December 15, 2016

Hukum Newton I II III


Judul: Hukum Newton I II III
Penulis: Affan Dzeko Sullivan


Hukum Newton I, II, III
34861506350Isaac Newton (1642 - 1727) dilahirkan di sebuah perkampungan Inggris di tahun Galileo meninggal. Pada mulanya dia seorang yang sederhana dan kemudian dia bersinar menjadi seorang ilmuwan terbesar yang pernah dikenal. Di masa kecilnya dia sakit-sakitan, suka bertengkar, dan seorang yang jarang bergaul. Itulah yang menyebabkan dia tidak pernah menikah sampai akhir hayatnya. Ketika dia berusia 20 tahun, dia membeli sebuah buku astrologi di pekan raya, Dengan membaca buku tersebut dia tidak bisa memahami tentang trigonometri. Kemudian dia membeli lagi buku trigonometri. Dia tidak mengikuti pendapat geometri Euclid dalam buku Elements of Geometry itu. Dua tahun kemudian dia menemukan kalkulus diferensial. Pada tahun 1666, sebagai mahasiswa di Cambridge University dia berlibur di desa terpencil di Woolsthrope, tempat kelahirannya. Pada tahun itu dia menemukan diferensial dan kalkulus integral, membuat penemuan fundamental tentang cahaya, dan mulai memikirkan hukum gravitasi umum. Newton termasuk salah seorang yang kerap menyimpan karya-karyanya dan tidak segera menerbitkannya. Pada tahun 1687 Netwon menerbitkan buku Principia yang memuat hukum-hukum dasar tentang gerak.1. Hukum I Newton
2819400150495Sebuah batu besar di lereng gunung akan tetap diam di tempatnya sampai ada gaya luar lain yang memindahkannya, misalnya gaya tektonisme/gempa, gaya mesin dari buldoser. Demikian pula bongkahan batu meteor di ruang angkasa hampa udara sana akan terus bergerak selamanya dengan kecepatan tetap sampai ada gaya yang mengubah kecepatannya misalnya gaya gravitasi suatu planet atau gaya lain yang menghentikannya misalnya tubrukan dengan meteor lain. Memang benar bahwa sebuah benda akan tetap diam jika tidak ada gaya yang bekerja padanya. Demikian pula sebuah benda akan tetap bergerak lurus beraturan (kecepatan benda tetap) jika gaya atau resultan gaya pada benda nol. Pernyataan ini merupakan pernyataan alami, dan apabila digabung akan merupakan rumusan hukum I Newton yang menyatakan bahwa :Sebuah benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda itu. Jadi, Hukum I Newton berbunyi "Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap".
Bagian pertama dari pernyataan hukum I Newton itu mudah dipahami, yaitu memang sebuah benda akan tetap diam bila benda itu tidak dikenai gaya lain.
Gambar 5: Arah gaya dorong, gaya berat, gaya gesekan dan gaya Normal yang seimbang menyebabkan benda tetap diam.
Gaya gesekan
Gaya NormalGaya dorong
Tentunya gaya-gaya konservatif seperti gaya berat dan gaya normal selalu ada dan sama besar serta berlawanan sehingga saling meniadakan. Keadaan benda diam demikian itu disebut keseimbangan.Jadi jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol (F = 0), maka percepatan benda juga sama dengan nol (a = 0) dan benda tersebut :- Jika dalam keadaan diam akan tetap diam, atau- Jika dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.
Bagian kedua dari pernyataan itu dapat dipahami sebagai berikut. Jika lintasan awal gerak benda itu perlu suatu dorongan (yang dalam hal ini disebut gaya atau resultan gaya). Begitu pula bila diinginkan mengubah kecepatan benda baik mempercepat atau memperlambat, maka juga diperlukan gaya. Jadi bila tidak ada gaya atau resultan gayanya nol maka bentuk lintasan lurus dan kecepatan benda akan selalu tetap.
Jadi benda akan selalu berusaha mempertahankan keadaan awal jika benda tidak dikenai gaya atau resultan gaya. Hal ini yang menyebabkan seringnya hukum I Newton disebut sebagai hukum kelembaman/inertia (malas/inert untuk berubah dari keadaan awal).
Dalam persamaan matematis hukum I Newton sering dituliskan sebagai berikut. F = 0
dimana F adalah resultan gaya yang bekerja pada benda.
Kesimpulan : F = 0 dan a = 0 Karena benda bergerak translasi, maka pada sistem koordinat Cartesius dapat dituliskan
Fx = 0 dan Fy = 0.
Contoh Penerapan Hukum Newton I :
Penumpang akan serasa terdorong kedepan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.
Koin yang berada di atas kertas di meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara cepat.
Ayunan bandul sederhana.
Pemakaian roda gila pada mesin mobil.
2. Hukum II Newton
266700014605Hukum ini berbunyi "Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya"
Bila ada resultan gaya yang timbul pada sebuah benda, dapat dipastikan benda tersebut akan bergerak dengan suatu percepatan tertentu. Bila benda semula dalam keadaan diam akan bergerak dipercepat dengan percepatan tertentu, sedangkan bila benda semula bergerak dengan kecepatan tetap akan berubah menjadi gerak dipercepat atau diperlambat. Resultan gaya yang bekerja pada benda yang bermassa konstan adalah setara dengan hasil kali massa benda dengan percepatannya. Pernyataan inilah yang dikenal sebagai hukum II Newton. Secara matematis hukum tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.
F = m . a
dimana m adalah massa benda dalam satuan kg, a adalah percepatan benda dalam satuan m/s2, dan F adalah resultan gaya yang bekerja pada benda.
F adalah resultan gaya yang menjumlahkan beberapa gaya pada benda.
Contoh Penerapan Hukum Newton II :
Mobil yang melaju dijalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbading terbalik dengan massa mobil tersebut.
3. Hukum III Newton
Hukum III Newton mengungkapkan bahwa, "Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain maka benda yang di kenai gaya akan mengerjakan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan".308610067310
Penekanan pada hukum ini adalah adanya dua benda, dalam arti gaya aksi diberikan oleh benda pertama, sedangkan gaya reaksi diberikan oleh benda kedua. Hukum ini dikenal sebagai hukum aksi-reaksi, dan secara matematis dapat di tuliskan sebagai berikut. Faksi = - FreaksiYang menjadi penekanan dalam hukum ini adalah bahwa gaya aksi dan gaya reaksi yang terjadi adalah dari dua benda yang berbeda, bukan bekerja pada satu benda yang sama. Gaya berat dan gaya normal pada sebuah buku yang tergeletak di meja bukan merupakan pasangan gaya aksi-reaksi.
Contoh Penerapan Hukum Newton III :
seorang anak memakai skate-board dan berdiri mengahadap tembok. Jika anak tersebut mendorong tembok(Faksi), maka tembok akan mendorong tangan  dengan besar gaya yang sama tetapi berlawanan (Freaksi)sehingga anak tersebut terdorong ke belakang.
Saat palu besi memukul ujung paku berarti palu mengerjakan gaya pada ujung paku(Faksi) maka paku akan memberikan gaya pada palu(Freaksi)
Ketika kaki atlit renang menolak dinding tembok kolam renang(Faksi) maka tembok kolam renang kan mengerjakan gaya pada kaki perenang(Freaksi) sehingga perenang terdorong ke depan
Persamaan Hukum Newton I, II, III
Hukum Newton adalah hukum gerak yang mempunyai tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya.
Merupakan hukum yang menerapkan/mengemukakan tentang gerak, suatu benda tetap pada keadaan awalnya (diam atau bergerak dengan kecepatan tetap) kecuali jika ada gaya eksternal yang bekerja pada benda.
Percepatan suatu benda sebanding dengan gaya eksternal yang bekerja pada benda.

mendefinisikan gaya.
massa adalah sifat intrinsik benda yang menyatakan sulit tidaknya benda bergerakmassa sebuah benda tidak bergantung pada lokasi benda.
Gaya-gaya selalu terjadi berpasangan. Jika benda A memberikan gaya pada benda B, maka benda B akan memberikan gaya yang besarnya sama tapi arahnya berlawanan pada benda A.
gaya aksi-reaksigaya aksi-reaksi tidak pernah dapat saling mengimbangi karena masing-masing bekerja pada benda yang berbeda.
Secara sederhana gaya dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitugaya kontak : gaya gesek, gaya tegangan tali, gaya normal, gaya pegas, gaya hambat oleh udara, gaya eksternal yang diberikan, dllgaya yang bekerja meskipun ada jarak dengan penyebab gaya : gaya gravitasi, gaya coulomb, gaya magnet
konsep medan gayaPerbedaan Hukum Newton I, II, III
Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir tiga abad.
Hukum Newton 1
Setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Isi dari Hukum Newton 1 adalah "Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap dalam arah yang sama selama tidak ada gaya yang bekerja padanya."Hukum Newton 2
Hukum ini berbunyi "Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya". 
Sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
Dalam bentuk rumus hukum 2 Newton dapat dituliskan sebagai berikut:F = m . adimana,F = gaya (N).m = massa benda (kg).a = percepatan benda (m/s^2).
Hukum Newton 3
Hukum ini sering juga disebut dengan hukum aksi-reaksi. Hukum ini berbunyi "Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain maka benda yang di kenai gaya akan mengerjakan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan". Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris.
Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.
Misalnya kita memukul benda dengan tangan, dan tangan kita sakit. Berarti benda itu memukul kita sama dengan kekuatan pukulan yang kita berikan. Makin kuat pukulan kita, makin keras tumbukan yang terjadi, makin sakit tangan kita.
THE END
DAFTAR PUSTAKA
http://mancinginfo.blogspot.com/2013/03/teori-dan-contoh-hukum-newton-i-ii-dan.html#sthash.kGaPlwLE.dpufhttp://noermalalika.wordpress.com/lihat-aja/physic/81-2/http://gurumuda.net/hukum-newton.htmhttp://apasihbedanya.blogspot.com/2013/03/apa-sih-bedanya-hukum-newton-1-2-dan-3.htmlhttp://saran-kita.blogspot.com/2013/09/teori-hukum-newton-ke-1-2-dan-3-beserta.htmladiwarsito.wordpress.com


Download Hukum Newton I II III.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Hukum Newton I II III. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon