December 16, 2016

Pemikiran Politik Barat


Judul: Pemikiran Politik Barat
Penulis: Dirga Dzuliardi


Tokoh/karya Manusia/Masyarakat Negara Kekuasaan Penguasa Agama
Plato (427SM – 347SM)
Karya: Dialogue, Republic, Politea,Statesman, Apologia. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Manusia juga memiliki bakat dan keahlian yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan keahlian dan bakat alami, hal ini membuat manusia akan memiliki rasa saling ketergantungan dengan manusia lainnya. Karena manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya dengan sendirian, maka dari itu manusia akan membutuhkan manusia lainnya. Plato memberikan gagasan mengenai negara idealnya, yaitu negara yang memiliki penuh kebajikan di dalamnya. Plato juga menggagaskan mengenai hak kepemilikan bersama, kolektivisme atau komunisme(anti individualisme). Anak,uang dan wanita adalah milik negara, milik bersama. Negara demokrasi adalah negara yang paling buruk.
Keuasaan bertujuan untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Mendidik dan melatih masyarakat demi kepentingan negara. Selain itu, kekuasaan harus bersifat lebih otriter, untuk memelihara stabilitas dalam negara. Bukan bersifat demokrasi. Hal ini dikarenakan latar belakang hancurnya Athena menurut Plato adalah karena sistem Demokrasi yang dianut Athena.
Yang berhak menjadi penguasa adalah orang yang mengerti apa itu kebajikan dengan baik dan mngerti sepenuhnya apa prinsip mengenai kebajikan. Plato menyebutnya sebagai The Philosopher King.
Ia menganalogikan seorang penguasa layaknya seorang dokter. Seorang penguasa harus memahami gejala penyakit yang ada di masyarakat dan mengobatinya. Oleh karena itu, pngetahuan adalah hal yang harus dimiliki oleh para calon penguasa. Ide adalah manifestasi tuhan dari pancarannya. Maka para dewa yang dilingkupi mitos dan berseberangan dengan akal memiliki kedudukan lebih rendah dibandingkan ide. agama merupakan studi pra ilmiah yang berguna hanya untuk jangka waktu yang sangat terbatas. Walaupun hanya mimpi namun karena bermanfaat, maka ia harus tetap digunakan.
Aristoteles (Lahir 384 SM)
Karya:
Politics, The Athenian Constitution
Menurut Aristoteles, Manusia adalah makhluk Zoon Politicon, makhluk yang berpolitik. Selain itu manusia juga makhluk yang saling membutuhkan. Kebutuhan manusia tidak akan terpenuhi dengan sempurna jika manusia tidak saling membutuhkan. Oleh karena itu dalam masyarakat selalu terjadi hubungan saling ketergantugan antara individu dalam masyarakat. Masyarakt diperbolehkan memiliki kekayaan dan hak milik individu. Ini dikarenakan dengan adanya rasa ingin menjaga kekayaan individu, individu akan membantu negara dalam mengembangkan pertahanan dan keamanan negara. Negara adalah lembaga politik yang paling berdaulat, namun memiliki batasan kekuasaan. Negara memiliki kekuasaan tertinggi karena memiliki tujuan yang paling tinggi dan mulia. Negara yang baik adalah negara yang mampu mencapai tujuan negaranya, sedangkan negara yang buruk adalah negara yang gagal mencapai tujuannya. Negara ideal adalah negara Aristokrasi, sedangkan negara yang buruk adalah negara Demokrasi. Dari segi ukuran, negara ideal adalah negara Polis atau City State.
Kekuasaan merupakan Absolut dan mutlak, jika kekuasaan tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang tinggi dan mulia dari sebuah negara. Demi mensejahterakan rakyatya dan manusia dapa mencaai kebahagiannya. Penguasa haruslah orang yang dapat memanusiakan manusia dan bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Penguasa merupakan orang-orang yang berhasil mencapai tujuan negaranya. Tuhan yang memulai semua gerakan di dunia alam ini. Karenanya tuhan pasti berada di puncak paling atas dari tangga alam. Sehingga ia sering menyebut tuhan dengan istilah "pengerak pertama".
St. Augustine
( lahir di Tagaste, (Tunisia) 354M).
Karya:
City of God, dan The Confessions
Manusia pada awalnya baik, namun karena rasa egois dan kerakusan yang dimiliki sifat manusia muncullah kejahatan di muka bumi.Demi memenuhi hasrat nafsunya manusia akan melakukan papaun, meski melakukan kejahatan. Jiwa Manusia selalu haus akan keadilan, kebenaran, dan segala bentuk kebajikan mora yang luhur. Ada dua bentuk negara menurutnya yakni
Negara Tuhan
City of God / Civitate Dei
dan Negara Iblis / Negara Duniawi
City of Man / Civitate Terrena atau Civitate Diaboli. Dan negara ideal adalah ngara Tuhan, karena negara tuhan berdasarkan cinta kasih tuhan, maka moral masyarakat akan terwujud degan baik tapa perlu ada paksaan. Sedangkan negara paling buruk adalah negara iblis, karena negara ini lebih mementingkan kepentingan pribadi dan bersifat duniawi. Maka akan teradi penyimpangan yang banyak dalam negara tsb.
Tidak adanya lembaga yang bertugas untuk memaksa dan menghukum masayarakat yang melanggar aturan-aturan negara maupun tuhan. Kekuasaan bersifat universal dan tidak ada batasan teritori, selain itu juga bersifat selamanya. Kekuasaan negara meiliki basis legitimasi moral dan religius selama tidak menyalahi aturan-aturann tuhan.Kekuasaan negara baik atau buruknya harus tetap ditaati karena kekuasaan negara berasal dari tuhan. Penguasa memang sudah ditakdirkan untuk menjadi penguasa oleh tuhan, oleh karena itu baik atau dzalim suaut penguasa, rakyat harus taat dan mematuhinya. Seperti hubungan antara budak dan tuannya.
Agama dan Negara adalah satu entitas yang tak dapat dipisahkan. Karena Tuhan merupakan sumber kekuasaan negara.
St. Thomas Aquinas
(1226 M-1274 M).
Karya:
The Sum Of Theology, On Kingship, De Regimine Principum, dan Summa Contra Gentile. Ia membagi mengklasifikasikan manusia dalam tiga kategori yaitu: (1)man the substance,manusia yang memiliki watak ingin memiliki segala sesuatu yang membuatnya bahagia, (2)man-the animal,memiliki kecenderungan hewani-kejam,bengis,tamak, dan rakus. Suka membunuh dan mengkhianati sesamanya (3) man-the moral agent,memiliki watak cinta kebenaran, kebaikan, dan saling mencintai sesama manusia.
Manusia merupakan makhluk sosial yang saling bergantung dengan manusia lainnya, slain itu manusia juga makhluk yang rasional, dan berinteligen. Negara merupakan suatu sistem tujuan yg memiliki tatanan hirarki, dimana ada atas yang memerintah dan mengatur yang ada dibawah. Negara merupakan komunitas yang bertujuan untuk memnuhi kebutuhan kodrati manusia.
Negara juga diperlukan untuk mengontrol kecendurungan negatif man-the substance dan man-the animal serta mengembangkan dan memperkuat posisi man-the moral agent.
Negara terbaik adalah negara Monarki, dan yang terburukk adalah Tirani. Kekuasaan seorang penguasa diberikan kepada golongan manusia terbaik , dan itu merupakan anugerah Tuhan. Semua kekuasaan apapun semua berasal dari Tuhan penguasa smesta alam.Kekuasaan politik bersifat skral, oleh karena itu harus dilakukan sesuai dengan kehendak tuhan. Penguasa memang sudah terlahir memiliki bakat untuk menjadi pemimpin atau berkuasa. Namun ada juga manusia yang secara alamiah memiliki kemampuan untuk menjalankan kewajiban dan menjalankan tugasnya meskipun tidak memiliki bakat kepemimpinan. Alam telah menentukan kelas superior dan inferior. Dan kelas superior inilah yang dikatakan sebagai nature rullers. Kekuasaan yang mereka miliki given by nature.
Tugas penguasa adalah mengusahakan kesejahteraan dan kebajiakn bersama. Jika penguasa melakukan penyimpangan maka berarti ia melakukan pengingkaran terhadap anugerah Tuhan. Dan jika itu terjadi rakyat berhak untuk menentangnya. Agama merupakan dasar kerangka pemikiran Aquinas dalam menggagaskan pemikiran politiknya. Agama merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dengan negara. Ini dikarenakan Kekuasaan Politik negara merupakan Anugerah Tuhan.
Marthin Luther
(lahir tahun 1483 M di Jerman)
Karya:
On Christian Liberty, Manusia dapat menentukan sendiri hidupnya di dunia, namun apabila manusia ingin selamat, ia harus melakukan perbuatan-perbuatan baik yang dianjurkan oleh tuhan.
Manusia memiliki kebebasan individu untuk beribadah & berhubungan dengan Tuhan tanpa melalui perangkat tertentu, seperti upacara ritual oleh pemuka agama. Manusia juga diperbolehkan untuk memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya dengan bekerja keras, karena ini merupakan bentuk pengabdian kepada tuhan.

Negara merupakan sebuah lembaga politik yang suci. Namun, otoritas negara dan agama harus dipisahkan. Pemuka agama tidak diperbolehkan mencampuri urusan negara. Luther secara sadar atau tidak, telah merubah konsep Imperium di Eropa menjadi konsep negara-negara bangsa. Kekuasaan berasal dari Tuhan dan para penguasa. Hak atau kekuasaan Raja adalah hal yang Sakral(Suci). Otoritas Agama dan Negara harus dipisahkan. Para penguasa atau bangsawan sekuler juga mempunyai hak-hak memerintah yang wajib ditaati warga negara Wajib ditaati karena kekuasaan mereka berasal dari Tuhan Seandainya mereka melakukan penyelewengan kekuasaan maka mereka bertanggung jawab degan Tuhan. Agama tidak berhak untuk mencampuri urusan Negara. Jika ada penyelwengan kekuasaan yang dilakukan penguasa, itu adalah urusan pribadi penguasa tsb. Untuk mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan.
John Calvin
(Lahir tahun 1509M, di Noyon,Picardy,Perancis, meningga tahu 1564M)
Karya:
-
Nasib manusia telah ditentukan oleh Tuhan. Siapapun tidak bisa mengubahnya.Manusia selamat ataupun celaka di dunia maupun di akhirat sudah ditentukan jug oleh Tuhan.Manusia tidak lebih dari wayang, dan dalangnya adalah Tuhan.
Manusia berdosa secara alamiah. Namun manusia bisa selamat jika mendapat rahma dari Tuhan dan melakukan kebajikan di duia. Manusia dituntu untuk melawan hawa nafsu.
Memisahkan otoritas Negara dan Agama namun membentuk dan menjalankan Negara dengan perintah dan aturan Tuhan yang diajarkan lewat agama. Kekuasaan merupakan Anugerah Tuhan. Para Penguasa memiliki hak untuk ditaati oleh para rakyatnya. Jika penguasa menyeleweng, maka ia bertanggung jawab sepenuhnya kepada Tuhan. Dan akan mendapat dosa yang besar karena telah menyia-nyiakan rahmat tuhan. Agama merupakan alasan dibentuknya Negara, karena Tuhan telah memberikan kekuasaan kepada manusia. Namun dalam pelaksanaan pemerintahan, otoritas gereja harus dipisahkan dengan negara.
Machiavelli
(Lahir 1467, dibesarkan dikota Florencia, Italia). Orang harus menerima apa adanya "bahwa manusia jahat dan bahwa mereka akan selalu condong pada kejahatan yang ada dalam pikirannya, jika kesempatan ada". Manusia tidak tahu terima kasih, pembohong lihai, sangat ingin menghindari bahaya dan iri hati dengan orang lain.
Manusia memiliki 2 sifat yang bertentangan yaitu sifat positif (baik Tulus, penyayang, , pemurah) dan sifat binatang/negative (kikir jahat, ,bengis dan kejam).
Negara merupakan simbolisasi tertinggi kekuasaan politik yang sifatnya mutlak dan mencakup semua. Kekuasaan harus dipisahkan dari yang namanya agama kecuali sejauh agama itu memiliki nilai utilitarianisme.Politik adalah efektif dan efisien, agama adalah yang diharapkan.
Ia menyangkal bahwa kekuasaan adalah alat atau instrumen untuk mempertahankan moralitas, etika atau agama. Negara adalah simbol kekuasaan politik yang paling tinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak.
Kekuasaan sebagai tujuan kekuasaan itu sendiri.
-Segala kebajikan, agama, moralitas justru harus dijadikan alat untuk memperoleh dan memperbesar kekuasaan itu sendiri. Penguasa harus selalu berusaha agar selalu membuat rakyat tergantung padanya dan mampu menggunakan kekuasaan secara efektif untuk kepentingan publik/masyarakat
Penguasa Ideal adalah penguasa yang mampu dan memiliki watak manusia dan watak kebinatangan pada saat yang bersamaan.
Politik dan Moral adalah dua bidang yang tidak bisa dipisahkan.
Politik Machiavelli adalah tanpa etika.
Keberadaan angkatan perang
yang kuat sebagai suatu keharusan yang dimiliki negara Machiavelli melihat agama dari sudut pragmatisme dan kepentingan politik praktis. Agama mempunyai kepentingan makna bila berguna bagi kepentingan politik.
Agama kemudian hanya mendorong manusia mencapai kepuasan rohani secara pribadi yang justru berkibat buruk terhadap negara. Machiavelli berpendapat bahwa wibawa penguasa negara tanpa agama tidak cukup menjamin persatuan dan kesatuan di negara tersebut.
Thomas Hobbes

(Lahir pada 05 Apil 1558 di Malmesbury, sebuah kota kecil di London)
Manusia secara alamiah tergerak menuju objek yang baik dan menjauhi objek yang buruk
Manusia adalah setumpuk material yang bekerja dan bergerak menurut hukum-hukum ilmu alam.
Manusia memiliki akal sehingga mampu melakukan refleksi, berkalkulasi dan diperintah sejumlah argumen.
Kehidupan manusia hanyalah suatu usaha terus menerus untuk memuaskan hawa nafsu, mencari kebahagiaan dan menghindari apa yang tidak disukainya. Manusia membutuhkan kekuasaan bersama guna membimbing manusia untuk berdamai.
Akal mengajarkan manusia dapat hidup berdamai dibawah kekuasaan negara dan hukum.
"Homo Homini Lupus".
Dimana kecenderungan manusia mempertahankan diri, manusia bersikap memusuhi dan mencurigai setiap manusia lain.
Keadaan ini mendorong terjadinya "Bellum Omnium Contra Omnes", perang semua melawan semua.
Terbentuknya sebuah negara atau kedaulatan pada hakikatnya sebuah kontrak atau perjanjian sosial (Covenant).
Negara versi Hobbes adalah "Leviathan". -Sejenis Monster yang ganas, menakutkan dan bengis.
Semestinya negara menimbulkan rasa takut kepada siapapun yang melanggar hukum negara.
Negara berkuasa secara mutlak dan berhak menentukan nasib rakyatnya demi menjaga ketertiban dan perdamaian.
Negara berhak menuntut ketaatan mutlak warga negara kepada hukum-hukum yang ada.
Negara tidak memiliki kewajiban apapun terhadap rakyatnya.
Negara Ideal adalah Monarkhi Absolut. Hobbes mengakui adanya kekuasaan negara yang tidak terbatas. Namun tetap ada wilayah privat yang bebas intervensi negara. Wilayah privat yang dimaksudkan adalah hak untuk melindungi diri.
Kekuasaan tidak terbagi-bagi atau harus bersifat mutlak.
Dalam keadaan alamiah kekuasaan belum terbentuk. Penguasa diberi hak melakukan apa saja guna kebaikan negara.
Memiliki satu orang penguasa untuk memimpin negra absolut. Menghancurkan pemikiran teokratis yang melihat bahwa kekuasaan bukan lagi bersumber pada Tuhan, tetapi bersumber dari masyarakat.
John Locke

(Lahir pada tanggal 29 Agustus 1632 di Wrington, sebuah desa di Smerset Utara, Inggris Barat).
Manusia dilahirkan sederajat/sama.
Manusia bagaikan kertas tabularasa (bersih tanpa coretan apapun)
Pada diri manusia memiliki tiga hak :
Hak milik (property)
Hak hidup (life)
Hak kemerdekaan (liberty)
Tuhan menciptakan manusia niscaya sama, memiliki kebebasan, punya hak atas bumi ini yang sama. Pada masa ini, manusia hidup dalam kebebasan, kedamaian, kebajikan, saling melindungi dan penuh kesetaraan.
Akal akan selalu membuat manusia bertindak rasional dan akal dianggap sebagai "Suara Tuhan".
Pembentukan negara sebagai usaha bersama individu untuk saling menjaga keberlangsungan hidup, kebebasan dan harta kekayaan
Negara dibentuk atas kepecayaan rakyat.
Negara dibentuk untuk menjaga hak-hak individu tersebut guna keberlangsungan hidup antara satu sama lain dan untuk dapat memproteksi diri dan kekayaannya secara material.
Tugas negara hanya mengatur, menjaga dan mengatur sistem moneter.
Untuk mencegah timbulnya negara absolut Locke menilai perlunya Konstitusi.
Pemerintahan sipil tidak bisa memberikan hak-hak kekuasaannya kepada gereja dan sebaliknya.
Kekuasaan tertinggi yang dimiliki negara adalah Rakyat.
kekuasaan itu bersifat sekuler, menjunjung tinggi kehidupan duniawi tidak ada kaitannya dengan ketuhanan dan gereja.
Locke melakukan pemisahan kekuasaan:
1. Legislatif
2. Eksekutif
3. Federatif.
-
Penguasa haruslah orang yang dapat mensejahterakan rakyatnya dan memegang teguh suara rakyat.
agama adalah masalah pribadi yang tidak ada otoritas mana pun berhak menggugat kebenarannya.
gereja tidak boleh menggunakan kekerasan untuk memaksa orang patuh.harus ada toleransi dalam beragama.
Agama harus disebarkan dengan pedang.
kekuasaan gereja sepenuhnya bersifat gerejawi.
Montesquieu

(Lahir 1689 di kota Bordeaux,Perancis)
Terbentuknya perbedaan tingkah laku dan perilaku sosial individu disebabkan faktor iklim dan letak geografis.
Manusia tidak sepenuhnya dikuasai oleh alam.
Manusia sebagai makhluk yang bebas bisa membantu menentukan takdirnya sendiri dan mencapai tujuan yang sebenarnya.
Republik adalah bentuk negara terbaik. Negara Republik diperintah oleh rakyat banyak. Rakyat yang memegang kedaulatan dan memberikan mandat dan legitimasi kepada orang-orang yang dipercaya memerintah negara. Memberlakukan pembagian kekuasaan agar tidak adanya pemusatan kekuasaan dan terbentuknya kekuasaan mutlak.
Gagasannya mengenai Trias Politica yang memisahkan kekuasaan negara kedalam tiga bentuk kekuasaan (eksekutif, legislatif dan yudikatif).
Penguasa adalah orang yang dipercaya untuk memerintah negara Republik yang kedaulatan dan legitimasinya berasal dari rakyat. Agama mampu mempengaruhi cara dan bentuk pemerintahan, tetapi bisa juga sebaliknya pemerintahan bisa mempengaruhi doktrin dan bentuk agama.
Agama hanya diperkenankan sejauh ia memperkokoh struktur nilai-nilai kekuasaan negara.
J.Jacques Rousseau

(Lahir pada tanggal 28 Juni 1712 di Geneva, Swiss). Manusia itu dilahirkan bebas, tetapi dimana-mana manusia itu terbelenggu, artinya orang menganggap dirinya sebagai tuan bagi orang lain dan tetap saja ia hanyalah budak dari orang lain. Manusia sebagai individu yang memiliki kebenaran mutlak. Tugas manusia adalah menemukan dasar negara yang sejati, memecahkan kewajiban politik, dan menentukaan hubungan yang sebenarnya antara masyarakat sipil dengan individu.
Manusia yang rasional adalah manusia yang tidak alami dan tidak menjadi manusia seutuhnya. Manusia didorong oleh kecintaannya pada diri sendiri yang membuatnya selalu berusaha menjaga keselamatan dirinya. Manusia pada keadaan alamiah memiliki kebebasan mutlak yang belum dipengaruhi oleh nilai-nilai politik.
Negara sebagai ciptaan artifisial manusia yang berarti negara sebagai instrumen atau mekanisme. Ia diciptakan lewat persetujuan diantara orang.
Ia berdiri sebagai lembaga moral dan kolektif yang berarti mempunyai kehendak yang terpisah dan terlepas dari anggotanya. Diciptakan dari dorongan asli untuk membentuk dan mengorganisasi bagian-bagian anggotanya menjadi unit tunggal.
Negara merupakan sebuah produk perjanjian sosial.
Negara harus bersuara pada mayoritas, karena suara mayoritas adalah yang paling benar.
Negara ideal menurut Rousseau adalah ketika suatu negara itu memberlakukan sistem pemerintahan dengan demokrasi langsung. Dan negara yang tidak terlalu besar dan terlalu kecil.
Kekuasaan yang ada mesti identik dengan kehendak rakyat. Penguasa haruslah dipilih oleh rakyat yang mampu menjaga stabilitas negara dan mensejahterakan rakyatnya. Negara harus menciptakan "agama negeri", suatu ibadat pemujaan bangsa dan negara. Dalam proses pembentukan dan pemeliharaan general will, agama sebagai agama warganegara
Agama bukan agama Kristen walaupun beberapa unsur agama dipertahankan tetapi unsur agama ditambahkan ajaran tentang perjanjian sosial
Agama yang dibenarkan adalah agama yang memperkuat kehidupan bernegara.
Geogre W.F Hegel

(Lahir di Stuttgart pada 27 Agustus 1770) Manusia sebagai makhluk rasional dan memiliki kesadaran diri.
individu (manusia) tidak bisa melakukan apapun terhadap negara. Secara jelas menolak teoi kontrak sosial karena itu sangat tidak masuk akal, karena telah mereduksi kesatuan-kesatuan individu dalam masyarkat sipil menjadi kontrak yang didapat dari kesepakatan buta yang mereka berikan. Negara bukan alat melainkan tujuan itu sendiri, sehingga untuk kebaikan bersama, maka rakyat harus menjadi abdi negara. Negara adalah penjelmaan Roh Absolut (organ suci), negara sakral karena negara adalah derap langkah Tuhan di bumi. Negara dalam pemikiran Hegel merupakan penjelmaan 'Roh Absolut' yang memiliki kesatuan mutlak.
negara bersifat absolut yang dimensi kekuasaannya melampaui hak-hak transendental individu.
Negara bukan mekanisme buatan yang dibuat manusia untuk mempertahankan tatanan, tetapi negara adalah keseluruhan organis yang terdiri dari individu yang terkelompokkan dalam elemen.
Negara ideal adalah negara monarki konstitusional yang tersusun dalam Legislatif, Eksekutif dan Raja.
Kekuasaan terletak pada negara, sehingga rakyat tidak mampu melakukan apa-apa karena ketika menyerang negara dianggap menyerang Tuhan. Pemerintahan negara dipercayakan pada birokrasi yang terlatih dan profesional. Pemimpin negara bisa saja mendengarkan suara wakil-wakil rakyat tetapi itu tidak mengikat karena kekuasaan kepala negara mutlak.
Penguasa dianggap sebagai kaki tangan Tuhan dibumi, jadi penguasa berhak melakukan apa saja.
Agama adalah integral dan agama itu adalah negara. Jadi apabila masyarakat melanggar agama berarti ia juga melanggar negara (begitu juga sebaliknya).
Karl Marx

(Lahir Trier, Jerman, 5 Mei 1818 dan Meninggal di London, 14 Maret 1883). Manusia cenderung merasionalisasikan kepentingan-kepentingan egoisnya sebagai nilai universal.
Sejarah umat manusia diwarnai oleh perjuangan atau pertarungan antara kelompok-kelompok manusia.
Pada perkembangannya masyarakat akan mengalami perpecahan dan kemudian terbentuk dua blok kelas yang saling bertarung, kelas borjuasi kapitalis dan kelas proletariat. Menganggap negara hanya sebagai alat kaum borjuis-kapitalis untuk menindas kaum proletar.
Negara secara hakiki merupakan negara kelas, artinya negara dikuasai secara langsung atau tidak langsung oleh kelas-kelas yang menguasai bidang ekonomi.
-Negara dijadikan alat penindasan kelas borjuis terhadap kelas proletar. Sehingga Negara dianggap sebagai monster yang meyeramkan.
-Negara impian Marx adalah Negara tanpa kelas.
Dimana kelas proletar harus berjuang untuk mengambil hak-haknya. Hal itu dilakukan dengan cara melakukan Revolusi Proletar. Sumber kekuasaan dinilai terdapat dari penguasaan alat dan metode produksi, sehingga kekuasaan hanya dipegang oleh kelas borjuis.
Ketika terjadi Revolusi Proletariat dan mucul negara tanpa kelas, Marx berharap penguasa ada di tangan Kelas Proletar. Agama adalah perealisasikan hakikat manusia dalam organ-organ saja, jadi tanda bahwa manusia justru belum berhasil merealisasikan hakikatnya. Agama adalah keterasingan manusia dan dirinya sendiri. Agama meninabobokan, meracuni dan melenakan rakyat. Agama dibutuhkan ketika manusia putus asa dan tak mampu menghadapi persoalan hidupnya secara logis dan realistis.
Agama adalah Candu.
Agama tidak mendatangkan kebaikan apapun hanya menimbulkan malapetaka.
Agama adalah sumber keterasingan manusia.
Keimanan dan ketaqwaan dianggap hanya sebagai kebodohan semata manusia.
DAFTAR PUSTAKA :
PEMIKIRAN POLITIK BARAT (Ahmad Suhelmi)
DUNIA SOPHIE (Jostein Garder)
PEMIKIRAN POLITIK BARAT (Dr. Firdaus Syam, MA)
FILSAFAT POLITIK (Henry J. Schmandt)
SEJARAH FILSAFAT YUNANI (dari Thales sampai Socrates).


Download Pemikiran Politik Barat.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Pemikiran Politik Barat. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon