December 17, 2016

Pemilu 2014 dalam Perspektif Adab dan Peradaban


Judul: Pemilu 2014 dalam Perspektif Adab dan Peradaban
Penulis: Valentines Risma


Pendahuluan
Latar Belakang
Pesta demokrasi kembali digelar di Indonesia. Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 ini terdiri atas Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres).Penyelenggaraan Pemilu selalu identik dengan kampanye politik. Baik pada masa menjelang Pileg maupun Pilpres, animo masyarakat dalam berkampanye dan mendukung calon andalannya terlihat tinggi. Beribu-ribu orang turun ke jalan untuk mempromosikan calon wakil rakyat andalannya, dengan harapan banyak suara tersalurkan kepada calon itu ketika pemilu berlangsung.
Kampanye yang marak sekali menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah banyak yang peduli pada kehidupan politik bangsa ini. Hal ini mengartikan pula bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan di bidan politik. Ironisnya, ketika bangsa Indonesia mengalami kemajuan di bidang politik, peradabannya malah mengalami kemunduran. Tak sedikit pula yang menjadi kehilangan adabnya dan akhirnya menjadi biadab hanya karena turut dalam membela calon adalannya pada event kampanye politik, salah satunya melalui kampanye negatif (negative campaign) yang berupa kampanye hitam (black campaign).
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Ilmu Sosial Budaya Dasar
sebagai syarat dan bahan untuk mengikuti Ujian Akhir Semester.
Permasalahan
Apa yang dimaksud dengan Pemilu?
Apa yang dimaksud dengan kampanye politik?
Apa yang dimaksud dengan adab dan peradaban?
Apa yang dimaksud dengan kampanye negative dan kampanye hitam?
Bagaimanakah keberlangsungan negative campaign dan black campaign di masa kampanye Pemilu 2014?
Bagaimanakah hubungan antara negative campaign dan black campaign dengan adab dan peradaban?
Pembahasan
3.1 Apa yang dimaksud dengan Pemilu?
Pemilu dalam Negara demokrasi merupakan suatu proses penggantian kekuasaan secara damai yang dilakukan secara berkala dengan aturan-aturan tertentu. Pemilu menggunakan prinsip kedaulatan rakyat (demokrasi) yang ditandai dengan setiap warga Negara yang sudah cukup umur (17 tahun dan memiliki KTP) berhak ikut aktif dalam setip proses pengambilan keputusan kenegaraan. 1)
Pemilu sendiri didefinisikan sebagai proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka ragam mulai dari tingkat pemerintahan terbawah sampai yang teratas.Pada mulanya, Pemilu diadakan untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten. Setelah amandemen UUD 1945 yang keempat pada tahun 2002, rakyat juga berhak memilih presiden dan wakilnya secara langsung, bukan hanya MPR yan gmemilih. Peraturan ini direalisasikan pada Pemilu tahun 2004.Pemilu menganut asas 'Luber Jurdil' yang merupakan akronim dari 'Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil'. Asas-asas tersebut memiliki artinya masing-masing.Langsung, berarti pemilih harus memberikan suaranya secara langsung. Pemilih tidak boleh diwakilkan ketika memberikan suaranya. Bahkan pemilih yang tidak mampu secara fisik (cacat tubuh atau memiliki kebutuhan khusus) pun tidak boleh diwakilkan. Pemilih berkebutuhan khusus biasanya didampingi oleh pendamping dari setiap TPS yang telah diberi komitmen untuk tidak membocorkan pilihan pemilih tersebut. Pemilih berkebutuhan khusus juga diberikan template surat suara khusus. 2)
Umum, berarti pemilihan umum dapat diikuti oleh seluruh warga Negara yang telah memiliki hak untuk menggunakan suaranya. Dalam konteks ini, warga Negara yang telah berusia 17 tahun dan memiliki KTP.Bebas, berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya kepada pilihannya secara bebas, tanpa paksaan dari pihak mana pun dan Rahasia memiliki arti bahwa suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia dimana hanya pemilih itu sendiri yang mengetahui pilihannya.
Jujur, berarti pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk memastikan bahwa setiap warga Negara yang memiliki hak pilih dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih.
Adil, berarti setiap peserta pemilu maupun pemilih mendapat perlakuan yang sama tanpa ada pengistimewaan atau diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. 3)
3.2 Apa yang dimaksud dengan kampanye politik?
Kampanye politik adalah sebuah upaya yang dilakukan peserta-peserta pemilu untuk menarik perhatian masyarakat agar memberikan suaranya kepada peserta tersebut. Melalui kampanye politik, para pemilih dipengaruhi secara terorganisir. Idealnya, kampanye politik menyampaikan pesan dari calon atau kandidat berupa penonjolan ide bahwa mereka ingin berbagi dengan pemilih. 4)
Kampanye politik dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan slogan-slogan, contohnya seperti "Salam dua jari", "Kerja Nyata Indonesia Raya" dan lain-lain. Bisa juga melalui pembicaraan-pembicaraan antar calon pemilih. Cara lainnya adalah dengan barang cetakan yang sudah marak kita jumpai di kehidupan sehari-hari, seperti kalender, gelas, pulpen dan barang-barang lain dengan logo partai atau wajah peserta pemilu tercetak di atasnya.Kampanye juga dapat berupa penyiaran barang rekaman berbentuk audio dan/atau visual. Dalam kampanye yang seperti ini, partai politik menggunakan media massa sebagai sarana berkampanye.
Para elite politik sadar, bahwa eksistensi media massa sangatlah penting dalam proses kampanye politik. Banyak partai politik yang berkampanye melalui surat kabar, majalah sampai televisi. Ada yang mendirikan media sendiri, ada yang menumpang dengan media yang sudah ada.Contohnya ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendirikan Tabloid Amanah sebagai perangkat partai. Tabloid Amanah ini mengupas habis tentang ideology, program dan kegiatan partai yang didirikan oleh Amien Rais ini.Partai lama seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun punya tabloid sendiri. Tabloid yang dinamai Tabloid Kabah ini menjadi corong partai yang memiliki lambing Kabah tersebut.Partai baru seperti Partai Demokrat pun begitu. Partai ini membuat satu majalah berjudul Kandidat. Majalah yang dikelola oleh para pakar media ini didesain secara eksklusif. Aawalnya, tidak ada yan gmenyangka jika majalah ini milik partai politik. Namun karena kecenderungan kontennya yang sering mengulas tentang Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono, akhirnya banyak publik yang tahu bahwa majalah ini adalah milik Partai Demokrat.Tidak hanya media cetak, media televisi pun menjadi senjata kampanye partai-partai politik. Contohnya ada Surya Paloh dari partai Nasional Demokrasi (Nasdem) yang secara profesional membangun MetroTV, tetapi pada perjalanannya, stasiun televisi tersebut digunakan untuk kepentingan politik. Seperti yang kita ketahui, sekarang Partai Nasdem berkoalisi dengan PDIP, PKB, Hanura dan PKPI, mengusung Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres). Ada pula stasiun televisi TVOne (dulu Lativi) dan ANTV yang awalnya independen kemudian dibeli oleh pengusaha sekaligus politikus, Aburizal Bakrie. Beliau adalah Ketua Umum Partai Golkar. Kita pun mengetahui bahwa Parta Golkar berkoalisi dengan Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP dan PBB, mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menjadi Capres dan Cawapresnya. Otomatis, kedua stasiun televisi ini menjadi pendukung pemiliknya.Selain itu, ada pula stasiun televisi yang benar-benar independen namun kemudian berbelok kearah politik, seiring dengan bergabungnya sang pemilik dengan salah satu partai baru, yaitu MNC Groups yang mencakup Global TV dan RCTI yang dipimpin oleh Hari Tanoesoedibjo. Ia sempat menjadi Ketua Dewan Penasihat Partai Nasdem, kemudian mengundurkan diri karena perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai. Setelah itu, ia bergabung dengan Partai Hanura dan langsung menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Selanjutnya ia menjabat sebagai Ketua Bapilu dan setelah itu menjadi Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura, berpasangan dengan Wiranto. Pemanfaatan MNC Groups sebagai perangkat kampanye sangatlah jelas, terlihat dari ramainya iklan "WIN-HT" dan kuis-kuis berbau politik yang banyak ditayangkan di kedua stasiun televisi tersebut. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Partai Nasdem termasuk ke dalam koalisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 5)
Media online pun turut menjadi sarana berkampanye pada Pemilu 2014 ini. Pasukan-pasukan cyber bergerilya untuk menyebarkan pesan-pesan dan ide-ide politik. Terutama pada social media, mayoritas topik yang dibahas adalah soal Pemilu, tentu saja diiringi dengan kampanye-kampanye politik. Sosial media menjadi salah satu media berkampanye yang sangat berpengaruh karena melalui social media, arus informasi terus mengalir deras dan seringkali menjadi forum debat politik yang membuat para calon pemilih menjadi berpikir dan terpengaruh.
"Sebelum pileg, kami rasakan dunia social media sudah berubah atmosfernya. Dulu sebagai sumber informasi sekarang forum debat online. Tensinya tinggi. Kami perlu menjaga kualitas informasi yang beredar di sosmed," (Noudhy Valdryno, Tim Sosmed Prabowo-Hatta). 6)
3.3 Apa yang dimaksud dengan adab dan peradaban?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adab adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, akhlak. Seorang manusia dapat dikatakan memiliki adab atau beradab ketika ia memiliki tutur kata yang halus, budi pekerti yang baik, tingkah laku yang sopan dan akhlak yang mulia. Sedangkan manusia yang tidak memiliki keempat hal itu dapat dikatakan tidak beradab atau biadab.Peradaban didefinisikan dalam KBBI sebagai kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. Peradaban juga didefinisikan sebagai hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dan kebudayaan suatu bangsa. Konsep dari peradaban digunakan sebagai sinonim untuk budaya (dan sering moral) yang unggul dari kelompok tertentu. Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti perbaikan pemikiran, tata karma, atau rasa.
Menurut Fairchild, 1980:41, peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.Kontjaraningrat (1990:182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yan gmaju dan kompleks.
Sapardi Djoko Damono juga berpendapat bahwa adab berkaitan dengan organisasi sosial, kebudayaan, dan tata cara berkehidupan. Perbedaan corak dan sifat suatu organisasi, kebudayaan dan tata cara hidup adalah beberapa manifestasi dari perbedaan adab.
Sedangkan peradaban, Suwardi Suryaningrat mendefinisikannya sebagai perkembangan budi – daya/ kekuatan akal pikiran manusia sesuai nilai, norma, akhlak dan sopan santun; di anut masyarakat. Keadaban dan Peradaban Indonesia kini mayoritas merupakan pengembangan pengaruh dari luar. Keadaban dan peradaban "original lokal" nasibnya terpinggirkan.
Sapardi Djoko Damono: peradaban Indonesia berkembang setelah "merispon, kontak dan berinteraksi" dengan kebudayaan luar – hindhu, budha, islam, kristen, barat dll.
Bangsa Indonesia tidak dapat dibilang sebagai bangsa yang terbelakang lagi. Meskipun pembangunan dan kemajuan teknologi di Indonesia belum merata, kebanyakan masyarakatnya telah cukup mudah untuk mendapatkan informasi, dalam konteks ini, informasi mengenai Pemilu 2014. Hal ini berpengaruh kepada perbaikan pemikiran bangsa Indonesia mengenai Pemilu yang tentu saja semakin ke arah yang positif dan berkembang. Kemudian, merambat pula ke tata krama dalam melakukan berbagai kegiatan menyangkut pemilu menjadi lebih terjaga. Rasa peduli terhadap bangsa sendiri pun sudah ada, terlihat dari betapa banyaknya masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan politik bangsa ini. Singkatnya, bangsa Indonesia telah mengalami peradaban.3.4 Apa yang dimaksud dengan kampanye negative dan kampanye hitam?
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sudjito, mendefisnisikan kampanye negatif sebagai upaya menaikkan diri dengan cara mengkritik lawan.
Pendapat lain mengenai kampanye negatif diutarakan oleh Herman Matius. Menurut Herman, kampanye negatif adalah lawan dari kampanye positif. Kampanye positif didefinisikan sebagai kampanye tentang hal positif dari calon yang diusung dan pesan yang disampaikan melalui kampanye positif kebenarannya berdasarkan fakta. Sebaliknya, kampanye negatif kampanye setelah kampanye positif. Kampanye ini menilai lawan. Apa fakta-fakta yang ada di lawan yang bisa dibilang sebagai kegagalan atau hal negatif. Itulah yg disebut kampanye negatif. Sedangkan kampanye hitam adalah penyebaran berita tentang lawan yang kebenarannya tidak diketahui. Ini tidak berarti semua yang dibeberkan dalam kampanye gelap adalah 100% salah, bisa juga ada kebenaran yang terselip di dalamnya. 7)
Definisi lain mengenai kampanye negatif dan kampanye hitam juga dikemukakan dalam artikel "Negative Campaign, Black Campaign, dan Bandul Suara Islam" sebagai jenis kampanye yang mengeksploitasi sisi-sisi kelemahan dan sisi-sisi kelam seorang kandidat. Bisa menyangkut dirinya, bisa pula menyangkut keluarga dan pendukungnya. 8)
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD tidak menetapkan larangan kampanye negatif. Pasal 86 hanya menetapkan setidaknya empat kategori larangan. Pertama, melanggar kewibawaan dan eksistensi negara (mempersoalkan Pancasila, keutuhan NKRI). Kedua, melanggar prinsip imparsialitas (mengikutsertakan pegawai negeri, kepala desa, TNI, hakim, BPK, dan penggunaan fasilitas pemerintah).Ketiga, melakukan kampanye hitam (menghasut,menghina). Keempat, melakukan tindakan kriminal (mengganggu ketertiban, kekerasan, merusak, politik uang). Sedangkan Peraturan KPU No. 15/2013, yang merevisi Peraturan KPU No. 1/2013 tentang Pedoman Kampanye Pemilu DPR, DPD, dan DPRD, isinya setali tiga uang. 9)
Bagaimanakah keberlangsungan negative campaign dan black campaign di masa kampanye Pemilu 2014?
"Pemilu 2014 yang sedang kita jalani ini merupakan pemilu yang paling keras. Untuk kali pertama, cuma ada dua kandidat. Pada sisi lain, dua kandidat ini, secara kualitatif relatif memiliki skor yang imbang. Plus dan minusnya sama. Pada sisi lain, sesuai survei, di tahap awal jarak elektabilitas keduanya relatif jauh. Namun secara perlahan elektabilitas Prabowo meningkat. Sedangkan elektabilitas Jokowi fluktuatif. Suatu saat jauh di atas, suatu saat turun. Ini karena angka swing voters yang masih tinggi, sekitar 20-30 persen. Dengan demikian, mereka terus bekerja keras dan bermanuver mencari simpati dan dukungan. Mereka membangun persepsi diri dan meruntuhkan persepsi publik terhadap lawannya." 10)
Seimbangnya potensi kedua kandidat untuk mendapatkan porsi suara inilah yang membuat kampanye negatif dan kampanye hitam terjadi. Kedua kandidat memiliki kelebihannya masing-masing. Prabowo dengan visinya yang kuat dan tegas, juga sosoknya yang dapat memberikan harapan masyarakat Indonesia untuk membangun Indonesia lebih baik lagi. Begitu pula Jokowi dengan sosoknya yang dekat dengan masyarakat, sederhana, gemar blusukan dan rekam jejaknya yang bersih juga penuh prestasi di bidang pemerintahan. Namun di samping kelebihan-kelebihan itu, dua kandidat tersebut masih memiliki kekurangan dan kekurangan inilah yang dijadikan bahan untuk berkampanye negatif bahkan berkampanye hitam.Kampanye negatif mudah sekali kita jumpai pada kegiatan sehari-hari, terutama di dunia maya. Kampanye negatif bahkan kampanye hitam paling banyak ditemui pada media-media sosial dimana semua orang, siapa saja, dapat memposting apa saja. Kampanye ini dapat dilakukan oleh tim kampanye masing-masing kandidat sampai orang awam. Dari kampanye yang dilakukan di media sosial ini, berkembang isu dari mulut ke mulut di dunia nyata.Contoh-contoh kampanye negatif yang terjadi selama masa kampanye Pilpres 2014 ini salah satunya adalah kampanye yang mengulas tentang kelemahan visi dan misi dari kandidat lawan. Contoh lainnya adalah komentar-komentar mengenai jawaban para capres dan cawapres pada event debat yang menimbulkan persepsi negatif bagi swing voters.
Sedangkan untuk kampanye hitam yang memang tidak didasarkan oleh fakta, terlihat pada para pendukung salah satu kandidat yang menyebarkan fitnah, melebih-lebihkan fakta negatif, memberitakan kabar burung dan menyudutkan kandidat lainnya melalui media massa. Hal ini tidak terjadi pada salah satu kandidat, tetapi kedua-duanya.Baik Prabowo mau pun Jokowi mengalami penyudutan di media massa. Prabowo-Hatta mengalami kampanye hitam berupa artikel menyudutkan yang dimuat oleh harian Pikiran Rakyat. Artikel ini dibuat oleh Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai salah satu bentuk kampanye kandidatnya."Tim Pemenangan Prabowo-Hatta wilayah Jawa Barat melaporkan iklan kampanye calon Presiden Jokowi-Jusuf Kalla pada koran ternama Jawa Barat kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat karena dinilai sebagai kampanye hitam untuk menyudutkan Prabowo.
Ia mengungkapkan iklan dalam harian "Pikiran Rakyat" edisi 1 Juli 2014 di halaman 9 itu memperlihatkan Jokowi-JK dalam tulisan "Kenapa Harus Jokowi? berikut dijelaskan dengan gambar karikatur.
Ia menjelaskan iklan itu membanding-bandingkan baik dan buruk kedua pasangan calon Presiden, namun Prabowo cenderung diposisikan lebih buruk.
"Iklan itu menyebutkan calon lain dikeliling orang bermasalah, calon lain masa lalu kelam," kata Ketua DPD Gerindra Jawa Barat itu." 11)
Sedangkan kampanye hitam yang diterima Jokowi adalah berupa penyebaran selebaran kampanye yang berisi hal-hal yang menyudutkan Jokowi-Jusuf Kalla. Penyebar selebaran ini tidak diketahui identitasnya.""Saya tadi ditelepon oleh penjaga kantor yang memberitahukan tentang selebaran kampanye negatif yang diletakkan seseorang tak dikenal di halaman kantor Panwaslu," kata Ketua Panwaslu Jember, Dima Akhyar.
Menurut dia, selebaran tersebut berisi sejumlah pemberitaan negatif dari media massa tentang calon presiden nomor urut dua, sehingga isinya menyudutkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla." 12)
Kampanye negatif dan kampanye hitam juga dapat dilakukan melalui media-media yang dimiliki oleh politikus seperti yang telah dipaparkan pada pembahasan poin nomor dua. Akhir-akhir ini stasiun-stasiun televisi tersebut sering menyuguhkan berita yang menyudutkan pihak yang tidak didukungnya. Kecenderungan mengagung-agungkan kandidat yang menjadi dukungannya.Beberapa pihak setuju bila kampanye negatif itu diperbolehkan dan kampanye hitamlah yang merupakan kampanye yang tidak sehat. Hal ini dilihat dari sifat naluriah manusia yang tidak terima apabila dituduh melakukan hal buruk, juga tidak mau terlihat buruk di hadapan khalayak."Menjelang Pemilu Presiden 2014, serangan-serangan politik terus-menerus menerpa bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi. PDI-P pun merestui para relawannya untuk melakukan serangan balik. Hal tersebut disampaikan politisi PDI-P, Eva Kusuma Sundari, di depan puluhan relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat).
"Tidak apa-apa kita menyerang juga, tidak masalah. Masa kita diserang, terus mau diam saja," kata Eva di Hotel Orio, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2014) siang. 13)
Bagaimanakah hubungan antara negative campaign dan black campaign dengan adab dan peradaban?
Kampanye negatif dan kampanye hitam sedianya adalah kampanye yang kurang melibatkan dan memperhatikan adab di dalamnya. Kampanye-kampanye ini juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak menggunakan peradaban yang telah dialami dengan baik.Terlihat dalam kefanatikan massa dari tiap-tiap pihak yang terlalu mengagung-agungkan kandidat dukungannya sampai terkadang akal sehatnya dikesampingkan. Terlihat pula dari konten-konten yang disebarkan melalui kampanye negatif dan kampanye hitam tersebut yang mayoritas fitnah dan kebenarannya tidak dapat dibuktikan. Maraknya isu SARA dan hal-hal pribadi kandidat yang disebarluaskan juga termasuk tidak beradab karena melanggar hak privasi kandidat tersebut.Masyarakat yang sadar akan dibutuhkannya kampanye sehat seharusnya menentang kampanye negatif dan kampanye hitam. Harus diingat bahwa adab adalah satu hal terpenting dalam mempromosikan kandidat karena kampanye adalah salah satu jalan bagi khalayak untuk mengenal kandidat lebih dekat lagi. Kampanye juga merupakan salah satu cerminan bagi diri kandidat tersebut.Masyarakat pun telah menyatakan aspirasinya untuk mendukung kampanye yang beradab, salah satunya dilakukan oleh warga Solo."Solo, Antara Jateng - Warga Kota Surakarta menggelar aksi damai mendukung kampanye beradab pada Pemilihan Umum 2014 di Bundaran Gladag Jalan Slamet Riyadi daerah setempat, Selasa.Mereka mendesak para calon anggota DPR RI, DPD, DPRD, pemimpin atau tokoh, negarawan untuk melakukan kampanye beradab dan tidak saling menfitnah atau mencaci maki.Bahkan, warga dengan mengenakan kostum gladiator Batik Carnival membawa spanduk bertulisan 'Kampanye Beradab, Tanpa Caci Maki dan Fitnah'.Mulyoto (56) warga Sumber RT 1/13 Banjarsari Solo di sela aksi damai mengatakan bahwa warga mulai merasa prihatin banyaknya berita kampanye Pemilu 2014 ini yang melakukan saling menfitnah dan mencacimaki sesama calon pemimpin."Para calon pemimpin marilah melakukan kampanye beradab tanpa caci maki dan fitnah terhadap calon lain," kata Mulyoto.Menurut dia, sebagai tokoh atau negarawan yang mencalonkan diri menjadi pemimpin seharusnya dengan jiwa besar dan percaya diri maju untuk memimpin negara ini.Namun, kata dia, jika para calon pemimpin saling mencaci maki dan menfitnah dampaknya mambuat rakyat susah dan semakin tertekan ekonominya."Jika para calon saling mencaci maki satu sama lainnya. Rakyat akan menjadi korbannya dan hidupnya semakin susah," katanya." 14)
Penutup
4.1 Kesimpulan
Kampanye negatif dan kampanye hitam adalah kampanye yang kurang melibatkan dan memperhatikan adab, bahkan dapat dikatakan tidak beradab karena kebanyakan konten yang disebarkan adalah tidak benar. Kedua jenis kampanye ini juga melanggar hak privasi kandidat-kandidat.Kedua jenis kampanye ini juga membawa bangsa Indonesia kepada kemunduran peradaban karena kebanyakan orang hanya menjadi percaya terhadap media-media tanpa melakukan riset lebih jauh lagi tentang kandidat yang dihadirkan dalam Pemilu. Isu yang tersebar dari mulut ke mulut juga tidak jelas lagi mana yang benar dan mana yang tidak benar.
4.2 Saran
Kampanye negatif dan kampanye hitam harusnya tidak perlu ada apabila masyarakat sadar, untuk melihat kelebihan dan kekurangan cukup dari visi misi yang diberikan oleh masing-masing kandidat karena itu sajalah yang dapat dipastikan kebenarannya dan keasliannya terjamin dari masing-masing kandidat. Visi dan misi tersebut dapat dilihat pada website resmi KPU.Masyarakat juga semestinya dapat menyaring informasi yang diterima, tidak asal telan dan tidak diteliti lagi. Ada baiknya masyarakat tidak menelan mentah-mentah konten-konten yang termasuk ke dalam kampanye yang diberitakan oleh media-media pendukung salah satu kandidat. Masyarakat juga perlu mencari informasi kepada media-media yang netral dimana pemiliknya tidak berada di dalam koalisi salah satu kandidat atau terjun ke dalam dunia politik.Daftar Pustaka dan Referensi
Daftar Pustaka
Tabroni, Roni. 2012. Komunikasi Politik pada Era Multimedia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Refrensi
http://sensorku.blogspot.com/2013/10/makalah-tentang-pemilu.html(http://jogjakartanews.com/baca/21/05/2014/tempelate-pilpres-untuk-yang-berkebutuhan-khusus-akan-disediakan)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum_di_indonesiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Kampanye_politikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Hary_Tanoesoedibjo "Inilah Beda "Panasbung" Prabowo-Hatta vs JKW-JK" 7) http://www.solopos.com/2014/06/21/prabowo-vs-jokowi-inilah-beda-panasbung-prabowo-hatta-vs-jkw-jk-514582)
"Jenis-Jenis Kampanye Politik" oleh Herman Matius http://politik.kompasiana.com/2014/06/01/jenis-jenis-kampanye-655934.htmlhttp://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/14/05/29/n6c7pl-negative-campaign-black-campaign-dan-bandul-suara-islamhttp://pemilu.tempo.co/read/analisa/16/Kontroversi-Kampanye-Negatifhttp://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/14/05/29/n6c7pl-negative-campaign-black-campaign-dan-bandul-suara-islamhttp://www.antaranews.com/pemilu/berita/442076/kubu-prabowo-laporkan-dugaan-kampanye-hitam-ke-bawasluhttp://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/06/28/n7uam4-panwaslu-terima-selebaran-kampanye-negatif-jokowihttp://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1359305/Pesan.untuk.Relawan.Jokowi.Negative.Campaign.Boleh.Jangan.Black.Campaign.
(http://jateng.antaranews.com/detail/index.php?id=95208/Warga-Solo-Dukung-Kampanye-Beradab)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat kasih dan penyertaan-Nya, makalah "Pemilu 2014 dalam Perspektif Adab dan Peradaban" dapat terselesaikan tepat waktu
Makalah ini saya buat dengan tujuan untuk membahas fenomena-fenomena yang terjadi selama Pemilu 2014 dan sangkut pautnya dengan adab dan peradaban. Makalah ini juga saya buat guna memenuhi tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Joko Wasisto S.Kar, M.Hum selaku dosen pengampu Ilmu Sosial Budaya Dasar dan teman-teman saya yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk memahami hubungan Pemilu 2014 dengan adab dan peradaban.Semarang, 15 Juli 2014
Penyusun
Valentines Risma
24010113120008
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………. iDAFTAR ISI………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………… 1
1.2 Tujuan……………………………………………………………………. 1
BAB II PERMASALAHAN………………………………………………………..... 2
BAB III PEMBAHASAN……………………………………………………………. 2
BAB IV PENUTUP………………………………………………………………… 15
4.1 Kesimpulan……………………………………………………………... 15
4.2 Saran……………………………………………………………………. 15
BAB V DAFTAR PUSTAKA DAN REFRENSI………………………………….. 16
5.1 Daftar Pustaka ………………………………………………………….. 16
5.2 Refrensi ………………………………………………………………… 16


Download Pemilu 2014 dalam Perspektif Adab dan Peradaban.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Pemilu 2014 dalam Perspektif Adab dan Peradaban. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon