October 01, 2016

Tugas UAS Sistem Informasi Manajemen


Judul: Tugas UAS Sistem Informasi Manajemen
Penulis: Dendy Suarista


1. Pengembangan Sistem
Latar Belakang Perusahaan PT SUCOFINDO
PT. Superitending Company Of Indonesia (Persero) atau disingkat SUCOFINDO merupakan perusahaan inspeksi pertama di Indonesia yang melayani jasa inspeksi komoditas pertanian, seperti inspeksi beras untuk pengadaan stok nasional, jasa inspeksi tekhnik, inspeksi perdagangan maupun terhadap sarana perdagangan, sertifikasi system manajemen mutu, penerapan system keselamatan dan kesehatan kerja, sertifikasi produk, jasa konsultasi di bidang investasi dan laboratorium. Saat ini, 95% saham Sucofindo dimiliki Pemerintah Republik Indonesia, dan 5% oleh SGS. Pemerintah merencanakan privatisasi SUCOFINDO pada tahun 2008. Keanekaragaman jasa-jasa SUCOFINDO dikemas secara terpadu, jaringan kerja Laboratorium, cabang dan titik layanan di berbagai Kota di Indonesia serta didukung oleh 2.646 Tenaga Profesional yang ahli di bidangnya.
SUCOFINDO didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956 sebagai perusahaan inspeksi pertama di Indonesia yang 95% sahamnya dikuasai oleh Negara Republik Indonesia dan 5% dikuasai oleh Societe Generale de Surveillance (SGS) Holding, SA. Berawal dari perkembangan kegiatan perdagangan terutama terhadap komoditi pertanian, kelancaran arus barang dan pengamanan devisa Negara dalam perdagangan ekspor-impor, kemudian melalui kreatifitas, SUCOFINDO melakukan inovasi jasa-jasa baru pada basis kompetensinya seiring dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha.
Bisnis Jasa pertama yang dimiliki SUCOFINDO adalah cargo superintendence & inspection, kemudian melalui analysis study dan inovasi SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa, sehingga selanjutnya lahirlah jasa-jasa warehousing & forwarding, analytical laboratories, industrial & marine engineering, fumigation & industrial hygiene.
Aplikasi Konsep
Pengembangan Sistem Informasi Terpadu pada PT. SUCOFINDO menjamin kualitas data dan informasi.
Kemajuan di bidang teknologi dan informasi memberikan banyak kemudahan, namun juga menimbulkan banyak tuntutan dari para pemangku kepentingan, misalnya transparansi informasi, ketersediaan informasi, serta layanan informasi yang lengkap dan mudah diakses. Di bidang pemerintahan, sistem informasi terpadu dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik, menyajikan data yang dimiliki pemerintah, memantau efektivitas regulasi/kebijakan, merencanakan pembangunan daerah secara terpadu, serta membantu penerapan good governance. Hal ini bertujuan agar publik terlayani.Sementara di sektor bisnis, keberadaan teknologi informasi bertindak sebagai business enabler dalam peningkatan kinerja dan peningkatan transparansi dalam penerapan good corporate governance. SUCOFINDO berpengalaman untuk mengembangkan sistem informasi, mulai dari tahap identifikasi kebutuhan, pengembangan, pemastian efektifitas pelaksanaan, sampai dengan pengembangannya secara berkesinambungan.
Solusi
Teknologi informasi di setiap organisasi perlu dikembangkan untuk bisa menjamin ketersediaan data dan informasi yang berkelanjutan, berkualitas, terkini dan mudah diakses. SUCOFINDO mememiliki pengalaman luas dalam menyediakan jasa pengembangan sistem informasi terpadu, antara lain yang terkait dengan manajemen penanaman modal, perizinan penangkapan ikan, pemantauan kualitas lingkungan secara on-line, penerbitan Surat Keterangan Asal produk ekspor, dan penerbitan Single Identity Number di bidang kependudukan. Sehingga hal ini diharapkan akan menunjang efisiensi di dalam SUCOFINDO.
Pelaksanaan
Pengembangan sistem informasi terpadu oleh SUCOFINDO dalam lingkup yang luas akan didukung dengan peraturan-peraturan yang berlaku, serta data dan informasi yang dikumpulkan secara periodik oleh berbagai lembaga. Kami menggunakan pendekatan kondisi dan pendekatan kebutuhan dengan metodologi system standard (system development live cycle) dan mengacu ke sesedikitnya 4 fungsi:
Fungsi Operasional
Sistem informasi yang dibangun harus mampu membantu pekerjaan operasional rutin sehingga mengurangi beban dan memudahkan penyelesaian pekerjaan serta meningkatkan kinerja. Dalam kaitan ini, komunikasi intensif dengan user sangat diperlukan.
Fungsi Promosi
Sistem informasi harus memuat data dan informasi program dan peningkatan kualitas hasil program pengelolaan yang disajikan secara informatif, terstruktur dan didukung oleh media interaktif/video atau dokumentasi lain. Sasaran fungsi promosi diantaranya pelanggan, auditor, pemerintah, masyarakat dan atau karyawan internal dalam konteks sosialisasi program.
Fungsi Pengembangan
Sistem informasi terpadu harus dapat dikembangkan sesuai perkembangan kebutuhan dengan dukungan trend data dan informasi yang dikumpulkan.
Fungsi Penilaian Kinerja
Sistem informasi didesain dengan kemampuan telusur dan konsistensi pengumpulan data dan informasi secara periodik sehingga kinerja pengelolaan lintas bagian dapat terukur dan terdokumentasikan dengan baik. Hal ini dapat membantu penilaian kinerja secara tepat baik bagi kepentingan internal maupun kepentingan program pemerintah.
Manfaat
Bagi kalangan pemrakarsa/usaha, sistem informasi terpada mempermudah perolehan data untuk dapat dijadikan faktor kajian kelayakan usaha, pemilihan jenis usaha, penganggaran biaya usaha, serta, meningkatkan kinerja pengelolaan usaha yang tentunya akan meningkatkan citra perusahaan.
Bagi pemerintah, sistem informasi memberikan kemudahan dalam melakukan pemantauan dan pengawasan wilayah, menyusun perencanaan dan melakukan penilaian kinerja dalam rangka penerapan keadilan berusaha, sekaligus mendukung pelaksanaan good governance, transparansi layanan publik dan peningkatan akuntabilitas.
Bagi masyarakat, sistem informasi memudahkan keterlibatannya untuk berperan aktif dalam menangani masalah dan berantisipasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan.
Bagi LSM/NGO dan pemerhati, sistem informasi memudahkan pemilihan prioritas kajian, penyaluran bantuan kepedulian di berbagai bidang.
Ilustrasi
447675016021040044481751601470004438650123063000
Kesimpulan
SUCOFINDO adalah perusahaan jasa inspeksi pertama di Indonesia. SUCOFINDO didirikan pada tahun 1956 dan memiliki cakupan jasa yang lengkap serta laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan SUCOFINDO memiliki titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia dan bermitra dengan perusahaan-perusahaan inspeksi asing yang memiliki jaringan global. Jasa sesuai kebutuhan pelanggan SUCOFINDO menawarkan solusi tepat dan efektif yang sesuai dengan kebutuhan klien. Untuk mendukung hal ini SUCOFINDO melakukan pengembangan di bidang sistem informasi guna menunjang kinerja dari perusahaan. Dengan melakukan pengembangan sistem informasi di 4 bidang fungsi yaitu fungsi operasional, fungsi promosi, fungsi pengembangan dan fungsi penilaian kinerja, diharapkan kinerja SUCOFINDO dapat berjalan efektif dan efisien dan dapat memenuhi kepentingan para stakeholder yang ada yaitu dari pihak pemerintah, masyarakat dan LSM.
2. Supply Chain Manajemen
Latar Belakang Perusahaan PT Hero Supermarket Tbk
PT Hero Supermarket Tbk merupakan industri ritel pasar swalayan (supermarket) terbesar di Indonesia yang berawal dari sebuah usaha kaki lima gerobag dorong yang berlokasi di Jl. Pintu Besar Selatan pada tahun 1951. Sebelumnya usaha keluarga ini mulai dirintis di Cibadak, Sukabumi. Melihat peluang dan kesempatan yang lebih besar di Jakarta maka akhirnya diputuskan untuk dipindahkan ke ibukota.Tahun 1954 Hero mulai "dibesarkan" dengan didirikannya CV. Hero untuk keperluan mengimpor produk makanan dan minuman dari luar negeri. Usaha tersebut ternyata berkembang pesat sehingga di tahun 1971 gerai Hero yang pertama resmi dibuka. Gerai pertama Hero Mini Supermarket tersebut berlokasi di Jalan Faletehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diresmikan pada tanggal 15 Agustus 1971 oleh M.S. Kurnia (Alm.). 
Pertama kali PT Hero Minimarket go public adalah pada tanggal 30 Juni 1989 dengan menjual sahamnya pada masyarakat luas dan sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan retail pertama yang go public dan resmi bernama PT Hero Supermarket Tbk. Melihat besarnya respon dan peluang pasar yang ada, maka pada Februari 1998 PT Hero Supermarket Tbk. memutuskan beraliansi dengan Dairy Farm Hongkong yang juga sekaligus menyumbangkan pengalaman internasional dan keahlian yang besar manfaatnya bagi manajemen Hero.
PT Hero Supermarket Tbk telah mendirikan berbagai gerai yang tersebar diseluruh Indonesia dimana gerai-gerai tersebut adalah Hero Supermarket, Giant Ekstra, Giant Ekspres, Star Mart Convenience Store dan Guardian Health and Beauty Store. Pada tahun 2014 nanti PT Hero Supermarket Tbk akan menambahkan satu gerainya lagi, yaitu IKEA yang menyediakan berbagai kebutuhan perkakas rumah.
Kepemilikan Hero diambil alih oleh Giant. Dominasi raksasa ritel asal Hong Kong, Dairy Farm, di PT Hero Supermarket Tbk (HERO) semakin kokoh. Ini terjadi setelah PT Hero Pusaka Sejati, salah satu pemegang saham HERO, melepas 24,54% sahamnya kepada Mulgrave Corporation B.V. yang merupakan anak usaha Dairy Farm. Pada November 2013, tercatat bahwa PT Hero Supermarket Tbk telah memiliki 37 cabang HERO, 49 cabang Giant Ekstra, 112 cabang Giant Ekspres, 289 cabang Guardian Health and Beauty Store dan 151 cabang Star Mart Convenience Store di seluruh Indonesia. 
Aplikasi Konsep
PT. Hero Supermarket Tbk. menerapkan aplikasi e-SCM untuk meningkatkan kelancaran pasokan bahan baku, pengiriman dan hubungan dengan antar bagian dalam perusahaan, serta hubungan dengan distributor dan pemasok, oleh karena itu PT. Hero Supermarket Tbk. menggunakan aplikasi e-SCM agar dapat mencapai efisiensi dan efektivitas dalam proses bisnisnya. Dengan menggunakan e-SCM ini, aliran informasi antar perusahaan dengan pemasok dan distributor maupun aliran informasi di dalam perusahaan menjadi lebih cepat karena internet dapat menyediakan akses informasi kapan saja ketika informasi tersebut dibutuhkan. Aplikasi ini dirancang untuk menyajikan informasi bagi distributor, pihak internal perusahaan dan pemasok berbasis web.
Supply chain management adalah metode atau pendekatan terintegrasi untuk mengelola aliran produk, informasi dan uang secara terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak. Sedangkan e-Supply Chain Management adalah suatu konsep manajemen dimana perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, terutama yang berhubungan dengan sistem pemasokan barang. eSCM juga mengintegrasikan perusahaan secara virtual dengan para vendor, pelanggan dan mitra bisnisnya.
Software yang digunakan oleh PT. Hero Supermarket Tbk. dalam rangka meningkatkan efisiensi dan meningkatkan pelayan kepada konsumennya menggunakan customer-driven supply chain management (SCM) yang merupakan bagian dari SAP. Software ini membantu PT. Hero Supermarket Tbk. untuk bisa mengakses dynamic market information dan real-time insight into demand. Keunggulan dari program SAP ini adalah sebagai berikut:
Meningkatkan akurasi peramalan dan mengoptimalisasi inventori sehingga kepuasan konsumen bisa meningkat
Meningkatkan service levels, hone brand strategy, and mengurangi batasan vendor
Mengirimkan produk tepat waktu – bagaimana, kapan dan dimana konsumen menginginkannya
Mengurangi biaya operasional dan meminimalisir biaya transportasi.
Ilustrasi

Kesimpulan
Dengan menerapkan supply chain management PT. Hero mampu melakukan efisiensi dalam proses bisnisnya selain itu juga dapat meminimalisir biaya-biaya yang timbul seperti biaya operasional dan biaya transportasi. Melalui penerapan supply chain management, PT. Hero mampu dengan segera memenuhi permintaan pelanggan karena dengan menerapkan supply chain management maka informasi mengenai aliran produk menjadi lebih mudah didapatkan oleh PT. Hero sehingga hal ini tentu mendukung proses pengiriman dan ketepatan waktu produk sampai di konsumen menjadi lebih cepat.
3. Proses Pengambilan Keputusan
Latar Belakang Perusahaan PT. Inti
Berpusat di Bandung dengan 695 orang karyawan tetap (posisi Maret 2009), PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) telah berkiprah dalam bisnis telekomunikasi selama 35 tahun. Pelanggan utama INTI antara lain adalah "THE BIG FOUR" operator telekomunikasi di Indonesia; Telkom, Indosat, Telkomsel dan XL.
Sejak berkembangnya tren konvergensi antara teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi (IT), INTI telah melakukan perubahan orientasi bisnis dari yang semula berbasis pure manufacture menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman, khususnya dalam bidang sistem infokom dan integrasi teknologi.Selama dua tahun terakhir INTI menangani solusi dan layanan jaringan tetap maupun seluler serta mengembangkan produk-produk seperti IP PBX, NMS (Network Management System), SLIMS (Subscriber Line Maintenance System), NGN Server, VMS (Video Messaging System), GPA (Perangkat Pemantau dan Pengontrol berbasis SNMP), Interface Monitoring System untuk jaringan CDMA, dan Sistem Deteksi dan Peringatan Bencana Alam (Disaster Forecasting and Warning System).
Memasuki tahun 2009, PT INTI mulai mencari peluang-peluang bisnis dalam industri IT, termasuk kemungkinan untuk bergabung dalam usaha mewujudkan salah satu mimpi dan tantangan terbesar Indonesia saat ini, yaitu membuat komputer notebook murah. Ini adalah satu tantangan yang besar bagi INTI.
Aplikasi Konsep
Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik) merupakan prinsip-prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggung-jawabannya kepada stakeholders. Prinsip-prinsip tersebut dijadikan sebagai perangkat standar yang bertujuan untuk memperbaiki citra, efisiensi, efektifitas dan tanggung-jawab sosial perusahaan. Perangkat tersebut dapat menyelaraskan kepentingan prinsipal dan agen melalui supervisi, monitoring dan mekanisme pengendalian keputusan dan kinerja perusahaan.Prinsip-prinsip GCG :
Transparansi adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan, dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
Akuntabilitas adalah kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggung-jawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
Responsibilitas adalah kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan terhadap per-uu dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan per-uu yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
Independensi adalah suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan per-uu yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
Fairness adalah keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan per-uu yang berlaku.
GCG saat ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG di BUMN.
Tujuan Penerapan GCG di BUMN adalah:
Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung-jawab dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat baik secara nasional maupun internasional.
Mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien,serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Komisaris, Direksi, dan Pemegang saham.
Mendorong agar Pemegang Saham, Komisaris,Direksi dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap per-uu yang berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung-jawab sosial perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan
Meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional.
Meningkatkan iklim investasi nasional.
Mensukseskan program privatisasi.
Bagi INTI, GCG saat ini bukan lagi hanya merupakan sebuah sistem atau seperangkat aturan, namun sudah merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan.
Implementasi GCG di INTI
Proses implementasi GCG INTI dilaksanakan secara sistematis melalui Road Map GCG INTI yaitu Tahap Pembangunan Perangkat GCG yang dimulai dengan membentuk Komite Tata Kelola Perusahaan (GCG) untuk membangun dasar penerapan GCG pada tahun 2004. Penyusunan Perangkat Dasar GCG tersebut dimulai pada tahun 2004 dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Mengeluarkan SKD KN 001/2004, tentang Kebijakan dan Pedoman Penerapan Tata Kelola Perusahaan (GCG)
Mengeluarkan SKD 024/KP.00/104040/2004 tentang Pembentukan Komite Tata Kelola Perusahaan (GCG)
Study Banding Komite GCG ke PT Krakatau Steel
Pembekalan Komite GCG dari Konsultan GCG
Studi literatur
Pada tahun 2005 implementasi GCG di INTI dilanjutkan dengan langkah-langkah penting sebagai berikut:
Mengeluarkan SKD 036/KP.00/204030/2005 tentang pembentukan Komite Tata Kelola Perusahaan (GCG)
SKD KN 021/2005 tentang Buku Etika Perusahaan
Penyusunan Buku Etika Perusahaan
Penyusunan Buku kumpulan peraturan/kebijakan landasan operasional GCG
Penyusunan Buku Self Assessment
Sosialisasi GCG di lingkungan perusahaan melalui penyebaran Buku Etika Perusahaan, penjelasan GCG dan buku etika perusahaan
Forum komunikasi karyawan mengenai GCG melalui media intranet jaring
Self Assessment penerapan GCG di PT INTI oleh Komite GCG INTI
Penyebaran penegasan etika perusahaan /kode etik
Penandatangan ketaatan terhadap kode etik
Pembentukan komite-komite pada organisasi Dewan Komisaris
Penandatangan kesepakatan percepatan implementasi GCG oleh Direksi
Audit GCG oleh Internal Audit
Pada tahun 2006 dilakukan Asesmen GCG yang dilaksanakan oleh lembaga asesor independen sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Negara BUMN, dengan skor 51 (72%) dan total skor 70,75. Selain itu dilakukan penyusunan Kerangka Kerja Implementasi GCG.
Pada tahun 2007 dilakukan tindak lanjut hasil asesmen berdasarkan Kerangka Kerja Implementasi (KKI) serta penyusunan konsep-konsep evaluasi penerapan GCG di lingkungan internal perusahaan yang berupa self assessment manual, kuesioner, lembar kerja, dan penilaian.
Pada tahun 2008 dilakukan kegiatan-kegiatan GCG sebagai berikut:
Evaluasi penerapan GCG unit kerja INTI. Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Komite GCG terhadap unit kerja PKBL, SDM & Setper, Pusbispro, dan RICE. Hasilnya tidak ada skor, namun berupa catatan-catatan kondisi faktual dan kondisi yang diharapkan.
Tindak lanjut hasil asesmen 2006 berdasarkan Kerangka Kerja Implementasi.
Sosialisasi penerapan GCG sebagai bagian dari sistem manajemen perusahaan.
Perubahan anggaran dasar (responsibilitas)
 Kegiatan GCG pada tahun 2009 adalah:
Sosialisasi Hukum & GCG (KPK)
Kebijakan Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah
Kebijakan Benturan Kepentingan
Penunjukkan GCG Ambassadors
Vendor Gathering (transparansi, fairness)
Sosialisasi Kebijakan-Kebijakan baru GCG
Pemberian penghargaan kepada anak-anak berprestasi dari karyawan (SR)
Perbaikan kesejahteraan karyawan (fairness, responsibilitas dalam hubungan industri)
Dengar Pendapat dengan DPRD kota: partisipasi perusahaan bagi penyandang cacat (social responsibility)
Peluncuran Budaya "Harmony"
Peluncuran Kebijakan "Whistle Blowing System"
Perundingan "Perjanjian Kerja Bersama" (fairness/kesetaraan)
Forum Komunikasi Manajemen dan Karyawan (berkala)
Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
Audit ISO 9001 - 2008 (responsibilitas)
Sertifikasi Sistem Manajemen K3 (bendera perak responsibilitas)
Laporan Manajemen (berkala, akuntabilitas, responsibilitas)
Perbaikan Tata Cara Pengadaan
Perkembangan implementasi GCG sampai bulan Juli 2010 pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Perubahan sistem karir, job tender (fairness, akuntabilitas)
Pembaharuan Pokok-Pokok Kebijakan manajemen SDM
Sosialisasi Kebijakan Whistle Blowing System, Budaya Harmony, Peraturan Hukuman Disiplin (compliance program)
Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (lanjutan 2009)
Implementasi GCG INTI dapat dilihat pada kegiatan sehari-hari perusahaan yang antara lain telah menerapkan E-auction guna transparansi pengadaan barang dan jasa, memberdayakan website INTI untuk keterbukaan informasi, publikasi laporan keuangan perusahaan, perbaikan berbagai peraturan. Untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan standar pencapaian praktek GCG di INTI dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi praktek GCG secara teratur dan berkesinambungan.
Ilustrasi

Kesimpulan
Proses pengambilan keputusan dari PT. Inti dituangkan kedalam tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Dasar Tata kelola perusahaan PT. Inti telah dibuat dan diimplementasikan pada tahun 2004 dan kemudian dilanjutkan hingga sekarang. Melalui proses pengambilan keputusan yang seperti ini diharapkan PT. Inti mampu untuk memperbaiki citra, efisiensi, efektifitas dan tanggung-jawab sosial perusahaan. Tata kelola perusahaan tersebut juga dapat menyelaraskan kepentingan prinsipal dan agen melalui supervisi, monitoring dan mekanisme pengendalian keputusan dan kinerja perusahaan. Melalui 5 aspek yaitu akuntabilitas, fairness, independensi, transparansi dan responsibilty, PT. Inti ingin selalu mengedepankan profesionalitas dalam setiap pengambilan keputusan tanpa dipengeruhi oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Sehingga hal ini akan mampu meningkatkan nilai dari perusahaan.
4. E-Commerce
Latar Belakang Perusahaan PT. Garuda Indonesia
PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda Indonesia), pertama kali didirikan dengan nama Garuda Indonesian Airways N.V. yang berkedudukan di Jakarta Pusat berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 137 tanggal 31 Maret 1950. Status ini kemudian berubah menjadi PT Garuda Indonesia (Persero) tahun 1975.
Perkembangan e-Commerce yang digunakan oleh industri penerbangan domestik di Indonesia untuk mendukung value bisnisnya juga diterapkan oleh pioneer penerbangan Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda Indonesia). Garuda Indonesia menerapkan e-Commerce tentunya dengan tujuan meningkatkan daya saing jasa pelayanannya sehingga tercipta biaya yang rendah (cheaper), pelayanan yang cepat (faster) dan kualitas yang diinginkan oleh perubahan customer behavior dan lingkungan eksternal lainnya (better). Pada kesempatan kali ini tim penulis mencoba mengkaji penerapan e-Commerce yang terdapat pada Garuda Indonesia, dengan ruang lingkup yang terkait dengan peningkatan daya saing perusahaan, structural analysis, strategi kompetisi yang dijalankan, serta identifikasi web business model-nya.
Aplikasi
Layanan dari Garuda Indonesia adalah jasa penerbangan niaga berjadwal dengan rute domestik. Layanan ini pula yang dijadikan Garuda Indonesia sebagai objek dari e-Commerce yang dibangunnya melalui web yang dimiliki, yaitu:
brand Garuda Indonesia : http://www.garuda-indonesia.com/e-Commerce yang dikembangkan oleh Garuda Indonesia memakai bentuk Business to Customer (B2C) dan Business to Business (B2B) dengan model bisnis manufacturer (direct) model. Dikatakan memakai jenis e-Commerce B2C karena Garuda Indonesia merupakan produser yang memasarkan jasanya secara umum melalui web dan membeberkan jasa berdasarkan permohonan (on demand), dimana konsumen melakukan inisiatif terlebih dahulu, misalnya dengan melakukan booking online, yang kemudian direspon oleh Garuda Indonesia. Sedangkan B2B dilakukan Garuda Indonesia untuk pemasaran jasanya melalui agen atau korporasi. Model binis manufacturer (direct) model dilakukan Garuda Indonesia dengan menggunakan kekuatan web untuk menjangkau para konsumennya terutama dipakai untuk menyentuh pembeli secara langsung dengan tujuan efisiensi, peningkatan pelayanan konsumen dan mengerti customer preferences. Selain itu, Garuda Indonesia juga menggunakan web sebagai media promosi seperti jasa dan layanan yang baru, juga tempat wisata. Hal ini akan membantu calon penumpang mengerti secara lengkap apa yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia.
Fitur e-Commerce untuk brand Garuda Indonesia sangat lengkap bila dibandingkan dengan fitur e-Commerce dari brand maskapai penerbangan lainnya. Garuda Indonesia menawarkan e-Commerce terpadu yang disebut dengan 28 Customer Touch Points yang memungkinkan calon/penumpang Garuda Indonesia mengakses service online dari before flying sampai after arrival yang disediakan melalui web.
Fitur-fitur tersebut sangat jelas dan mudah dimengerti. Beberapa fitur tersebut adalah:
· Book Flight
Calon penumpang Garuda Indonesi dapat melakukan pemesana tiket secara online melalu web. Terdapat beberapa pilihan yang harus diputuskan oleh calon penumpang, antara lain kota asal dan kota tujuan penerbangan, tanggal keberangkatan dan kepulangan, jenis tiket apakah one-way atau return, kelas penerbangan, dan jumlah penumpang dewasa serta anak-anak.
· Check In dan e-Ticketing
Check In secara online ini sangat berguna sekali bagi konsumen yang misalnya memiliki waktu terbatas untuk menunggu antrian check in secara manual di bandara. Dengan adanya check in online akan sangat meningkatkan efisiensi waktu bagi konsumen, sekaligus kenyamanan tanpa
mengantri secara manual. Di check in secara online, konsumen juga dapat memilih tempat duduk sesuai dengan kelas penerbangan yang telah dibayar. Bagi Garuda Indonesia sendiri, proses ini sangat menguntungkan, karena selain meningkatkan proses layanan kepada pelanggannya, crew Garuda dapat langsung mengetahui ketersediaan bangku yang belum terisi, danpelay anan di bandara menjadi lebih efisien karena sudah terdapat tiket elektronik.
· Show Schedule and Tariff
Dengan adanya jadwal dan tarif untuk setiap rute yang diperbarui setiap hari akan memudahkan calon penumpang untuk menyesuaikan waktu penerbangan yang akan dilakukan dan pembayaran yang akan dilakukan.
· e-Payment
e-Payment memudahkan calon penumpang Garuda Indonesia untuk pembelian tiket secara online lewat web Garuda Indonesia. Setelah melakukan reservasi, calon penumpang Garuda Indonesia akan menerima booking code dan 13 digit payment code. Untuk pembayaran melalui kartu kredit Visa atau Master Card, calon penumpang dapat langsung menelepon call center Garuda di 08041807807 atau (021) 23519999 lalu menyebutkan 16 digit nomer kartu kredit sebaga otorisasi pembayaran. e-Payment dapat juga dilakukan menggunakan ATM dari berbagai bank, antara lain BCA, BNI, Bank Mandiri, Bank Niaga, Lippo Bank, Permata Bank, BRI dan BII; Telehone Banking dari Bank Mandiri, BNI and BCA; Mobile Banking dari Bank Mandiri, BCA dan Permata Bank; Internet Banking dari Bank Mandiri, BCA, BNI dan Lippo Bank.
· Promotion and Touch the Feel
Garuda Indonesia melalui web-nya, juga melakukan promosi atas produk layanan yang dimilkinya. Promosi ini sangat ditunjang dengan adanya pengembangan touch point, dimana calon penumpang yang akan membeli tiket Garuda Indonesia akan merasakan bagaimana dilayani secara online, mulai dari proses reservasi, pembayaran, memperoleh tiket, check-in, sampai kedatangan. Dimana Garuda Indonesia mampu menyajikan lokasi-lokasi terbaik untuk tempat pariwisata di kota tujuan penerbangan yang dipilih calon penumpangnya sekaligus fasilitas hotel dan transportasi yang dapat dipilih sesampainya di kota tujuan.
Brand Garuda Indonesia mengembangkan dua jenis e-Commerce, yaitu Business to Business dan Business to Customer. B2B dilakukan Garuda dengan menyediakan Coporate Online dan Agency Online, sedangkan B2C dilakukan dengan personnal online booking.
Ilustrasi
Corporate/Agency Online
Suatu perusahaan yang akan masuk ke B2B dengan Garuda Indonesia diwajibkan mengisi data perusahaan secara online.




Gambar 1. Proses Registrasi dalam e-Commerce B2B Garuda Indonesia
Bagi Perusahaan keuntungan bertransaksi B2B dengan Garuda Indonesia adalah:
· Special Corporate Fares dengan diskon yang atraktif baik untuk kelas penerbangan bisnis dan ekonomi.
· Priority waiting list
· Incentives awarding
· Fasilitas 25pecial untuk dapat mengkreditkan VAT pada tiket.
· Laporan yang komprehensif setiap bulannya
· Pembelian dan pemesanan tiket melalui berbagai cara dengan menyebutkan corporate memberhip, yaitu GA Sales Office, Corporate Online Payment, Corporate Online Booking dan Corporate appointed Travel Agencies
Gambar 2. Security Control dan Authetication Web Garuda
Kesimpulan
Dengan e-commerce Garuda dapat lebih informatif dan atraktif dalam menarik minat konsumen. Selain itu e-commerce sendiri telah memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian tiket atau membooking tiket. Dan juga melalui e-commerce, konsumen dapat melakukan perbandingan layanan penerbangan dengan maskapai lain. Sehingga melalui e-commerce, konsumen dapat memilih maskapai penerbangan yang tepat untuk penerbangannya. Sehingga dapat disimpulkan e-commerce telah memberikan efisiensi di sisi konsumen maupun di sisi maskapai.
Daftar Pustaka
https://www.garuda-indonesia.com
https://www.hero.co.idhttp://sally50.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2013/08/Tugas-E-Business-Hero-Group1.docxhttp://www.inti.co.id/index.php/who-we-are/gcghttp://www.sucofindo.co.id/kebijakan%20pemerintah%20untuk%20pertanian/238/pengembangan-sistem-informasi-terpadu.html


Download Tugas UAS Sistem Informasi Manajemen.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Tugas UAS Sistem Informasi Manajemen. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon