October 02, 2016

Untuk makalah manajemen aktiva dan pasiva


Judul: Untuk makalah manajemen aktiva dan pasiva
Penulis: Teguh Satria


KATA PENGANTARAlhamdulillah, Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya kepada kami, sehingga berkat Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang ditunjukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainny. Penulis menyadari bahwa selama proses dan penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Makalah yang ada dihadapan pembaca bukanlah karya yang sempurna, karena memiliki kekurangan baik dalam hal teknik penulisan maupun dalam sistematika, sehingga saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan dan kemajuan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat, baik bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya. Amin.
Bandung, OktoberPenulis
DAFTAR ISI TOC \o "1-3" \h \z \u KATA PENGANTAR PAGEREF _Toc371343994 \h iBandung, Oktober PAGEREF _Toc371343995 \h iPenulis PAGEREF _Toc371343996 \h iDAFTAR ISI PAGEREF _Toc371343997 \h iiBAB I PENDAHULUAN PAGEREF _Toc371343998 \h 1A.LATAR BELAKANG PAGEREF _Toc371343999 \h 1B.RUMUSAN MASALAH PAGEREF _Toc371344000 \h 1C.TUJUAN PENULISAN PAGEREF _Toc371344001 \h 1BAB II PEMBAHASAN PAGEREF _Toc371344002 \h 2A.Pengertian Aktiva dan Pasiva Bank PAGEREF _Toc371344003 \h 2Aktiva PAGEREF _Toc371344004 \h 2Pasiva PAGEREF _Toc371344005 \h 2B. Penyusunan Manajemen Aktiva dan Pasiva PAGEREF _Toc371344006 \h 31.Manajemen Kas PAGEREF _Toc371344007 \h 32.Manajemen Piutang Dagang PAGEREF _Toc371344008 \h 43.Manajemen Sumber Dana PAGEREF _Toc371344009 \h 4B.Konsep Perhitungan Biaya Sumber Dana PAGEREF _Toc371344010 \h 8C.Manajemen Penggunaan Dana PAGEREF _Toc371344011 \h 9a.Alokasi dana pada Primary Reserve (cadangan primer) PAGEREF _Toc371344012 \h 9b.Alokasi dana pada Secondary Reserve (cadangan sekunder) PAGEREF _Toc371344013 \h 10c.Dana yang bersumber dari lembaga lain PAGEREF _Toc371344014 \h 10d.Kredit PAGEREF _Toc371344015 \h 11BAB III KESIMPULAN PAGEREF _Toc371344016 \h 15DAFTAR PUSTAKA PAGEREF _Toc371344017 \h 15
BAB I PENDAHULUANLATAR BELAKANGSeiring dengan berkembangnya suatu perusahaan maka jumlah asset juga akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Asset adalah barang tidak habis pakai (non consumable) yang dimiliki perusahaan yang memiliki umur lebih dari 12 bulan. Asset membutuhkan manajemen yang baik agar lebih mudah untuk dipantau dan ditelusuri.Begitu juga dengan sumber pendanaan atau pasiva yang juga membutuhkan manajemen yang baik agar lebih mudah untuk dipantau dan untuk memaksimal kan dana yang telah dihimpun. Makalah ini kami susun yang pertama dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan, tujuan yang kedua adalah setelah membaca makalah ini pembaca mampu melaksanakan kebijakan manajemen aktiva dan pasiva (ALM) secara efektif.
RUMUSAN MASALAHApa yang dimaksud manajemen aktiva dan pasiva ?
 Bagaimana manajemen aktiva dan pasiva ?
Manfaat menejemen aktiva dan pasiva ?
TUJUAN PENULISANMengetahui semua masalah tentang manajemen aktiva dan pasiva
Mengetahui manfaat dari manajemen aktiva dan pasiva
BAB II PEMBAHASANPengertian Aktiva dan Pasiva BankAktivaMenurut S Munawir :
Aktiva adalah sarana atau sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang harga perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.
Menurut Thompson Learning yang diterjemahkan oleh Skoussen dkk :
aktiva adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia :
Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Bedasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.
Pasiva          Pasiva adalah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan usaha kewajiban.kegiatan usaha kewajiban ini dibedakan menjadi utang jangka panjang dan utang jangka pendek .
Contoh Aktiva dan Pasiva Bank :

B. Penyusunan Manajemen Aktiva dan PasivaManajemen KasSecara umum, kas merupakan asset yang paling tidak produktif dibanding asset yang lain. Ada 2 hal yang dilakukan untuk mengelola Kas :
Mempercepat pemasukan kas
Pemasukan kas bertujuan untuk menaikkan ketersediaan kas sehingga perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk memanfaatkan kas tersebut, tanpa mengurangi reputasi perusahaan tersebut. Penjualan kas , cara ini merupakan cara yang paling langsung. Dengan penjualan secara kas, tanpa piutang, manajer keuangan memperoleh kas. Apabila pesaing-pesaing perusahaan menawarkan penjualan kredit, maka perusahaan yang menawarkan penjualan secara tunai akan kalah dalam persaingan ini, maka pihak perusahaan juga diperlukan penjualan secara kredit, tapi harus ada cara-cara untuk mempercepat kembalinya kas. Potongan kas , potongan kas bertujuan untuk mempercepat kembalinya piutang oleh pembeli/pelanggan. Persyaratan potongan kas biasanya adalah 1/10-n/30. Penawaran semacam itu bisa dibaca sebagai "perusahaan menawarkan potongan (discount) sebesar 1% apabila pelanggan bersedia membayar dalam jangka 10 hari. Jika pelanggan tidak mampu melunasi pada 10 hari tersebut maka pelanggan harus melunasi utangnya dalam waktu 30 hari, dan pelanggan tidak mendapatkan potongan tersebut.Desentralisasi pusat penerimaan pembayaran missal pelanggan mempunyai kebiasaan menggunakan poswesel sebagai alat pembayaran atau cek pribadi pada Negara-negara maju. Pusat pembayaran ada di Jakarta. Poswessell dari pelanggan di banyuwangi misalnya, barangkali membutuh kan waktu 7 hari untuk sampai di Jakarta, apabila uang yang yang beredar mencapai 7 M, setiap harinya maka 1M x 7 = 7M uang yang tidak bias dipakai karena masih dalam perjalanan, untuk mempercepat perjalanan perusahaan bisa membuka rekening pembayaran di 3 kota ; Surabaya, Semarang, dan Jakarta, sekarang pelanggan di Banyuwangi tidak perlu mengirim poswesel ke Jakarta tapi cukup ke Surabaya sehingga lebih cepat.
Lockboxes, misalkan pembeli tersebar kedalam plosok-plosok kota, maka cara mempercepat pembayaran adalah dengan mendirikan kotak-kotak penerimaan yang ditaruh di kantor pos. pelanggan cukup memasukkan di kotak di kantor pos terdekat, kemudian setiap periode sehari sekali atau dua hari sekali petugas perusahaan berkeliling mengumpulkan pembayaran dalam kotak-kotak tersebut, sehingga dapat mempercepat pembayaran.
Memperlambat Pengeluaran Kas
Yaitu agar perusahaan mempunyai kesempatan lebih lama untuk menggunakan kas.  Pembelian dengan kredit pembelian dengan kredit berarti supplier menandai terlebih dahulu pembelian yang dilakukan oleh perusahaan. Memanfaatkan float. Float merupakan selisih perbedaan saldo bank dengan saldo kas perusahaan. Misalkan perusahaan mempunyai saldo 1juta kemudian perusahaan mengeluarkan cek 300ribu , dalam kas perusahaan di catat kas adalah 700ribu sedangkan di bank masih tercatat 1juta karena cek tidak langsung diambil. Menggunakan draft, draft merupakan tanda bayar yang harus diotorisasi oleh pihak perusahaan untuk kemudian dibayarkan. Apabila ada tagihan datang akan dibuatkan surat pembayaran, yang kemudian baru bisa diuangkan beberapa hari kemudian. Pembayaran secara sentral. Dalam cara ini setiap tagihan yang datang kecabang perusahaan harus diotorisasi dari pusat, setelah mencapai dipusat dan pusat telah memberikan otorisasi, baru kemudian diserahkan lagi ke cabang dan kemudian baru bisa dibayarkan.
Cek dibayar pada hari tertentu. Missal gaji pegawai dibayar dengan cek, yang dibayar pda hari jum'at. Biasanya cek tidak langsung di uangkan, apalagi hari jum'at adalah hari pendek.
Manajemen Piutang DagangPiutang dagang merupakan aktiva lancar yang cukup penting. Secara umum perusahaan senang menjual secara tunai, karena akan mempercepat penerimaan kas dan memperpendek siklus pendek kas. Tetapi tekanan persaingan yang menyebabkan penjualan secara kredit, terjadilah piutang jika penjualan secara kredit itu dilakukan. Piutang muncul ketika penjualan terjadi tetapi perusahaan belum menerima kas.
Kebijakan piutang yang baik adalah trade off keuntungan dan resiko (kerugian) dari piutang tersebut. Pada akhirnya para pembeli akan melunasi utang-utangnya. Semakain tinggi piutang semakin besar tingkat penjualannya itu yang diharapkan perusahaan. Jika posisi piutang dagang lebih besar dari yang seharusnya, manajer keuangan perlu melakukan tindakan perbaikan.
Besarnya piutang dagang tergantung dari penjualan kredit per periode dan lamanya periode pengumpulan piutang. Sebagai contoh : jika suatu perusahaan mempunyai tingkat penjualan secara kredit sebesar 1 juta per hari,dan pengumpulan piutang adalah 30 hari, maka piutang perusahaan tersebut ketika sudah setabil adalah: Rp 1 juta x 30 hari = Rp 30 juta. Piutang dagang merupakan suatu bentuk investasi. Karena itu piutang harus didanai menggunakan sumber dana tersendiri. Jika keuntungn (margin) perusahaan adalah 25%, maka 75% dari piutang dagang harus di danai. Dalam contoh di atas, bagian piutang dagang yang harus di danai adalah 0,75 x Rp 30 juta = Rp 22,5 juta. Rp 7,5 juta adalah bagian dari laba (profit) yang dengan demikian tidak perlu didanai.
Manajemen Sumber DanaManajemen sumber dana adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat, perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Oleh karena itu, pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat. Manajemen Sumber Dana terdiri dari :
Dana yang bersumber dari Bank itu sendiri.
Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) adalah dana yang diperoleh dari dana bank. salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank atau pemilik saham.
Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari:
Setoran modal dari pemegang saham yaitu merupakan modal dari para pemegang saham lama atau pemgang saham yang baru. Dana yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada waktu bank berdiri. Pada umumnya modal setoran pertama dari pemilik bank sebagian digunakan untuk sarana perkantoran, pengadaan peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.
Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang setiap tahun di cadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan. Cadangan laba yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko di kemudian hari. Cadangan ini dapat diperbesar apabila bagian untuk cadangan tersebut ditingkatkan atau bank mampu meningkatkan labanya.
Laba bank yang belum di bagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham.
Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank, berarti kepercayaan masyarakat bertambah baik dan bank tersebut akan diakui oleh bank-bank lain baik di dalam maupun di luar negeri sebagai bank yang posisinya kuat
Dana yang berasal dari masyarakat luas.
Simpanan Giro (Demand deposit)
Simpanan Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek.
Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek.
Simpanan Deposito
Pengertian deposito menurut UU No.10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
Jenis-jenis Deposito :
Deposito berjangka (tidak bisa dipindah tangankan)
Sertifikat Deposito (dapat diperjualbelikan)
Deposito On Call (jangka waktunya tidak lebih dari 1 bulan)
Sumber Dana dari Hutang
Utang jangka panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung
dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek
Timbulnya Hutang Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan  sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa'at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak   mempengaruhi manajemen.
Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Jenis Hutang Jangka Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :
Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana
dari pinjaman yang  dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian
disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang
iperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
Utang jangka pendek :
Hutang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun atau 1 periode akuntansi, misalnya 1 januari 2011-31 Desember 2011.
Jenis Hutang Jangka Pendek :
1. Utang Wesel/Wesel Bayar yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.
2. Utang Dagang (Account Payable) yaitu utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.
3.Biaya-biaya yang harus dibayar yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.
Dana yang berasal dari lembaga lain
Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.
Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya.
Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.
Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.
Konsep Perhitungan Biaya Sumber Dana
Sebagai sebuah lembaga intermediasi keuangan, mekanisme dasar bank syariah adalah menerima deposito dari pemilik modal (depositor) pada sisi liability-nya (kewajiban) untuk kemudian menawarkan pembiayaan kepada investor pada sisi asetnya, dengan pola atau skema pembiayaan yang sesuai dengan syariat Islam. Pada sisi kewajiban, terdapat dua kategori utama, yaitu interest-free current and saving accounts dan investment accounts yang berdasarkan pada prinsip PLS (Profit and Loss Sharing) antara pihak bank dengan pihak depositor. Sedangkan pada sisi aset, yang termasuk didalamnya adalah segala bentuk pola pembiayaan yang bebas riba dan sesuai standar syariah, seperti mudarabah, musyarakah, istisna, salam, dan lain-lain. Manajemen bank harus memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan berkenaan dengan mobilisasi sumber dana dengan cermat dan akurat, ada beberapa biaya yang harus diperhitungkan bank dalam menjalankan usahanya misalnya:
a) Cost of fund, yaitu biaya yang dikeluarkan bank atas dana yang dihimpun sebelum diperhitungkan besarnya pemenuhan persyaratan giro wajib minimum (GWM) atau reserve requirement (RR). Dalam menghitung cost of fund, bank terlebih dahulu harus mencari biaya rata-rata tertimbang dari setiap sumber dana. b) Cost of Loanable Fund, adalah biaya dana setelah dikurangi ketentuan giro wajib minimum (GWM), sesuai dengan ketentuan BI bank umum wajib menempatkan dana dalam rekening giro wajib minimum di BI jumlahnya ditetapkan sebesar 5% dari dana pihak ketiga.
Jadi berdasarkan term of reference di atas penetapan standar mimum Bank Syariah, pada dasarnya mestinya berpegang fungsi tersebut di atas dan dapat dilakukan, kecuali bila dalam melaksanakan fungsinya perbankan, missal melakukan hal-hal yang dilarang dalam syariah. Perhitung Lending Rate yang menghasilkan pendapatan bagi suatu bank dimana bank akan memperoleh laba usaha/bagi hasil maka komponen lending rate diantaranya adanya cost of loanable fund, overhead cost, risk factor, spread dan tax (pajak) yang berlaku secara umum di Indonesia.
Manajemen Penggunaan DanaManajemen penggunaan dana adalah dana yang diperoleh sebuah bisnis perbankan perlu dialokasikan dengan tepat. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan alokasi aktiva. Alokasi aktiva merupakan pendistribusian dana investasi yang didasarkan pada fungsi dan kegunaan diantara berbagai kategori aktiva, termasuk ekuivalen kas, saham, investasi pendapatan tetap, dan aktiva berwujud lainnya. Alokasi aktiva akan berdampak baik pada resiko maupun laba. Alokasi aktiva merupakan konsep sentral dalam perencanaan keuangan bagi manajemen investasi bisnis perbankan, kebijakan alokasi aktiva perlu mengindahkan tingkat likuiditas, tetapi tidak mengabaikan tingkat rentabilitas. Untuk itu dana yang diperoleh dialokasikan ke dalam cadangan primer, cadangan sekunder, kredit, dan investasi dalam perbandingan yang tepat sesuai dengan perubahan-perubahan. Manajemen Penggunaan Dana terdiri dari :
Alokasi dana pada Primary Reserve (cadangan primer) prioritas utama dalam alokasi dana adalah menempatkan dana untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (sebagai pembina dan pengawas bank). Dana-dana akan dialokasikan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum atau disebut juga giro wajib minimum karena penempatannya berupa giro bank umum pada Bank Indonesia. Primary reserve merupakan sumber utama bagi likuiditas bank, terutama untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penarikan oleh nasabah bank, baik berupa penarikan dana masyarakat yang disimpan pada bank tersebut maupun penarikan (pencairan) kredit atau credit disbursement sesuai kesepakatan yang dibuat dihadapan notaris publik.
Alokasi dana pada Secondary Reserve (cadangan sekunder) priorotas kedua di dalam alokasi dana bank adalah penempatan dana-dana ke dalam noncash liquid asset (aset likuid yang bukan kas) yang dpat memberikan pendapatan kepada nasabah setiap ssaat dapat dijadikan uang tunai tanpa mengakibatkan kerugian pada bank. Surat-surat berharga tersebut antara lain :
Surat berharga pasar uang atau SBPU;
Sertifikat Bank Indonesia atau SBI;
Surat berharga jangka pendek lainnya.
Alokasi dana pada cadangan kerja prioritas dana yang untuk sebagai dana kerja atau sebagai dana pensiun para karyawan.
Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali pada jangka waktu yang ditentukan.
Investasi jangka panjang dibidang perkenomian, kata investasi sudah lazim dipergunakan dan sering diartikan sebagai penanaman uang dengan tujuan mencari untung.
Dana yang bersumber dari lembaga lain
Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.
2. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya. 3. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.
4. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.
KreditKredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka watu tertentu dengan pemberian bunga.
Unsur-Unsur Kredit :
KepercayaanDimana pihak perbakkan memiliki kepercayaan terhadap pihak peminjam, kepercayaan ini dapat diperoleh pihak bank bila telah melakukan analisis pada saat mengajukan proposal, sesuai dengan prosedur terhadap pihak peminjam.
Kesepakatan
Pada saat proposal pengajuan kredit telah disetujui oleh pihak bank yang bersangkutan maka selanjutnya dilakukan kontrak kesepakatan dan ditandatangani oleh pihak bank dan pihak peminjam.
Jangka waktu
Setiap kredit yang diajukan pasti terdapat jangka waktu tertentu, hal ini akan disesuaikan dengan jangka waktu yang telah disepakati pada saat kontrak kesepakatan. Jangka waktu dapat berbentuk jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.
ResikoSemakin panjang waktu pinjaman maka akan membuat pengembalian pokok dan bunganya jauh lebih besar bila kita memilih jangka pendek karena hal ini akan berkaitan dengan resiko tidak tertagihnya kredit. Sebab sejauh ini yang menanggung resiko adalah pihak bank.
Balas jasa
Balas jasa didalam bank umum adalah berupa bunga dan biaya administrasi. Hal ini merupakan keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak bank
Jenis-Jenis Kredit :
1. Kredit investasi, Kredit ini diberikan kepada perusahaan yang baru akan berdiri untuk keperluan membangun pabrik baru.
2.Kredit modal kerja, Kredit ini diberikan kepada perusahaan yang telah berdiri, namun membutuhkan dana unutk meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Misalnya dalam hal membayar gaji pegawai atau unutk membeli bahan baku.
Jaminan Kredit
Dalam melakukan peminjaman, pihak peminjam dapat memberikan jaminan atau tanpa jaminan. Namun di Indonesia pihak bank selama ini masih memberikan pinjaman dengan jaminan sedangkan untuk pinjaman tanpa jaminan belum lazim diterapkan di Indonesia. Adapun jaminan yang dapat dijadikan jaminan kredit oleh calon bank yang akan memberikan pinjaman adalah sebagai berikut :
Dengan jaminan
a. Jaminan benda berwujud yaitu barang-barang yang dapat dijadikan jaminan seperti :
Tanah
Bangunan
kendaraan bermotor
mesin-mesin
barang dagangan
tanaman
b. Jaminan benda tidak berwujud yaitu benda yang merupakan surat surat yang dijadikan jaminan seperti :
Sertifikat Saham
Sertifikat Obligasi
Sertifikat Deposito
Wesel
Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit
1. Personality,Personality mencakup sikap, emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah.
2. Party,Menggolongkan nasabah berdasarkan klasifikasinya masing-masing, misalnya nasabah yang loyal secara karakter, modal.
3. Perpose,Hal ini untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, tujuan pengambilan kredit misalnya untuk modal kerja atau investasi.
4. Prospect,Pihak bank dalam hal ini akan menilai seberapa menguntungkan prospek usaha nasabah yang mengajukan kredit.
5. Payment,Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari mana saja dana untuk pengembalian kredit.6.Profitabilitas, Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba, apakah setiap periode mengalami peningkatan atau tidak.
7. Protection,Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.
jika seseorang menggunakan jasa kredit, maka ia akan dikenakan bunga tagihan.
e. Investasi Jangka PanjangDi bidang perekonomian, kata investasi sudah lazim di pergunakan dan sering diartikan sebagai penanaman uang dengan tujuan mencari untung. Dalam
kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, kata investasi diartikan lebih jelas, yaitu penanaman uang atau modal di suatu proyek atau perusahaan dengan tujuan untuk mencari untung di masa yang akan datang (Salim, 1991).Di Indonesia, topik investasi sudah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 13) Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, deviden, dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdaganganBAB III KESIMPULANaktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.
Pasiva adalah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang.
Manajemen aktiva dan pasiva dapat disusun dengan melalui 3manajemen yaitu : yang pertama manajemen kas yang didalamnya dapat dilakukan pengelolaan kas dengan 2cara yaitu mempercepat pemasukan kas dan memperlambat pengeluaraan kas, lalu yang ke 2 manajemen piutang dagang, manajemen piutang dagang merupakan aktiva lancar yang cukup penting. Besarnya piutang dagang tergantung dari penjualan kredit perperiode dan lamanya periode pengumpulan piutang, dan yang ke 3 ada manajemen sumber dana, manajemen ini adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat, perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya.
Selain penyusunan manajemen aktiva dan pasiva dalam hal ini juga terdapat konsep perhitungan biaya sumber dana, karena manajemen bank harus memperhitungkan seluruh biaya yang berkenaan dengan mobilisasi sumber dana dengan cermat dan akurat. Dan yang terakhir dalam manjemen aktiva dan pasiva terdapat manajemen penggunaan dana yang bisa diartikan dana yang diperoleh sebuah bisnis perbankan perlu dialokasikan dengan tepat. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan alokasi aktiva.
DAFTAR PUSTAKAhttp://hrmy.blogspot.com/2012/03/manajemen-aktia-dan-pasiva-bank.html
http://aldidoniprabowo.blogspot.com/2013/04/manajemen-penggunaan-dana.htmlhttp://dessputadoncia.blogspot.com/2013/05/bab-5-6-manajemen-aktiva-dan-pasiva-bank.htmlhttp://fajarnurhapiz.blogspot.com/2013/04/3-manajemen-aktiva-dan-pasiva.htmlhttp://akhmad-wildan.blogspot.com/2011/04/manajemen-penggunaan-alokasi-dana-bank.htmlhttp://denzfarid.blogspot.com/2012/03/manajemen-aktiva-dan-pasiva-bank.htmlhttp://mokhanugroho.blogspot.com/2012/03/manajemen-aktiva-dan-pasiva-bank.htmlhttp://r0s1.blogdetik.com/2012/03/14/manajemen-aktiva-dan-pasiva-bank/http://sulaimansyahrod.blogspot.com/2013/06/bab-5-bab-6-manajemen-aktiva-dan-pasiva.htmlhttp://faizaamin210159.blogspot.com/2012/05/manajemen-aktiva-dan-pasiva.html


Download Untuk makalah manajemen aktiva dan pasiva.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Untuk makalah manajemen aktiva dan pasiva. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon