December 05, 2016

Agen Sosialisasi Politik


Judul: Agen Sosialisasi Politik
Penulis: I Made Sukadana


7.2.1.Soslallsasl POW(
Pertama, pelaksana sosialisasi politik. Yang dimaksud dengan sosialisasi politik ialah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses sosialisasi politik inilah para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyaralcat.5 Proses ini berlangsung seumur hidup yang diperoleh secara sengaja melalui pendidilcan formal, nonformal, dan informal maupun secara tidak disengaja melalui kontak dan pengalaman sehari-hari, balk dalam kehidupan keluarga dan tetangga maupun dalam kehidupan masyarakat. Dan i segi metode penyampaian pesan, sosialisasi politik dibagi dna, yakni pendidikan politilc dan indoktrinasi politik. Pendidikan politik merupalcan suatu proses clialogik di antara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbo' -simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik, seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik. Pendidikan politik,dipandang sebagai proses dialog antara pendidik, seperti seicolah, pemerintah, partai politik, dan peserta didik dalam rangka pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai, norma, clan simbol politik yang dianggap ideal dan balk. Melalui kegiatan kursus, latihan kepemimpinan, dislcusi, dan keikutsertaan dalam berbagai forum pertemuan, partai politik dalam sistem politik demokrasi dapat melaksanakan fungsi pendidikan politik. Yang dimaksud dengan indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika pengruasa memobilicasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik. Melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan yang penuh disiplin, partai politik daLam sistem politilc totaliter melalcsanakan fungsi indoktrinasi politik.Imitasi
Imitasi, merupakan peniruan (copy) terhadap tingkah laku individu-individu lain, dan merupakan hal yang sangat penting dalam sosialisasi pada masa kanak-kanak, walupun sebenarnya tidak dibatasi pada tingkah laku kanak-kanak saja. Namun demikian imitasi murni lebih banyak terdapat di kalangan anak-anak, pada masa remaja dan pada orang dewasa, imitasi lebih banyak bercampur dengan kedua mekanisme lainnya, sehingga satu derajat peniruannya terdapat pula baik instruksi maupun motivasi.Instruksi
Instruksi, merupakan peristiwa penjelasan diri, sungguhpun harus ditekankan bahwa hal itu tidak perlu hanya terbatas hanya pada proses belajar formal saja. Seseorang dengan sengaja dapat ditempatkan dalam satu situasi yang instruksi sifatnya. Hal ini adalah jelas seperti kasus, misalnya bermacammacam tipe pendidikan kejuruan sambil bekerja ( type training vocational "on the job"), dan beberapa diantaranya agaknya relevan dengan tingkah laku politik, sedangkan praktek dari beberapa organisasi atau kelompokkelompok perorangan yang menjelma jadi kelompok-kelompok diskusi merupakan type indtruksi yang informal dan eksplisit sifatnya.
Motivasi
Motivasi,adalah bentuk "tingkah laku yang tepat cocok" yang dipelajari melalui proses coba-coba dan gagal (trial dan error): individu yang bersangkutan secara langsung belajar dari pengalaman mengenai tindakan-tindakan sama-cocok dengan sikapsikap dan pendapat-pendapat sendiri.
Budaya Polittk Sosialisasi politik adabh proses pembentukan sikap dan orbntasi polirik pan anon masyaralcat dalam menjalani kehidupan politik. Proses ini berlangsung seumur hidup yang diperoleh secara sengaja melalui pendidilcan formal, nonformal, dan informal maupun sccara tidal( sengaja melalui kontak don pengalaman sehari-hari, balk dalam kehidupan keluarga Jan terangga maupun dabm kehidupan masyarakat. Sosialisasi politik dapat dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagi berikut. I. Pendidikan Politik Suatu proses dialog, antara pemberi Jan penerima pesan, melalui proses ini, pan anggota masyarakat mengenal clan mempelajari nilai, norma, dan simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik, seperti sekolah, pemerintah, don portal politik. Indoktrinasi Politik Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang bcrlcuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, don latihan pcnuh disiplin. Portal politik dalam sistem politik totaliter melaksanakan fungsi indoktrinasi politik. Sosialisasi yang balk adalah melalui jalan pendidikan politik karena dapat mendorong masyarakat untuk berubah dari budaya politik parokial-kaula menjadi budaya politik parrisipan. Budaya politik partisipan membutuhlcan partisipan yang akrif dari anggota masyarakat.besar yang mampu menggoncangkan keyakinan-keyakinan lamanya. Fakta anutan nilai-nilai politik sudah terbentuk sejak dini ini memunculkan peranan penting yang dimainkan sarana atau agen-agen sosialisasi politik (agents of political socializa-tion), yaitu struktur yang berfungsi menyampaikan pengetahu-an, menanamkan nilai-nilai dan ketrampilan politik tersebut. Menurut Almond", sarana-sarana sosialisasi politik yang baku adalah: keluarga, sekolah, kelompok bermain (peer gropus), lingkungan pekerjaan dan organisasi profesi, media massa dan kontak-kontak politik langsung, dengan catatan, tiga sarana yang disebutkan pertama, terutama keluarga, me-rupakan sarana yang terpenting (primary agents). Dikatakan terpenting karena keluarga merupakan lembaga pertama bagi seseorang, yang ikatan di antara anggota-anggotanya bersifat emosional dan berlangsung lama. Keluarga, terutama kedua orang tua, merupakan sumber penama bagi seorang anak dalam mengenal dan memahami lingkungannya. Oleh sebab itu, seorang anak cenderung mengembangkan sikap partisan terhadap preferensi nilai yang dianut orangtuanya.Pertama, pelaksana sosialisasi politik. Yang climaksud dengan gogialigasi politik ialah proses pembentukan sikap dan orlentasi polka( pan anggota masyarakat. Metalui proses sosialisasi politik inilah pan anggota masyarakat memperoleh slkap dan orientasi terhadap kehiclupan polliik yang berlangsung dalam masyaralcat? Proses ini berlangstmg seumur hidup yang cliperoleh secara sengaja melatut pendidilcan formal, nordormal, clan informal maupun secara Sin disengaja melalui kontak dan pengalaman sehari-hari, balk dalam kehidupan keluarga dan tetangga maupun dalam kehidupan masyarakat. Dart segi metode penyampalan pesan, SOSIaliensi politic &bag' dna, yalmi pendiclilcan politer dan indoktrinasi politik. Pencliclikan path& merupalcan suatu proses dialogik di antara panberi dan penerima pesan. Metatut proses ini, pan anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-rtilai, norma-norma, dan simbo' -slmbol politik negaranya dart berbagai pihak dalam Stem pont*. aperti sekolah, pemerintah, dan portal politik. Pendidilcan politic dipandang sebagat proses dialog antara pendidik, seperti sekolah, pemerintah, portal dan peserta didlk dalam rangka ponahaman, penghayatan, clan pengamalan nilai, norma, clan Sabot politik yang dianggap Ideal dan balk. Malaita kegiatan karats, latthan kepernimpinan, distrust, dan lceikutsertaan dalam berbagai forum pertemuan, partai polka dalam
Agen Sosialisasi Politik
a.       Keluarga
Keluarga merupakan tempat sosialisasi politik yang sangat strategis karena menjadi tempat pembentukan kepribadian dasar serta sikap-sikap sosial anak yang nanti berpengaruh untuk orientasi politik.b.      Kelompok pertemanan (pergaulan)
Kelompok Pertemanan mampu menjadi sarana sosialisasi politik yang efektif. Lingkungan pergaulan lebih luas dan menjadikan mereka memiliki pengalaman bersama karena kegiatan yang mereka lakukan.c.       Sekolah
Sekolah berperan penting dalam sosialisasi politik. Kegiatan sosialisasi politik melalui sekolah banyak macamnya, misalnya kegiatan intrakulikuler, kegiatan ekstra, upacara bendera, dan beris-berbaris.d.      Lingkungan pekerjaan
Lengkungan Pekerjaan juga dapat memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik yang baik, contoh nyata adalah organisasi buruh/ pekerja.e.       Media Massa
Media massa khususnya bagi masyarakat modern memberikan informasi-informasi politik yang cepat dan dalam jangkauan yang luas sehingga media semakin penting sebagai agen sosialisasi politik.
f.        Kontak Politik Langsung
Kontak politik langsung merupakan agen sosialisasi politik. Contoh: karena suatu saat ia ditipu oleh sebuah parpol maka berubah pandangannya yang sebelumnya menganggap bahwa partai politik itu baik menjadi semua partai politik adalah buruk.
4. SARANA SOSIALISASI POLITIK1. KeluargaMerupakan agen sosialisasi pertama yang dialami seseorang. Keluargamemiliki pengaruh besar terhadap anggota-anggotanya. Pengaruh yang palingjelas adalah dalam hal pembentukan sikap terhadap wewenang kekuasaan. Bagianak, keputusan bersama yang dibuat di keluarga bersifat otoritatif, dalam artikeengganan untuk mematuhinya dapat mendatangkan hukuman. Pengalamanberpartisipasi dalam pembuatan keputusan keluarga dapat meningkatkan perasaankompetensi politik si anak, memberikannya kecakapan-kecakapan untukmelakukan interaksi politik dan membuatnya lebih mungkin berpartisipasi secaraaktif dalam sistem politik sesudah dewasa.2. SekolahSekolah memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik melaluikurikulum pengajaran formal, beraneka ragam kegiatan ritual sekolah dankegiatan-kegiatan guru.Sekolah melalui kurikulumnya memberikan pandangan-pandangan yang kongkrittentang lembaga-lembaga politik dan hubungan-hubungan politik. Ia juga dapatmemegang peran penting dalam pembentukan sikap terhadap aturan permainanpolitik yang tak tertulis. Sekolah pun dapat mempertebal kesetiaan terhadapsystem politik dan memberikan symbol-simbol umum untuk menunjukkantanggapan yang ekspresif terhadap system tersebut.Peranan sekolah dalam mewariskan nilai-nilai politik tidak hanya terjadi melaluikurikulum sekolah. Sosialisasi juga dilakukan sekolah melalui berbagai upacarayang diselenggarakan di kelas maupun di luar kelas dan berbagai kegiatan ekstrayang diselenggarakan oleh OSIS.3. Kelompok Pertemanan (Pergaulan)Kelompok pertemanan mulai mengambil penting dalam proses sosialisasipolitik selama masa remaja dan berlangsung terus sepanjang usia dewasa. TakottParson menyatakan kelompok pertemanan tumbuh menjadi agen sosialisasi politikyang sangat penting pada masa anak-anak berada di sekolah menengah atas.Selama periode ini, orang tua dan guru-guru sekolah sebagai figur otoritaspemberi transmitter proses belajar sosial, kehilangan pengaruhnya. Sebaliknyaperanan kelompok-kelompok klik, gang-gang remaja dan kelompok-kelompok remaja yang lain menjadi semakin penting. Pengaruh sosialisasi yang penting darikelompok pertemanan bersumber di dalam factor-faktor yang membuat peranankeluarga menjadi sangat penting dalam sosialisasi politik yaitu:a. Akses yang sangat ekstensif dari kelompok-kelompok pertemanan terhadapanggota mereka.b. Hubungan-hubungan pribadi yang secara emosional berkembang di dalamnya.Kelompok pertemanan mempengaruhi pembentukan orientasi politik individumelalui beberapa cara yaitu:a. Kelompok pertemanan adalah sumber sangat penting dari informasi dan sikap- sikpa tentang dunia social dan politik. Kelompok pertemanan berfungsi sebagai "communication channels".b. Kelompok pertemanan merupakn agen sosialisasi politik sangat penting karenaia melengkapi anggota-anggotanya dengan konsepsi politik yang lebih khusustentang dunia politik.c. Mensosialisasi individu dengan memotivasi atau menekan mereka untukmenyesuaikan diri dengan sikap-sikap dan perilaku yang diterima oleh kelompok.Di satu pihak, kelompok pertemanan menekan individu untuk menerima orientasi-orientasi dan perilaku tertentu dengna cara mengancam memberikan hukumankepada mereka yang melakukan penyimpangan terhadap norma-norma keluarga,seperti melecehkan atau tidak menaruh perhatian kepad amereka yangmenyimpang.4. PekerjaanOrganisasi-organisasi formal maupun non formal yang dibentukberdasarkan lingkungan pekerjaan, seperti serikat buruh, klub social dan yangsejenisnya merupakan saluran komunikasi informasi dan keyakinan yang jelas.5. Media MassaMedia massa seperti surat kabar, radio, majalah, televise dan internetmemegang peran penting dalam menularkan sikap-sikap dan nilai-nilai modernkepada bangsa-bangsa baru merdeka. Selain memberikan infoprmasi tentanginformasi-informasi politik, media massa juga menyampaika nilai-nili utama yangdianut oleh masyarakatnya.6. Kontak-kontak Politik LangsungTidak peduli betapa positifnya pandangan terhadap system poltik yang telahditanamkan oleh eluarga atau sekolah, tetapi bila seseorang diabaikan olehpartainya, ditipu oleh polisi, kelaparan tanpa ditolong, mengalami ketidakadilan, atau teraniaya oleh militer, maka pandangan terhadap dunia politik sangat mungkin berubah.

A. KesimpulanMenurut Rush & Althoff, sosialisasi politik adalah sebagai proses bagaimana memperkenalkan sistem politik pada seseorang dan bagaimana orang tersebut menentukan tanggapan dan reaksinya terhadap gejala politik. Namun, sosialisasi politik menurut Ramlan Surbakti dibedakan menjadi dua, yaitu pendidikan politik dan indoktrinasi politik. Pendidikan politik adalah suatu proses dialogis di antara pemberi dan penerima pesan sehingga anggota masyarakat dapat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik. Sementara itu, indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik.Mekanisme sosialisasi politik melalui 3 tahap, yaitu imitasi (peniruan), instruksi (peristiwa penjelasan diri seseorang) dan motivasi (melalui proses coba-coba dan gagal). Dalam perkembangan sosialisasi politik, dimasa kanak-kanak dan remaja dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sekitar. Selanjutnya, pada masa dewasa secara logika sikap dan tingkah laku politik dimasa depan dapat ditentukan dimasa-masa yang lebih muda, walaupun sering kali terjadi interaksi di masa dewasa turut dan sangat memberikan peran yang cukup penting.Sosialisasai politik dapat ditanamkan melalui agen-agen, seperti keluarga, sekolah, kelompok pergaulan, pekerjaan, media massa dan kontak-kontak politik langsug. Sosialisasi politik pada masyarakat totaliter dipengaruhi oleh ideologi yang digunakan negara sehingga masyarakat harus mengikuti kemauan penguasa. Pada sosialisasi politik masyarakat primitif, tradisi-tradisi kemasyarakatan yang kuat menetapkan struktur dan peranan masyarakat. Sedangkan Sosialisasi politik pada masyarakat berkembang, nilai-nilai tradisional dapat dikombinasikan dengan lembaga-lembaga baru dan pola tingkah laku yang baru.B. Kritik dan SaranPenulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, dan belum sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan bantuan para pembaca dengan memberi saran maupun kritik yang sekiranya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Penulis juga mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan makalah ini.


Download Agen Sosialisasi Politik.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Agen Sosialisasi Politik. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon