November 05, 2016

Makalah Kebudayaan


Judul: Makalah Kebudayaan
Penulis: Agus Ropiq



Makalah KebudayaanKATA PENGANTAR
Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudah hampir punah. Pada umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih mempertahankan dan menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Kebanyakan masyarakat memilih untuk menampilkan dan menggunakan kesenian dan budaya modern daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokallah yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya.Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tetntu sesuai dengan keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri..
Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan faktor utama terbentuknya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di masyarakat. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya.Besar harapan saya, semoga dengan dibuatnya makalah yang berjudul Budaya Suku Sunda yang didalamnya membahas tentang kebudayaan yang berasal dari daerah Jawa Barat ini menjadi salah satu sarana agar masyarakat menyadari betapa berharganya sebuah kebudayaan bagi suatu bangsa, yang ahirnya akan membuat masyarakat menjadi merasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
……………………., ……………… 2008Penyusun

DAFRAT ISII. Kata Pengantar ……………………………………………………iII. Daftar Isi ………………………………………………………….iiIII. Pendahuluan ………………………………………………………11. Latar Belakang ………………………………………………...12. Maksud dan Tujuan ……………………………………………1IV. Pembahasan ……………………………………………………….2V. Penutup ……………………………………………………………61. Kesimpulan …………………………………………………….62. Saran …………………………………………………………...7
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kita pungkiri bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruk terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.
Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.
Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa.
B. Maksud dan Tujuan
Karena menjaga, memelihara dan melestarikan kebubayaan merupakan kewajiban setiap individu, maka dalam realisasinya saya mencoba menyusun makalah yang berjudul Kebudayaan Suku Sunda yang didalamnya mengulas tentang berbagai kebudayaan tradisional Jawa Barat/Sunda. Penyusunan makalan yang berjudul Budaya Suku sunda ini bertujuan agar pembaca mengetahui bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya serta menyadari bahwa menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan kewajiban dari setiap orang.

BAB IIPEMBAHASAN
Suku Sunda merupaka suku yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Suku sunda adalah salah satu suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah, diantaranya pakaian tradisional, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya.
Diantara sekian banyak kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut :
1. Pakaian Adat/Khas jawa Barat
Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasional. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.
2. Kesenian Khas Jawa Barat
a. Wayang Golek
Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung.
b. Jaipong
Jaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong.
Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan – gerakan khas tari jaipong.
c. Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.
Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.
Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya.
d. Rampak Gendang
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.
e. Calung
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas.Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan.
f. Pencak Silat
Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional.Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket.Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.
g. Sisingaan
Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.
h. Kuda Lumping
Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang.Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.
i. Bajidoran
Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern, cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang, Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglong serta Terompet.
Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta.
j. Cianjuran
Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi.
k. Kacapi Suling
Kacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.
l. Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan bodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Suku Sunda yang berada di daerah Jawa Barat merupakan suku yang memiliki berbagai kebudayaan, mulai dari adat istiadat sehari-hari, kesenian, acara ritual, dan lain-lain.
Semua itu membuktikan bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya daerah.Diantara sekian banyak kebudayaan yang dimiliki suku sunda, ada beberapa kebudayaan yang sangat populer, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pakaian adat khas Barat yang disebut Kebaya2. Wayang Golek3. Jaipong4. Degung5. Rampak Gendang6. Calung7. Pencak Silat8. Sisingaan9. Kudalumping10. Bajidoran11. Cianjuran12. Kacapi Suling, dan13. Reog.Tidak hanya dibidang kesenian, suku sunda juga memmiliki berbagai macam budaya daerah yang sangat menarik.
2. Saran
Budaya daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan nasional, maka segala sesuatu yang terjadi pada budaya daerah akan sangat mempengaruhi budaya nasional. Atas dasar itulah, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya baik budaya lokal atau budaya daerah maupun budaya nasional, karena budaya merupakan bagian dari kepribadian bangsa.

Makalah Kebudayaan Suku Sunda
KEBUDAYAAN SUKU SUNDA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memilikikeanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukandi dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yangmenjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia. Tidak ada satu masyarakat pun yangtidak memiliki kebudayaan. Begitu pula sebaliknya tidak akan ada kebudayaan tanpaadanya masyarakat. Ini berarti begitu besar kaitan antara kebudayaan denganmasyarakat.Melihat realita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural maka akanterlihat pula adanya berbagai suku bangsa di Indonesia. Tiap suku bangsa inilah yangkemudian mempunyai ciri kahas kebudayaan yang berbeda- beda. Suku Sundamerupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. Sebagai salah satu suku bangsadi Indonesia, suku Sunda memiliki kharakteristik yang membedakannya dengan sukulain. Keunikan kharakteristik suku Sunda ini tercermin dari kebudayaan yang merekamiliki baik dari segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya. SukuSunda dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari dalam bidang kajian mata kuliah Pluralitas dan Integritas Nasional yang padaakhirnya akan menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi kita.
B. RUMUSAN MASALAH
Untuk memudahkan dalam pembahasan masalah maka penulis membatasi pada1. Seperti apakah kebudayaan suku Sunda ?2. Bagaimana masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda ?3. Bagaimana sistem interaksi dalam masyarakat Sunda ?4. Bagaimana stratifikasi masyarakat Sunda ?
C. TUJUAN MAKALAH
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :1. Mengetahui kebudayaan suku Sunda.2. Memahami salah satu bentuk masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda.3. Menelaah sistem interaksi dalam kehidupan keseharian suku Sunda.4. Mengetahui akan stratifikasi suku Sunda.
BAB II
PEMBAHASAN
Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulauJawa,Indonesia, dariUjung Kulondi ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes(mencakup wilayah administrasi propinsiJawa Barat, Banten,sebagian DKI  Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kerana letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negaramaka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalahSuku Jawayang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat,Suku  Betawibanyak mendiami daerah bagian barat yang bersempadan denganJakarta. Suku  MinangdanSuku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, sepertiBandung, Cimahi,Bogor ,Bekasi, danDepok . Sementara ituOrang  Tionghoabanyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat.
A. KEBUDAYAAN SUKU SUNDA
Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan.Kebudayaan- kebudayaan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :
1.Sistem Kepercayaan
Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak  beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi jugaada yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha.Selatan. Praktek-praktek sinkretisme dan mistik masih dilakukan. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sundaditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta. Keseimbangan magisdipertahankan dengan upacara-upacara adat, sedangkan keseimbangan sosialdipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong). Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun Lutung Kasarung, salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal) yangmenitiskan sebagian kecil diriNya ke dalam dunia untuk memelihara kehidupanmanusia (titisan Allah ini disebut Dewata). Ini mungkin bisa menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka.
2.Mata Pencaharian
Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atauhidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Kebutuhan orang Sunda terutamaadalah hal meningkatkan taraf hidup. Menurut data dari Bappenas (kliping Desember 1993) di Jawa Barat terdapat 75% desa miskin. Secara umum kemiskinan di Jawa Baratdisebabkan oleh kelangkaan sumber daya manusia. Maka yang dibutuhkan adalah pengembangan sumber daya manusia yang berupa pendidikan, pembinaan, dll.
3. Kesenian- Kirab Helaran
Kirap helaran atau yang disebut sisingaan adalah suatu jenis kesenian tradisionalatau seni pertunjukan rakyat yang dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk helaran. Pertunjukannya biasa ditampilkan pada acara khitanan atau acara-acarakhusus seperti ; menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan
RI dan kegiatan hari-hari besar lainnya. Seperti yang diikuti ratusan orang dari perwakilan seluruh kelurahan di Cimahi, yang berupa arak-arakan yang pernahdigelar pada saat Hari Jadi ke-6 Kota Cimahi. Kirap ini yang bertolak dari Alun-alunKota Cimahi menuju kawasan perkantoran Pemkot Cimahi, Jln. Rd. DemangHardjakusumah itu, diikuti oleh kelompok-kelompok masyarakat yang menyajikanseni budaya Sunda, seperti sisingaan, gotong gagak, kendang rampak, calung,engrang, reog, barongsai, dan klub motor.
-Karya Sastra
Di bawah ini disajikan daftar karya sastra dalam bahasa Jawa yang berasal daridaerah kebudayaan Sunda. Daftar ini tidak lengkap, apabila para pembaca mengenalkarya sastra lainnya dalam bahasa Jawa namun berasal dari daerah Sunda,· Babad Cerbon· Cariosan Prabu Siliwangi· Carita Ratu Galuh· Carita Purwaka Caruban Nagari· Carita Waruga Guru· Kitab Waruga Jagat· Layang Syekh Gawaran· Pustaka Raja Purwa· Sajarah Banten· Suluk Wuyung Aya· Wahosan Tumpawarang· Wawacan Angling Darma· Wawacan Syekh Baginda Mardan· Kitab Pramayoga/jipta Sara-
Pencak Silat Cikalong
Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatanmenyebutnya "Maempo Cikalong". Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik  perguruannya dengan aliran ini.Daerah Cianjur sudah sejak dahulu terkenal sebagai daerah pengembangankebudayaan Sunda seperti; musik kecapi suling Cianjuran, klompen cianjuran, pakaian moda Cianjuran yang sampai kini dipergunakan dll.
- Seni Tari
a.
Tari Jaipongan
Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik danmenarik,Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah
ini. Jaiponganatau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudahmoderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisionalkhas Sunda yaitu
Ketuk Tilu
.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu
Degung
. Musik ini merupakan kumpulan beragam alatmusik seperti Kendang,Go'ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalahmusiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar palingmenonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong seringdipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan. b.
Tari merak C. Tari topeng- Seni Musik Dan Suara
Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. DalammemainkanDegung
biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-laguSunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanitayang dinamakanSinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yangdibawakan Sindenkarena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dandipelajari.Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda :· Bubuy Bulan· Es Lilin· Manuk Dadali· Tokecang· Warung Pojok -Wayang Golek
Jepang boleh terkenal dengan 'Boneka Jepangnya', maka tanah Sundaterkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasansandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradaramerangkap pengisi suara yang disebut Dalang
.
Seorang Dalang memiliki keahliandalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap denganSindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malamhari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dankejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budayaHindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalamcerita mengambil nama-nama dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada 'tokoh'yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yangdinamakan Purnakawan, seperti Dawala
dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemarikarena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.
-Alat Musik Calung
adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung.Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuhcalung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la).Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam),namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).
Angklung
adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambukhusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional
KETUK TILU
Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburanyang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutupkegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas.Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atauupacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Olehkarena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.
SENI BANGRENG
Seni Bangreng adalah pengembangan dari seni "Terbang"dan "Ronggeng". Seni terbang itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan"Terbang", yaitu semacam rebana tetapi besarnya tiga kali dari alat rebana.Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang penabu gendang besar dan kecil.
RENGKONG
Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskanoleh leluhur masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah KabupatenCianjur dan orang yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalahH. Sopjan. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sundadahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya
KUDA RENGGONG
Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jeniskesenian helaran yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka danKarawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihiasseperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula,memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.
KECAPI SULING
Kacapi Suling adalah salah satu jenis kesenian Sunda yangmemadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merduyang biasanya diiringi oleh mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/alunan tingkat tinggi khas Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerahCianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruhdunia.
4. SISTEM KEKERABATAN
Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat parental, garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu bersama. Dalam keluarga Sunda, ayah yang bertindak sebagai kepalakeluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangatmempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda.Dalam sukuSunda dikenal adanya
pancakaki
yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungankekerabatan. Dicontohkannya, pertama, saudara yang berhubungan langsung, ke bawah,dan vertikal. Yaitu anak,incu (cucu), buyut (piut),bao,canggahwareng
atau
janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur
atau
gantungsiwur
. Kedua,
-Alat Musik
Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung.Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuhcalung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la).Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam),namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).
Angklung
adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambukhusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional
KETUK TILU
Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburanyang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutupkegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas.Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atauupacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Olehkarena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.
SENI BANGRENG
Seni Bangreng adalah pengembangan dari seni "Terbang"dan "Ronggeng". Seni terbang itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan"Terbang", yaitu semacam rebana tetapi besarnya tiga kali dari alat rebana.Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang penabu gendang besar dan kecil.
RENGKONG
Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskanoleh leluhur masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah KabupatenCianjur dan orang yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalahH. Sopjan. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sundadahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya
KUDA RENGGONG
Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jeniskesenian helaran yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka danKarawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihiasseperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula,memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.
KECAPI SULING
Kacapi Suling adalah salah satu jenis kesenian Sunda yangmemadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merduyang biasanya diiringi oleh mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/alunan tingkat tinggi khas Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerahCianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruhdunia.
4. SISTEM KEKERABATAN
Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat parental, garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu bersama. Dalam keluarga Sunda, ayah yang bertindak sebagai kepalakeluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangatmempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda.Dalam sukuSunda dikenal adanya
pancakaki
yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungankekerabatan. Dicontohkannya, pertama, saudara yang berhubungan langsung, ke bawah,dan vertikal. Yaitu anak,
incu
(cucu),
buyut (piut), bao,canggahwareng
atau
janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur
atau
gantungsiwur
. Kedua,
saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atauuwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara
piut
. Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak,keponakan anak adik, dan seterusnya. Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosakata
sajarah
dan
sarsilah
(salsilah, silsilah) yang maknanya kurang lebih sama dengan kosakata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna
sajarah
adalah susun galur/garisketurunan.
5. Bahasa
Bahasa yang digunakan oleh suku ini adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda adalah bahasa yang diciptakan dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dansebagai alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasaSunda merupakan bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitasSuku Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada di Indonesia.6.
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Masalah pendidikan dan teknologi di dalam masyarakat suku Sunda sudah bisadibilang berkembang baik.Ini terlihat dari peran dari pemerintah Jawa Barat. PemerintahJawa Barat memiliki tugas dalam memberikan pelayanan pembangunan pendidikan bagiwarganya, sebagai hak warga yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan. VisiPemerintah Jawa Barat, yakni "Dengan Iman dan Takwa Jawa Barat sebagai ProvinsiTermaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010″ merupakankehendak, harapan, komitmen yang menjadi arah kolektif pemerintah bersama seluruhwarga Jawa Barat dalam mencapai tujuan pembangunannya.Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat vital danfundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan Jawa Barat di bidang lainnya.Pembangunan pendidikan merupakan dasar bagi pembangunan lainnya, mengingat secarahakiki upaya pembangunan pendidikan adalah membangun potensi manusia yang kelak akan menjadi pelaku pembangunan.Dalam setiap upaya pembangunan, maka penting untuk senantiasamempertimbangkan karakteristik dan potensi setempat. Dalam konteks ini, masyarakatJawa Barat yang mayoritas suku Sunda memiliki potensi, budaya dan karakteristik tersendiri. Secara sosiologis-antropologis, falsafah kehidupan masyarakat Jawa Barat yangtelah diakui memiliki makna mendalam adalah
cageur, bageur, bener, pinter, tur singer
.Dalam kaitan ini, filosofi tersebut harus dijadikan pedoman dalam mengimplementasikansetiap rencana pembangunan, termasuk di bidang pendidikan.
Cageur
mengandung maknasehat jasmani dan rohani.
Bageur
berperilaku baik, sopan santun, ramah, bertatakrama.
Bener
yaitu jujur, amanah, penyayang dan takwa.
Pinter
, memiliki ilmu pengetahuan.
Singer
artinya kreatif dan inovatif.Sebagai sebuah upaya mewujudkan pembangunan pendidikan berfalsafahkan
cageur, bageur, bener, pinter, tur singer
tersebut,ditempuh pendekatan
social cultural heritage approach
. Melalui pendekatan ini diharapkanakan lahir peran aktif masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan pendidikanyang digulirkan pemerintah7.
Adat Istiadat
UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA
Adat Sunda merupakan salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Adapunrangkaian acaranya dapat dilihat berikut ini.
1.Nendeun Omong, yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak priayang berminat mempersunting seorang gadis.2.Lamaran. Dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluargadekat. Disertai seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. Bawalamareun atau sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Cincin tidak mutlak harus dibawa. Jika dibawa, bisanya berupa cincing meneng, melambangkan kemantapan dan keabadian.3.Tunangan. Dilakukan 'patuker beubeur tameuh', yaitu penyerahanikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.4.Seserahan (3 – 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin priamembawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, danlain-lain.5.Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan,maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah.)
O Dipimpin pengeuyeuk.
O Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doarestu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten, pangradinan dansebagainya.
O Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeuk
O Disawer beras, agar hidup sejahtera.
O dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dangiat bekerja.
O Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tanggayang akan dibina masih bersih dan belum ternoda.
O Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria).Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.
O Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).6.Membuat lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan.Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikutikedua orang tua dan para tamu yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yangdiperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan.7.Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga.8.Upacara Prosesi Pernikahan
oPenjemputan calon pengantin pria, oleh utusan dari pihak wanita
oNgabageakeun, ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orangtua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.
O Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempatnikah. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, laludidudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan yang masih murni. Kerudung barudibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah.
O Sungkeman,
o Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.
O Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantunsawer dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita.Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning ataukunyit ke atas payung.
O Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin.Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.
O Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah.Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.Buka pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan
B. MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT SUKU SUNDA
Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang berusia tua. Bahkan, dibandingkan dengan kebudayaan Jawa sekalipun, kebudayaanSunda sebenarnya termasuk kebudayaan yang berusia relatif lebih tua, setidaknyadalam hal pengenalan terhadap budaya tulis. "Kegemilangan" kebudayaan Sunda dimasa lalu, khususnya semasa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda, dalam perkembangannya kemudian seringkali dijadikan acuan dalam memetakan apa yangdinamakan kebudayaan Sunda. Dalam perkembangannya kebudayaan Sunda kiniseperti sedang kehilangan ruhnya kemampuan beradaptasi, kemampuan mobilitas,kemampuan tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi. Kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda, terutama dalam merespons berbagai tantangan yangmuncul, baik dari dalam maupun dari luar, dapat dikatakan memperlihatkan tampilanyang kurang begitu menggembirakan. Bahkan, kebudayaan Sunda seperti tidak memiliki daya hidup manakala berhadapan dengan tantangan dari luar. Akibatnya,tidaklah mengherankan bila semakin lama semakin banyak unsur kebudayaan Sundayang tergilas oleh kebudayaan asing. Sebagai contoh paling jelas, bahasa Sunda yangmerupakan bahasa komunitas orang Sunda tampak semakin jarang digunakan oleh pemiliknya sendiri, khususnya para generasi muda Sunda. Lebih memprihatinkanlagi, menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari terkadangdiidentikkan dengan "keterbelakangan", untuk tidak mengatakan primitif. Akibatnya,timbul rasa gengsi pada orang Sunda untuk menggunakan bahasa Sunda dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan, rasa "gengsi" ini terkadang ditemukan pula padamereka yang sebenarnya merupakan pakar di bidang bahasa Sunda, termasuk untuk sekadar mengakui bahwa dirinya adalah pakar atau berlatar belakang keahlian di bidang bahasa Sunda.Adanya kondisi yang menunjukkan lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaanSunda disebabkan karena ketidakjelasan strategi dalam mengembangkan kebudayaanSunda serta lemahnya tradisi, baca, tulis , dan lisan (baca, berbeda pendapat) dikalangan komunitas Sunda. Ketidakjelasan strategi kebudayaan yang benar dan tahanuji dalam mengembangkan kebudayaan Sunda tampak dari tidak adanya "pegangan bersama" yang lahir dari suatu proses yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilantentang upaya melestarikan dan mengembangkan secara lebih berkualitas kebudayaanSunda. Apalagi jika kita menengok sekarang ini kebudayaan Sunda dihadapkan pada pengaruh budaya luar. Jika kita tidak pandai- pandai dalam memanajemen masuknya budaya luar maka kebudayaan Sunda ini lama kelamaan akan luntur bersama waktu.Berbagai unsur kebudayaan Sunda yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan, bahkan untuk dijadikan model kebudayaan nasional dan kebudayaandunia tampak tidak mendapat sentuhan yang memadai. Ambillah contoh, berbagaimakanan tradisional yang dimiliki orang
Sunda, mulai dari bajigur, bandrek, surabi,colenak, wajit, borondong, kolontong, ranginang, opak, hingga ubi cilembu, apakahada strategi besar dari pemerintah untuk mengemasnya dengan lebih bertanggung jawab agar bisa diterima komunitas yang lebih luas. Lemahnya budaya baca, tulis,dan lisan ditengarai juga menjadi penyebab lemahnya daya hidup dan mutu hidupkebudayaan Sunda. Lemahnya budaya baca telah menyebabkan lemahnya budayatulis. Lemahnya budaya tulis pada komunitas Sunda secara tidak langsung merupakan
Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah.Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.Buka pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan
B. MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT SUKU SUNDA
Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang berusia tua. Bahkan, dibandingkan dengan kebudayaan Jawa sekalipun, kebudayaanSunda sebenarnya termasuk kebudayaan yang berusia relatif lebih tua, setidaknyadalam hal pengenalan terhadap budaya tulis. "Kegemilangan" kebudayaan Sunda dimasa lalu, khususnya semasa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda, dalam perkembangannya kemudian seringkali dijadikan acuan dalam memetakan apa yangdinamakan kebudayaan Sunda. Dalam perkembangannya kebudayaan Sunda kiniseperti sedang kehilangan ruhnya kemampuan beradaptasi, kemampuan mobilitas,kemampuan tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi. Kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda, terutama dalam merespons berbagai tantangan yangmuncul, baik dari dalam maupun dari luar, dapat dikatakan memperlihatkan tampilanyang kurang begitu menggembirakan. Bahkan, kebudayaan Sunda seperti tidak memiliki daya hidup manakala berhadapan dengan tantangan dari luar. Akibatnya,tidaklah mengherankan bila semakin lama semakin banyak unsur kebudayaan Sundayang tergilas oleh kebudayaan asing. Sebagai contoh paling jelas, bahasa Sunda yangmerupakan bahasa komunitas orang Sunda tampak semakin jarang digunakan oleh pemiliknya sendiri, khususnya para generasi muda Sunda. Lebih memprihatinkanlagi, menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari terkadangdiidentikkan dengan "keterbelakangan", untuk tidak mengatakan primitif. Akibatnya,timbul rasa gengsi pada orang Sunda untuk menggunakan bahasa Sunda dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan, rasa "gengsi" ini terkadang ditemukan pula padamereka yang sebenarnya merupakan pakar di bidang bahasa Sunda, termasuk untuk sekadar mengakui bahwa dirinya adalah pakar atau berlatar belakang keahlian di bidang bahasa Sunda.Adanya kondisi yang menunjukkan lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaanSunda disebabkan karena ketidakjelasan strategi dalam mengembangkan kebudayaanSunda serta lemahnya tradisi, baca, tulis , dan lisan (baca, berbeda pendapat) dikalangan komunitas Sunda. Ketidakjelasan strategi kebudayaan yang benar dan tahanuji dalam mengembangkan kebudayaan Sunda tampak dari tidak adanya "pegangan bersama" yang lahir dari suatu proses yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilantentang upaya melestarikan dan mengembangkan secara lebih berkualitas kebudayaanSunda. Apalagi jika kita menengok sekarang ini kebudayaan Sunda dihadapkan pada pengaruh budaya luar. Jika kita tidak pandai- pandai dalam memanajemen masuknya budaya luar maka kebudayaan Sunda ini lama kelamaan akan luntur bersama waktu.Berbagai unsur kebudayaan Sunda yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan, bahkan untuk dijadikan model kebudayaan nasional dan kebudayaandunia tampak tidak mendapat sentuhan yang memadai. Ambillah contoh, berbagaimakanan tradisional yang dimiliki orang
Sunda, mulai dari bajigur, bandrek, surabi,colenak, wajit, borondong, kolontong, ranginang, opak, hingga ubi cilembu, apakahada strategi besar dari pemerintah untuk mengemasnya dengan lebih bertanggung jawab agar bisa diterima komunitas yang lebih luas. Lemahnya budaya baca, tulis,dan lisan ditengarai juga menjadi penyebab lemahnya daya hidup dan mutu hidupkebudayaan Sunda. Lemahnya budaya baca telah menyebabkan lemahnya budayatulis. Lemahnya budaya tulis pada komunitas Sunda secara tidak langsung merupakan
representasi pula dari lemahnya budaya tulis dari bangsa Indonesia. Fakta palingmenonjol dari semua ini adalah minimnya karya-karya tulis tentang kebudayaanSunda ataupun karya tulis yang ditulis oleh orang Sunda
C. SISTEM INTERAKSI DALAM SUKU SUNDA
Jalinan hubungan antara individu- individu dalam masyarakat suku Sunda dalamkehidupan sehari- hari berjalan relatif positif. Apalagi masyarakat Sunda mempunyaisifat someah hade ka semah. Ini terbukti banyak pendatang tamu tidak pernah surut berada ke Tatar Sunda ini, termasuk yang enggan kembali ke tanah airnya. Lebih jauhlagi, banyak sekali sektor kegiatan strategis yang didominasi kaum pendatang. Ini juga sebuah fakta yang menunjukkan bahwa orang Sunda mempunyai sifat ramah dan baik hati kepada kaum pendatang dan tamu.Diakui pula oleh etnik lainnya di negeri ini bahwa sebagian besar masyarakat Sundamemang telah menjalin hubungan yang harmonis dan bermakna dengan kaum pendatang dan mukimin. Hal ini ditandai oleh hubungan mendalam penuh empati dan persahabatan Tidaklah mengherankan bahwa persahabatan, saling pengertian, dan bahkan persaudaraan kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari antara warga Sundadan kaum pendatang. Hubungan urang Sunda dengan kaum pendatang dari berbagaietnik dalam konteks apa pun-keseharian, pendidikan, bisnis, politik, dan sebagainya-dilakukan melalui komunikasi yang efektif. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwakesalahpahaman dan konflik antarbudaya antara masyarakat Sunda dan kaum pendatang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi penyebabutamanya adalah komunikasi dari posisi-posisi yang terpolarisasikan, yakniketidakmampuan untuk memercayai atau secara serius menganggap pandangansendiri salah dan pendapat orang lain benar.Perkenalan pribadi, pembicaraan dari hati ke hati, gaya dan ragam bahasa (termasuk logat bicara), cara bicara (paralinguistik), bahasa tubuh, ekspresi wajah, caramenyapa, cara duduk, dan aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan akan turutmemengaruhi berhasil tidaknya komunikasi antarbudaya dengan orang Sunda. Padaakhirnya, di balik kearifan, sifat ramah, dan baik hati orang Sunda, sebenarnya masihsangat kental sehingga halini menjadi penunjang di dalamterjalinnya system interaksiyang berjalan harmonis.
D. STRATIFIKASI SUKU SUNDA
Masyarakat Jawa Barat, yaitu masyarakat Sunda, mempunyai ikatan keluarga yangsangat erat. Nilai individu sangat tergantung pada penilaian masyarakat. Dengandemikian, dalam pengambilan keputusan, seperti terhadap perkawinan, pekerjaan,dll., seseorang tidak dapat lepas dari keputusan yang ditentukan oleh kaumkeluarganya. Dalam masyarakat yang lebih luas, misalnya dalam suatu desa,kehidupan masyarakatnya sangat banyak dikontrol oleh pamong desa. Pak Lurahdalam suatu desa merupakan "top leader" yang mengelola pemerintahan setempat, berikut perkara-perkara adat dan keagamaan. Selain pamong desa ini, masih adagolongan lain yang dapat dikatakan sebagai kelompok elite, yaitu tokoh-tokoh agama.Mereka ini turut selalu di dalam proses pengambilan keputusan-keputusan bagikepentingan kehidupan dan perkembangan desa yang bersangkutan. Paul Hiebert danEugene Nida, menggambarkan struktur masyarakat yang demikian sebagaimasyarakat suku atau agraris.[i]Perbedaan status di antara kelompok elite dengan masyarakat umum dapat terjadi berdasarkan status kedudukan, pendidikan, ekonomi, prestige sosial dan kuasa. RobertWessing, yang telah meneliti masyarakat Jawa Barat mengatakan bahwa adakelompok

"
in group
" dan "
out group
" dalam struktur masyarakat. Kaum memandang sesamanyasebagai "
in group
" sedang di luar status mereka dipandang sebagai "
out group
.W.M.F. Hofsteede, dalam disertasinya
Decision–making Process in Four West JavaVillages
(1971) juga menyimpulkan bahwa ada stratifikasi masyarakat ke dalamkelompok elite dan massa. Elite setempat terdiri dari lurah, pegawai-pegawai daerahdan pusat, guru, tokoh-tokoh politik, agama dan petani-petani kaya. Selanjutnya, petani menengah, buruh tani, serta pedagang kecil termasuk pada kelompok massa.
Informal leaders
, yaitu mereka yang tidak mempunyai jabatan resmi didesanya sangat berpengaruh di desa tersebut, dan diakui sebagai pemimpin kelompok khusus atau seluruh desa.Hubungan seseorang dengan orang lain dalam lingkungan kerabat atau keluargadalam masyarakat Sunda menempati kedudukan yang sangat penting. Hal itu bukanhanya tercermin dari adanya istilah atau sebutan bagi setiap tingkat hubungan itu yanglangsung dan vertikal (
bao,
buyut
, aki, bapa,
anak
, incu
) maupun yang tidak langsungdan horisontal (
dulur, dulur misan, besan
), melainkan juga berdampak kepadamasalah ketertiban dan kerukunan sosial.
Bapa/indung, aki/nini, buyut,bao
menempati kedudukan lebih tinggi dalam struktur hubungan kekerabatan(
pancakaki
) daripada
anak, incu, alo, suan
. Begitu pula
lanceuk
(kakak) lebih tinggidari
adi
(adik),
ua
lebih tinggi dari paman/bibi. Soalnya, hubungan kekerabatanseseorang dengan orang lain akan menentukan kedudukan seseorang dalam struktur kekerabatan keluarga besarnya, menentukan bentuk hormat menghormati, hargamenghargai, kerjasama, dan saling menolong di antara sesamanya, serta menentukankemungkinan terjadi-tidaknya pernikahan di antara anggota-anggotanya gunamembentuk keluarga inti baru.
Pancakaki
dapat pula digunakan sebagai media pendekatan oleh seseorang untuk mengatasi kesulitan yang sedang dihadapinya. Dalam hubungan ini yang lebih tinggiderajat
pancakaki
-nya hendaknya dihormati oleh yang lebih rendah, melebihi dariyang sama dan lebih rendah derajat
pancakaki
-nya.
KESIMPULAN
Suku Sunda merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. Suku Sundamemiliki kharakteristik yang unik yang membedakannya dengan masyarakat sukulain. Kekharakteristikannya itu tercermin dari kebudayaan yang dimilikinya baik darisegi agama, bahasa, kesenian, adat istiadat, mata pencaharian, dan lain sebagainya.Kebudayaan yang dimiliki suku Sunda ini menjadi salah satu kekayaan yang dimilikioleh bangsa Indonesia yang perlu tetap dijaga kelestariannya. Dengan membuatmakalah suku Sunda ini diharapkan dapat lebih mengetahui lebih jauh mengenaikebudayaan suku Sunda tersebut dan dapat menambah wawasan serta pengetahuanyang pada kelanjutannya dapat bermanfaat dalam dunia kependidikan.


HYPERLINK "http://www.scribd.com/doc/91829947/Makalah-IPS"
Makalah Budaya Sunda
18.28  Kumpulan Makalah  2 comments
Sistem Sosial Dan Organisasi Kemasyarakatan Masyarakat Sunda
BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
 Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia. Begitu besar peran kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari mulai system sosial dan organisasi kemasyarakatan masyarakat Indonesia termasuk dalam hal ini adalah masyarakat sunda.
Sistem merupakan kumpulan dari beberapa subsistem yang terakumulasi kedalam sebuah kesepakatan bersama yang bersifat abstrak. Sistem tersebut mengandung nilai dan kebutuhan yang kooperatif. Masyarakat adalah kelompok manusia sebagai individu yang hidup bersama di satu wilayah strategis berdasarkan pada nilai-nilai bersama untuk mencapai tujuan bersama. Sistem organisasi masyarakat Sunda berarti kesepakatan abstrak yang dimiliki oleh masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda terdiri atas kelompok-kelompok kecil (individu). Pengorganisasian masyarakat Sunda ditentukan oleh sistem yang mengatur masyarakat Sunda itu.
1.2              Rumusan Masalah
Untuk lebih memfokuskan pembahasan permasalahan maka penulis membatasi pada masalah-masalah sebagai berikut :
1.               Bagaimana masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda ?
2.               Bagaimana sistem interaksi dalam masyarakat Sunda ?
3.               Bagaimana stratifikasi masyarakat Sunda ?
1.3              Batasan Masalah
Untuk membatasi masalah agar tidak terlalu luas maka dalam makalah ini dibatasi yaitu pembahasan yang sesuai dengan judul makalah ini tentang Sistem Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan Masyarakat Sunda.
1.4              Maksud Dan Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas kelomok dalam menempuh mata kulian Budaya Sunda, selain itu tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk meningkatkan pengetahuan kami dan pembaca mengenai sistem sosial dan organisasi kemasyarakatan masyarakat sunda
2.      Mengetahui kebudayaan suku Sunda.
3.      Memahami salah satu bentuk masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda.
4.      Menelaah sistem interaksi dalam kehidupan keseharian suku Sunda.
5.      Mengetahui akan stratifikasi suku Sunda
1.5              Sistematika Penulisan
Bab I   Pendahuluan
Dalam bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan.
Bab II Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini berisi tentang teori dasar yang meliputi system social dan organisasi kemasyarakatan masyarakat sunda.
Bab III            Pembahasan Masalah
Dalam bab ini berisi tentang pembahasan masalah
Bab IV            Kesimpilan dan Saran
Dalam bab ini berisi tentang kesimpilan dan saran.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1     Pengertian
Sunda sebagai nama kerajaan kiranya baru muncul pada abad ke- 8 sebagai lanjutan atau penerus kerajaan Tarumanegara. Pusat kerajaannya berada disekitar Bogor, sekarang. Sejarah Sunda mengalami babak baru karena arah pesisir utara di Jayakarta (Batavia) masuk kekuasaan kompeni Belanda sejak (1610 ) dan dari arah pedalaman sebelah timur masuk kekuasaan Mataram (sejak 1625).
Menurut RW. Van Bemelan pada tahun 1949, Sunda adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menamai dataran bagian barat laut wilayah India timur, sedangkan dataran bagian tenggara dinamai Sahul. Suku Sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indeonesia. Yaitu berasal dan bertempat tinggal di Jawa Barat. Daerah yang juga sering disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda
Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua.
Seperti pada kebudayaan sunda, kebudayaan sunda termasuk kebudayaan tertua.Kebudayaan sunda yang ideal kemudian sering dikaitkan sebagai kebudayaan raja – raja sunda. Ada beberapa watka dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup Etos. Watak Sunda itu adalah cageur,bageur,singer dan pinter. Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perludilestarikan. Hampir semua masyarakat sunda beragama Islam namun ada beberapa yang bukan beragama islam, walaupun berebeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan di tujukan untuk alam semesta.
Kebudayaan sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan – kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar sunda , sering dikenal dengan masyarakat religius.Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo " silih asah, silih asih dan silih asuh, saling mempertajam diri, saling mengasihi dan saling malindungi.Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan,rendah hati terhadap sesama, kepada yang lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih kecil.Pada kebudayaan sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankannya.
2.2              Unsur-Unsur Budaya Sunda
2.2.1    Sistem Organisasi Sosial dan Kemasyarakatan
            Untuk lebih mudah memahami tentang sistem sosial dan organisasi kemasyarakatan di masyarakat sunda terlebih dahulu kita harus menyamakan dulu persepsi tentang apa yang di maksud dengan sistem organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan. Yang dimaksud dengan sistem sosial adalah merupakan sistem pengelompokan sosial berdasarkan atas umur, jenis kelamin, dan hubungan kekerabatan. Sedangkan organisasi kemasyarakatan adalah merupakan hubungan-hubungan yang terjadi antara individu atau kelompok individu di dalam masyarakat yang telah terpolakan, sehingga menjadi satu sistem hubungan.

1.      Sistem sosial
Pengelompokan sosial berdasarkan umur adalah sebagai berikut :
a.       Orok: yaitu berumur sejak waktu lahir sampai dua belas (12) bulan
b.      Budak yaitu anak-anak yang berumur 1-1 tahun
c.       Bujangan/mojang yaitu berumur 16-25 tahun.Bujangan atau bujang adalah sebutan untuk seorang pria dewasa yang tidak mempunyai istri. Sedangkan seorang perjaka atau jejaka atau jaka selain dapat berarti bujangan juga adalah seorang pria yang belum pernah mengadakan hubungan seksual atau senggama dengan wanita. Istilah yang lain untuk ini adalah wadat dan selibat. Seorang bujangan bisa saja telah bercerai dengan istrinya (bujang cerai atau duda cerai), sehingga tidak dapat dikatakan perjaka lagi, sedangkan seorang perjaka menurut definisi berarti bujangan.
Dalam bahasa Indonesia, istilah bujang juga dapat merujuk pada wanita yang perawan atau gadis dan juga dapat merujuk pada janda. Selain itu arti lain dari bujang adalah seorang pembantu laki-laki (jongos).
d.      Sawawa/dewasa yaitu berumur 26-40 tahun
e.       Kolot yaitu berumur 41 tahun ke atas
Pengelompokan berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan manusia berdasarkan jenis kelamin merupakan kodrat alami yang justru memungkinkan manusia terus berlanjut dari generasi ke generasi. Perbedaan jenis kelami ini dapat membedakan hal-hal sebagai berikut di antaranya adalah
a.       Pekerjaan
b.      Permainan
c.       Warisan
d.      Perjodohan
e.       Pengambilan keputusan dan sebagainya.
Pengelompkan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat sunda menganut sistem kekerabatan yang bersifat parental. Istilah kekerabatan bagi masyarakart sunda menunjukan sifat bilateral dan generasional. Dilihat dari ego, msyarakat sunda mengenal istilah kekerabatan sampai tujuh generasi ke atas dan tujuh generasi ke bawah (tujuh turunan)
2.      Organisasi sosial/kemasyarakatan
Dilihat dari sudut sejarah, organisasi sosial yang hidup dalam masyarakat di jawa barat ada yang mempunyai ciri-ciri lembaga/organisasi tradisional dan organisasi modern. Yang di maksud organisasi tradisional adalah organisasi yang muncul sebagai  hasil inisiatif dan kreatif masyarakat desa, yang didorong oleh kebutuhan dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya,sedangkan organsasi modern adalah lahir karena sengaja di bentuk, biasanya dari piahk atas desa dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Pada umumnya organisasi modern mulai ada pada awal abad ke-20, tatkala pemerintah kolonial secara formal memperkenalkannya kepada masyarakat desa, lembaga perkreditan,pegadaian dan susunan pemerintahan. Oganisasi tradisional yang masih banyak ditemui dan dilakukan masyarakat sunda adalah :
1.      Organisasi tradisional yang merupakan ikatan hubunga antara pemilik tanah  dengan penggarap tanah seperti :
a.       Memaro yaitu bagian hasil panen sama
b.      Mertelu yaitu bagian hasil panen 1 berbanding 2
c.       Mlayang yaitu bagian hasil panen 10 sangga untuk 3 bau sawah
d.      Hejoan yaitu peminjaman uang yang dibayar dengan hasil panen
2.      Organisasi tradisional yang erat hubungannya dengan kehidupan desa di priangan :
a.       Hiras/ngahiras, biasanya ada dalam mendirikan ruah, tandur dan hajatan
b.      Liliuran yaitu saling tukar tenaga dalam sesuatu pekerjaan A : B atau B : A
c.       Kondangan/Ondangan/Uleman, biasanya terjdi dalam acara syukuran.
3.      Organisasi tradisional didasarkan atas kepentingan ekonomi, seperti :
a.       Sistem ijon yaitu peminjaman padi pada musim paceklik dan di bayar pada musim panen dengan bunga tinggi.
b.      Ssitem nyambat yaitu permintaan bantuan tenaga dari tetangga dengan imbalan materi
c.       Sistem ceblokan yaitu sistem kontrak penggarap sawah oleh satu kelompok petani sampai panen dan hasil panen di bagi sesuai kesepakatan.
d.      Sistem pajegan yaitu siste kontrak tidak sampai panen
e.       Sistem sewa tanah yaitu menyewakan tanah kepada pemilik modal karena kebutuhan tertentu.
Pada abad 19 di banten masyarakat desa dibedakan atas dua lapisan sosial yaiu :
1.      Golongan elit pada lapisan atas, seperti pemuka agama, pamong desa dan jawara
2.      Golongan rakyat biasa pada lapisan bawah, seperti petani kecil, buruh tani dan bujang
Dalamkehidupan masyarakat desa di masyarakat sunda pada umumnya ada dua kelompo msyarakat yaitu:
1.      Jalma beunghar/jalma jagud aau jalama sugih
2.      Jalma miskin/jalma masakat/jalma malarat atau jalma leutik.
Penerapan tenggang rasa dapat kita rasakan ketika melihat realitas di atas. Namun, dalam beberapa kasus, masih ada peran pemuda yang memporsikan lebih dari perang orang tua. Misalnya, seorang anak menjadi penanggungjawab keutuhan dan  kebutuhan hidup keluarga dengan bekerja lebih dari pekerjaan orang tua. Terlepas dari hal ini, etika dalam sistem organisasi kemasyarakat Sunda merupakan potret ideal dalam menjalani kehidupan yang lebih dinamis. Kehidupan bersama dalam balutan gotong royong tampak terasa dalam kebiasaan nguyang, yaitu memberikan sesuatu (biasanya palawija) kepada orang lain dengan mengharap balasan yang lebih besar. Hubungan dalam masyarakat Sunda sifatnya subjektif. Artinya, kepentingan individu adalah kepentingan bersama dan kepentingan kelompok juga merupakan kepentingan individu (perseorangan)
Menyangkut masalah internal keluarga, dalam masyarakat Sunda, ayah biasa dipanggil abah dan ibu dipanggil ema. Kakek dipangil aki dan nenek dipanggil nini. Adik ayah dan ibu yang laki-laki dipanggil amang sedangkan adik ayah dan ibu yang perempuan dipanggil bibi. Dalam perkawinan, suami biasa panggil salaki dan istri dipanggil pamajikan.
Kampong bukanlah satu-satunya tempat tinggal masyarakat Sunda di desa. Pada masyarakat Baduy dan beberapa kelompok masyarakat di daerah Banten dan Sukabumi Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai peladang (ngahuma) terdapat paling sedikit dua macam pola organisasi tempat tinggal, yaitu saung huma (dangau ladang) dan kampung. Di Jawa Barat sebenarnya hampir tidak ada desa yang perumahannya terkonsentrir di bangunan dan rumah-rumah yang terkumpul dan berkelompok pada satu tempat saja. Desa tersebar dalam satu area tertentu dengan memiliki batas desa atau batas secara historis dan administratif disetujui oleh bersama. Biasanya batas ini ditandai dengan gapura dan patok vertikal dari beton yang terdapat tulisan nama desa tersebut.
Di daerah datar, jarak antara rumah makin besar, begitu juga pekarangannya. Pola kampung seperti ini lebih diperlukan untukmenjaga tanaman pekarangan dari gangguan binatang. Berdasarkan pengelompokan rumah-rumah dan sarana lainnya dihubungkan dengan jalan raya, sungai dan lembah, pantai sebagai indikator, maka pola desa di Jawa Barat (Sunda) dapat dibagi menjadi:
1.      Desa linier; kampung desa yang berkelompok memanjang mengikuti alur jalan desa.
2.      Desa radial; kampung desa yang berkelompok pada persimpangan jalan.
3.    Desa di sekitar alun-alun atau lapangan terbuka; pola ini dianggap imitasi dalam bentuk kecil dari kota kabupaten atau kota kecamatan.
Dalam pola desa yang menyebar, yang letaknya tersebar, biasanya penyediaan fasilitas desa terpusat di sekitar bale desa. Hal ini mengakibatkan warga desa memerlukan waktu yang cukup lama bila akan pergi ke sekolah, pasar, masjid, desa atau puskesmas. Selain itu, biasanya letak rumah penduduk berjauhan, sehingga hidup bertetangga agak terbatas pada rumah yang saling berdekatan.
Baik kampong ataupun desa adalah suatu pemukiman yang mencakup sejumlah rumah dan bangunan-bangunan lainnya sebagai pelengkap dengan fungsi tertentu bagi kehidupan masyarakat dalam permukiman. Tempat bermukim yang terkecil ialah rumah dan yang terbesar adalah alam luar. Rumah dalam bahasa Sunda disebut imah, dan nu di imah  berarti istri yang memiliki wewenang sebagai pengelola rumah. Umpi atau rumah tangga merujuk pada suatu keluarga inti, terdiri atas suami, istri, dan anak-anaknya yang belum menikah. Anak-anak yang sudah berkeluarga kemudian akan membentuk umpi baru yang dalam bahasa Sunda disebut bumen-bumen atau imah sorangan, rarabi atau kurenan jika kemudian pasangan tersebut beranak. Itulah gambaran umum mengenai sistem organisasi kemasyarakatan pada masyarakat Sunda.
2.2.2        Kesenian Budaya Sunda
Budaya sunda memiliki banyak kesenian, diantaranya adalah kesenian sisngaan, tarian khas sunda, wayang golek,permainan anak kecil yang khas,alat musik sunda yang bisanya digunakan pada pagelaran kesenian.
1)      Sisingaan adalah kesenian khas sunda yang menampilkan 2 – 4 boneka singa yang diusung oleh para pemainnya sambil menari sisingaan sering digunakan dalam acara tertentu, seperti pada acra khitanan.
2)      Wayang golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita perwayangan. Wayang diamainkan oleh seorang dalang yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang di mainkan.
3)      Jaipongan adalah pengembangan dan akar dari tarian klasik . Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go'ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.
4)      Tarian Ketuk Tilu , sesuai dengan namanya Tarian ketuk tilu berasal dari nama sebuah instrumen atau alat musik tradisional yang disebut ketuk sejumlah 3 buah. Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.
5)      Pencak Sialat  Cikalong. Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya "Maempo Cikalong". Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.
6)      Seni Musik dan Suara. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda : Bubuy Bulan,Es Lilin, Manuk Dadali , Tokecang ,Warung Pojok.
7)      Wayang Golek. Jepang boleh terkenal dengan 'Boneka Jepangnya', maka tanah Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 - 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada 'tokoh' yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.
8)      Alat Musik. Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional
9)      Seni Bangreng. Seni Bangreng adalah pengembangan dari seni "Terbang" dan "Ronggeng". Seni terbang itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan "Terbang", yaitu semacam rebana tetapi besarnya tiga kali dari alat rebana. Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang penabu gendang besar dan kecil.
10)  Rengkong. Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orang yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya
11)  Kuda Renggong. Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.
12)  Kecapi Suling. Kacapi Suling adalah salah satu jenis kesenian Sunda yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia.
2.2.3        Bahasa
            Bahasa Sunda juga mengenal tingkatan dalam bahasa, yaitu unda-usuk bahasa untuk membedakan golongan usia dan status sosial antara lain yaitu :
1)      Bahasa Sunda lemes (halus) yaitu dipergunakan untuk berbicara dengan orang tua, orang yang dituakan atau disegani.
2)      Bahasa Sunda sedang yaitu digunakan antara orang yang setaraf, baik usia maupun status sosialnya.
3)      Bahasa Sunda kasar yaitu digunakan oleh atasan kepada bawahan, atau kepada orang yang status sosialnya lebih rendah.Namun demikian, di Serang, dan Cilegon, bahasa Banyumasan (bahasa Jawa tingkatan kasar) digunakan oleh etnik pendatang dari Jawa.
2.2.4        Religius
            Sebagain besar masyarakat suku Sunda menganut agama Islam, namun ada pula yang beragama kristen, Hindu, Budha, dll. Mereka itu tergolong pemeluk agama yang taat, karena bagi mereka kewajiban beribadah adalah prioritas utama. Contohnya dalam menjalankan ibadah puasa, sholat lima waktu, serta berhaji bagi yang mampu. Mereka juga masih mempercayai adanya kekuatan gaib. Terdapat juga adanya upacara-upacara yang berhubungan dengan salah satu fase dalam lingkaran hidup, mendirikan rumah, menanam padi, dan lain-lainnya.
2.2.5        Teknologi
            Hasil-hasil teknologi terkini sangat mudah didapatkan seperti alat-alat yang digunakan untuk pertanian yang dasa jaman dulu masih menggunakan alat-alat tradisional, kini sekarang telah berubah menggunakan alat-alat modern, seperti traktor dan mesin penggiling padi. Disamping itu juga sudah terdapat alat-alat telekomunikasi dan barang elektronik modern.
2.2.6        Mata Pencaharian
Mata pencaharian pokok masyarakat Sunda adalah
1)      Bidang perkebunan, seperti tumbuhan teh, kelapa sawit, karet, dan kina.
2)      Bidang pertanian, seperti padi, palawija, dan sayur-sayuran
3)      Bidang perikanan, seperti tambak udang, dan perikanan ikan payau.Selain bertani, berkebun dan mengelola perikanan, ada juga yang bermata pencaharian sebagai pedagang, pengrajin, dan peternak.
2.2.7        Sistem Pengetahuan
            Fasilitas yang cukup memadai dalam bidang pengetahuan maupun informasi memudahkan masyarakat dalam memilih institusi pendidikan yang akan mereka masuki dalam berbagai jenjang. Seperti pada permulaan masa kemerdekaa di Jawa Barat terdapat 358.000 murid sekolah dasar, kemudian pada tahun 1965 bertambah menjadi 2.306.164 murid sekolah dasar. Jadi berarti mengalami kenaikan sebanyak 544%. Pada saat ini pada era ke- 20 disetiap ibukota kabupaten telah tersedia universitas-universitas, fakultas-fakultas, dan cabang-cabang universitas.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah tata. 2011. Menyingkap Nilai Moral Budaya Sunda. . Unpas : Bandung
http://www.initialdastroboy.wordpress.com,Sistem Organisasi Masyarakat Sunda Potret Kehidupan Urang Sunda, 20 Oktober 2011, 17:30.
www.google.com Sistem sosial dan organisasi kemasyarakatan masyarakat sunda, 23 Oktober 2011, 14:00
www.wikipedia.com Sunda, 20 November 2011, 18.50
 Designed By: Rizal Aries Pilambang

tugas makalah
Senin, 26 Desember 2011
HYPERLINK "http://rullah-lapri-makalah.blogspot.com/2011/12/makalah-budaya-sunda.html" makalah budaya sunda
Makalah Kebudayaan
KATA PENGANTARSeiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudah hampir punah. Pada umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih mempertahankan dan menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Kebanyakan masyarakat memilih untuk menampilkan dan menggunakan kesenian dan budaya modern daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokallah yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya.Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tetntu sesuai dengan keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri..Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan faktor utama terbentuknya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di masyarakat. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya.Besar harapan saya, semoga dengan dibuatnya makalah yang berjudul Budaya Suku Sunda yang didalamnya membahas tentang kebudayaan yang berasal dari daerah Jawa Barat ini menjadi salah satu sarana agar masyarakat menyadari betapa berharganya sebuah kebudayaan bagi suatu bangsa, yang ahirnya akan membuat masyarakat menjadi merasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.……………………., ……………… 2008PenyusunDAFRAT ISII. Kata Pengantar ……………………………………………………iII. Daftar Isi ………………………………………………………….iiIII. Pendahuluan ………………………………………………………11. Latar Belakang ………………………………………………...12. Maksud dan Tujuan ……………………………………………1IV. Pembahasan ……………………………………………………….2V. Penutup ……………………………………………………………61. Kesimpulan …………………………………………………….62. Saran …………………………………………………………...7BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kita pungkiri bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruk terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa.B. Maksud dan TujuanKarena menjaga, memelihara dan melestarikan kebubayaan merupakan kewajiban setiap individu, maka dalam realisasinya saya mencoba menyusun makalah yang berjudul Kebudayaan Suku Sunda yang didalamnya mengulas tentang berbagai kebudayaan tradisional Jawa Barat/Sunda. Penyusunan makalan yang berjudul Budaya Suku sunda ini bertujuan agar pembaca mengetahui bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya serta menyadari bahwa menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan kewajiban dari setiap orang.BAB IIPEMBAHASANSuku Sunda merupaka suku yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Suku sunda adalah salah satu suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah, diantaranya pakaian tradisional, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya.Diantara sekian banyak kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut :1. Pakaian Adat/Khas jawa BaratSuku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.2. Kesenian Khas Jawa Barata. Wayang GolekWayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung.b. JaipongJaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong.Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan – gerakan khas tari jaipong.c. DegungDegung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya.d. Rampak GendangRampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.e. CalungDi daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas.Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan.f. Pencak SilatPencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional.Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket.Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.g. SisingaanSisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.h. Kuda LumpingKuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang.Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.i. BajidoranBajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern, cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang, Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglong serta Terompet.Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta.j. CianjuranCianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi.k. Kacapi SulingKacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.l. ReogDi daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan bodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.BAB IIIPENUTUP1. KesimpulanSuku Sunda yang berada di daerah Jawa Barat merupakan suku yang memiliki berbagai kebudayaan, mulai dari adat istiadat sehari-hari, kesenian, acara ritual, dan lain-lain.Semua itu membuktikan bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya daerah.Diantara sekian banyak kebudayaan yang dimiliki suku sunda, ada beberapa kebudayaan yang sangat populer, diantaranya adalah sebagai berikut :1. Pakaian adat khas Barat yang disebut Kebaya2. Wayang Golek3. Jaipong4. Degung5. Rampak Gendang6. Calung7. Pencak Silat8. Sisingaan9. Kudalumping10. Bajidoran11. Cianjuran12. Kacapi Suling, dan13. Reog.Tidak hanya dibidang kesenian, suku sunda juga memmiliki berbagai macam budaya daerah yang sangat menarik.2. SaranBudaya daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan nasional, maka segala sesuatu yang terjadi pada budaya daerah akan sangat mempengaruhi budaya nasional. Atas dasar itulah, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya baik budaya lokal atau budaya daerah maupun budaya nasional, karena budaya merupakan bagian dari kepribadian bangsa.


Download Makalah Kebudayaan.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Kebudayaan. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon