November 04, 2016

Proposal Skripsi APLIKASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM PEMASARAN PRODUK ALAT KESEHATAN


Judul: Proposal Skripsi APLIKASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM PEMASARAN PRODUK ALAT KESEHATAN
Penulis: Donny Purwanto


APLIKASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM PEMASARAN PRODUK ALAT KESEHATAN
(STUDI KASUS PADA PT. BERLIANDO MITRA ABADI)
PROPOSAL

Oleh:
DONNY PURWANTO
NPM: 010.301.0.031
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS DWIJENDRA
DENPASAR
2013
APLIKASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM PEMASARAN PRODUK ALAT KESEHATAN
(STUDI KASUS PADA PT. BERLIANDO MITRA ABADI)
Oleh :
DONNY PURWANTO
NPM: 010.301.0.031
Disetujui Dosen Pembimbing
Pada tanggal : ....................
Pembimbing IPembimbing II
(Ida Bagus Erwin Ranawijaya, SH,MH)(Drs. Anak Agung Gede Bagus, MSi)
NIP. 19730220 200312 1 001NIP. 19580919 19870361 001

DAFTAR ISI
JUDUL PENELITIANi
PERSETUJUAN PEMBIMBINGii
DAFTAR ISIiii
BAB IPENDAHULUAN1
Latar Belakang Masalah1
Rumusan Masalah7
Tujuan Penelitian7
Ruang Lingkup Penelitian8
Manfaat Penelitian8
Secara teoritis/akademis8
Secara praktis8
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teori9
Komunikasi bisnis9
Unsur-unsur dalam berkomunikas
Teknik komunikasi
Tujuan komunikasi
Bentuk komunikasi
Komunikasi verbal
Komunikasi non verbal
Tahapan dalam komunikasi
Hambatan dalam komunikasi
Hambatan teknis
Hambatan non teknis
Hambatan manusiawi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Salah satu tugas seorang pemimpin dalam suatu perusahaan adalah memberikan pesan yang inspiratif dan juga motivatif bagi orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya. Pesan yang inspiratif adalah pesan yang dapat memberikan pengarahan dan dapat menggerakkan karyawan untuk melakukan sesuatu tindakan berdasarkan apa yang dirasa dan dilihatnya. Sedangkan pesan motivatif memberikan pengertian sebagai pesan yang dapat memberikan stimulasi-stimulasi atau daya tarik kepada karyawan untuk lebih giat bekerja dan menjalankan pekerjaannya dengan mengoptimalkan seluruh kemampuan dan potensi yang dimiliki.Pesan-pesan tersebut bisa berupa instruksi, pengarahan ataupun yang lainnya yang pada intinya adalah bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada bawahan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah diinstruksikan kepadanya. Dalam hal ini, seorang pemimpin yang baik adalah yang memiliki kecakapan dalam memahami karakter, kemampuan dan potensi bawahannya, karena akan mempengaruhi tugas-tugas yang diberikan.
Namun, ketika karyawan melaksanakan instruksi dan pengarahan atau penjelasan pimpinan, mereka seringkali larut dengan pekerjaannya masing-masing, terfokus agar bisa segera menyelesaikan pekerjaan yang dimilikinya. Situasi seperti ini mempengaruhi suasana komunikasi di lingkungan suatu perusahaan. Aktivitas komunikasi menjadi sangat minim dan hanya akan berjalan ketika mereka membutuhkan keterangan atau masukan dari pihak lain. Seperti halnya yang terjadi di lokasi penelitian, yaitu di PT. Berliando Mitra Abadi, yang dirasa suasana komunikasi seperti ini sering terjadi. Situasi seperti ini belum tentu membuat karyawan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan optimal dalam waktu yang tepat, terkadang malah membuat karyawan itu jenuh dan kehilangan semangatnya dalam mengerjakan pekerjaannya. Meskipun ada ungkapan pepatah yang mengatakan mengenai "sedikit bicara banyak bekerja", bukan berarti menjadikan para karyawan mengabaikan fungsi komunikasi sebagai satu-satunya alat berinteraksi antar sesama rekan kerjanya termasuk dengan pimpinan.Disinilah urgensi pimpinan diperlukan dalam memberikan perannya meminimalisir permasalahan yang ada dan mengembalikan keseimbangan hidup karyawannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pesan-pesan yang mengandung motif-motif tertentu demi menumbuhkan semangat kerja karyawan.Berkaitan dengan pesan yang akan disampaikan pimpinan agar menciptakan suatu pesan yang inspiratif dan motivatif bagi karyawan, maka ada dua peran utama yang harus di lakukan oleh seorang pemimpin sesuai dengan karakter karyawan di PT. Berliando Mitra Abadi ini, yaitu peran instruktor dan motivator.
Dalam hal ini, Thariq Muhammad al-Suwaidan berpendapat bahwa: Peran sebagai instruktor adalah mengarahkan para karyawan tentang bagaimana melaksanakan tugas-tugas, kapan, dan dimana. Sementara peran pengikut adalah mendengarkan dan melaksanakan tugasnya. dan peran sebagai motivator adalah mendorong para karyawan untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara mandiri, menyemangati dan membangkitkan rasa percaya diri mereka, juga mendengarkan pendapat dan memberikan kewenangan, serta menyertakan mereka dalam pengambilan keputusan.
Dari fenomena diatas dibutuhkan kepemimpinan situasional yang dapat menempatkan dirinya sesuai dengan karakter orang yang dihadapinya. Kemampuan seorang pemimpin seperti ini akan memudahkannya untuk menentukan pesan apa yang akan disampaikan yang dapat memberikan motif-motif tersendiri bagi penumbuhan semangat kerja demi kemajuan kinerja karyawan.
Berangkat dari paparan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengakaji pesan-pesan motivasi yang disampaikan pimpinan kepada karyawan dengan berdasarkan pada kerangka pemikiran Douglas Mc.Gregor melalui Teori yang dipopulerkannya, yaitu Teori X dan Teori Y-nya. Teori X dan Teori Y ini memberikan asumsi mengenai dua perilaku manusia yang berlawanan dan memberikan gambaran mengenai bagaimana membingkai pesan dalam memberikan perlakuan perlakuan motivasi bagi keduanya.1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu: bagaimana aplikasi komunikasi bisnis dalam pemasaran produk alat kesehatan pada PT. Berliando Mitra Abadi?
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini diadakan dengan tujuan adalah memahami proses aplikasi komunikasi bisnis dalam pemasaran produk alat kesehatan pada PT. Berliando Mitra Abadi
1.4. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup Penelitian ini hanya mencakup proses aplikasi bisnis dalam pemasaran produk alat Kesehatan pada PT. Berliando Mitra Abadi.

1.5. Manfaat Penelitian
1.5.1. Secara teoritis/akademis
Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan ilmiah dalam bidang studi Ilmu Komunikasi dan sebagai bahan pertimbangan bagi prodi komunikasi untuk bahan bacaan atau referensi bagi semua pihak. Kegiatan penelitian ini dapat bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi semua pihak khususnya bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi intra dan ekstra dalam universitas sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dalam berorganisasi.1.5.2. Secara praktis
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam bidang komunikasi khususnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana pimpinan dapat menyampaikan pesan-pesan yang bermakna motivasi bagi bawahannya untuk berprestasi. Sedangkan untuk peneliti diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah daya kritis dan nalar serta mempertajam kondisi komunikasi organisasi yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi di lingkungan penelitian.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1. Komunikasi bisnis
Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi yang diambil dari beberapa sumber :Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa (lazim) baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal bisnis tersebut. Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll. Komunikasi eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai bisnis (create business value).
Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal
Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
Komunikasi bisnis berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya. Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications ) merupakan bentuk komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan komunikasi lintas budaya ( intercultural / communication ) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang masing – masing memiliki budaya yang berbeda.
2.1.2. Unsur-unsur dalam berkomunikasi
Komunikasi meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni :1. Komunikator = who [communicator, source, sender]
2. Pesan = says what [message]
3. Media = in which channel [channel, media]
4. Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
5. Efek [effect, impact, influence]
Hal yang pertama dilakukan adalah memahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator yang baik harus memiliki beberapa alat komunikasi yang menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti dan bisa menarik minat dan simpati dari para pendengarnya dan mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam kegiatan diskusi.
2.1.3 Teknik komunikasi
Ada beberapa teknik komunikasi, yaitu :1). Komunikasi informatif [informative communication]
2). Komunikasi persuasif [persuasive communication]
3). Komunikasi instruktif/ koersif [instructive/ coersive communication]
4). Hubungan manusiawi [human relation]
2.1.4. Tujuan komunikasi
Tujuan komunikasi adalah sebagai berikut :1). Perubahan sikap [attitude change]
2). Perubahan pendapat [opinion change]
3). Perubahan perilaku [behaviour change]
4). Perubahan sosial [social change]
2.1.5 Bentuk komunikasi
Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis, yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.1). Komunikasi verbal
Komunikasi verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral). Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar dan lain-lain.
Sedangkan komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi. Dimana komunikasi verbal dapat bertindak sebagai komunikator atau pengirim pesan dan dapat bertindak sebagai audience
Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan, seperti :Berbicara dan menulis: Suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti surat, memo dan Laporan
Mendengarkan dan membaca: Untuk mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar (listening) dan membaca (reading)
2). Komunikasi non verbal
Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan intonasi suara. Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal. pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami.
Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:
Menyediakan dan memberikan informasi
Mangatur alur suatu percakapan
Mengekspresikan emosi
Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal
Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah
Kadang dalam prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan antar komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena biasanya kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan kadang hanya membawa sebagian dari pesan.Dan relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat menentukan kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui ekspresi wajah dan mata.2.1.6. Tahapan dalam komunikasi
Menurut Courtland L Bovee dan Jhon V. Thilt dalam Business Communication Today, proses komunikasi ( Comunication Process ) terdiri atas enam tahap, yaitu : Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan, Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan, Pengirim menyampaikan pesan, Penerima menerima pesan, Penerima menafsirkan pesan, Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim.
Untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif, baik secara personal maupun professional paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi, yaitu : menulis, membaca, berbicara dan mendengar. Dimana prosentase penggunaan saluran komuniasi tersebut adalah : Menulis (writing): 9%, Mendengarkan (listening): 45%, Membaca (reading) : 16%, Berbicara (speaking) : 30%
Disadari atau pun tidak, setiap hari kita melakukan, paling tidak, satu dari keempat hal tersebut diatas dengan lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasi sering dianggap sebagai suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja, sehingga seringkali kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya secara efektif.Aktivitas komunikasi adalah aktivitas rutin serta otomatis dilakukan, sehingga kita tidak pernah mempelajarinya secara khusus, seperti bagaimana menulis ataupun membaca secara cepat dan efektif ataupun berbicara secara efektif serta menjadi pendengar yang baik.Menurut Stephen Covey, komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup manusia. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa yang kita tulis atau yang kita katakan, tetapi karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidak hanya sekedar mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca dan menilai sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalah karakter kokoh yang dibangun dari fondasi etika serta integritas pribadi yang kuat. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting
2.1.7. Hambatan dalam komunikasi
Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut:
1). Hambatan teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
2). Hambatan non teknis
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.3). Hambatan manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi, penyaringan informasi.
Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Alasan pemilihan lokasi
Melihat perkembangan bisnis di bali yang saat ini meningkat tajam, penulis melihat di Perusahaan PT. Berliando Mitra Abadi adalah Perusahaan yang sedang berkembang, dan dalam berkembangnya perusahaan tersebut Peneliti ingin melakukan penelitian bagaimana aplikasi komunikasi bisnis dalam pemasaran alat kesehatan pada perusahaan tersebut yang beralamat di Jl. Nangka Selatan No. 144 Denpasar Bali Telp. 0361-8956915 Fax. 0361225553.
3.1 Pendekatan dan rancangan penelitian
Jenis Pendekatan dalam penelitian ini berupa Pendekatan Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
3.3 Identifikasi dan definisi konsep
Mengidentifikasi bagaimana pelayanan karyawan PT. Berliando Mitra Abadi kepada konsumen dengan perusahaan yang bergerak dibidang sejenis diukur dalam tingkat kepuasan pelanggan.
3.4 Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini Karyawan PT. Berliando Mitra Abadi, Karena jumlah populasi yang tidak terlalu besar yaitu tidak lebih dari 100 maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak jumlah karyawan di perusahaan tersebut yang berjumlah sekitar 35 responden. Dimana manurut Arikunto (2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.
3.5 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan. Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.
3.6 Teknik dan instrumen Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah .Interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data primer. Kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis pada responden untuk menjawab.
Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan adalah lembar observasi, panduan wawancara, lembar pertanyaan.
2.7 Teknik Analisa Data
Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic dengan menggunakan program SPSS,dimana rumus statistic yang digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda),


Download Proposal Skripsi APLIKASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM PEMASARAN PRODUK ALAT KESEHATAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Proposal Skripsi APLIKASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM PEMASARAN PRODUK ALAT KESEHATAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon