November 05, 2016

BAHAN TA PROPERTI 1


Judul: BAHAN TA PROPERTI 1
Penulis: Meyta Kusumahwati


Perkembangan perekonomian di Indonesia ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergerakan tingkat suku bunga bank dan inflasi yang cukup stabil, semakin baik kualitas infrastruktur yang sudah terbangun khususnya dikawasan perkotaan serta banyaknya para pelaku bisnis di Indonesia yang sudah mengoptimalkan kreativitas dan inovasinya. Hal tersebut, membuat banyak investor baik dari dalam maupun luar negeri yang mulai tertarik untuk menanamkan modalnya ke perusahaan-perusahaan di Indonesia dikarenakan prospek bisnis di Indonesia yang menjanjikan. Hal ini memicu para pelaku bisnis untuk meningkatkan kinerjanya yang tujuan utamanya mendapatkan profit yang maksimal. Untuk itu banyak perusahaan go public yang melaporkan sahamnya ke bursa efek. Karena dengan melaporkan saham mereka ke bursa atau yang biasa kita sebut "listing" akan menarik para calon investor untuk menanamkan modalnya perusahaan mereka dengan menilai perusahaan tersebut berdasarkan perkembangan perusahaan melalui laporan keuangan. Laporan keuangan yang telah dipublikasikan kepada publik diperlukan adanya suatu pengungkapan-pengungkapan mengenai ruang lingkup aktivitas perusahaan dan bentuk-bentuk pertanggungjawaban kepada para investor, kreditor dan para pemangku kepentingan lainnya yaitu dengan menyampaikannya melalui laporan tahunan (annual report). Informasi–informasi yang terkandung dalam laporan tersebut akan mencerminkan kemampuan baik tidaknya kinerja keuangan perusahaan.
Kinerja keuangan dapat diketahui dan diukur dari kemampuan manajemen dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan perbaikan kondisi keuangan dalam hal ini efisiensi atau perencanaan & strategi manajemen demi keberhasilan perusahaan. (Bambang Riyanto, 2001: 327) Kinerja keuangan perusahaan dapat diukur melalui analisa rasio keuangan salah satunya dilihat dari rasio profitabilitas. Melalui rasio profitabilitas tersebut dapat dilihat seberapa efektif dan efisiennya pengelolaan asset / sumber daya perusahaan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Nilai perusahaan dapat dikatakan baik apabila harga saham perusahaan tinggi, harga saham perusahaan tinggi akan terjadi jika laba perusahaan pun tinggi, yang nantinya akan menarik minat investor untuk menyuntikkan modalnya ke perusahaan. Rendahnya kualitas laba akan dapat membuat kesalahan bagi para pembuatan keputusan para pemakainya seperti investor dan kreditor, sehingga nilai perusahaan akan berkurang (Siallagan dan Machfoedz, 2006:3)
Bisnis ini memberikan peluang dan kesempatan yang cukup terbuka untuk berkembang. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain: pengadaan rumah selalu kurang dibanding kebutuhan rumah masyarakat, tingkat suku bunga kredit perumahan rakyat relatif rendah dan cenderung tidak stabil. Selain itu, bisnis ini didukung oleh perkembangan suatu daerah dan pertumbuhan ekonomi makro (www.kompas.com). Perusahaan – perusahaan di Indonesia khusunya properti dan real estate dari tahun 2008 hingga 2014, sektor ini diprediksi masih booming. Investasi property dan real estate dinilai cerah karena faktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia relatif lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia seolah tidak terpengaruh krisis ekonomi (suprime mortgage) yang tengah terjadi di Eropa dan Amerika. Bisnis properti & real estate diminati karena nilainya tidak pernah surut. Dari sisi inflasi, properti tidak akan terpengaruh begitu juga dengan sisi bunga bank pengaruhnya rendah. (www. kompas.com). Berikut disajikan tabel perkembangan perusahaan property & real estate dari tahun 2006-2011:
Perusahaan Property & Real Estate
Tahun Total Trading Value /
Harga Saham Total Volume Shares /
Volume Saham
2006 27.779.465.592.150 68.545.337.148
2007 99.472.170.878.951 193.768.210.681
2008 38.582.707.048.144 116.687.839.427
2009 53.368.976.472.332 211.469.185.201
2010 90.602.636.477.068 287.836.550.145
2011 73.752.145.436.448 231.325.439.952
Berdasarkan data diatas, harga saham & volume saham pada sektor property real estate relatif terus tumbuh meskipun ada penurunan pada tahun 2008 dan 2011. Hal tersebut, terjadi karena berbagai faktor baik faktor internal di suatu perusahaan maupun faktor eksternal, salah satunya dari kondisi ekonomi di suatu negara seperti gejolak krisis ekonomi yang terjadi di tahun 2008. Namun, pada tahun 2006, 2007, 2009 dan 2010 mulai terjadi peningkatan pada sektor property & real estat,e dalam hal ini tidak terlepas peran investor baik dari dalam maupun dari luar negeri yang masih mengalirkan dananya pada bisnis property real estate yang nantinya akan menaikkan kinerja keuangan melalui profitabilitas perusahaan. Pandangan para investor asing mengenai investasi pada bisnis ini akan memberikan return yang lebih menjanjikan, Menurut pakar properti di Indonesia Panangian Simanungkalit, harga investasi properti di Indonesia, memiliki harga properti yang paling murah dengan imbal hasil (return) yang paling besar dibandingkan negara lainnya di Asia. Di samping itu, Indonesia memiliki penduduk terbesar keempat di dunia diperkirakan terdapat 245 juta jiwa. Hal itu yang menyebabkan kebutuhan akan perumahan semakin diminati karena salah satu faktornya menyebabkan harga tanah yang setiap tahunnya naik dan negara ini tergolong dalam perekonomian yang kuat.
Saat ini, pembeli properti banyak memburu proyek hunian berwawasan lingkungan (green property) dengan alasan merosotnya kualitas lingkungan dan dampak negatif yang diakibatkan. Isu pemanasan global masih menghangat di segala bidang kehidupan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan dunia, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan. Pembangunan real estate harus hemat energi dan berdampak luas pada gerakan hijau serta ramah lingkungan hal ini termasuk gerakan dunia. Karena itu, pemerintah diminta memberikan dukungan lebih besar bagi perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan tersebut dengan melakukan kegiatan-kegiatan taktis dan strategis mewujudkannya melalui prinsip-prinsip sustainable enviroment melalui bermacam pelatihan greenship associate dan greenship professional yang rutin diadakan.(www. kompas.com)
Indonesia mewajibkan semua perusahaan untuk melaksanakan corporate social responsibility sesuai dengan UU perseroan Terbatas Pasal 74 yang memuat aturan tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Undang-Undang tersebut terdapat dalam (Pasal 66 ayat 2c) mewajibkan semua perseroan untuk melaporkan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan (Annual Report). (Nike , 2011:2)
Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai sebuah gagasan menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan (firm value) yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya (finansial) saja. Tapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu juga memperhatikan masalah sosial dan lingkungan (Dahlia,2008). Apabila suatu perusahaan menerapkan corporate social responsibility akan dapat merefleksikan sustainability development. Hal tersebut, didasari dengan melihat perspektif tumbuhnya kinerja keuangan perusahaan dan meningkatnya nilai perusahaan.
Penelitian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan adanya corporate social responsibility telah dilakukan. Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan , politycal visibility dan leverage terhadap pengungkapan corporate social responsibility menunjukkan hasil yang tidak konsisten, menurut Wulan Retnowati (2010) menyatakan bahwa kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility.
Isnaeni Ken Zuraedah (2010), dalam penelitiannnya mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan corporate social responsibility sebagai variabel pemoderasi menunjukkan bahwa: antara kinerja keuangan dengan pengungkapan corporate social responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Rimba Kusumadilaga (2010), dalam penelitiannnya pengaruh corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating menyatakan bahwa: variabel corporate social responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Angling Mahatma Pian KS (2010), dalam penelitiannnya pengaruh karakteristik perusahaan dan regulasi pemerintah terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada laporan tahunan Indonesia menunjukkan bahwa: karakteristik perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility.
Sri Rahayu (2010) dalam penelitiannnya pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan corporate social responsibility sebagai variabel pemoderasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa : 1) corporate social responsibility bukan merupakan variabel pemoderasi terhadap hubungan kinerja keuangan dan nilai perusahaan 2) kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Adanya perbedaan pendapat mengenai hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti diantaranya : Wulan, Isnaeni, Rimba, Angling dan Sri maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Bursa Efek Indonesia mengenai :
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Pemoderasi" (Studi Kasus Pada Perusahaan Property & Real Estate
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2011)
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut:
Bagaimana kinerja keuangan di perusahaan Property & Real Estate pada tahun 2006-2011.
Bagaimana pengungkapan corporate social responsibility di perusahaan Property & Real Estate pada tahun 2006-2011.
Bagaimana nilai perusahaan di perusahaan Property & Real Estate pada tahun 2006-2011.
Seberapa besar pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan tanpa pengungkapan corporate social responsibility sebagai variabel pemoderasi di perusahaan Property & Real Estate tahun 2006-2011.
Seberapa besar pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan corporate social responsibility sebagai variabel pemoderasi di perusahaan Property & Real Estate tahun 2006-2011.
1.3Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini :
Untuk mengetahui kinerja keuangan di perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2011.
Untuk mengetahui corporate social responsibility di perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2011.
Untuk mengetahui nilai perusahaan di perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2011.
Untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan tanpa variabel pemoderasi di perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2011.
Untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan variabel pemoderasi di perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2011.
1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1 Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut:
Kegunaan bagi penulis,
Untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan wawasan peneliti tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan corporate social responsibility sebagai variabel pemoderasi,
Kegunaan bagi manajemen perusahaan,
Diharapkan dapat memberikan tambahan informasi yang relevan mengenai kinerja keuangan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan agar dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang pentingnya corporate social responsibility dan pengungkapan alokasi biaya corporate social responsibility untuk dituangkan dalam laporan tahunan serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijaksanaan perusahaan untuk lebih meningkatkan kepeduliannnya pada lingkungan sosial.
Kegunaan bagi calon investor dan investor
Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dalam menilai perusahaan Property & Real Estate.
Kegunaan bagi penelitan selanjutnya dan pihak lainnya,
Penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan, bahan referensi, pertimbangan, rujukan maupun perbandingan dalam melakukan penelitian selanjutnya yang terkait dengan topik yang sama atau berkaitan dengan pembahasan pada topik ini.
1.4.2 Kegunaan Akademis
Memberikan sumbangan pemikiran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang analisis laporan keuangan yang terkait dengan pembahasan akuntansi keuangan, akuntansi sosial dan akuntansi lingkungan. Khususnya mengenai obyek yang diteliti oleh penulis yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan corporate social responsibility sebagai variabel pemoderasi.


Download BAHAN TA PROPERTI 1.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca BAHAN TA PROPERTI 1. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon