January 15, 2017

RESUME BANK INDONESIA SEMINAR


Judul: RESUME BANK INDONESIA SEMINAR
Penulis: Agustina Cahyadi


Bank Indonesia merupakan lembaga keuangan yang independen yang memiliki wewenang penuh dalam menjaga kestabilan nilai rupiah.
Fungsi Bank Indonesia diantaranya yakni:
mengatur kebijakan moneter,
sebagai bank of banker, dimana fungsi ini akan berakhir pada akhir tahun 2013 dan akan dialihkan kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dimana pengawasan pada Lembaga Non Bank dan Bank terhitung mulai 2014 sepenuhnya akan berada pada OJK, meskipun pengawasannya sudah dimulai dari tahun 2013, namun tahun 2013 ini hanya merupakan masa transisi pengalihan pengawasan Lembaga Non Bank dan Bank antara Bank Indonesia dan Menteri Keuangan dengan OJK.
Bank Indonesia yang merupakan lembaga Independen terhitung sejak tahun 1999, mengatur kebijakan moneter secara indepedensi dimana Bank Indonesia mempunyai otoritas penuh dalam menjalankan tujuannya.
Adapun tujuan tunggal dari Bank Indonesia adalah mencapai dan menjaga kestabilan nilai mata uang Rupiah. Hal ini tercermin pada 2 aspek, yakni:
kestabilan mata uang Rupiah terhadap harga barang dan jasa yang tercermin pada laju inflasi.
kestabilan mata uang Rupiah terhadap mata uang lain yang tercermin pada nilai tukar Rupiah. Yang umumnya dibandingan dengan mata uang Amerika yakni Dollar Amerika (US$D)
demi tercapainya tujuan tersebut, Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) sebagai inflasi sebagai sasaran utama yang tercermin dari kestabilan Nilai Mata Uang Rupiah.
Dalam melaksanakan kebijakan moneter BI menganut kerangka kebijakan yang dinamaka Inflation Targeting Framework (ITF). Dimana dalam pelaksanaannya BI mengumumkan sasaran inflasi dalam awal periode. Upaya perlindungan dilakukan dengan informasi-informasi yang menggambarkan kondisi dimasa mendatang, jika kondisi perekonomian melampaui sasaran inflasi maka BI melakukan pengetatan moneter.Ada empat prinsip pokok rezim moneter dengan ITF
memiliki sasaran utama
bersifat antisipatif
berdasarkan analisis, perkiraan, dan kaidah kebijakan tertentu
sesuai dengan prinsip-prinsip dan tata kelolah yang sehat.
Ada beberapa alasan mengapa ITF dijadikan kerangka kebijakan moneter, Bank Indonesia memerlukan Jangkar Nominal. Jangkar nominal adalah variabel nominal yang ditargetkan secara ekplisit oleh bank sentral sebagai dasar atau patokan dari pembentukan harga lainnya. Dengan adanya jangka nominal ini diharapkan adanya pedoman bagi masyarakat dalam berekspektasikan inflasi.
Penggunaan ITF sebagai kerangka kebijakan tidak hanya berdasarkan alasan-alasan yang tepat dan sesuai dengan kondisi negara indonesia, melainkan juga pengalaman dari beberapa negara yang sukses mengendalikan inflasi dinegaranya dengan melaksanakan ITF ini.
Adapun beberapa negara yang sudah mengaplikasikan ITF sebagai dasar kerangka kebijakan moneternya sebagai berikut: New Zealand (1989), Mexico (1999), Istrael (1991), Chile (1991), Canada (1991), Australia (1993).
adapun instrumen kebijakan moneter diantaranya:
kebijakan pasar terbuka
Rasio Cadangan Wajib
Politik Diskonto
Dalam pelaksanaannya kebijakan moneter digolongkan menjadi dua yakni:
Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)
Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan. daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. kebijakan yang bertujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)
Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)
Adalah kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar, dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Inflasi merupakan sasaran penting dan utama bagi Bank Indonesia mengingat Inflasi sangat berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat indonesia hingga kestabilan politik sosial. Hal ini dibuktikan secara jelas pada tahun 1998 saat krisis ekonomi Indonesia memuncak ditandai oleh inflasi yang amat tinggi dimana nilai tukar rupiah menembus angka berkisar 18000 rupiah yang pada akhirnya meningkatkan tingkat kemiskinan, menurunkan daya beli, memicu kesenjangan sosial dan ketegangan politik yang ditunjukan dari lengsernya pemerintahan Suharto dari masa jabatannya selama 32 tahun.
BI RATE
Adalah tingkat suku bunga acuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang diumumkan melalui Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur Bulanan yang diimplementasikan dalam rangka pelaksanaan kebijakan moneter melalui Instrumen di Pasar Modal.
Belajar dari pengalaman, sebelum tahun 2005 kebijakan moneter tidak terlalu mempengaruhi, namun setelah tahun 2005 dan BI Rate diterapkan pengendalian dilakukan pada tingkat suku bunga deposito dan suku bunga semua bank.
Bagaimana BI Rate dapat mengendalikan inflasi?Hal ini dilakukan saat Inflasi mengindikator naik, maka tingkat BI Rate akan ditingkatkan dengan begitu masyarakat akan memilih untuk menyimpan uangnya dalam bank dan enggan untuk meminjam uang karena tingkat bunga yang tinggi.
KEBIJAKAN PASAR TERBUKA
Merupakan salah satu kebijakan moneter yang mencakup Pasar Modal. Dilaksanakan tiap hari rabu, instrumen ini mencakup pembelian dan penjualan sertifikat Bank Indonesia.INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK)
Indikator yang sering digunakan dalam mengukur perekonomian adalah indeks harga konsumen (IHK) yang menggambarkan perubahan harga dari waktu kewaktu yang di data oleh Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). BPS mendata seluruh harga komoditi secara bulanan dibeberapa kota, beberapa pasar tradisional dan pasar modern di Indonesia.
APA PENTINGNYA STABILITAS HARGA?
Pemerintah indonesia dan Bank Indonesia khususnya, sangat concern dengan stabilitas nilai mata uang rupiah yang tercermin dari stabilitas harga dimana jika terjadi inflasi tinggi menyebabkan pendapatan riil yang menurun ini tercermin karena tingkat harga barang yang naik, sementara pendapatan yang tetap, maka daya beli seseorang akan menurun akibat harga yang naik sementara jumlah uang yang dimiliki tetap.
RESUME SEMINAR BANK INDONESIA
75247598425
DISUSUN OLEH
Agustina Hindiart C
(201250064)


Download RESUME BANK INDONESIA SEMINAR.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca RESUME BANK INDONESIA SEMINAR. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon