November 08, 2016

Analisis manajemen strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis audit laporan keuangan


Judul: Analisis manajemen strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis audit laporan keuangan
Penulis: Belinda Fitrianti


Nama: Belinda Fitrianti
NIM: 12211025
Analisis manajemen strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis audit laporan keuangan.
(Studi kasus pada Kantor Akuntan Publik Husni, Mucharam dan Rasidi)
Pendahuluan
I.I Latar belakang
Persaingan dalam dunia bisnis dewasa ini tampak meningkat. Hal ini menyebabkan manajemen setiap perusahaan mendapat tantangan untuk berusaha secara kompetitif menghadapi pesaing Kelangsungan hidup perusahaan di era kompetisi global menuntut manajemen untuk menyusun perencanaan strategis dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi. Kemampuan suatu perusahaan untuk dapat bersaing sangat ditentukan oleh kinerja perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang tidak mampu bersaing untuk mempertahankan kinerjanya lambat laun akan tergusur dari lingkungan industrinya dan akan mengalami kebangkrutan. Apalagi dengan melihat persaingan yang terjadi pada kantor akuntan publik pada tahun ini yang semakin lama semakin keras dan ketat dalam menghasilkan laporan keuangan audit yang berkualitas. Hal ini disebabkan bukan semata-mata karena fee audit, melainkan juga pelayanan dan sikap independensi para akuntan public dalam menghasilkan laporan keuangan klien.
Sesuai dengan visi KAP HMR yang ingin menjadi kantor akuntan public terpercaya dan lebih baik di Indonesia, maka mau tidak mau kinerja yang selama ini sudah terlaksanakan dengan baik dapat dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan.
Strategi sudah tidak asing lagi bagi pelaku bisnis, karena dalam peranannya strategi mencakup setiap usaha untuk mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan lingkungannya. Sebagai salah satu profesi pendukung kegiatan dunia usaha, dalam era liberalisasi perdagangan dan jasa, kebutuhan pengguna jasa Akuntan Publik akan semakin meningkat, terutama kebutuhan atas kualitas informasi keuangan yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomis.
Audit dibutuhkan antara lain karena perlunya pengguna infonnasi untuk memperoleh informasi yang andal dari suatu perusahaan. Pennintaan terhadap audit meningkat Antara lain disebabkan karena akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar mtuk memutuskan alokasi sumber dana.
Dengan semakin meningkatnya permintaan audit, akuntan publik dituntut untuk memberikan jasa terbaik bagi klien. Kepercayaan klien harus selalu dipelihara oleh akuntan publik sehingga kehidupan profesional akuntan publik akan lebih baik. Oleh karena itu, kantor akuntan public pun bersaing dalam mendapatkan klien tersebut. Untuk dapat mampu bersaing dengan kantor akuntan public yang lain dan yang telah berafiliasi dengan KAP asing maka KAP HMR disini dituntut untuk mempunyai manajemen strategi agar dapat bertahan dalam persaingan bisnis tersebut. KAP HMR dituntut untuk lebih produktif dan memiliki kinerja yang baik &dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Hal tersebut berdampak langsung kepada orang-orang atau individu yang ada di dalam KAP. Mereka diminta menunjukkan kredibilitas dan profesionalisme yang tinggi dalam bekerja sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal dan output yang baik bagi KAP nya. Jika klien merasa kurang puas atau mendapatkan kekecewaan dengan jasa yang diberikan, hal ini akan mengakibatkan menurunnya nama baik kantor akuntan publik tersebut, sehingga mengakibatkan menurunnya permintaan-penugasan atas jasa pemeriksaan yang diberikan oleh akuntan public
Manajemen strategi dapat didefinisikan sebagai seni pengetahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai objektifnya. (David, 2002:5).
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengambil judul "Analisis manajemen strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis audit laporan keuangan. (studi kasus pada Kantor Akuntan Publik Husni, Mucharam dan Rasidi)".
Permasalahan
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam penelitian penulis sebagai berikut:
1. Apakah strategi manajemen yang dijalankan oleh KAP HMR?.2. Permasalahan apa yang dihadapi dalam melakukan strategi manajemen tersebut?
3. Bagaimana strategi manajemen yang sebaiknya diterapkan oleh KAP HMR berdasarkan posisi saat ini dan masa mendatang?.LANDASAN TEORI
2.1 Assurance, Atestasi dan Nonassurance
KAP dapat memberikan jasa profesionalnya dalam bentuk jasa Assurance,Atestasi dan Nonassurance.
2.1.1 Assurance dan Atestasi.
Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) Special Committee on Assurance Services, definisi assurance services adalah (Boynton dan Johnson, 2006) Assurance services are an independent professional services that improve the quality of information, or its context, for decision makers. Menilik dari definisinya, jasa Assurance tidak hanya dapat diberikan oleh KAP namun juga oleh profesi lainnya sedangkan jasa atestasi hanya dapat diberikan oleh KAP (Elder, Beasly, Arens, (2008):"An attestation service is a type of assurance service in which the CPA firm issues a report about the reliability of an assertion that is the responsibility of another party."
Jenis-jenis jasa profesi yang ada di dalam definisi kelompok atestasi adalah sebagai berikut (Elder, Beasly, Arens, (2008):1. Audit atas laporan keuangan historis.
2. Audit atas pengendalian internal atas laporan keuangan (Internal Control over Financial Reporting/ICOFR).
3. Review atas laporan keuangan historis.
4. Jasa atestasi atas information technology.
5. Jasa atestasi lainnya
Audit atas laporan keuangan historis adalah jenis jasa atestasi yang paling utama. Untuk menjaga integritas dan objektifitasnya, jasa ini diatur oleh berbagai peraturan termasuk auditornya.Banyak dari jasa atestasi yang diberikan oleh KAP tidak harus memenuhi definisi formal jasa atestasi yang harus memberikan laporan tertulis ataupun memberikan keyakinan atas asersi yang diberikan oleh pihak lain.
2.1.2 Nonassurance services
Selain jasa Assurance dan Atestasi, KAP juga dibutuhkan masyarakat untuk jasa selain assurance, seperti:
1. Accounting services termasuk jasa pembukuan.
2. Perpajakan, jasa ini secara umum terbagi atas dua kelompok besar yaitu consultation dan compliance.
3. Management consulting services, jenis jasa ini spektrumnya sangat luas.
2.2 Manajemen Stratejik
Manajeman stratejik merupakan proses perusahaan mengembangkan, mengelola dan melaksanakan strategi perusahaan (Carpenter dan Sanders, 2007). Sedangkan strategi itu sendiri adalah serangkaian tindakan yang direncanakan dan yang telah dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam tingkat persaingan tertentu (Carpenter dan Sanders, 2007). Dengan kata lain, perusahaan berusaha untuk mempunyai keunggulan tersendiri (competitive advantage) atas produk yang ditawarkannya bila dibandingkan dengan para pesaingnya. Namun demikian, strategi bukan merupakan zero sum game, dalam pengertian bahwa jika suatu perusahaan menang, maka para pesaingnya akan kalah. Dalam beberapa kondisi, para pelaku usaha dalam industri tertentu melakukan persaingan antar perusahaan, namun dalam hal lain mereka akan melakukan kerjasama.
Strategi bisnis (business strategy) merupakan cara yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya dalam suatu segmen industri tertentu (Carpenter dan Sanders, 2007). Dua hal yang menjadi perhatian dalam strategi bisnis yakni bagaimana suatu perusahaan dapat mencapai tujuannya ketika perusahaan lain juga menawarkan produk yang sama dan rencana perusahaan dalam mengatasi hal tersebut.
Strategi korporat (corporate strategy) merupakan suatu cara perusahaan untuk bersaing dalam suatu tingkat persaingan usaha (Carpenter dan Sanders, 2007). Untuk dapat menentukan strategi yang tepat dalam berkompetisi dalam suatu persaingan usaha bukan merupakan suatu keputusan yang mudah. Banyak factor yang harus dipertimbangkan sebelum ditentukan strategi yang akan digunakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis-analisis yang mendalam di beberapa faktor untuk dapat melihat kondisi yang ada dan yang dimiliki perusahaan sebelum menentukan strategi yang akan digunakan.
Berikut adalah proses manajemen strategi

2.3 Faktor Pertimbangan Penentuan Strategi
Dalam menentukan strategi bisnis yang paling tepat bagi suatu perusahaan, umumnya dilakukan beberapa kajian terlebih dahulu. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan strategi yang akan dilakukannya adalah faktor internal, faktor eksternal dan lingkungan industri.
2.3.1 Faktor Internal
Dalam analisis faktor internal, perusahaan akan berfokus kepada strength dan weakness yang dimilikinya. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat melakukan identifikasi atas resources dan capabilities yang dimilikinya. Dengan kata lain, perusahaan dapat memanfaatkan resources dan capabilities (resources-based inputs) yang dimilikinya untuk membuat suatu produk atau jasa yang berbeda.
Resources secara definisi digambarkan sebagai input yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa (Carpenter dan Sanders, 2007).
Resources dapat berbentuk tangible, seperti tanah, bangunan, tenaga kerja, dan dapat pula berbentuk unik (firm specific) dan intangible, seperti knowledge, reputation, brand equity. Resource yang bersifat tangible sangat mudah untuk diidentifikasi dan dinilai oleh pesaing, sehingga nilai competitive advantage-nya lebih kecil dari intangible resource.Capabilities (competence) secara definisi digambarkan sebagai kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya untuk memproduksi barang dan jasa (Carpenter dan Sanders, 2007). Kompetensi ini merupakan perpaduan Antara kemampuan perusahaan dengan individu yang dimiliki perusahaan. Secara garis besar, kompetensi terdiri dari dua bagian yakni Distinctive Competence yang
merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh perusahaan tersebut dan Core Competence yang merupakan kemampuan dasar yang dimiliki suatu perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa.
Salah satu model yang dapat digunakan untuk melakukan analisis apakah resources dan capabilities yang dimiliki dapat membantu perusahaan untuk bersaing dan akhirnya dapat meningkatkan kinerja adalah model VRINE, yang merupakan singkatan dari Value, Rarity, Inimitability, Non-substitutability dan Exploitability (Carpenter dan Sanders, 2007). Value dalam model ini menganalisis apakah resource
dan capability yang ada dapat menciptakan peluang bagi perusahaan. Rarity menganalisis apakah perusahaan mempunyai kontrol atas valuable resources yang sifatnya langka. Inimitability dan Non-substitutability menganalisis apakah pesaing juga bisa mendapatkan resources dan capability yang langka tersebut dengan cepat dan apakah pesaing juga bisa mendapatkan keuntungan yang sama jika
menggunakan kombinasi yang sama antara resource dan capability tersebut. Exploitability menganalisis kemampuan perusahaan mengeksploitasi resource dan capability yang ada tersebut.2.3.2 Faktor Eksternal
Lingkungan makro merupakan hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengembangkan strategi perusahaan. Salah satu model yang dapat digunakan dalam melakukan analisis makro adalah analisis PESTEL (Carpenter dan Sanders, 2007), yang merupakan singkatan dari Political, Economic, Sociocultural, Technological, Environmental dan Legal. Analisis PESTEL akan mencakup kondisi stabilitas politik, faktor makroekonomi jangka pendek dan jangka panjang seperti tingkat bunga dan tingkat inflasi, faktor sosiokultur dari negara atau daerah yang menjadi target pasar perusahaan, pengaruh perkembangan teknologi atas harga dan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, pengaruh kegiatan operasional perusahaan terhadap lingkungan dan ketentuan dan regulasi yang berlaku di negara dan daerah tertentu.
Dengan menggunakan analisis PESTEL, perusahaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai peluang dan ancaman yang ada sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan visi masa depan perusahaan dan memberikan gambaran mengenai strategi yang harus dilakukan agar dapat terus bersaing dan menghasilkan keuntungan. Analisis PESTEL dilakukan dalam tiga tahapan. Pertama, mempertimbangkan relevansi dari setiap faktor yang berkaitan dengan perusahaan. Kedua, melakukan identifikasi informasi yang dapat diaplikasikan atas faktor-faktor tersebut. Ketiga, melakukan analisis data dan informasi tersebut dan membuat kesimpulan.2.3.3 Faktor Lingkungan Industri
Dalam analisis industri, perusahaan perlu melakukan analisis atas tingkat konsentrasi perusahaan dalam industri. Jika industri sudah terkonsentrasi, menandakan bahwa industri tersebut akan sulit dimasuki lagi oleh perusahaan lain. Sedangkan jika industri masih terfragmentasi, maka tingkat persaingan usaha di dalam industri tersebut relatif tinggi. Analisis tersebut akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar yang akan menjadi target berkaitan dengan jenis produk yang akan ditawarkan.
2.4 Strategi Pertumbuhan
Gilbert, McDougall dan Audretsch (2006) dalam studi tentang strategi pertumbuhan menyatakan terdapat perbedaan antara pertumbuhan perusahaan baru dengan perusahaan yang sudah mapan. Pertama, pencapaian pertumbuhan mempunyai dampak yang berbeda dengan perusahaan yang sudah mapan, untuk perusahaan yang sudah mapan pertumbuhan diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan usaha (sustaining) sedangkan bagi perusahaan baru diperlukan untuk memperoleh kelangsungan usaha (survival). Kedua, tingkat pertumbuhan untuk perusahaan baru umumnya lebih tinggi dibandingkan yang sudah mapan.Pertumbuhan dapat dilihat dari berbagai aspek operasi Perusahaan, namun yang banyak menjadi acuan adalah pendapatan, jumlah karyawan dan pangsa pasar. Pertumbuhan pendapatan menandakan peningkatan jumlah pelanggan yang menerima produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang hasilnya digunakan untuk penambahan sumber daya atau pengembangan kemampuan. Jumlah karyawan mengindikasikan adanya perubahan komposisi maupun strategi dimana tujuan perusahaan akan dicapai melalui peningkatann jumlah karyawan. Pangsa pasar sebagai tolok ukur eksternal perusahaan menandakan adanya penerimaan produk dan jasa perusahaan di pasar meskipun ada faktor-faktor lain
yang mempengaruhi seperti keluarnya kompetitor ataupun kondisi industri itu sendiri.
Kerangka Pemikiran
1543050158115Strategi Pertumbuhan
0Strategi Pertumbuhan

1017917144001003450666363Manajemen Strategi
00Manajemen Strategi

412242043180003476445437910
436435522045Pemimpin Pasar/ Strategi yang digunakan
00Pemimpin Pasar/ Strategi yang digunakan
1539875146685Analisis Lingkungan Industri
0Analisis Lingkungan Industri

3519577161913010179171705390010179051790700
1500505133350Analisis SWOT
0Analisis SWOT

347472016192500
25444455080001802765508000
2759710188595Faktor Internal
00Faktor Internal
1499870188595Faktor Eksternal
0Faktor Eksternal

Variabel Dimensi Indikator
Manajemen Strategi Strategi Pertumbuhan Struktur Organisasi
    Diversifikasi
  Faktor Eksternal Politik
    Ekonomi
    Sosial- Budaya
    Teknologi
    Environmental
    Legal
  Faktor Internal Resources
    Capability
  Faktor Lingkungan Industri Ancaman pendatang baru
    Daya tawar dari supplier
    Kekuatan pembeli
    Rival yang kompetiif
Variabel penelitian
Strategi pertumbuhan bisnis : struktur organisasi, diversifikasi,
Factor eksternal dan internal perusahaan
Faktor internal : latar belakang pendidikan auditor, resources dan capability dg analisis model VRINE (value, rarity, inimitability, non substitutability, exploitability)
Faktor eksternal : analisis PESTEL (politik, ekonomi, sosoal budaya, teknologi, environmental, legal)
Factor lingkungan industry (five forces mihael porters)= ancaman pendatang baru, daya tawar dari supplier, kekuatan pembeli, rival yang kompetiif
Analisis SWOT


Download Analisis manajemen strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis audit laporan keuangan.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Analisis manajemen strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis audit laporan keuangan. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon