January 16, 2017

RESUME BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BAB 4 5 6


Judul: RESUME BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BAB 4 5 6
Penulis: Ghaziah Chusjairi


RESUME BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
E-Learning, Mobile Learning, dan Implementasi Blended Learning
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan yang dibina oleh
Bapak Husamah S.Pd)

Oleh :
Ghaziah Kusumawati C
201310070311167

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014
RESUME
E-LEARNING ONLINE E- learning online dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik baik secara formal maupun informal. Pembelajaran formal contohnya yaitu pembelajaran dengan kurikulum, silabus yang sudah diatur oleh pihak terkait. Sedanglan pembelajaran e-learning informal yaitu interaksi yang lebih sederhana misalnya menggunakan mailing list dan sebagainya.
Internet merupakaan suatu media untuk berkomunikasi, internet inipula yang digunakan sebagai wdah atau tempat untuk menjalankan e-learning. E- learning memiliki fungsi diantaranya yakni :
Suplemen
Komplemen
Substitusi
Manfaat dari e- learning yakni sebagai berikut :
1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran
2. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran di manapun dan kapanpun
3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran
5. Independent Learning
6.Biaya
Konsep keberhasilan e- learning selain ditunjang oleh perangkat teknologi informasi, juga oleh perencanaan, administrasi, manajemen,dan ekonomi yang memadai.
Menurut Koswra ada beberapa strategi pengajaran yang dapat diterapkan
yakni :
1. Belajar dengan mengerjakan (learning by doing)
2. Pembelajaran insidental
3. Belajar dengan refleksi
4. Pembelajaran berbasis-kasus
5. Belajar dengan mengeksplorasi
MOBILE LEARNING
M-learning merupakan pembelajaran yang unik karena pembelajar dapat mengakases materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran kapanpun dan dimanapun. M – learning merupakanpendekatan pengajaran dan pembelajaran yang dikenali sebagai pembelajaran melalui peralatan komputer, kandungan pengajaran berasakan jaringan, hjaringan pembelajaran tanpa layar. Hal ini di dukung oleh
beberapa faktor sebagai berikut :
1. Tuntutan kebutuhan konsumen yang menginginkan hal-hal yang praktis
2. Harga ponsel yang relatif murah dan pengguna ponsel yang relatiflebih
banyak daripada pengguna komputer
3. Teknologi wireless/seluler yang pesat
4. Akses internet melalui perangkat seliler canggih seperti BB, iphone,
smartphone dan yang lainnya.
5. Akses dan transfer data menggunakan jaringan telepon seluler yang
semakin murah dan cepat
6. Pembuatan aplikasi-aplikasi untuk smartphone yang semakain mudah
Konten pembelajaran dalam m-learning memiliki berbagai jenis. Konten
sangat terkait dengan kemampuan suatu perangkat untuk menampilkan atau
menjalankan. Keragaman jenis konten ini mengharuskan pengembang untuk membuat
konten yang tepat dan sesuai karakteristik perangkat maupun penggunaannya.contohnya
seperti dalam bentuk teks, gambar, audio, vidio, dan aplikasi perangkat lunak.
M-learning merupakan salah satu alternatif yang potensial untuk memperluas
akses pendidikan. akan tetapi m-learning ini juga memiliki keterbatasan-keterbatasan
terutama dari sisi perangkat/media berlajarnya. Keterbatasan perangkat tersebut antara
lain yaitu :
1.Kemampuan prosesor
2.Kapasitas memori
3.Layar tampilan
4.Kertbatasan baterai
5.Pengguna harus memiliki kelebihan dalam bidan teknologi
Namun kekurangan m-learning lambat laun dapat diatasi seiring dengan
perkembangan teknologi yang semakin pesat, misalnya : layar tampilam kecil kini dapat diatasi dengan adanya proyektor
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING
Blended learning sekolah dasar menurut Pagiet, anak dalam kelompok usia 7-
11 tahun berada dalam tingkatan konkret operasional. Mereka memandang dunia dalam
keseluruhan yang utuh dan menganggap tahun yang akan datang sebagai waktu yang masih jauh.yang meraka pedulikan adalah sekarang (konkret) dan bukan masa depan yang belum bisa mereka pahami (abstrak).
Implementasi blended learning di jenjang SMP harus memperhatikan karakteristik peserta didik SMP itu sendiri. Menurut PPKPP, remaja yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence berasal dari bahasa adolescare berarti "tumbuh untuk mencapai kematangan".
Untuk memudahkan identifikasi, masa remaja biasanya dibatasi oleh waktu
tertentu. WHO membagi 2 tahap usia rema yaitu remaja awal dan remaja akhir. Oleh karena itu, anak usia sekolah menengah pertama dapat dikategorikan sebagai anak usia remaja awal. Perkembangan anak usia SMP ada beberapa yaitu :
a.Perkembangan aspek kognitif
b.Perkembangan aspek afektif
c.Perkembangan psikomotorik
Blended learning SMA, tahap operasional formal adalah periode terakhir dati teori Paiget. Tahap ini mulai dialami anak pada usia dua belas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.
Blended learning perguruan tinggi, mahasiswa merupakan tingkatan pelajar yang telah memasuki dimana pada usianya mahasiswa dapat melakukan pilihan tindakan yang bertanggung jawab dan cenderung tidak bergantung oleh siapa pun. Kelebihan blended learing yaitu, mahasiswa menjadi lebih sering bertanya, pertanyaan dan jawaban dapat dilihat seaktu-waktu oleh peserta kuliah yang lain. Meningkatkan aktivitas proses pembelajaran di luar jam kelas. Kelemahan dalam blended learning ini antara lain, dosen maupun mahasiswa yang sering tidak mengenal waktu pada saat berintraksi melalui WEB. Sampai di rumah pun hingga larut malam. Memerlukan keuntungan pada sistem internet yang cepat dan andal. Mebutuhkan usaha, kesungguhan dan komitmen waktu yang tidak sedikit.


Download RESUME BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BAB 4 5 6.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca RESUME BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BAB 4 5 6. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon