December 13, 2016

Analisis Jurnal Kewirausahaan


Judul: Analisis Jurnal Kewirausahaan
Penulis: Aditama C. Dewi


centercenterProgram Studi Pendidikan Teknik Informatika
Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
Analisis Jurnal Kewirausahaan
Aditama C Dewi (12520244015)
00Program Studi Pendidikan Teknik Informatika
Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
Analisis Jurnal Kewirausahaan
Aditama C Dewi (12520244015)


Jurnal 1.
Judul : Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di STIE MDP, STMIK MDP, dan STIE MUSI
Pengarang/ Penulis: Retno Budi Lestari dan Trisnadi Wijaya
Sumber : http://eprints.mdp.ac.id/672/1/6.Pengaruh%20Pendidikan%20Kewirausahaan%20Terhadap%20Minat%20Berwirausaha%20Mahasiswa%20di%20STIE%20MDP,%20STMIK%20MDP,%20dan%20STIE%20MUSI%20.pdf
Analisa terhadap Jurnal
Dalam jurnal dipaparkan bahwa angka pengangguran justru diciptakan oleh pengangguran terdidik. Hal tersebut dikarenakan masih rendahnya minat dan motivasi pemuda Indonesia untuk berwirausaha pada masa dewasa ini. Berbagai upaya dilakuakan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mengubah mindset para pemuda agar tidak hanya sebagai pencari kerja, salah satunya dengan memasukkan mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulum sebagai salah satu mata kuliah wajib. Pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk memilih kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karir selain menjadi pegawai swasta, PNS, atau pegawai BUMN. Faktor demografis (gender, latar belakang pendidikan orang tua, dan pengalaman bekerja) dapat mempengaruhi pilihan karir menjadiwirausahawan. Pendidikan kewirausahaan diharapkan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan sejati sehingga mereka mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai karir.
Penelitianpun dilakukan di kota Palembang pada mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kewirausahaan pada semester genap tahun akademik 2010/2011, sebanyak 500 orang terdiri dari 253 mahasiswa dari STMIK MDP, 132 mahasiswa dari STIE MDP dan 115 mahasiswa dari STIE Musi. Pada penelitian dipakai instrumen peneitian yaitu, instrumen untuk mengukur personal attitude, subjective norms, perceived, behavioral control, dan entrepreneurial intention. Instrumen penelitian terlebih dahulu akan dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Pengambilan data primer pada penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang disebar pada tiga PTS, dengan jumlah sampel sebanyak 205 responden.
Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis jurnal, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan yang dimaksudkan adalah proses pembelajaran untuk mengubah sikap dan pola pikir mahasiswa terhadap pilihan karier berwirausaha. Dengan demikian mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan akan memiliki nilai-nilai hakiki dan karakteristik kewirausahaan sehingga akan meningkatkan minat serta kecintaan mereka terhadap dunia kewirausahaan. Tingginya minat berwirausaha akan melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda yang memiliki visi yang jelas di masa depan, kreativitas serta inovasi yang tinggi dalam segala bidang. Mereka akan menjadi lebih mandiri, kreatif, dan inovatif dalam menciptakan peluang bisnis baru dan penemuan-penemuan baru. Masalah pengangguran terdidik akan dapat teratasi karena keluaran (output) dari hasil pendidikan kewirausahaan adalah calon-calon entrepreneur muda berbakat yang tidak lagi menjadi pencari kerja (job seeker) tetapi telah menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job maker).
Jurnal 2.
Judul : Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa
Pengarang/ Penulis: Andwiani Sinarasri, Ayu Noviani Hanum
Sumber : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/528/577
Analisis terhadap jurnal
Dalam jurnal berikut dibahas mengenai pengaruh latar belakang pendidikan terhadap motivasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Tentunya untuk dapat menumbuhkan motivasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa, pendidikan menjadi sangat penting artinya. Mahasiswa tidak bisa lepas dari aktivitas berlatar belakang pendidikan, oleh sebab itu pendidikan menjadi salah satu faktor penggerak bagi tumbuhnya wirausaha muda. Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk merubah persepsi dan tingkah laku mahasiswa agar memiliki motivasi kuat dalam menciptakan kreativitas dan inovasi demi terwujudnya wirausaha yang handal. Selain pendidikan formal dalam bidang ekonomi dan bisnis, pendidikan non formal juga memiliki peran yang cukup penting dalam menumbuhkan minat dan motivasi kewirausahaan para mahasiswa.
Penelitian dilakukan terhadap 80 responden yang merupakan mahasiswa UNIMUS. Berdasarkan 80 jawaban diketahui bahwa sebanyak 35 kuesioner merupakan respon dari mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, 19 kuesioner merupakan respon dari mahasiswa Fakultas Teknik, 22 kuesioner merupakan respon dari mahasiswa Fakultas Ekonomi, serta sisanya sebanyak 4 kuesioner merupakan respon dari mahasiswa Fakultas Bahasa.
Setelah dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi yang dioperasionalkan melalui program pengolah statistik, diketahui bahwa latar belakang pendidikan memiliki nilai siknifikansi sebesar 0,099 > 0,05. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa. Dari hasil pengujian hipotesis, diketahui bahwa mata kuliah kewirausahaan memiliki nilai siknifikansi t sebesar 0,042 < 0,05. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mata kuliah kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa.
Hasil analisis regresi menyebutkan bahwa pengetahuan dan pelatihan tentang kewirausahaan memiliki nilai siknifikansi t sebesar 0,009 < 0,05. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan pelatihan mengenai kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa. Setelah dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi, diketahui bahwa pendidikan kewirausahaan keluarga memiliki nilai siknifikansi t sebesar 0,157 > 0,05. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan yang diperoleh dari keluarga terdekat tidak memiliki pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi menyatakan bahwa pengalaman bekerja memiliki nilai siknifikansi t sebesar 0,002 < 0,05. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman bekerja memiliki pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa.

Jurnal 3.
Judul : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Pada Siswa Kelas Xii Smk Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang Tahun 2011/2012
Pengarang/ Penulis: Fitriani, Aprilia *, Dra Harnanik, M.Si, Kusumantoro, S.Pd, M.Si
Sumber: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj/article/download/527/562
Analisis terhadap jurnal
Masyarakat banyak yang hanya berorientasi pada pencarian kerja dan tidak berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, sehingga semakin banyak masyarakat yang menganggur. Upaya untuk mengurangi pengangguran tersebut minimal harus ada perubahan pola pikir masyarakat khususnya pada lulusan SMK dari mencari kerja menjadi menciptakan lapangan kerja. dalam mengambil keputusan untuk berwirausaha dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan pergaulan orang tersebut. Faktor yang mempengaruhi atau mendukung minat berwirausaha juga berasal dari lingkungan sekolah itu sendiri. Dalam penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang, dengan jumlah populasi adalah 287 siswa, Sampel diperoleh 74 siswa.
Berdasarkan hasil perhitungan untuk variabel faktor internal yang meliputi personality (kepribadian) dan motivasi, diperoleh sebesar = 5,363 dengan harga signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh faktor internal terhadap minat berwirausaha pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang. Besarnya pengaruh variabel faktor internal yang meliputi personality (kepribadian) dan motivasi adalah 28,84%. Faktor internal diperoleh rata-rata sebesar 80,88%. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi faktor internal yang meliputi personality (kepribadian) dan motivasi pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kandeman dalam kategori baik.
Berdasarkan hasil perhitungan untuk variabel faktor eksternal yang meliputi dorongan keluarga, lingkungan dan pergaulan serta lingkungan sekolah, diperoleh sebesar = 2,371 dengan harga signifikansi 0,02 < 0,05, sehingga yang menyatakan ada pengaruh faktor eksternal terhadap minat berwirausaha pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang diterima. Besarnya pengaruh variabel faktor eksternal yang meliputi dorongan keluarga, lingkungan dan pergaulan serta lingkungan sekolah adalah 7,34%. Faktor eksternal diperoleh rata-rata sebesar 77,33%. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi faktor eksternal yang meliputi dorongan keluarga, lingkungan dan pergaulan serta lingkungan sekolah pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kandeman dalam kategori baik.
Dari pemaparan isi jurnal dapat disimpulkan, ada pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap minat berwirausaha pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kandeman. Faktor internal lebih dominan mempengaruhi minat berwirausaha pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang Tahun 2011/2012. Dengan adanya penelitian ini, guru dan orangtua diharapkan memberikan motivasi kepada anak agar mereka termotivasi untuk berwirausaha.

Jurnal 4.
Judul : Faktor-Faktor Penentu Minat Mahasiswa manajemen untuk Berwirausaha (Studi Mahasiswa Manajemen FE Universitas Negeri Padang)
Pengarang/ Penulis: Rano Aditia Putra
Sumber : http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/mnj/article/viewFile/45/33
Analisis terhadap Jurnal
Adapun tujuan dalam pembuatan jurnal tersebut adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan minat mahasiswa untuk berwirausaha. dan penulis mengharapakan dengan adanya penelitian ini di harapkan universitas mampu memacu minat mahasiswa untuk berwirausaha. Minat berwirausaha dapat dilihat dari ketersediaan untuk bekerja keras dan tekun untuk mencapai kemajuan usahanya, kesediaan menanggung macam-macam resiko berkaian dengan tindakan berusaha dilakukannya, dan ketersediaan dari belajar yang dialaminya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat wirausaha diantaranya yaitu 1.) personal, yaiu menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang. 2.) Sociological yaitu menyangkut masalah hubungan dengan family dan hubungan social lainya. 3.) Environmental yaitu menyangkut hubungan dengan lingkungan. Berwirausaha merupaka perilaku dengan keterlibatan ang akan melibatkan beberapa faktor diantaranya yaitu faktor internal (kepribadian, presepsi, motivasi, dan pembelajaran (sikap). Faktor eksternal ( keluarga, teman, tetangga, dsb).
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa manajemen Universitas Negeri Padang angkatan 2007 yang terdiri dari 103 mahasiswa, 2008 yang terdiri 197 mahasiswa dan 2009 yang terdiri dari 250 mahasiswa sehingga keseluruhan populasi berjumlah 550 mahasiswa yaitu mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah kewirausahaan, sehingga didapatkan sampel penelitian ini adalah 100 orang.
Analisa faktor lingkungan menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar mahasiswa baik tempat tinggal atau pergaulan yang memberikan mahasiswa kesempatan praktek wirausaha menjadi faktor penentu minat mahasiswa dalam berwirausaha. Faktor kedua yaitu harga diri, mahasiswa menginginkan kebutuhan akan prestasi yang membuat orangorang tidak memandang mereka rendah, komitmen yang dalam diri setiap mahasiswa juga harus diperhitungkan dalam menentukan minat berwirausaha.
Faktor ketiga yang mempengaruhi adalah peluang, para responden untuk berwirausaha yaitu jiwa kewirausahaan terutama untuk memanfaatkan peluang dan prospek wirausaha yang cerah. dengan mengetahui peluang yang bagus dan peluang-peluang yang dia miliki baik berupa modal ataupun ide yang belum ada di pasar akan memancing minat mahsiswa untuk mengambil kesempatan itu. Faktor keempat yaitu, Seorang wirausaha membutuhkan kepribadian yang khas agar mendukung minat berwirausaha seperti kepemimpinan sehingga menjadikan faktor kepribadian menjadi penentu minat mahasiswa berwirausaha
Faktor yang kelima yaitu faktor visi yaitu kemampuan merencanakan, dalam berwirausaha semua wirausahawan harus membuat suatu visi atau rencana bisnis yang matang, tentunya dengan rencana bisnis yang matang akan menentukan keberhasilan bisnis tersebut. Faktor yang terakhir yaitu pendapatan dan percaya diri, Pendapatan memang salah satu penentu minat untuk berwirausaha, laba yang tinggi merupakan alasan untuk seseorang berwirausaha, para wirausaha cenderung sangat yakin terhadap kemampuan mereka untuk sukses dan mereka cenderung optimis terhadap peluang kesuksesan.
Dari semua faktor itu tentunya akan sangat mempengaruhi minat dan keinginan mahasiswa untuk berwirausaha. Apabila semua faktor tersebut ada dalam setiap mahasiswa tentunya mahasiswa akan mempunyai minat yang kuat untuk berwirausaha, sehingga akan banyak pengusaha ataupun wiraswasta baru yang bermunculan dewasa ini, sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia, terutama pada pengangguran terdidik.

Jurnal 5.
Judul : Hubungan Antara Prestasi Belajar Kewirausahaan dan Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Piri 1 Yogyakarta
Pengarang/ Penulis: Genoveva Leo Costaeriza Prima Radii
Sumber : http://eprints.uny.ac.id/10383/1/JURNAL.pdf
Analisa terhadap Jurnal
Dalam isi jurnal diapaparkan jumlah alumni SMK Piri 1 Yogyakarta yang menekuni bidang kewirausahaan sangatlah minim. Sebagian besar siswa smk tersebut memilih bekerja di industri atau perusahaan sebagai karyawan, dan sisanya menjadi PNS. Minat berwirausaha menggambarkan tingkah laku yang sadar tentang adanya gejala berbentuk nilai-nilai kewirausahaan sehingga orang tersebut akan memberikan perhatian yang lebih intensif terhadap wirausaha. wirausaha yaitu menghasilkan barang atau jasa lebih banyak dari yang dibutuhkan, dengan maksud untuk dijual atau dipertukarkan dalam usaha memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup.
Penelitian dilakukan pada Kelas XII Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK PIRI 1 Yogyakarta, pada bulan Desember 2012 – Januari 3013. Variabel yang digunakan yaitu prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, dengan indikator berupa nilai dari ujian akhir dan nilai unjian mid semester dan minat berwirausaha, dengan indikator berupa keinginan/motivasi, tanggung jawab, memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif, berani mengambil keputusan, dan memiliki perasaan senang terhadap wirausaha melalui partisipasi dalam suatu aktivitas berwirausaha.
Skor variabel prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan berkategori tinggi 12%, Sedang 73%, dan rendah 15%. Prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan didominasi oleh kategori Sedang, yaitu 73%. Skor variabel minat berwirausaha berkategori tinggi 7%, sedang 76%, dan rendah 17%. Secara umum minat berwirausaha didominasi oleh kategori sedang, yaitu 76%. Dari hasil analisis uji korelasi hubungan antara prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha menunjukan angka sebesar 0,668 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, berarti hubungan antara variabel prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha adalah tinggi dan signifikan. Dengan demikian hipotesis alternatif diterima.
Dari pemaparan isi dalam jurnal dapat disimpulkan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan berhubungan positif dan signifikan dengan minat berwirausaha pada Siswa kelas XII bidang keahlian teknik mekanik otomotif di SMK PIRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2000/2013. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi yang yang cukup kuat dengan probabilitas tingkat kesalahan sebesar 0,0 %. Berarti terdapat hubungan yang signifikan antara prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa bidang keahlian teknik mekanik otomotif siswa kelas XII SMK PIRI 1 Yogyakarta.


Download Analisis Jurnal Kewirausahaan.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Analisis Jurnal Kewirausahaan. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon