November 29, 2016

Bioteknologi dalam perspektif islam


Judul: Bioteknologi dalam perspektif islam
Penulis: Fuada Haerana Rifai


MAKALAH INDIVIDUBIOTEKNOLOGI
"Konsep Bioteknologi dan Pandangan Islam"
162687011176000
OLEH:
Fuada Haerana Rifai
70100112023
Farmasi A
Dosen : Prof. Dr. H. M. Natsir Djide, M. Si., Apt.
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
FAKULTAS ILMU KESEHATAN JURUSAN FARMASI
SAMATA-GOWA
2014
KATA PENGANTAR
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah "Konsep bioteknologi dan pandangan Islam" ini.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang sangat penting dalam proses pembelajaran kami untuk mata kuliah Bioteknologi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal 'Alamiin. Aamiin.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................
KATA PENGANTAR ...............................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG ...................................................................
RUMUSAN MASALAH ...............................................................
TUJUAN PENULISAN .................................................................
BAB II PEMABAHASAN ........................................................................
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN ............................................................................
SARAN ........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di era globalisasi saat ini Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) sangat berkembang dengan pesat. Perkembangan IPTEK adalah sebuah fenomena dan fakta yang berlangsung secara terus menerus dalam kehidupan. Pada awal abad 20 bioteknologi modern mulai berkembang diawali dengan penemuan antibiotic. Perkembangan selanjutnya didukung oleh penemuan dibidang biokimia, biologi sel, mikrobiologi dan lain-lain. Perkembangan teknologi sel mencapai puncak dengan ditemukanya proses kloning atau kultur jaringan.
Apabila kita cermati, sebenarnya apa yang dikerjakan para ilmuwan itu merupakan upaya menyingkap  rahasia hukum-hukum Allah (sunnatulloh)  yang telah ada bersamaan dengan penciptaan alam semesta ini.  Di dalamnya sama sekali tidak ada unsur  penciptaan, karena tidak mengadakan sesuatu dari ketidakadaanya, tetapi hanya  menyingkap rahasia yang sudah ada.    Maka, dengan semakin majunya sains dan teknologi sebenarnya akan semakin  menambah pembendaharaan tanda-tanda kebesaran Allah Sang Pencipta, kesempurnaan  kekuasaan-Nya dan kerapihan hikmah-Nya.   Semua ini seharusnya akan semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan  kepada Nya, bukan malah sebaliknya. Firman Allah SWT:
    "....Sesungguhnya yang takut  kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha  Perkasa lagi Maha Pengampun". (Q.S. Faathir :28)
"Sesungguhnya dalam  penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat  tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal . (yaitu) orang-orang yang mengingat  Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka  memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan  kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka  peliharalah kami dari siksa neraka". (Q.S. Ali Imron : 190-191)
Bioteknologi telah banyak dimanfaatkan dalam mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Melalui bioteknologi telah diperoleh berbagai macam bahan makanan, contohnya tempe, keju dan yogurt. Oleh karena itu, penerapan bioteknologi dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari telah mendorong saya untuk menyusun makalah ini dan mempertimbangkan bagaimana islam memandang konsep bioteknologi secara umum.
Rumusan masalah
Bagaimana konsep dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan manusia sekarang ini ?
Bagaimana islam memandang konsep dan penerapan bioteknologi ?
Bagaimana dampak bioteknologi dalam era modernisasi seperti sekarang?
Tujuan
Mengetahui konsep dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan manusia.
Mengetahui dan memahami pandangan islam mengenai konsep dan penerapan bioteknologi.
Mengetahui dampak bioteknologi dalam era modernisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Bioteknologi dan penerapannya
Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia. Ilmu-ilmu pendukung dalam bioteknologi meliputi mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi sel, teknik kimia, dan enzimologi. Dalam bioteknologi biasanya digunakan mikroorganisme atau bagian-bagiannya untuk meningkatkan nilai tambah suatu bahan. Penerapan bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan atau transformasi kimia yang diinginkan. Bioteknologi dibagi menjadi 2, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lainnya. Berdasarkan pengertian bioteknologi tersebut, maka terdapat 4 prinsip dasar bioteknologi, yaitu 1) penggunaan agen biologi, 2) menggunakan metode tertentu, 3) dihasilkannya suatu produk turunan, dan 4) melibatkan banyak disiplin ilmu. Bioteknologi digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang pengolahan makanan, bidang kesehatan, bidang pertaniaan dan perkebunan, serta bidang lingkungan.
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi sederhana yang menerapkan ilmu biologi dan biokimia. Rekayasa yang terjadi masih dalam tingkat yang terbatas. Bioteknologi konvensional menggunakan jasad hidup secara utuh. Biotektologi konvensioanal tidak dipakai untuk pembuatan produk secara mahal dan menggunakan biaya yang relatif rendah, selain itu ilmu yang digunakan pun biasanya diwariskan secara turun-temurun.
Bioteknologi modern telah menggunakan teknik rekayasa tingkat tinggi dan terarah sehingga hasilnya dapat dikendalikan dengan baik. Teknik yang sering digunakan adalah dengan melakukan manipulasi genetik pada suatu jasad hidup secara terarah sehingga diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan. Teknik yang digunakan dalam bioteknologi modern adalah teknik manipulasi bahan genetik (DNA) secara in vitro, yaitu proses biologi yang berlangsung di luar sel atau organisme, misalnya dalam tabung percobaan. Oleh karena itu, bioteknologi modern juga dikenal dengan rekayasa genetika, yaitu proses yang ditujukan untuk menghasilkan organisme transgenik. Organisme transgenik adalah organisme yang urutan informasi genetik dalam kromosomnya telah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan yang dikehendaki.
Adapun aplikasi bioteknologi ini antara lain:
Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Medis dan Kesehatan
Penerapan ini disebut sebagai bioteknologi merah, diawali dengan tahap analisa atau diagnosa suatu penyakit dan pengobatan sebuah penyakit. Beberapa contoh bioteknologi di bidang medis dan kesahatan misalnya penggunaan mikroorganisme pada antibiotik atau vaksin, penggunaan mikroorganisme pada hormon pada penyakit diabetes mellitus, bayi tabung, Antibodi Monoklonal, penggunaan sel induk untuk pengibatan penyakit sroke, dan terapi gen untuk penyembuhan penyakit genetis.
Pembuatan antibodi monoklonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu sumber tunggal. Manfaat antibodi monoklonal, antara lain:
untuk mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita hamil
mengikat racun dan menonaktifkannya
mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain.
Pembuatan vaksin
Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mikroorganisme.Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
Pembuatan antibiotika
Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu dan berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organisme lain yang ada di sekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu. Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar-besaran pada Perang Dunia II oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris.
Pembuatan hormon
Dengan rekayasa DNA, dewasa ini telah digunakan mikroorganisme untuk memproduksi hormon.Hormon-hormon yang telah diproduksi, misalnya insulin, hormon pertumbuhan, kortison, dan testosteron.
Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Pertanian dan Peternakan
Bioteknologi ini disebut bioteknologi hijau, dilakukan dengan memodifikasi genetik dan rekayasa genetika untuk memperoleh varietas unggul, produksi tinggi, kandungan gizi tinggi, tahan hama, patogen, dan herbisida. Hal ini memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pemuliaan tanaman (plant breeding) dan kehidupan manusia bahkan berdampak pada kemajuan ekonomi manusia itu sendiri.
Bioteknologi bidang pertanian
Dewasa ini perkembangan industri maju dengan pesat.Akibatnya, banyak lahan pertanian yang tergeser, lebih-lebih di daerah sekitar perkotaan. Di sisi lain kebutuhan akan hasil pertanian harus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Untuk mendukung hal tersebut, dewasa ini telah dikembangkan bioteknologi di bidang pertanian.Beberapa penerapan bioteknologi pertanian sebagai berikut
Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen 
Nitrogen (N2) merupakan unsur esensial dari protein DNA dan RNA. Pada tumbuhan polong-polongan sering ditemukan nodul pada akarnya. Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga tumbuhan polong-polongan dapat mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri.Dengan bioteknologi, para peneliti mencoba mengembangkan agar bakteri Rhizobium dapat hidup di dalam akar selain tumbuhan polong-polongan. Di samping, itu juga berupaya meningkatkan kemampuan bakteri dalam mengikat nitrogen dengan teknik rekombinasi gen.
Kedua upaya di atas dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan penggunaan pupuk nitrogen yang dewasa ini banyak digunakan di lahan pertanian dan menimbulkan efek samping yang merugikan.
Pembuatan tumbuhan tahan hama
Tanaman yang tahan hama dapat dibuat melalui rekayasa genetika dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Contohnya, untuk mendapatkan tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukan gen yang menentukan sifat kebal penyakit. Gen tersebut, kemudian disisipkan pada sel tanaman kentang. Sel tanaman kentang tersebut, kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang tahan penyakit.Selanjutnya tanaman kentang tersebut dapat diperbanyak dan disebarluaskan.
Bioteknologi bidang peternakan
Dengan bioteknologi dapat dikembangkan produk-produk peternakan.Produk tersebut, misalnya berupa hormon pertumbuhan yang dapat merangsang pertumbuhan hewan ternak. Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan hormon pertumbuhan hewan buatan atau BST (Bovin Somatotropin Hormon). Hormon tersebut direkayasa dari bakteri yang, jika diinfeksikan pada hewan dapat mendorong pertumbuhan dan menaikkan produksi susu sampai 20%.
Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Sumber Energi
  Bioteknologi ini disebut dengan bioteknologi abu-abu, digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan sumber energi. Sebagai contoh adalah proses degradasi minyak maupun logam berat di dalam air limbah dengan bantuan mikroorganisme, sehingga limbah menjadi aman jika dibuang ke lautan bebas, atau pencairan sumber minyak atau mineral dengan bantuan mikroba. Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak, antara lain adalah biogas dan gasohol. Biogas dibuat dalam fase anaerob dalam fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. Pada fase anaerob akan dihasilkan gas metana yang dibakar dan digunakan untuk bahan bakar.
Di negara Cina, dan India terdapat beberapa kelompok masyarakat yang hidup di desa yang telah menerapkan teknologi fermenter gasbio untuk menghasilkan metana. Bahan baku teknologi fermenter tersebut adalah feses hewan, daun-daunan, kertas, dan lain-lain yang akan diuraikan oleh bakteri dalam fermenter. Sedangkan teknologi gasohol telah dikembangkan oleh negara Brazil sejak harga minyak meningkat sekitar tahun 1970. Gasohol dihasilkan dari fermentasi kapang terhadap gula tebu yang melimpah.Gasohol bersifat murah, dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi.
Bioteknologi Pangan
          Aplikasi Bioteknologi Bidang Pengolahan Pangan- Beberapa contoh Bioteknologi tradisional di bidang pangan misalnya, tempe dibuat dari kedelai menggunakan jamur Rhizopus, tape dibuat dari ketela pohon atau pisang dengan menggunakan Khamir Saccharomyces cereviceae, keju dan yoghurt dibuat dari susu sapi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus.
a. Aplikasi Bioteknologi pada Yoghurt
Yoghurt merupakan minuman hasil fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus substilis atau Lactobacillus bulgaricus. Bakteri yang di manfaatkan mampu mendegradasi protein dalam susu menjadi asam laktat. Proses degradasi ini disebut fermentasi asam laktat dan hasil akhirnya dinamakan yoghurt.
b. Aplikasi Bioteknologi pada Keju
Keju merupakan contoh produk bioteknologi yang cukup terkenal. Keju dibuat dengan bantuan bakteri pada susu. Bakteri tersebut dikenal sebagai bakteri asam laktat atau Lactobacillus. Bakteri Lactobacillus mengubah laktosa menjadi asam laktat dan menyebabkan susu menggumpal. Pada pembuatan keju, kondisi pH harus rendah. Kondisi pH yang rendah membuat susu mengental. Akibatnya protein pada susu berubah menjadi semi solid yang disebut curd. Proses ini dibantu dengan menambahkan enzim renin. Enzim renin dapat diekstrak dari perut anak sapi. Namun, saat ini enzim renin dapat diproduksi dalam skala besar dengan menggunakan teknik rekayasa genetika.
Setelah susu berubah menjadi curd, garam ditambahkan. Garam ini selain untuk menambahkan rasa, berfungsi juga sebagai bahan pengawet. Bakteri kemudian ditambahkan sesuai dengan tipe keju yang akan dibuat. Bakteri yang ditambahkan ini disebut bakteri pematang. Bakteri pematang berguna memecah protein dan lemak yang terdapat dalam keju. Beberapa jenis keju mempunyai karakteristik tertentu dengan ditambahkan mikroba lain, seperti jamur. Contohnya terdapat pada keju biru, yang mempunyai karakteristik berwarna biru karena ditambahkan jamur pada curd kejunya. Untuk mempercepat produksi keju, dapat ditambahkan enzim bakteri selain bakteri pematang itu sendiri.
c. Aplikasi Bioteknologi pada Tempe
Tempe adalah makanan khas Indonesia. Tempe merupakan makanan yang terkenal di Asia Tenggara dan juga merupakan salah satu contoh produk hasil bioteknologi. Tempe terbuat dari kacang kedelai. Karena terbuat dari kacang kedelai yang merupakan sumber protein tinggi, tempe juga merupakan makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi.
Tempe dibuat dari kacang kedelai dengan dibantu oleh aktivitas jamur Rhizopus oryzae. Proses pembuatan tempe cukup sederhana dan mudah dilakukan. Kacang kedelai dicuci bersih, lalu direbus hingga setengah matang. Kemudian, kacang kedelai setengah matang direndam dalam air selama kurang lebih 12 jam (semalaman). Dengan direndamnya kacang kedelai, dapat menciptakan kondisi asam sehingga mikroba yang biasanya membusukkan makanan dapat dicegah. Setelah direndam, kacang kedelai kembali dicuci bersih dan direbus kembali hingga matang.
Kacang kedelai yang telah matang tersebut lalu didinginkan dan setelah dingin ditambahkan ragi tempe. Ragi tempe adalah jamur Rhizopus oryzae. Kacang kedelai yang telah dicampur dengan ragi tempe, lalu dibungkus oleh daun pisang atau plastik yang dilubangi. Setelah dibungkus, lalu diperam (difermentasi) selama satu malam. Akhirnya diperoleh tempe sebagai produk bioteknologi.
d. Aplikasi Bioteknologi pada Tahu
Tahu juga merupakan salah satu contoh produk bioteknologi. Sebagai orang Indonesia, Anda pasti telah mengenal makanan yang bernama tahu, bukan? Tahu, seperti juga tempe, terbuat dari kacang kedelai. Tahu dibuat dengan cara mencuci kacang kedelai hingga bersih dan merendamnya selama satu malam. Setelah lunak, kacang kedelai digiling menjadi seperti bubur, lalu dididihkan. Setelah dididihkan, bubur kedelai disaring dan ditambahkan kultur bakteri yang dapat menciptakan kondisi asam. Beberapa jenis bakteri yang sering digunakan dalam pembuatan tahu ini adalah bakteri asam laktat. Bubur tahu yang telah ditambahkan bakteri asam laktat ini lalu dicetak,dibumbui, dan diberi garam agar tahan lama.
e. Aplikasi Bioteknologi Modern pada Makanan
Penerapan bioteknologi pada makanan secara modern, diawali pada 1992. Saat itu sebuah perusahaan Amerika, Calgene, mendapatkan izin untuk memasarkan OHMG yang disebut Flavrsavr. OHMG ini adalah tomat yang dibuat lebih tahan hama dan tidak dapat membusuk. Secara umum, penerapan bioteknologi modern pada makanan tidak dapat dipisahkan dengan bioteknologi modern pada bidang pertanian. Produk-produk makanan yang dihasilkan dari OHMG, seperti tanaman pertanian, hewan, atau mikroorganisme, disebut makanan hasil modifikasi genetik.
OHMG lebih banyak dilakukan pada tanaman pertanian. Contohnya, jagung tahan lama, kedelai tahan herbisida, kentang tahan virus, padi dengan zat dan vitamin yang ditingkatkan (golden rice), gandum dengan protein yang tinggi bagi ternak, dan banyak hasil pertanian lainnya. Perkembangan selanjutnya dari penerapan bioteknologi modern semakin beraneka ragam. Sekarang, para ilmuwan dapat membuat makanan yang mengandung obat, pisang yang menghasilkan vaksin hepatitis B, ikan yang lebih cepat dewasa, dan tanaman buah yang berbuah lebih cepat.
Bioteknologi pengolahan limbah
Kaleng, kertas bekas, dan sisa makanan, sisa aktivitas pertanian atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak dikehendaki oleh manusia.Bahan-bahan tersebut dinamakan limbah atau sampah.Keberadaan limbah sangat mengancam lingkungan.Oleh karena itu, harus ada upaya untuk menanganinya. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan ditimbun, dibakar, atau didaur ulang. Di antara semua cara tersebut yang paling baik adalah dengan daur ulang. Salah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis. Proses pirolisis yaitu proses dekomposisi bahan-bahan sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen. Dengan cara ini sampah dapat diubah menjadi arang, gas (misal: metana) dan bahan anorganik.
Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar. Kelebihan bahan bakar hasil proses ini adalah rendahnya kandungan sulfur, sehingga cukup mengurangi tingkat pencemaran. Bahan hasil perombakan zat-zat makroorganik (dari hewan, tumbuhan, manusia ataupun gabungannya) secara biologiskimiawi dengan bantuan mikroorganisme (misalnya bakteri, jamur) serta oleh hewan-hewan kecil disebut kompos.
Dalam pembuatan kompos, sangat diperlukan mikroorganisme. Jenis mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan kompos bergantung pada bahan organik yang digunakan serta proses yang berlangsung (misalnya proses itu secara aerob atau anaerob). Selama proses pengomposan terjadilah penguraian, misalnya selulosa, pembentukan asam organik terutama asam humat yang penting dalam pembuatan humus. Hasil pengomposan bermanfaat sebagai pupuk.Bioteknologi dapat diterapkan dalam pengolahan limbah, misalnya menguraikan minyak, air limbah, dan plastik. Cara lain dalam mengatasi polusi minyak, yaitu dengan menggunakan pengemulsi yang menyebabkan minyak bercampur dengan air sehingga dapat dipecah oleh mikroba. Salah satu zat pengemulsi, yaitu polisakarida yang disebut emulsan, diproduksi oleh bakteri Acinetobacter calcoaceticus.Dengan bioteknologi, pengolahan limbah menjadi terkontrol dan efektif. Pengolahan limbah secara bioteknologi melibatkan kerja bakteri-bakteri aerob dan anaerob.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli telah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien.Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi, dan sebagainya. Dengan adanya berbagai penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang. Beberapa penerapan bioteknologi modern sebagai berikut:
Rekayasa genetika
Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika disebut juga pencangkokan gen atau rekombinasi DNA. Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkomendasikan. Selanjutnya DNA tersebut akan mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun-temurun. Untuk mengubah DNA sel dapat dilakukan melalui banyak cara, misalnya melalui transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid, dan rekombinasi DNA.
Transplantasi inti
Transplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat sesuai dengan inti yang diterimanya. Transplantasi inti pernah dilakukan terhadap sel katak.Inti sel yang dipindahkan adalah inti dari sel-sel usus katak yang bersifat diploid.Inti sel tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti, sehingga terbentuk ovum dengan inti diploid. Setelah diberi inti baru, ovum membelah secara mitosis berkali-kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi blastula. Blastula tersebut selanjutnya dipotong-potong menjadi banyak sel dan diambil intinya. Kemudian inti-inti tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti yang lain. Pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah banyak. Masing-masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat dan jenis kelamin yang sama.
Fusi sel
Fusi sel adalah peleburan dua sel baik dari spesies yang sama maupun berbeda supaya terbentuk sel bastar atau hibridoma. Fusi sel diawali oleh pelebaran membran dua sel serta diikuti oleh peleburan sitoplasma (plasmogami) dan peleburan inti sel (kariogami). Manfaat fusi sel, antara lain untuk pemetaan kromosom, membuat antibodi monoklonal, dan membentuk spesies baru. Di dalam fusi sel diperlukan adanya:
a) sel sumber gen (sumber sifat ideal);
b) sel wadah (sel yang mampu membelah cepat);
c) fusigen (zat-zat yang mempercepat fusi sel).
3) Teknologi plasmid
Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang terdapat di dalam sel bakteri atau ragi di luar kromosomnya. Sifat-sifat plasmid, antara lain:
a) merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu;
b) dapat beraplikasi diri;
c) dapat berpindah ke sel bakteri lain;
d) sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan plasmid induk.Karena sifat-sifat tersebut di atas plasmid digunakan sebagai vektor atau pemindah gen ke dalam sel target.
4) Rekombinasi DNA
Rekombinasi DNA adalah proses penggabungan DNA-DNA dari sumber yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, rekombinasi DNA disebut juga rekombinasi gen. Rekombinasi DNA dapat dilakukan karena alasan-alasan sebagai berikut.
1) Struktur DNA setiap spesies makhluk hidup sama.
2) DNA dapat disambungkan
B. Pandangan Islam mengenai Bioteknologi
 Allah SWT telah  mengutus Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia dengan membawa risalah  islam yang sempurna dan mampu menjawab setiap masalah yang muncul dalam  kehidupan manusia hingga hari qiyamat. Sebagaimana firman-Nya:
  "Pada hari ini telah Aku  sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan atas kalian  nikmat-Ku dan telah Aku ridloi islam sebagai agama bagi kalian.." (QS. Al-Maidah: 3). 
Dan firman-Nya :
" Dan telah kami turunkan  atasmu Al-Qur'an yang menjelaskan segala sesuatu" (QS. An-Nahl : 89)
Allah pun telah mewajibkan setiap  muslim untuk menyesuaikan seluruh  aktivitasnya dengan perintah dan larangan-Nya seperti yang dibawa oleh  Rasulullah SAW.  Firman Allah SWT:
"Dan apa saja yang  diperintahkan oleh Rasul kepada kalian maka kerjakanlah, dan apa saja yang  dilarang oleh Rasul kepada kalian, maka tinggalkanlah". (QS. Al-Hasyr:7)
Oleh karena itu seorang muslim yang taat akan menilai  sesuatu itu baik jika sesuatu tersebut baik menurut Islam dan sesuatu akan  dinilai jelek jika menurut Islam jelek, sebagaimana kaidah syara' :
Al-hasanu maa hasanahu  as-syar'u wal qobiihu maa qobiihahu as-syar'u.
"Baik itu adalah apa-apa yang baik menurut syara' dan buruk itu adalah  apa-apa yang buruk menurut syara'"
Penemuan-penemuan ilmiah meskipun merupakan hasil  eksperimen ilmiah yang bersifat universal tidak didasarkan pada pandangan hidup  (aqidah) tertentu, tetapi penggunaan dan pengambilannya  tetap akan didasarkan pada pandangan hidup  tertentu. Para ilmuwan sekuler yang  berazaskan manfaat semata tidak akan memperhitungkan aspek apapun kecuali bahwa  penemuan itu akan mendatangkan nilai materi yaitu kemanfaatan. Mereka tidak akan mempertimbangkan lagi  apakah penemuan itu sesuai atau tidak dengan nilai-nilai rohani, akhlaq, dan  kemanusiaan, sebab nilai-nilai tersebut memang bukan standar perbuatan  mereka.  Sebaliknya ilmuwan muslim yang  menjadikan standar hidupnya halal dan haram, hanya akan melakukan penelitian  pada apa-apa yang dihalalkan oleh Allah SWT, dan tidak akan melakukan  penelitian pada apa-apa yang telah Alloh haramkan meskipun ada unsur manfaat,  karena justru manfaat itu ada pada pelaksanaan hukum syara', sesuai dengan  kaidah syara' :
Haitsuma yakuunu assyar'u  takuunul mashlahah
"Dimana ada hukum syara' disana ada maslahat (manfaat)".
Hukum syara' terhadap aplikasi bioteknologi pada  tanaman  dan hewan
Aplikasi  bioteknologi yang diterapkan pada tanaman dan hewan dengan tujuan untuk  meningkatkan kuantitas, kualitas, produktifitasnya atau usaha untuk mencari  obat alami bagi banyak penyakit manusia untuk menggantikan obat-obat kimia yang  sering menimbulkan efek samping pada kesehatan, hukumnya boleh (ja'iz) selama tidak ada dalil yang mengharamkannya,  sesuai dengan kaidah:
Al-ashlu  fil asyyaai al-ibaahah maa lam yarid daliilut tahriim
"Hukum asal dari sesuatu itu halal (mubah) sebelum ada dalil yang  mengharamkannya"
Jika pengembangan teknologi tersebut dalam upaya mencari obat-obatan untuk  mengobati penyakit manusia hukumnya sunnah,  mengikuti hukum berobat, Rosulullah SAW bersabda : 
"..Sesungguhnya  Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit, Dia menciptakan pula  obatnya. Maka berobatlah kalian!".
Bahkan pada kondisi umat  manusia sangat memerlukan teknologi tersebut yang tidak bisa ditangani secara  konvensional dan menyangkut kelangsungan hidup manusia hukumnya dapat menjadi fardlu kifayah.
Berbagai aplikasi bioteknologi pada tanaman dan  hewan disamping mendatangkan manfaat yang besar, diduga membawa pula konsekuensi yang merugikan/membahayakan. Bahaya atau kerugian yang terjadi  dapat berupa ancaman terhadap eksistensi tanaman atau hewan tersebut,  lingkungan meliputi manusia, alam dan ekosistem hewani di sekitarnya. Sebagai  contoh HEMATECH LLC, perusahaan bioteknologi dari Sioux Falls, South Dakota,  Iowa, Amerika Serikat, berpatungan dengan Kirin Brewery dari Jepang berupaya  memproduksi antibodi manusia lewat sapi. Mereka mengkloning sapi dengan cara  menyintesis rangkaian gen yang bisa memproduksi antibodi manusia di  laboratorium dan nyambungkan ke sel kulit sapi. Sel kulit sapi itu kemudian  digabungkan ke sel telur sapi yang telah diambil intinya. Hasil penggabungan  dirangsang untuk tumbuh sebagai embrio, lantas diimplantasikan ke rahim induk  sapi. Diharapkan, gen manusia akan aktif di tubuh sapi kloning dan memproduksi  antibodi yang diperlukan saat sapi diinfeksi dengan sejumlah virus dan bakteri. 
Kenyataannya, produksi antibodi sangat minim karena tidak banyak gen manusia  yang aktif dalam sel sapi. Upaya Hematech dianggap sebagai suatu terobosan.  Tahap selanjutnya, mereka mengupayakan agar gen manusia menjadi aktif dengan  menekan sistem kekebalan tubuh sapi. Upaya ini perlu waktu tiga sampai empat tahun sebelum dilakukan uji klinis.  Meski bertujuan mulia, upaya itu tak lepas dari tantangan. Utamanya dari para  aktivis penyayang binatang. Menurut mereka, kloning tidak berperikemanusiaan.  Kegagalan kloning pada binatang cukup tinggi. Dari 672 embrio yang dibuat,  hanya enam anak sapi yang lahir hidup. Dari jumlah itupun, dua ekor mati dalam  tempo 48 jam setelah lahir. Kekhawatiran lainnya adalah, bisa saja antibodi  yang diproduksi lewat sapi tercemar penyakit sapi gila. Selain itu, ada juga  masalah etika yaitu adanya pencampuran gen manusia ke sapi dinilai mengaburkan  batasan antar spesies makhluk hidup, khususnya antara manusia dengan binatang. 
Oleh karena alasan adanya bahaya negatif seperti  tersebut, pengembangan bioteknologi harus selalu diawasi dan diuji secara  seksama sebelum dilepas ke masyarakat luas.   Jika terbukti akan mendatangkan bahaya kepada manusia atau lingkungan  maka hukumnya menjadi haram berdasarkan kaidah ushul:
Al-ashlu fil mudloori at-tahriim
"Hukum asal yang membahayakan adalah haram"
Demikian pula pengembangan bioteknologi pada tanaman  dan hewan hukumnya haram jika materi  yang digunakan adalah materi yang diharamkan oleh Allah, seperti babi dan anjing. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Nabi SAW bersabda:
"Allah telah melaknat orang  Yahudi, telah diharamkan kepada mereka lemak (syuhum), tetapi mereka menjualnya  dan memakan hasil penjualannya. Sesungguhnya Allah jika telah mengharamkan atas  suatu kaum untuk memakan sesuatu maka diharamkan pula bagi mereka harganya".
Hukum syara' pada proses dan produk bioteknologi pada  manusia
Kloning pada manusia dilihat dari bentuknya ada  dua, yaitu :
1) Kloning embrio (perbanyakan embrio identik)
2) Kloning  manusia (dalam pengertian kloning yang berasal dari sel somatik manusia. 
Hukum syara' dari kedua jenis kloning  tersebut adalah sebagai beikut:
Kloning embrio
Kloning embrio adalah proses penggandaan pada fase  sel zigot (sel telur yang telah dibuahi) untuk mendapatkan anak kembar  identik.   Dr. Martin Nijs, ketua team  peneliti kedokteran Belgia, tanggal 9 Maret 1997 telah mengumumkan bahwa  teamnya telah mengklon anak kembar pada empat tahun sebelumya dan klon tersebut  tumbuh baik sampai saat dilaporkan.Kloning embrio ini dibolehkan oleh syara', apabila sel sperma yang membuahi berasal  dari suami yang sah dan masih hidup, dan sel telur yang dibuahi juga berasal  dari isteri yang sah, dan klon yang dihasilkan harus ditanam kembali untuk  ditumbuhkan ke dalam rahim isteri pemilik sel telur tersebut.  Tetapi jika klon embrio yang dihasilkan  tersebut ditanamkan pada rahim wanita lain (ibu pengganti), atau sperma dan sel  telurnya bukan dari pasangan suami isteri yang sah, atau klon embrio di  tanamkan pada rahim isteri setelah suaminya meninggal, maka semuanya itu  hukumnya haram, karena telah  mencampur adukan dan menghilangkan nasab, dan gugurnya pernikahan atas orang  yang sudah meninggal. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa dia telah mendengar  Rasululloh SAW bersabda ketika turun ayat li'an:
"Siapa  saja perempuan yang memasukkan nasab (seseorang) kepada suatu kaum yang bukan  dari mereka, maka dia tidak akan mendapatkan apa pun dari Alloh dan Alloh tidak  akan pernah memasukkannya ke dalam surga.   Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya padahal dia melihat  (kemiripannya), maka Alloh akan tertutup darinya dan Alloh akan membeberkan perbuatannya  itu dihadapan orang-orang terdahulu dan kemudian (pada hari kiamat nanti)." (HR. Ad-Darimi).
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., dia mengatakan  bahwa Rosululloh SAW bersabda :
 "Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada  orang yang bukan ayahnya, atau seorang budak bertuan kepada selain tuannya,  maka dia akan mendapat laknat dari Alloh, para malaikat dan seluruh umat  manusia" (HR. Ibnu  Majah).
Kloning sel somatik
Kloning manusia adalah upaya membuat keturunan dengan  kode genetik yang sama dengan tetuanya.   Hal ini dilakukan dengan cara mengambil sel somatik dari tubuh tetua,  kemudian diambil inti selnya (nukleusnya), dan selanjutnya digabungkan pada sel  telur (ovum) wanita—yang telah dihilangkan intinya—dengan bantuan cairan kimia  dan kejutan listrik.  Setelah proses  penggabungan (fusi) ini terjadi, sel telur yang telah berisi inti sel tetua  ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan agar sel tersebut membelah secara  mitosis, berkembang, berdiferensiasi dan berubah menjadi janin sempurna.  Janin tersebut akan dilahirkan secara alami  dan memiliki kode genetik yang sama persis dengan tetuanya. Kloning manusia apapun  tujuannya akan menjadi bencana dan sumber kerusakan bagi dunia.  Kloning manusia menurut hukum islam haram dilakukan, dan dalil-dalil  keharamannya menurut Abdul Qodim Zallum, adalah sebagai berikut:
Anak-anak produk  kloning dihasilkan melalui cara yang tidak alami sesuai fitrah manusia.  Padahal Alloh telah menetapkan cara pembuahan  yang alami yaitu melalui pembuahan sel sperma suami pada sel telur istri yang  sah.   Alloh berfirman:
"dan bahwasanya  Dialah  yang menciptakan  berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan  …"(QS. An-Najm: 45).
" Bukankah dia  dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu  menjadi segumpal darah, lalu Alloh menciptakannya, dan menyempurnakannya." (QS. Al-Qiyamah: 37-38).
Anak-anak produk  kloning dari tetua perempuan tidak akan mempunyai ayah.  Dan jika inti sel dari tetua perempuan  kemudian ditransfer ke dalam rahim perempuan lainnya juga tidak akan punya  ibu.  Ini merupakan tindakan  menyia-nyiakan manusia, sebab dalam kondisi seperti ini tidak terdapat ayah dan  ibu.  Hal ini bertentangan dengan firman Alloh  SWT:
"Wahai manusia  sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang  perempuan.. (QS. Al-Hujurat: 13).
" Panggillah mereka  (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka"…(QS. Al-Ahzab: 5).
Kloning manusia  akan menghilangkan nasab (garis keturunan), padahal Islam telah mewajibkan  pemeliharaan nasab.  Kloning yang  bertujuan memproduksi manusia unggul dalam hal kecerdasan, kekuatan fisik,  kesehatan, kecantikan, dsb..jelas mengharuskan adanya seleksi terhadap  orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, tanpa mempertimbangkan apakah  suami-istri atau bukan, sudah menikah atau belum.  Inti sel somatik yang akan diklon diambil  dari orang yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan, dan sel telur akan  diambil dari perempuan yang terpilih, dan diletakkan pada rahim perempuan yang  terpilih juga.  Semua ini jelas akan  mengakibatkan hilangnya nasab dan bercampur aduknya nasab.
Memproduksi anak  melalui proses kloning akan mencegah pelaksanaan banyak sekali hukum  syara', seperti hukum tentang perkawinan,  nasab, nafkah, waris, hak wan kewajiban antara bapak dan anak, perawatan anak,  hubungan kemahroman, hubungan ashobah, dll.
Menjadikan manusia  sebagai bahan penelitian merupakan pelecehan terhadap nilai kemuliaan manusia.  Seperti telah diuraikan diatas teknologi kloning memiliki tingkat keberhasilan  sangat rendah, seperti percobaan pada sapi, dari 672 embrio yang dibuat hanya  empat anak sapi yang lahir hidup. Dapat dibayangkan ratusan, ribuan atau jutaan  embrio/janin atau bahkan sudah berupa bayi manusia dibuang sebagai sampah sisa  percobaan. Naudzubillahi min dzalik.
C. Dampak Bioteknologi
Dampak positif bioteknologi.
         Beberapa dampak positif dari adanya bioteknologi, adalah :
Meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman, misalnya tanaman transgenik kebal hama
Meningkatnya produk-produk ( baik kualitas maupun kuantitas ) pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan. Dengan temuan bibit unggul.
Meningkatnya nilai tambah bahan makanan. Pengolahan bahan makanan tertentu, seperti air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.
Membantu proses pemurnian logam dari bijihnya pada pertambangan logam ( biohidrometalurgi )
Membantu manusia mengatasi masalah-masalah pencemaran lingkungan, Seperti : bacteri pemakan plastik dan parafin, bacteri penghasil bahan plastik biodegradable,
Membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energi. Misalnya : bioethanol, biogas
Membantu dunia kedokteran dan medis mengatasi penyakit-penyakit tertentu. Misalnya : penyakit kelainan genetis dg terapi gen, hormon insulin, antibiotik, antibodi monoklonal, vaksin.
Mengatasi masalah pelestarian species langka dan hampir punah. Dengan teknologi transplantasi nukleus, hewan / tumbuhan langka bisa dilestarikan dan lain sebagainya.
Dampak negative bioteknologi.
                 Beberapa dampak negative akibat timbulnya bioteknologi, adalah :
Munculnya pencemaran biologis, berupa penyebaran organisme transgenik yang tak terkendali.
Gangguan keseimbangan ekosistem akibat perubahan dinamika populasi.
Kerusakan tatanan sosial masyarakat , ketika kloning pada manusia tidak terkendali.
Tersingkirnya berbagai plasma nutfah alami / lokal. Flora dan fauna lokal "terdesak" oleh kehadiran flora dan fauna transgenik.
Menimbulkan pertentangan berkepanjangan antara tokoh ilmuwan bioteknologi dengan tokoh-tokoh kemanusiaan dan agama.
Timbulnya reaksi alergi pada manusia yang mengkonsumsi tanaman / hewan transgenik
Munculnya penyakit-penyakit baru dan kerentanan terhadap penyakit akibat pemanfaatan tanaman / hewan transgenik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
Penerapan bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan atau transformasi kimia yang diinginkan. Bioteknologi dibagi menjadi 2, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
Pengembangan bioteknologi harus selalu diawasi dan diuji secara  seksama sebelum dilepas ke masyarakat luas. Ilmuwan muslim yang  menjadikan standar hidupnya halal dan haram, hanya akan melakukan penelitian  pada apa-apa yang dihalalkan oleh Allah SWT, dan tidak akan melakukan  penelitian pada apa-apa yang telah Allah haramkan meskipun ada unsur manfaat,  karena justru manfaat itu ada pada pelaksanaan hukum syara'.
Produk bioteknologi dapat memberi dampak positif ataupun negatif namun dampak ini dapat diringankan jika disikapi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M.M.  1990.  Diraasat fi al-fikru al-islamy. Daarul  Bayariq.
Bakry, N. F.A, Sukri dan M.T.A Auskary.   1996.  Bioteknologi dan al-Qur'an  referensi dakwah da'i modern. Gema Insani Press.  Jakarta.
Badan Penelitian dan Pen gembangan Pertanian,  Departemen Pertanian. 1998 . Pedoman Pelaksanaan Pengujian Keamanan Hayati  Produk Bioteknologi Pertanian Hasil Rekayasa Genetik Seri Hewan. Jakarta
Hadipermono. S. 1995.  Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika.  Wali Demak Press. Surabaya. 
Kompas. 29 Desember 2002.  Kelahiran manusia kloning diragukan. 
Suara Muhammadiyah No. 8 Th ke-82.  Implikasi  Rekayasa Genetik.
Suara Muhammadiyah No. 16 Th. Ke-82.   1997.  Klonasi ditinjau dari  syari'ah Islam.
VOA News.com. 22/01/2003. Kloning Manusia di Amerika  Serikat Widodo R. Memilih Antara Pangan Alamiah dengan Rekayasa  Genetik.Teknologi Pangan dan  Gizi . Untag Surabaya.
Zallum,  A.Q.  1997.  Hukmu asy-syar'i fi al-istinsakh, naqlul  a'dlaa', al-ijhadl, athfaal anabib, ajhizatul in'asy ath-thibbiyah, al-hayah  wal maut.  Darul Ummah. Beirut, Libanon.
http://claudio-xp.blogspot.com/2014/01/bioteknologi-modern-dan convesional.html (diakses 4 mei 2014, 14.00 Wita)
http://ratih-cayoo.blogspot.com/2011/06/kloning-manusia-dalam-perspektif-islam.html (diakses 4 mei 2014, 14.00 Wita)


Download Bioteknologi dalam perspektif islam.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Bioteknologi dalam perspektif islam. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon