December 31, 2016

filsafat penciptaan manusia [resume]


Judul: filsafat penciptaan manusia [resume]
Penulis: ALv IEn


Dr. Maurice Bucaille dalam bukunya menyebutkan bahwa salah satu sifat yang membedakan Al Qur'an dengan kitab yang lainnya adalah bahwa Al-Qur'an itu untuk mengilustrasikan penegasan yang berulang-ulang tentang ke-Mahakuasaan Tuhan, Kitab tersebut merujuk kepada suatu keragaman gejala alam. Pernyataan-pernyataan yang dikandung oleh Al-Quran tentang manusia adalah diantara yang paling mengejutkan beliau.
Membicarakan Manusia dalam perspektif sejarah perjalanan hidupnya tidak bisa lepas dari sosok Nabi Adam AS. Beliau sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah SWT dengan segala kesempurnaannya. Terlepas dari itu bahwa sesungguhnya Manusia telah diberi akal pikiran sehingga dengan akal tersebut mereka dapat berpikir, dengan berpikir manusia mampu mengajukan pertanyaan serta memecahkan masalah . dengan danya akal pula manusia berbeda dengan makhluk-makhluk Allah yang lain. Dalam Al Quran disebutkan "Sesungguhnya Aku (Allah SWT) hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa penciptaan Manusia (Khalifah di muka bumi) sudah dikehendaki oleh Allah SWT sebelumnya.
Berkali-kali AL-Quran menjelaskan bahwa Allah memulai penciptaan manusia dari tanah. Ini dapat dipahami juga bahwa arti tanah adalah permulaan atau tahap yang pertama. Al-Quran tidak menjelaskan berapa tahap yang dilalui manusia sesudah tahap tanah itu tidak juga berapa jauh dan berapa lamanya. Ini adalah salah satu rahasia yang belum diungkap oleh seorang pun tidak juga diketahui hakikatnya dan sebagaimana keadaannya sebelum itu. Yang jelas –kata ilmuwan- "dari sel hidup manusia lahir".
Menurut Dr. Maurice Bucaille bahwa beberapa ayat dalam Al-Quran tidak mengandung sesuatu pun kecuali makna spiritual yang mendalam yang lainnya merujuk pada transformasi-transformasi yang tampaknya menunjukkan perubahan-perubahan didalam morfologi manusia. Makna spiritual yang mendalam ini ditunjukkan oleh dua ayat Al-Quran sebagai suatu wujud yang amat erat kaitannya dengan tanah. Kedua ayat itu adalah sebagaimana dibawah ini:

17. dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,
18. kemudian Dia mengambalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. (QS. Nuh: 17-18)

55. dari bumi (tanah) Itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. (QS. Thahaa: 55)
Aspek spiritual asal manusia dari tanah ini ditekankan oleh kenyataan bahwa kita mesti kembali ke tanah setelah kematian dan juga oleh gagasan bahwa Tuhan akan mengeluarkan kita lagi pada hari pengadilan, suatu makna spiritual yang sebagaimana telah kita lihat.. makna spiritual utama asal usul manusia dari tanah tidak menyingkirkan pengertian yang ada dalam Al-Quran yang pada masa kini disebut sebagai 'komponen-komponen' kimiawi tubuh manusia yang bisa ditemukan di tanah agar bisa membawakan pengertian ini yang mana pada saat ini tepat disebut secara saintifik, kepada orang-orang yang hidup ketika Al-Quran di wahyukan, maka terminologi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan pada masa itu harus digunakan. Saking masih umum dan rahasianya pembahasan mengenai manusia dan penciptaannya dalam Al-Quran bahkan di saat ini dimana ilmu pengetahuan sudah sebegitu modern dan lengkap, ada Seorang ilmuwan dan dokter berkebangsaan perancis peraih nobel 2 kali membuat sebuah buku yang berjudul "Man The Unknown", Manusia adalah makhluk yang belum dikenal. Hal ini bisa dimaklumi karena terdapat banyak ungkapan dalam Al-Quran mengenai penciptaan manusia dan segala sesuatu mengenainya. Quraish Shihab dalam bukunya menyebutkan bahwa Manusia adalah makhluk social, atau binatang cerdas yang menyusui, atau makhluk bertanggung jawab atau makhluk membaca atau makhluk tertawa dsb. Salah satu yang paling musykil pada manusia adalah jiwa dan akalnya, bahkan tidurnya pun belum banyak diketahui bagaimana itu terjadi. Terlepas dari semua itu bahwa sesungguhnya Al-Quran menyiratkan bahwa masih banyak bagian dari manusia yang masih bisa dipelajari dari berbagai bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Sementara banyak ilmuwan berpendapat bahwa ada makhluk-makhluk mirip manusia sebelum kita yang mereka namai Homo Sapiens. Kita, mereka anggap sebagai manusia modern, karena leluhur kita baru wujud sekitar 40.000 tahun yang lalu sedang fosil hominid yang paling dini berasal dari masa tiga setengah juta tahun yang lalu. Sebagaimana teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa kita telah berubah melalui evolusi dari beribu-ribu tahun yang lalu hingga adanya kita sekarang yang dianggap sebagai manusia modern ini, maka kita sebagai muslim perlu memahami aliran kreasionisme sebagaimana banyak ilmuwan muslim yang meyakininya, yakni sebuah keyakinan bahwa manusia dan binatang tercipta dalam wujud yang sekarang ini dengan sedikit atau tanpa mengalami evolusi. Dalam bentuknya yang paling ekstrim, kreasionisme menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta –dari tumbuhan hingga planet dan alam semesta sendiri- diciptakan sekaligus di suatu waktu tertentu (beberapa ratus tahun) dimasa lalu.
Biarkanlah ilmuwan berpendapat tentang asal usul manusia, namun yang jelas sebagai umat islam, manusia tercipta dari tanah. Berapa lama proses penciptaan manusia, bagaimana itu dilaluinya dan apa saja proses itu hingga akhirnya ia menjadi manusia yang ditiupkan kepadanya Ruh Illahi, tidak dijelaskan oleh Al-Quran.
Terakhir, bahwa sesungguhnya Manusia dalam pandangan Al-Quran bukan makhluk anthropomorfisme, yaitu makhluk penjasadan Tuhan, atau mengubah Tuhan menjadi manusia. Al-Quran menggambarkan manusia sebagai makhluk theomorfis yang memiliki sesuatu yang agung di dalam dirinya. Di samping itu manusia dianugerahi akal yang dapat membedakan nilai baik dan buruk, sehingga membawa ia pada kualitas tertinggi sebagai makhluk yang bertakwa. Al-Quran memandang manusia sebagai makhluk yang suci dan mulia, bukan sebagai makhluk yang kotor dan penuh dengan dosa, sebagaimana pandangan mereka bahwa nabi Adam dan Hawa yang diturunkan dari surga karena melanggar larangan Allah merupakan asal mula hakikat manusia sebagai pembawa dosa bawaan (turunan).


Download filsafat penciptaan manusia [resume].docx

Download Now



Terimakasih telah membaca filsafat penciptaan manusia [resume]. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon