December 05, 2016

Ilmu ukur tanah


Judul: Ilmu ukur tanah
Penulis: Wika Darmawan


Ilmu ukur tanah disebut juga plan surveying yaitu ilmu yang mempelajari cara menyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur buatan manusia di atas permukaan yang dianggap datar.Bentuk bumi merupakan pusat perhatian dan kajian dari bidang ilmu ukur tanah. Bumi pada dasarnya berbentuk sangat tidak beraturan terbukti dengan adanya pegunungan dan jurang-jurang. Ilmu ukur tanah dibagi dua pengukuran:
1. Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV)a. Metode sipat datarb. Metode trigonometrisc. Metode barometris
2. Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal- titik tunggala. pengikatan kemukab. pengikatan ke belakang, dibagi dua metode:a.  Metode collinsb. Metode cassini- Metode titik banyak :a. Metode poligon ► penentukan posisi titik yang belum diketahui koordinat, dengan mengukur semua jarak dan sudut dalam poligon.b. Metode triangulasi ► penentuan posisi horisontal dari suatu titik dengan semua sudut dalam segitiga dan salah satu sisi segitiga jaraknya harus diketahui.c. Metode trilaterasi ► semua sisi dari segitiga harus diukur jaraknya untuk mendapatkan posisi horisontal suatu titik.d. Metode triangulterasi ► penentuan posisi horisontal dari suatu titik dengan menggabungkan pengukuran menggunakan triangulasi dengan trilaterasi.
Sudut
Sudut adalah suatu daerah yang dibatasi oleh dua sinar garis yang mempunyai titik pangkal yang sama (Umaryono U.P. 1986).
Sudut-sudut yang diukur dalam pengukuran tanah dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
Sudut Horisontal  merupakan pengukuran dasar untuk penentuan sudut arah dan azimuth.
Sudut Vertikal merupakan sudut yang diukur dari zenit sampai ke garis bidik theodolit, untuk menentukan nilai ketinggian (elevasi) suatu titik terhadap titik yang lain.
Jarak
Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu.
Alat ukur jarak langsung : pita ukur, langkah, alat ukur jarak elektronik,dll. Sedangkan pengukuran jarak tidak langsung : dengan menggunakan  metode tachimetri, metode trigonometri, dll.
Azimuth
Azimuth adalah sudut mendatar yang dihitung dari arah utara searah jarum jam sampai ke arah yang dimaksud (Jacob Rais, 1998).
Adapun perhitungan azimuth ada dua cara yaitu :
1. Menghitung azimuth dari dua titik tetap
Diketahui 2 titik : titik A (Xa, Ya) dan titik B (Xb,Yb)
αAB = arc Tg [(Xb-Xa) / (Yb-Ya)]
Kuadran Xb-Xa Yb-Ya Azimuth (α)
I + + αAB
II + - 1800- |αAB|
III - - 1800+|αAB|
IV - + 3600- |αAB|
2. Menghitung azimuth dari azimuth awal dan sudut-sudut yang diukur
Diketahui azimuth awal () dan Sudut yang diukur ()
Az.BC = Az.AB + Sdt.BC ± 180o
Sistem koordinat
Sistem koordinat adalah sekumpulan datum yang menentukan bagaimana koordinat-koordinat yang bersangkutan mempresentasikan titik-titik.
Poligon
Poligon merupakan serangkaian segi banyak. Besaran yang diukur dalam poligon adalah unsur-unsur sudut di setiap titik dan jarak di setiap dua titik yang berurutan.
Poligon tertutup adalah poligon yang bentuk geometrinya berupa loop tertutup dimana pengukuran diawali dan diakhiri dititik yang sama. Dengan demikian pada poligon tertutup koordinat awal sama dengan koordinat akhir. Poligon tertutup sering digunakan untuk mengukur batas-batas daerah pemetaan situasi.
Poligon terbuka terdiri atas serangkaian garis yang berhubungan tetapi tidak kembali ke titik awal atau tidak terikat pada sebuah titik dengan ketelitian sama atau lebih tinggi ordenya. Dilapangan, poligon ini biasanya digunakan untuk pengukuran jalan dengan cara pintas, atau panjang jalan dalam radius pendek.
Kesalahan dalam pengukuran:
Kesalahan alat
Garis bidik tidak sejajar garis arah Nivo.
Pita ukur yang tidak mendatar.
Kesalahan personil :
Kesalahan dalam membuat alat dan target tepat di atas titik-titiknya.
Kesalahan dalam mendatarkan alat.
Kesalahan dalam mengarahkan alat.
Kesalahan dalam menentukan garis yang berimpit untuk pembacaan.
            Kesalahan alam
Panas matahari tepat diatas kepala (undulasi).
Turun hujan.
Angin ribut sehingga mengganggu pengamatan.
Tanah labil (tidak rata).
Pengukuran Detail
Pengukuran detail adalah pengukuran sama benda-benda atau titik-titik dilapangan yang merupakan kelengkapan daripada sebagian permukaan bumi baik benda buatan (jalan, jembatan, bangunan, dsb) ataupun benda alam (gunung, sungai dsb). Dari pengukuran ini kedudukan tinggi dari keadaan dilapangan dapat diketahui dapat digambarkan kembali dan akhirnya berwujud suatu peta. alat yang dipakai adalah Theodolite.
Garis kontur
Garis kontur adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
PendahuluanDefinisi, Arti pentingnya pengkuran tanah, Sejarah pegukuran tanah, Pengukuran tanah datar/pengukuran mendatar. 1.1. Definisi Ilmu Ukur Tanah (Surveying)Ilmu ukur tanah adalah cabang dari ilmu Geodesi yang khusus mempelajarisebagian kecil dari permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuranpengukuran guna mendapatkan peta. Pengukuran yang di lakukan terhadap titik-titik detail alam maupun buatan manusia meliputi posisi horizontal (x,y) maupun posisi vertikal nya (z) yang diferensikan terhadap permukaan air laut rata-rata.Agar titik-titik di permukaan bumi yang tidak teratur bentuknya dapat dipindahkan ke atas bidang datar maka di perlukan bidang perantara antara lain :bidang Ellipsoid, bidang bultan dan bidang datar (untuk luas wilayah 55 km).Dalam pengertian yang lebih umum pengukuruan tanah dapat dianggap sebagaidisiplin yang meliputi semua metode untuk menghimpun dan melalukan prosesinformasi dan data tentang bumi dan lingkungan fisis. Dengan perkembanganteknologi saat ini metoda terestris konvensional telah dilengkapi dengan metodepemetaan udara dan satelit yang berkembang melalui program-programpertanahan dan ruang angkasa.Secara umum tugas surveyor adalah sebagai berikut:a) Analisa penelitian dan pengambilan keputusan. Pemilihan metode pengukuran, peralatan, pengikatan titik-titik sudut dsb.b) Pekerjaan lapangan atau pengumpulan data, yakni melaksanakan pengukurandan pencatatan data di lapangan.c) Menghitung atau pemprosesan data, yakni hitungan berdasrkan data yangdicatat untuk menentukan letak, luas dan volume.d) Pemetaan atau penyajian data. Menggambarkan hasil ukuran danperhitungan untuk menghasilkan peta, gambar rencana tanah dan peta laut,menggambarkan darat dalam bentuk numeris atau hasil komputer.e) Pemancangan. Pemancangan tugu dan patok ukur untuk menentukan batas-bataspedoman dalam pekerjaan konstruksi.1.1.2. Arti Pentingnya Pengkuran TanahPengukuran tanah sangat diperlukan dalam kehidupan modern, terutama oleh manusia karena hasil-haslnya diakai untuk :(i) memetakan bumi (daratan dan perairan),(ii) menyiapkan peta navigasi perhubungan darat, laut dan udara;(iii) memetakan batas-batas pemilikan tanah baik perorangan maupun perusahaandan tanah negara ,(iv) merupakan bank data yang meliputi informasi tata guna lahan dan sumber daya alam untuk pengelolaan lingkungan hidup,(v) menentukan fakta tentang ukuran, bentuk, gaya berat dan medan magnit bumi serta ,(vi) mempersiapkan peta bulan , planet dan benda angkasa lainnya.Dibidang teknik sipil maupun pertambangan sangat memerlukan data yang akurat untuk pembangunan jalan, jembatan, saluran irigasi, lapangan udara, pehubungancepat, sistem penyediaan air bersih pengkaplingan tanah perkotaan, jalur pipa,penambangan, terowongan. Semua itu diperlukan pengukuran tanah yanghasilnya beruapa peta untuk perencanaan.Agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan maka pengkuran harus dilakukansecara benar, tepat dan akurat. Hal ini perlu sekali diketahui baik oleh surveyormaupun para insinyur.1.1.3. Sejarah Pengukuran Tanaha. Zaman Mesir Kuno ( 140 SM) : Sesostris melakukan pekerjaan pemetaantanah untuk keperluan perpajakan atau yang saat ini dikenal dengan kadaster.b. Zaman Yunani Kuno . Sejarah mencatat bahwa Erastotenes (220 SM adalahorang pertama yang mecoba menghitung dimensi bumi. Dia menghitung sudut meredian Syene dan Alexandria di Mesir dengan mengkur bayangan pada matahari. Diperleh keliling bumi 25000 mil (13,5) mil lebih panjangdari pengkuran modern . Pada (120 SM) Berkembang ilmu geometri metode pengukuran sebidang lapangan (Dioptra)c. Perkembangan penting yakni pada jaman Romawi dimana pemikiran praktisuntuk memciptakan peralatan yang teliti dimulai dengan bantuan teknologisederhana. Kemampuan Romawi ditujukkan dengan hasil rekayasa di bidangkonstruksi di seluruh kekaisaran misalnya. Peralatan yang berembangmisalnya gromma, libella (sipat datar), dan crobates merupakan nivo untukmedatarkan sudut.d. Peradaban Yuniani dan Romawai selama berabad abad dilestarikan olehorang Arab dalam bidang geometri praktis. Baru pada abad ke 13 dan 14Ilmu Ukur Tanah maju pesat banyak penulis diantaranya Von Piso menulisPraktica Geometria (Ilmu Ukura Tanah) dan Liber Quadratorum ( pembagiankudran) dsb.e. Abad 18 dan 19 seni pengukuan tanah maju lebih pesat oleh karenakebutuhan peta-peta semakin dirasakan terutama Inggris dan Perancismengembangkan pengukuran geodesi dengan triangulasi teliti. The US Coastand Geodetic Survey , Amerika Serikat melaksanakan pengukuran hidrografidan menetapkan titik-titik ontrol nasional.f. Seteleh perang dunia I dan ke II pengukuran tanah berkembang sejalandengan perkembangan teknologi modern baik dalam pengumpulan datamaupun penglohannnya. Peralatan konvesional degantikan dengan peralatanautomatis dan elektronik begitu juga dalam pengolahan dan peyajiannyatelah berkembang metode komputerisasi.1.1.4. Pengukuran Tanah Datar (Plane Surveying)Pengukuran geodetis dilakukan dengan memperhatikan kelengkungan bumi dandvelksi vertikal dengan refernsi bumi sebagai speroid dan koordinat dihitungdalam 3 dimensi. Metode teristris pengukuran geodetis telah digantikan denganDopler dan saat ini telah berkembang GPS (Global Positioning System) denganketelitian dan resolusi yang tinggi.Ilmu ukur tanah membatasi pengkuran dalam bidang datar pada luasan dan jaraktertentu. Pengukuran-pengukuran khsusus meliputi antara lain :a. Pengukuran titik kontrol, memetapkan jaringan kontrol horizontal dan vertical sebagai acuan.b. Pengukuran totpografi, mementukan lokasi alam dan budaya manusia serta elevasi yang dipakai dalam pembuatan peta.c. Pengukuran kadastral : pengukuran tertutup untuk mementapkan batas kepemilikan tanah.d. Pengukuran hidrografik, menentukan garis pantai dan kedalaman laut, danau sungai dan bendungan.e. Pengukuran jalur lintas dilaksanakan untuk merencanakan, merancangdan membangun jalan raya, jalur pipa dan proyek jaringan tersier, skunder dan primer.f. Pengukuran kosnuksi dilaksanakan sementara konstruksi berjalan, mengendalikan evaluasi, kedudukan horizontal dan konfigurasi.g. Pengukuran rancang bangun (as built surveys) menentukan lokasi dan perencanaan pekerjaan rekayasa yang tepat, memberikan pembuktiandan pencatatan poisi termasuk perubahan desain dsb.h. Pengukuran tambang yakni untuk pedoman penggalian terowongan danoverburden
Metode atau cara pengukuran digunakan  untuk perhitungan, pengolahan, dan koreksi data untuk menentukan posisi (koordinat) setiap titik yang terukur dalam wilayah pemetaan. Secara umum metode ini dapat dibagi sebagai berikut :
Metode pengukuran pada alat ukur sederhana :
1.    Pengukuran jarak
Apabila jarak antara dua titik yang akan diukur lebih panjang dari alat ukur yang ada maka dua tahapan yang harus dilakukan :
-     pelurusan (pembanjaran)
Pembanjaran dilakukan oleh dua orang, seorang membidik sementara yang lain menancapkan yalon sesuai dengan komando dari si pembidik. Seprti yang terlihat pada gambar x, misalnya akan diukur jarak AB, dua buah yalon harus ditancapkan di atas titik A dan B. Selanjutnya pembidik berdiri di belakang yalon A dan mengatur agar mata pembidik satu garis dengan yalon A dan B. Keadaan ini dapat diketahui jika mata si pembidik hanya melihat satu yalon saja. Di antara yalon A dan B harus ditancapkan beberapa yalon atau patok yang jaraknya terjangkau oleh alat ukur.
Seringkali dijumpai rintangan pada areal yang akan diukur sehingga pembanjaran tidak dapat dilakukan seperti gambar diatas. Maka pembanjaran disini perlu perlakuan yang berbeda, dikarenakan :
Kondisi lapangan yang bergelombang/curam/berbatasan dengan tembok tinggi.
Ada bangunan/rintangan di tengah areal yang akan diukur, dan sebagainya.
-     pengukuran jarak secara langsung
Pengukuran jarak dua titik dapat dilakukan dengan menggunakan kayu meter, rantai meter, pita meter.
Untuk permukaan tanah yang miring, pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan pita/kayu ukur yang diatur horizontal dengan bantuan nineau serta mengukur langsung tanah yang miring.
2.      Pengukuran sudut miring
Pengukuran sudut miring sangat diperlukan dalam memperoleh informasi jarak (D) dan beda tinggi (BT) secara tidak langsung.
Alat yang biasanya digunakan adalah abney level, yang penggunaannya dengan membidik langsung pada puncak obyek yang diinginkan kemudian menggerakkan niveau yang dihubungkan dengan penunjuk skala hingga berada pada posisi tengah benang. Hasilnya dapat dibaca langsung pada penunjuk skala tersebut.
3.      Pengukuran Beda Tinggi (BT)
Pengukuran beda tinggi antara dua titik di lapangan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara langsung dengan menggunakan alat ukur yang dipasang mendatar, serta cara tidak langsung dengan mengukur panjang miringnya dan sudut yang terbentuk terhadap lereng.
Pengukuran dengan waterpass instrumen
Pengukuran Jarak dan Beda Tinggi
Pada waterpass pengukuran jarak memiliki rumus :
D = 100. (Ca – Cb)
Untuk pengukuran beda tinggi (BT) antar dua titik dapat dihitung berdasarkan tinggi alat dan nilai kurva tengah, sehingga dirumuskan menjadi :
BT = TA-Ct
2 . Pembacaan sudut horizontal
Sudut arah adalah sudut horizotal yang dibentuk oleh perpotongan suatu garis dengan meridian bumi (utara-selatan) . dalam pengukuran , untuk menyatakan besarnya sudut dikenal dua cara yaitu :bearing dan azimuth
Biaring merupakan sudut arah yang diukur dari utara atau selatan magnet bumi ke titik lain searah atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam dengan sudut kisaran antara 0- 90. Azimut merupakan sudut arah yang diukur dari utara magnet bumi ke titik yang lain searah jarum jam. Sehingga mempunyai kisaran attara 0-360
Pengukuran Dengan Theodolit
1.      Pembacaan sudut horizontal (Az)
Sudut arah adalah sudut horisontal yang dibentuk oleh perpotongan suatu garis dengan meridian bumi ( utara-selatan). Dalam pengukuran, untuk menyatakan besarnya sudut dikenal dua cara, yaitu : "Bearing" dan "Azimuth".
Bearing merupakan sudut arah yang diukur dari utara atau selatan magnet bumi ke titik lain yang searah/berlawanan dengan arah putaran jarum jam, dengan sudut kisaran antara 0-90. Azimuth merupakan sudut arah yang diukur dari utara magnet bumi ke titik yang lain searah jarum jam sehingga mempunyai kisaran antara 0-360.
2.      Pembacaan sudut miring (V)
Sudut miring merupakan sudut yang dibentuk oleh garis bidik teropong dengan bidang horisontal. Pada umumnya besarnya sudut horisontal dan vertikal terdapat dalam satu mikrometer, namun adapula yang dipisahkan.
3.      Pengukuran jarak (D) dan beda tinggi (BT)
Jarak horisontal (H) dan Jarak (D)
D = 100 ( Ca-Cb). Cos α
H = D. Cos α
H = 100 ( Ca – Cb). Cos2 α
Beda Tinggi (BT)
BT = H. Tg α – h
4.      Penggambaran posisi tiap titik kenampakan pada peta
Penggambaran dapat dilakukan secara grafis dengan busur derajat untuk menentukan sudut arah dan jaraknya dengan mistar (sesuai skala). Cara lain adalah menggunakan sistem koordinat yang terdiri atas dua saling tegak lurus. Posisi tiap sasaran yang diukur digambarkan dengan menghitung harga absis dan ordinatnya.
5.      Poligon
Poligon adalah rangkaian titik-titik yang dihubungkan secara berurutan. Jika titik awal dan titik akhir bertemu, disebut sebagai poligon tertutup. Sebaliknya jika titik awal dan titik akhir tidak bertemu maka disebut sebagai poligon terbuka.
Poligon digunakan sebagai kerangka dasar di dalam pengukuran kenampakan di lapangan. Poligon terbuka lebih sering untuk pekerjaan perencanaan/perbaikan jalan, saluran, irigasi dll. Poligon tertutup untuk pembuatan peta areal/wilayah dan kontur.
Untuk pembuatan poligon tertutup, pengukuran sudut arah cukup dilakukan pada awal pengukuran saja. Sudut arah untuk titik berikutnya didasarkan pada sudut arah awal (titik sebelumnya) dari sudut dalam bersangkutan. Sudut dalam untuk menghitung sudut arah (azimuth) adalah sudut dalam terkoreksi. Tiga parameter yang digunakan sebagai pedoman adanya penyimpanan dan perlu koreksi adalah :
Σ sudut dalam = (n-2) x 180
Σ D sin α = 0
Σ D cos α = 0
Jika data pengukuran menyompang dari syarat di atas, maka poligon tidak tertutup dan perlu adanya koreksi.
Persamaan umum dalam menghitung sudut arah adalah :
Azimuth (α)n = α  (n-1) + 1800 – Sn
Untuk koreksi secara grafis, maka polygon yang tidak tertutup setelah tergambar dapat dikoreksi dengan menghitung sudut atau cara graphical plot.
 
Daftar Pustaka
Sudaryatno, 2001, Petunjuk PraktIkum Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta : Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Pengukuran dalam Ilmu Ukur Tanah
Ilmu ukur tanah adalah bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara-cara pengukuran di permukaan bumi dan di bawah tanah untuk berbagai keperluan seperti pemetaan dan penentuan posisi relatif pada daerah yang relatif sempit sehingga unsur kelengkungan permukaan buminya dapat diabaikan (Basuki, S, 2006). Proses pemetaan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara terestrial dan ektra terestrial. Pemetaan terestris merupakan pemetaan yang dilakukan dengan menggunakan alat yang berpangkal di tanah. Pemetaan ekstra terestris adalah pemetaan yang dilakukan dengan menggunakan alat yang tidak berpangkal di tanah tapi dilakukan dengan wahana seperti pesawat terbang, pesawat ulang alik atau satelit. Menurut Wongsotjitro, (1980) arti melakukan pengukuran yaitu menentukan unsur-unsur (Jarak dan sudut) titik yang ada di suatu daerah dalam jumlah yang cukup, sehingga daerah tersebut dapat digambar dengan skala tertentu. Sesuai dengan perkembangan teknologi, teknik-teknik dalam mengukur tanahpun berkembang. Peralatan untuk mengukur tanah juga semakin berkembang. Mulai dari peralatan manual menjadi peralatan elektris sehingga pengukuran menjadi lebih cepat, tepat dan mudah. Bantuan komputer dalam perhitungan juga memudahkan manusia mendapatkan hasil yang cukup akurat. Ilmu ukur tanah memiliki tiga unsur yang harus diukur di lapangan, yaitu: jarak antara dua titik, beda tinggi dan sudut arah. Pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur sederhana sering disebut pula dengan istilah pengukuran secara langsung karena hasilnya dapat diketahui sesaat setelah selesai pengukuran. Sebagai contoh alat tersebut adalah pita ukur, baak ukur, yalon dan abney level. Selain alat ukur sederhana terdapat alat lain yang digunakan untuk pengukuran dilapangan yang dikenal dengan tacheometer. Tacheometer merupakan alat pengukuran cepat yang dilengkapi oleh peralatan optis, misalnya lensa sehingga dapat melakukan pengukuran secara optis. Sebagai contoh adalah compass survey, waterpass dan theodolit.Penggunaan dan perlakuan seorang surveyor terhadap alat merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan. Penggunaan alat yang tidak tepat dapat mengakibatkan hasil pengukuran yang salah. Cara perawatannya pun harus diperhatikan agar alat ukur tanah tidak rusak. Alat ukur tanah merupakan alat-alat yang harganya cukup mahal.Pengukuran merupakan pengamatan terhadap suatu besaran yang dilakukan dengan menggunakan peralatan dalam suatu lokasi dengan beberapa keterbatasan tertentu (Basuki, S, 2006). Menurut (Wongsotjitro, 1980) arti melakukan pengukuran suatu daerah ialah menentukan unsur-unsur (jarak dan sudut) titik yang ada di suatu daerah dalam jumlah yang cukup, sehingga daerah tersebut dapat digambar dengan skala tertentu. Pengukuran dengan alat sederhana dapat untuk mengukur, jarak, beda tinggi, dan sudut. Pengukuran ini dapat dibedakan menjadi pengukuran langsung dan tidak langsung. Pengukuran langsung adalah pengukuran dengan langsung mendapatkan nilai pengukuran. Pengukuran tidak langsung yaitu pengukuran yang tidak langsung didapat hasilnya tetapi harus melalui proses perhitungan terlebih dahulu. Pengukuran jarak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti pita ukur, pita baja, dan pegas ukur. Pengukuran dengan alat-alat ini biasanya digunakan untuk mengukur daerah yang tidak begitu luas. Terbatasnya skala alat ukur seperti pita ukur menjadikan alat ini digunakan untuk pengukuran langsung di daerah yang luas. Pengukuran tidak langsung dapat menggunakan peralatan seperti theodolith dan waterpass. Secara umum metode pengukuran untuk perhitungan, pengolahan dan koreksi data dibagi menjadi: 1. Pengukuran pada alat ukur sederhana Pengukuran jarak dengan alat ukur sederhana dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pelurusan dan pengukuran jaraknya secara langsung. Pelurusan atau pembanjaran dilakukan dengan membentangkan pita ukur. Hal ini dilakukan karena jarak yang diukur melebihi pita ukur serta karena permukaan tanah tidak mendatar sehingga perlu dilakukan pemenggalan jarak agar di setiap pemenggalan dapat dilakukan pengukuran. Metode ini juga digunakan untuk mengetahui sudut kemiringan suatu lereng. Sudut kemiringan ini dapat digunakan untuk mengetahui nilai beda tinggi suatu lereng. Alat yang biasa digunakan untuk mengukur sudut yaitu abney level dan hagameter. Selain menggunakan sudut kemiringan, beda tinggi dapat diketahui dengan alat ukur yang dipasang mendatar atau dengan mengukur panjang miringnya sudut yang terbentuk terhadap lereng. 2. Pengukuran dengan waterpass Alat waterpass dapat digunakan untuk mengetahui jarak, sudut horizontal dan beda tinggi. Alat ini kurang cocok untuk pengukuran daerah terjal. Halitu dikarenakan waterpass tidak dapat mengukur sudut vertikal. 3. Pengukuran dengan theodolith Alat theodolith ini digunakan untuk mengukur jarak, beda tinggi, sudut vertikal dan juga sudut horizontal. Alat ini cocok digunakan untuk mengukur daerah dengan lereng landai maupun terjal.
DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Slamet. 2006. Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Sudaryatno. 2009. Petunjuk Praktikum Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Wongsotjitro, Soetomo. 1980. Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta: Kanisius.


Download Ilmu ukur tanah.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Ilmu ukur tanah. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon