November 22, 2016

Makalah Statistik Deskriptif


Judul: Makalah Statistik Deskriptif
Penulis: Ivnu Sani


MAKALAH
STATISTIK DESKRIPTIF
Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Statistik semester II

Disusun Oleh :
Kelompok 1
Nama :NIM :
1.Ivnu Sani 2014050064
2.
3.
4.
 
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kepada Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini, serta salawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Semoga di hari kiamat nanti kita mendapatkan syafaat darinya. Amin ya RabbaAlaamin. Dalam hal ini penulis tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak, maka  penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1.Ayah dan Ibu tercinta yang telah merelakan hari-harinya untuk mencurahkan kasih sayangnya pada penulis;
2.Bapak Nurochim selaku Dosen pengajar mata kuliah STATISTIK;
3.Teman dan semua pihak yang telah mendukung dan membantu penulis dalam penyusunan makalah ini. Penulis juga menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik maupun sarannya dari  pembaca makalah ini. Sehingga di kemudian hari dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Pamulang, 18 Oktober 2014
Penulis
STATISTIK DESKRIPTIF
Pengertian
Pada dasarnya statistik dibedakan menjadi dua jenis yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensia. Statistik deskriptif adalah metode-metode atau cara pendeskripsian yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Sedangkan Statistika inferensia adalah yang berkaitan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensia dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan. Statistika deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik inferensia atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar. Contoh statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan besaran-besaran lain di majalah dan koran-koran. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data.
Penyajian Data
Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data angka-angka yang disebut „data kasar‟ (raw data) yang menunjukkan bahwa data tersebut belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang biasanya berupa skor dan relatif banyak tidak  beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data termasuk yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data-data itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis dan untuk keperluan  penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah tabel atau gambar-gambar grafik. Penyajian data ini bertujuan memudahkan pengolahan data dan pembaca memahami data sebagai dasar pengambilan keputusan. Penyajian data dalam sebuah tabel ataupun gambar grafik memiliki maksud tertentu, seperti halnya pepatah yang mengatakan "satu gambar sama halnya dengan seribu kata," yang bermakna bahwa penyajian data dalam bentuk gambar akan lebih cepat bisa ditangkap atau dimengerti daripada kata-kata yang  puitis sifatnya. Seorang manajer perusahaan atau seorang pejabat tinggi pemerintahan akan lebih mudah mengetahui perkembangan harga dengan melihat grafik trend yang naik daripada harus membaca laporan dengan penuh kata-kata yang bagus, akan tetapi kurang sistematis penyusunannya. Itulah sebabnya, dalam suatu laporan sering disertai tabel-tabel atau grafik-grafik. Setelah disajikan dalam  bentuk tabel, data sering digambarkan grafiknya.
Cara Penyajian Data dalam Bentuk Tabel dan Grafik
Secara garis besar ada dua cara penyajian data yaitu dengan daftar atau tabel dan diagram atau grafik. Dua cara penyajian data ini saling berkaitan karena pada dasarnya sebelum dibuat grafik data tersebut berupa tabel. Penyajian data berupa grafik lebih komunikatif.
Dilihat dari waktu pengumpulannya, dikenal dua jenis data yaitu :
Cross section data adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu.
Data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Dengan data berkala dapat dibuat garis kecenderungan atau trend.
 
Penyajian data dengan tabel
Tabel atau daftar merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristik data sehingga memudahkan untuk analisis data.
Ada tiga jenis tabel berdasarkan komponennya yaitu :
Tabel satu arah atau satu komponen adalah tabel yang hanya terdiri atas satu kategori atau karakteristik data. Tabel berikut ini adalah contoh tabel satu arah.
Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Menurut Golongan Tahun 1990
Golongan Banyaknya (orang)
I 703.827
II 1.917.920
III 309.337
IV 17.574
Jumlah 2.948.658
Sumber : BAKN, dlm Statistik Indonesia, 1986
Tabel dua arah atau dua komponen adalah tabel yang menunjukkan dua kategori atau dua karakteristik. Tabel berikut ini adalah contoh tabel dua arah.
Jumlah Mahasiswa UPH menurutFakultas dan Kewarganegaraan 1995
Fakultas WNI WNA Jumlah
Fak. Ekonomi 1850 40 1890
Fak. Teknologi Industri 1320 10 1330
Fak. Seni Rupa & Design 530 5 535
Fak. Pasca Sarjana 250 10 260
Jumlah 3950 65 4015
Sumber : Data Buatan
 
Tabel tiga arah atau tiga komponen adalah tabel yang menunjukkan tiga kategori atau tiga karakteristik. Contoh tabel berikut ini.
 
Jumlah Pegawai Menurut Golongan,Umur dan Pendidikan pada Departeman A
Tahun 2000
Golongan Umur (tahun) Pendidikan
25 – 35 > 35 Bukan Sarjana Sajana
I 400 500 900 0
II 450 520 970 0
III 1200 2750 1850 2100
IV 0 250 0 250
Jumlah 2.050 4020 3720 2350
Terdapat dua jenis berdasarkan jenis datanya, yaitu:  
1.     Daftar Distribusi Data Tunggal
Contoh :
Diketahui data berat badan siswa (dalam kg) sebagai berikut :
43, 40, 47, 40, 40, 43, 47, 43, 43, 43                    51, 51, 40, 43, 43, 43, 48, 47, 48, 40
48, 43, 47, 48, 51, 47, 51, 43, 43, 43                    48, 43, 51, 47, 43, 47, 51,  51, 47,43
Tabel distribusi frekuensi data di atas adalah :
Berat Badan Turus Frekuensi
40 IIIII 5
43 IIIII    IIIII   IIII 14
47 IIIII    III 8
48 IIIII    I 6
51 IIIII    II 7
2.     Daftar Distribusi Data Kelompok (Bergolong)
Contoh :
Diketahui data nilai ulangan matematika sebagai berikut :
70, 68, 44, 40, 89, 46, 70, 71, 83, 92                    51, 51, 43, 53, 63, 73, 58, 77, 78, 80
58, 63, 67, 78, 68, 81, 87, 61, 54, 49                    88, 93, 71, 47, 67, 66, 71, 74, 47, 60
Tabel distribusi frekuensi data di atas adalah :
Berat Badan Turus Frekuensi
40 – 49 IIIII  II 7
50 – 59                  IIIII    I 6
60 – 69     IIIII    IIII 9
70 – 79                  IIIII    IIII 10
80 – 8 IIIII    I 6
90 – 99 II 2
Penyajian data dengan grafik/diagram
Penyajian data dengan grafik dianggap lebih komunikatif karena dalam waktu singkat dapat diketahui karakteristik dari data yang disajikan.
Terdapat beberapa jenis grafik yaitu :
Grafik garis (line chart)
Grafik garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis dapat berupa grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda. Contoh:

Grafik batang / balok (bar chart)
Grafik batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk menggambarkan data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang tunggal dan grafik batang ganda.
Contoh:

Grafik lingkaran (pie chart)
Grafik lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section, dimana data tersebut dapat dijadikan bentuk prosentase. Contoh :

Grafik Gambar (pictogram)
Grafik ini berupa gambar atau lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.
Grafik Berupa Peta (Cartogram).
Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah.PENYAJIAN DATA HASIL PENELITIAN :
Nama Negara Proyeksi Pertumbuhan PDB beberapa negara Asia tahun 2008 versi IMF
China India Pakistan Singapura Indonesia Malaysia Filipina Thailand Korsel Taiwan
Persentase (%) 10 8.4 6.5 5.8 6.1 5.6 5.8 4.5 4.6 3.8
Sumber : http://dataskripsi.blogspot.com/Dalam bentuk Grafik :
Grafik Batang

Grafik Lingkaran

Grafik Garis

Grafik Peta

Grafik Gambar

Interpretasi Data:
Dari hasil penyajian data menggunakan tabel dan grafik di atas, dapat diinterpretasikan bahwa dari 10 sampel yang diambil dari benua Asia menunjuk bahwa Negara yang proyeksi pertumbuhan PDBnya paling tinggi menurut IMF adalah Negara China yaitu dengan presentase 10%, lalu diikuti Negara India dengan presentasi 8.4 %, kemudian negara Pakistan dengan presntase 6.5%, dan posisi terakhir diduki oleh Negara Taiwan yaitu dengan prsentase 3.8%.
Keterangan Data:
Data hasil penelitian ini merupakan jenis data kuantitatif, karena berupa angka yang mendeskripsikan jumlah proyeksi pertumbuhan PDB di Asia dengan 10 sampel menurut IMF. Dan data ini merupakan jenis data kuantitatif diskrit, karena diperoleh dari hasil perhitungan.
Pengambilan data ini berasal dari sumber luar, sehingga data ini disebut data ekstern serta data ekstern sekunder, karena diperoleh dari pihak lain, yaitu seperti data ini diperoleh dari blog seseorang yaitu dataskripsi.blogspot.com.
Populasi dari data penelitian ini adalah benua Asia dan sampelnya adalah 10 negara di Asia. Data ini merupakan jenis data tunggal. Metode pengumpulan data ini menggunakan metode observasi, karena cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun gejala alam.
Distribusi Frekuensi Relatif
Distribusi frekuensi relative menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval. Sebuah distribusi frekuensi relatif mencakup batas-batas kelas yang sama seperti TDF, tetapi frekuensi yang digunakan bukan frekuensi aktual melainkan frekuensi relatif. Distribusi frekuensi relatif merupakan suatu jumlah persentase yang menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Dalam hal ini pembuat distribusi terlebih dahulu harus dapat menghitung persentase pada masing-masing kelompok. Distribusi akan memberikan informasi yang lebih jelas tentang posisi masing-masing bagian dalam keseluruhan, karena kita dapat melihat perbandingan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.
Perhatikan tabel distribusi frekuensi di bawah ini! Kita akan mencoba membuat tabel distribusi frekuensi Relatif dari tabel di bawah ini
Tabel 1
Kelas ke- Nilai Ujian Frekuensi fi
1 31 – 40 2
2 41 – 50 3
3 51 – 60 5
4 61 – 70 13
5 71 – 80 24
6 81 – 90 21
7 91 – 100 12
Jumlah 80
frekuensi relatif kelas ke-1:fi = 2; n = 80Frekuensi relatif = 2/80 x 100% = 2.5%Dengan cara yang sama diperoleh frekuensi relatif untuk kelas selanjutnya adalah sebagai berikut.Tabel 2
Kelas ke- Nilai Ujian Frekuensi relatif (%)
1 31 – 40 2.50
2 41 – 50 3.75
3 51 – 60 6.25
4 61 – 70 16.25
5 71 – 80 30.00
6 81 – 90 26.25
7 91 – 100 15.00
Jumlah 100.00


Download Makalah Statistik Deskriptif.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Statistik Deskriptif. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon