February 09, 2017

Makalah Filsafat Ilmu


Judul: Makalah Filsafat Ilmu
Penulis: Dwi Jowo


Makalah Kelompok II
COVERKELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Dosen : Akhmad Khairudin M.Si
1498600258966500
Disusun Oleh
Dwi Nur RochmanMurniyatiNor Hamisah
NIM: 1302120234 NIM: 1302120219 NIM:1302120229
Icha Amalia FahrinMuhammad Arpiansyah
NIM: 1302120231 NIM: 1302120261
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
JURUSAN SYARI'AH
PRODI EKONOMI SYARI'AH
TAHUN 2014 M / 1435 H
KATA PENGANTARAssalamualaikum Wr.Wb.
Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke hadirat Allah Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah sederhana ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini membahas "Kelahiran dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan".
Makalah ini dibuat dalam rangka memahamkan pembaca akan makna dari perbedaan, dan diharapkan makalah ini dapat menambahkan semangat persatuan bangsa, dan memberikan pemahaman akan indahnya hidup di dalam berbagai perbedaan yang ada.
Dan pada akhirnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya bila terdapat kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyampaian materi, yang pada hakikatnya memeng kesalahan itu pasti diperbuat oleh manusia, sekalipun manusia tersuci sepanjang masa Rasulullah SAW. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat. Aamiin ya Rabbal'alamin.

Wassalamualaikum wr.wb.


Pangkaraya, Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI TOC \o "1-3" \h \z \u COVER PAGEREF _Toc383034444 \h iKATA PENGANTAR PAGEREF _Toc383034445 \h iiDAFTAR ISI PAGEREF _Toc383034446 \h iiiBAB IA.Perkembangan Ilmu Masa Yunani Kuno PAGEREF _Toc383034448 \h 1B.Perkembangan Ilmu Masa Abad Pertengahan PAGEREF _Toc383034449 \h 2C.Perkembangan Ilmu Masa Keemasan Islam PAGEREF _Toc383034450 \h 3D.Pekembangan ilmu masa renassance PAGEREF _Toc383034451 \h 4E.Perkembangan Imu Masa Zaman Moderen PAGEREF _Toc383034452 \h 5BAB IIA.Hubungan Antara Filsafat dengan Cabang-cabang Ilmu Lain PAGEREF _Toc383034454 \h 7B.Klasifikasi Ilmu, Lahirnya Filsafat Ilmu dari Mitos ke Logos PAGEREF _Toc383034455 \h 8C.Hubungan Filsafat dengan Agama PAGEREF _Toc383034456 \h 8BAB IIIA.Kesimpulan PAGEREF _Toc383034458 \h 10B.Saran PAGEREF _Toc383034459 \h 11DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN
Perkembangan Ilmu Masa Yunani KunoMenurut Bertrand Russel, diantara semua sejarah tak ada yang begitu mencengangkan atau begitu sulit diterangkan selain lahirnya peradaban di Yunani secara mendadak. Zaman ini berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis), dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima segitu saja). Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur.
Pada zaman ini banyak bermunculan ilmuwan terkemuka. Ada beberapa nama yang popular pada masa ini, yaitu Thales (624-545 SM) dari Miletus, Pythagoras (580 SM–500 SM), Socrates (469 SM-399 SM), Plato (427 SM-347 SM), Aristoteles (384 SM- 322 SM). Selain nama-nama tersebut,  masih ada filosof-filosof seperti Anaximander (610 SM-546 SM) dengan diktum falsafinya bahwa permulaan yang pertama, tidaklah bisa ditentukan (Apeiron), karena tidaklah memiliki sifat-sifat zat yang ada sekarang. Anaximenes yang hidup pada abad ke 6 SM., masih satu generasi dengan Anaximander, ia berpendapat bahwa zat yang awal ada adalah udara. Ia menganggap bahwa semuanya di alam semesta dirasuki dengan udara. Demokreitos (460-370 SM), ia mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi, sehingga ia dikenal sebagai "Bapak Atom Pertama". Empedokles (484-424 SM) adalah seorang filsuf Yunani berpendapat bahwa materi terdiri atas empat unsur dasar yang ia sebut sebagai akar, yaitu air, tanah, udara, dan api. Selain itu, ia menambahkan satu unsur lagi yang ia sebut cinta (philia). Hal ini dilakukannya untuk menerangkan adanya keterikatan dari satu unsur ke unsur lainnya. Empedokles juga dikenal sebagai peletak dasar ilmu-ilmu fisika dan biologi pada abad 4 dan 3 SM dan juga Archimedes, (sekitar 287 SM-212 SM) ia adalah seorang ahli matematika, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Archimedes, dianggap sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa, hal ini didasarkan pada temuannya berupa prinsip matematis tuas,
sistem katrol (yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja), dan ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit. Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai p (phi) lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya. Dari karya-karyanya yang bersifat eksperimental, ia kemudian dijuluki sebagai, "Bapak IPA Eksperimental".
Secara umum karakteristik filsafat Yunani kuno adalah rasionalisme, yaitu suatu pemahaman tentang sebuah pengetahuan yang lebih mengutamakan akal (logika). Rasionalisme Yunani itu mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.
Perkembangan Ilmu Masa Abad PertengahanAbad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi-monarkhi nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada tahun 1517.
Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan memengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang di masa zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan.
Pada masa ini ilmu pengetahuan dan kesenian dimanfaatkan untuk kepentingan religi. Adanya larangan pengeksposan tubuh manusia dan hewan membuat kesenian menemukan teknik abstraksi yang memungkinkan sensasi tercipta tanpa adanya kehadiran bentuk realis.
Pada masa ini pula dibangun sistem Perang Salib untuk mempertahankan pemerintahan Eropa dari desakan pengaruh pemerintahan Islam dari timur tengah. Seorang ksatria (crusade) harus selalu bersedia membela keyakinannya setiap kali terjadi pertempuran dalam perang suci. Karena itulah pemerintahan kemudian menjadi di bawah pengaruh keagamaan.
Perkembangan Ilmu Masa Keemasan IslamZaman Kejayaan Islam (sek. 750 M - sek. 1258 M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri.
Banyak dari perkembangan dan pembelajaran ini dapat dihubungan dengan geografi. Bahkan sebelum kehadiran Islam, kota Mekah merupakan pusat perdagangan di Jazirah Arab dan Muhammad sendiri merupakan seorang pedagang. Tradisi ziarah ke Mekah menjadi pusat pertukaran gaagasan dan barang. Pengaruh yang dipegang oleh para pedagang Muslim atas jalur perdagangan Afrika-Arab dan Arab-Asia sangat besar sekali. Akibatnya, peradaban Islam tumbuh, berkembang, dan meluas dengan berdasarkan pada ekonomi dagangnya, berkebalikan dengan orang-orang Kristen, India, dan Cina yang membangun masyarakat dengan berdasarkan kebangsawanan kepemilikan tanah pertanian. Pedagang membawa barang dagangan dan menyebarkan agama mereka ke Cina (berujung pada banyaknya penduduk Islam di Cina dengan perkiraan jumlah sekitar 37 juta orang, yang terutama merupakan etnis Uyghur Turk yang wilayahnya dikuasai oleh Cina), India, Asia tenggara, dan kerajaan-kerajaan di Afrika barat. Ketika para pedagang itu kembali ke Timur Tengah, mereka membawa serta penemuan-penemuan dan ilmu pengetahuan baru dari tempat-tempat tersebut.
Hanya dalam bidang filsafat, para ilmuwan Islam relatif dibatasi dalam menerapkan gagasan-gagasan nonortodoks mereka. Meskipun demikian, Ibnu Rushd dan polimat Persia Ibnu Sina memberikan kontribusi penting dalam melanjutkan karya-karya Aristoteles, yang gagasan-gagasannya mendominasi pemikiran nonkeagamaan dunia Islam dan Kristen. Mereka juga mengadopsi gagasan-gagasan dari Cina dan India, yang dengan demikian menambah pengetahuan mereka yang sudah ada sebelumnya. Ibnu Sina dan para pemikir spekulatif lainnya seperti al-Kindi dan al-Farabi menggabungkan Aristotelianisme dan Neoplatonisme dengan gagasan-gagasan lainnya yang diperkenalkan melalui Islam.
Literatur filsafat Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Ladino, yang ikut membantu perkembangan filsafat Eropa modern. Sosiolog-sejarawan Ibnu Khaldun, warga Kartago Konstantinus orang Afrika yang menerjemahkan naskah-naskah kedokteran Yunani dan kumpulan teknik matematika Al-Khwarzimi adalah tokoh-tokoh penting pada Zaman Kejayaan Islam. Pada masa ini juga terjadi perkembangan filsuf non-Muslim. Filsuf Yahudi Moses Maimonides yang tinggal di Andalusia adalah salah satu contohnya.
Pekembangan ilmu masa renassanceRenaisance adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncanya kurang lebih pada tahun 1500.Perkataan renaisans berasal dari bahasa prancis Renaissance yang artinya adalah "lahir kembali" atau "kelahiran kembali".Yang di maksudkan adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno yang dapat melakukan kegiatan secara bebas tentang segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk kehidupan bertuhan.
Renaisans pertama kali diperkenalkan di eropa barat, di kawasan italia. Hal ini di picu kekalahan tentara salib dalam perang suci. Kekalahan tersebut membuat para pemikir dan seniman menyingkir dari romawi timur menuju eropa barat.
Abad renaisans memiliki sejarah yang panjang dan rumit, dan selalu muncul perdebatan diantara sejarawan mengenai kata 'Masa pencerahan' sebagai sebuah kata rujukan dan sebagai masa sejarah. Beberapa diantara mereka mempertanyakan apakah masa pencerahan benar-benar sebuah kemajuan kebudayaan dari abad pertengahan, atau hanya melihatnya sebagai suatu periode pesimisme dan nostalgia atas era klasik.
Zaman ini berlangsung pada awal abad 14 M sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.
Perkembangan Imu Masa Zaman Moderen
Filsafat Modern adalah pembagian dalam sejarah Filsafat Barat yang menjadi tanda berakhirnya era skolastisisme. Waktu munculnya filsafat modern adalah abad ke-17 hingga awal abad ke-20 di Eropa Barat dan Amerika Utara. Filsafat Modern ini pun dimulai sejak munculnya rasionalisme lewat pemikiran Descartes, seorang filsuf terkemuka di zaman Modern.
Dari sudut pandang sejarah Filsafat Barat melihat bahwa masa modern merupakan periode dimana berbagai aliran pemikiran baru mulai bermunculan dan beradu dalam kancah pemikiran filosofis Barat. Filsafat Barat menjadi penggung perdebatan antar filsuf terkemuka.Setiap filsuf tampil dengan gaya dan argumentasinya yang khas. Argumentasi mereka pun tidak jarang yang bersifat kasar dan sini, kadang tajam dan pragmatis, ada juga yang sentimental. Sejarah filsafat pada masa modern ini dibagi ke dalam tiga zaman atau periode, yaitu: zaman Renaissans (Renaissance), zaman Pencerahan Budi (Aufklarung), dan zaman Romantik, khususnya periode Idealisme Jerman.
Ada beberapa tokoh yang menjadi perintis yang membuka jalan baru menuju perkembangan ilmiah yang modern. Mereka adalah Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Coperticus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630) dan Galileo Galilei (1564-1643).Sedangkan Francis Bacon (1561-1623) merupakan filsuf yang meletakkan dasar filosofisnya untuk perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Dia merupakan bangsawan Inggris yang terkenal dengan karyanya yang bermaksud untuk menggantikan teori Aristoteleles tentang ilmu pengetahuan dengan teori baru. Sekalipun demikian, Rene Descartes merupakan filsuf yang paling terkenal pada masa filsafat modern ini. Rene Descartes (1596-1650) diberikan gelar sebagai bapa filsafat modern. Dia adalah seorang filsuf Perancis. Descartes belajar filsafat pada Kolese yang dipimpin Pater-pater Yesuit di desa La Fleche. Descartes menulis sebuah buku yang terkenal, yaitu Discours de la method pada tahun 1637. Bukunya tersebut berisi tentang uraian tentang metode perkembangan intelektuilnya. Dia dengan lantang menyatakan bahwa tidak merasa puas dengan filsafat dan ilmu pengetahuan yang menjadi bahan pendidikannya. Dia juga menjelaskan bahwa di dalam dunia ilmiah tidak ada sesuatu pun yang dianggapnya pasti.]Segala sesuatu dapat dipersoalkan dan pada kenyataannya memang dipersoalkan juga.

BAB IIDIMENSI ILMU
Hubungan Antara Filsafat dengan Cabang-cabang Ilmu Lain Filsafat dan ilmu memiliki hubungan saling melengkapi satu sama lainnya. Perbedaan antara kedua kegiatan manusia itu, bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling mengisi, saling melengkapi, karena pada hakikatnya, perbedaan itu terjadi disebabkan karena cara penekatannya yang berbeda. Maka dalam hal ini perlu membandingkan antara filsafah dan ilmu, yang menyangkut perbedaan-perbedaan maupun titik temu antara keduanya.
Henderson, memberikan gambaran hubungan (dalam hal ini perbedaan) antara filsafah dan ilmu sebagai berikut:
Ilmu (Science)
Anak filsafat
Analitis; memeriksa semua gejala melalui unsur terkecilnya untuk memperoleh gambaran senyata menurut bagiannya.
Menekankan fakta-fakta untuk melukiskan obyeknya; netral dan mengabstrakkan faktor keinginan dan penilaian manusia.
Memulai sesuatu dengan me-makai asumsi-asumsi.
Menggunakan metode eks-perimen yang terkontrol sebagai cara kerja dan sifat terpenting; menguji sesuatu dengan menggunakan penginderaan.
Filsafat
Induk ilmu
Sinoptis; memandang dunia dan alam semesta sebagai keseluruhan, untuk dapat me-nerangkannya, menafsirkannya, dan memahaminya secara ke-seluruhan.
Bukan saja menekankan keadaan sebenarnya dari obyek, melainkan juga bagaimana seharusnya obyek itu. Manusia dan nilai merupakan faktor penting.
Memeriksa dan meragukan segala asumsi-asumsi.
Menggunakan semua penemuan ilmu pengetahuan; menguji sesuatu nerdasarkan pengalaman dengan memakai pikira
Selanjutnya Prof. Sikun Pribadi mengemukakan perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan, sebagai berikut:
Jelaslah, bahwa perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan, ialah bahwa ilmu pengetahuan bertolak dari dunia fakta (jadi bersifat onotis), sedangkan filsafat bertolak dari dunia nilai, artinya selalu menghubungkan masalah dengan makna keseluruhan hidupn (jadi bersifat deontis).
Hubungan Filsafat dengan Agama Adapun hubungan filsafat islam dengan agama menurut beberapa filosof antara lain:
Ibnu Tufail
Hubungan filsafat dan agama yang dikemukakan oleh Ibnu Tufail adalah filsafat sebagai bagian kebenaran yang esoteris hanya diperuntukkan bagi orang-orang terbatas yang memiliki kemampuan untuk memahami pengetahuan-pengetahuan murni. Semantara masyarakat kebanyakan cukup dengan agama dalam makna literalnya. Agama dalam pengertian seperti ini diperuntukkan bagi semua orang, tetapi filsafat hanya bagi orang-orang yang berbakat yang sedikit jumlahnya. Agama diperuntukkkan bagi orang-orang awam karna mereka tidak memiliki kemampuan untuk keluar dari sebatas penjelasan-penjelasan lahiriah agama.
Ibnu Rusyd
Masalah agama dan falsafah atau wahyu dan akal bukanlah hal yang baru dalam pemikiran Islam. Dalam hal ini Ibnu Rusyd tampil membela dan membenarkan kesesuaian ajaran agama dengan pemikiran falsafah. Ia menjawab semua keberatan Imam Al-Ghazali dengan mengemukakan argumen-argumen yang tidak kalah kuat dengannya. Menurut Ibnu rusyd, syara' tidak bertentangan dengan filsafat, karena filsafat itu pada hakikatnya adalah tidak lebih daripada bernalar tentang alam empiris ini sebagai dalil adanya Pencipta. Dalam hal ini syara' pun mewajibkan orang mempergunakan akalnya. Misalnya, "Apakah mereka tidak memikirkannya". Maka dari itu jelaslah bahwa syara' mewajibkan kita mempergunakan "kias akali" yang merupakan suatu keperluan yang tidak bisa dielakkan.
Tetapi, dalam hal ajaran filsafat yang bertentangn dengan Al-Qur'an dan Hadis maka Ibn Rusyd sependapat dengan al-Kindi, menjawab dengan konsep ta'wil yang lazim digunakan. Dalam Al-Qur'an ada ayat-ayat yang harus dipahami sesuai dengan lahirnya. Jadi, agama mempunyai dua dimensi yaitu lahir dan batin. Jika ajaran lahirnya memang sesuai dengan keterangan filsafat, ia wajib diterima menurut adanya.
BAB IIIPENUTUP
Kesimpulan Perkembangan ilmu masa yunani berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis), dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima segitu saja). Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur.
Perkembangan ilmu masa abad pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi-monarkhi nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada tahun 1517.
Perkembangan ilmu pada masa keemasan Islam (sek. 750 M - sek. 1258 M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri.
Abad renaisans memiliki sejarah yang panjang dan rumit, dan selalu muncul perdebatan diantara sejarawan mengenai kata 'Masa pencerahan' sebagai sebuah kata rujukan dan sebagai masa sejarah. Beberapa diantara mereka mempertanyakan apakah masa pencerahan benar-benar sebuah kemajuan kebudayaan dari abad pertengahan, atau hanya melihatnya sebagai suatu periode pesimisme dan nostalgia atas era klasik. Zaman ini berlangsung pada awal abad 14 M sampai dengan abad 17 M.
Filsafat Modern adalah pembagian dalam sejarah Filsafat Barat yang menjadi tanda berakhirnya era skolastisisme. Waktu munculnya filsafat modern adalah abad ke-17 hingga awal abad ke-20 di Eropa Barat dan Amerika Utara. Filsafat Modern ini pun dimulai sejak munculnya rasionalisme lewat pemikiran Descartes, seorang filsuf terkemuka di zaman Modern.
Perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan, ialah bahwa ilmu pengetahuan bertolak dari dunia fakta (jadi bersifat onotis), sedangkan filsafat bertolak dari dunia nilai, artinya selalu menghubungkan masalah dengan makna keseluruhan hidupn (jadi bersifat deontis).
Adapun hubungan filsafat dan agama yang dikemukakan oleh Ibnu Tufail adalah filsafat sebagai bagian kebenaran yang esoteris hanya diperuntukkan bagi orang-orang terbatas yang memiliki kemampuan untuk memahami pengetahuan-pengetahuan murni.
Saran Mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan dalam pembahasan materi Jabariyah dan Qadariyah. Jikalau pembaca mempunyai pertanyaan yang ingin di tanyakan maka InsyaAllah kami akan menjawabnya agar para pembaca lebih mampu memahami isi materi yang kami sampaikan. Jika kami belum bisa menjawabnya,maka kami mohon maaf.Sesungguhnya kesempurnaan hanya lah milik Allah SAW.
2369820231648000
DAFTAR PUSTAKABuku
Salam, Burhanuddin, Pengantar Filsafat, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005.
Daudy, Ahmad ,Kuliah Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1986.
Internet
http://filsafat.kompasiana.com/2013/12/13/perkembangan-ilmu-zaman-yunani-kuno-618986.html, diakses pada tanggal 6 Maret 2014 pukul 21.40 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Pertengahan, diakses pada tanggal 6 Maret 2014 pukul 21.50 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Kejayaan_Islam, diakses pada tanggal 5 Maret 2014 pukul 21:33 WIB.
http://kresna-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-67713-MATA%20KULIAH%20FILSAFAT-Aspek%20Positif%20Semangat%20Renaisance.html, diakses pada tanggal 5 Maret 2014 pukul 21:42 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Modern, diakses pada tanggal 5 Maret 2014 pukul 21:49 WIB.


Download Makalah Filsafat Ilmu.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Filsafat Ilmu. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon