November 28, 2016

Tugas 1 Makalah Tentang PKS


Judul: Tugas 1 Makalah Tentang PKS
Penulis: NurHidayah Gunawan






KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan kepada penyusun hingga dapat menyelesaikan penyusunan "Makalah Pengendalian Kualitas Statitik (PKS)". Penyusunan makalah ini adalah merupakan salah satu tugas individu mata kuliah Pengendalian Kualitas Statistik (PKS).
Dalam penyusunan makalah Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) ini, penyusun merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi yang masih jauh dari kategori sempurna yang dapat memuaskan bagi semua kalangan dalam berbagai aspek, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangan penyusun harapkan yang bersifat membagun agar makalah ini lebih termanfaatkan bagi kita semua di masa yang akan dating.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan proses penyusunan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Rabbal 'Alamin.
Gowa, April 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB IPENDAHULUAN 1-2
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 2
Tujuan 2
BAB IIPEMBAHASAN 3-21
Pengertian Kualitas 3-4
Dimensi Kualitas Produk 4-6
Pengendalian Kualitas Statistik 7-21
BAB IIIKESIMPULAN 22-23
DAFTAR PUSTAKA 24BAB I
PENDAHULUAN
Latarbelakang
Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran-ukuran dan karakteristik tertentu. Suatu produk dikatakan berkualitas baik apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau dapat diterima oleh pelanggan sebagai batas spesifikasi, dan proses yang baik yang diberikan oleh produsen sebagai batas kontrol. Barang yang kualitas atau prosesnya jelek menurut produsen belum tentu ditolak oleh pelanggan, dan sebaliknya barang diluar batas kontrol produsen, karena merupakan barang yang rusak atau cacat tetapi oleh konsumen masih diterima. Sedangkan barang yang dikatakan baik oleh produsen tetapi sudah ditolak oleh konsumen karena di luar batas spesifikasi. Dengan memperhatikan aspek kualitas produk, maka tujuan perusahaan untuk memperoleh laba yang optimal dapat terpenuhi sekaligus dapat memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif.
Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran-ukuran dan karakteristik tertentu. Suatu produk dikatakan berkualitas baik apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau dapat diterima oleh pelanggan sebagai batas spesifikasi, dan proses yang baik yang diberikan oleh produsen sebagai batas kontrol. Barang yang kualitas atau prosesnya jelek menurut produsen belum tentu ditolak oleh pelanggan, dan sebaliknya barang diluar batas kontrol produsen, karena merupakan barang yang rusak atau cacat tetapi oleh konsumen masih diterima. Sedangkan barang yang dikatakan baik oleh produsen tetapi sudah ditolak oleh konsumen karena di luar batas spesifikasi. Dengan memperhatikan aspek kualitas produk, maka tujuan perusahaan untuk memperoleh laba yang optimal dapat terpenuhi sekaligus dapat memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif pengendalian kualitas tersebut dapat dilakukan mulai dari bahan baku, selama proses produksi berlangsung sampai pada produk akhir dan disesuaikan dengan standard yang ditetapkan.
Rumusan Masalah
Menjelaskan Pengertian Pengendalian Kualitas Statistik!
Menjelaskan manfaat/keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik!
Menjelaskan metode Pengendalian Kualitas Statistik!
Menjelaskan alat bantu yang digunakan dalam Pengendalian Kualitas Statistik!
Tujuan
Mengetahui Pengertian Pengendalian Kualitas Statistik.
Mengetahui manfaat/keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik.
Mengetahui metode Pengendalian Kualitas Statistik.
Mengetahui alat bantu yang digunakan dalam Pengendalian Kualitas Statistik.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Kualitas
Pengertian atau definisi kualitas mempunyai cakupan yang sangat luas, relatif,berbeda-beda dan berubah-ubah, sehingga definisi dari kualitas memiliki banyakkriteria dan sangat bergantung pada konteksnya terutama jika dilihat dari sisi penilaian akhir konsumen dan definisi yang diberikan oleh berbagai ahli serta dari sudut pandang produsen sebagai pihak yang menciptakan kualitas. Konsumen dan produsen itu berbeda dan akan merasakan kualitas secara berbeda pula sesuai dengan standar kualitas yang dimiliki masing-masing. Begitu pula para ahli dalam memberikan definisi dari kualitas juga akan berbeda satu sama lain karena mereka membentuknya dalam dimensi yang berbeda. Oleh karena itu definisi kualitas dapat diartikan dari dua perspektif, yaitu dari sisi konsumen dan sisi produsen.
Namun pada dasarnya konsep dari kualitas sering dianggap sebagai kesesuaian,keseluruhan ciri-ciri atau karakteristik suatu produk yang diharapkan oleh konsumen.
Adapun pengertian kualitas menurut American Society For Quality : "Quality is the totality of features and characteristic of a product or service that bears on it's ability to satisfy stated or implied need." Artinya kualitas/mutu adalah keseluruhan corak dan karakteristik dari produk atau jasa yang berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan yang tampak jelas maupun yang tersembunyi.
Kualitas yang baik menurut produsen adalah apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan olehperusahaan. Sedangkan kualitas yang jelek adalah apabila produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi standar yang telah ditentukan serta menghasilkan produk rusak. Namun demikian perusahaan dalam menentukan spesifikasi produk juga harus memperhatikan keinginan dari konsumen, sebab tanpa memperhatikan itu produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak akan dapat bersaing dengan perusahaan lain yang lebih memperhatikan kebutuhan konsumen.
Kualitas yang baik menurut sudut pandang konsumen adalah jika produk yang dibeli tersebut sesuai dengan keinginan, memiliki manfaat yang sesuai dengan kebutuhan dan setara dengan pengorbanan yang dikeluarkan oleh konsumen. Apabila kualitas produk tersebut tidak dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, maka mereka akan menganggapnya sebagai produk yang berkualitas jelek.
Dimensi Kualitas Produk
Sifat khas mutu/kualitas suatu produk yang andal harus multidimensi karena harus memberi kepuasan dan nilai manfaat yang besar bagi konsumen dengan melalui berbagai cara. Oleh karena itu, sebaiknya setiap produk harus mempunyai ukuran yang mudah dihitung (misalnya, berat, isi, luas) agar mudah dicari konsumen sesuai dengan kebutuhannya. Di samping itu harus ada ukuran yang bersifat kualitatif, seperti warna yang unik dan bentuk yang menarik. Jadi, terdapat spesifikasi barang untuk setiap produk, walaupun satu sama lain sangat bervariasi tingkat spesifikasinya.
Secara umum, dimensi kualitas menurut Garvin dan Douglas C. Montgomery (2001) dalam bukunya, mengidentifikasikan delapan dimensi kualitas yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik kualitas barang, yaitu sebagai berikut:
Performa (performance)
Berkaitan dengan aspek fungsional dari produk dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan ketika ingin membeli suatu produk.
Keistimewaan (features)
Merupakan aspek kedua dari performansi yang menambah fungsi dasar,berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.
Keandalan (reliability)
Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secaraberhasil dalam periode waktu tertentu di bawah kondisi tertentu.
Konformasi (conformance)
Berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang telahditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.
Daya Tahan (durability)
Merupakan ukuran masa pakai suatu produk. Karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan dari produk itu.
Kemampuan Pelayanan (serviceability)
Merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, keramahan/kesopanan, kompetensi, kemudahan serta akurasi dalam perbaikan.
Estetika (esthetics)
Merupakan karakteristik yang bersifat subjektif sehingga berkaitan denganpertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan individual.
Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality)
Bersifat subjektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengkonsumsi produk tersebut.
Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi.
Cara menggambarkan ukuran kualitas
Variabel : karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur (besaran kontinue). Seperti : panjang, berat, temperatur, dll.
Attribut : karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan apakah produk tersebut memenuhi kondisi/persyaratan tertentu, bersifat dikotomi, jadi hanya ada dua kemungkinan baik dan buruk. Seperti produk cacat atau produk baik,dll.
Pengendalian Kualitas Statistik
Pengertian Pengendalian Kualitas
Pengertian pengendalian kualitas menurut Sofjan Assauri (1998) adalah : Pengawasan mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu/kualitas dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan.
Menurut Vincent Gasperz (2005), pengendalian kualitas adalah : "Quality control is the operational techniques and activities used to fulfill requirementsfor quality".
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian kualitas adalah suatu teknik dan aktivitas/tindakan yang terencana yang dilakukan untuk mencapai, mempertahankan dan meningkatkan kualitas suatu produk dan jasa agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan dapat memenuhi kepuasan konsumen.
Tujuan Pengendalian Kualitas
Tujuan dari pengendalian kualitas adalah:
Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar kualitas yang telah ditetapkan.
Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.
Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakankualitas produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin.
Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin.
Tujuan utama pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan jaminan bahwa kualitas produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dengan mengeluarkan biaya yang ekonomis atau serendah mungkin.
Pengertian Pengendalian Kualitas Statistik
Pengendalian Kualitas Statistik adalah Ilmu yang mempelajari tentang teknik/metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip/konsep statistik.
Pengendalian kualitas statistik dilakukan dengan menggunakan alat bantu statistic yang terdapat pada SPC (Statistical Process Control) dan SQC (Statistical QualityControl) merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistik.
Pengendalian kualitas statistik (Statistical Quality Control/ SQC) sering disebut sebagai pengendalian proses statistik (Statistical Process Control/ SPC).
Dr. W. Edwards Deming adalah salah seorang yang memperkenalkan teknik penyelesaian masalah dan pengendalian dengan metode statistik tersebut (yang dikembangkan pertama kali oleh Shewhart) agar perusahaan dapat membedakan penyebab sistematis dan penyebab khusus dalam menangani kualitas.
Sasaran pengendalian proses statistik adalah mengurangi penyimpangan karena penyebab khusus dalam proses dan dengan mencapai stabilitas dalam proses.
Manfaat/Keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik
Manfaat/keuntungan melakukan pengendalian kualitas secara statistik adalah :
Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya.
Menjaga kualitas lebih uniform.
Penggunaan alat produksi lebih efisien.
Mengurangi rework dan pembuangan.
Inspeksi yang lebih baik.
Memperbaiki hubungan produsen-konsumen
Spesifikasi lebih baik.
Metode Pengendalian Kualitas Statistik
Terdapat 2 (dua) jenis metode pengendalian kualitas secara statistika yangberbeda, yaitu :
Acceptance Sampling
Didefinisikan sebagai pengambilan satu sampel atau lebih secara acak dari suatu partai barang, memeriksa setiap barang di dalam sampel tersebut dan memutuskan berdasarkan hasil pemeriksaan itu, apakah menerima atau menolak keseluruhan partai. Jenis pemeriksaan ini dapat digunakan oleh pelanggan untuk menjamin bahwa pemasok memenuhi spesifikasi kualitas atau oleh produsen untuk menjamin bahwa standar kualitas dipenuhi sebelum pengiriman. Pengambilan sampel penerimaan lebih sering digunakan daripada pemeriksaan 100% karena biaya pemeriksaan jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya lolosnya barang yang tidak sesuai kepada pelanggan.
Process Control
Pengendalian proses menggunakan pemeriksaan produk atau jasa ketika barang tersebut masih sedang diproduksi (WIP/ Work In Process). Sampel berkala diambil dari output proses produksi. Apabila setelah pemeriksaan sampel terdapat alas an untuk mempercayai bahwa karakeristik kualitas proses telah berubah, maka proses itu akan diberhentikan dan dicari penyebabnya. Penyebab tersebut dapat berupa perubahan pada operator, mesin ataupun pada bahan. Apabila penyebab ini telah dikemukakan dan diperbaiki, maka proses itu dapat dimulai kembali. Denganmemantau proses produksi tersebut melalui pengambilan sampel secara acak, maka pengendalian yang konstan dapat dipertahankan.
Alat Bantu Pengendalian Kualitas Statistik
Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan SPC (Statistical Process Control) dan SQC (Statistical Quality Control), mempunyai 7 (tujuh) alat statistik (Seven Tools) utama yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas sebagaimana disebutkan juga oleh Heizer dan Render :
Check Sheet/Lembar Pengecekan
Check Sheet atau lembar pemeriksaan merupakan alat pengumpul dan penganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel yang berisi data jumlah barang yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian beserta dengan jumlah yang dihasilkannya.
Tujuan digunakannya check sheet ini adalah untuk mempermudah proses pengumpulan data dan analisis, serta untuk mengetahui area permasalahan berdasarkan frekuensi dari jenis atau penyebab dan mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan atau tidak. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara mencatat frekuensi munculnya karakteristik suatu produk yang berkenaan dengan kualitasnya. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengadakan analisis masalah kualitas.
Adapun manfaat dipergunakannya check sheet  yaitu sebagai alat untuk :
Mempermudah pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimanasuatu masalah terjadi
Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi
Menyusun data secara otomatis sehingga lebih mudah untuk dikumpulkan
Memisahkan antara opini dan fakta
Contoh Lembar Pengecekan (check Sheet)


Control Chart/Peta Kendali
Peta kendali adalah suatu alat yang secara grafis digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi apakah suatu aktivitas/ proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistika atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas. Peta kendali menunjukkan adanya perubahan data dari waktu ke waktu, tetapi tidak menunjukkan penyebab penyimpangan meskipun penyimpangan itu akan terlihat pada peta kendali.
Manfaat dari peta kendali adalah untuk :
Memberikan informasi apakah suatu proses produksi masih berada di dalam batas-batas kendali kualitas atau tidak terkendali.
Memantau proses produksi secara terus-menerus agar tetap stabil.
Menentukan kemampuan proses (capability process).
Mengevaluasi performance pelaksanaan dan kebijaksanaan pelaksanaan proses produksi.
Membantu menentukan kriteria batas penerimaan kualitas produk sebelum dipasarkan.
Peta kendali digunakan untuk membantu mendeteksi adanya penyimpangan dengan cara menetapkan batas-batas kendali :
Upper control limit / batas kendali atas (UCL)
Merupakan garis batas atas untuk suatu penyimpangan yang masih diijinkan.
Central line / garis pusat atau tengah (CL)
Merupakan garis yang melambangkan tidak adanya penyimpangan dari karakteristik sampel.
Lower control limit / batas kendali bawah (LCL)
Merupakan garis batas bawah untuk suatu penyimpangan dari karakteristik sampel.
Contoh Peta Kendali (Control Chart)

Histogram
Histogram menjelaskan variasi proses, namun belum mengurutkan rangking dari variasi terbesar sampai dengan yang terkecil.
Histogram juga menunjukkan kemampuan proses, dan apabila memungkinkan, histogram dapat menunjukkan hubungan dengan spesifikasi proses dan angka-angka nominal, misalnya rata-rata.
Dalam histogram, garis vertikal menunjukkan banyaknya observasi tiap-tiap kelas.
Langkah-langkah penyusunan histogram :
Menentukan batas-batas observasi : perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil.
Memilih kelas-kelas atau sel-sel.
Pedoman: banyaknya kelas = √n, dengan n = banyaknya
data,
Menentukan lebar kelas-kelas tersebut.
Biasanya, semua kelas mempunyai lebar yang sama.
Lebar kelas = range / banyak kelas.
Menentukan batas-batas kelas.
Kelas-kelas tersebut tidak saling tumpang tindih.
Menggambar frekuensi histogram dan menyusun diagram batangnya.
Contoh Histogram

Diagram Pareto
Diagram Pareto diperkenalkan oleh Alfredo Pareto. Diagram Pareto ini merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. Dapat membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera diselesaikan (ranking terendah). Selain itu, Diagram Pareto juga dapat digunakan untuk membandingkan kondisi proses, misalnya ketidaksesuaian proses, sebelum dan setelah diambil tindakan perbaikan terhadap proses.
Penyusunan Diagram Pareto :
Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian data, misalnya berdasarkan masalah, penyebab jenis ketidaksesuaian, dan sebagainya.
Menentukan satuan yang digunakan untuk membuat urutan karakteristik-karakteristik tersebut, misalnya rupiah, frekuensi, unit, dan sebagainya.
Mengumpulkan data sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan.
Merangkum data dan membuat rangking kategori data tersebut dari yang terbesar hingga yang terkecil.
Menghitung frekuensi kumulatif atau persentase kumulatif yang digunakan.
Menggambar diagram batang, menunjukkan tingkat kepentingan relative masing- masing masalah. Mengidentifikasi beberapa hal yang penting untuk mendapat perhatian.
Prinsip Pareto :
Vilfredo Pareto (1848-1923), ahli ekonomi Italia:
20% dari population memiliki 80% dari total kekayaan
Juran mengistilahkan "vital few, trivial many":
20% dari masalah kualitas menyebabkan kerugian sebesar 80%.
Contoh Diagram Pareto :


Diagram Sebab Akibat (Cause effect Diagram)
Menunjukkan hubungan antara suatu masalah dan kemungkinan penyebabnya. Dikembangkan oleh Kaoru Ishikawa (1953). Diagram Sebab Akibat disebut juga :
Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagram)
Diagram Ishikawa
Cause and effect "Skeleton"

Keunggulan Diagram Sebab Akibat :
Dengan membuat diagram ini kita telah mempelajari system
Diagram ini menunjukkan pemahaman tentang tim pemecahan masalah
Diagram ini menghasilkan penemuan secara aktif tentang penyebab masalah
Diagram ini bisa memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya.
Untuk menyusun kerangkanya harus diingat :
Untuk industri barang - 4 M
man, method, machine, material
Untuk industri jasa :
equipment, policies, procedures, people
Diagram Tulang Ikan

Contoh Diagram Sebab Akibat


Scatter Plot
Scatter diagram atau disebut juga dengan peta korelasi adalah grafik yang menampilkan hubungan antara dua variabel apakah hubungan antara dua variable tersebut kuat atau tidak yaitu antara faktor proses yang mempengaruhi proses dengan kualitas produk. Pada dasarnya diagram sebar merupakan suatu alat interpretasi data yang digunakan untuk menguji bagaimana kuatnya hubungan antara dua variabel dan menentukan jenis hubungan dari dua variable tersebut, apakah positif, negatif, atau tidak ada hubungan. Dua variabel yang ditunjukkan dalam diagram sebar dapat berupa karakteristik kuat dan factor yang mempengaruhinya.
Contoh Scatter Plot

Diagram Proses
Diagram Alir secara grafis menyajikan sebuah proses atau sistem dengan menggunakan kotak dan garis yang saling berhubungan. Diagram ini cukup sederhana, tetapi merupakan alat yang sangat baik untuk mencoba memahami sebuah proses atau menjelaskan langkah-langkah sebuah proses. Diagram Alir dipergunakan sebagai alat analisis untuk :
Mengumpulkan data mengimplementasikan data juga merupakan ringkasan visual dari data itu sehingga memudahkan dalam pemahaman.
Menunjukkan output dari suatu proses.
Menunjukkan apa yang sedang terjadi dalam situasi tertentu sepanjang waktu.
Menunjukkan kecenderungan dari data sepanjang waktu.
Membandingkan dari data periode yang satu dengan periode lain, juga memeriksa perubahan-perubahan yang terjadi.
Contoh Diagram Proses

BAB III
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari makalah Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) ini adalah sebagai berikut :
Pengendalian Kualitas Statistik adalah Ilmu yang mempelajari tentang teknik/metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip/konsep statistik.
Manfaat/keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik adalah :
Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya.
Menjaga kualitas lebih uniform.
Penggunaan alat produksi lebih efisien.
Mengurangi rework dan pembuangan.
Inspeksi yang lebih baik.
Memperbaiki hubungan produsen-konsumen
Spesifikasi lebih baik.
Metode Pengendalian Kualitas Statistik adalah :
Acceptance Sampling
Process Control
Alat bantu yang digunakan dalam Pengendalian Kualitas Statistik adalah :
Check Sheet
Control Chart/Peta Kendali
Histogram
Diagram Pareto
Diagram Sebab Akibat
Scatter Plot
Diagram Proses
DAFTAR PUSTAKA
http://id.scribd.com/doc/76991331/PENGENDALIAN-KUALITAS-STATISTIK
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31807/5/Chapter%20I.pdf
http://blog.ub.ac.id/oktafianita19/files/2013/01/11.-Pengendalian-Kualitas-Statistik_3.pdf


Download Tugas 1 Makalah Tentang PKS.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Tugas 1 Makalah Tentang PKS. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon