December 01, 2016

Makalah Ilmuwan Muslim dalam Sejarah Islam


Judul: Makalah Ilmuwan Muslim dalam Sejarah Islam
Penulis: Nurul Kusumowardani


BAB I
Pendahuluan
Selama ini sejarah perkembangan sains dan ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah formal pada umumnya didominasi oleh nama-nama para penemu dan ilmuwan Barat. Padahal faktanya orang-orang Islamlah yang pertama kali menemukan dan mengembangkan beragam pengetahuan itu. Ratusan tahun silam, sebelum ilmuwan Barat mengenal ilmu pengetahuan dan sains, ilmuwan muslim telah maju dan berkembang dengan serangkaian penemuan yang merupakan cikal bakal dari sains modern sekarang.
Tongkat estafet ilmu pengetahuan yang sampai di tangan para ilmuwan Barat tersebut sebenarnya berasal dari para ilmuwan non-Barat, termasuk dari para ilmuwan muslim yang hidup dalam rentang 800 tahun, yakni mulai abad ke-8 sampai abad 16. Bahwa hanya sedikit yang mengetahui tentang fakta-fakta sejarah ini, oleh Michael Hamilton Morgan dari New Foundation of Peace disebut sebagai "sejarah yang hilang". Sejarawan Jack Goody menyebutnya sebagai "pencurian sejarah". Akibatnya, tidak hanya di Barat, di dunia Islam sendiri pun, peran besar para ilmuwan-ilmuwan muslim itu seakan terlupakan atau terabaikan.
Ehsan Masood dalam bukunya Science and Islam mengatakan bahwa dalam pendidikan sains di Inggris –sampai baru-baru ini- sejarah kemunculan sains cenderung meloncat dari zaman klasik Euklides, Aristoteles, dan Arkhimedes langsung ke kelahiran Zaman Sain abad ke-16 dan 17 di Eropa beserta pengakuan kecil, kalaupun ada, terhadap sains Islam yang hebat di antara kedua zaman itu. Padahal dalam perjalanan sejarahnya, peradaban Barat pernah mengalami masa-masa pahit yang mereka sebut dengan zaman kegelapan atau disebut juga zaman pertengahan (the Medieval Ages).Menurut catatan sejarah, zaman kegelapan itu dimulai dari runtuhnya imperium Romawi Barat. Pada tahun 410 M, Alaric, raja Jerman dari suku Visigoth, menyerbu Roma dan menghancurkannya dalam amukan yang hanya berlangsung tiga hari saja. Lalu 66 tahun kemudian, kaisar Romawi Barat terakhir, Romulus Augustus, berhasil digulingkan, dan pusat kekaisaran secara sepihak dipindahkan ke Konstatinopel. Bersama dengan itu cahaya kehidupan menghilang. Eropa memasuki zaman kegelapan. Zaman tanpa ilmu, tanpa sastra, bahkan tanpa peradaban itu berlangsung ratusan tahun. Baru 1.000 tahun kemudian "matahari" kembali menyinari dataran Eropa yang terkenal dengan masa Rainaissance.Sementara Eropa tenggelam dalam zaman kegelapan karena dibelenggunya otak para cendekiawan oleh doktrin gereja, dibelahan lain, di dunia Timur, umat Islam sedang merajut kegemilangan demi kegemilangan dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan.Banyak diantara kita yang mengaku agama Islam tapi tidak pernah tahu seperti apa Islam itu berkembang. Bahkan Dikalangan sejarawan terdapat perbedaan tentang saat di mulai nya sejarah Islam. Oleh karena itu penting bagi kita sebagai umat islam mengenal perkembangan islam dari periode ke periode islam sebagai upaya kecintaan dan eksistensi diri kita sebagai seorang muslim.
BAB II
Pembahasan
Para tokoh ilmuwan muslim
Para ilmuwan dan penemu Muslim (Arab, Persia dan Turki) telah berhasil membuat beberapa penemuan yang luar biasa ratusan tahun lebih dulu dibanding rekan-rekan mereka di Eropa. Mereka menarik pengaruh dari filsafat Aristoteles dan Neo-Platonis, termasuk Euclid, Archimedes, Ptolemy dan lain-lain. Kaum muslimin pada saat itu telah berhasil membuat berbagai penemuan di bidang kedokteran, bedah, matematika, fisika, kimia, filsafat, astrologi, geometri dan bidang lainnya.yang tak terhitung jumlahnya dan menuliskan karya-karyanya dalam berbagai buku. Berikut beberapa ilmuwan muslim dengan penemuan luar biasa :Tokoh Islam Di Bidang Kedokteran
Ibnu Sina
Nama lengkapnya Abu Ali al-Husain Ibnu Abdullah Ibnu Sina (wafat tahun 428H/1037M), beliau dibesarkan di lembah Sungai Dajlah dan Furat, di tepi selatan Laut Kas pi, kawasan Bukhara. Ketika masih kecil telah hafal Al-Quran, menguasai bahasa Arab, ma ntiq, filsafat dan lain-lain. Pada usia 17 tahun telah memahami ilmu kedokteran dan diangkat menjadi penasehat para dokter pada masanya, dan di dunia kedokteran di juluki Bapak Kedokteran Dunia, karyanya yang terkenal adalah Al-Qanun Fit Tib (Dasar-dasar Kedokteran), orang barat menyebutnya sebagai Avecina
Al-Razi
Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.
Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah. Kontribusi beliau adalah :Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar.
Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit "alergi asma", dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi
Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.
Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di kota dan desa untuk menjual ramuan
Tokoh Islam Di Bidang Matematika
Al-Khwarizmi 
Al-Khwarizmi (1780-1850M) adalah seorang ilmuwan di bidang matematika (Al-Jabar), karyanya yang terkenal adalah Al-Jabru wal Muqabbala.Tokoh Islam Di Bidang Astronomi
Al Battani
Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abū Abdullāh Muhammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Harrani as-Sabi al-Battānī), lahir di Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.
430319366112Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri:
Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:
49784030480
dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen. Al Battani bekerja di Suriah, tepatnya di ar-Raqqah dan di Damaskus, yang juga merupakan tempat wafatnya.Tsabit Bin Qurrah
Abu'l Hasan Tsabit bin Qurra' bin Marwan al-Sabi al-Harrani, (826 – 18 Februari 901) adalah seorang astronom dan matematikawan dari Arab, dan dikenal pula sebagai Thebit dalam bahasa Latin. Tsabit lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh pendidikan di Baitul Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir. Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia.Al-Sabiʾ Thabit bin Qurra al-Ḥarrānī, Latin: Thebit / Thebith / Tebit, 826 - 18 Februari, 901) adalah seorang ahli matematika, dokter, astronom, dan penerjemah Islam Golden Age yang tinggal di Baghdad pada paruh kedua abad kesembilan. Ibnu Qurra membuat penemuan penting dalam aljabar, geometri, dan astronomi. Dalam astronomi, Thabit dianggap sebagai salah satu dari para reformis pertama dari sistem Ptolemaic, dan dalam mekanika dia adalah seorang pendiri statika.Tokoh Islam Di Bidang Filsafat
Ibnu Rusyd
Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi) juga dikenal sebagai Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja'far Harun dan Ibnu Baja.Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada.Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.Karya : Bidayat Al-Mujtahid, Kulliyaat fi At-Tib (Kuliah Kedokteran) dan Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari'at
Tokoh Islam Di Bidang Sosiologi
Ibnu Khaldun
Beliau hidup pada tahun 1332-1406M, dikenal sebagai Bapak Sosiologi dan karyanya yang terkenal adalahMuqaddimah. 
Tokoh Islam Di Bidang Biologi
Ibnu Awwam
Beliau ahli di bidang biologi terutama dalam bidang pertanian. Karyanya yang terkenal adalah Al-Fallah. 
Al-Jahiz
Beliau ahli dalam bidang biologi terutama dalam bidang ilmu hewan dan karyanya yang terkenal adalah Al-Hayawan. 
As-Sinai
Beliau ahli dalam bidang biologi terutama dalam bidang tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, karyanya yang terkenal adalah Kitabun Nahati Wasy Syujjar. 
Nasir al Din Tusi
Beliau adalah ilmuwan Persia abad ke 13 yang merupakan ilmuwan yang terakhir di dunia Islam, setelah Baghdad diluluhlantakkan oleh bangsa Mongol dibawah kepemimpinan Hulagu Khan. Teorinya yang terkenal adalah tentang mekanisme Seleksi Alami yang membentuk keanekaragaman hayati di dunia, yang beliau kemukakan 750 tahun sebelum Charles Darwin dan Alfred Wallace, duet pengungkap rahasia Seleksi Alami.Tusi menyebutkan bahwa organisme-organisme yang lebih cepat untuk bermutasi dan berubah bentuk/memiliki perubahan fungsi organ akan lebih bervariasi dibandingkan individu lainnya. Badan organisme tersebut berubah karena faktor internal dan eksternal. Ini merupakan titik awal pemikiran manusia tentang asal mula spesies terbentuk.Selain mencetuskan gagasan tentang seleksi alami, Tusi juga merupakan orang yang berjasa dalam memberikan jalan untuk munculnya era Renaissance di Eropa, karena beliaulah yang menyelamatkan 400,000 buku ketika Bayt al Hikmah dihancurkan oleh Mongol. Beliaumembawa kabur naskah-naskah tersebut ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan. Di tempat itu beliau melanjutkan risetnya tentang pergerakan Bumi yang akhirnya menjadi inspirasi bagi Nicolaus Copernicus tiga abad kemudian sebagai orang pertama yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari, bukan sebaliknya.Tokoh Islam Di Bidang Kimia
Abu Musa Jabir Bin Hayyan
Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat, diperkirakan lahir di Kuffah, Irak pada tahun 722 dan wafat pada tahun 804. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut. Bapak Kimia Arab ini dikenal karena karya-karyanya yang sangat berpengaruh pada ilmu kimia dan metalurgi.Karya Jabir antara lain:
Kitab Al-Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi The Book of the Composition of Alchemy), Kitab Al-Sab'een Kitab Al Rahmah, Al Tajmi, Al Zilaq al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury dan Book of Balance.
Tokoh Islam Di Bidang Akhlak
Imam Al-Ghazali
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Ibnu Ahmad Al-Ghazali yang bergelar Hujjatun Islam, lahir pada tahun 450H di daerah Tus daerah Khurasan di Baghdad, dan pada tahun 488 beliau pindah ke Damaskus dengan kegiatan menulis buku-buku dan mendalami ilmu Tasawuf, kemudian beliau pindah lagi ke Palestina dan di sini beliau berhasil menulis buku Ihya Ulumuddin (Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama). Setelah itu beliau kembali mengejar di Nizamiyah tahun 494H dan hanya bertahan 2 tahun, kemudian kembali ke kota kelahirannya dan mendirikan sekolah hukum, beliau meninggal dalam usia 54 tahun pada tahun 505H/1111M
Banyak karya beliau dalam berbagai disiplin ilmu, karena ketenarannya banyak ilmuwan barat terutama dalam bidang filsafat mengikuti pendirian beliau seperti Pascal dari Perancis, Thomas Aquinas dari Italia dan sebagainya.\
Adapun karya-karya Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh ahli-ahli barat antara lain :Tahafutul Falasifah diterjemahkan oleh Cerra de Uaux.Beberapa pasal Ihya Ulumuddin diterjemahkan oleh D.B. Mac Donald
Al-Munqid Mihad Dalal diterjemahkan oleh Barboer de Meynard 
Kekuatan dan usaha ilmuwan muslim untuk mencapai excellence
Kekuatan dan usaha ilmuwan muslim untuk mencapai excellenxe bisa diketahui dari adanya faktor pemicu lahirnya peradaban emas Islam yaitu :Faktor internal antara lain :Konsistensi dan istiqamah umat Islam kepada ajaran Islam
Ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk maju
Islam sebagai rahmat seluruh alam,
Islam sebagai agama dakwah sekaligus keseimbangan dalam menggapai kehidupan duniawi dan ukhrawi.
Faktor eksternal antara lain :Hal pertama adalah ketika khalifah pertama Dinasti Umayyah yaitu Mu'awiyah ibn Abu Sufyanm (setelah para khalifah Rashidun: Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali') melakukan invasi ke daerah Transjordania dan Syiria sampai beliau menemukan banyak manuskrip-manuskrip kuno di Kota Damaskus yang diwariskan dari perkembangan ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi (Sokrates, Plato, Aristoteles, Galen, Euclid, dsb). Berdasarkan penemuannya itu, Mu'awiyah terinspirasi untuk membangun pondasi peradaban Islam yang berdasarkan ilmu pengetahuan.
Pemicu yang kedua, adalah karena pada saat yang bersamaan kekhalifahan Ummayyah sedang mengadopsi teknologi penulisan naskah di atas kertas yang awalnya berkembang di Tiongkok. Dengan perkembangan teknologi penulisan itu, Mu'awiyah juga menyewa tenaga ilmuwan-ilmuwan dari Yunani dan Romawi untuk melakukan terjemahan terhadap naskah-naskah kuno tersebut ke dalam bahasa Arab
Pemicu ketiga adalah ketika dinasti Ummayah beralih menjadi dinasti Abbasiyah yang ditandai perpindahan pusat pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad di Mesopotamia. Dengan perpindahan pusat pemerintahan itu, yang dulunya (waktu di Damaskus) peradaban Islam dapet pengaruh kebudayaan dan ilmu pengetahuan dari Yunani dan Romawi, ketika itu Baghdad mendapatkan pengaruh tambahan dari kebudayaan Persia dan India. Seluruh sumber ilmu pengetahuan terlengkap yang dimiliki umat manusia (Yunani, Romawi, Persia, India) pada saat itu akhirnya bisa berkumpul di satu titik lokasi.
Pemicu yang keempat adalah pengaruh dua orang khalifah besar, yaitu Harun Al Rasyid dan anaknya, Al Ma'mun yang punya cita-cita mulia untuk membangun peradaban Islam yang menjunjung tinggi perkembangan sains, logika, rasionalitas, serta menjaga kemajuan ilmu pengetahuan serta meneruskan perkembangan ilmu yang telah diraih oleh Bangsa India, Persia, dan Byzantium. Tanpa adanya peran mereka berdua yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Zaman Keemasan Islam kemungkinan tidak pernah muncul pada masa itu.
Periodesasi kejayaan muslim dan tokoh yang menyertainya
Apa yang dimaksud dengan Zaman Keemasan Islam atau Islamic Golden Age ?Zaman Keemasan Islam itu adalah sebuah periode ketika Dunia Arab secara politis bersatu di bawah kekhalifahan. Pada era ini, khususnya di bawah pemerintahan Harun Al Rasyid dan Al Ma'mun, dunia Islam mengalami kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan budaya yang luar biasa pesat. Secara tradisional, periode ini mempunyai rentang antara abad 8 Masehi hingga abad 13 Masehi.
Banyak ahli sejarah yang mempunyai pendapat bahwa periode ini juga ditandai dengan berdirinya Bayt al Hikmah (750 - 1258) yang merupakan pusat studi, perpustakaan, sekaligus universitas terbesar di dunia pada saat itu. Pada periode yang cukup panjang ini (sekitar 500 tahun), bisa dikatakan tidak ada peradaban lain di muka bumi yang bisa menandingi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam, dari mulai Eropa, Cina, India, semuanya menghormati kegigihan kekhalifahan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan melebihi peradaban manapun pada masa itu.
Harun Nasution dalam buku Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknyamembagi sejarah Islam ke dalam tiga periode besar berikut.Periode Klasik (650‒1250) 
Periode Klasik merupakan periode kejayaan Islam yang dibagi ke dalam dua fase, yaitu:
Fase ekspansi, integrasi, (650‒1000)
Abu Bakar menjadi khalifah pada tahun 632 M., tetapi 2 tahun meninggal dunia, masanya yang singkat itu banyak di pergunakan untuk menyelesaikan Perang Riddah,yang ditimbulkan oleh suku-suku bangsa arab yang tidak mau tunduk lagi kepada madinah.
Usaha-usaha yang telah dimulai Abu bakar ini dilanjutkan oleh khalifah kedua Umar Ibn Al-Khathab (634-644 M),Pada zaman Ustman Ibn Affan (644-656 M).Beberapa daerah dikuasai ,tetapi gelombang ekspansi pertama berhenti sampai di sini. Dikalangan umat Islam mulai terjadi perpecahan karena soal pemerintahan dan dalam kekacauan yang timbul,Ustman terbunuh. Sebagai pengganti Ustman ,Ali Ibn Abi Thalib menjadi khalifah keempat (656-661 M),tetapi ia mendapat tantangan dari pihak pendukung Ustman,terutama Muawiyah, Gubernur Damaskus.
Setelah Ali terbunuh ,kepemimpinan dilanjutkan oleh Bani Umayah. Dinasti Bani Umayah yang didirikan oleh Muawiyah berumur kurang lebih 90 tahun dan pada zaman ini ,ekspansi yang terhenti pada zaman kedua Khalifah terakhir dilanjutkan kembali .khalifah-khalifah besar dari Dinasti Bani Umayah Ibn Sufyan ( 661-680 M).Abd Al-Malik Ibn Marwan ( 685-705 M).Ali Al-Walid Ibn Abd Al-Malik (705-715 M),Umar Ibn Al- Aziz (717-720 M),dan Hisyam Ibn Abd Al-Malik (724-743M).
Bentuk peradaban lain adalah dalam bentuk masjid-masjid.Masjid pertama di luar Semenanjung Arabia juga dibangun pada zaman Dinasti Bani Umayah. Meskipun Abu Al-Abbasiah yang mendirikan Dinasti Bani Abbasiah,orang yang di belakang yang berperan penting adalah Al-Mansur.
 Fase disintegrasi (1000‒1250)
Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya mulai terjadi pada akhir zaman Dinasti Umayah,tetapi memuncak zaman Dinasti Abbasiah terutama setelah khalifah-khalifah menjadi boneka dalam tangan tentara pengawal.Daerah-daerah yang terletaknya jauh dari puasat pemerintahan di Damaskus dan Baghdad,melepaskan diri kekuasaan khalifa di pusat dan timbulah dinasti-dinasti kecil.
Disintegrasi dalam lapangan politik membawa pada disintegrasi dalam lapangan kebudayaan bahkan juga dalam lapangan agama.perpecahan di kalangan umat islam menjadi besar.dengan adanya daerah-daerah yang berdiri sendiri,di samping Baghdad sebagaimana dilihat timbul pusat-pusat kebudayaan lain, terutama Kairo di Mesir, Cordova di Spanyol, Asfahah, Bukhara, dan Samarkand di Timur.
Dengan timbulnya pusat-pusat kebudayaan baru ini,terutama pusat-pusat yang berada di bawah kekuasaan Persia,bahasa Persia meningkat menjadi bahasa kedua di dunia Islam.Pada zaman disintegrasi ini,ajar-ajaran sufi yang timbul pada zaman kemajuan 1,mengambil bentuk terikat.
Disamping hal-hal negatif tersebut,ekspansi islam pada zaman ini meluas ke daerah yang dikuasai Bizantium di Barat,ke daerah perdalaman di Timur dan Afrika malalui gurun sahara di selatan.Dinasti Salajiqah meluaskan daerah Islam sampai ke Asia kecil dan dari sana kemudian diperluas lagi oleh Dinasti Ustmani ke Eropa Timur.Ke India, ekspansi Islam diteruskan oleh Dinasti Gaznawi.Raja-raja hidup dikalahkan dan Punjab serta sebagian dari daerah Sind masuk ke bawah kekuasaan Islam.Dinasti Ghuri kemudian melanjutkan ekspansi Islam ke daerah-daerah lain.
Periode Pertengahan (1250‒1800) 
Periode Pertengahan merupakan periode kemunduran Islam yang dibagi ke dalam dua fase, yaitu:
Fase kemunduran (1250‒1500 M)
Pada zaman ini, Jengis Khan dan keturunannya datang membawa penghancuran ke dunia Islam. Jengis Khan bersal dari Mongolia. Satu demi satu kerajaan Islam jatuh ke tangannya.Pada masa ini, kekuasaan militer dan politik umat islam menurun.Dagang dan ekonomi umat Islam,dengan hilangnya monopoli dagang antara timur dan barat dari tangan mereka jatuh.
Fase munculnya ketiga kerajaan besar (1500‒1800)
Masa ini dapat pula dibagi ke dalam dua fase yaitu fase kemajuan dan fase kemunduran.Fase kemajuan ini merupakan Kemajuan islam II.
Tiga Kerajaan Besar yang dimaksud ialah Kerajaan Utsmani di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India.Masing-masing dari ketiga kerajaan mempunyai kejayaan sendiri, terutama dalam bentuk literature dan arsitek.Fase Kemunduran
Pada masa ini kekuatan militer dan politik umat islam menurun. Dagang dan ekonomi umat islam dengan hilangnya monopoli dagang antara timur dan barat dari tangan mereka jatuh.
Periode Modern (1800‒dan seterusnya) 
Periode Modern merupakan periode kebangkitan umat Islam yang ditandai dengan munculnya para pembaharu Islam.
Periode ini merupakan zaman kebangkitan Islam. Terdapat ide-ide baru yang diperkenalkan Napoleon di Mesir yaitu :Sistem negara republic yang kepalanya dipilih untuk jangka waktu tertentu
Prinsip Persamaan
Kebangsaan
Raja dan para pemuka Islam mulai berpikir dan mencari jalan keluar untuk mengembalikan balance of power yang telah membahayakan umat Islam
Faktor penyebab kemunduran perkembangan ilmuwan muslim
Pertama adalah kritik dari Al Ghazali yang menentang pengaruh dari filsafat Yunani yang mejunjung tinggi logika dalam penalaran ilmu dalam peradaban dunia Islam. Kendati Ibn Rushd bersikeras bahwa tidak ada kontradiksi antara filsafat Avicenna dan Al Farabi dengan ajaran agama, Al Ghazali tetap menyatakan "perang" terhadap pengaruh filsafat Yunani dan menginginkan pemurnian ajaran agama Islam. Sejak perubahan filosofi pemurnian itulah, Zaman Keemasan Islam mengalami kemunduran drastis, sehingga jarang sekali menghasilkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti pada abad 9-11 silam.
Kedua, faktor lain yang turut mendorong runtuhnya era emas ini adalah serbuan dari bangsa Mongol yang akhirnya meluluhlantakkan Baghdad bersama dengan perpustakaan sekaligus pusat ilmu pengetahuan paling lengkap saat itu, Bayt Al Hikmah. Penghancuran ini sering dianggap sebagai titik balik penurunan dunia Islam di bidang pengetahuan. Untungnya, ratusan ribu manuskrip dari Bayt Al Hikmah sempat diselamatkan oleh Al-Tusi ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan yang kemudian menjadi sumber referensi dan inspirasi para ilmuwan Eropa pada zaman renaissance dan enlightenment.
Makna surat Al Mujadilah ayat 1111366547625
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Maha Teliti apa yang kamu kerjakan." ( Surah Al Mujadalah : 11 ).
Surah Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan keutamaan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan. Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Orang beriman adalah orang yang paling mulia dihadapan Allah SWT, dikarenakan kepatuhannya kepada-Nya. Sedangkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain karena kemampuannya melakukan atau mengelola sesuatu / apa saja yang terjadi dalam kehidupan ini.
Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi di banding orang yang tidak Akan tetapi perlu diingat bahwa orang yang beriman, tetapi tidak berilmu, dia akan lemah. Hal ini dikarenakan, salah satu wujud atau bukti sesorang beriman apabila ia dapat melakukan amal saleh / amal yang bermanfaat bagi sesama. Untuk dapat melakukan hal itu diperlukannya Ilmu Pengetahuan.
Begitu juga sebaliknya, orang yang berilmu, tetapi tidak beriman, ia akan tersesat. Karena ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak untuk kebaikan sesama. Sebab ilmu tanpa didasari iman dapat mengantarkan manusia kearah kebathilan / kesesatan dikarenakan tidak adanya pedoman / arah yang benar. Bukankah pedoman hidup manusia adalah Kitab Suci, yakni Al Qur'an , yang hanya dapat kita pejari serta amalkan melalui keimanan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga bersabda :"Dari Anas bin Malik r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Mencari ilmu itu wajib atas setiap orang muslim." (H.R. Ibnu Majah)
Perilaku orang yang cinta ilmu pengetahuan berdasarkan Q.S Al Mujadilah ayat 11 antara lain :Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk mendapatkan pengetahuan
Bersikap sopan saat belajar dan selalu menghargai dan menghormati
Senang mendatangi guru untuk meminta penjelasan tentang ilmu
Selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah   SWT.
Hadist yang menerangkan pentingnya ilmuwan serta ilmu dan pengetahuan
Dari Abud Darda` radhiyallahu 'anhu berkata:
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Artinya :"Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak." (HR. Abu Dawud no.3641, At-Tirmidziy no.2683, dan isnadnya hasan, lihat Jaami'ul Ushuul 8/6)
Adapun pahala menuntut ilmu Rasululllah saw. bersabda: "Orang yang menuntut ilmu berarti menuntut rahmat; orang yang menuntut ilmu berarti menjalankan rukun Islam dan pahala yang diberikan kepadanya sama dengan pahala para nabi." (H.R. Ad-Dailami dari Anas r.a).Bahkan Nabi tidak tanggung-tanggung lebih menghargai seorang ilmuwan daripada satu kabilah. "Sesungguhnya matinya satu kabilah itu lebih ringan daripada matinya seorang 'alim." (HR Thabrani)
Dalam hadist lain yang diriwayatkan Imam Muslim r.a.: "Barangsiapa yang melalui suatu jalan guna mencari ilmu pengetahuan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memudahkan baginya jalan ke surga." Maka dalam menuntut ilmu niatkanlah semata-mata mencari keridaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang akan dibalas dengan pahala kebaikan untuk dunia dan akhirat.
Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )http://www.teknoislam.com/2013/07/hadits-tentang-ilmu-pengetahuan-dan.html?m=1BAB III
Penutup
Daftar Pustaka :
Supriyadi, Dedi,dan Abdul Jaliel, Maman. 2008. Sejarah peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Anonim. 2013. http://munsypedia.blogspot.com/2013/08/10-ilmuwan-muslim-terbesar-dan-terhebat.html#ixzz3UUo5uAWP. Diakses 14 Maret 2015
M. Abdurrahman, Yusuf. 2013. Cara-Cara Belajar Ilmuwan-Ilmuwan MuslimPencetus Sains-Sain Canggih Modern. Yogyakarta. Diva Press
Masood, Ehsan 2009. Saince & Islam (Ilmuwan-Imuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern). Jakarta. Gramedia.


Download Makalah Ilmuwan Muslim dalam Sejarah Islam.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Ilmuwan Muslim dalam Sejarah Islam. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon