November 22, 2016

Makalah Statistik ANOVA


Judul: Makalah Statistik ANOVA
Penulis: Ira Naulita


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa memiliki kebutuhan dasar untuk mengembangkan hubungan personal sehingga bisa menjalin hubungan yang hangat dengan sesama manusia maupun ataupun bisa mengembangkan diri sendiri. Untuk bisa mewujudkan dua hal tersebut, dibutuhkan kecakapan yang membuat seseorang nyaman saat berhubungan dengan orang lain secara pribadi dan bebas untuk mengembangkan diri sendiri.
Kecakapan ini lah yang sangat diperlukan untuk membantu memelihara sebuah hubungan. Baik dengan orang tua, teman, dan pasangan. Selain itu, kecakapan ini juga bisa membuat diri kita jadi lebih bebas berapresiasi. Tidak hanya diperlukan di kehidupan sehari-hari, hal ini juga dibutuhkan oleh Mahasiswa.
Pendidikan dan komunikasi memiliki kaitan yang sangat erat, segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan tidak akan dapat berjalan tanpa adanya komunikasi. Ketika seseorang belajar, berpengalaman, maka orang tersebut melakukan dan membutuhkan komunikasi. Komunikasi memegang peranan dalam pemantapan pembelajaran dan perilaku yang diharapkan, hubungan antara pengajar dengan pelajar, dan penyampaian instruksi, termasuk di dalamnya bertanya, dan pemberian feedback bagi individu.
Komunikasi menjadi bagian yang penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam pendidikan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai wahana yang mempunyai peranan penting dan strategis untuk menyiapkan generasi serta penerus bangsa dan negara. Mahasiwa-mahasiswi yang telah memasuki dunia perguruan tinggi diharapkan memiliki kemampuan sosial seperti kemampuan berinteraksi dengan orang lain, kemampuan menyampaikan pendapat sehingga mampu berkomunikasi dengan tepat untuk menganalisa, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang positif
Tapi komunikasi personal mahasiswa terkadang dipengaruhi oleh bebagai faktor. Salah satu faktor yang turut mempengaruhi adalah latar belakang mahasiswa itu sendiri. Latar belakang yang dimaksud bisa seperti kepribadian mahasiswa, status sosialnya, maupun status sosial atau pekerjaan orang tuanya.
Bisa kita kita katakan, mahasiswa yang orang tuanya bekerja sebagai PNS akan berbeda dengan mahasiswa yang orang tuanya hanya bekerja sebagai wirasawatawan. Selain itu, jenjang pendidikan yang dilalui oleh mahasiswa itu sendiri juga bisa mempengaruhi komunikasi personal mereka. Misalnya saja, mahasiwa yang berada di semester 1 tentu memiliki perbedaan dengan mahasiswa yang berada di semester 4.
Melihat hal ini, penulis akhirnya ingin mencari tahu. Apakah benar ada perbedaan yang signifikan pada skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa berdasarkan kualifikasi semester (1, 2, 3, dan 4) dan berdasarkan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa?
Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini masalah yang dapat dirumuskan adalah tentang penelitian: Apakah terdapat perbedaan skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa berdasarkan kualifikasi semester (1, 2, 3, dan 4) dan berdasarkan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa? (dengan menggunakan Uji Anova melalui program SPSS).
Maksud dan Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
Untuk memenuhi nilai tugas kelompok mata kuliah Statistik Terapan.
Untuk mengetahui perbedaan skor dari penelitian/data yang ada dengan menggunakan uji data Anova melalui program SPSS.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Uji Analisis of Variance (ANOVA)
Sering kali kita menghadapi banyak rata-rata (lebih dari dua rata-rata). apabila kita mengambil langkah pengujian perbedaan rata-rata tersebut satu persatu (dengan t test) akan memakan waktu, tenaga yang banyak. di samping itu, kita akan menghadapi risiko salah yang besar. untuk itu, telah ditemikan cara analisis yang mengandung kesalahan lebih kecil da dapat menghemat waktu serta tenaga yaitu dengan ANOVA (Analisys of variances).
Secara umum, analisis varians menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. varians pertama adalah varians antar contoh (among samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within samples). Dengan ide semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang sama dengan uji-t untuk dua rata-rata (mean).
Analisis of variance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Analisis varian termasuk dalam kategori statistik parametric. Sebagai alat statistika parametric, maka untuk dapat menggunakan rumus ANOVA harus terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi meliputi normalitas, heterokedastisitas dan random sampling (Ghozali, 2009). Seperti yang dikatakan oleh Agustinus Bandur dalam bukunya "Penelitian Kuantitatif-Desain Dan Analisis Data Dengan SPSS", analisys of variance (ANOVA) dapat digunakan dalam situasi ketika kita memiliki satu variable interval atau rasio sebagai variable dependen dan satu atau lebih variable nominal atau ordinal sebagai variable dependen.
Analisis varian dapat dilakukan untuk menganalisis data yang berasal dari berbagai macam jenis dan desain penelitian. Analisis varian banyak dipergunakan pada penelitian-penelitian yang banyak melibatkan pengujian komparatif yaitu menguji variabel terikat dengan cara membandingkannya pada kelompok-kelompok sampel independen yang diamati. Analisis varian saat ini banyak digunakan dalam penelitian survey dan penelitian eksperimen.
ANOVA bisa dikatakan sebagai salah satu teknik penelitian statistic yang sering digunakan oleh banyak peneliti karena memiliki dua karakteristik seperti (Bandur, 283:2013):
ANOVA akan membantu kita untuk menganalisis data dari hasil desain penelitian eksperimental.
ANOVA akan membantu kita untuk melihat hubungan sebab akibat. Hal inilah yang membedakan t-test dengan ANOVA dengan correlation dan multi-regretion. Dalam kedua tes statistic yang disebutkan terakhir, kita bisa menguku hubungan sebab akibat pada variable independen dan dependen.
Anova dapat digolongkan kedalam beberapa kriteria, yaitu :
Klasifikasi satu arah (One Way ANOVA)
Anova klasifikasi satu arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan satu kriteria atau satu faktor yang menimbulkan variasi.
Klasifikasi dua arah (Two Way ANOVA)
ANOVA klasifikasi dua arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan dua kritenia atau dua faktor yang menimbulkan variasi.
One way ANOVA
Analisis of variance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rata-rata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Sedangkan menurut Teguh Wahyono dalam bukunya, "25 Metode Anlisis dengan menggunakan SPSS 17" One Way ANOVA merupakan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan analisis variansi satu arah untuk variabel dependen dengan tipe data kuantitatif dengan sebuah variabel independen sebagai variabel faktor.
Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher (Bapak Statistika Modern). Dalam praktek, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimasi khususnya di bidang genetika terapan). Analisis varian dapat dilakukan untuk menganalisis data yang berasal dari berbagai macam jenis dan desain penelitian.
Sebelum menguji dengan ANOVA, data harus berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama. Data yang digunakan pada One Way ANOVA untuk nilai variabel pada faktor harus integer sedangkan variabel dependen harus berupa data kuantitatif (tingkat pengukuran interval).Asumsi yang digunakan pada One Way ANOVA, yaitu setiap kelompok pada sampel acak independen dari populasi yang normal dan bervarian homogen. Dari output uji Anova akan diperoleh nilai F hitung. Jika nilai F hitung tidak signifikan, berarti rata-rata variabel dependen pada tingkat faktor yang ditentukan identik. Jika F hitung signifikan berarti terdapat perbedaan rata-rata variabel dependen pada tingkat faktor yang telah ditentukan.
Two way Anova
Anova dua jalur memiliki perbedaan dibanding anova satu jalur. Perbedaannya adalah pada jumlah variabel independen. Pada anova satu jalur hanya ada satu variabel independen, sementara pada anova dua jalur ada dua atau lebih variabel independen.
Uji statistik parametrik ANOVA dua arah ini dapat membantu peneliti kuantitatif untuk melihat pengaruh dua variable independen terhadap sebuah variable dependen. (Bandur, 292:2013)
Jika kita menggunakan two way ANOVA kita bisa menguji main effect dan juga interaction effect dari masing-masing variable independent terhadap variable dependen. Main effect merupakan pengaruh langsung salah satu variable independen terhadap variable depenen dengan membandingkan rata-rata skor pada masing-masing kategori variabel dependen. Sedangkan interaction effect memberikan gambaran kepada peneliti apakah pengaruh sebuah variable independen terhadap variabel dependen berlaku untuk variabel dependen lainnya atau tidak.
2.2 Contoh Kasus
Dalam makalah ini akan dilakukan penelitian tentang:
Apakah terdapat perbedaan skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa berdasarkan kualifikasi semester (1, 2, 3, dan 4) dan berdasarkan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa?
Data ambil di sini DATA TWO WAY ANOVAData Hasil Ujian adalah variabel Dependent
Data Semester dan Background adalah variabel Independent
Langkah-langkah Uji ANOVA dengan program SPSS

Klik Analyze > General Liniear Model > Univariate, sehingga muncul jendela sbb:

Masukkan variabel Hasil Tes Keterampilan ke kotak Dependent Variable, dan masukkan variabel Kelas Mahasiswa dan Latar Belakang ke dalam kotak Fixed Factor (s) seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Klik Plots, maka akan muncul jendela sbb; kemudian masukkan Semester ke kotak Horizintal Axis dan Background ke kotak Separate Lines.

Klik Add, maka akan muncul jendela sbb; lalu klik Continue.

Klik Post Hoc, maka akan muncul jendela sbb; kemudian masukkan semester ke kotak Post Hoc Test for -> centang Tukey -> Klik Continue.

Klik Options, maka akan muncul jendela sbb; masukkan Semester, Background dan Semester*Background ke dalam kotak Display Means for. Pada Display centang Descriptive statistics dan Homogenity tests.

Kemudian Klik continue -> Klik OK -> Lihat hasil
Hasil dan Interpretasi
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: Hasil Tes Keterampilan Komunikasi Personal
Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig. Partial Eta Squared Noncent. Parameter Observed Powerb
Corrected Model 30672,729a 15 2044,849 36,603 ,000 ,710 549,052 1,000
Intercept 1239412,537 1 1239412,537 22185,898 ,000 ,990 22185,898 1,000
SEMESTER 30044,946 3 10014,982 179,272 ,000 ,706 537,815 1,000
BACKGROUND 125,279 3 41,760 ,748 ,525 ,010 2,243 ,209
SEMESTER * BACKGROUND 502,504 9 55,834 ,999 ,441 ,039 8,995 ,492
Error 12513,733 224 55,865 Total 1282599,000 240 Corrected Total 43186,462 239 a. R Squared = ,710 (Adjusted R Squared = ,691)
b. Computed using alpha = ,05
Interpretasi:
Dari tabel output diatas dapat dilihat bahwa:
Pada baris Background terlihat nilai signifikan 0.525 yaitu nilai > 0.05, jadi tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor hasil test keterampilan komunikasi personal dengan latar belakang mahasiswa.
Pada baris Semester terlihat nilai signifikan 0.000 yaitu nilai < 0.05, jadi terdapat perbedaan yang signifikan pada skor hasil test keterampilan komunikasi personal dengan mahasiswa semester I, II, III dan IV.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sesuai dengan penelitian yang sudah dijalani, peneliti telah menemukan jawaban mengenai perbedaan skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa berdasarkan kualifikasi semester (1, 2, 3, dan 4) dan berdasarkan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa. Dengan menggunakan uji Two Way ANOVA, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa dengan kualifikasi semester. Sedangkan pada kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa tidak terlihat perbedaan yang signifikan terhadap skor hasil test keterampilan komunikasi personal mahasiswa. Peneliti memilih meneliti menggunakan two way ANOVA karena memiliki dua variabel independen yaitu Kualifikasi semester dan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa.
1592580-65341500
ANALISIS OF VARIANS (ANOVA)
MAKALAH
Untuk Memenuhi Nilai Tugas Kelompok Mata Kuliah Statistik Terapan
Disusun oleh,
SELVI SOFIAWATI (1464290005)
MAYLITA ARIFIN (1464290002)
IRA NAULITA (1464290019)
PROGRAM MAGISTER KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
JURUSAN KOMUNIKASI BISNIS
JAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis mengucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat  menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya, mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini di susun  dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan walaupun masih ada kesalahan.
Makalah ini memuat membahas tentang Statistik Terapan yaitu untuk mengetahui Uji Analisis of Varian (ANOVA) menggunakan program SPSS, sebagai salah satu tugas Kelompok mata kuliah Statistik Terapan.
Penulis  juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Agustinus Bandur, Ph. d, selaku Dosen mata kuliah Statistik Terapan dan teman-teman yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya agar makalah ini dapat menjadi lebih baik.. Terima kasih.
Jakarta, 09 Januari 2015
Penulis


Download Makalah Statistik ANOVA.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Statistik ANOVA. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon