December 04, 2016

Makalah Ilmu Dakwah : Sejarah Perkembangan Dakwah


Judul: Makalah Ilmu Dakwah : Sejarah Perkembangan Dakwah
Penulis: Annisaa Ayuriska


318135066675Dosen Pembimbing
Pipir Romadi, S.Kom.I
00Dosen Pembimbing
Pipir Romadi, S.Kom.I
-371475114300Mata Kuliah
Ilmu Dakwah
00Mata Kuliah
Ilmu Dakwah

Sejarah Perkembangan Ilmu Dakwah
Oleh:
Annisaa Ayuriska
Maizal Ferdi Efsya
Ulfa Khairun Nisa

Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
Riau
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan tepat waktu. Makalah ini dengan judul "Sejarah Perkembangan Ilmu Dakwah" dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Dakwah.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan mengingat keterbatasan ilmu yang ada. Untuk itu dalam kesempatan ini kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi terujudnya kesempurnaan makalah ini. Akhir kata kepada Allah swt. Kami mohon ampun, semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,petunjuk maupun pedoman bagi pembaca maupun penulis sendiri.
Pekanbaru ,23 September 2014
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Makalah.
Aktivitas dakwah sebenarnya telah ada sejak adanya upaya menyampaikan dan mengajak manusia ke jalan Allah, namun kajian akademik keilmuannya masih tertinggal dibandingkan dengan panjangnya sejarah dakwah yang ada. Sebagai sebuah realita, dakwah merupakan bagian yang senantiasa ada sebagai aktivitas keagamaan umat Islam. Sementara sebagai kajian keilmuan pastinya hal ini memerlukan spesifikasi yang berbeda dan persyaratan tertentu.
Dewasa ini terdapat beberapa fenomena yang kemudian menempatkan kesadaran umat bahwa dakwah sebagai suatu aktivitas keagamaan memang memiliki kekutan yang besar dalam membentuk kecendrungan masyarakat. Hal ini sekaligus menumbuhkan secara jelas dan tegas sehingga ilmu ini dapat memberikan inspirasi yang baik bagi kecendrungan masyarakat. 
Maraknya dakwah, ternyata belum mampu menahan masuknya beberapa ajaran atau pemahaman yang tidak relevan dengan nilai-nilai ajaran agama secara hedonistik, matrealistik, dan sekuleristik.  Hal inilah yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami dan menghayati pesan simbolis keagamaan. Sehingga ritualitas perilaku kesalehan dalam beragama masyarakat tidak menerangkan tentang perilaku keagamaan yang sesungguhnya di mana nilai-nilai keagamaan menjadi pertimbangan dalam berfikir maupun bertindak oleh individu maupun sosial.
Ilmu dakwah mengalami proses perkembangan yang positif sehinnga semakin hari semakin estabilished sehingga semakin waktu mendapat sambutan dan pengakuan dari masyarakat mengenai eksistensinya.
Permasalahan
Dengan tujuan untuk mengetetahui :Sejarah dari Ilmu Dakwah
Urgensi Ilmu Dakwah
Sejarah Pemikiran Dakwah
Perkembangan Ilmu Dakwah di Indonesia
BAB II
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU DAKWAH
Sejarah Ilmu Dakwah
Sama seperti ilmu-ilmu yang lainnya ilmu dakwah sendiri memiliki sejarah pemikirannya sendiri,dan juga tahap-tahap perkembangannya. Ilmu dakwah sendiri juga tak bisa dipisahkan dari sejarah itu sendiri.
Sebenarnya dakwah itu sudah dimulai bahkan sejak dari jaman kenabian, mulai dari nabi adam hingga kepada nabi terakhir, Muhammad saw. Secara garis besar perkembangan ilmu dakwah dibagi secara berikut :Tahap Konvensional
Tahap konvensional ditandai dengan aktivitas dakwah sebagai kewajiban setiap muslim terhadap agamanya. Yakni masih dalam bentuk kegiatan kemanusiaan yang berupa seruan atau ajakan untuk menganut dan mengamalkan ajaran Islam yang dilakukan secara konvensional, artinya dalam pelaksanaanya belum mendasar pada metode ilmiah, akan tetapi berdasarkan pengalaman perorangan. Oleh karena itu tahapan ini juga disebut dengan tahapan tradisional. Menurut Amrullah Ahmad, pola dakwah pada periode ini didominasi oleh kesadaran amaliah (beribadah) , bukan konsep ilmiah meskipun faktanya telah banyak ulama yang menulis tentang dakwah dan amar ma'ruf nahi mungkar seperti Imam Ghazali dan tokoh semasanya, namun itu belum utuh dan baru sebatas embrio bagi munculnya Ilmu Dakwah.
Tahap sistematis
Tahap ini merupakan pertengahan antara tahap konvensional dan tahap berikutnya, yaitu tahap ilmiah. Pada tahap ini , dakwah yang ada dalam tahap konvesional diatas sudah dibicarakan secara khusus oleh berapa kalangan, sehingga muncul beberapa literature yang secara khusus membahas dakwah. Selain itu, tahap ini juga ditandai dengan adanya perhatian masyarakat yang lebih luas terhadap permasalahan dakwah islam. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya penyelanggaraan seminar dan diskusi. Dan pertemuan-pertemuan ilmiah lainnya yang secara khusus membicarakan masalah yang berkenaan dengan dakwah.
Tahap Sistematis
Pada tahap ini, dakwah telah berhasil tersusun sebagai ilmu pengetahuan dan telah memenuhi beberapa persaratan pokoknya, yaitu, objektif, metodik, universal, dan sistematis. Ini adalah berkat jasa para ulama dan para sarjana muslim yang telah mengkaji secara serius, baik dalam penelitian lapangan maupun penelitian keperpustakaan. Kajian mereka menghasilkan teori-teori dakwah. Dengan teori yang kuat, masyarakat mendirikan sarana dan prasarana pengembangannya melalui institusi perguruan tinggi, yaitu dengan adanya jurusan-jurusan yang berkonsentrasi terhadap dakwah.
Pada awal abad ke-20, pemikiran dakwah mulai dirintis menjadi disiplin ilmu pengetahuan. Pada tahun 1912 di Kairo telah didirikan sebuah lembaga yang bernama Dar al Da'wah wa al-Irsyad untuk mengahadang gerakan Kristenisasi. Lembaga ini kemudian ditutup karena perang dunia II. Tahun 1918, Syekh 'Ali Mahfuzh disebut sebagai peletak dasar terciptanya Ilmu Dakwah dengan penerbitan kitabnya, Hidayah al-Mursyidin ila Thuruq al-Wa'zh wa al-Khithabah (Petunjuk bagi Orang-orang yang Mendapat Petunjuk Menuju Teknik Pemberian Nasihat). Di Indonesia, keberadaan ilmu dakwah tidak bisa lepas dari lembaga pendidikan yang mencetak pendakwah seperti madarasah, pesantren, dan perguruan tinggi agama islam di Indonesia. Sejak Islam masuk ke Indonesia, para Ulama dan Sultan telah memikirkan cara untuk menyebarkan Islam secara efektif, mulai dari dayah sebagai lembaga kader pendakwah, pesantren-pesanteren hingga perguruan tinggi agama islam di Indonesia dengan Ilmu Dakwah yang telah menjadi fakultas tersendiri, sehingga Ilmu Dakwah dapat dikembangkan secara leluasa hingga saat ini.
Urgensi Ilmu Dakwah
Dengan banyaknya dakwah yang disampaikan dengan bil hal (perbuatan), bil lisan (perkataan), bil qalam (tulisan-tulisan), bil kitabah (buku), dan lain-lain. Maka sangatlah penting bagi kita untuk mengembangkan ilmu dakwah itu sendiri yang memiliki fungsi mengubah lingkungan yang menanamkan nilai-nilai keadilan, persamaan, persatuan, perdamaian, kebaikan, dan keindahan. Dan juga dalam misi mengemban amar ma'ruf dan nahi mungkar.Sejarah Pemikiran Ilmu Dakwah
Sejarah perkembangan pemikiran dalam dakwah islam yang bersifat falsafi, sebagaimana di kemukakan oleh Syukriadi Sambas dapat di kategorikan menjadi beberapa periode, yakni :
periode nubuwat : periode nubuwat ini adalah periode yang pertama, di mana semua nabi mengemban tugas memanggil, menyeru mengajak manusia kejalan Allah Swt , dengan materi seruannya menyangkut "tauhidullah"
khulafa al-rasyiddin :
tabi'in : masa tabi'in dengan rijal al-dakwah utama said bin Musayyab, Hasan al-basri, Umar bin Abd al-Aziz, dan Abu Hanifah, keempata tokoh ini menekan kan proses ihtisab dengan memulai perbaikan pada diri sendiri, keluarga, kemudian perbaikan umat, pengembangan dakwah dengan surat, membina rasa takut kepada allah, bepegang teguh pada agama, dan memperhatikan umat non muslim (toleransi), pada periode ini penalarannya cendrung pada metode muhadditsin, dengan kecendrungan agak lebih berat kepada nash daripada naql, sebagaimana umumnya digunakan pada nalar mutakalimin.
tabi' al-tabi'in : periode ini pada tokoh tokoh-tokoh : Malik bin Anas , Syafi'i dan Imam Ahmad, periode inilah yang di sebut periode transisi. Kajian lebih berorientasi pada syariat sebagai pesan dakwah.
tabi' al-tabi' al-tabi'in : era dimulainya era khalaf, sekitar 300 tahun setelah periode nubuwat berakhi. Pada masa inilah sudah terjadi munculnya aneka corak pemikiran di berbagai bidang kajian ke-islam-an sebagai hasil dari akumulasi interaksai antara budaya dalam perjalanan aktivitas dakwah sebagai aktualisasi dari pemikiran filosofis dakwah.
Modern : periode ini ditandai dengan semangat pemikiran untuk mengembalikan ballance of power terhadap hegemoni barat. Pada era ini pulalah dakwah sebagai ilmu mandiri mulai menggeliat, dan muncul ke permukaan.
Perkembangan Ilmu Dakwah diIndonesia
Di indonesia, keberadaan Ilmu Dakwah tidak bisa lepas dari lembaga pendidikan yang mencetak pendakwah, seperti madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi islam. Sejak islam pertama kali masuk di wilayah Nusantara, pala ulama dan sultan telah memikirkan upaya menyebarkan islam secara efektif. Untuk itu, kemudian dilakukan kederisasi melalui pendidikan islam. A. Hasjmi (1974 : 383) menyebut Dayah Cot Kala yang didirikan oleh Muhammad Amin sebagai prguruan tinggi islam pertama di bangun di rantau Asia tenggara , Muhammad Amin behasil mengembangkan Dayah Cot Kala dalam mencetak pendakwah yang menyebarkan islan di penjuru nusantara.
Para kiai jawa juga mengemban misi yang sama dengan para ulama aceh, yakni mencetak pendakwah. Penting dicatat bahwa saat itu pendakwah lebih populer dari pad\a guru Agama.Sebagai pendakwah, para ulama banyak menghabiskan waktunya untuk berkelana menyebarkan agama islam. Kita mendapatkan informasi dakwah Wali Songo dari artefak yang di tinggalkan dan cerita rakyat secara lisan.Sebelum dakwah menjadi jurusan tersendiri, ia kerap dijadikan tema dalam perdebatan di media massa ilam maupun forum forum ilmiah, di padang sumatera barat, kaum modernis membuat sebuah majalah berbahasa melayu dengan nama Al-munir, majalah yang didirikan oleh Haji Abdullah Ahmad ini mengedepankan dakwah purifikatif (pemurnian tauhid) dan menyuarakan ide-ide metode pembaruan islam. Dari majalah Al-Munir tersebut, muncul beberapa majalah islam lainnya di indonesia.
Sebelum kemerdekaan ilmiah tentang dakwah islam masih dilakukan secara informal.para ulama masih berkunjung untuk membicarakan masa depan umat islam indonesia. Dalam hal ini, belum ada institusi pendidikan islam yang memberikan fasilitas untuk mengadakan forum ilmiah tentang dakwah, setelah perguruan tinggi agama islam (PTAIN) di bentuk oleh pemerintah pada tanggal 26 september 1951, dakwah menjadi slah satu jurusannya selain jurusan tarbiyah, setelah PTAIN berganti nama menjadi IAIN dakwah masih menjadi sebuah jurusan dibawah fakultas ushuluddin pada tahun 1960 hingga 1968.
Tahun 1967, rektor Ar-raniri Aceh dengan di dukung oleh yayasan pembina darusallam dan mentri kesejahteraan untuk mengusulkan status jurusan dakwah menjadi fakultas dakwah, usulan ini di penuhi SK. Mentri agama Agama Nomir `13 Tahun 1968, setelah menjadi sebuah fakultas tersendiri, ilmu dakwah di kembangkan menjadi leluasa hingga saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Aziz, Moh. Prof. Dr. M.Ag. Ilmu Dakwah, Jakarta: Kencana, 2004
Ali Aziz, Moh. Prof. Dr. M.Ag. Ilmu Dakwah edisi Revisi, Jakarta: Kencana, 2009
Saputra, Wahidin, Drs. M.A. Pengantar Ilmu Dakwah, Jakarta: Rajawali pers, 2012
http://ariftotalonesis.wordpress.com/2014/01/12/sejarah-perkembangan-ilmu-dakwah


Download Makalah Ilmu Dakwah : Sejarah Perkembangan Dakwah.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Ilmu Dakwah : Sejarah Perkembangan Dakwah. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon