November 07, 2016

makalah wawancara pengusaha gagal dan pengusaha sukses


Judul: makalah wawancara pengusaha gagal dan pengusaha sukses
Penulis: Rosita Martini


MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
WAWANCARA PENGUSAHA SUKSES DAN PENGUSAHA GAGAL

DISUSUN OLEH
NAMA : ROSITA MARTINI
NIM : E1M013046
PRODI : PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2014
pengusaha sukses (Pak Martadinata dengan usaha penyewaan tenda)
Pak Martadinata

Jenis-jenis usaha tenda yang disewakan
Dekorasi pernikahan

tenda jenis biasa

tenda jenis semi vip

tenda jenis vip

tenda jenis sarnafil

Pengusaha gagal (Ibu Hayatun dengan usaha penjualan kue)
Ibu Hayatun

alat-alat yang digunakan untu membuat kue

toko tempat penjualan kue

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . I
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . II
BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
Tujuan Wawancara . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
Manfaat Wawancara . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
BAB II PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3
Isi Wawancara Pengusaha Sukses . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3
Isi Wawancara Pengusaha Gagal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8
Halaman pengesahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah "Kewirausahaan". Makalah ini saya susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "kewirausahaan ", yang disajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi dukungan maupun bantuan untuk menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja khususnya bagi diri kami sendiri, para mahasiswa dan semua yang membaca makalah saya ini, dan mudah-mudahan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Saya menyadari bahwa dalam menulis makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini.
Terimakasih.
Mataram, 1 Juni 2014
Rosita Martini
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan atau menjalankan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produkk barang atau jasa. Di negara-negara yang sedang berkembang terutama Indonesia usaha-usaha yang dijalankan atau dikembangkan oleh masyarakatnya pada umumnya tergolong sebagai usaha kecil. Namun usaha kecil inilah yang dapat meciptakan lapangan pekerjaan sehingga mengurangi pengangguran dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya.
Banyak cerita kesuksesesan para wirausahawan yang memulai kariernya dari nol. Mereka berjuang selama bertahun-tahun untuk membangunkan usahanya. Mereka berusaha keras dan tahap demi tahap membuat usahanya menjadi semakin maju. Untuk mempertahankan usahanya dalam dunia persaingan dibutuhkan kecerdasan dan keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di dunia usaha itu sendiri. Keuletan dan tekad merupakan modal utama dalam menjalankan usaha yang ingin dikembangkan. Kisah-kisah mereka inilah yang bisa kita jadikan panutan dan inspirasi bagi masyarakat agar terdorong rasa keinginan untuk membuka usaha yang bisa menguntungkan banyak orang. Selain cerita kesuksesaan, banyak juga kegagalan yang di alami oleh para pewirausahawan namun kegagalan ini lah yang kemudian dapat kita jadikan sebagai pembelajaran untuk mulai membangun usaha. Untuk itulah wawancara ini diperlukan agar kita mengetahui bagaimana para pengusaha bisa mengalami kegagalan maupun proses mencapai keberhasilan.
Tujuan Wawancara
Agar mahasiswa dapat memahami bagaimana cara memulai dan memilih usaha yang tepat.
Agar bisa dapat mengetahui apa saja yang berpengaruh dalam keberhasilan maupun kegagalan seorang wirausaha.
Manfaat Wawancara
Mahasiswa dapat mengetahui kiat-kiat dalam memulai sebuah usaha.
Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara untuk mencapai keberhasilan dalam berwirausaha.
Mahasiswa dapat menghindari atau mengetahui cara-cara agar usahanya tidak mengalami kegagalan.
BAB II
PEMBAHASAN
Isi wawancara pengusaha sukses (Pak Martadinata dengan usaha penyewaan tenda)
Pak Martadinata adalah salah seorang dari banyak pemilik usaha penyewaan tenda yang sukses. Beliau adalah orang Lombok asli begitu juga istrinya ibu Baiq Hartini. Mereka mempunyai 2 orang anak dan sekarang tinggal di daerah Gerung tepatnya di desa Dodokan. Pak Martadinata memulai usahanya pada tahun 2008. Namun sebelum memulai usaha penyewaan tenda ini, beliau juga pernah membuka usaha lainnya yaitu rental PS (Play Station), namun karena sepinya pengunjung dan juga karena usaha rental PS ini sudah banyak di buka oleh beberapa orang di daerah Gerung, akhirnya pak Martadinata memutar otak untuk membuka usaha lainnya, kemudian beliau memilih membuka usaha penyewaan tenda. Pak Martadinata memilih usaha ini karena menurut pak Martadinata usaha penyewaan tenda banyak dibutuhkan untuk acara-acara outdor. Ditinjau dari keadaan masyarakat saat ini kegiatan gotong royong sudah mulai jarang dilakukan, sehingga orang-orang yang sedang mengadakan acara lebih memilih menyewa tenda karna dianggap lebih praktis atau bersifat instan. Selain itu pak Martadinata memilih usaha ini karena beliau menganggap bahwa usaha ini selain dapat ditekuni sebagai pekerjaan juga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi beberapa orang yang tinggal di sekitar rumahnya serta membantu untuk mengurangi pengangguran. Pak Martadinata membuka usaha ini dengan modal 50 juta, yang beliau dapatkan dari pinjaman ke bank. Dari modal 50 juta ini, beliau gunakan untuk membeli beberapa tenda dan mobil pick up yang nantinya akan digunakan sebagai alat transportasi untuk mempermudah mengantarkan tenda yang disewakannya. Cara promosi yang digunakan pak Martadinata sangat sederhana, yaitu dari mulut ke mulut. Beberapa keunggulan dari tenda yang disewakan ini, yaitu kebersihannya karna tenda yang disewakan beliau ini sangat dijaga kebersihan dengan cara rutin dicuci, selain itu service dan pelayanan saat pemasangan tenda yang cepat merupakan salah satu yang membuat beberapa orang dari acara yang kecil sampai acara atau event yang besar memilih menggunakan tenda yang disewakan oleh beliau. Kepercayaan pelanggan terhadap usaha ini dapat dilihat dari segi daerah penyewaannya. Pelanggan beliau tidak hanya dari Gerung atau sekitar Lombok Barat saja, namun usaha beliau ini sudah memiliki beberapa pelanggan yang berada di kawasaan kota Mataram. Tidak hanya mempunyai pelanggan dari pulau Lombok saja, namun beliau juga mempunyai pelanggan dari pulau Sumbawa dan Bima. Jenis tenda yang beliau sewakan bervariasi yaitu tenda biasa, vip, semi vip, dan sarnafil. Harga paling mahal dari tenda yang disewakan beliau berkisar antara Rp 1.000.000 per local atau per satu tenda.
Di setiap usaha yang dijalani seseorang pasti pernah menemui kendala. Begitupula dengan usaha yang dijalani oleh pak Martadinata, kendala yang paling sering dijumpai oleh beliau yaitu padatnya kendaraan di jalan raya. Hal ini yang menjadi kendala saat beliau akan menuju tempat pemasangan tenda yang telah disewa, sehingga kadang-kadang jika datang terlambat beliau mendapat teguran dari beberapa pelanggan. Beberapa masalah lain yang ditemui dari usaha ini, yaitu penghasilan yang tidak menentu. Jika penyewaan tenda ini sepi maka peghasilan yang di dapatkan pak Martadinata dan karyawannya pun akan ikut berkurang. "Sehingga jika kita membuka suatu usaha kita harus pandai dalam mengatur keuangan" ujar beliau. Meskipun sering menemui kendala, namun selama 6 tahun menjalankan usaha ini, beliau belum pernah mengalami kerugian. Untuk meningkatkan pendapatan, serta memajukan usahanya beliau tidak hanya sebatas menyewakan tenda, namun beliau juga membuat dekorasi pernikahan. Selain itu, beliau juga menjalin kerja sama dengan beberapa EO (event organizer) dan juga salah satu catering yang cukup terkenal yang berlokasi di Gerung.
Saat ini beliau sudah memiliki 10 orang karyawan, karyawannya ini adalah orang-orang yang tinggal di sekitar lingkungan tempat tinggal beliau dan secara tidak langsung beliau sudah membantu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Pemberian gaji karyawan dilakukan setiap ada penyewaan tenda. Sekitar 25% dari hasil penyewaan tenda, beliau berikan sebagai gaji untuk karyawannya. Uang makan, rokok, dan juga uang lembur dibedakan dari gaji pokok yang diterima oleh karyawannya. Sehingga rata-rata keuntungan bersih yang didapatkan beliau sekitar Rp 2.500.000 setiap bulan, namun keuntungan bersih yang diperoleh tiap bulannya tidak selalu sama, tergantung pada banyak tidaknya tenda yang disewa. Meskipun demikian, dari usaha ini beliau dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, serta memenuhi biaya untuk keperluan sekolah anak beliau. Bahkan dari usaha ini beliau dapat menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi.
Untuk terus mempertahankan usaha ini, beliau mempunyai komitmen bahwa dengan memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada konsumen serta dapat mengatur keuangan dengan baik, maka usaha yang ditekuni akan bertahan lama. Menurut pak Martadinata kiat-kiat untuk menjadi seorang pengusaha adalah kita harus pandai-pandai melihat peluang bila perlu kita harus berinovasi pada usaha yang kita jalani dan membuatnya berbeda dengan usaha lainnya yang sejenis. Selain itu keberanian, kejujuran, tekun, serius menjalani usaha, serta tidak pantang menyerah juga sangat diperlukan jika ingin usaha yang dijalani berhasil. Setelah itu barulah modal yang menjadi nomer sekian, karna disetiap ada niat yang baik, pasti ALLAH S.W.T akan memudahkan jalan untuk kita.
Isi wawancara pengusaha gagal (Ibu Hayatun dengan usaha penjualan kue)
Ibu Hayatun adalah salah satu dari sekian banyak orang yang pernah merasakan suksenya jadi seorang pengusaha. Beliau pernah sukses berwirausaha dalam bidang kuliner khususnya kue. Beliau merupakan orang lombok asli. Saat ini beliau tinggal di desa Ombe Baru kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat. Ibu Hayatun memulai usaha kue ini pada tahun 2012. Usaha ini merupakan usaha yang pertama kali dibuka oleh ibu Hayatun. Alasan mengapa beliau memilih usaha ini pada saat itu, karena beliau mengaggap bahwa usaha ini akan berkembang degan cepat karena di desa-desa sangat jarang orang yang bisa membuat kue, selain itu masyarakat juga lebih memilih untuk membeli daripada membuat sendiri karena dianggap lebih praktis. Dipilihnya usaha ini oleh ibu Hayatun, selain karena dilihat dari peluangnya, melalui usaha ini ibu Hayatun juga bisa menyalurkan hobinya yaitu memasak dan membuat kue.
Awal mula ibu Hayatun menjual kue ini adalah saat ada tetangganya yang akan mengadakan acara hajatan. Tetangganya tersebut meminta tolong kepada ibu Hayatun untuk membuatkanya kue sebagai makanan yang akan dihidangkan pada saat acara hajatan. dengan senang hati beliau menerima permintaan tersebut. Dengan modal Rp 100.000 ibu Hayatun menggunakannya untuk membeli bahan bahan yang akan digunakan untuk membuat kue bolu, sedangkan alat-alat yang digunakan merupakan milik temannya karena saat itu ibu Hayatun masih belum mempunyai alat untuk membuat kue sendiri. Keterampilan ibu Hayatun dalam membuat kue didapatkannya melalui beberapa pelatihan yang sering sekali di adakan di desa nya. Dari modal Rp 100.000 ini ibu Hayatun dapat membuat 4 kue bolu. Dari 4 kue bolu yang beliau buat, beliau mendapatkan keuntungan 5.000 dari tiap kue yang dibuatnya. Merasa kue bolu yang dibuat oleh ibu Hayatun cukup enak dan tidak kalah dengan kue yang di jual di pasaran akhirnya mulai banyak tetangganya yang memesan kue dari ibu Hayatun.
Awalnya ibu Hayatun hanya membuat kue jika ada yang memesan, namun beberapa dari pelanggannya ini mulai ada yang menjual kembali kue yang dibuat oleh ibu Hayatun ini. Karena pelanggan ini hampir memesan setiap hari, beliau akhirnya memberanikan diri untuk mulai membuka usaha penjualan kue. Bermodal uang Rp 1.500.000 yang ibu Hayatun dapatkan dari tabungannya sendiri, ibu Hayatun mulai membeli beberapa peralatan dan bahan untuk membuat kue seperti mixer, oven, tepung terigu, gula pasir, telur, cetakan, mika dan lain-lainnya. Ibu Hayatun pun menjual kue buatannya di sebuah toko kecil di pinggir jalan. Toko ini bukan lah milik ibu Hayatun namun milik saudaranya yang sudah lama tidak ditempati. Cara promosi yang digunakan yaitu dari mulut ke mulut. Proses pembuatan kue ini dibantu oleh saudara dan 3 keponakan ibu Hayatun, meskipun dibantu oleh keluarganya sendiri beliau teteap memberikan upah. Upah yang diberikan kepada saudara dan keponakan berkisar 20% sampai 25% dari hasil penjualan.
Meskipun hanya dengan sebuah took kecil dipinggir jalan, rata-rata keuntungan bersih yang didapatkan ibu Hayatun sekitar Rp 1.000.000 setiap bulan, namun keuntungan bersih yang diperoleh tiap bulannya tidak selalu sama, tergantung pada banyak tidaknya kue yang dibeli. Meskipun demikian, dari usaha ini beliau dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun pada bulan Ramdhan terutama menjelang hari raya keuntungan yang didapatkan ibu Hayatun bisa mejadi 2 kali lipat, karena pada bulan ini pembeli kue ibu Hayatun menjadi semakin banyak. Tidak hanya kue bolu yang ibu Hayatun jual, tetapi ibu Hayatun juga mulai menjual kue lainnya seperti kue kukus, putu ayu, dan sarang semut agar pembelinya tidak bosan.
Di setiap usaha yang dijalani seseorang, pasti pernah menemui kendala. Begitupula dengan usaha yang dijalani oleh ibu Hayatun, kendala yang ibu Hayatun jumpai adalah melonjaknya harga bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue seperti telur dan gula pasir. Untuk menghindari kerugian yang semakin besar akibat semakin meningkatnya harga produksi, ibu Hayatun mulai menaikkan harga kue yang beliau jual. Naiknya harga jual ini juga disebabkan karena pada proses pembuatan kue tersebut, ibu Hayatun menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan juga alami. Kenaikan harga jual kue ini menyebabkan konsumen yang membeli kue ibu Hayatun menjadi berkurang. Selain itu, sudah mulai banyak juga orang yang membuka usaha kue seperti yang dijual oleh ibu Hayatun dengan harga yang lebih murah. Harga murah yang ditawarkan oleh pedagang lain belum tentu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan alami seprti ibu Hayatun, banyak juga pedagang curang yang menambahkan beberapa zat kimia ke kue yang dijualnya misalnya dengan memberikan pewarna yang bukan pewarna untuk makanan agar kuenya terlihat menarik maupun pemanis buatan agar kue yang dibuatnya semakin manis tanpa perlu menggunakan gula yang banyak. Mulai berkurangnya pembeli, membuat keuntungan yang didapatkan ibu Hayatun semakin sedikit. Sehingga untuk menghindari kerugian yang lebiih besar lagi ibu Hayatun akhirnya lebih memilih untuk mennutup usahanya pada tahun 2013. Tips-tips yang diberikan ibu Hayatun agar usaha yang kita jalani tetap bertahan adalah kita harus benar-benar bisa memanfaatkan peluang yang ada, pintar dalam memilih tempat penjualan, tekun, sabar, pantang menyerah dan kejujuran serta kerja keras adalah kunci utamanya. Meskipun ibu Hayatun sudah menutup tokonya, namun beliau masih menyimpan alat-alat yang digunakan untuk membuat kue. Saat ini ibu Hayatun masih mengumpulkan modal untuk membuka usaha penjualan kue, dan beliau berencana untuk membuat toko kue di tempat yang lebih strategis.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Untuk membuat usaha yang kita jalani bisa sukses dan terhindar dari kebangkrutan kita harus pandai-pandai melihat peluang, pintar dalam memilih tempat penjualan, bila perlu kita harus berinovasi pada usaha yang kita jalani dan membuatnya berbeda dengan usaha lainnya yang sejenis. Selain itu keberanian, kejujuran, tekun, serius menjalani usaha, serta tidak pantang menyerah juga sangat diperlukan. Setelah itu barulah modal yang menjadi urusan nomer sekian.
Saran
Dalam memulai sebuah usaha sebaiknya dipersiapkan dengan baik dan matang serta dijalani dengan sungguh-sungguh agar usaha tersebut bisa sukses atau tidak mengalami kegagalan.
Halaman Pengesahan
Makalah wawancara pengusaha sukses dan pengusaha gagal ini disusun sebagai salah satu tugas dalam menempuh mata kuliah Kewirausahaan.
Disahkan di : Mataram
Tanggal : 07 Juni 2014
Narasumber 2
Ibu Nur

Narasumber 1
Pak Miftahul Huda
Mengetahui
Dosen pengampuh mata kuliah
Drs. Muhammad Ilyas


Download makalah wawancara pengusaha gagal dan pengusaha sukses.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca makalah wawancara pengusaha gagal dan pengusaha sukses. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon