B2 dapat menimbulkan rabun dan luka-luka di sekitar mulut.
Vitamin B2 terdapat pada buah-buahan, sayur-sayuran, mentega, dan kacang-kacangan.
3) Vitamin B6 disebut juga peridoksin, berguna untuk pertumbuhan, melancarkan kerja urat saraf, dan pembuatan sel darah merah. Kekurangan vitamin B6 menimbulkan gejala pellagra, anemia, dan susah buang air besar. Vitamin B6 terdapat pada hati, ikan, daging, dan sayuran.
4) Vitamin B12 (sianokobalamin), berfungsi untuk mencegah kurang darah. Sumbernya adalah daging,
telur, dan susu. Kekurangan dapat menyebabkan anemia karena pembentukan eritrosit terhambat.
5) Niasin merupakan salah satu golongan vitamin B7. Niasin berguna untuk proses pertumbuhan dan perbanyakan sel, perombakan karbohidrat, serta mencegah penyakit pellagra. Kekurangan niasin dapat menimbulkan penyakit pellagra. Niasin terdapat pada hati, kol, susu, tomat, ragi, kedelai, dan bayam.
6) Asam pentanoat merupakan anggota vitamin B3 atau B5 yang berguna untuk kesehatan kulit. Kekurangan asam pentanoat menimbulkan penyakit dermatitis. Asam pentanoat terdapat pada hati, daging, ragi, dan beras.
7) Kolin, kekurangan jenis vitamin B ini akan menimbulkan penimbunan lemak di sekitar hati dan menimbulkan gangguan pada sistem pengeluaran (ekskresi) pada kulit dan ginjal. Kolin terdapat pada beras dan hati
8) Biotin atau vitamin B4, kekurangan biotin mengakibatkan gejala menyerupai pellagra dan menimbulkan penyakit kulit. Biotin terdapat pada ragi, kentang, hati, ginjal, sayuran, dan buah-buahan.
9) Asam folat atau vitamin B11, berguna untuk pembuatan sel darah merah. Kekurangan vitamin B11 dapat menimbulkan gejala anemia atau kurang darah. Vitamin B11 terdapat pada sayuran, hati, dan ginjal.
10) Asam paraaminobenzoat (PABA), berfungsi untuk mencegah timbulnya uban dan rontoknya rambut. Sumber dari ragi dan hati.
Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C mempunyai fungsi meningkatkan metabolisme tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak, menghaluskan dan memperbaiki struktur kulit, antipenuaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menimbulkan perdarahan pada gusi dan usus (skorbut), sariwan, serta mudah terserang infeksi. Vitamin C terdapat pada buah-buahan.
b. Vitamin yang larut dalam lemak
Vitamin A (Aseroftol)
Fungsi untuk pertumbuhan sel-sel epitel, proses oksidasi dalam tubuh, dan mengatur kepekaan rangsangan sinar pada mata.
Akibat kekurangan vitamin A : rabun senja, kerusakan epitel kulit, kerusakan kornea mata, pendarahan selaput lendir usus, ginjal dan paru-paru.
Vitamin A terdapat pada semua sayuran berwarna hijau dan buah yang berwarna kuning atau kemerahan.
Juga terdapat pada produk-produk hewani seperti ikan, telur, hati, dan minyak ikan.
Vitamin D (Anti rakhitis)
Fungsi mengatur kadar kapur dan fosfor dalam darah; mempengaruhi proses pembentukan tulang; memperbesar penyerapan kapur dan fosfor dari usus; mempengaruh kerja kelenjar hormon.
Akibat kekurangan : penyakit rakitis dan gangguan tulang, gangguan pada metabolisme zat kapur dan fosfor.
Sumber : minyak ikan, mentega, susu, kuning telur, ragi. Provitamin D yang ada dibawah kulit diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar UV dari matahari.
Vitamin E (Tokoferol)
Vitamin E berguna mencegah perdarahan pada ibu hamil, meningkatkan kesuburan, mencegah penuaan, serta memperbaiki struktur kulit dan rambut. Kekurangan vitamin E dapat menimbulkan kemandulan, keguguran, otot-otot lemas, kelumpuhan, serta terjadinya kemunduran pada hipofisis dan kelenjar anak gondok. Vitamin E terdapat pada kacangkacangan, kecambah, susu, kedelai, kuning telur, hati, dan ginjal.
Vitamin K (Anti haemorgia)
Vitamin K disebut sebagai Anti haemorgia karena di dalam hati berfungsi membentuk protrombin yang berperan pada proses pembekuan darah. Sumbernya adalah sayuran berwarna hijau, kedelai, tomat, dan kol. Vitamin K dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh di dalam usus besar dengan bantuan bakteri Escherichia coli.Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan gangguan proses pembentukan protrombin dalam hati sehingga darah sukar membeku bila terjadi luka.
Mineral
Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbangan tubuh serta bahan penyusun tubuh. Beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh, termasuk dalam sistem otot dan pembentukan sel. Macam-macam mineral antara lain Na, K, Ca, Mg, P, Cl, Fe, Cu, Mn, F, dan I. Fe (zat besi) mempunyai peran sangat penting dalam pembentukan sel darah merah (hemoglobin). Na (natrium) dan K (kalium) sangat penting untuk sistem saraf. Kalsium (Ca) sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Ca dan K juga sangat penting dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Selain itu, masih ada banyak lagi fungsi mineral di dalam tubuh. Kekurangan salah satu dari mineral juga dapat menimbulkan penyakit. Contohnya, kekurangan I (iodium) dapat menimbulkan penyakit gondok dan kekerdilan. Kekurangan Fe dapat menimbulkan kurang darah (anemia). Kekurangan fluor (F) dapat menimbulkan kekeroposan gigi. Kekurangan Ca dapat menimbulkan penyakit keropos tulang dan gigi. Sedangkan kekurangan K dapat menimbulkan tekanan darah rendah.
Air
Sebenarnya, air tidak termasuk zat gizi dalam makanan. Namun demikian, air merupakan bahan yang sangat penting bagi tubuh manusia sehingga kebutuhannya harus terpenuhi. Kebutuhan air diperoleh secara langsung dari air minum dan dari air yang terkandung dalam makanan dan buah-buahan.
Fungsi air pada tubuh, antara lain sebagai berikut.
1) Sebagai pelarut bahan organik dan anorganik dalam tubuh.
2) Pembawa zat-zat yang dibutuhkan dan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh.
3) Mendukung terjadinya reaksi kimia dalam tubuh.
4) Mempertahankan keseimbangan suhu tubuh.
5) Bagian terbesar dari lendir yang dikeluarkan tubuh.
6) Membentuk cairan tubuh.
Kamu harus minum air minimal 8 gelas atau sekitar 2 – 2,5 liter dalam sehari. Jika tubuh sering kekurangan air dapat menyebabkan gangguan ginjal.
Kegiatan :
PRAKTIKUM UJI MAKANAN
Teori:
Untuk menguji karbohidrat pada makanan dapat menggunakan larutan lugol, apabila berwarna ungu kehitaman maka bahan makanan tersebut positif mengandung karbohidrat. Sedangkan untuk uji protein dengan menggunakan larutan biuret, apabila bahan makanan yang ditetesi biuret berwarna biru maka positif protein. Dan untuk uji vitamin C dengan menggunakan larutan betadine (iodium), apabila larutan kembali jernih maka bahan makanan tersebut mengandung vitamin C
Tujuan :
Mengetahui kandungan zat gizi yang terdapat pada bahan makanan sehari-hari
Alat dan Bahan:
Nasi8. Tabung reaksi
Roti9. Rak tabung reaksi
Vit. C IPI10. Pelat tetes
Asam cuka11. Pipet
Telur (pisahkan antara putih dan kuning telurnya)12. Lugol
Air13. Betadine (iodine povidone 10%)
14. Biuret
Cara Kerja:
Letakkan nasi dan roti (secukupnya) secara terpisah pada pelat tetes.
Teteskan lugol dengan menggunakan pipet pada nasi dan roti, amati perubahan warna yang terjadi
Puith telur dan kuning telur dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda beri label A (untuk putih telur) dan B(untuk kuning telur), kemudian teteskan larutan biuret. Amati perubahan warna yang terjadi
Buat larutan betadine, dengan cara sebagai berikut: masukkan air ke dalam tabung reaksi yang telah diberi label C dan D setinggi 2-3 cm; kemudian teteskan betadine sebanyak 2-3 tetes pada tiap tabung reaksi; aduk-aduk
Masukkan asam cuka pada tabung C dan vit.C pada tabung D, aduk dan amati apa yang terjadi.
Hasil Pengamatan
NO Bahan Makanan Larutan Uji Warna/perubahan Keterangan
1 Nasi Lugol 2 Roti Lugol 3 Putih telur Biuret 4 Kuning telur Biuret 5 Asam cuka Larutan betadine 6 Vitamin C Larutan betadine Pertanyaan
Bahan makanan apa yang mengandung karbohidrat? Larutan uji apa yang digunakan dan bagaimana perubahan yang terjadi?
Bahan makanan apa yang mengandung protein? Larutan uji apa yang digunakan dan bagaimana perubahan yang terjadi?
Bahan makanan apa yang mengandung vitamin C? Larutan uji apa yang digunakan dan bagaimana perubahan yang terjadi?
Kesimpulan

Sistem Pencernaan Manusia

Secara umum proses pencernaan adalah terdiri atas dua jenis, yaitu proses mekanis dan proses kimiawi.
Proses Mekanis
Pencernaan secara mekanis dilakukan melalui gerakan-gerakan seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Fungsi pencernaan mekanis adalah mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna. Fungsi proses mekanis lainnya seperti memompa dan mendorong makanan adalah untuk memindahkan makanan dari saluran cerna satu ke saluran cerna berikutnya
Proses Kimiawi
Makanan diproses secara kimiawi di dalam sistem pencernaan menggunakan bahan kimia yang dihasilkan oleh saluran cerna yang disebut enzim. Enzim adalah suatu protein yang mempunyai kerja mempercepat terjadinya reaksi kimia. Dengan bantuan enzim, bahan makanan dicerna menjadi bahan lain yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tubuh.
Organ-organ pencernaan :
1. Rongga Mulut (cavum oris)
Dalam rongga mulut terdapat lidah, gigi dan kelenjar air liur
20955463550a) Lidah, berfungsi untuk memindahkan makanan, mendorong makanan ke kerongkongan, membantu mengunyah makanan, berbicara, mengenal bentuk makanan, dan mengecap makanan.
b) Gigi, berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi partikel yang lebih kecil agar mudah dicerna secara kimiawi dan mudah ditelan.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi manusia dibedakan menjadi empat yaitu gigi seri (insisivus), gigi
taring (kaninus), gigi geraham muka (premolar) dan geraham belakang (molar).
Gambar 4.1 Lidah Manusia
- Gigi seri berfungsi untuk menggigit atau memotong makanan.
- Gigi taring berfungsi merobek dan mengoyak makanan.
149860-8255- Gigi geraham muka dan geraham belakang untuk mengunyah/menghaluskan makanan menjadi partikel yang lebih kecil
Manusia memiliki dua jenis pertumbuhan gigi.
Pada usia balita, tumbuh gigi susu berjumlah 20. Gigi susu akan tanggal pada usia 6–12 tahun, kemudian diganti dengan gigi tetap yang berjumlah 32.
Perhatikan rumus susunan dan jumlah gigi susu dan gigi tetap di samping
c) kelenjar air liur
Kelenjar air liur menghasilkan sekret berupa air ludah. Terdapat tiga kelenjar air liur dalam rongga mulut yaitu kelenjar Parotis (dekat telinga), Submandibularis(di bawah mandibula/rahang bawah) dan Sublingualis (dibawah lidah).
Ludah mengandung
Enzim maltase atau ptialin
Enzim ini berfungsi untuk mencerna makanan yang mengandung karbohidrat yang disebut pati (amilum) menjadi gula sederhana yang disebut maltosa.
-90551024130INFO PLUS
di bagian dalam mulut terdapat persimpangan dua saluran yang dijaga oleh sebuah klep yang disebut epiglotis. Pada waktu bernapas, klep tersebut membuka sehingga udara dapat masuk ke tenggorokan. Sewaktu menelan makanan, klep tersebut akan menutup tenggorokan sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan. Jadi, klep tersebut berfungsi menjaga kerja antara kerongkongan dan tenggorokan agar proses pencernaan dan pernapasan dapat berjalan dengan lancar.
Air
Air berfungsi untuk membasahi makanan supaya mudah dicerna.
Enzim lisosom
Enzim ini berfungsi sebagai antibakteri karena bersifat asam.
Lendir
Lendir pada ludah berfungsi untuk menggumpalkan makanan supaya lebih mudah ditelan.
Aminoglobulin
Merupakan zat semacam putih telur. Aminoglobulin berfungsi untuk menetralkan makanan yang bersifat asam.
Garam-garam
2. Kerongkongan
. Kerongkongan atau esofagus berfungsi menyalurkanmakanan dari mulut ke lambung.
Kerongkongan dapat melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan melebar dan menyempit, bergelombang, dan meremas-remas untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke dalam lambung. Dinding kerongkongan menghasilkan lendir sehingga makanan mudah melaluinya.
3. Lambung
Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu kardiak (dekat esofagus), fundus (bagian tengah), dan pilorus (dekat duodenum).
Lambung menghasilkan beberapa zat sebagai berikut:
Menghasilkan pepsinogen. Pepsinogen merupakan bentuk yang belum aktif (prekursor) dari pepsin, yaitu enzim untuk mencerna protein.
Dinding lambung menghasilkan asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam makanan, menciptakan suasana asam dalam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Enzim pepsin berfungsi mengubah molekul protein menjadi potongan-potongan protein (pepton).
Renin yaitu enzim yang berfungsi untuk mengendapkan kasein dari susu.
4. Usus halus
Panjang usus halus orang dewasa mencapai 6,3 meter dengan diameter 2,5 cm. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
1) Usus dua belas jari, pada bagian ini bermuara saluran dari kantong empedu dan pankreas.
a) Kantung empedu berupa suatu kantung yang panjangnya 7 – 10 cm terletak di bawah hati. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang dihasilkan hati. Cairan empedu mengandung garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu berfungsi untuk mengemulsi lemak, sedangkan zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) berfungsi memberikan warna kuning pada tinja dan urin.
b) Pankreas, merupakan organ agak pipih yang terletak di bawah lambung. Pankreas menghasilkan getahpankreas yang mengandung enzim amilase, tripsin, dan lipase.
- Amilase berfungsi untuk menguraikan zat tepung (amilum) menjadi gula.
- Tripsin menguraikan protein menjadi asam amino.
- Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
2) Usus kosong, dindingnya menghasilkan berbagai enzim untuk mencerna makanan secara kimiawi. Usus kosong merupakan tempat pencernaan terakhir sebelum sari makanan diserap.
3) Usus penyerapan, permukaannya dipenuhi jonjot-jonjot usus atau vili yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sehingga kemampuan menyerap makanan lebih besar.
Proses pencernaan pada usus halus hampir sebagian besar dilakukan secara kimiawi.
Adapun getah usus halus tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Enterokinase
Enterokinase merupakan enzim yang mengubah tripsinogen menjadi tripsin.
b. Erepsin
Enzim erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
c. Maltase
Maltase pada usus halus berperan mengubah maltosa menjadi glukosa.
d. Sakarase
enzim ini berperan untuk memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
e. Laktase
enzim ini berperan memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
f. Lipase
Enzim lipase pada usus halus akan mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
5. Usus besar
Fungsinya untuk mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan vitamin K (dengan bantuan bakteri Escherichia coli), serta melakukan gerak peristaltik untuk mendorong tinja menuju anus.
Bakteri Escherichia coli yang terdapat dalam usus besar juga berperan dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi kotoran. Oleh karena itu kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan.
6. Rektum (anus)
Sisa hasil pencernaan makanan yang sudah dibusukkan oleh bakteri E. coli akan dikeluarkan oleh tubuh melalui anus dalam bentuk feses (tinja).
Kelainan Pada Sistem Pencernaan Manusia

1. Diare, gangguan ini terjadi karena terganggunya penyerapan air pada usus besar. Gangguan ini dapat disebabkan oleh bakteri atau infeksi kuman.
2. Apendisitis, gangguan ini disebut juga radang usus buntu. Gangguan ini terjadi pada umbai cacing atau
apendiks. Umbai cacing mengalami peradangan akibat infeksi oleh bakteri.
3. Maag, gangguan ini dapat terjadi karena produksi asam lambung berlebih. Gejala dari gangguan ini, yaitu terasa mual dan perih pada lambung. Untuk menghindari gangguan tersebut, dapat dilakukan dengan pola makan yang teratur dan tepat waktu.
4. Ulkus atau radang dinding lambung, yaitu gangguan pada lambung yang disebabkan oleh tingginya produksi asam lambung (HCl) dibandingkan makanan yang masuk.
5. Sembelit, yaitu gangguan yang terjadi akibat penyerapan air di usus besar secara berlebihan. Akibatnya feses menjadi keras.
6. Parotitis (gondong), yaitu gangguan pada kelenjar parotid yang membengkak. Gangguan ini disebut juga penyakit gondong.
Rangkuman

Makanan yang sehat, harus mengandung cukup zat gizi, diantaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Urutan pencernaan manusia mulai dari mulut kerongkongan lambung usus halus usus besar anus.
Mekanisme pencernaan dibedakan menjadi pencernaan mekanis dan pencernaan kimiawi.
Pada mulut terdapat alat pencernaan berupa gigi, lidah dan air liur yang mengandung enzim ptialin
Di lambung terdapat enzim pepsin, renin dan HCl
Usus halus terbagi atas tiga daerah yaitu usus dua belas jari, usus kosong dan usus penyerapan
Pada usus besar terdapat bakteri Esserichia coli yang berfungsi dalam membantu pembusukan sisa makanan
Evaluasi

Wortel merupakan salah satu sayuran yang kaya vitamin ….
Gigi orang dewasa berjumlah ….
Enzim yang terdapat pada mulut adalah ….
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi pada tubuh yang tiap gramnya menghasilkan … kalori
Gerak perestaltik terjadi pada organ ….
Pencernaan kimiawi merupakan proses pencernaan dengan bantuan zat yang disebut ….
Beberapa enzim yang terdapat di lambung yaitu HCl, … dan renin
Enzim pada usus 12 jari yang berfungsi untuk memecah protein menjadi asam amino adalah
Bakteri yang membantu proses pembusukan sisa makanan di usus besar adalah ….
Enzim pada usus halus yang berfungsi memecah sukrosa menjadi fruktusa dan glukosa adalah ….
Istilah lain untuk usus buntu adalah ….
Gangguan karena membengkaknya kelenjar parotis disebut ….
Proses pencernaan yang fungsinya untuk menghaluskan makanan dan memindahkan makanan dari satu saluran cerna ke saluran lain disebut pencernaan …
Tahu dan tempe merupakan makanan yang banyak mengandung ….
Enzim yang disekresikan pada usus 12 jari berasal dari organ ….
Keterangan : tiap jawaban benar skor 2
nilai=jumlah skor3 ×10Kunci Jawaban

A
32
Ptialin
4
Kerongkongan
Enzim
pepsin
tripsin
E.coli
sakarase
apendiksitis
Gondong/parotitis
mekanik
protein
pankreas
BAB V

SISTEM PERNAPASAN
PADA MANUSIA

262063206508


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya dengan kesehatan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Membandingkan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia
Membandingkan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan
Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya

Organ Pernapasan

2193925160020Hidung
Merupakan muara keluar-masuknya udara pernapasan. Di dalam hidung, udara mengalami beberapa perlakuan sebagai berikut.
1) Udara yang masuk ke hidung akan disaring dulu oleh rambut hidung, sehingga debu dan partikel kotoran tidak masuk ke dalam paru-paru.
Gambar 5.1 Organ pernapasan manusia
2) Udara dihangatkan oleh kapiler darah yang ada di dalam hidung, sehingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh.
3) Udara dilembapkan oleh lapisan lendir yang ada di dalam rongga hidung.
Faring
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.
Laring
Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Trakea
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan
Bronkus
Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura.
Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus). Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan.
Proses Pernapasan

Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Gambar 5.2 mekanisme pernapasan dada
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar
Pernapasan perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut.
Fase Inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
Fase Ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
Gambar 5.3 mekanisme pernapasan perut

-52070320040Tabel 5.1 Volume udara pernapasan
Kelainan Pada Sistem Pernapasan

Pada Jalan Udara Nasal (Hidung)
a. Alergi
Alergi yang terjadi dapat bermacam-macam. Alergi karena debu dapat menimbulkan bersin-bersin, lalu rongga hidung membengkak dan gatal sehingga terjadi batuk-batuk baik ringan maupun berat. Kemudian ada pula individu yang rentan terhadap serbuk sari. Selaput lendir hidung dan mata menjadi bengkak dengan disertai keluarnya ingus dan bersin-bersin. Reaksi alergi dapat dikurangi dengan memberikan senyawa antihistamin atau pereda alergi.
b. Selesma (pilek yang mengiringi influensa)
Selesma merupakan kondisi hidung berair atau mungkin tersumbat lendir diikuti dengan hilangnya sensitivitas indera penciuman. Selesma disebabkan oleh infeksi virus. Pada umumnya dapat sembuh sendiri setelah beberapa hari.
c. Mimisan
Mimisan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang ada di dalam hidung. Mimisan sering terjadi pada anak-anak. Namun, dapat pula terjadi pada orang dewasa yang memiliki hipertensi dan gejala stroke.
d. Polip
Polip ini merupakan jenis tumor jinak yang menyumbat sebagian jalan udara pada hidung. Sering menimbulkan suara yang sengau dan dapat mengakibatkan kesulitan bernapas. Polip dapat dibuang melalui operasi.
e. Rhinitis
Rhinitis merupakan radang selaput hidung yang disebabkan oleh bakteri. Dapat pula disebabkan oleh selesma maupun alergi.
Pada Sinus
Sinusitis berupa peradangan yang bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri pada tulang pipi.
a. Laringitis
Laringitis merupakan peradangan pada kotak suara yang menimbulkan suara menjadi lirih bahkan mungkin dapat tidak terdengar sama sekali. Dapat disembuhkan dengan jalan mengistirahatkan pita suara.
b. Trakheitis
Trakheitis berupa peradangan pada trakhea yang pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus.
c. Bronkhitis
Bronkhitis merupakan peradangan pada bronkhus yang disebabkan oleh infeksi dan dapat diperparah oleh asap, misalnya asap rokok dan asap polusi.
d. Pneumonia
Pneumonia diawali dengan adanya gejala radang pada paruparu dan paru-paru terisi dengan cairan radang. Pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Dapat pula disebabkan oleh asap rokok dan asap polusi.
e. Pleuritis
Pleuritis berupa radang selaput yang menyelubungi paru yang disebut sebagai selaput pleura. Radang ini sering diikuti rasa nyeri.
f. Tuberkulosis paru
Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan atas disebut pula sebagai infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), sering terdapat pada anak-anak atau penduduk di wilayah yang kurang sehat. Beberapa penyakit pernapasan seperti asma (sesak napas) disebabkan oleh faktor genetik, dapat berupa penyempitan saluran napas dan paru-paru.
Rangkuman

Organ pernapasan meliputi hidung, faring, laring, trakea, bronkus, paru-paru.
Pada organ laring terdapat pita suara, dan katup epiglotis.
Bronkus bercabang dua dan bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus di dalam paru-paru.
Alveolus merupakan tempat difusi gas dalam paru-paru.
Mekanisme pernapasan dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut.
Proses pernapasan dibedakan atas proses inspirasi (memasukan oksigen) dan ekspirasi (pelepasan karbondioksida)
Evaluasi
Gangguan pada pernapasan diantaranya selesma, asma, pleuritis, pneumonia
Dalam saluran nasal terdapat … yang fungsinya menyaring udara yang masuk hidung agar kotoran tidak sampai ke paru-paru
Pita suara terdapat pada organ ….
Selaput pelindung pada paru-paru dinamakan ….
Pernapasan perut melibatkan kontraksi dan relaksasi otot ….
Faring merupakan percabangan dari 2 saluran yaitu orofaring dan ….
Didalam paru-paru bronkus bercabang-cabang lagi yang disebut ….
Penyakit radang paru-paru, sehingga paru-paru berisi cairan dari radang. Gangguan ini disebut …
Penyakit yang menimbulkan penyimpitan saluran napas dan paru-paru sering dikenal dengan istilah ….
Keterangan : tiap jawaban benar skor 1
Uraian!
Bagaimanakah proses inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan dada?(skor 6)
Bagaimanakah proses inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan perut?(skor 6)
nilai=jumlah skor ×5Kunci Jawaban

Rambut hidung
Laring
Pleura
Diafragma
Nasofaring
Bronkiolus
Pneumonia
Asma
Uraian
1.Pernapasan Dada
a. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada
membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke
posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar
2.Pernapasan perut
a. Fase Inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
b. Fase Ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.
BAB VI

SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
PADA MANUSIA

283329185243


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya dengan kesehatan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Membandingkan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia
Menjelaskan fungsi jantung, fungsi pembuluh darah dan darah dalam sistem peredaran darah
Mendata contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Darah

Fungsi penting darah bagi tubuh, yaitu sebagai berikut.
Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru.
Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh.
Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal.
Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.
Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.
Komponen darah
Darah terbagi atas 2 komponen besar yaitu bagian cair yang disebut plasma darah dan bagian padat yang disebut butir darah.
Plasma darah
Plasma darah menyusun 55% dari keseluruhan darah, di dalamnya terlarut berbagai zat. Plasma tersusun dari air 91% dan zat terlarut 9%. Zat terlarut terdiri dari protein plasma, garam mineral, enzim, hormon, gas, dan zat organik lain. Protein dalam plasma antara lain berupa albumin (berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik darah), globulin (membentuk antibodi), dan fibrinogen (untuk pembekuan darah). Bagian plasma darah yang berperan dalam sistem kekebalan disebut serum. Serum ini mengandung berbagai antibodi yang penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Butir darah
3828415717551) Eritrosit (sel darah merah)
31800802041525Gambar 6.1 sel darah merah
Eritrosit tidak berinti dan merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, mengandung senyawa Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen dan Fe. Selain itu Hb dalam darah menyebabkan warna merah pada darah. Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).
2) Leukosit (sel darah putih)
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 - 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh.
Gambar 6.2 sel darah putih
Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi, misalnya radang paru-paru.
Leukopeni yaitu Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.
Leukositosis yaitu Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).
Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis.
Jenis Lekosit :
a. Granulosit
Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula).
Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
• Eosinofil mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).
• Basofil mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi karena mengandung histamin.
• Netrofil merupakan sel darah putih terpenting yang berguna untuk menjaga masuknya bakteri.
b. Agranulosit
Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
• Limfosit (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh.
• Monosit merupakan leukosit dengan ukuran paling besar
3) Trombosit (keping-keping darah)
Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 - 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor). Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.(darah sukar beku)
Proses Pembekuan Darah

Keterangan :
1. bila terjadi luka, trombosit yang terkena dinding luka akan pecah dan mengeluarkan tromboplastin/trombokinase.
2. tromboplastin/trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan vitamin K. perubahan protrombin yang belum aktif menjadi trombin yang aktif dipercepat dengan ion kalsium (Ca2+).
3. trombin mengubahn fibrinogen menjadi benang-benang fibrin yang menjerat sel darah merah dan membentuk gumpalan, sehingga darah membeku.
Sistem Peredaran Darah Manusia

Jantung
Terdiri dari tiga lapisan
1. Perikardium (lapisan luar)
2. Miokardium (lapisan tengah/otot jantung)
3. Endokardium (lapisan dalam)
Jantung terdiri dari 4 ruang
1. Atrium Sinister (Serambi Kiri)
2. Atrium Dekster (Serambi Kanan)
3. Ventrikel Sinister (Bilik Kiri)
4. Ventrikel DekSter (Bilik Kanan)
2095500628650Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (valvula bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dekster (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dekster (Bilik Kanan) dihubungkan katup tiga daun (valvula tricuspidalis). Jantung mendapat makanan (oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria.
Kerja otot jantung
Pada saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya oksigen dipompa menuju aorta. Sedangkan dari ventrikel kanan dipompa menuju arteri pulmonalis. Keadaan ini yang disebut sistol
Gambar 6.3 anatomi jantung
Bila ventrikel mengendur jantung akan menerima darah dari vena cava superior dan vena cava inferior yang kaya karbon dioksida masuk ke atrium kanan. Sedangkan darah kaya oksigen dari vena pulmonalis masuk atrium kiri. Keadaan ini disebut diastol
Tekanan darah normal bagi individu berusia antara 20-35 tahun adalah sebagai
berikut.
a. Sistol : 120 mmHg
b. Diastol : 80 mm Hg
Pembuluh darah
Macam-macam pembuluh darah ;
a. pembuluh nadi (arteri)
ciri-ciri :
1) dinding tebal dan elastis
2) katup hanya satu
3) membawa darah yang mengandung oksigen, kecuali arteri pulmonalis, yaitu arteri yang membawa darah dari ventrikel kanan ke paru-paru.
4) umumnya terletak di bagian dalam tubuh
Arteri bercabang-cabang menjadi arteriol dan arteriol bercabang menjadi kapiler-kapiler.
b. pembuluh balik (vena)
ciri-ciri :
1) berdinding tipis dengan lubang pembuluh lebih besar daripada arteri
2) banyak terdapat katup untuk mencegah darah tidak mengalir kembali.
3) membawa darah yang kaya karbondioksida, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah dari paru-paru ke atrium kiri.
4) terletak dekat permukaan tubuh.
Sistem peredaran darah pada manusia dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu peredaran darah paru-paru (peredaran darah kecil) dan peredaran darah sistemik (peredaran darah besar). Karena dua sistem peredaran darah ini, sistem peredaran darah pada manusia disebut sistem peredaran darah ganda.
1. Peredaran darah Pulmona/Peredaran darah kecil
Ventrikel kanan → arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis → atrium kiri
2. Peredaran darah Sistemik/Peredaran darah besar
Ventrikel kiri → aorta→arteri(seluruh tubuh)→arteriol(seluruh tubuh)→kapiler(seluruh tubuh)→venula→vena→vena cava superior (tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (tubuh bagian bawah)→atrium kanan.
Karena darah dalam peredarannya selalu dalam pembuluh darah, peredaraan darah manusia juga disebut peredaran darah tertutup.
Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Hemofili
Hemofili adalah penyakit kekurangan atau tidak adanya zat antihemofili sehingga darah si penderita sulit membeku.
Anemia
Anemia merupakan penyakit kekurangan sel darah merah atau eritrosit. Penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya, tubuh kekurangan zat besi, akibatnya proses pembentukan darah menjadi terhambat. Penyebab lainnya antara lain rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau terkena penyakit infeksi cacing.
Penyakit Kuning pada Bayi
Bayi yang lahir dengan kulit berwarna kekuningan dapat terjadi karena rusaknya sel-sel darah merah pada bayi tersebut.
Leukimia
Leukimia atau kanker darah terjadi karena sel darah putih (sel limfosit B) mengalami kelainan sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, sel tersebut juga mengalami pembelahan yang tidak terkendali.
Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai hipertensi. Penyakit ini muncul karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri sehingga tekanan darah menjadi meningkat. Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi disertai dengan gejala stroke. Selain faktor genetis, penyakit ini juga dipicu oleh pola makan yang tinggi kadar lemak dan zat kapur. Konsumsi makanan yang mengandung lemak dan zat kapur dalam kadar tinggi dapat mengakibatkan penebalan dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah atau hipotensi dapat disebabkan oleh keletihan. Tekanan darah rendah pada ibu hamil dapat mengakibatkan janin yang dikandung mengalami penurunan tingkat kecerdasan. Gejala tekanan darah rendah antara lain pusing, pingsan, dan tubuh lemah atau letih.
Sklerosis
Sklerosis merupakan penyakit mengerasnya pembuluh darah arteri karena timbunan lemak dan zat kapur. Pengendapan oleh zat lemak disebut atherosclerosis dan pengendapan oleh zat kapur disebut arteriosclerosis.
Varises
Varises merupakan penyakit pelebaran pembuluh darah yang terjadi pada bagian tertentu, misalnya pada betis.
Ambeien atau Hemoroid
Penyakit ambeien sering dijumpai pada pria. Ambeien terjadi karena adanya pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah pada ujung rektum atau anus.
Rangkuman

Komponen system peredaran darah manusia terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah.
Darah terdiri atas komponen padat dan komponen cair.
Komponen padat darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit).
Komponen cair pada darah berupa plasma darah yang sebagian besar tersusun atas air dan protein terlarut.
Bilik kiri memiliki dinding yang lebih tebal karena berkenaan dengan fungsinya dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Pembuluh nadi yang membawa darah nonaerasi adalah arteri pulmonalis, sedangkan pembuluh balik yang membawa darah aerasi adalah vena pulmonalis
Evaluasi
Gangguan pada system peredaran darah diantaranya ada ambeien, hipertensi, hipotensi dan sklerosis
Pembuluh darah yang berfungsi membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri adalah ….
Katup yang membatasi serambi kiri dan bilik kiri adalah ….
Komponen darah yang berperan dalam pembekuan darah adalah ….
Leukosit yang sitoplasmanya tidak terdapat granula disebut ….
Eritrosit berwarna merah karena mengandung zat ….
Pembuluh darah yang berfungsi membawa darah keluar dari bilik kiri adalah ….
Dinding otot pada bilik kiri lebih tebal karena berkaitan dengan tugasnya memompa darah menuju….
Penyakit tekanan darah tinggi disebut juga ….
Penyakit darah sukar membeku disebut juga ….
adalah penyakit pelebaran pembuluh darah pada bagian tubuh tertentu.
Jantung pada manusia terbagi atas … ruangan
Pembuluh … memiliki dinding tipis dan banyak terdapat katup
Pembuluh nadi hanya memiliki satu katup yang dinamakan ….
Penyakit mengerasnya pembuluh darah karena timbunan zat kapur dinamakan ….
Kemampuan sel darah putih untuk menembus dinding pembuluh darah disebut ….
Keterangan : tiap soal benar skor 2
nilai=jumlah skor3×10Kunci Jawaban

Vena pulmonalis
Valvula bikuspidalis
Trombosit
Agranulosit
Hemoglobin
Aorta
Seluruh tubuh
Hipertensi
Hemofilia
Varises
4
Balik
Valvula semilunaris
Arteriosklerosis
Diapedesis
BAB VII

STRUKTUR TUBUH
TUMBUHAN

259715176530


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan tumbuhan manusia
KOMPETENSI DASAR:
Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau
Mengidentifikasi macam-macam gerak pada tumbuhan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang dan daun
Menunjukkan letak epidermis, korteks, dan stele pada tumbuhan
Menjelaskan fungsi jaringan tertentu yang dijumpai pada tubuh tumbuhan
Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis
Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis
Mendeskripsikan macam-macam gerak pada tumbuhan
Menjelaskan perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti

Struktur Tubuh Tumbuhan

Jaringan
Secara garis besar jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen.
1. jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang selnyamampu terus menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Ciri-ciri sel meristem biasanya berdinding tipis, plastida belum sempurna, banyak mengandung sitoplasma, vakuola kecil, inti besar.
Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan ada 3 macam meristem, yaitu :
1. meristem apikal, terdapat di ujung batang dan ujung akar
2. meristem interkalar terdapat diantara jaringan permanen, misalnya di pangkal ruas batang rumput
3. meristem lateral, terdapat pada kambium pembuluh dan kambium gabus.
Berdasarkan asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari jaringan embrional (lembaga). Terdapat pada kuncup ujung batang dan akar. Pertumbuhan primer memungkinkan akar dan batang bertambah panjang, dengan demikian tumbuhan bertambah tinggi.
Meristem sekunder meristem yang berkembang dari jaringan permanen yang mengalami diferensiasi dan spesialisasi menjadi embrional kembali. Contoh kambium gabus yang terbentuk dari jaringan parenkim atau kolenkim.
Jaringan kambium yang terletak di antara berkas pengangkut (xilem dan floem) pada batang dikotil merupakan meristem sekunder. Sel kambium kearah dalam membentuk xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder. Akibatnya batang dikotil tumbuh membesar.
2. Jaringan permanen
Jaringan permanen terbentuk dari hasil diferensiasi dan spesialisasi jaringan meristem. Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi adalah pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi tertentu. Pada jaringan permanen sel-selnya tidak membelah lagi.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan permanen dibedakan menjadi :
1. jaringan pelindung, yaitu jaringan epidermis
Jaringan epidermis menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang dan daun. Fungsi epidermis adalah sebagai pelindung jaringan dibawahnya dann untuk pertukaran zat.
Epidermis dapat termodifikasi menjadi trikoma dan stomata. Fungsi trikoma bermacam-macam, misalnya pada akar untuk menghisap air dan mineral, pada daun untuk mengurangi transpirasi dan pada batang sebagai pelindung.
Stomata merupakan celah pada epidermis daun. Sel stomata terdiri atas dua sel penjaga yang memiliki bentuk berlainan dari sel epidermis disekitarnya. Stomata berfungsi untuk pertukaran gas.
2. Jaringan dasar (parenkim)
Jaringan parenkim terdapat pada seluruh organ tumbuhan. Jaringan ini mengisi daerah di antara jaringan-jaringan lain,
sehingga juga disebut jaringan dasar. Fungsi parenkim sangat beragam. Pada daun parenkim membentuk mesofil daun yang tersusun atas parenkim palisade dan parenkim spon,kedua jaringan ini sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, terutama pada jaringan parenkim palisade karena lebih banyak mengandung klorofil.
Pada batang dan akar jaringan parenkim berfungsi sebagai cadangan makanan.
3. Jaringan penguat/penyokong.
Tumbuhan memiliki dua macam jaringan penyokong yaitu kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim merupakan jaringan penguat yang bersifat sementara, karena bila tumbuhan mulai dewasa akan diganti sklerenkim. Jaringan kolenkim umumnya terdapat pada tangkai daun, sedangkan jaringan sklerenkim umumnya terdapat pada batang dan tulang daun.
a. kolenkim
sel kolenkim merupakan sel hidup. Umumnya terletak di dekat permukaan dan dibawah epidermis. Dinding sel kolenkim mengandung selulosa, hemiselulosa dan pektin. Dindingnya mengalami penebalan yang tidak merata. Penebalan terjadi pada sudut-sudutnya. Fungsi kolenkim sebagai penyokong pada tumbuhan yang masih muda dan pada tumbuhan herba. Kolenkim terdapat pada pang
b. sklerenkim
Jaringan sklerenkim terdiri atas sel sklerenkima yang berdinding sangat tebal terbuat dari zat lignin. Menurut bentuknya terbagi atas serat dan sel batu. Serat berbentuk seperti benang panjang sedangkan sel batu berbentuk macam-macam, contoh seperti pada tempurung kelapa. Fungsi sklerenkim adalah untuk menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa
4. jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut pada tumbuhan dibedakan atas xilem dan floem.
Xilem (pembuluh kayu) tersusun atas sel-sel yang memanjang yang sudah mati, sel tersebut saling menyambung membentuk suatu pembuluh. Pembuluh inilah yang menggangkut air dan unsur hara dari akar ke daun.
Floem (pembuluh tapis) terdiri atas sel-sel hidup berdinding tipis. Floem berfungsi untuk mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Organ Tumbuhan
310578548260Akar
Fungsi akar :
Menyerap air dan zat hara dari tanah
Memperkokoh berdirinya batang
Menyimpan cadangan makanan
Alat perkembangbiakan vegetatif
Sistem perakaran
1. akar serabut, pada monokotil
2. akar tunggang, pada dikotil
Struktur akar :
1. struktur luar akar
Gambar 7.1 penampang melintang akar dikotil
Rambut akar, merupakan perluasan sel epidermis akar dan berfungsi memperluas daerah penyerapan akar
Tudung akar (kaliptra) melindungi sel-sel meristem pada ujung akar.
2. Struktur dalam akar
a. Epidermis (lapisan luar/kulit luar)
Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat.
Epidermis akar umumnya tidak berkutikula. Pada daerah dekat ujung
akar, sel-sel epidermis ini termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. Bulu akar berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
b. Korteks (lapisan pertama/kulit pertama)
Korteks merupakan daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks terdiri atas sel-sel parenkim yang berdinding tipis dan tersusun melingkar. Di dalam korteks terdapat ruang-ruang antarsel sebagai tempat penyimpanan udara. Fungsi korteks adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
c. Endodermis (lapisan antara korteks dan stele)
Lapisan endodermis akar terletak di sebelah dalam korteks, yaitu berupa sebaris sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding sel endodermis mengalami penebalan gabus. Penebalan berupa rangkaian berbentuk pita. Penebalan seperti pita ini disebut pita kaspari. Endodermis berperan mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.
-865815-39606INFO PLUS
Berdasarkan posisi xilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu kolateral, konsentris, dan radial.
1) Tipe kolateral
Ikatan pembuluh tipe ini tersusun dari xilem dan floem yang letaknya bersebelahan dalam suatu jari-jari. Xilem di sebelah dalam dan floem diluar. Tipe kolateral dibagi menjadi 2, yaitu kolateral terbuka dan
kolateral tertutup. Jika antara xilem dan floem terdapat kambium maka disebut kolateral terbuka. Kolateral terbuka dapat dijumpai pada dicotyledon dan gymnospermae. Adapun pada kolateral tertutup,
antara xilem dan floem tidak terdapat kambium. Contoh tipe kolateral tertutup adalah pada monocotyledon.
2) Tipe konsentris
Tipe berkas pengangkut disebut konsentris apabila xilem dan floemnya berbentuk cincin silindris.
a. amfrikibal, xilem ditengah dikelilingi floem
b. amfivasal, floem ditengah dan dikelilingi xilem
3) Tipe radial
Tipe berkas ini merupakan suatu ikatan pembuluh dengan xilem dan floem bersebelahan, tetapi tidak berada pada jari-jari yang sama.. Contoh tipe radial adalah pada akar monocotyledon.
d. Stele (silinder pusat, yaitu lapisan tengah akar)
Silinder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Di dalamnya terdapat pembuluh kayu (xilem), pembuluh tapis (floem) yang sangat berperan dalam proses pengangkutan air dan mineral, dan perisikel yang berada tepat di sebelah dalam endodermis. Pada tanaman dikotil, di antara xilem dan floem terdapat
kambium ikatan pembuluh. Pada tanaman monokotil, selain xilem dan floem terdapat empulur tetapi tidak terdapat kambium ikatan pembuluh.
Batang
Fungsi batang antara lain sebagai berikut.
a. Mendukung tubuh tumbuhan.
b. Sebagai alat transportasi air, mineral, dan bahan-bahan makanan.
c. Merupakan tempat tumbuhnya cabang, daun, dan bunga.
d. alat penyimpan cadangan makanan
Jenis batang pada tumbuhan angiospermae ada tiga, yaitu:
1. Tipe lunak berair (herbaseus atau terna).
Contoh: Kaktus.
2. Tipe berkayu (lignosus).
Contoh: Pohon mangga, pohon beringin, pohon jati.
3. Tipe rumput (kalmus).
Contoh: Tanaman padi.
Jaringan penyusun batang
1. jaringan primer
Menyebabkan tumbuhan bertambah tinggi, terdapat pada tumbuhan monokotil dan dikotil muda.
a. jaringan primer monokotil terdiri dari epidermis, berkas pembuluh, empulur dan sklerenkim
b. jaringan primer dikotil terdiri dari epidermis, korteks, xilem, floem dan kambium pembuluh
2. jaringan sekunder.
Menyebabkan batang menjadi bertambah besar. Jaringan ini terdapat pada dikotil, yaitu berupa floem sekunder, xilem sekunder, dan kambium gabus.
Gambar 7.2 penampang melintang batang monokotil (a) dan batang dikotil (b)

Daun
Gambar 7.3 penampang melintang daun

Fungsi daun :
Tempat fotosintesis
Tempat penyimpan bahan makanan
Alat perkembangbiakan vegetatif
Alat evaporasi (penguapan)
Bunga
Fungsi bunga sebagai alat perkembangbiakan generatif.
294576576835Macam-macam bunga berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunganya:
1. bunga lengkap adalah bunga yang memiliki kelopak (calyx), mahkota (corrola), benang sari (stamen) dan putik (pistil).
2. bunga tidak lengkap apabila tidak memiliki satu atau dua bagian bunga lengkap.
Gambar 7.4 bunga sempurna
Macam-macam bunga berdasarkan alat kelamin yang dimilikinya :
1. bunga biseksual/bunga sempurna :bunga yang memiliki benng sari dan kepala putik
2. bunga uniseksual : bunga yang memiliki benang sari atau kepala putik saja. bunga jantan, apabila hanya memiliki benang sari saja dan bunga betina bila memiliki putik saja.
Macam-macam bunga uniseksual
a. berumah satu (monoesis) bunga jantan dan betina terdapat pada satu pohon, contoh jagung
Fotosintesis
b. berumah dua (diesis): bunga jantan dan betina pada tumbuhan yang berbeda, contoh : salak dan pala.
Pengertian
Proses pembentukan bahan organik (gula/karbohidrat) dari zat anorganik yaitu air dan CO2.
144381232607Percobaan fotosintesis
Ingenhousz
Gb.
Gambar 7.5 percobaan Ingenhousz

Kesimpulan : fotosintesis menghasilkan oksigen
TW Engelmann
Percobaan : Spirogyra memiliki kloroplast seperti spiral. Kloroplast yang terkena cahaya mengeluarkan oksigen (dibuktikan dengan banyaknya bakteri yang berkerumun pada bagian tersebut) sedangkan yang tidak terkena cahaya tidak mengeluarkan bakteri.
20701055245Kesimpulan : fotosintesis dilakukan kloroplast dan kloroplast hanya berfotosintesis apabila terkena cahaya.
Gambar 7.6 Percobaan Engelmann

Sachs.
Percobaan : daun yang sebagian dibungkus kertas timah dipetik di sore hari, setelah terkena sinar sejak pagi. Daun tersebut direbus (untuk mematikan sel-selnya) selanjutnya dimasukkan ke dalam alkohol, agar klorofilnya larut. Jika daun ditetesi dengan yodium, maka bagian yang tertutup timah tetap pucat , sedang yang tidak berwarna biru kehitaman.
39841061241
Gambar 7.7 Percobaan Sachs

Mekanisme
Reaksi kimia fotosintesis :
6CO2 + 6H2O + energi cahaya C6H12O6 + 6CO2
Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis
Faktor eksternal
Cahaya
Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak ATP yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Intensitas yang terlalu tinggi akan merusak klorofil, sehingga menghambat laju fotosintesis
Konsentrasi CO2
Peningkatan konsentrasi CO2 hingga 1 % akan meningkatkan laju fotosintesis, tetapi konsentrasi yang terlalu tinggi akan bersifat toksik dan laju fotosintesis turun.
Temperatur
Tumbuhan yang berbeda membutuhkan temperatur yang berbeda untuk fotosintesis. Kebanyakan tumbuhan akan menghentikan fotosintesis pada titik beku (00C), tetapi beberapa konifer dapat mencapai -350C. Hal yang sama pada temperatur 40 – 500C akan merusak enzim yang berperan dalam fotosintesis. Tetapi pada xerofit dapat melakukan fotosintesis pada temperatur 55-750C. peningkatan temperatur dalam rentang 10-400 umumnya dapat meningkatkan laju fotosintesis.
Ketersediaan air
Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata tertutup. Akibatnya penyerapan CO2 terhambat, sehingga laju fotosintesis menurun.
Ketersediaan unsur
Kekurangan Mg, Mn, Fe dan N menggangu pembentukan klorofil. Dengan demikian fotosintesis akan terganggu.
Faktor internal
Kandungan klorofil
Laju fotosintesis akan meningkat jika kandungan klorofil juga meningkat apabila faktor lain dalam kondisi optimum.
Akumulasi (penumpukan) produk akhir fotosintesis
Akumulasi KH di dalam sel-sel fotosintetik akan menghambat laju fotosintesis.
Anatomi daun
Tebal lapisan kutikula, jumlah dan distribusi stomata, struktur jaringan pengangkut akan berpengaruh terhadap penetrasi cahaya ke dalam sel-sel fotosintetik, difusi CO2 ke daun dan mudah tidaknya hasil fotosintesis di edarkan.
Gerak Pada Tumbuhan

Gerak pada tumbuhan terjadi karena tekanan turgor, tumbuh, atau pindah yang disebabkan rangsang. Hal ini karena tumbuhan memiliki kemampuan iritabilitas.
Menurut penyebabnya, gerak tumbuhan dibedakan atas :
1) Gerak higroskopi
Gerak yang disebabkan karena pengaruh perubahan kadar air, contoh
Pecahnya buah polong-polongan, seperti petai cina
Gerak membukanya sporangium pada tumbuhan paku oleh anulus
Gerak membuka dan menutupnya sporangium pada tumbuhan lumut oleh periostom
2) Gerak Etionom
Dibedakan menjadi :
a. gerak tropisme
gerak tumbuh bagian tubuh tanaman yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Tropi Positif jika menuju arah rangsang dan tropi negatif bila menjauhi rangsang.
Contoh :
Fototropisme , gerak pucuk tanaman ke arah cahaya
Geotropisme, gerak tumbuh akar ke arah pusat bumi
Tigmotropisme, gerak membelok bagian tanaman sebagai akibat persinggungan, ex : gerak membelit ujung sulur pada jenis Cucurbitaceae
Hidrotropisme, gerak bagian tubuh tanaman ke arah sumber air
Kemotropisme, gerak tropisme yang dipengaruhi oleh zat kimia
b. Gerak taksis
gerak pindah tempat yang dilakukan oleh tumbuhan bersel satu atau bagian tubuh tanaman yang arahnya dipengaruhi oleh rangsang
contoh :
Fototaksis, gerak taksis yang rangsangannya berupa cahaya
Ex :kloroplas bergerak ke sisi sel yang terken cahaya; Euglena viridis selalu bergerak ke arah cahaya matahari
Kemotaksis, gerak taksis yang rangsangannya berupa zat kimia
Ex :bakteri aerob selalu berkumpul pada tempat yang banyak mengandung oksigen; spermatozoid bergerak menuju sel telur pada peristiwa pembuahan lumut.
c. Gerak Nasti
gerak bagian tubuh tanaman sebagai tanggapan rangsangan dari luar. Gerak ini tidak dipengaruhi oleh arah rangsang.
Contoh :
Seismonasti, gerak akibat sentuhan/persinggungan, ex : gerak menutupnya daun putri malu ketika disentuh.
Niktinasti, gerak tidur tanaman, sebagai akibat rangsangan gelap ex : gerak menutupnya daun petai cina pada waktu malam
Fotonasti, gerak nasti yang rangsangannya berupa cahaya, ex: gerak mekarnya bunga pukul empat pada sore hari.
Termonasti, adalah gerak nasti yang sumber rangsangnya berupa suhu. Misalnya mekarnya bunga tulip pada harihari yang hangat pada musim semi.
Nasti kompleks, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangnya lebih dari satu. Contoh gerak ini adalah membuka menutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.
3) Gerak Endonom
Hama dan Penyakit Pada Tumbuhan
Gerak tumbuhan yang tidak disebabkan oleh adanya rangsang dari luar. Diduga gerak ini disebabkan adanya rangsangan dari dalam tumbuhan sendiri, contoh ; gerakan sitoplasma pada sel tanaman bawang merah.
Hama
Hama adalah hewan yang mengganggu atau merusak tanaman sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu.
a. Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyerang tumbuhan dan menyebabkan daun dan batang menjadi berlubang-lubang. Jika serangannya parah
341376048895b. Tikus
Tikus merupakan hama tanaman yang sangat merugikan petani karena hal-hal sebagai berikut.
Menyerang tanaman pada masa persemaian, pertumbuhan, pembungaan, panen, hingga masa penyimpanan.
Gambar 7.8 Hama Tikus
Sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi yang baik.
Memiliki kemampuan berkembang biak yang tinggi dan penyebarannya cepat. Tikus betina dapat melahirkan 4 sampai dengan 12 anak dalam satu siklus reproduksi.
Memakan bagian tanaman seperti biji-bijian, umbi tanaman, dan buah. Selain itu, tikus juga merusak batang tanaman.
Tanda-tanda serangan tikus antara lain adanya kerusakan tanaman, ada jejak dan kotoran tikus, adanya bekas potongan-potongan pada tanaman yang dirusak tikus, serta adanya liang tikus.
Pengendalian tikus dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.
Pemberian racun tikus yang bersifat akut. Racun ini jika termakan oleh tikus dapat membunuh tikus hanya dalam beberapa jam.
Gropyokan, yaitu memburu dan membunuh tikus secara beramai-ramai dalam sebuah desa atau wilayah kelompok tani.
Emposan, yaitu dengan membakar campuran belerang dan jerami diarahkan ke dalam liang tikus. Sebelumnya lubang-lubang yang ada ditutup agar tidak ada tikus yang lari keluar melalui lubang lain.
Pengendalian biologis dilakukan dengan melepaskan musuh alami, misalnya burung hantu, kucing, dan ular sawah.
Penanaman padi secara serentak, yaitu agar serangan tikus tidak memusat pada salah satu wilayah persemaian.
c. Walang sangit
Walang sangit merupakan serangga hama tanaman padi. Setiap kali bertelur, serangga betina dapat menghasilkan 100–200 butir telur. Telur-telur tersebut diletakkan pada daun bendera tanaman padi. Telur yang telah menetas akan menjadi nimfa yang berwarna hijau dan berangsur-angsur menjadi coklat. Nimfa dan imago menyerang buah padi yang sedang matang susu dengan cara menghisap cairan buah sehingga menyebabkan buah menjadi hampa. Pengendalian terhadap wereng coklat dapat dilakukan dengan cara menanam secara serentak, sanitasi tanaman yang terserang, atau dengan penyemprotan insektisida dengan dosis yang sesuai.
377507553975d. Artona
Gambar 7.9 Kupu Artona
Hama ini temasuk lepidoptera (kupu yang merusak tanaman ketika stadia larva). Artona menjadi hama bagi tanaman kelapa. Ulat yang baru menetas menyerang dengan menimbulkan gejala serangan titik-titik pada daun. Setelah agak besar, ulat menimbulkan gejala serangan garis-garis pada daun. Selanjutnya, ulat yang cukup besar memakan daun kelapa berikut tulang daunnya sehingga daun kelapa hanya tinggal lidinya saja. Pengendalian terhadap artona dilakukan dengan memangkas daun kelapa yang sudah terserang agar ulat dan kepompongnya ikut terbuang. Pengendalian hayati dengan melepas parasit Apanteles artonae. Pada areal pertanaman yang luas dapat dilakukan penyemprotan dengan larutan insektisida yang bersifat sistemik atau racun peru
e. Lalat buah
Lalat buah biasanya menyerang tanaman pada waktu musim hujan. Lalat betina menusuk buah-buahan dengan alat peletak telur untuk memasukkan telurnya ke dalam daging buah. Telur akan menetas dan menjadi belatung yang memakan buah tersebut sehingga buah akan busuk dan rusak.
Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Sanitasi lingkungan dengan membersihkan semua buah yang rontok.
b. Pemasangan perangkap berupa sex pheromon.
c. Penyemprotan insektisida secara berselang-seling. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari ketika masih ada embun.
Upaya pengendalian dan pemberantasan hama tanaman secara garis besar dapat dilakukan melalui dua macam cara, yaitu secara kimiawi dan secara biologi.
1. Pengendalian secara kimiawi
3541395530225Pengendalian hama secara kimiawi merupakan upaya pengendalian pertumbuhan hama tanaman menggunakan pestisida, yaitu zat kimia pembasmi hama tanaman. Pestisida terdiri atas insektisida, larvasida, fungisida, dan algasida.
a. Insektisida digunakan untuk memberantas serangga (insekta).
b. Larvasida digunakan untuk memberantas larva (ulat).
Gambar 7.10 Lalat buah
c. Fungisida digunakan untuk memberantas jamur (fungi).
d. Algasida digunakan untuk memberantas ganggang (algae).
Penggunaan pestisida harus dilakukan secara cermat dan hati-hati mengikuti aturan pakai. Hal ini karena pestisida terbuat dari zat kimia yang berbahaya. Dampak penggunaan pestisida antara lain sebagai berikut.
a. Dapat membunuh hewan lain yang sebenarnya bermanfaat bagi manusia.
b. Apabila masuk ke dalam bahan makanan dapat bersifat racun sehingga membahayakan kesehatan manusia.
c. Dapat merusak keseimbangan ekosistem.
Ada juga pengendalian hama secara kimiawi dengan menggunakan sistem fumigasi. Fumigasi adalah cara pengendalian hama dengan menggunakan gas beracun Methyl Bromide (CH3Br). Dengan dosis yang sesuai, fumigasi dapat membunuh rayap, tikus, kumbang, ngengat, dan lainlain. Fumigasi memiliki tingkat penetrasi yang tinggi dan dapat membunuh semua tingkat perkembangan hama tanpa mengotori bahan atau tanaman yang difumigasi. Namun, karena bahan yang digunakan adalah senyawa beracun maka penggunaan lebih lanjut masih dipelajari lebih lanjut supaya tidak terjadi dampak yang merugikan.
2. Secara biologi
Pemberantasan hama secara biologi merupakan upaya pengendalian hama tanaman dengan menggunakan agen pemangsa alami (predator).
Contoh berbagai hewan pemangsa hama tanaman antara lain lebah penyengat, semut rangrang, dan burung hantu.
a. Ulat kupu artona diberantas dengan hewan semacam lebah penyengat.
b. Kutu loncat diberantas dengan semut rangrang.
c. Tikus diberantas dengan burung hantu.
Gulma
Gulma adalah tanaman pengganggu tanaman budi daya. Berbeda dengan hama dan penyakit tanaman, pengaruh yang diakibatkan oleh gulma tidak terlihat secara langsung dan berjalan lambat. Namun, secara keseluruhan kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Gulma mampu berkompetisi kuat dengan tanaman budi daya untuk memenuhi kebutuhan unsur hara, air, sinar matahari, udara, dan ruang tumbuh. Contoh tumbuhan yang termasuk gulma, yaitu rumput teki, tanaman paku-pakuan, dan enceng gondok.
Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kerugian akibat persaingan antara tanaman budi daya dengan gulma
1. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga waktu mulai berproduksi lebih lama.
2. Penurunan kuantitas dan kualitas hasil produksi.
3. Gulma dapat menjadi sarang hama dan penyakit.
4. Pengendalian gulma membutuhkan biaya yang mahal.
Cara pengendalian gulma dilakukan melalui dua cara, yaitu:
1. Cara tradisional dengan mencabuti gulma secara langsung.
2. Cara modern dengan menyemprot menggunakan herbisida.
Penyakit tumbuhan
Beberapa contoh penyakit yang menyerang tumbuhan adalah
sebagai berikut.
a. Penyakit layu cabai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Cabai yang terkena penyakit ini mempunyai ciri-ciri daun muda layu diikuti dengan menguningnya daun-daun tua.
b. Penyakit hawar daun kentang. Disebabkan oleh jamur, gejalanya pada tepi-tepi daun ditemukan bercak-bercak terutama pada suhu rendah, kelembapan tinggi, dan curah hujan tinggi.
c. Penyakit busuk daun bawang merah. Disebabkan oleh jamur, gejalanya di dekat ujung daun timbul bercak hijau pucat, di permukaan daun berkembang jamur berwarna putih ungu, daun menguning, layu, dan mengering. Daun yang telah mati akan berwarna putih dan banyak terdapat jamur hitam.
d. Penyakit tungro pada tanaman padi. Penyakit ini menyebabkan padi tumbuh kerdil dan tidak normal. Disebabkan oleh virus tungro dengan perantaraan wereng.
e. Penyakit mosaik, banyak menyerang tanaman tembakau yang disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus).
f. Penyakit bulai
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman jagung. Penyebabnya adalah jamur dengan penyebaran menggunakan spora yang diterbangkan oleh angin.
g. Penyakit virus belang
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman kedelai. Penyebabnya adalah virus dengan penyebaran melalui perantaraan angin.
h. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
CVPD adalah penyakit yang merusak pembuluh tapis batang tanaman jeruk. Penyakit CVPD disebabkan oleh virus.
Rangkuman

Jaringan pada tumbuhan dibedakan atas jaringan meristem dan permanen.
Organ pada tumbuhan meliputi akar, batang dan daun.
Jaringan di daun yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis adalah jaringan palisade.
Reaksi fotosintesis 6CO2+6H2OC6H12O6 + O 2
Beberapa factor yang mempengaruhi fotosintesis meliputi, factor internal berupa klorofil, akumulasi hasil fotosintesi, anatomi daun dan factor eksternal yang meliputi koncentrasi CO2, ketersediaan unsure, air, cahaya, temperature.
Gerak higroskopis adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh perubahaan kadar air
Gerak tropisme adalah gerak tumbuh tanaman yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang
Gerak nasty adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang dipengaruhi rangsang dari luar
Gerak taksis gerak pindah tanaman karena pengaruh rangsang dari luar
Gerak endonom adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang dari tumbuhan itu sendiri.
Evaluasi

Uji kompetensi Struktur tubuh tumbuhan
285115-3810628015281940Perhatikan Gambar(untuk soal no.1-4)
Jaringan pada daun yang ditunjukkan dengan huruf a berfungsi untuk ….
Nama jaringan yang ditunjukkan dengan huruf b adalah ….
751840133350bagian yang ditunjukkan dengan huruf d adalah … berfungsi sebagai tempat pertukaran gas
nama bagian yang ditunjuk dengan huruf c adalah ….
Perhatikan gambar di atas (untuk soal no 5 dan 6)
Berilah keterangan pada gambar di atas (skor 6)
Fungsi jaringan yang ditunjukkan dengan huruf e adalah ….
Perhatikan gambar penampang melintang akar dikotil berikut ini

Berikan keterangan pada gambar di atas! (skor 4)
Jaringan yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan adalah ….
Jaringan …berfungsi melindungi jaringan di bawahnya
Jaringan penyokong pada tumbuhan yang masih muda adalah ….
Untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun merupakan fungsi jaringan ….
Pemanjangan pada ujung akar dan pucuk batang tumbuhan dipengaruhi oleh aktivitas jaringan ….
Uji kompetensi fotosintesis dan gerak tumbuhan
Isian Singkat! (skor =1)
Tumbuhan dapat berfotosintesis karena memiliki zat hijau daun atau lebih dikenal dengan ….
Jaringan pada daun yang berfungsi untuk tempat fotosintesis adalah jaringan … dan jaringan spon
Gerak menutupnya daun putri malu ketika disentuh disebut ….
… merupakan gerak tumbuh akar ke arah mata air
Gerak Euglena sp ke arah cahaya termasuk gerak ….
Gerak yang dipengaruhi oleh perubahan kadar air disebut gerak ….
Gerak menutupnya daun petai cina ketika malam hari termasuk gerak ….
Gerak pada tumbuhan yang tidak disebabkan oleh rangsang dari luar dinamakan ….
Membelitnya sulur pada tanaman Cucurbita sp termasuk jenis gerak ….
Gerak tumbuh batang ke arah cahaya disebut ….
Uraian!
Sebutkan faktor yang mempengaruhi fotosintesis! (minimal 5)(skor 5)
Apakah perbedaan gerak tropisme dan nasti?(skor 5)
Nilai=Jumlah skor ×5
Kunci Jawaban

Kunci jawaban Uji Kompetensi struktur tubuh tumbuhan
Tempat Fotosintesis
Jaringan spon/bunga karang
Stomata
Epidermis
a.floem, b. kambium, c. xilem, d. empulur, e. korteks, f. epidermis
menyimpan cadangan makanan
a. epidermis, b. kortek, c.xilem, d floem
floem/pembuluh tapis
epidermis
kolenkim
xilem /pembuluh kayu
meristem
Kunci jawaban Uji Kompetensi fotosintesis dan gerak tumbuhan
Klorofil
Palisade/tiang
Seismonasti
Hidrotropisme
Fototaksis
Higrokospis
Niktinasti
Endonom
Tigmotropisme
Fototropisme
Uraian
Faktor yang mempengaruhi fotosintesis :
Faktor internal : anatomi daun, jumlah klorofil, akumulasi hasil fotosintesis pada daun
Faktor eksternal: kadar CO2, air, ketersedian unsur, suhu dan cahaya
Perbedaan tropisme dan nasti
Gerak tropisme adalah gerak tumbuh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang
Gerak nasti adalah gerak bagian tubuh tanaman sebagai tanggapan rangsangan dari luar. Gerak ini tidak dipengaruhi oleh arah rangsang.
BAB VIII

ATOM, ION
DAN MOLEKUL

259847195875


STANDAR KOMPETENSI :
Menjelaskan konsep partikel materi
KOMPETENSI DASAR:
Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul
Menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari
Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Mendefinisikan pengertian partikel materi (atom, ion, dan molekul)
Memberikan contoh materi tertentu yang terdiri atas ion-ion
Menjelaskan hubungan atom, ion dan molekul melalui hasil kajian pustaka
Mendeskripsikan komponen penyusun salah satu produk kimia
Menjelaskan dengan simbol perbedaan antara molekul unsur dengan yakin dan benar
Menunjukkan beberapa contoh molekul sederhana dalam kehidupan sehari-hari melalui kajian studi pustaka

Atom

Menurut Demokritus, suatu materi bersifat diskontinu. Artinya, jika suatu materi dibelah terus-menerus akan diperoleh materi terkecil yang tidak mungkin dibelah lagi. Bagian terkecil yang sudah tidak dapat dibelah lagi tersebut dinamakan atom.
Struktur atom
1. struktur atom Dalton
Atom merupakan bola pejal

Gambar 8.1 Model atom Dalton

2. struktur atom Thompson
Atom merupakan suatu bola bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi elektron yang bertaburan
Gambar 8.2 Model atom Thompson

3. struktur atom rutherford
Inti atom berukuran sangat kecil, sebagian besar atom merupakan ruang kosong dan elektron bergerak mengelilingi atom.
Gambar 8.3 Model atom Rutherford

4. Struktur atom Niels Bohr
Membantah pernyataan rutherford bahwa jika elektron mengelilingi proton, akan terjadi tarik menarik, tetapi atom tidak.
Pernyataan Niels Bohr ;
- elektron mengelilingi inti atom menurut lintasan-lintasan tertentu.
- selama mengitari inti, elektron tidak memancarkan energi
- jika elektron berpindah lintasan dari lintasan luar ke dalam elektron akan memancarkan energi dan sebaliknya jika berpindah dari dalam ke luar akan menyerap energi.
Gambar 8.4 Model atom Bohr

5. Struktur atom mekanika quantum (ditemukan oleh Schrodinger)
Elektron mengelilingi inti atom pada orbital tertentu (suatu daerah disekitar inti dengan ketidak boleh jadian terbesar ditemukan elektron)
Gambar 8.5 Model atom Mekanika quantum
Ion

Ion adalah atom/gugus atom yang bermuatan listrik.
Ion ada 2 yaitu anion (ion bermuatan negatif) dan kation (ion bermuatan positif)
Tabel 8.1Rumus kimia ion
Nama Rumus Kimia Nama Rumus Kimia
Kation Ion Hidroksida OH-
Ion Hidronium H+ Ion Sianida CN-
Ion Natrium Na+ Ion hipo klorit ClO-
Ion Kalium K+ Ion klorit ClO2-
Ion Magnesium Mg2+ Ion klorat ClO3-
Ion Kalsium Ca2+ Ion perklorat ClO4-
Ion Barium Ba2+ Ion hipo bromit BrO-
Ion Aluminium Al3+ Ion bromit BrO2-
Ion Besi (II)/ferro Fe2+ Ion bromat BrO3-
Ion besi (III)/ferri Fe3+ Ion perbromat BrO4-
Ion tembaga (I)/kupro Cu+ Ion sulfit SO32-
Ion tembaga (II)/kupri Cu2+ Ion sulfat SO42-
Ion raksa (I)/merkuro Hg+ Ion tiosulfat S2O32-
Ion raksa (II)/merkuri Hg2+ Ion pirosulfat S2O72-
Ion timah (II)/stano Sn2+ Ion nitrit NO2-
Ion timah (IV)/stani Sn4+ Ion nitrat NO3-
Ion timbal (II)/plumbo Pb2+ Ion fosfit PO33-
Ion timbal (IV)/plumbi Pb4+ Ion fosfat PO43-
Ion Amonium NH4+ Ion karbonat CO32-
Ion seng Zn2+ Ion bisulfit HSO3-
Anion Ion bisulfat HSO4-
Ion Florida F- Ion bifosfit HPO32-
Ion Clorida Cl- Ion bifosfat HPO42-
Ion Bromida Br - Ion bikarbonat HCO3-
Ion iodida I - Ion kromat CrO42-
Ion Oksida O2- Ion dikromat Cr2O72-
Ion Sulfida S2- Ion manganat MnO42-
Ion Nitrida N3- Ion permanganat MnO4-
Ion asetat CH3COO - Molekul

Molekul
Gabungan dari 2 atom atau lebih
Molekul unsur
Gabungan dari 2 atom atau lebih yang sejenis
Ex : Hidrogen(H2) merupakan gabungan dari 2 atom H
Oksigen (O2) merupakan gabungan dari 2 atom O
Molekul senyawa
Gabungan dari 2 atom atau lebih yang berbeda jenis.
Ex : Air (H20) merupakan gabungan dari 2 atom H dan 1 atom 0.
Amonia (NH3) merupakan gabungan dari 1 atom H dan 3 atom H.
Rumus kimia Unsur
Rumus kimia unsur monoatomik (terdiri dari 1 atom)
Tabel 8.2Rumus Kimia unsur monoatomik
No Nama Lambang Unsur Rumus kimia
1 Besi Fe Fe
2 Kalsium Ca Ca
3 Tembaga Cu Cu
NB : untuk rumus kimia unsur monoatomik lambang unsur = rumus kimia.Terdiri ± 99 unsur
Rumus kimia unsur poliatomik (terdiri atas banyak atom)
Tabel 8.3Rumus kimia unsur poliatomik
No Nama Lambang Unsur Rumus kimia
1
2
3
4
5
6
7 Diatomik
Oksigen
Nitrogen
Hidrogen
Fluor
Clor
Brom
Iodium O
N
H
F
Cl
Br
I O2
N2
H2
F2
Cl2
Br2
I2
1 Tetra atomik
Fosfor P P4
1 Okta atomik
Sulfur(belerang) S S8
Rumus kimia Molekul (RM)
Tabel 8.4Rumus kimia molekul
No Nama Rumus Kimia Arti
1 Air H2O molekul air terdiri 2 atom H dan 1 atom O
2 Amonia NH3 Molekul amonia terdiri 1 atom N dan 3 atom H
3 Karbondioksida CO2 Molekul karbondioksida terdiri dari 1 atom C dan 2 atom O
4 Glukosa C6H12O6 Molekul glukosa terdiri dari 6atom C, 12 atom H dan 6 atom O
5 Asam Asetat CH3COOH Molekul asam asetat terdiri dari 2 atom C, 4 atom H dan 2 atom O
6 Asetilen C2H2 Molekul asetilen terdiri dari 2 atom C dan 2 atom H
7 Urea CO(NH2)2 Molekul urea terdiri dari 1 atom C, 1 atom O, 2 atom N dan 4 atom H
Tabel 8.5Molekul dalam kehidupan sehari-hari

Rangkuman

Atom adalah bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
Ion adalah atom atau gugus atom yang bermuatan listrik
Ion yang bermuatan positif disebut kation
Ion yang bermuatan negative disebut anion.
Molekul merupakan gabungan dari dua atom atau lebih.
Molekul unsure merupakan gabungan dari atom yang sejenis, sedangkan senyawa adalah gabungan dari atom yang berbeda jenis.
Rumus kimia NaCl diartikan sebagai 1 molekul garam dapur terdiri dari 1 atom natrium dan 1 atom klor.
Evaluasi

Gabungan dari beberapa atom disebut …
HCl terdiri atas ion H+ dan ion ….
Molekul air (H2O), terdiri atas, 2 atom … dan 1 atom O
NaCl dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan sebutan ….
Atom yang bermuatan listrik disebut ….
Rumus kimia asam cuka adalah ….
C6H12O6 terdiri dari 6 atom …, 12 atom H dan 6 atom O
Bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi disebut ….
H2SO4 terdiri atas 2 ion … dan ion SO42-
ABmanakah yang disebut molekul senyawa …
Keterangan: tiap jawaban benar skor 2.
Nilai = jumlah skor x 5
Kunci Jawaban

Molekul
Cl-
H
Garam dapur
Ion
CH3COOH
C
Atom
H+
Gambar B
BAB IX

BAHAN KIMIA
DALAM KEHIDUPAN

270481174610



STANDAR KOMPETENSI :
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
KOMPETENSI DASAR:
Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari
Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga
Mengidentifikasi efek samping bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk

Pembersih

Yang termasuk dalam bahan pembersih adalah sabun dan detergen.
Sabun adalah bahan kimia yang terbuat dari bahan alam, seperti minyak dan lemak yang direaksikan dengan bahan kimia lain yang disebut basa.
Adapun detergen adalah senyawa kimia bernama alkyl benzene sulfonat (ABS) yang direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH). Bahan ABS diperoleh dari pengolahan minyak bumi. Perbedaan detergen dengan sabun antara lain daya cuci detergen lebih kuat dibandingkan sabun dan detergen dapat bekerja pada air sadah. Akan tetapi sabun lebih mudah diurai oleh mikroorganisme.
Proses pembersihan
Molekul sabun/detergen terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang bersifat hidrofilik dan yang bersifat
hidrofobik. Bagian hidrofilik adalah bagian yang menyukai air atau bersifat polar. Adapun bagian hidrofobik adalah bagian yang tidak suka air atau bersifat nonpolar.
Jika dalam pakaian yang dicuci dengan detergen terdapat kotoran lemak maka bagian ion yang bersifat hidrofobik masuk ke dalam butiran lemak atau minyak dan bagian ion tersebut yang bersifat hidrofilik akan mengarah ke pelarut air. Keadaan ini menyebabkan butiran-butiran minyak akan saling tolak-menolak karena menjadi bermuatan sejenis. Akibatnya, kotoran lemak atau minyak yang telah lepas dari
pakaian tidak dapat saling bersatu lagi dan tetap berada dalam larutan.
Beberapa efek samping penggunaan detergen terhadap lingkungan adalah sebagai berikut.
a. Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.
b. Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akibat kadar fosfat yang meningkat di dalam air karena kehadiran detergen. Jika permukaan air sampai tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati karena kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.
c. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk mandi, air tersebut dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif.
d. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk memasak atau diminum, air tersebut dapat mengakibatkan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya.
Usaha pencegahan dampak negatif penggunaan pembersih antara lain adalah sebagai berikut.
1) Membuat sistem penampungan dan penanganan air limbah.
2) Mendaur ulang kembali air limbah rumah tangga.
3) Mengurangi intensitas pemakaian pembersih yang mengandung bahan-bahan yang sukar diuraikan mikroorganisme, seperti sabun dan detergen.
4) Selektif dalam memilih detergen serta memerhatikan kandungan bahan aktif yang ada di dalam detergen.
5) Mengikuti petunjuk penggunaan bahan pembersih dengan benar.
6) Mengganti bahan-bahan dasar detergen dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Pemutih

Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai
selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.
Pemakaian pemutih yang berlebih dan terlalu sering menyebabkan seratserat kain menjadi keras dan rapuh. Supaya pakaian tidak cepat rusak maka sebaiknya pemakaian pemutih hanya bila diperlukan saja.
Pemakaian pemutih yang berlebihan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat aktif dalam pemutih dimungkinkan dapat membunuh bakteri dalam tanah.
Khusus untuk pemutih wajah beberapa produk pemutih wajah dan tubuh terbukti mengandung logam berat merkuri (raksa). Pemutih yang mengandung merkuri jika digunakan secara terus-menerus dapat
bersifat sebagai racun di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogen).
Beberapa upaya untuk mencegah efek samping dari penggunaan
pemutih antara lain:
1) Menghindari kontak langsung dengan pemutih pakaian dalam jangka waktu yang lama.
2) Membuat saluran pembuangan limbah pemutih yang baik.
3) Mengurangi jumlah pemakaiannya.
4) Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri. Memilih pemutih wajah yang lebih alami (tidak menggunakan merkuri).
Pewangi
5) Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.
Produk pewangi ada yang alami dan ada yang buatan. Pewangi-pewangi yang diperoleh melalui proses esterifikasi disebut dengan pewangi sintetis. Di pasaran banyak sekali dijual pewangi sintetis, mulai dari pewangi dengan aroma buahbuahan sampai harum bunga. Misalnya, parfum, pengharum ruangan, dan
pengharum mobil. Pewangi yang didapatkan dari proses ekstraksi dan penyulingan bahan alam disebut sebagai pewangi alami. Contoh pewangi alami adalah minyak atsiri
Pemakaian pewangi secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, misalnya pusing dan mual-mual. Selain itu, bahan pelarut pada beberapa jenis pewangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. pada umumnya pewangi yang dikemas dengan bentuk semprot menggunakan bahan pendorong (propelan) dari golongan kloro fluoro karbon (CFC). Bahan kimia inilah yang dapat mengakibatkan kebocoran lapisan ozon.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari efek samping dari produk pewangi antara lain:
1) menggunakan bahan pewangi seperlunya, dan
2) tidak menggunakan pewangi yang mengandung CFC.
Pestisida

Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Beberapa jenis insektisida juga dipakai untuk memberantas sejumlah serangga pengganggu yang ada di rumah, perkantoran, atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut.
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau
cendawan. Bercak yang ada pada daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun disebabkan oleh serangan jamur. Beberapa contoh fungisida adalah tembaga oksiklorida,
tembaga(I) oksida, karbendazim, organomerkuri, dan
natrium dikromat.
c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Pada umumnya, tanaman yang sudah
terserang bakteri sukar untuk disembuhkan. Oleh karena itu, bakterisida biasanya diberikan kepada tanaman yang masih sehat. Salah satu contoh dari bakterisida adalah tetramycin, sebagai pembunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus. Rodentisida dipakai dengan cara mencampurkannya dengan makanan kesukaan tikus. Dalam meletakkan umpan tersebut harus hati-hati, jangan sampai termakan oleh binatang lain. Contoh dari pestisida jenis ini adalah warangan.
e. Nematisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing (nematoda). Hama jenis cacing biasanya menyerang akar dan umbi tanaman. Oleh karena pestisida jenis ini dapat merusak tanaman maka pestisida ini harus sudah ditaburkan pada tanah tiga minggu sebelum musim tanam. Contoh dari pestisida jenis ini adalah DD, vapam, dan dazomet.
f. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok. Contoh dari herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.
Beberapa dampak negatif yang dapat timbul akibat penggunaan pestisida, di
antaranya:
a. Terjadinya pengumpulan pestisida (akumulasi) dalam tubuh manusia karena beberapa jenis pestisida sukar terurai. Pestisida yang terserap tanaman akan terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah.
Jika tanaman ini dimakan hewan atau manusia maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga dapat memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan hewan maupun manusia.
b. Munculnya hama spesies baru yang lebih tahan terhadap takaran pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosis pemakaian pestisida yang lebih tinggi atau pestisida lain yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai pelaku
Upaya-upaya untuk mencegah efek samping dari penggunaan insektisida antara lain adalah sebagai berikut.
1) Menggunakan bahan pembasmi serangga (insektisida) yang lebih ramah lingkungan, seperti insektisida biologis, pengembangan hama jantan mandul, dan memanfaatkan ekstrak bunga atau daun tertentu sebagai pengusir nyamuk.
2) Mengurangi pemakaian insektisida secara berlebihan.
3) Selalu menjaga kebersihan lingkungan.
Rangkuman

Bahan kimia dalam rumah tangga dapat digolongkan menjadi pembersih, pemutih, pewangi dan pestisida
Bahan utama yang terkandung dalam pembersih adalah ABS (alkil Benzene Sulfonat)
Bahan aktif dalam pemutih adalah Natrium hipoklorit yang memiliki efek disinfektan (membunuh kuman/bakteri)
Bahan utama dalam pewangi adalah propelan dan fragrance. Propelan yang biasa dipakai adalah CFC yang memiliki efek merusak lapisan ozon
Bahan utama pembasmi serangga adalah insektisida. Penggunaan insektisida yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi (kekebalan) serangga penggangu.
Evaluasi

Lengkapilah table berikut ini!
No Bahan kimia RT Bahan aktif Efek samping
1 Pembersih
Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4)
2 Pemutih
Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4)
3 Pewangi
Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4)
4 Pembasmi serangga
Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4)
Nilai = (jumlah skor + 2)/3
Kunci Jawaban

No Bahan kimia RT Bahan aktif Efek samping
1 Pembersih
Contoh : sabun, detergen, pembersih lantai ABS a. Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.
b. Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akibat kadar fosfat yang meningkat di dalam air karena kehadiran detergen. Jika permukaan air sampai tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati karena kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.
c. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk mandi, air tersebut dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif.
d. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk memasak atau diminum, air tersebut dapat mengakibatkan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya.
2 Pemutih
Contoh : pemutih pakaian, pemutih wajah Pemutih pakaian : natrium hipoklorit
Pemutih wajah :hydroquinon Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian.
Pemakaian pemutih yang berlebih dan terlalu sering menyebabkan seratserat kain menjadi keras dan rapuh. Supaya pakaian tidak cepat rusak maka sebaiknya pemakaian pemutih hanya bila diperlukan saja.
Pemakaian pemutih yang berlebihan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat aktif dalam pemutih dimungkinkan dapat membunuh bakteri dalam tanah.
Khusus untuk pemutih wajah beberapa produk pemutih wajah dan tubuh terbukti mengandung logam berat merkuri (raksa). Pemutih yang mengandung merkuri jika digunakan secara terus-menerus dapat
bersifat sebagai racun di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogen).
3 Pewangi
Contoh : pewangi ruangan,mobil Propelan (CFC) dan fragrance Pemakaian pewangi secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, misalnya pusing dan mual-mual. Selain itu, bahan pelarut pada beberapa jenis pewangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. pada umumnya pewangi yang dikemas dengan bentuk semprot menggunakan bahan pendorong (propelan) dari golongan kloro fluoro karbon (CFC). Bahan kimia inilah yang dapat mengakibatkan kebocoran lapisan ozon.
4 Pestisida
Contoh : obat nyamuk bakar dan lotion anti nyamuk insektisida a. Terjadinya pengumpulan pestisida (akumulasi) dalam tubuh manusia karena beberapa jenis pestisida sukar terurai. Pestisida yang terserap tanaman akan terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah.
Jika tanaman ini dimakan hewan atau manusia maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga dapat memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan hewan maupun manusia.
b. Munculnya hama spesies baru yang lebih tahan terhadap takaran pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosis pemakaian pestisida yang lebih tinggi atau pestisida lain yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai pelaku
BAB X

ZAT ADITIF
DALAM MAKANAN

255270259080



STANDAR KOMPETENSI :
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan
Menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan

Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain sebagainya. Bahan yang tergolong ke dalam zat aditif makanan harus dapat:
1. memperbaiki kualitas atau gizi makanan;
2. membuat makanan tampak lebih menarik;
3. meningkatkan cita rasa makanan; dan
4. membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak
cepat basi dan busuk.
Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.
Pewarna

Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya
1) pewarna alami
Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang bahan-bahannya banyak diambil dari tumbuh-tumbuhan.
Bahan pewarna alami yang banyak digunakan antara lain sebagai berikut.
1. Daun suji mengandung zat warna klorofil untuk memberi warna hijau menawan
2. Buah kakao merupakan penghasil cokelat dan memberikan warna cokelat pada makanan
3. Kunyit (Curcuma domestica) mengandung zat warna kurkumin untuk memberi warna kuning pada makanan. Kunyit dapat pula mengawetkan makanan.
4. Cabai merah, selain memberi rasa pedas, juga menghasilkan zat warna kapxantin yang menjadikan warna merah pada makanan
5. Wortel, beta-karoten (provitamin-A) pada wortel menghasilkan warna kuning.
6. Karamel, warna cokelat karamel pada kembang gula karena proses karamelisasi, yaitu pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar 170 °C.
7. Gula merah, selain sebagai pemanis juga memberikan warna cokelat pada makanan
Selain contoh di atas, beberapa buah-buahan juga dapat menjadi bahan pewarna alami, misalnya anggur menghasilkan warna ungu, stroberi warna merah, dan tomat warna oranye.
2). Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama.
Tabel 10.1Macam-macam pewarna buatan

Pemanis

1. Pemanis Alami
Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari bahan-bahan nabati maupun hewani.
a. Gula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu jenis glukosa. Gula tebu atau gula pasir yang diperoleh dari tanaman tebu merupakan pemanis yang paling banyak digunakan. Selain memberi rasa manis, gula tebu juga bersifat mengawetkan.
b. Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir
c. Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. Selain sebagai pemanis, madu juga banyak digunakan sebagai obat.
d. Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. Selain itu kayu manis juga berfungsi sebagai pengawet.
2. Pemanis Buatan
Pemanis buatan adalah senyawa hasil sintetis laboratorium yang merupakan bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan. Pemanis buatan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi.
a. Aspartam
Aspartam mempunyai nama kimia aspartil fenilalanin metil ester, merupakan pemanis yang digunakan dalam produk-produk minuman ringan. Aspartam merupakan pemanis yang berkalori sedang. Tingkat kemanisan dari aspartam 200 kali lebih manis daripada gula pasir.
b. Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan yang paling tua. Tingkat kemanisan sakarin kurang lebih 300 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Namun, jika penambahan sakarin terlalu banyak justru menimbulkanrasa pahit dan getir. Dalam setiap kilogram bahan makanan, kadar sakarin yang diperbolehkan adalah 50–300 mg.
c. Siklamat
Siklamat terdapat dalam bentuk kalsium dan natrium siklamat dengan tingkat kemanisan yang dihasilkan kurang lebih 30 kali lebih manis daripada gula pasir. Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500–3.000 mg per kg bahan makanan.
d. Sorbitol
Sorbitol merupakan pemanis yang biasa digunakan untuk pemanis kismis, selai dan roti, serta makanan lain.
e. Asesulfam K
Asesulfam K merupakan senyawa 6-metil-1,2,3-oksatiazin-4(3H)-on-2,3-dioksida atau merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat. Tingkat kemanisan dari asesulfam K adalah 200 kali lebih manis daripada
gula pasir. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, asesulfam K merupakan pemanis yang tidak berbahaya
Pengawet

Zat pengawet adalah zatzat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur.
1. Pengawet Alami
Berikut ini adalah contoh-contoh pengawet alami.
a. Gula tebu
Gula tebu memberi rasa manis dan bersifat mengawetkan. Buah-buahan yang disimpan dalam larutan gula pekat akan menjadi awet karena mikroorganisme sukar hidup di dalamnya.
b. Gula merah
Selain sebagai pemanis gula merah juga bersifat mengawetkan seperti halnya gula tebu.
c. Garam
Garam merupakan pengawet alami yang banyak dihasilkan dari penguapan air laut. Ikan asin dapat bertahan hingga berbulanbulan karena pengaruh garam.
d. Kunyit
Kunyit, selain sebagai pewarna, juga berfungsi sebagai pengawet. Dengan penggunaan kunyit, tahu atau nasi kuning menjadi tidak cepat basi.
e. Kulit kayu manis
Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pengawet karena banyak mengandung asam benzoat. Selain itu, kayu manis juga berfungsi sebagai pemanis dan pemberi aroma.
f. Cengkih
Cengkih merupakan pengawet alami yang dihasilkan dari bunga tanaman cengkih. Selain sebagai pengawet, cengkih juga berfungsi sebagai penambah aroma.
2. Pengawet Buatan
Pengawet buatan ini ada berbagai macam, antara lain:
a. Asam asetat
Asam asetat dikenal di kalangan masyarakat sebagai asam cuka. Bahan ini menghasilkan rasa masam dan jika jumlahnya terlalu banyak akan mengganggu selera. Asam asetat sering dipakai sebagai pelengkap ketika makan acar, mi ayam, bakso, atau soto. Asam asetat mempunyai sifat antimikroba. Makanan yang memakai pengawet asam cuka antara lain acar, saos tomat, dan saus cabai.
b. Benzoat
Benzoat banyak ditemukan dalam bentuk asam benzoat maupun natrium benzoat (garamnya). Berbagai jenis soft drink (minuman ringan), sari buah, nata de coco, kecap, saus, selai, dan agar-agar diawetkan
dengan menggunakan bahan jenis ini.
c. Sulfit
Bahan ini biasa dijumpai dalam bentuk garam kalium atau natrium bisulfit. Potongan kentang, sari nanas, dan udang beku biasa diawetkan dengan menggunakan bahan ini.
d. Propil galat
Digunakan dalam produk makanan yang mengandung minyak atau lemak dan permen karet serta untuk memperlambat ketengikan pada sosis. Propil galat juga dapat digunakan sebagai antioksidan.
e. Propianat
Jenis bahan pengawet propianat yang sering digunakan adalah asam propianat dan garam kalium atau natrium propianat. Propianat selain menghambat kapang juga dapat menghambat pertumbuhan bacillus
mesentericus yang menyebabkan kerusakan bahan makanan. Bahan pengawetan produk roti dan keju biasanya menggunakan bahan ini.
f. Garam nitrit
Garam nitrit biasanya dalam bentuk kalium atau natrium nitrit. Bahan ini terutama sekali digunakan sebagai bahan pengawet keju, ikan, daging, dan juga daging olahan seperti sosis, atau kornet, serta makanan kering seperti kue kering. Perkembangan mikroba dapat dihambat dengan adanya nitrit ini. Misalnya, pertumbuhan clostridia di dalam daging yang dapat membusukkan daging.
g. Sorbat
Sorbat yang terdapat di pasar ada dalam bentuk asam atau garam sorbat. Sorbat sering digunakan dalam pengawetan margarin, sari buah, keju, anggur, dan acar. Asam sorbat sangat efektif dalam menekan
pertumbuhan kapang dan tidak memengaruhi cita rasa makanan pada tingkat yang diperbolehkan.
Tabel 10.2Macam-macam pengawet buatan

Pengawet yang telah dilarang tetapi masih sering digunakan di antaranya adalah:
1) Boraks atau natrium tetraborat adalah senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan baku disinfektan, detergen, cat, plastik, ataupun pembersih permukaan logam sehingga mudah disolder. Karena boraks bersifat antiseptik dan pembunuh kuman, bahan ini sering digunakan untuk pengawet kosmetik dan kayu. Banyak ditemukan kasus boraks yang disalahgunakan untuk pengawetan bakso,
sosis, krupuk gendar, mi basah, pisang molen, lemper, siomay, lontong, ketupat, dan pangsit
Jika boraks termakan dalam kadar tertentu, dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan, di antaranya:
a. gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit;
b. gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat;
c. terjadinya komplikasi pada otak dan hati; dan
d. menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6 gram.
2) Formalin adalah nama dagang untuk larutan yang mengandung 40 persen formaldehid (HCOH) dalam 60 persen air atau campuran air dan metanol (jenis alkohol bahan baku spiritus) sebagai pelarutnya. formalin biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda, seperti mayat atau binatang yang sudah
mati. Formalin sering disalahgunakan untuk mengawetkan mi, tahu basah, bakso, dan ikan asin
Penyedap

Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam rempah-rempah yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan, seperti cengkeh, pala, merica, ketumbar, cabai, laos, kunyit, bawang, dan masih banyak lagi yang lain.
Selain zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, ada pula yang berasal dari hasil sintesis bahan kimia.
Berikut ini beberapa contoh zat penyedap cita rasa hasil sintesis:
a. oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini;
b. etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan;
c. amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang;
d. amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel.
Selain zat penyedap rasa dan aroma, seperti yang sudah disebutkan di atas, terdapat pula zat penyedap rasa yang penggunaannya meluas dalam berbagai jenis masakan, yaitu penyedap rasa monosodium glutamat (MSG). Penggunaan MSG yang berlebihan telah menyebabkan "Chinese restaurant syndrome"
yaitu suatu gangguan kesehatan di mana kepala terasa pusing dan berdenyut.
Rangkuman

Zat aditif adalah zat atau bahan yang ditambahkan pada saat pengolahan makanan untuk menambah cita rasa, aroma, kandungan gizi, memperbaiki tampilan dan mengawetkan.
Zat aditif digolongkan dalam pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap rasa.
Beberapa contoh pewarna alami, kunyit (memberikan warna kuning), wortel (memberikan warna oranye), coklat (memberikan warna coklat)
Amaranth, erytrosine, carmoisine merupakan pewarna sintesis yang memberi warna merah pada makanan
Sakarin, asesulfam, aspartame, sorbitol merupakan contoh pemanis sintetis.
Bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet diantaranya adalah gula tebu, gula jawa, garam, cengkeh, kayu manis
Pengawet sintetis yang berbahaya contohnya boraks dan formalin.
Penyedap rasa sintetis yang sering digunakan adalah MSG yang dapat menimbulkan Chinnese syndrome.
Evaluasi

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat!
Wortel mengandung zat … yang memberikan warna merah pada makanan
Sunset yellow merupakan pewarna sintetis yang memberikan warna … pada makanan
Sakarin memiliki tingkat kemanisan … kali gula
Kurkumin adalah zat yang terdapat pada tumbuhan … dan memberikan warna kuning pada makanan
… pemanis sintetis yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali gula
Pengawet sintetis yang dilarang meliputi … dan formalin
Penyedap rasa yang dapat menimbulkan efek Chinnese syndrome adalah ….
oktil asetat adalah penyedap yang memberikan rasa seperti … pada makanan
penyedap yang memberikan rasa seperti buah pisang adalah ….
amil valerat memberikan rasa seperti … pada makanan.
Kunci jawaban
Nilai = jumlah skor x 10
beta karoten
oranye
300 kali
Kunyit
Siklamat
Boraks
MSG
Jeruk
Amil asetat
Apel
BAB XI

ZAT ADIKTIF
DAN PSIKOTROPIKA

29174628088


STANDAR KOMPETENSI :
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
KOMPETENSI DASAR:
Mendeskripsikan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika
Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
Menjelaskan pengertian zat adiktif dan psikotropika berdasarkan hasil kajian pustaka
Menjelaskan dampak negatif zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan psikotropika bagi kesehatan,
Menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan psikotropika dengan yakin dan benar berdasar hasil analisis informasi
Mendata zat adiktif dan psikotropika yang digunakan di bidang kesehatan melalui studi pustaka

Zat adiktif adalah zat yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan bagi pemakainya.
Zat psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).
Zat adiktif nonpsikotropika

a. Rokok
Merokok adalah kegiatan mengisap dan mengembuskan asap dari rokok yang dibakar. Rokok mengandung sejumlah zat yang dapat menyebabkan ketergantungan atau ketagihan. Di dalam asap rokok terkandung zat kimia lebih dari 4.000 jenis. Empat ratus macam di antaranya merupakan bahan beracun dan 43 macam yang lain dapat menyebabkan kanker (zat karsinogen). Zat kimia yang terkandung di dalam rokok tidak saja berbahaya bagi perokok (perokok aktif), tetapi juga bagi orang di sekitarnya yang tanpa sengaja ikut menghirup asap tersebut (perokok pasif).
405130215265Tabel 11.1 Efek zat kimia pada rokok
b. Minuman keras
miras merupakan minuman yang mengandung alkohol. Alkohol dibuat melalui fermentasi berbagai jenis bahan yang mengandung gula, misalnya buah-buahan (anggur), bijibijian (beras dan gandum), dan umbi-umbian (singkong). Untuk mendapatkan kadar alkohol yang lebih tinggi dilakukan dengan penyulingan.
Alkohol (etanol) berkhasiat menekan aktivitas susunan saraf dan dalam bidang kedokteran berfungsi sebagai depresan.
Alkohol dalam minuman keras digolongkan sebagai berikut.
1) Golongan A, kadar etanol 1% – 5%, contoh: bir.
2) Golongan B, kadar etanol 5% – 20%, contoh: anggur, whiskey.
3) Golongan C, kadar etanol 20% – 55%, contoh: brandy, arak.
Mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan ketagihan yang sering disebut alkoholisme. Sedangkan pecandu alkohol disebut sebagai alkoholik.
Ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, 20 % dari alkohol yang terkandung dalam minuman tersebut akan dialirkan ke dalam pembuluh darah. Sisanya dialirkan ke paru-paru dan diserap oleh usus halus, kemudian masuk ke aliran darah. Selanjutnya darah membawa alkohol menuju ke hati. Jika kandungan alkohol yang berada dalam darah yang dibawa ke hati terlalu tinggi, hati tidak akan mampu untuk menetralisir seluruh alkohol. Sisa alkohol yang tidak dapat ternetralisir oleh hati akan tetap berada dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh sehingga menimbulkan efek-efek yang kurang baik bagi tubuh.
Tabel 11.2Efek minuman beralkohol terhadap tubuh.

Selain efek fisik dan psikis di atas, pemakaian alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, di antaranya fetal alcohol syndrome, sirosis hati, kardiomiopati, hipertensi, dan delirium tremens.
1) FAS (Fetal Alcohol Syndrome)
Fetal alcohol syndrome (FAS) merupakan cacat bawaan yang mengakibatkan bentuk kepala menjadi tidak simetris, kelainan tingkah laku, dan keterbelakangan mental. FAS terjadi karena seorang ibu yang mengonsumsi minuman beralkohol selama kehamilannya. Kandungan alkohol dalam darah si ibu
mengakibatkan kelainan pada pertumbuhan janin yang dikandungnya.
2) Sirosis hati
Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat menimbulkan sirosis hati (cirrhosis of the liver).
Sirosis hati merupakan kelainan struktur dan fungsi hati karena matinya selsel hati. Sel-sel hati tersebut mati karena berbagai hal, misalnya zat-zat kimia (alkohol dan obat-obatan), virus, maupun logam
beracun. Tingginya kandungan alkohol dalam darah dapat membunuh sel-sel hati yang dilaluinya. Sel-sel hati yang belum mati akan menggandakan diri untuk menggantikan selsel yang telah mati. Akibatnya, muncul timbunan sel-sel baru
3) Kardiomiopati (kerusakan otot jantung)
Kecanduan alkohol dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Otot-otot jantung, terutama pada bilik kiri dan kanan, menjadi lebih besar dan kendur. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah dengan normal. Kelainan aliran darah dari jantung akan menghambat kinerja ginjal untuk menyaring air dan garam. Tingginya kandungan air dan garam dalam darah akan meningkatkan volume darah yang berpotensi merusak paru-paru.
4) Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Sebelumnya telah disebutkan bahwa konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Perubahan kondisi jantung akibat minuman beralkohol dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah yang dapat mengakibatkan stroke.
5) Delirium tremens (DTs)
Beberapa kasus kecanduan alkohol menyebabkan timbulnya penyakit delirium tremens (DTs) yang ditandai dengan meningkatnya perasaan bingung, tidak dapat tidur, tekanan mental, dan halusinasi
yang parah.
Zat psikotropika

Zat psikotropika terdiri atas obat perangsang (stimulan), obat penekan susunan saraf pusat (depresan), dan obat halusinasi (halusinogen).
1. Obat Perangsang (Stimulan)
Obat perangsang atau stimulan adalah obat-obatan yang dapat menimbulkan rangsang tertentu pada pemakainya. Obat ini bekerja dengan memberikan rangsangan terhadap otak dan saraf. Obat rangsang dapat berupa amphetamine atau turunannya. Stimulan yang sering beredar di pasaran adalah ekstasi dan shabu-shabu.
a. Ekstasi
Jika ekstasi diminum maka akan segera timbul gejala-gejala berikut.
1) Perasaan menjadi sangat gembira, tersanjung, bersemangat, dan puas diri serta menjadi lebih terbuka kepada orang lain.
2) Tubuh gemetar, gigi gemeletuk, keluar keringat dingin, dan detak jantung tidak normal.
3) Nafsu makan hilang, pandangan kabur, dan keluar air mata terusmenerus.
4) Badan panas luar biasa (hipertermia), yang apabila diikuti dengan minum terlalu banyak air akan menimbulkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh yang disebut dengan hipnotermia. Jika terjadi
komplikasi dapat menimbulkan kematian.
b. Shabu-shabu
Secara psikis shabu-shabu dapat
menimbulkan efek-efek berikut.
1) Timbulnya perasaan sehat, percaya diri, bersemangat, dan rasa gembira yang berlebihan.
2) Muncul perasaan berkuasa disertai peningkatan konsentrasi semu.
3) Nafsu makan menurun, sulit tidur, dan biasanya muncul halusinasi. Mirip seperti jika mengonsumsi alkohol, pemakai ekstasi dapat dalam jangka lama dapat mengalami penurunan berat badan terus-menerus, kerusakan organ dalam, stroke, bahkan kematian. Jika orang sudah kecanduan, ia akan terus-menerus gelisah, ketakutan, sensitif, bingung, dan putus asa.
2. Obat Penekan Saraf Pusat (Depresan)
Obat jenis depresan adalah obat yang bereaksi memperlambat kerja sistem saraf pusat. Obat jenis ini biasanya berupa obat tidur dan obat penenang. Contoh obat penekan saraf pusat antara lain diazepam (valium), nitrazepam (mogadon), luminal, dan pil KB. Di Indonesia para pengedar menamakan obat-obatan ini sebagai pil koplo. Penyalahgunaan obat penekan saraf dapat menimbulkan berbagai macam efek, antara lain perasaan menjadi labil, bicara tak karuan dan tidak jelas, mudah tersinggung, serta daya ingat dan koordinasi motorik terganggu sehingga jalannya menjadi limbung.
3. Halusinogen (Obat Halusinasi)
Obat jenis halusinogen adalah obat yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan timbulnya halusinasi. Halusinogen paling terkenal adalah lysergic acid diethylamide (LSD). Efek yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan obat halusinasi ini adalah sebagai berikut.
a. Keringat berlebihan, denyut jantung menjadi cepat dan tak teratur, timbul perasaan cemas.
b. Pupil mata melebar dan pandangan mata kabur.
c. Terjadi gangguan koordinasi motorik dan terjadi halusinasi.
Narkotik

Efek yang dapat ditimbulkan karena pemakaian narkotika antara lain sebagai berikut.
1. Sedatif atau menghilangkan rasa nyeri.
2. Analgesik atau membius.
3. Depresan atau menenangkan.
4. Stimulan atau merangsang.
5. Euphoria atau menyenangkan.
6. Halusinogen atau menimbulkan khayalan.
Beberapa jenis narkotika antara lain ganja (marijuana), morfin, heroin, dan kokain.
Pengayaan :Ganja (Marijuana)
Ganja diperoleh dari daun kering dan pucuk tanaman ganja (Cannabis sativa) yang sedang berbunga.
Kandungan zat kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) di dalam daun ganja dalam dosis tertentu dipercaya dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran.
Ganja biasanya disalahgunakan dengan cara dihisap sebagai rokok atau dikunyah untuk mendapatkan efeknya yang memabukkan (intoksikasi). Setiap batang rokok ganja diperkirakan memiliki kandungan THC yang berkisar antara 5–20 miligram. Orang yang mengisap ganja, pada saat intoksikasi akan mengalami hal-hal berikut.
a. Tahap awal berupa rasa pusing dan euphoria (rasa gembira) diikuti rasa damai dan tenang.
b. Perubahan suasana hati yang diikuti dengan perubahan persepsi tentang ruang dan waktu.
c. Proses berpikir menjadi terganggu oleh terpecah-pecahnya ide dan ingatan.
d. Beberapa pengguna menyatakan selera makan dan perasaan senang serta bahagia mereka meningkat.
e. Efek negatif ganja bisa berupa perasaan bingung, reaksi panik yang berlebihan, keinginan untuk menyerang, ketakutan, tak berdaya, dan kehilangan kontrol diri.
f. Pengguna ganja yang kronis akan mengalami sindrom amotivasional, yaitu menjadi sangat pasif dan tidak peduli pada apa pun.
g. Seperti intoksikasi pada alkohol, pandangan, pendengaran, cara bicara, kemampuan menyelesaikan masalah, ingatan, waktu untuk merespon sesuatu, dan kemampuan mengendarai kendaraan bermotor menjadi terganggu.
Ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba adalah sebagai berikut.
1. Lesu, mata merah dan kelihatan mengantuk, pikiran melayang.
2. Tidak sabaran, apa yang diinginkan harus segera dipenuhi saat itu juga.
3. Cenderung hedonis, melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan.
4. Bila ada permasalahan pelik, sifat agresif dan destruktif selalu dikedepankan.
5. Biasanya mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan lawan jenisnya, malu, rendah diri, sukar didekati atau mendekati lawan jenis, dan suka menyendiri.
6. Menjadi dewasa pada usia terlalu dini dengan berperilaku seks bebas dan melakukan tindakan kriminal. Jika sudah ketagihan, apa pun akan dilakukan untuk mendapatkan narkoba dan memuaskan rasa ketagihannya.
7. Sikapnya cenderung sangat ceroboh, nekat, dan kurang perhitungan.
8. Pembosan, emosi tidak stabil, tidak konsentrasi, tidak bersemangat, malas, depresi, dan tidak memiliki motivasi.
Ciri-Ciri Fisik Korban Ketergantungan Zat Adiktif dan Psikotropika
Orang yang telah kecanduan zat adiktif dan psikotropika dapat kita lihat dari fisiknya. Ciri-ciri korban ketergantungan zat adiktif dan psikotropika adalah sebagai berikut.
a. Mengalami gangguan pada sistem saraf (neurologis)
Contoh gangguan pada sistem saraf, antara lain kejangkejang,
halusinasi, gangguan kesadaran, dan kerusakan saraf tepi.
b. Mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).
Gangguan pada jantung dan pembuluh darah, antara lain infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah.
c. Mengalami gangguan pada kulit (dermatologis)
Contoh gangguan pada kulit, antara lain penanahan (abses), alergi, dan eksim.
d. Mengalami gangguan pada paru-paru (pulmoner)
Contoh gangguan paru-paru, antara lain penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernapas, dan pengerasan jaringan paru-paru.
e. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati, dan sulit tidur.
f. Mengalami gangguan kesehatan reproduksi, yaitu pada endokrin, seperti penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
g. Pada remaja perempuan, mengalami perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
Cara Pencegahan dan Penyembuhan Akibat Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
a. Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah upaya pencegahan agar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, dan pendekatan melalui keluarga.
Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus
penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.
1) Pelajari fakta dan gejala dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.
2) Menjadikan orang tua sebagai teladan. Orang tua yang baik, hendaknya berhenti merokok, minum minuman beralkohol, atau memakai zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol.
3) Kembangkan kemampuanmu untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada teman yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, kamu berhak menolak. Carilah kawan sejati yang tidak menjerumuskan.
4) Mengikuti kegiatan yang sehat dan kreatif.
5) Mematuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
b. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi:
1) Tahapan penerimaan awal (initial intake)
Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental.
2) Tahapan detoksifikasi dan terapi komplikasi medik
Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
c. Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier adalah upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan.
Tahap ini biasanya terdiri atas:
1) Tahapan stabilisasi
Tahapan stabilisasi dilakukan antara 3 sampai 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakyat.
2) Tahapan sosialiasi dalam masyarakat
Tahapan ini dilakukan agar mantan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika mampu mengembangkan
kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, dan mengembangkan kegiatan alternatif.
Rangkuman

Zat adiktif adalah suatu zat yang dapat menimbulkan ketagihan bagi penggunanya.
Zat adiktif dapat digolongkan dalam jenis psikotropika (mempengaruhi saraf pusat) dan non psikotropika
Rokok dan miras termasuk dalam jenis zat adiktif nonpsikotropika
Zat adiktif psikotropika digolongkan dalam halusinogen, depresan dan stimulant.
Cara pencegahan diri terhadap penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika d\salah satunya dengan mematuhi aturan dalam masyarakat, mencari kawan sejati yang tidak menjerumuskan ke hal-hal negative.
Evaluasi

Jelaskan yang dimaksud dengan zat adiktif dan psikotropika?
Jelaskan pengaruh zat nikotin pada tubuh manusia!
Jelaskan pengaruh minuman keras terhadap kesehatan dan kehidupan social dalam masyarakat!
Bagaimana cara menghindarkan diri dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika?
Tiap soal skor maksimal = 5
Nilai = jumlah skor x 5
Kunci jawaban

Zat adiktif adalah zat yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan bagi pemakainya.
Zat psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).
45783510160
458322168365
Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.
1) Pelajari fakta dan gejala dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.
2) Menjadikan orang tua sebagai teladan. Orang tua yang baik, hendaknya berhenti merokok, minum minuman beralkohol, atau memakai zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol.
3) Kembangkan kemampuanmu untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada teman yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, kamu berhak menolak. Carilah kawan sejati yang tidak menjerumuskan.
4) Mengikuti kegiatan yang sehat dan kreatif.
5) Mematuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
PENUTUP
BAB XII

419336166311
SELAMAT. Kalian telah menyelesaikan pembelajaran IPA kelas VIII semester gasal. Semoga dengan adanya modul ini, membantu mempermudah kalian dalam memahami materi IPA kelas VIII semester gasal. Nah, untuk mengingat kembali apa saja yang telah kalian pelajari jangan lupa untuk mengerjakan Latihan soal Ulangan Akhir Semester (UAS) gasal yang ada pada modul ini.
LATIHAN SOAL UAS GASAL
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada lembar jawaban yang telah disediakan !
Proses menuju kedewasaan pada mahluk hidup selama hidupnya disebut ....
pertumbuhanC. fertilisasi
perkembanganD. metamorfosis
Urutan pertumbuhan dan perkembangan manusia setelah lahir adalah ....
anak-anak – remaja – adolesens – dewasaC. Bayi – adolesens – anak-anak - dewasa
bayi – anak-anak – adolesens – dewasa D. anak-anak – adolesens – remaja – dewasa
dibawah ini yang termasuk organ penyusun sistem gerak pada manusia adalah....
otot, tulang, sendiC. darah, paru-paru, jantung
otot, darah, jantungD. darah,paru-paru, pembuluh darah
sumber protein nabati terdapat pada....
kacang, bayam, dan kangkungC. telur, keju, sumsum
tempe, tahu, dan kacang tanahD. hati, ginjal, jeroan
pertukaran gas secara difusi terjadi pada .....
alveolusC. trakea
bronkusD. Pulmo
Sel darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah adalah ....
leukositC. eritrosit
limfositD. trombosit
Jaringan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai pelindung adalah....
Jaringan palisadeC. epidermis
XylemD. stomata
Pada umumnya tumbuhan yang mampu melakukan fotosintesis adalah tumbuhan hijau karena daunnya mengandung ....
stomataC. klorofil
mitokondriaD. butir – butir berwarna
Perhatikan gambar berikut !

Tempat terjadinya fotosintesis ditunjukkan gambar nomor ...
1 C. 3
2D. 4
Menutupnya daun putri malu bila disentuh merupakan gerak ....
KemotaksisC. Niktinasti
FototaksisD. Seismonasti
Faktor-faktor luar yang memengaruhi gerakan tumbuhan yang berupa rangsangan kimia antara lain.....
cahayaC. tiupan angin
pupukD. suhu
Yang termasuk hama pada tumbuhan adalah ....
jamur, eceng gondok dan werengC. rumput, ulat dan rumput teki
jamur, eceng gondok dan rumput tekiD. belalang, gajah dan kera
Elektro tersebar secara merata dalam atom yang berbentuk bulat. Model atom ini ditemukan oleh ....
DaltonC. J.J. Thomson
RutherfordD. Niels Bohr
Dalam molekul terdapat ......
1 atom N, 1 atom C, 2 atom O dan 1 atom HC. 3atom N,3 atom C, 1atom dan1 atomO
1 atom N, 3 atom C, 9 atom H dan 3 atom OD. 1 atom N, 1 atom C, 9 atom H dan 3 atom O
Berikut yang bukan contoh molekul senyawa adalah ....
C.
ND.
Bahan kimia pemutih yang digunakan untuk mensuci hamakan air ledeng dan kolam renang adalah ....
Natrium hipokloritC. alkyl sulfat
Kalsium hipoklorit D. natrium hidroksida
Bahan kimia pada parfum yang dapat menyebabkan efek negatif berupa kerusakan lapisan ozon adalah ….
CFCC. alkohol
fragrance D. etil asetat
Bahan kimia yang berfungsi sebagai pemanis buatan adalah ....
rhodaminC. beta karoten
methyl blue D. siklamat
Pernyataan dibawah ini merupakan dampak negative dari tembakau, kecuali ….
kankerC. anemia
Tekanan darah tinggiD. gangguan pada janin
Cara penyembuhan dari korban narkoba yang benar adalah ....
A. rehabilitasiC. dipasung
B. dikucilkanD. dipenjara
Isilah titik – titik di bawah ini dengan singkat dan benar !
Perubahan bentuk hewan dari larva kebentuk dewasa disebut ....
Peristiwa keluarnya sel telur yang tidak dibuahi bersamaan dengan lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah disebut ....
Dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan adalah otot....
Hubungan antar tulang satu dengan tulang yang lain adalah....
Enzim yang terdapat pada mulut….
Proses udara masuk ke paru-paru disebut....
Pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung adalah....
Kanker darah disebut juga....
Struktur dipermukaan batang yang berfungsi untuk pertukaran gas disebut….
Selain sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi sebagai alat pernapasan karena pada daun terdapat.....
Pertumbuhan akar selalu ke bawah atau ke dalam tanah merupakan contoh gerak...
Pestisida yang berguna untuk memberantas hama wereng adalah
Atom atau kelompok atom yang bermuatan listrik disebut ....
Elektron memiliki muatan ….
Gabungan antara dua atom atau lebih yang sejenis disebut ....
Bahan kimia utama dari pembersih disebut ….
Bahan propelan yang dipakai pada pewangi adalah ... yang memiliki efek merusak ozon
Pengawet buatan yang berbahaya adalah borak dan ....
Obat keras tertentu yang diperlukan dalam pengobatan dan dapat menimbulkan efek ketergantungan disebut ....
Zat adiktif psikotropika yang menimbulkan efek menekan saraf pusat disebut ....
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
41. Sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan!
42. Sebutkan 3 fungsi kerangka!
43. Apakah perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti ?
44. Lengkapi tabel berikut ini!
No Nama Rumus kimia
1 Air 2 NaCl
3 CO2
4 urea 45. Sebutkan bahan-bahan alami yang digunakan sebagai
Pemanis makanan
Pewarna makanan
pengawet makanan
penyedap makanan

KUNCI JAWABAN
PILIHAN GANDA
B
B
A
B
A
D
C
C
B
D
B
D
C
B
A
A
A
D
C
A
Isian Singkat
Metamorfosis
Menstruasi
Antagonis
Sendi
Ptialin
Inspirasi
Pembuluh balik/vena
Leukimia
Lentisel
Stomata
Geotropisme
Pestisida
Ion
Negatif
Unsur
ABS
CFC
Formalin
Zat adiktif
depresan
Uraian
Faktor internal: gen dan hormon
Faktor eksternal: makanan dan lingkungan (air, suhu, pH, kelembapan, cahaya)
Fungsi kerangka
Menegakkan berdirinya tubuh
Melindungi organ tubuh yang lunak
Melekatnya otot
Alat gerak pasif
Tempat pembentukan sel darah merah
Memberi bentuk tubuh
Tropisme: gerak tumbuh bagian tunbuhan yang arahnya ditentukan oleh arah datangnya rangsangan
Nasti: gerak tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsangan
No Nama Rumus Kimia
1 Air H2O
2 Garam NaCl
3 Karbondioksida CO2
4 urea CO(NH2)2
Pemanis alami: gula tebu, gula aren, madu, kayu manis
pewarna alami: wortel, kunir, suji, coklat, cabai,gula jawa
pengawet alami: gula, garam, cengkeh
penyedap alami: bawang merah, bawang putih, bawang bombay, merica, pala, kapulaga
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Mikrajuddin dkk. 2007. IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 2A. Jakarta : Erlangga
Ariswara, Djoko dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk kelas VIII SMP. Jakarta : PT Grafindo Media Pratama
Karim, Saeful. 2008. Belajar IPA: membuka cakrawala alam sekitar 2 untuk kelas VIII/SMP/MTs. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Krisno, Agus. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: SMP/MTs kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Wasis. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 2 : SMP/MTs kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional


Download modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca modul IPA kelas 8 semester gasal KTSP. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon