Februari 09, 2017

makalah metode ilmiah

Judul: makalah metode ilmiah
Penulis: Ika Wulandari


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Metode penelitian merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Banyak para pakar kita yang telah meneliti suatu ilmu maupun penemuan baru dengan metode-metode yang telah ada.Penelitian adalah cara menemukan ilmu baru,oleh karenanya diperlukan metode-metode agar suatu penelitian dianggap valid dan relevan. Banyak cara yang ditempuh untuk mengadakan suatu penelitian dalam perkembangan ilmu sekarang ini.
Penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris. Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika atau penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta atau realita.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan  fakta).
Rumusan Masalah
Apa saja yang termasuk dalam dasar dasar penelitian?
Apakah pengertian dari metode ilmiah?
Apakah karakteristik dan langkah- langkah dari metode ilmiah?
Tujuan
Untuk mengetahui apas saja yang termasuk dasar dasar penelitian
Untuk mengetahui pengertian dari metode ilmiah
Untuk mengetahui karakteristik dan langkah-langkah dari metode ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
Dasar-Dasar Penelitian
Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah investigasi atau eksperimen yang bertujuan untuk menemukan dan interpretasi atas fakta, revisi atas teori atau hukum, atau aplikasi atas teori atau hukum yang telah direvisi.
Menurut Donald & William (1997), Penelitian Ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomena-fenomena tersebut
Penelitian (Research) dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan. Jadi penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah. Dalam kaitannya dengan hal ini, maka fungsi penelitian disini adalah untuk mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam Penelitian Dasar (Basic Research) dan dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada Penelitian Terapan (Applied Research).
Riset adalah suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode yang ilimiah. Riset memiliki 3 unsur penting, yaitu :
1) sasaran
2) usaha untuk mencapai sasaran
3) metode ilmiah (Husein, 1999)
Menurut Almack (1930), hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian merupakan proses untuk menghasilkan ilmu. Menurut Whitney (1960), penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah kebenaran. Jadi, penelitian yang diproses dengan ilmu, akan menghasilkan kebenaran ilmiah.
Kebenaran ilmiah dapat diterima karena :1. Adanya koheren --> konsisten2. Adanya koresponden --> berhubungan3. Pragmatis --> sifat fungsional dalam kehidupan praktis
Secara sederhana penelitian merupakan metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis). dengan demikian penelitian merupakan proses penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui pendekatan yang sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris untuk mencapai kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific method).
Berikut ini adalah dasar-dasar dalam penelitian Ilmiah:
PendekatanIlmiahPenelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris. Menghasilkan kesimpulan secara obyektif. Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun.
Pendekatan non ilmiah
Pendekatan non ilmiah menggunakan:
Akal sehat
Prasangka
Intuisi
Penemuan kebetulan dan coba-coba
Pikiran kritis
Sifat Penelitian Ilmiah
Skeptis: selalu mencari fakta atau bukti yang mendukung setiap pernyataan
Analitis: sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap persoalan memilih yang relevan serta yang utama
Kritis: setiap pemecahan persoalan selalu berpijak pada logika ddan obyektifitas data atau fakta
Syarat-syarat penelitian ilmiah
Permasalahan & tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas
Rumusan masalah harus rinci mencakup unsur-unsur ayang akan diteliti.
Prosedur penelitian yang digunakan harus jelas & terbuka, sehingga diharapkan peneliti lain dapat mengembangkan penelitian tersebut.
Analisis data harus sesuai dengan problem penelitian.
Kesimpulan harus didukung oleh data & hasil analisis yang akurat.   
Beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk menjadi peneliti:
Daya Nalar
Originalitas
Daya Ingat
Kewaspadaan
Akurat
Dapat Bekerja Sama
Kesehatan
Semangat
Pandangan Moral
Ciri-Ciri Penelitian Ilmiah
Penelitian Ilmiah harus konsisten dan dapat diakui oleh umum sehingga mengurangi keyakinan pribadi, bias dan perasaan. Oleh karena itu, Penelitian Ilmiah mempunyai ciri-ciri antara lain:
Diperoleh melalui penelitian dengan metode ilmiah
Dibangun diatas teori tertentu
Terkontrol berdasarkan data empiris
Dapat diuji reliabilitas dan validitas internalnya
Kesimpulan dibuat secara obyektif.
Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah yaitu menggabungkan cara berpikir deduktif dan cara berfikir induktif dalam membangun pengetahuan. Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subyektif, menggunakan prinsip analisis, menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang obyektif.
Karakteristik dan langkah-langkah metode ilmiah
Karakteristik
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan atau perhitungan yang cermat.
Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada empat karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain)
Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat)
Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Langkah- langkah metode ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Salah satu hal yang penting dalam dunia ilmu adalah penelitian (research). Research berasal dari kata re yang berarti kembali dan search yang berarti mencari, sehingga research atau penelitian dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk mengembangkan dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan.
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:
Merumuskan masalah
Mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
Mengajukan hipotesis
Mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
Verifikasi data
Mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data,  dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
Menarik kesimpulan
Menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode ilmiah.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Penelitian merupakan metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis). dengan demikian penelitian merupakan proses penemuan jawaban yang ilmiah atas masalah yang terjadi melalui pendekatan yang sistematis, logis, kritis yang terkontrol oleh bukti empiris untuk mencapai kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific method). Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, menggunakan prinsip analisis, menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif. Fakta harus dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang obyektif.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Heriyanto. A. (2006). Panduan Penelitian. Prestasi Pustaka. Jakarta.
Sastroasmoro, S. (2002). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-2. CV. Sagung Seto. Jakarta.
Sangaji, E.M. Research and Science. Andi Offset. Yogyakarta.


Download makalah metode ilmiah.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca makalah metode ilmiah. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat

banner
Previous Post
Next Post

Akademikita adalah sebuah web arsip file atau dokumen tentang infografi, presentasi, dan lain-lain. Semua pengunjung bisa mengirimkan filenya untuk arsip melalui form yang telah disediakan.

0 komentar: