October 12, 2016

UNIVERSITAS


Judul: UNIVERSITAS
Penulis: Putu Gunawan


UNIVERSITAS
Dhyana Pura
Jl. Raya Padang luwih, dalung, kuta utara, badung, bali. 80361 Telp. (0361) 426450 – 426451, fax (0361) 426452 E-mail :pplp-dp@indo.net.id, stim_dp@yahoo.com website : www.dhyanapura.ac.idwww.lintasdhyanapura.com
K E W I R A U S A H A A N
163901834925
Disusun Oleh :
Nama:PUTU JUNI GUNAWAN
Nim:2009210017
FAKULTAS EKONOMIKA DAN HUMANIORA
PROGRAM STUDY MANAJEMEN
KONSENTRASI MANAJEMEN PERHOTELAN
UNIVERSITAS DHYANA PURA
BADUNG
2013
KATA PENGANTAR
Dalam melemahnya perekonomian di Indonesia dalam mendukung sector jasa, dagang dan industry, maka diperlukan panduan dalam bentuk makalah sebagai pegangan dalam menimba ilmu tentang perekonomian Indonesia.
Buku ini memberikan panduan yang saya harapkan dapat berguna bagi mereka yang memiliki minat terhadap bidang kewirausahaan.Makalah ini dapat memberikan gambaran secara luas terhadap usaha kecil, menengah dan atas termasuk perkembangan ekonomi di Indonesia.
Saya mengharapkan makalah ini dapat menjadi acuan atau panduan untuk setiap mahasiswa jurusan ekonomi untuk mempelajari kewirausahaan. Khususnya bagi peminat atau semua pihak yang bergerak di bidang ekonomi dan wirausaha, terutama para praktisi dan pelaksana langsung dilapangan, khususnya bidang ekonomi. Diharapkan buku ini dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam mengenal dunia usaha di Indonesia apalagi kepada pemula – pemula usaha yang baru.
Saya sadari bahwa isi dari makalah ini belumlah lengkap dan sempurna sehingga masih banyak kekurangan – kekurangan yang tentunya dimasa mendatang akan saya perbaiki sehingga dapat meningkatkan mutu dari pada isi yang ada dalam makalah ini.

Salam Calon Wirausahawan
Kepada para calon wirausahwan yang saya banggakan, Marilah kita bersama – sama dalam membuat suatu lapangan pekerjaan mulai dini . Dalam Era Globalisasi saat ini kita akan menemukan adanya persaingan bisnis dunia terutama dalam bidang ekonomi.
Jadilah calon wirausahawan yang berani, jujur dan pantang menyerah dalam membuat usaha karena keputus asaan tidak akan membuat usaha yang kita buat akan sukses dimasa depan.
Jadikanlah diri anda sebagai wirausahawan yang mandiri serta kreativ agar tidak mengikuti atau mencontek serta meniru usaha yang sudah ada.
Salam
Reynald kasali

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR1
SALAM CALON USAHAWAN 2
DAFTAR ISI3
BAGIAN IPENDAHULUAN
1. Latar Belakang4
2. Jenis – Jenis Peluang Usaha5
3. Strategy Usaha4
4. Modal Usaha5
5. Masalah Kewirausahaan6
6. Solusi7
7. Tabel Prospektif Usaha 20138
BAGIAN IIPENUTUPAN
1. Kesimpulan9
2. Saran – Saran10
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Latar Belakang
s
eperti yang kita ketahui, bahwa Pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat per harinya, kesempatan dan lowongan kerja yang minim, serta pendidikan yang rendah, memotivasi setiap orang untuk mendirikan suatu usaha kecil dan menengah. Berwirausaha adalah jalan keluarnya.berwirausaha kini telah menjadi "gaya hidup" di kalangan masyarakat Indonesia. hanya bermodalkan minat, bakat serta kemampuan dalam mengelolanya mereka bisa mendapatkan profit yang cukup menjanjikan.
Salah satu tindakan pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia adalah menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya.Namun beberapa orang yang berpendidikan tinggi, tidak tertarik untuk menekuni profesi berwirausaha. minat mereka yang ingin bekerja di kantoran lebih tinggi. Karena menurut mereka,Semakin tinggi pendidikan mereka maka, semakin besar pula keinginan mereka untuk menduduki kursi kantoran dengan jabatan yang tinggi. Mereka yang tidak berani untuk mengambil risiko besar seperti berwirausaha. ini berarti mereka hanya ingin bekerja dengan orang lain hanya mengandalkan upah atau gaji. Namun, mereka belum menyadari bahwa semakin berkembangnya zaman, maka persaingan kerja pun semakin besar. Mereka yang berpendidikan tinggi pun belum tentu mampu menduduki jabatan yang tinggi .Buktinya adalah banyak lulusan-lulusan sarjana saat ini, belum mampu menjadi tumpuan ekonomi Negara. Malahan, mereka hanya menjadi pengangguran - pengangguran terdidik. Sebaliknya, lihatlah para orang-orang yang berwirausaha. Mereka yang berwirausaha mampu menjadi pendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi Negara. Hal ini lah yang sedang digencarkan oleh pemerintah. Pemerintah terus mengembangkan pertumbuhan persebaran para wirausahawan di seluruh daerah-daerah. Mereka melakukan kerjasama, pelatihan-pelatihan, serta bantuan secara moril dan materiil. Sehingga, dengan semakin banyaknya para wirausahawan di Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi tetap berjalan Dan menekan masalah pengangguran di Indonesia.
Sekarang, masalahnya adalah banyaknya para peminat orang-orang yang ingin berwirausaha namun tidak mempunyai modal financial. Padahal sesungguhnya, banyak sekali fakta-fakta kehidupan yang dapat kita lihat bahwa para wirausahawan yang sukses tidak berawal dari kondisi modal financial yang besar. Contohnya adalah anne avantie. Wantia yang lahir di Semarang,20 mei 1954 ini, mampu membuat hasil karya kebayanya dapat digunakan oleh sejumlah selebriti Indonesia hingga sejumlah ratu sejagad(miss universe) yang pernah dating ke Indonesia. Padahal, beliau hanyalah lulusan SMA dan tanpa pendidikan formal di bidang desain.Dan tahukah anda, beliau memulai usaha desain hanya bermodalkan 2 buah mesin jahit di rumah kontrakan.Tahun 2004, beliau mendapatkan penghargaan "Kartini Award" dari Ibu Negara atas kontribusinya dalam mengembangkan industri.

Modal keuangan tidak memiliki pengaruh besar dalam berirausaha. Yang dibutuhkan adalah Niat dan keberanian dalam mengambil risiko adalah modal utama dalam dengan kemampuan berwirausaha.
Jenis – Jenis Peluang Usaha
Meningkatnya kebutuhan ekonomi seseorang terkadang membuat seseorang harus lebih kreatif dalam memperoleh penghasilan sampingan maupun penghasilan utama. Jenis peluang usaha tahun 2013 yang tepat pun harus segera dicari bila tidak ingin tercekik kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi. Bebagai macam jenis usaha bisa kita pilih dan kemudian kita tekuni untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Berikut adalah jenis-jenis peluang bisnis yang menjanjikan dan bisa kita pilih salah satu.
Kerajinan tangan
Di daerah-daerah tertentu seperti Yogyakarta, Bali, dan Bandung sangat tersohor dengan kerajinan tangan yang dimiliki masyarakatnya. Mereka pun tak jarang membuat kerajinan dengan bertemakan kesenian atau yang menjadi ciri khas daerah tersebut, seperti replika; patung, candi, alat musik daerah dan masih banya contoh yang lainnya. Kita yang di daerah-daerah pun bisa meniru hal yang sama dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk dijadikan souvenir-souvenir menarik. Dengan jenis peluang usaha yang menjanjikan seperti ini, kita akan lebih produktif dalam mencari pendapatan dan tak selalu bergantung bekerja pada orang lain.
Usaha laundry
Tinggal di kawasan padat penduduk, nampaknya akan sangat menguntungkan bagi jenis peluang usaha sampingan ini. Usaha laundry bisa dibilang usaha yang relatif mudah dalam pengelolaannya. Modal pun bukan sesuatu yang menjadi beban berat bagi bisnis ini. Kita lihat saja kesibukan banyak orang di luar sana. Mereka tidak sempat mencuci baju karena kesibukan kerja yang sangat padat. Maka sudah saatnyalah kita hadir di tengah-tengah mereka.
Makanan Kecil
Suka dalam hal masak memasak seperti membuat berbagai macam masakan maupun ahli dalam membuat kue-kue basah, maka jangan sia-siakan ketrampilan yang kita miliki ini. Segeralah melangkah untuk memilih usaha di bidang makanan yang sesuai dengan bakat kita contoh; membuak warung makan sederhana, membuka usaha katering, memproduksi kue-kue basah untuk dijual di pasar pagi. Atau bila tidak punya cukup kemampuan dalam mengolah makanan, kita pun bisa menjadi tenaga penjual atau reseller dari produk makanan–makanan ringan yang bisa dengan mudah kita dapatkan di grosir-grosis khusus makanan ringan untuk kemudian kita kemas dan kita jual kembalike toko-toko.
Usaha minuman
Siapa yang tak butuh minum???semua orang tentu membutuhkan minum untuk melepas dahaga mereka. Tak butuh kehalian khusus, bila kita melihat potensi besar di pasar bisnis minuman ini, maka tak ada salahnya bila kita segera mengambil keputusan untuk berjualan minuman jenis tertentu.Contoh; es teler, es buah, es doger, es jus dan masih banyak lagi.

Strategi Usaha
Menjadi wirausahawan salah satu resolusi Anda yang harus tercapai tahun ini? Agar cita-cita Anda menjadi kenyataan, ada beberapa tip yang bisa Anda terapkan saat merintis usaha:
1. Target konsumen
Sebelum memikirkan banyak hal lain untuk merintis usaha, pastikan Anda sudah menentukan bangsa pasar terlebih dulu. Menentukan pangsa pasar akan memudahkan Anda untuk menentukan kualitas dan jenis produk usaha. "Produk yang dijual untuk konsumen kelas atas akan berbeda dengan konsumen kelas bawah," ungkap Triyana, Instruktur Bogasari Baking Center saat pelatihan memasak di Cilincing, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Dalam dunia kuliner misalnya, konsumen kelas atas dan bawah punya kecenderungan yang berbeda mengenai sajian makanan. Konsumen kelas atas akan lebih mementingkan rasa makanan saat memilih restoran. Sedangkan kalangan bawah akan lebih mementingkan banyak-tidaknya porsi makanan dibandingkan rasanya.
2. Merek usaha
Ciptakan merek usaha atau nama dagang yang mudah diingat dan menarik pelanggan. Jangan pilih nama yang terlalu sulit karena tidak akan mengesankan pelanggan. Nama yang sulit menyebabkan promosi dari mulut ke mulut juga sulit dijalankan.
3. Strategi promosi
Gunakan strategi promosi yang tepat di awal usaha untuk memperkenalkan dan menarik konsumen agar tertarik mencoba produk Anda.Misalnya dengan membuat brosur, spanduk, memberikan diskon (baik potongan harga maupun dalam bonus produk atau paket hemat).
4. Hitung semua biaya dengan teliti
Saat merinci modal usaha, hitunglah dengan teliti sampai biaya yang paling kecil.Hal ini berguna untuk mempermudah Anda menghitung semua kebutuhan agar tak kurang modal.Triyana mengungkapkan, satu kesalahan yang sering dilakukan para pengusaha pemula adalah tidak memperhitungkan biaya karyawan dengan tepat.
"Sekalipun di awal usaha Anda belum memiliki karyawan, namun Anda tetap harus memperhitungkan biaya tenaga kerja.Di sini Anda bertindak sebagai karyawan, sehingga sekecil apapun itu kinerja Anda harus diperhitungkan.Ini sebagai salah satu upaya penghargaan terhadap diri sendiri," jelasnya.
5. Menabung laba
Sekecil apapun laba usaha yang didapatkan dari hasil penjualan Anda, sebaiknya ditabung.Setelah laba terkumpul cukup banyak, jangan buru-buru membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang Anda inginkan.Gunakan laba untuk memperbesar usaha. "Selain itu, sisakan juga 80 persen dari laba untuk tabungan dan dana persiapan untuk membeli berbagai kebutuhan tambahan, termasuk memanjakan diri Anda," jelasnya.
Modal Usaha
Untuk memulai usaha, hal terpenting yang harus kita persiapkan adalah modal. Besar kecilnya modal tergantung dari besar kecilnya usaha yang akan didirikan. Modal adalah salah satu hal yang dapat mengokohkan suatu usaha. Modal dapat dibedakan atas beberapa jenis, misalnya keberanian, koneksi, pengetahuan, pengalaman, aset, serta dana tunai. Modal yang paling penting di sini ialah yang menyangkut tentang aset dan dana tunai.
Modal usaha dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu modal investasi, modal kerja, dan modal operasional.
modal investasi
adalah modal yang harus dikeluarkan di awal membuka usaha dan biasanya digunakan untuk jangka panjang, seperti modal bangunan, promosi dan lain sebagainya. Karena sifatnya yang berjangka waktu panjang, maka modal awal yang dikeluarkan ini cukup besar.
modal kerja
Yakni modal yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku untuk membuat barang dagangan. Modal kerja ini biasanya dikeluarkan tiap bulan atau ketika ada pesanan barang. Tanpa modal kerja, Anda tidak akan dapat memproduksi barang dagangan.
Modal operasional
adalah modal yang dikeluarkan rutin tiap bulan. Modal yang dimaksud di sini adalah modal untuk membayar gaji pegawai, membayar listrik, membayar air dan lain-lain. Dengan kata lain modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos di luar bisnis Anda secara langsung.
Banyak orang yang terkendala masalah modal ketika hendak memulai membangun sebuah usaha dan akhirnya tak sedikit orang mengurungkan niatnya untuk mendirikan usaha. Berikut ini adalah tips untuk memperoleh modal usaha :
Menabung
Sebelum merencanakan membuka usaha, sebaiknya Anda mempersiapkan dana-dana yang dibutuhkan dari jauh-jauh hari yaitu dengan cara menabung. Alangkah lebih baiknya memulai usaha dengan modal sendiri dibandingkan harus berhutang.
Menjual barang berharga
Apabila Anda membutuhkan modal besar dan tak memiliki banyak waktu untuk menabung, sebaiknya Anda menjual barang berharga yang Anda miliki.Barang berharga tersebut seperti perhiasan, kendaraan bermotor, dan lain-lain.
Minta bantuan keluarga
Tidak ada salahnya untuk melakukan hal ini ketika hendak membuka usaha, seperti meminjam ke saudara atau orangtua.Namun, usahakan untuk tidak meminjam secara kontinyu yang akan membuat Anda tidak mandiri.
Melakukan pinjaman
Untuk memperoleh modal usaha, Anda dapat memita pinjaman uang tunai dari pihak Bank.Hal ini tentu saja tidak gratis, Anda harus memberikan jaminan berupa surat-surat berharga.Usahakan untuk tidak melakukan pinjaman dengan bunga yang tinggi.
Sistem bagi hasil
Jika Anda menemukan kesulitan dalam memperoleh modal usaha dalam bentuk uang, sistem bagi hasil bisa menjadi solusi Anda. Sistem bagi hasil adalah bentuk kerja sama dengan pihak lain dengan membuat perjanjian yang jelas dan detail .Misalnya Anda mengeluarkan modal konsep dan tenaga, sementara rekan Anda mengeluarkan modal uang tunai.

Masalah Kewirausahaan
Pada umumnya, ada beberapa tantangan ataupun masalah yang dihadapi dalam menjalankan suatu usaha, diantaranya :
1. Ketidakmampuan Manajemen
Dalam kebanyakan UKMK, kurangnya pengalaman manajemen atau lemahnya kemampuan pengambilan keputusan merupakan masalah utama dari kegagalan usaha.Pemiliknya kurang mempunyai jiwa kepemimpinan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat bisnisnya berjalan.
2. Kurang Pengalaman
Idealnya, calon wirausahawan harus memiliki keterampilan teknis yang memadai (pengalaman kerja mengenai pengoperasian fisik bisnis dan kemampuan konsep yang mencukupi); kemampuan memvisualisasi, mengkoordinasi, dan mengintegrasikan berbagai kegiatan bisnis menjadi keseluruhan yang sinergis.
3. Lemahnya Kendali Keuangan
Dalam hal ini ada dua kelemahan mendasar yang perlu digarisbawahi, yaitu: kekurangan modal dan kelemahan dalam kebijakkan kredit terhadap pelanggan. Banyak wirausahawan membuat kesalahan pada awal bisnis dengan hanya "modal dengkul," yang merupakan kesalahan fatal.Wirausahawan cenderung sangat optimis dan sering salah menilai uang yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam bisnis. Sebagai akibatnya, mereka memulai usaha dengan modal yang terlalu sedikit dan tampaknya permodalan yang memadai tidak akan pernah tercapai mengingat perusahaan mereka memerlukan semakin banyak uang untuk mendanai pertumbuhannya. Selain itu, tekanan terhadap UKMK untuk menjual secara kredit sangat kuat. Dimana, beberapa manajer melihat peluang untuk mendapatkan keunggulan persaingan terhadap pesaingnya dengan cara menawarkan penjualan kredit. Apapun kasusnya, pemilik bisnis kecil harus mengendalikan penjualan kredit secara hati-hati karena kegagalan mengendalikannya dapat menghancurkan kesehatan keuangan bisnis kecil.
4. Gagal Mengembangkan Perencanaan Strategis.
Terlalu banyak wirausahawan yang mengabaikan proses perencanaan strategis, karena mereka mengira hal tersebut hanya bermanfaat untuk perusahaan besar saja. Namun, kegagalan perencanaan biasanya mengakibatkan kegagalan dalam bertahan hidup dan ini berlaku untuk keduanya usaha besar maupun usaha kecil.Sebab, tanpa suatu strategi yang didefinisikan dengan jelas, sebuah bisnis tidak memiliki dasar yang berkesinambungan untuk menciptakan dan memelihara keunggulan bersaing di pasar.
5. Pertumbuhan Tak Terkendali
Pertumbuhan merupakan sesuatu yang alamiah, sehat, dan didambakan oleh semua perusahaan, tetapi pertumbuhan haruslah terencana dan terkendali.Pakar manajemen Peter Drucker menyatakan bahwa perusahaan yang baru berdiri dapat diperkirakan mengalami pertumbuhan terlalu pesat dibandingkan dengan basis modal mereka apabila penjualan meningkat 40 sampai 50 persen.Idealnya, perkembangan harus didanai dari laba ditahan atau dari tambahan modal pemiliknya, tetapi sebagian besar bisnis mengambil pinjaman paling tidak untuk sebagian investasi modalnya.
6. Lokasi yang buruk
Untuk bisnis apapun, pemilihan lokasi yang tepat untuk sebagian merupakan suatu seni – dan untuk sebagian lagi ilmu.Sangat sering, lokasi bisnis dipilih tanpa penelitian, pengamatan, dan perencanaan yang layak.Beberapa wirausahawan memilih lokasi hanya karena ada tempat kosong.Akibat ketidaktepanan lokasi ini, penjualan tidak berkembang dan bisnis tersebut terancam gagal.
7. Pengendalian Persediaan yang Tidak Baik
Umumnya, investasi terbesar yang harus dilakukan manajer bisnis kecil adalah dalam persediaan, namun pengendalian persediaan adalah salah satu tanggung jawab manajerial yang paling sering diabaikan. Tingkat persediaan yang tidak mencukupi akan mengakibatkan kekurangan dan kehabisan stok, yang akhirnya mengakibatkan pelanggan kecewa dan pergi.
8. Ketidakmampuan Membuat Transisi Kewirausahaan
Berhasil melewati "tahap awal kewirausahan" bukanlah jaminan keberhasilan bisnis. Setelah berdiri, pertumbuhan biasanya memerlukan perubahan gaya manajemen yang secar drastis berbeda. Kemampuan-kemampuan yang tadinya membuat seorang wirausahawan berhasil seringkali mengakibatkan ketidakefektifan manajerial.Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk mendelegasikan wewenang dan melepaskan kegiatan pengendalian sehari-hari – sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh banyak wirausahwan.
Adapun prosedur dalam pemecahan masalah, langkah-langkahnya dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:
Kenalilah persoalannya secara umum.
Identifikasikan problem-problem utama yang terkait.
Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah
Carilah sebab-sebab problem tersebut,
Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan j alan keluar dari problem tersebut,
Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik,
Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.
Proses berpikir secara ilmiah dapat berlangsung dengan langkah-langkah yang sistematis, Berorientasi kepada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah.
Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan.
Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan.
Mengolah fakta-fakta dengan pola berpikir tertentu, baik secara induktif maupun deduktif.
Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.
Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat.
Menemukan dan meyakini gagasan.
Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.

Solusi
Masalah pengangguran merupakan kasus krusial yang menyebabkan lambannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Penyebab utama tingginya pengangguran di Indonesia antara lain : kurangnya lapangan kerja, rendahnya jenjang pendidikan yang dicapai masyarakat, minimnya ketrampilan yang dikuasai oleh sumber daya manusia.
Jika melihat data dari 8,32 juta orang pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2010, ternyata paling banyak didominasi para lulusan sarjana dan diploma. Hal ini tentu menjadi sangat ironis sekali karena dengan pendidikan yang dimiliki tentunya dapat menjadi modal untuk membangun Negara, bahkan dapat membantu Negara dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi pengangguran bukannya malah ikut serta menambah pengangguran. Oleh sebab itu menanamkan jiwa kewirausahaan kepada masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran, karena dengan melakukan  kegiatan wirausaha maka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga pada akhirnya diharapkan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mengapa kewirausahaan ? Setidaknya terdapat 4 alasan mengapa menciptakan sebanyak mungkin enterpreneur di suatu negara memiliki keterkaitan dengan kesejahteraan negara tersebut, yaitu :
Solusi bagi dirinya sendiri, karena mereka tidak perlu menganggur dan mereka adalah pencipta kerja bagi dirinya sendiri;
solusi bagi sesamanya, karena dari pekerjaan yang mereka ciptakan akan memberikan pekerjaan bagi yang lain;
solusi bagi komunitasnya, karena dari daya inovasi kreatifitasnya akan dapat merubah sumber daya menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat luas;
solusi bagi negara, karena dari hasil karya para enterpreneur negara memperoleh pendapatan melalui pajak yang dibayarkan, dimana hasil pajak ini berguna untuk membiayai pemerintahan dan kelangsungan pembangunan negara ini.
Banyak upaya yang ditempuh pemerintah dan elemen masyarakat lain untuk mendorong tumbuhnya lebih banyak enterpreneurship di Indonesia. Menurut A.B. Susanto, Managing Partner The Jakarta Consulting Group, seseorang enterpreneurship harus memiliki semangat serta kemampuan teknis yang memadai, selain itu juga memiliki kedisiplinan dan kepemimpinan. Dengan kata lain, disamping memiliki pengetahuan serta ketrampilan enterpreneurship, seorang enterpreneur juga harus memiliki kualitas kepemimpinan (leadership) yang baik. Perpaduan ini dapat disebut sebagai leadpreneurship.Orang-orang yang memiliki kualitas leadpreneurship yang tinggi adalah mereka yang mampu untuk mengubah sumber daya yang bernilai rendah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi melalui pengambilan resiko yang terukur dan kepemimpinan yang efektif.
Hal yang kemudian menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah membangun jiwa kewirausahaan dalam diri setiap individu  ?
Menyediakan pelatihan tentang kewirausahaan dan pengembangan  manajemen dengan tujuan untuk menyediakan para pengusaha fasilitas sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
Memberi pelayanan dan bimbingan setelah pelatihan selesai dilakukan untuk membantu pengusaha lama dan baru dalam mengelola bisnis mereka dengan efektif.Menyediakan fasilitas mentor bagi para pengusaha muda dan memberi kesempatan pada mereka untuk berkomunikasi dengan para pemilik bisnis sehingga mereka mampu mengembangkan bisnis mereka.
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan tidaklah cukup dengan hanya memberi bantuan berupa material, karena hal itu berarti tidak menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mereka hanya akan terbantu pada saat itu saja, tidak berusaha untuk memberdayakan kemampuan mereka sendiri. Keterampilan dan kemampuanlah yang mereka butuhkan.
Potensi dan Prospek Peluang Bisnis Rental Mobil di Tahun 2013
Peluang yang dapat di jadikan untung saat liburan dan hari lebaran tiba, salah satunya adalah bisnis rental mobil. Peningkatan usaha rental di indonesia diprediksi naik antara 20% hingga 30% per tahunnya. Dan juga akan meningkat ditahun 2013. Hal tersebut harus didukung dengan kondisi perekonomian yang relatif stabil dan iklim politik serta keamanan negeri yang kondusif, peluang bisnis rental mobil tetap menjanjikan dan bisa dipastikan akan terus bersinar hingga tahun 2013 dan beberapa tahun ke depan.Namun perlu diketahui bahwa usaha rental mobil ini termasuk jenis bisnis yang berisiko tinggi atau high risk.Bisnis ini tidak bisa dijalani hanya dengan modal kepercayaan kepada konsumen. Aneka macam risiko membayangi bisnis tersebut, seperti kecelakaan lalu lintas, mobil hilang akibat digadaikan atau bahkan dijual oleh konsumen hingga penyalahgunaan fungsi mobil untuk membantu tindak criminal

Tabel Prospektif Usaha 2013
Pertumbuhan ekonomi Indonesia atas dasar berlaku meningkat dari IDR 1.975,5 triliun pada kuartal I 2012 menjadi IDR 2.146,4 triliun di kuartal I 2013. Sejalan dengan Produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku, PDB atas harga konstan 2000 juga mengalami peningkatan dari kuartal I 2012 sebesar IDR 633,2 triliun menjadi IDR 662,0 triliun pada kuartal I 2013.
 Namun, sebagaimana telah diperkirakan oleh GAMA LEI, acuan yang dihasilkan Macroeconomic Dashboard untuk memprediksi keadaan ekonomi Indonesia di masa mendatang, laju pertumbuhan ekonomi kuartal I 2013 hanya mencapai 6,02%, lebih rendah dibandingkan dari periode yang sama tahun 2012 yang tercatat sebesar 6,29% ataupun dibandingkan dengan kuartal IV 2012 yang mencapai 6,1%. Ini sudah kedua kalinya GAMA LEI mampu memprediksi secara tepat mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat. Padahal saat itu pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan menguat. Bank Indonesia bahkan memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh 6,2% pada kuartal I 2013 karena ditopang investasi dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat. Selain itu, GAMA LEI juga berhasil mematahkan prediksi Asian Development Bank yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2013 akan membaik dan tumbuh mencapai 6,4%. Kenyataannya, perekonomian Indonesia di kuartal I 2013 justru lebih rendah dari perkiraan para analis, sesuai dengan hasil penelitian GAMA LEI bahwa perekonomian Indonesia di awal tahun 2013 lebih buruk dari tahun sebelumnya.
 
Selanjutnya, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2013 didorong oleh hampir semua sektor kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh sebesar -0,43% (YoY). Sementara itu, sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara year on year pada kuartal I 2013 adalah sektor Pengangkutan dan Komunikasi (9,98%), diikuti sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan (8,35%), dan sektor Konstruksi (7,19%).
 
Dari sisi pengeluaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2013 bersumber dari permintaan domestik yang menurun dan ekspor yang lemah.Konsumsi Rumah Tangga tumbuh melambat sejalan dengan menurunnya daya beli akibat inflasi bahan makanan dan meningkatnya ekspektasi inflasi terkait dengan ketidakpastian kebijakan subsidi bahan bakar minyak.Sementara Konsumsi Pemerintah tumbuh rendah di awal tahun karena masih terbatasnya serapan belanja, khususnya belanja barang. Di sisi lain, investasi cenderung melambat karena prospek permintaan domestik dan internasional yang lemah. Selain itu, investor diperkirakan mulai bersikap "wait and see" sejalan dengan mendekatnya Pemilu.Dengan melambatnya pertumbuhan investasi dan konsumsi, maka impor mengalami kontraksi. Secara year on year, sepanjang kuartal I 2013 Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,17%, Konsumsi Pemerintah 0,42%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5,90%, Ekspor 3,39%, dan Impor -0,44% .
 
Ada beberapa alternatif kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2013. Salah satunya adalah mendorong percepatan penyerapan anggaran pemerintah yang selama ini masih hanya berkontribusi tipis terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemerintah harus mampu menjaga consumer confidence dari masyarakat dengan menjaga daya beli masyarakat disertai inflasi yang rendah. Pemerintah juga perlu fokus dalam revitalisasi infrastruktur untuk meningkatkan investasi.Hal ini sangat mendesak untuk dilakukan karena investasi tidak semata-mata hanya berkaitan dengan masalah insentif namun juga berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, kelembagaan yang mendukung, serta kondisi makro ekonomi yang baik.
 
Meskipun pertumbuhan ekonomi melamban, tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga Februari 2013 mencapai 5,92% atau turun dibandingkan TPT Agustus 2012 yang tercatat sebesar 6,14%. Begitu juga bila dibandingkan dengan TPT Februari 2012 yang tercatat mencapai 6,32%. Penurunan tersebut sebenarnya tidak terlalu besar, hanya 440 ribu orang, dari 7,61 juta orang pada Februari 2012 menjadi 7,17 juta pada Februari 2013. Apalagi jumlah penduduk setengah menganggur meningkat, tercatat sebesar 12,77 juta orang pada Agustus 2012 menjadi 13,56 juta orang pada Februari 2013.
 
Dari sisi jumlah angkatan kerja, sepanjang Februari 2012 hingga Februari 2013 tercatat peningkatan angkatan kerja di Indonesia sebesar 780 ribu orang, dimana pada Februari 2012 angkatan kerja tercatat sebesar 120,41 juta sedangkan di bulan Februari 2013 jumlahnya naik menjadi 121,19 juta orang. Meskipun jumlah angkatan kerja meningkat, dalam satu tahun terakhir (Februari 2012 hingga Februari 2013) terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,45%.
 Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan perbaikan dalam hal jumlah angkatan kerja maupun penurunan tingkat pengangguran, meskipun jumlah penduduk setengah menganggur meningkat.
 
Tingkat partisipasi angkata kerja pada Februari 2013 sebesar 69,2 % menurun tipis dibanding Februari 2012 sebesar 69,66%. Sementara bila dibandingkan dengan Agustus 2012 masih cenderung naik karena pada periode itu tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat sebesar 67,88%.
  
Dilihat dari struktur lapangan pekerjaan hingga Februari 2013 belum ada perubahan yang signifikan, penyerapan tenaga kerja terbesar masih dikontribusikan dari sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan, dan sektor Industri .
Jika dibandingkan dengan kondisi pada Februari 2012, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2013 mengalami kenaikan terutama di sektor Perdagangan, tercatat naik sebesar 790 ribu orang (tumbuh sebesar 3,29%). Serupa dengan kondisi sektor Perdagangan, jumlah penduduk yang bekerja di sektor Konstruksi pada Februari 2013 juga mengalami peningkatan dibandingkan Februari tahun sebelumnya, tumbuh sebesar 12,95%. Penduduk yang bekerja di sektor Industri juga meningkat, dari 14,21 juta orang pada Februari 2012 menjadi 14,78 juta orang pada Februari 2013, atau tumbuh sebesar 4,01%. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan pada Februari 2013 adalah sektor Pertanian dan sektor Lainnya yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 3,01% dan 5,73% dibandingkan Februari 2012.
 
KESIMPULAN
Pengangguran di Indonesia dari tahun ketahun semakin meningkat ,Salah satu tindakan pemerintah dalam mengatasinya adalah menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya, tapi masih banyak orang yang tidak suka berwirausaha terutama pada kalangan muda , mereka lebih memilih untuk bekerja pada suatu instansi swasta maupun pemerintah.
Jenis – jenis peluang usaha yang kita ketahui adalah kerajinan tangan, usaha jasa, dan usaha minuman dan makanan, serta usaha perdagangan.
Strategi usaha meliputi target konsumen, merk usaha, strategi promosi, hitung biaya secara teliti, menabung laba.
Modal usaha meliputi modal investasi, modal kerja, modal operasional.
Masalah kewirausahaan meliputi ketidakmampuan manajemen, kurang pengalaman , lemahnya kendali keuangan, gagal mengembangkan perencanaan strategis, pertumbuhan tak terkendali, lokasi yang buruk, pengendalian persediaan yang tidak baik, ketidakmampuan membuat transisi kewirausahaan.
Solusi meliputi diantaranya,
Solusi bagi dirinya sendiri, karena mereka tidak perlu menganggur dan mereka adalah pencipta kerja bagi dirinya sendiri;
solusi bagi sesamanya, karena dari pekerjaan yang mereka ciptakan akan memberikan pekerjaan bagi yang lain;
solusi bagi komunitasnya, karena dari daya inovasi kreatifitasnya akan dapat merubah sumber daya menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat luas;
solusi bagi negara, karena dari hasil karya para enterpreneur negara memperoleh pendapatan melalui pajak yang dibayarkan, dimana hasil pajak ini berguna untuk membiayai pemerintahan dan kelangsungan pembangunan negara ini.
SARAN – SARAN
Saran saya dalam membuat makalah ini adalah marilah kita kaum muda saat ini kita mencoba untuk membuka suatu usaha yang berbentuk apapun , usaha jasa, dagang maupun industry.
Mencoba untuk tidak mengandalkan ijazah saja untuk bekerja pada usaha orang lain namun mencoba untuk membukak lapangan pekerjaan yang akan menguntungkan banyak orang juga.
Usaha yang akan kita buat diusahakan agar tidak menyerupai usaha orang lain yang berada di lingkungan kita, namun kita sebagai mahasiswa atau yang nantinya sarjana ekonomi harus memiliki jiwa inovatif.

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, E.W; Fornell, C and Lehmann, D.R, 1994, "Customer Satisfaction, Market Share, and Profitability: Findings From Sweden," Journal of Marketing, Vol.58,p.53-66
Band, William, A, 1991, CreatingValue for Customers, John Wiley and Sons Inc.
Basuswasta Dharmamesta, 1993, "Perilaku Berbelanja Pelanggan Era 90-an dan Strategi Pemasaran", Jurnal Ekonomi dan Bisnis, No. 1 VIII, Yogyakarta
Cooper, D.R dan Emory, C.W (1995), Bussiness Research Methods, Fifth Edition, USA: Richard D. Irwin, Inc.
Edvardsson, Thommason Bertie & Ovretveit John, (1994), Quality of Service:
Engel, J.F., Blackwell, R.D. and Miniard, P.W., (1995), Consumer Behavior, 8th Ed, Orlando: The Dryden Press.
Ferdinand A, 2004, Structural Equation Modelling Dalam Penelitian
Fuad Mas'ud, 2004, Survai Diagnosis Organisasional (Konsep dan Aplikasi), Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gasperz, V. (1997), Manajemen Kualitas: Penerapan Konsep-Konsep Kualitas dalam Manajemen Bisnis Total, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


Download UNIVERSITAS.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca UNIVERSITAS. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon