Februari 01, 2017

MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU QONAAH DAN TASAMUH MELALUI METODE TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS X.1 SMA N 1 TAPUNG PTK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAMPAR SMA NEGERI 1 TAPUNG KAMPAR 2014

Judul: MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU QONAAH DAN TASAMUH MELALUI METODE TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS X.1 SMA N 1 TAPUNG PTK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAMPAR SMA NEGERI 1 TAPUNG KAMPAR 2014
Penulis: Syahrizal Hamdani


MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU QONAAH DAN TASAMUH MELALUI METODE TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS X.1 SMA N 1 TAPUNG
PTK
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

OLEH
ADELA, S.Ag, M.Pd.I
NIP. 197406152008011025
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAMPAR
SMA NEGERI 1 TAPUNG
KAMPAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perilaku terpuji adalah segala sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai ajaran Islam. Kendatipun manusia menilai baik, namun apabila tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka hal itu tetap tidak baik. Sebailiknya, walaupun manusia menilai kurang baik, apabila Islammeyatakan baik, maka hal itu tetap baik. Kita sebagai umatnya tentunya ingin dapat mengikuti apa yang terjadi tuntutan rasulullah dalam kehidupan sehari-hari sebagai suritauladan manusia.
Orang yang baik akhlaknya tentunya didalam pergaulan sehari-hari akan senantiasa dicintai oleh sesama, dan tentunya mereka kelak dihari kiamat akan masuk surga bersama dengan nabi saw. Sebagaimana beliau bersabda dalam hadisnya yang artinya sebagai berikut: "Sesungguhnya (orang) yang paling aku cintai diantara kalian dan orang yang paling dekat tempatnya dariku pada hari kiamat adalah oarang yang paling baik budi pekertinya diantara kalian".
Harta yang banyak, pangkat yang tinggi atau dimilikinya beberapa gelar kesarjanaan tak mampu mengangkat derajat manusia tanpa dimilikinya akhlak terpuji.
Permasalahan yang dirasakan selama mengajar pendidikan agama islam kelas X 1 adalah siswa kurang mampu memahami makna perilaku qonaah, dimana dari makna Qanaah artinya merasa cukup terhadap pemberian rezeki dari Allah swt. Qona'ah adalah rela dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menghindari  rasa tidak puas dalam menerima pemberian dari Allah swt. Dengan sikap inilah maka jiwa akan menjadi tentram dan terjauh dari sifat serakah atau tamak.
Lawan kata dari qanaah ini adalah tamak. Orang yang tamak selalu merasa kurang, walaupun dia sudah mendapatkan karunia dan rezeki dari Allah swt. Tamak identik dengan rakus, semuanya ingin dimiliki. Sudah mempunyai ini, ingin juga yang itu; sudah punya itu, masih ingin yang lain. Bahayanya apabila orang tamak tidak lagi memerhatikan yang halal maupun yang haram.Namun siswa masih belum mendapatkan pemahamannya, hal ini dapat dilihat dari keberhasilan nilainya dibawah standar KKM. Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis tertarik membuktikannya dalam sebuah penelitian dengan judul: MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU QONAAH DAN TASAMUH MELALUI METODE TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS X.1 SMA N 1 TAPUNG
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan metode tebak gambar dapat meningkatkan pemahaman makna qonaah dan tasamuh siswa kelas X.1 SMA N 1 Tapung .
C. Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk penerapan metode tebak gambar dalam meningkatkan kemampuan memahami makna qonaah pada siswa kelas X. SMA N 1 Tapung .
D. Definisi Operasional
Untuk menghindari salah pengertian atau salah tafsir tentang makna istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan makna beberapa definisi operasional sebagai berikut :Qanaah artinya merasa cukup terhadap pemberian rezeki dari Allah swt. Qona'ah adalah rela dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menghindari  rasa tidak puas dalam menerima pemberian dari Allah swt. Dengan sikap inilah maka jiwa akan menjadi tentram dan terjauh dari sifat serakah atau tamak.
Metode tebak gambar adalah sebuah metode pembelajaran yang mengunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Perinsip dasar dalam model pembelajaran tebak gambar adalah sebagai berikut: 1) Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya; 2) Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama; 3) Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya; 4) Setiap anggota kelompok (siswa) maka akan dikenai evaluasi; 5) Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya; 6) Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta pertanggung jawaban secara individual materi yang ditangani dalam kelompok koperatif.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Perilaku Terpuji
Qana‟ah artinya sikap merasa cukup atau menerima apa adanya terhadap segala usaha yang telah dilaksanakannya. Sifat qana‟ah akan mengendalikan diri seseorang dari keinginan memenuhi hawa nafsu. Sebagai seorang muslim yang berjiwa kuat, sikap qana'ah tentunya sangat penting untuk dimiliki. Dengan sikap qana'ah seorang muslim akan terhindar dari rasa rakus dan serakah ingin menguasai sesuatu yang bukan miliknya. Seseorang yang memiliki sikap qana'ah akan merasa kecukupan dan selalu berlapang dada. Dalam dirinya yakin akan apa yang ia peroleh dari usahanya adalah atas kehendak Allah SWT. Ia sadar bahwa hanya Allah yang mengatur rejeki, hidup, mati dan jodoh seseorang.
Rasulullah SAW bersabda : عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ عُمَرَقاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَدْاَفْلَحَ مَنْ اَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًاوَقَنَّعَهُ اللهُ بِماَاتَهُ 
"An abdillahibni 'umara qala, qala rasulullahi sallallahu 'alaihi wa sallama qad aflaha man aslama waruziqa kafafan wa qanna'ahullahu bima atahu". (HR. Muslim)
Artinya : "Abdullah bin Umar berkata, "Bersabda Rasulullah SAW, "Sungguh beruntung orang-orang yang masuk Islam, mendapat rejeki secukupnya dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya". (HR. Muslim)
عن ابى هريرة رضي الله عنه قال : قَالَ النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلكِنَّ الْغِنَى غِنىَ النَّفْسِه 
"An abi hurairata radiyallahu 'anhu qala, qala rasulullahi sallallahu 'alaihi wa sallama laisal gina 'ankasratil aradi walakinnalgina ginannafsi". (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw bersabda, " Bukannya kekayaan itu karena banyak hartanya, melainkan kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hatinya". ". (HR. Bukhari dan Muslim)
Sikap qana'ah perlu kita bina sejak masih kecil. Sikap qana'ah ini berkaitan erat dengan berapa dan apa harta yang ia dapatkan di dunia. Jika kita mampu mengendalikan diri dari urusan-urusan dunia, maka pembiasaan qana'ah inilah yang berperan aktif. Pembiasaan qana'ah dapat diterapkan dengan hidup sederhana, mensyukuri setiap mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan tidak mengeluh atas kondisi hidup yang sedang dijalaninya.Qana'ah dalam kaitannya dengan siswa dapat dibiasakan melalui pemberian uang jajan yang tidak melebihi batas kewajaran. Setiap siswa pasti mendapatkan uang jajan dari orang tuanya ketika pergi ke sekolah. Sebagai siswa yang baik, kamu harus mensyukuri berapapun uang yang dikasih oleh orang tua. Bahkan kalau perlu kamu tidak jajan dan menabung uang tersebut.Berikut beberapa sikap yang mencerminkan qanaah :Senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT
Hidup sederhana
Senantiasa mau berinfak  dijalan Allah SWT
Tidak putus asa / cemas dalam menghadapi masalah
Bersikap qana'ah berarti menanamkan pola hidup sederhana. Qana'ah tetap dilakukan ketika dalam keadaan miskin atau ketika sudah merasa kecukupan hidup di dunia. Sikap qana'ah merupakan sikap yang baik dan perlu dilestarikan, karena qana'ah memiliki fungsi bagi kehidupan umat Islam di dunia ini. Diantaranya adalah : Mendidik pola hidup sederhana, mendidik perilaku yang ikhlas terhadap segala kejadian, meningkatkan keimanan, ketakwaan dan tawakkal dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
B. Metode Tebak gambar
Pengertian Model pembelajaran tebak gambar dilihat dari beberapa hal yang selalu disinggung, yaitu model, strategi, metode, pendekatan dan teknik pembelajaran. Pengertian untuk istilah-istilah itu sering dikacaukan. Apalagi terhadap tiga istilah, yaitu pendekatan, metode, dan teknik biasanya terkacaukan. Istilah pendekatan sering dikacaukan dengan metode, misalnya kita sering mendengar orang mengemukakan istilah pendekatan komunikatif di samping istilah metode komunikatif. Sering pula pengertian metode dikacaukan dengan teknik, misalnya kita sering mendengarkan orang menyebutkan istilah metode diskusi disamping istilah teknik dikuasai.Untuk itu sebelum memaparkan tentang model pembelajaran Tebak gambar , maka akan dibahas pengertian model, strategi, metode, pendekatan, teknik dan teknik pembelajaran secara singkat. Menurut Istarani (2011: 1) model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar
Kemudian menurut Wina Sanjaya (2008: 126) strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan dan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien. Atau strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan produser pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Metode secara harfiah adalah cara atau produser yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, kata mengajar sendiri berarti memberi pelajaran (Pupuh Faturrohaman, 2007;55). Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bias terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode (Wina Sanjaya, 2008:126). Dengan kata lain metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.
Pendekatan adalah istilah lain yang memiliki kemiripan dengan strategi pembelajaran. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan pusat pada siswa. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan stategi pembelajaran langsung (direc instruction) pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discoverydan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. (Wina Sanjaya, 2008;127)
Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pengajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Untuk itu Rostiyah NK (2008;1) mengatakan teknik adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan oleh suatu instruktur. Sedangkan taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Misalnya walaupun dua orang guru sama-sama mengunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang sama, sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda-beda.
Model pembelajaran tebak gambar merupakan sebuah model dimana guru mengunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau mempasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan mengunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan focus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan. Sehingga apapun pesan yang disampaikan bias diterima dengan baik dan mampu meresap dalam hati, serta dapat diingat kembali oleh siswa. Tebak gambar adalah suatu metode belajar yang mengunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.(Hamdani, 2010; 89) sehingga siswa yang cepat mengurutkan gambar jawaban atau soal yang benar, sebelum waktu yang ditentukan habis maka merekalh yang mendapat poin.
Perinsip dasar dalam model pembelajaran kokoratif tebak gambar adalah sebagai berikut:
Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.
Setiap anggota kelompok(siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.
Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
Setiap anggota kelompok (siswa) maka akan dikenai evaluasi.
Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta pertanggung jawaban secara individual materi yang ditangani dalam kelompok koperatif.
Adapun langkah-langkah dari pelaksanaan tebak gambar ini menurtut (agus; 125) terdapat enam yaitu:
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Dilangkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan masalah yang menjadi kompetensi. Dasar mata pelajaran yang bersangkutan.Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Di samping itu guru juga harus menyampaikan indicator-indikator ketercapaian KD, sehingga sampai dimana KKM yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh peserta didik.
Memberikan materi pengantar sebelum kegiatan. Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting.Dan disini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang selama ini belum siap. Dengan motivasi dan teknik yang baik dalam pemberian materi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari.
Guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (berkaitan dengan materi) Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengmati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru atau oleh temannya. Dengan picture atu gambar kita akan menghemat energi kita dan siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video atau demonstrasi yang kegiatan tertentu.
Guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada. Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi, karena menunjukkan secara langsung kadang kurang efektif dan siswa merasa terhukum. Salah satu cara adalah dengan undian, sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang harus diberikan. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutkan, dibuat, atau dimodifikasi.
Guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan gambar. Setelah itu ajaklah siswa menemukan rumus, tinggi, jalan cerita, atau tuntutan KD dengan indicator yang akan dicapai. Ajaklah sebanyak banyaknya siswa pransiswa dan teman yang lain untuk membantu sehingga proses diskusi dalam PBN semangkin menarik.
Dari alasan tersebut guru akan mengembangkan materi dan menanamkan konsep materi yang sesuai dengan kompetensai yang ingin dicapai. Dalam proses diskusi dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan penekanan-penekanan pada hal ini dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulanginya, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indicator yang telah ditetapkan. Pastikan bahwa siswa telah menguasai indikator yang telah ditetapkan.
Kesimpulan atau rangkuman. Kesimpulan dan rangkuman dilakukan bersama dengan siswa. Guru membantu dalam proses pembuatan kesimpulan dan rangkuman. Apabila siswa belum mengerti hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pengamatan gambar tersebut guru memberikan pnguatan kembali tentang gambar tersebut. Dalam pembuatan kesimpulan dan rangkuman guru memberikan arahan perbaikan dimana saja letak kesalahan penulisan drama, kemudian memberikan perbaikan.
Kelebihan dan kelemahan modelpembelajaar tebak gambar , dalam setiap model pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya, menurut istarani (2011:8) kelebihan dan kekurangan model pembelajaran tebak gambar adalah : Kelebihan model pembelajaran tebak gambar : Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu. Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari. Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh untuk menganalisa gambar yang ada. Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurrutkan gambar. Pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru.
Kelemahan model pembelajaran tebak gambar : Sulit menentukan gambar-gambar yang bagus dan berkualitas serta sesuai dengan materi pembelajaran. Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki. Baik guru atau siswa kurang terbiasa dalam menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu meteri pembelajaran. Tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan.

BAB III
METODE PENELITIAN
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri atas empat komponen pokok penelitian kelas yakni: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting), dapat digambarkan sebagai berikut:
A. Siklus I
1. Perencanaan
Pada tahap ini penulis menyusun rencana pembelajaran (RP) materi pokok Qanah adalah sikap rela menerima dan measa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Pada pelaksanaan siklus 1 direncanakan sebanyak 1 kali pertemuan.2. Pelaksanaan
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Sebelumnya penulis melakukan beberapa hal antara lain:
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Guru menyajikan materi sebagai pengantar
Guru memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran
Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar yang telah di sediakan.
Guru meminta agar siswa menceritakan urutan gambar yang telah tersusun
Dari gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
Penilaian
3. Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan rekan sejawat untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran PAI yang menerapkan model picture and pictue dalam pembelajaran PAI.4. Refleksi
Setelah mengkaji hasil belajar PAI siswa dan hasil pengamatan aktivitas guru, serta menyesuaikan dengan ketercapaian indikator kinerja maka peneliti mengubah strategi pada siklus dua agar pelaksanaannya lebih efektif.
B. Siklus II
1. Perencanaan
Pada tahap ini penulis menyusun rencana pembelajaran (RP) materi pokok Dalil Naqli tentang Qannah, Artinya: Abdullah bin Umar berkata "bersabda Rasullah SAW, sesungguhnya beruntung orang-orang yang masuk islam, mendapat rezeki yang secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. (HR. Muslim). Orang yang memiliki sifat Qannah memiliki pendirian bahwa apa yang telah di peroleh atau yang ada di dirinya adalah merupakan kehendak Allah. Sebab dialah yan mengatur rezeki, mati, jodoh seseorang. Siklus II direncanakan sebanyak 1 kali pertemuan.2. Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan pada siklus ini dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung meliputi kegiatan sebagai berikut:
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Guru menyajikan materi sebagai pengantar
Guru memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran
Guru menunjuk/memanggol siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar yang telah di sediakan.
Guru meminta agar siswa menceritakan urutan gambar yang telah tersusun
Dari gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
Penilaian
3. Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan rekan sejawat untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran PAI yang menerapkan model picture and pictue dalam pembelajaran PAI .
4. Refleksi
Setelah mengkaji hasil belajar PAI siswa dan hasil pengamatan aktivitas guru maka peneliti mengecek apakah indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai. Bila belum tercapai maka peneliti tetap melanjutkan siklus berikut, dan seterusnya sampai mencapai indikator kinerja.B. Siklus III
1. Perencanaan
Pada tahap ini penulis menyusun rencana pembelajaran (RP) materi pokok Contoh perilaku terpuji, Hidup sederhana, Tidak mau menempuh jalan yang haram dalam mencari nafkah, Selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan Allah.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan pada siklus ini dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung meliputi kegiatan sebagai berikut:
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Guru menyajikan materi sebagai pengantar
Guru memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran
Guru menunjuk/memanggol siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar yang telah di sediakan.
Guru meminta agar siswa menceritakan urutan gambar yang telah tersusun
Dari gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
Penilaian
3. Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan rekan sejawat untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran PAI yang menerapkan model picture and pictue dalam pembelajaran PAI .
4. Refleksi
Setelah mengkaji hasil belajar PAI siswa dan hasil pengamatan aktivitas guru maka peneliti mengecek apakah indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai. Pada tahapan ini capaian ditetapkan, bila belum tercapai maka peneliti menyampaikan dalam bentuk saran pada peneliti yang akan datang.
C. Analisis Data
Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif (Supardi, 2006:131). Terhadap perolehan hasil belajar PAI dianalisis secara kuantitatif dengan memberikan nilai pada hasil belajar siswa. Data-data tersebut dianalisis mulai dari siklus satu sampai dengan siklus tuga untuk dibandingkan dengan teknik deskriptif presentase.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Telah diketahui bahwa subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 3 (tiga) siklus. Berikut disajikan paparan hasil penelitian yang terdiri atas hasil belajar PAI melalui kolaborasi model pembelajaran tebak gambar dan hasil observasi terhadap proses pembelajaran.
A. Hasil Penelitian
Siklus I
1. Paparan Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan data hasil penelitian siklus I mengenai hasil belajar PAI materi pokok pengertian qanah adalah sikap rela menerima dan measa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang, melalui model pembelajaran tebak gambar, sebagai berikut:
Tabel 4.1 : Hasil Belajar Siklus I
NO NAMA NILAI SIKLUS I KET
1 Sulastri 70 Tuntas
2 Harsoyo Bowo 63 Belum tuntas
3 Andriani 70 Tuntas
4 Yandi Wahyuni 78 Tuntas
5 Fikri Andriani 67 Belum tuntas
6 Dewi Rahayu 70 Tuntas
7 Sinta Ria M 78 Tuntas
8 Nurjanah 67 Belum tuntas
9 Siti Ropingah 68 Belum tuntas
10 Tika Suryati 50 Belum tuntas
11 Apik Susanti 50 Belum tuntas
12 Agus Ade 50 Belum tuntas
13 Nang 60 Belum tuntas
14 Trisetia Nugroho 60 Belum tuntas
15 Novi Anggraini 70 Tuntas
16 Joko Susanto 45 Belum tuntas
17 Dede Aga 60 Belum tuntas
18 Resi 55 Belum tuntas
19 Trinanjar 60 Belum tuntas
20 M. Qon 65 Belum tuntas
  JUMLAH 1256  
  NILAI RATA-RATA 63 Belum tuntas
Diperoleh data untuk ketuntasan 70 sebanyak 30% atau 6 orang siswa tuntas. Sedangkan yang tidak tuntas sebesar 14 atau 70%, dan rata-rata hasil belajar sebesar 63.
Siklus II
1. Paparan Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan data hasil penelitian siklus I mengenai hasil belajar PAI materi pokok Dalil Naqli tentang Qannah, melalui model pembelajaran tebak gambar diperoleh data untuk ketuntasan 71 selengkapnya dapat dibaca pada tabel distribusi frekuensi bergolong sesuai dengan kategori hasil belajar sebagai berikut:
Tabel 4.2 : Hasil Belajar Siklus II
NO NAMA NILAI SIKLUS II KET
1 Sulastri 78 Tuntas
2 Harsoyo Bowo 71 Tuntas
3 Andriani 78 Tuntas
4 Yandi Wahyuni 86 Tuntas
5 Fikri Andriani 75 Tuntas
6 Dewi Rahayu 78 Tuntas
7 Sinta Ria M 86 Tuntas
8 Nurjanah 75 Tuntas
9 Siti Ropingah 76 Tuntas
10 Tika Suryati 58 Belum tuntas
11 Apik Susanti 58 Belum tuntas
12 Agus Ade 58 Belum tuntas
13 Nang 68 Belum tuntas
14 Trisetia Nugroho 68 Belum tuntas
15 Novi Anggraini 78 Tuntas
16 Joko Susanto 53 Belum tuntas
17 Dede Aga 68 Belum tuntas
18 Resi 63 Belum tuntas
19 Trinanjar 68 Belum tuntas
20 M. Qon 73 Tuntas
  JUMLAH 1416  
  NILAI RATA-RATA 71 Tuntas

Diperoleh data untuk ketuntasan 70 sebanyak 55% atau 11 orang siswa tuntas. Sedangkan yang tidak tuntas sebesar 9 atau 45%, dan rata-rata hasil belajar sebesar 71, sehingga untuk kesempurnaan perlu dilaksanakan siklus III.Siklus III
1. Paparan Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan data hasil penelitian siklus II mengenai hasil belajar PAI materi pokok contoh perilaku terpuji, melalui model pembelajaran tebak gambar diperoleh data untuk ketuntasan 75 selengkapnya dapat dibaca pada tabel distribusi frekuensi bergolong sesuai dengan kategori hasil belajar sebagai berikut:
Tabel 4.3 : Hasil Belajar Siklus III
NO NAMA NILAI SIKLUS III KET
1 Sulastri 82 Tuntas
2 Harsoyo Bowo 75 Tuntas
3 Andriani 82 Tuntas
4 Yandi Wahyuni 90 Tuntas
5 Fikri Andriani 79 Tuntas
6 Dewi Rahayu 82 Tuntas
7 Sinta Ria M 90 Tuntas
8 Nurjanah 79 Tuntas
9 Siti Ropingah 80 Tuntas
10 Tika Suryati 62 Belum tuntas
11 Apik Susanti 70 Tuntas
12 Agus Ade 62 Belum tuntas
13 Nang 72 Tuntas
14 Trisetia Nugroho 72 Tuntas
15 Novi Anggraini 82 Tuntas
16 Joko Susanto 57 Belum tuntas
17 Dede Aga 72 Tuntas
18 Resi 70 Tuntas
19 Trinanjar 72 Tuntas
20 M. Qon 77 Tuntas
  JUMLAH 1507  
  NILAI RATA-RATA 75 Tuntas
Diperoleh data untuk ketuntasan 70 sebanyak 85% atau 17 orang siswa dan rata-rata hasil belajar sebesar 75, sehingga sudah perlu dapat diakhiri penelitian ini.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar PAI dengan materi siklus pertama yakni pengertian qannah Qanah dan tasamuh adalah sikap rela menerima dan measa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Dilanjutkan materi siklus ke II yakni dalil Naqli tentang Qannah, Artinya: Abdullah bin Umar berkata "bersabda Rasullah SAW, sesungguhnya beruntung orang-orang yang masuk islam, mendapat rezeki yang secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. (HR. Muslim). Orang yang memiliki sifat Qannah memiliki pendirian bahwa apa yang telah di peroleh atau yang ada di dirinya adalah merupakan kehendak Allah. Sebab dialah yan mengatur rezeki, mati, jodoh seseorang. Dan materi siklus ke III yakni contoh perilaku terpuji, Hidup sederhana, Tidak mau menempuh jalan yang haram dalam mencari nafkah, Selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan Allah.
Pada siklus I diperoleh data untuk ketuntasan 70 sebanyak 30% kemudian diikuti dengan siklus kedua dengan ketuntasan 55% dan pada siklus ketiga menjadi 85%.
Terbukti bahwa dalam penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode tebak gambar dapat meningkatkan kemampuan memahami qonaah oleh siswa. Dampak tersebut selain secara hard skill juga mampu meningkatkan kemampuan soft skill siswa dalam belajar khususnya dalam hal sikap para siswa dalam mengikuti pelajaran karena juga merupakan target pencapaian dalam pembelajaran sudah dirasakan baik, dimana sudah tumbuh sikap qonaah setelah mendapatkan pelajaran yang diberikan guru di kelas jika dibandingkan dengan kondisi awal sebelum penerapan model tebak gambar .

BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Pada siklus I diperoleh data untuk ketuntasan 70 sebanyak 30% kemudian diikuti dengan siklus kedua dengan ketuntasan 55% dan pada siklus ketiga menjadi 85%.
Terdapat peningkatan hasil dalam memahami perilaku terpuji qonaah dan tasamuh pada pelajaran pendidikan agama islam dengan menggunakan metode pembelajaran tebak gambar .
B. Saran
Berdasarkan simpulan diatas, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut:
Para guru SMA, hendaknya lebih memiliki komitmen yang tinggi dalam menjalankan tugasnya dengan melaksanakan tugas pokok secara profesional, mengkaji dan menerapkan berbagai inovasi pembelajaran dengan penerapan metode tebak gambar dalam pokok bahasan sikap qonaah
kepala Sekolah diharapkan dapat menggunakan informasi hasil penelitian ini dalam rangka pengambilan keputusan mengenai peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam dengan penerapan metode tebak gambar dimasa depan

DAFTAR PUSTAKA
B. Suryosubroto. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. 2001. Buku 1 Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas.
.............2006. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pengetahuan Sosial Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Puskur Balitbang Depdiknas.
Indra Jati Sidi. 2004. Pelayanan Profesional, Kegiatan Belajar-Mengajar yang Efektif. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.
Nana Sudjana. 2002. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Purwadi Suhandini. 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang: Lemlit UNNES.
Puskur Balitbang Depdiknas. 2003. Model-model Pembelajaran Efektif. (www.puskur_balitbang_depdiknas.com).upadate 28 Agustus 2007.
Supardi, Suharsimi Arikunto, Suhardjono. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Yakarta: Bumi Aksara.
Tim MKDK IKIP Semarang. 1990. Psikologi Belajar. Semarang: IKIP Semarang Press.
Zainal Aqib. 2007. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: Yrama Widya.
Hamdani. 2010. Strategi belajar mengajar.Bandung : Pustaka setia
Faturrahman, pupuh. 2007. Strategi pembelajaran. Bandung: Insan Media
Roestiyah NK. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
http://rohissmpn14depok.wordpress.com/kbm-pai/726-2/
http://www.edupai.web.id/2012/10/qonaah-dan-tasamuh.html#ixzz339ZUFxpBLAMPIRAN-LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA N 1 Tapung
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Tema : Membiasakan Perilaku Terpuji
Sub Tema: Qanaah
Kelas/ Semester: X/1
Materi Pokok: Qannah
Alokasi Waktu: 2x40 menit
Kompetisi Dasar: Menjelaskan Pengertian Qannah
Indikator Pencapaian Kompetensi
Menjelaskan pengertian Qannah
Membaca dan mengratikan dalil naqli tentang Qannah
Menyebutkan contoh-cotoh perilaku qannah dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan Menjelaskan pengertian Qannah
Membaca dan mengratikan dalil naqli tentang Qannah
Menyebutkan contoh-cotoh perilaku qannah dalam kehidupan sehari-hari
Materi Pembelajaran
Pengertian qannah
Qanah adalah sikap rela menerima dan measa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang
Dalil Naqli tentang Qannah,
Artinya: Abdullah bin Umar berkata "bersabda Rasullah SAW, sesungguhnya beruntung orang-orang yang masuk islam, mendapat rezeki yang secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. (HR. Muslim). Orang yang memiliki sifat Qannah memiliki pendirian bahwa apa yang telah di peroleh atau yang ada di dirinya adalah merupakan kehendak Allah. Sebab dialah yan mengatur rezeki, mati, jodoh seseorang.
Contoh perilaku terpuji
Hidup sederhana, Tidak mau menempuh jalan yang haram dalam mencari nafkah, Selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan Allah
Metode Pembelajaran
Tebak gambar
Media Pembelajaran
Poster comment
Sumbear Belajar
Buku PAI
Buku LKS
Al-quran dan hadis
Langkah-Langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pendahuluan
Membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama di pimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat
Memulai pelajaran dengan membaca al-quran surah pendek dengan lancer dan benar
Mempersiapkan kesiapan diri dengaan mengisi lembar kehadiran siswa , memeriksa kerapian pakaian, posisi dan tempat tidur di sesuaikan dengan kegiatan pembelajaran
Mengajukan pertanyaan dengan komunikatif berkaitan dengan materi qannah
Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang hendak di capai
Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak, menanya, berdiskusi, mengkomunikasikan dengan menyampaikan, menangapi dan membuat kesimpulan hasil diskusi 20 menit
2 Kegiatan Inti
Mengamati
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Guru menyajikan materi sebagai pengantar
Guru memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran
Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar yang telah di sediakan.
Guru meminta agar siswa menceritakan urutan gambar yang telah tersusun
Dari gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
Penilaian
Menanya
Melalui motivasi dan guru mengajukan pertanyaan tentang qannah
mengajukan pertanyaan tentang qannah
Eksprimen
Peserta didik mengembangkan isi pendapatnya tentang hasil cerematnya
Secara berkelompok mendiskusikan
Pengertian qannah dalil naqli
Contoh tentang qannah
Asosiasi
Diskusi kelompok tentang qannah dalam kehidupan sehari-hari
Guru memberikan penjelasan tambahan komunikasi dan pengamatan yang dikemukan peserta didik tentang isi gambar tersebut
Komunikasi
Secara bergantian, masing kelompok tampil mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain memperhatikan, menyimak, dan memberikan tanggapan
Membuat kesimpulan di bantu dan di bombing guru 10 menit
3 Penutup
Melaksanakan penilaian dan refleksi dan menjelaskan pertanyaan dan tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya
Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan ,memberikan tugas individu dengan peserta didik yang menguasai materi
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. 10 menit
Aspek dan Rubrik penilaian
Kejelasan dan kedalaman informasi
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalamanan informasi lengkap dan sempurna, skor 30
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalam informasi lengkap dan kurang sempurna skor 20
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalam informasi kurang lengkap skor 10
Keaktifan dalam diskusi
Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dan diskusi skor 30
Jika kelompok tersebut berperan aktif dan diskusi skor 20
Jika kelompok tersebut berperan kurang aktif dan diskusi skor 10
Kejelasan dan kerapian
Jika kelompok tersebut mempersentasikan dengan singkat jelas dan rapi skor 40
Jika kelompok tersebut mempersentasikan dengan jelas dan rapi skor 30
Jika kelompok tersebut mempersentasikan dengan singkat jelas dan kurang rapi skor 20
Jika kelompok tersebut mempersentasikan dengan kurang jelas dan tidak rapi skor 10
Nilai akhir yang diperoleh peserta didik sebagai berikut:
Rat-rata jumlah nilai pada kolom diskusi x 60 %
Jumlah nilai rata-rata pada soal easy dan tugas x 100 % nilai akhir = nilai a + nilai b
3.Tes
a. sebutkan pengertian qannah?
b. bacakan dalil naqli tentang qannah?
c. tunjukan contoh qannah dalam kehidupan sehari-hari?
Kunci jawaban
Eassay
Qannah adalah sikap rela menerima dan merasa atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tak puas dan perasaan kurang
Dalil naqli
Contoh-contoh orang yang berbuat qannah dalam kehidupan sehari-hari:
Hidup sederhana
Tidak mau menempuh jalan yang haram dalam mencari nafkah
Selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan

NO NAMA NILAI SIKLUS I KET
1 Sulastri 70 Tuntas
2 Harsoyo Bowo 63 Belum tuntas
3 Andriani 70 Tuntas
4 Yandi Wahyuni 78 Tuntas
5 Fikri Andriani 67 Belum tuntas
6 Dewi Rahayu 70 Tuntas
7 Sinta Ria M 78 Tuntas
8 Nurjanah 67 Belum tuntas
9 Siti Ropingah 68 Belum tuntas
10 Tika Suryati 50 Belum tuntas
11 Apik Susanti 50 Belum tuntas
12 Agus Ade 50 Belum tuntas
13 Nang 60 Belum tuntas
14 Trisetia Nugroho 60 Belum tuntas
15 Novi Anggraini 70 Tuntas
16 Joko Susanto 45 Belum tuntas
17 Dede Aga 60 Belum tuntas
18 Resi 55 Belum tuntas
19 Trinanjar 60 Belum tuntas
20 M. Qon 65 Belum tuntas
  JUMLAH 1256  
  NILAI RATA-RATA 63 Belum tuntas

NO NAMA NILAI SIKLUS II KET
1 Sulastri 78 Tuntas
2 Harsoyo Bowo 71 Tuntas
3 Andriani 78 Tuntas
4 Yandi Wahyuni 86 Tuntas
5 Fikri Andriani 75 Tuntas
6 Dewi Rahayu 78 Tuntas
7 Sinta Ria M 86 Tuntas
8 Nurjanah 75 Tuntas
9 Siti Ropingah 76 Tuntas
10 Tika Suryati 58 Belum tuntas
11 Apik Susanti 58 Belum tuntas
12 Agus Ade 58 Belum tuntas
13 Nang 68 Belum tuntas
14 Trisetia Nugroho 68 Belum tuntas
15 Novi Anggraini 78 Tuntas
16 Joko Susanto 53 Belum tuntas
17 Dede Aga 68 Belum tuntas
18 Resi 63 Belum tuntas
19 Trinanjar 68 Belum tuntas
20 M. Qon 73 Tuntas
  JUMLAH 1416  
  NILAI RATA-RATA 71 Tuntas

NO NAMA NILAI SIKLUS III KET
1 Sulastri 82 Tuntas
2 Harsoyo Bowo 75 Tuntas
3 Andriani 82 Tuntas
4 Yandi Wahyuni 90 Tuntas
5 Fikri Andriani 79 Tuntas
6 Dewi Rahayu 82 Tuntas
7 Sinta Ria M 90 Tuntas
8 Nurjanah 79 Tuntas
9 Siti Ropingah 80 Tuntas
10 Tika Suryati 62 Belum tuntas
11 Apik Susanti 70 Tuntas
12 Agus Ade 62 Belum tuntas
13 Nang 72 Tuntas
14 Trisetia Nugroho 72 Tuntas
15 Novi Anggraini 82 Tuntas
16 Joko Susanto 57 Belum tuntas
17 Dede Aga 72 Tuntas
18 Resi 70 Tuntas
19 Trinanjar 72 Tuntas
20 M. Qon 77 Tuntas
  JUMLAH 1507  
  NILAI RATA-RATA 75 Tuntas


Download MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU QONAAH DAN TASAMUH MELALUI METODE TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS X.1 SMA N 1 TAPUNG PTK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAMPAR SMA NEGERI 1 TAPUNG KAMPAR 2014.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU QONAAH DAN TASAMUH MELALUI METODE TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS X.1 SMA N 1 TAPUNG PTK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAMPAR SMA NEGERI 1 TAPUNG KAMPAR 2014. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat

banner
Previous Post
Next Post

Akademikita adalah sebuah web arsip file atau dokumen tentang infografi, presentasi, dan lain-lain. Semua pengunjung bisa mengirimkan filenya untuk arsip melalui form yang telah disediakan.

0 komentar: