December 14, 2016

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN


Judul: MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
Penulis: Nadya Elisabeth


MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
Manajement|Planning

OLEH:
Adriana Irene
Chyntia Sucyati
Nadya Elisabeth
Pingkan Christy
Revi Dinda
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perencanaan merupakan proses dasar yang dipergunakan untuk memilih tujuan dan menentukan ruang lingkup pencapaiannya. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah di tetapkan. Landasan dasar setiap perencanaan adalah kemampuan manusia untuk secara sadar memilih alternatif masa depan yang dikehendakinya dan kemudian mengarahkan daya upayanya, untuk mewujudkan masa depan yang dipilih itu.
Perencanaan yang efektif didasarkan atas fakta-fakta, bukan didasarkan atas intuisi. Fakta-fakta yang tepat dikumpulkan dan dianalisis, aktivitas-aktivitas yang diusulkan didasarkan atas kondisi yang diberikan oleh fakta-fakta. Dan kendala-kendala yang mungkin ditemui atau mungkin tidak ada, pengenalan tentang adanya kendala inilah dimaksudkan dalam rencana-rencana beserta perlengkapan masing-masing untuk mengatasinya.
B.     Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan planning?
Apa saja langkah-langkah dari planning?
Bagaimana fungsi dari planning?
Apa saja persyaratan dari planning?
C.    Tujuan
Tujuan dari kita mempelajari planning yakni, agar kita bisa merencanakan dengan baik, sehingga organisasi manajement yang kita rintis berjalan dengan baik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    KONSEP DASAR
Pada materi sebelumnya telah di bahas tentang fungsi-fungsi manajer, fungsi pertama manjer dilihat dari sudut proses adalah perencanaan. Perencanaan merupakan proses dasar yang dipergunakan untuk memilih tujuan dan menentukan ruang lingkup pencapaiannya.[1] Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah di tetapkan.
Robbins dan Coulter (2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintergrasikan dan mengoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.
Dapat dikatakan juga bahwa perencanaan merupakan suatu perkiraan tentang masa depan yang didasarkan pada pengharapan yang beralasan.[2]Landasan dasar setiap perencanaan adalah kemampuan manusia untuk secara sadar memilih alternatif masa depan yang dikehendakinya dan kemudian mengarahkan daya upayanya, untuk mewujudkan masa depan yang dipilih itu.[3]Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas integrative yang berusaha memaksimumkan efektivitas seluruhnya dari suatu organisasi sebagai suatu sistem, sesuai dengan tujuan yang ingin di capai oleh suatu organisasi tersebut.Adapun perencanaan mempunyai karakteristik yakni:
Perencanaan tersebut harus menyangkut masa yang akan datang.
Rencana harus menyangkut tindakan.
Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau organisasi yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang yang akan diambil oleh perencana atau seseorang yang di tunjuk olehnya atau atas namanya dalam organisasi.
Masa yang akan datang, tindakan, dan identifikasi pribadi dalam organisasi merupakan elemen yang sangat penting dalam setiap perencanaan.
Perencanaan yang efektif didasarkan atas fakta-fakta, bukan didasarkan atas intuisi. Fakta-fakta yang tepat dikumpulkan dan dianalisis, aktivitas-aktivitas yang diusulkan didasarkan atas kondisi yang diberikan oleh fakta-fakta. Dan kendala-kendala yang mungkin ditemui atau mungkin tidak ada, pengenalan tentang adanya kendala inilah dimaksudkan dalam rencana-rencana beserta perlengkapan masing-masing untuk mengatasinya.
Perencanaan itu berkenanaan dengan akal, perencanaan itu pekerjaan mental. Fakta-fakta yang penting yang di pertimbangkan dihubungkan dengan pengalaman serta pengetahuan manajer. Pemikiran yang reflektif, khayalan, dan prakiraan adalah amat berguna dalam perencanaan. Perencana harus bias menggambarkan dalam pemikirannya tentang pola-pola aktivitas yang diusulkan dengan jelas. Ian tentu berhubungan dengan hal-hal yang tidak bias dirasakan dan menggunakan pemikirannya yang kreatif dalam rencana-rencana yang pasti.
Perencanaan itu berhubungan dengan aktivitas untuk masa yang akan datang. Perencanaan berhubungan dengan hal-hal yang akan terjadi dari keputusan-keputusan sekarang. Aktivitas yang dilakukan hari ini adalah adalah pekerjaan untuk hari selanjutnya yang dipikirkan oleh manajer pada hari yang lalu. Perencanaan berhubungan dengan tindakan-tindakan yang diusulkan. Melalui perencanaan, anggota organisasi melihat ke depan, mengetahui hal-hal yang mungkin terjadi, mempersiapkan hal-hal yang tidak tentu, menggambarkan aktivitas-aktivitas dan memberikan arahan kronologis untuk pencapaian tujuan.
Manajer terlebih dahulu harus membuat rencana yang membberikan tujuan dan arah kepada organisasi, memnentukan apa (what) yang akan dikerjakan, kapan (when) akan dikerjakan, siapa (who) yang akan mengerjakannya, di mana (where) akan dikerjakannya, dan bagaimana (how) mengerjakannya.
B.     LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN
Langkah-langkah pokok dalam membuat suatu rencana yang baik perlu dilakukan oleh pembuat rencana, karena perencanaan merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan bagaimana cara pencapaiannya. Langkah-langkah tersebut yakni:
Penentuan yang akan dicapai, yang mana tujuan itu harus memiliki 5 syarat:
Menggunakan kata-kata yang sederhana, isinya jelas dan singkat.
Mempunyai sifat fleksibel.
Mempunyai sifat stabilitas.
Ada dalam perimbangan sumber daya.
Meliputi semua tindakan yang diperlukan.
Pendefinisian gabungan situasi secara baik. Unsur-unsur gabungan situasi tersebut adalah situasi sumbe daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya alam.
Pendefinisian faktor-faktor yang membantu dan menghambat tujuan-tujuan. Faktor-faktor tersebut berasal dari lingkungan internal dan eksternalyang dapat membantutujuan dan mungkin justru sebaliknya.
Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan.guna memperoleh perencanaan yang efektif haruslah dipastikan bahwa keengganan dalam merumuskan tujuan dapat dihindari.
C.    FUNGSI DARI PERENCANAAN
1.      Perencanaan sebagai Pengarah, perencaan akan menghasilkan upaya untuk meraih sesuatu dengan cara yang lebih terkoordinasi. Perencanaan dalam hal ini memegang fungsi pengarahan dari apa yang hrus dicapai oleh organisasi.
2.      Perencanaan sebagai Minimalisasi Ketidakpastian, pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini akan mengalami perubahan. Tidak aada yang tidak berusaha kecuali perubahan itu sendiri.
3.      Perencanaan sebagai Minimalisasi Pemborosan Sumber Daya, perencanaan juga berfungsi sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya organisasi yang digunakan. Jika perencanaan dilakukan dengan baik, maka jumlah sumber daya yang diperlukan, dengan cara bagaimana penggunanya, dan untuk penggunaan apa saja dengan lebih baik dipersiapkan sebelum kegiatan dijalankan.
4.      Perencanaan sebagaimana Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas, perencanaan berfungsi sebagai penetapan standar kualitas yang harus dicapai oleh perusahaan dan diawasi pelaksanaanya dalam fungsi pengawasan manajemen.
Fungsi perencanaan mempunyai hubungan yang amat erat dengan pengambilan keputusan. Keputusan sangat diperlukan pada setiap herarki proses perencanaan. Pengambilan keputusan merupakan aspek vital perencanaan, yaitu proses pengembangan dan pemulihan arah tindakan untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Keputusan harus diambil pada setiap titik dalam proses perencanaan.
D.    PERSYARATAN PERENCANAAN  (Planning Requirements)
Perencanaan yang baik perlu dirumuskan. Perencanaan yang baik paling tidak memiliki berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
1.      FAKTUAL ATAU REALISTIS, perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual atau realistis. Artinya apa yang dirumuskan oleh perusahaan sesuai dengan fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
2.      LOGIS DAN RASIONAL, perencanaan yang baik juga perlu untuk memenuhi syarat logis dan rasional. Artinya apa yang dirumuskan dapat diterima oleh akal, dan oleh sebab itu maka perencanaan tersebut bisa dijalankan.
3.      FLEKSIBEL, perencanaan yang baik juga tidak berarti kaku dan kurang fleksibel. Perencanaan yang baik juga justru diharapkan tetap dapat beradaptasi dengan perubahan di masa yang akan datang, sekalipun tidak berarti bahwa planning dapat kita ubah seenaknya.
4.      KOMITMEN, perencanaan yang baik harus merupakan dan melahirkan komitmen terhadap seluruh anggota organisasi untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan organisasi.
5.      KOMPREHENSIF, perencanaan yang baik juga harus memenuhi syarat komprehensif artinya menyeluruh dan mengakomodasi aspek-aspek yang terkait langsug maupun tak langsung terhadap perusahaan.
E.     PROSES PERENCANAAN
Menurut Louis A Allen, bahwa perencanaan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang dioperasikan oleh seorang manajer untuk berpikir ke depan dan mengambil keputusan saat ini, yang memungkinkan untuk mendahului serta menghadapi tantangan di waktu yang akan dating. Aktivitas-aktivitas dalam perencanaan yang di maksud adalah:
1)      Prakiraan (Forecasting)
Yaitu suatu usaha yang sistematis untuk menduga waktu yang akan dating dengan penarikan konklusi atas fakta-fakta yang telah diketahui.
2)      Penetapan tujuan (Establishing Objective)
Yaitu suatu aktivitas untuk menetapkan sesuatu yang ingin dicapai atas pelaksanaan suatu pekerjaan tertentu.
3)      Pemrograman (programming)
Yaitu suatu aktivitas yang dilakukan dengan maksud untuk menetapkan:
a)      Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan.
b)      Unit dan anggota organisasi yang bertanggung jawab untuk setiap langkah.
c)      Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
4)      Penjadwalan (scheduling)
Yaitu pemberian atau penunjukan waktu menurut urutan waktu tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan.
5)      Penganggaran (Budgeting)
Yaitu suatu aktivitas untuk membuat pertanyaan tentang sumber daya keuangan yang disediakan untuk aktivitas tertentu dalam waktu tertentu. Dapat dikatakan bahwa Anggaran itu  merinci pendapatan dan pengeluaran serta memberikan target bagi kegiatan yang ada.
6)      Pengembangan prosedur (Developent Procedure)
Yaitu suatu aktivitas menormalisasikan cara, teknik, dan metode pelaksanaan suatu pekerjaan tertentu. Untuk melaksanakan serangkaian kegiatan yang terjadi secara teratur.
7)      Penetapan dan penafsiran kebijakan (Establishing and interpreting policies)
Yaitu suatu aktivitas yang dilakukan dalam menetapkan syarat-syarat berdasarkan kondisi manajer dan para bawahannya yang akan bekerja. Kebijakan ini dilakukan sebagai suatu keputusan yang berlaku untuk masalah-masalah yang timbul berulang demi suatu organisasi. Dapat dikatakan juga bahwa kebijakan adalah pernyataan atau pengertian yang merupakan penyaluran berbagai pikiran dan tindakan dalam mengambil keputusan.
F.     BENTUK-BENTUK / PEMBAGIAN PERENCANAAN
Menurut Stoner rencana diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu:
Rencana strategik (strategic plans)
Perencanaan strategi adalah: proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan, dan progam yang perlu untuk mencapai sasaran tertentu dalam rangka mencapai tujuan, dan menetapkan metode yang perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program strategic itu dilaksanakan.
Di dalam penyususnan rencana strategis ini perlu diingat adanya suatu pedoman atau prinsip pengaturan prioritas yang terdiri dari tiga prinsip dasar yaitu:
Stabilitas
Prinsip ini merupakan pedoman yang paling dasar yang berarti bahwa untuk melaksanakan sesuatu kegiatan pembangunan apapun maka haruslah terlebih dahulu diciptakan keadaan atau suasana yang stabil terlebih dahulu.
Pembangunan / Pertumbuhan
Apabila stabilitas tersebut telah tercapai maka, selanjutnya yakni disiapkan dalam tahap strategis ini adalah pembangunan.
Pemerataan
Dari adanya pembangunan maka tahap berikutnya adalah penyebaran pembagian hasil-hasil pembangunan tersebut kepada segenap anggotaatau warga organisasi secara adil.
Rencana operasional (operational plans)
Rencana ini memberikan rincian bagaimana rencana strategi itu dilaksanakan. Rencana ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
Rencana sekali pakai (singel use plans)
Rencana ini dipakai untuk mencapai tujuan tertentu, dan ditinggalkan apabila tujuan itu telah di capai. Rencana sekali pakai merupakan tindakan terinci yang mungkin tidak akan terulang dalam bentuk yang sama di masa yang akan datang. Bentuk utama rencana ini adalah:
Program, yang mana mencakup serangkaian aktivitas yang relative luas. Seperti:
-          Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan.
-          Unit dan anggota organisasi yang bertanggung jawab untuk setiap langkah.
-          Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
-          Proyek, adalah: bagian program yang lebih kecil dan mandiri. Setiap proyek mempunyai lingkup erbatas dan petunjuk yang jelas mengenai tugas dan waktu. Setiap proyek akan menjadi tanggung jawab setiap personel yang ditunjuk dan diberi sumber daya spesifik dan batas waktu tertentu.
-          Anggaran, adalah: pernyataan tentang sumber daya keuangan yang disediakan untuk kegiatan tertentu dalam waktu tertentu. Anggaran terutama merupakan alat untuk mengendalikan aktivitas suatu organisasi dan oleh karena itu merupakan komponen penting dan program dan proyek. Anggaran merinci pendapatan dan biaya sehingga dapat menetukan target aktivitas seperti hasil penjualan biaya tiap bagian atau investasi baru.
Rencana tetap
Merupakan ancangan yang sudah dilakukan untuk menangani situasi yang terjadi berulang kali dan dapat diprakirakan. Bentuk utama rencana tetap yakni:
-          Kebijakan, adalah suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan. Kebijakan menetukan batas-batas sekitar keputusan, termasuk keputusan yang diambil dan menolak keputusan yang tidak diambil.
-          Prosedur standar, prosedur ini memberikan seperangkat petunjuk terinci untuk melaksanakan urutan tindakan yang sering atau biasa terjadi.
-          Peraturan, adalah pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Peraturan ini merupakan perencanaan yang paling jelas dan pedoman pemikiran atau pengambilan keputusan.
G.    EFEKTIVITAS PERENCANAAN
Efektivitas berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Efektivitas berarti kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat. Manajer yang efektif adalah manajer yang memilih pekerjaan yang benar untuk dijalankan. Manajer yang memilih suatu sasaran yang tidak tepat adalah manajer yang tidak efisien.
Walaupn efektivitas penting bagi setiap manajer, seringkali dalam pengembangan perencanaan yang efektif manajer mengalami hambatan-hambatan. Terdapat dua hambatan utama terhadap pengembangan rencana yang efektif, yakni:
Penolakan dari dalam diri perencanaan terhadap penentuan tujuan dan pembuatan rencana untuk mencapainya
Penentuan tujuna yang ingin dicapai merupakan langkah awal perencanaan, jadi manajer yang tidak mampu menetapkan tujuan yang bermanfaat tidak akan mampu membuat rencana yang efektif. Alasan mengapa manajer ragu-ragu atau sering gagal dalam menetapkan tujuan organisasi:
-          Keengganan melepaskan tujuan alternative
-          Ketakutan akan kegagalan
-          Kekurangan pengetahuan tentang organisasi
-          Kekurangan pengetahuan tentang lingkungan
-          Kekurangan kepercayaan
Keengganan yang lazim dari para anggota organisasi untuk menerima rencana karena perubahan yang akan ditimbulkannya
Hal ini sebenarnya bukan penolakan terhadap rencana, melainkan hanya terhadap aktivitas dan tujuan baru yang dipaksakan kepada mereka yang harus melaksanakan rencana tersebut. Terdapat tiga alas an mengapa anggota organisasi dapat menolak perubahan:
-          Ketidakpastian mengenai sebab dan akibat dari perubahan
-          Keengganan unuk melepaskan keuntungan yang ada
-          Kesadaran akan kelemahan dalam perubahan yang diusulkan
H.    MANFAAT RENCANA
Adapun manfaat yang lain dari suatu perencanaan yaitu:
Sebagai bahan perwujudan koordinasi dari berbagai bagian untuk mencapai tujuan organisasi.
Dapat menghindari keadaan yang tak terduga .
Diperoleh efesiensi berkat dimanfaatkannya metode kerja yang sesuai.
Memperlancar pendelegasian kekuasaan karena adanya kebijakan, prosedur, serta jadwal yang telah ditetapkan.
Sebagai pedoman pengawasan agar pelaksanaan selalu bercerminpada tujuan.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang kita bisa ambil dari pembahasan ini, bahwa planning harus ada dalam sebuah manajemet atau organisasi. Yang di mana di dalam planning itu terdapat fungsi-fungsi, langkah-langkah, dan persyaratan untuk kita memulai suatu rencana. Planning merupakan rencana-rencana awal untuk memjalankan  suatu organisasi atau manajenmet, apabila planning ini tidak ada maka manajemet akan sulit dijalankan
DAFTAR PUSTAKA
Sukarna.1992. Dasar-Dasar Manajemet (Bandung:CV Mandar Maju)
Sukamdiyo ING.1996.Manajemen Koprasi (Jakarta: Erlangga)
Hazil Tanzil.1991.Manajemet Suatu Pengantar (Jakarta: Ghalia Indonesia)
Agus Mulyo.1996.Prinsip Dasar Manajement edisi 3 (Yogyakarta: BPFE)
 

[1] Bedjo Siswanto. Manajemen Modern. (Bandung: Sinar Baru Bandung. 1990), hal: 52
[2] Ign. Sukamdiyo. manajemen koperasi. (Jakarta: Erlangga. 1997), hal:35
[3] Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono. Prinsip dasar manajemen. (Yogyakarta: BPFE. 2001), 72


Download MAKALAH KEWIRAUSAHAAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca MAKALAH KEWIRAUSAHAAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon