November 28, 2016

Makalah-1-data-statistik


Judul: Makalah-1-data-statistik
Penulis: Yulio Kristian


KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.
Tim penyusun mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr.Ratu Ilma Indra Putri,M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Statistika Dasar yang telah memberikan tugas untuk menyusun makalah ini, sehingga dapat menambah wawasan penyusun dan menambah ruang baca baru bagi seluruh pembaca.
Penyusun sangat menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik maupun sarannya. Sehingga di kemudian hari dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.Mengetahui
Dosen pembimbing Palembang, September 2012
Dr.Ratu Ilma Indra Putri,M.SiPenyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................1
DAFTAR ISI..............................................................................................................2
PENDAHULUAN
Latar Belakang..........................................................................................3
DASAR TEORI
Variabel.....................................................................................................4
Frekuensi...................................................................................................4
Distribusi Frekuensi...................................................................................5
ISI DAN PEMBAHASAN
Pengertian Tabel............................................................................................6
Macam-macam Tabel
Tabel Baris-kolom..............................................................................6
Tabel Kontingensi..............................................................................7
Tabel Distribusi Frekuensi.................................................................8
Macam-macam Diagram...............................................................................14
PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 20
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata "datum" yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang dapat diketahui atau yang dianggap atau anggapan atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode dan lain-lain.Setiap kali kita melakukan kegiatan pengumpulan data statistik, maka pada umumnya kegiatan tersebut akan menghasilkan kumpulan data angka yang keadaannya tidak teratur, berserak dan masih merupakan bahan keterangan yang sifatnya kasar dan mentah. Dikatakan "kasar" atau "mentah", sebab kumpulan angka dengan kondisi seperti yang disebutkan di atas belum dapat memberikan informasi secara ringkas dan jelas mengenai ciri atau sifat yang dimiliki oleh kumpulan angka-angka tersebut. Oleh karena itu, agar data angka yang telah berhasil dihimpun itu "dapat berbicara" dan dapat memberikan informasi yang berarti, diperlukan adanya tindak lanjut salah satunya adalah Penyajian Data.
Tidak terlepas hubungannya dengan pernyataan di atas, maka salah-satu tugas statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah meyajikan atau mndeskripsikan data angka yang telah dikumpulkan menjadi lebih teratur, ringkas, dan lebih dapat memberikan gambaran yang jelas. Salah satu penyajian data adalah tabel. Dengan adanya data yang disajikan menggunakan tabel, sebuah informasi dapat dipahami dengan mudah tanpa menggunakan kalimat-kalimat penjabaran.. Adanya tabel dapat memudahkan dalam membaca informasi dari data yang disajikan.karena data tersebut telah disusun secara teratur atau sistematis. Contoh tabel misalnya, tabel hasil nilai akhir semester bidang studi matematika kelas XII IPA.DASAR TEORI
Pengertian Variabel
Kata "variabel' berasal dari bahasa Inggris "variable" dengan arti: "ubahan","faktor tak tetap",atau "gejala yang dapat diubah-ubah". Dalam contoh yang telah disebutkan di muka, nilai-nilai hasil ujian semester dari sejumlah 80 orang mahasiswa itu kita sebut variabel. Variabel pada dasarnya bersifat kualitatif namun dilambangkan dengan angka (Sudijono,2009: 36).
Contoh :
"Usia" adalah gejala kualitatif, akan tetapi gejala yang bersifat kualitatif itu dilambangkan dengan angka; misalnya: 5 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan sebagainya "Nilai Ujian" pada dasarnya adalah gejala kualitas yang dilambangkan dengan angka seperti: 5,6,7,40,80,100, dan sebagainya (Sudijono,2009: 36).
Pengertian Frekuensi
Kata "frekuensi" yang dalam bahasa Inggrisnya adalah "frequency" berarti: "kekerapan", "keseringan", atau "jarang-kerapnya". Dalam statistik, "frekuensi" mengandung pengertian: Angka (bilangan) yang menunjukkan seberapa kali suatu variabel (yang dilambangkan dengan angka-angka itu) berulang dalam deretan angka tersebut; atau berapa kalikah sutu variable (yang dilambangkan dengan angka itu) muncul dalam deretan angka tersebut (Sudijono,2009: 36).
Contoh :Nilai yang berhasil dicapai oleh 8 orang siswa SMP dalam Tes Hasil Belajar bidang studi Matematika adalah:
6570508590857085
Jika kita amati, maka dalam deretan nilai hasil tes tersebut,nilai 85 muncul sebanyak 3 kali; atau bahwa siswa yang memperoleh nilai 85 itu banyaknya 3 orang. Maka di sini dapat kita katakan bahwa nilai 85 itu berfrekuensi 3.Nilai 65 hanya muncul sebanyak 1 kali saja; ini berarti bahwa nilai 65 itu berfrekuensi 1. Nilai 70 dicapai oleh 2 orang siswa, atau nilai 70 itu ada sebanyak 2 buah; di sini kita katakan bahwa nilai 70 berfrekuensi 2. Demikianlah seterusnya (Sudijono,2009: 36).
Pengertian Distribusi Frekuensi
"Distribusi"(distribution,bahasa Inggris) dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "penyaluran", "pembagian" atau "pencaran". Jadi "distribusi frekuensi" dapat diartikan "penyaluran frekuensi", "pembagian frekuensi" atau "pencaran frekuensi". Dalam statistik, "distribusi frekuensi" kurang lebih mengandung pengertian: "suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu, telah tersalur, terbagi, atau terpencar" (Sudijono,2009: 36).
ISI DAN PEMBAHASAN

Pengertian Tabel
Apa yang dimaksud dengan "tabel" tidak lain adalah: alat penyajian data statistik yang berbentuk (dituangkan dalam bentuk) kolom dan lajur (Sudijono,2009). Tabel menurut KBBI ialah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan tabel merupakan penyajian yang banyak digunakan, karena lebih efisien dan cukup komunikatif. Setiap tabel berisi judul tabel, judul setiap kolom, nilai data dalam setiap kolom, dan sumber data darimana data tersebut diperoleh.
Macam-macam Tabel
Tabel Baris-Kolom
Tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok. Salah satu contoh Tabel Baris-Kolom adalah Tabel 2.1 di bawah ini.
TABEL 2.1 PEMBELIAN SERAGAM SEKOLAH OLEH KOPERASI
SMP TUNAS KARYA
2010-2012
Nama Seragam 2010 2011 2012
Banyak Pesanan Harga (Rp) Banyak
Pesanan Harga (Rp) Banyak
Pesanan Harga (Rp)
Putih abu-abu 150 14.250.000 140 13.300.000 150 15.000.000
Pramuka 150 12.000.000 135 10.125.000 140 11.200.000
Muslim 150 11.250.000 145 11.600.000 140 12.180.000
Olahraga 150 12.000.000 140 11.200.000 150 12.750.000
Jumlah 600 49.500.000 560 46.225.000 580 51.130.000
Catatan : Data Karangan
Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel, faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
Contoh: Misalkan data karyawan perusahaan Z pada tahun 2007. yang disebut karyawan di sini adalah orang yang bekerja di perusahaan Z dari level terendah sampai level manajemen yang semuanya berjumlah 336.416 orang berasal dari lulusan SMA, Diploma 3 dan Strata -1 yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Karyawan laki-laki dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 104.758, D-3 sebanyak 51.459 dan S-1 sebayak 12.116. karyawan perempuan denga tingkat pendidikan SMA sebanyak 102.795, D-3 sebayak 54.032 dan S-1 sebanyak 11.256.
Untuk menyajikan data yang terurai dalam naskah di atas, sangat cocok apabila kita menggunakan tabel kontingensi.Dengan melihat bayaknya kategori setiap factor maka untuk kasus ini, tabel yang akan kita buat adalah tabel kontingensi 2x3 yaitu dua baris tiga kolom. Dengan kasus yang berbeda tabel kontengensi yang kita buat dapat saja 4x3 atau 4x4 dan sebagainya.
Tabel Distribusi Frekuensi
Pengertian Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Distribusi Frekuensi dapat kita beri pengertian sebagai: Alat penyajian data statistik berbentuk kolom dan lajur, yang di dalamnya dimuat angka yang dapat melukiskan atau menggambarkan pencaran atau pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek penelitian (Sudijono,1987:36).
Dalam suatu tabel distribusi frekuensi akan kita dapati: (1) variabel, (2) frekuensi, dan (3) jumlah frekuensi. Dalam contoh di atas, angka-angka 100, 90, 85, 80, 75 ,70, 60, 55, 50, dan 40 adalah angka yang melambangkan variabel nilai hasil ujian, angka 2, 3, 3, 6, 8, 7, 5, 3, 2, dan 1 adalah angka yang menunjukkan frekuensi, sedangkan 40 adalah jumlah frekuensi. Terkadang 'Tabel Distribusi Frekuensi" itu acapkali disingkat menjadi "Tabel Frekuensi" saja (Sudijono,1987:36).
Tabel Distribusi Frekuensi dan Macamnya
Dalam dunia statistik kita mengenal berbagai macam Tabel Distribusi Frekuensi; dalam makalah ini akan dikemukakan mengenai 4 macam Tabel Distribusi Frekuensi, yaitu: Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal,Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompokan, Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif, dan Tabel Distribusi Frekuensi Relatif ( Tabel Persentase) (Sudijono,1987:36).
Tabel Distibusi Frekuensi Data Tunggal
Tabel Distribusi Data Tunggal adalah salah satu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan frekuensi dari data angka; angka yang ada itu tidak dikelompok-kelompokkan (ungrouped data) (Sudijono,1987:36).
Contoh :TABEL 2.3 Distribusi Frekuensi Nilai UAS Dalam Bidang Studi Matematika dari 40 Orang Siswa kelas X 1 SMA Tunas Cendekia.
Nilai
(X) Frekuensi (f)
9
8
7
6
5 4
6
9
16
5
Total 40 = N
Dalam Tabel 2.3 itu, Nilai UAS Dalam Bidang Studi Matematika dari sejumlah 40 orang siswa kelas X1 SMA Tunas Cendekia berbentuk Data Tunggal, sebab nilai tersebut tidak dikelompok-kelompokkan (ungrouped data) (Sudijono,1987:37).
Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompokan
Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompokan adalah salah satu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan pencaran frekuensi dari data angka, di mana angka-angka tersebut dikelompok-kelompokkan (dalam tiap unit terdapat sekelompok angka) (Sudijono,1987:37).
Data disajikan memalui Tabel 2.4 berbentuk Data Kelompokkan (Grouped Data). Adapun huruf N yang terdapat pada lajur "Total" (baik yang terdapat pada Tabel 2.3 maupun Tabel 2.4) adalah singkatan dari Number atau Number of Gases yang berarti "jumlah frekuensi" atau "jumlah hal yang diselidiki",atau "jumlah individu" (Sudijono,1987:37).
Contoh:
TABEL 2.4. Distribusi Frekuensi Tentang Usia dari Sejumlah 60 orang Guru Matematika yang Bertugas Pada Sekolah Menengah Atas Negeri.Usia Frekuensi
(f)
49-53
44-48
39-43
34-38
29-33
24-28 5
9
8
11
12
15
Total 60 = N
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Dimaksud dengan Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif ialah salah satu jenis tabel statistik yang didalamnya disajikan frekuensi yang dihitung terus meningkat atau: selalu ditambah-tambahkan , baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah (Sudijono,1987:38).
Contoh:
TABEL 2.5 Distributii Frekuensi Kumulatif Nilai-nilai Hasil THB
Bidang studi PMP Dari 40 Orang Siswa MTsN.Nilai
(X) ffk(b)fk(a)8
7
6
5 7
18
5
10 40 = N
33
15
10 7
25
30
40 = N
Total : 40 = N - -
TABEL 2.6. Distribusi Frekuensi Kumulatif Usia 50 Orang Guru Matematika yang bertugas pada Sekolah Dasar Negeri
Usia ffk(b)fk(a)50 - 54
44 - 49
39 - 43
34 - 38
29 - 33
24 - 28 5
9
13
6
7
10 50 = N
45
36
23
17
10 5
14
27
33
40
50 = N
Total : 50 = N - -
Tabel 2.5 dinamakan Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Data Tunggal, sebab data yang disajikan dalam tabel ini berbentuk data yang tidak dikelompok-kelompokkan. (lihat kolom 1). Pada kolom 2 dimuat frekuensi asli (yakni frekuensi sebelum diperhitungkan frekuensi kumulatifnya). Kolom 3 memuat frekuensi kumulatif yang dihitung dari bawah ( fk(b)), dimana angka-angka yang terdapat pada kolom ini diperoleh dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut: 10 + 5 = 15; 15 + 18 = 33; 33 + 7 = 40. Hasil penjumlahan akhir dari frekuensi kumulatif akan selalu sama dengan N (disini N = 40). Kolom 4 memuat frekuensi Kumulatif yang dihitung dari atas (fk(a)), di mana angka-angka yang terdapat pada kolom ini dieroleh dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut; 7 + 18 = 25; 25 + 5 = 30; 30 + 10 = 40 = N (Sudijono,1987:39).
Adapun Tabel 2.6 kita namakan Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Data Kelompokkaan, sebab data yang disajikan dalam tabel ini berbentuk data kelompokkan. Tentang keterangan atau penjelasan lebih lanjut pada pokoknya sama seperti keterangan yang telah dikemukakan untuk Tabel 2.5 di atas.
Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Tabel Distribusi Frekuensi Relatif juga dinamakan Tabel Persentase. Dikatakan "frekuensi relatif" sebab frekuensi yang disajikan di sini bukanlah frekuensi yang sebenarnya, melainkan frekuensi yang dituangkan dalam bentuk angka persenan (Sudijono,1987:40).
Contoh :
TABEL 2.7. Distribusi Frekuensi Relatif (Distribusi Persentase) tentang Nilai-nilai THB Dalam Studi PMP dari sejumlah 40 Orang Siswa MTsN.Nilai
(X) F Persentase
(p)
8
7
6
5 7
18
5
10 17.5
45.0
12.5
25.0
Total: 40 = N 100.0 = ∑ p
Keterangan:
Untuk memperoleh frekuensi relative (angka persenan) sebagaimana tertera pada kolom 3 tabel 2.7, digunakan rumus:
P = fN x 100%
f = frekuensi yang sedang dicari persentasenya.
N = Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu).
p = angka persentase.
Jadi angka persenan sebesar 17.5; itu diperoleh dari:
740 x 100% = 17.5; sebesar 32.5 diperoleh dari:
1840 x 100% = 45.0; demikian seterusnya.
Jumlah persentase (∑ P) harus selalu sama dengan 100.0.
Dengan cara yang sama seperti telah dikemukakan di atas, contoh untuk
Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompokan adalah sebagai berikut:
TABEL 2.8. Distribusi Frekuensi Kumulatif Usia 50 Orang Guru
Matematika yang bertugas pada Sekolah Dasar Negeri.Usia fPersentase
(p)
50 - 54
44 - 49
39 - 43
34 - 38
29 - 33
24 - 28 5
9
13
6
7
10 10.0
18.0
26.0
12.0
14.0
20.0
Total : 50 = N 100.0 = ∑ p

Tabel Persentase Kumulatif
Seperti halnya Tabel Distribusi Frekuensi Tabel Persentase atau Tabel Distribusi Frekuensi relatif pun dapat diubah ke dalam bentuk Tabel Persentase Kumulatif (Tabel Distribusi Frekuensi relatif Kumulatif) (Sudijono,1987:41).
Contoh Tabel Persentase Kumulatif adalah Tabel 2.9. untuk data tunggal,dan Tabel 2.10 untuk data berkelompok. Penjelasan tentang bagaimana cara memperoleh pk(b) dan pk(a) adalah sama seperti penjelasan yang telah dikemukakan pada Tabel 2.5.
Tabel 2.9. Tabel Persentase Kumulatif (Tabel Distribusi Frekuensi relatif Kumulatif) tentang nilai hasil THB dalam bidang studi PMP dari sejumlah 40 orang siswa MTsN.
Nilai (X) P Pk(b) Pk(a)
9
8
7
6 10,0
15,5
49,5
25,0 100,0=p90,0
74,5
25,0 10,0
25,5
75,0
100,0=pTotal 100,0= p- -
Tabel 2.10 Tabel Persentase Kumulatif (Tabel Distribusi Frekuensi relatif Kumulatif) tentang nilai hasil THB dalam bidang studi PMP dari sejumlah 40 orang siswa MTsN.Nilai (X) P Pk(b) Pk(a)
66-70
61-65
56-60
51-55
46-50
41-45 10,0
15,0
25,0
20,0
10,0
20,0 100,0=p90,0
75,0
50,0
30,0
20,0 10,0
25,0
50,0
70,0
80,0
100,0=ptotal 100,0=p- -
Macam-macam Diagram
Jenis-jenis diagram antara lain :
Diagram batang.
Diagram garis.
Diaram lambing atau diagram symbol.
Diagram pastel dan diagram lingkaran.
Diagram peta atau kartogram.
Diagram pencar atau diagram titik.
Diagram Batang
Penyajian data dalam gambar akan lebih menjelskan lagi persoalan secara visual. Untuk ini, pertama-tama akan diuraikan pokok dasarpembuatab diagram batang . Data yang variabelnya berbentuk kategori atau atribut sangat tepat disajikan engan diagram batang. Data tahunan pun dapat pula disajikan dalam diagram ini asalkan tahunannya tidak terlalu banyak. Untuk menggambar diagram batang diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama, demikian pula sumbu tegaknya. Skala pada sumbu tegak dan skala pada sumbu datar tidak perlu sama. Kalau diagram dibuat tegak, maka sumbu kuantum data tiap waktu. datar dipakai untuk menyatakan atribut atau waktu . Kuantum atu nilai dat digambar pada sumbu tegak (Sudjana,1996:21).
TABEL 2.1 Distribusi Frekuensi Nilai UAS Dalam Bidang Studi Matematika dari 40 Orang Siswa kelas X 1 SMA Tunas Cendekia.
Nilai
(X) Frekuensi (f)
9
8
7
6
5 4
6
9
16
5
Total 40 = N


Untuk kategori data yang belawanan dapat dibuat diagram batang dua arah. Jika terdapat klasifikasi atribut dengan nilai data sangat besar dibandingkan klasifikasi lainnya, batang untuk bernilai besar ini lebih baik dipatahkan (Sudjana,1996: 24).
Diagram Garis
Untuk menggambarkan keadaan yang seba terus atau berkesinambungan, dibuat diagram garis. Seperti diagram batang, di sini pun diperlukan sistem sumbu datar dan sumbu tegak yang saling tegak lurus. Sumbu datar menyatakan waktu sedangkan sumbu tegaknya melukiskan kuantum data tiap waktu. Jika nilai data terkumpul sekitar harga yang cukup besar sehinnga diagramnya cukup jauh dari sumbu horizontal, maka lebih baik dilakukan loncatan atau pemutusan sumbu tegak. Ketika membuat diagram garis hendaknya diperhatikan mengenai penggunaan skala agar kesimpulan yang diambil tidak salah. Pengambilan skala yang terlalu lebar atau terlalu sempit akan menyebabkan gambaran yang berlainan. Pembagian skala yang sama besar dinamakan skala hitung. Kertas grafik dangan skala hitung dipakai apabila dari diagram ingin mendapat gambaran persoalan dalam pengertian absolut. Apabila yang dikehendaki gambaran persoalan dalam bentuk relative , sering digunakan kertas lain yang disebut kertas grafik semi logaritma yang terdiri atas dua fase atau siklus (Sudjana,1996:26-29).

Diagram Lingkaran dan Diagram Pastel
Untuk membuat diagram lingkaran dan diagram pastel, gambarkan sebuah lingkaran, lalu dibagi-bagi menjadi beberapa sektor. Tiap sektor melukiskan kategori data yang terlebih dahulu diubah ke dalam derajat. Dianjurkan titik pembagian mulai dari titik tertinggi lingkaran. Diagram lingkaran sering digunakan untuk melukiskan data atribut (Sudjana,1996:35).

Diagram Lambang
Sering dipakai untuk mendapatkan gambaran kasar sesuatu hal dan sebagai alat visual bagi orang awam. Sangat menarik dilihat, lebih-lebih jika simbol yang digunakan cukup baik dan menarik. Setiap satuan jumlah tertentu dibuat sebuah simbol sesuai dengan macam datanya (Sudjana,1996:36).
Nilai Frekuensi
5 5
6 16
7 9
8 6
9 4
Diagram Peta
Diagram ini dinamakan juga kartogram. Dalam pembuatannya digunakan peta geografis tempat data terjadi. Dengan demikian diagram ini melukiskan keadaan dihubungkan dengan tempat kejadiannya (Sudjana,1996:37).
Diagram Pencar
Untuk kumpulan data yang terdiri dari dua variabel, dengan nilai kuantitatif, diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan gambarnya akan merupakan kumpulan titik-titik yang terpencar. Karenanya, diagram demikian dinamakan diagram pencar ( Sudjana, 1996:39).

PENUTUP
Kesimpulan
Salah-satu tugas statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah menyajikan atau mendeskripsikan data angka yang telah dikumpulkan menjadi lebih teratur, ringkas, dan lebih dapat memberikan gambaran yang jelas. Salah satu penyajian data adalah menggunakan tabel. Dengan adanya data yang disajikan menggunakan tabel, sebuah informasi dapat dipahami dengan mudah tanpa menggunakan kalimat-kalimat penjabaran. Adanya tabel dapat memudahkan dalam membaca informasi dari data yang disajikan, karena data tersebut telah disusun secara teratur atau sistematis.
Tabel itu sendiri dibedakan atas tabel baris-kolom, tabel kontingensi, tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi sendiri terbagi lagi ,yaitu: Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal, Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompokan, Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif, dan Tabel Distribusi Frekuensi Relatif ( Tabel Persentase). Berbagai macam penyajian data dalam bentuk tabel ini tidak lain adalah agar data yang telah dikumpulkan dapat lebih tergambarkan dengan jelas dan sistematis.
DAFTAR PUSTAKA
Sudijono, Anas. 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Sudijono, Anas. 1987. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Harahap, B. dan ST. Negoro.1998. Ensiklopedia Matematika. Ghalia Indonesia.Tejo Dwi Cahyowati, Etty , dan Kusrini. 1993. Materi Pokok : Statistika Matematika 1. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sudjana. 1996. Metode Statistika .Bandung : Tarsito.
Dajan, Anto. 2000. Pengantar Metode Statistik Jilid 1. Jakarta : LP3ES.
Supranto, J. 1985.Statistik : Teori dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga.


Download Makalah-1-data-statistik.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah-1-data-statistik. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon