October 06, 2016

TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN


Judul: TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN
Penulis: Limutia Dilla


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir, bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup. Dengan kata lain, pendidikan itu sangat penting bagi manusia. Pentingnya pendidikan ini telah di teliti oleh beberapa tokoh dan para pemikir tentang pendidikan. Sebagai generasi penerus, kita perlu mengetahui sejarah mengenai tokoh pendidikan tersebut. Begitu banyak ide yang telah mereka gagaskan untuk mengungkapkan pentingnya pendidikan dalam kehidupan. Tokoh-tokoh tersebut tidak hanya dari dalam negeri saja, namun juga ada tokoh-tokoh dari luar negeri. Negara Indonesia merupakan Negara yang berkembang begitu juga pendidikannya. Jadi kita harus tahu bagaimana pengaruh tokoh pendidikan terhadap pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:
1. Siapakah tokoh pendidikan yang berpengaruh dari luar negeri?2. Siapakah tokoh pendidikan yang berpengaruh dari Indonesia?
3. Bagaimana pengaruh tokoh-tokoh pendidikan terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia?
Tujuan
Untuk mengetahui tokoh pendidikan yang berpengaruh dari luar negeri
Untuk mengetahui tokoh pendidikan yang berpengaruh dari Indonesia
Untuk mengetahui pengaruh tokoh-tokoh pendidikan terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
Tokoh Pendidikan yang Berpengaruh dari Luar Negeri1.     Tokoh Pestalozzi (1746-1827)a.      Pestalozzi adalah tokoh pertama yang dipengaruhi oleh Rousseau yang mencoba, ia katakan sendiri, mempsikologikan pendidikan (to psychologize education)b.     Perjalan hidupnyaIa dilahirkan di Zurich. Ayahnya seorang dokter, dan meninggal pada waktu ia masih berusia lima tahun. Kasih saying ibunya sangat berkesan dan mempengaruhi pemikirannya tentang pendidikan. Ia mendapatkan pendidikan disekolah dasar, sekolah latin, serta Colegium Humanitatis dan collegiums Carolinum.c.      Percobaan di Neuhop (1774-1780)Ia mendirikan pertanian di Neuhop, dalam rangka mewujudkan anjuran Rousseau untuk hidup mendekati alam. Anak – anak yang terlantar di bawah asuhannya dalam percobaan pertanian di Neuhop mendapat pelajaran membaca, menulis dan berhitung, serta berada dalam susasana religious dan kasih sayang.d.     Masa menulis buku (1780-1798)Karena kegagalannya dalam percobaan Neuhop, ia meyerahkan kegiatannya dalam menulis buku-bukutenal.tang pendidikan dan reformasi social. Ia menulis "Leonard und Gestrude", sebuah tulisan berbentuk roman seperti Emile, yang berisi gagasan tentang pembaharuan pendididkan dan social; dan Die Abenstrundeeines Eiensiedlers (saat – saat malam hari dari seseorang pertapa), yang berisi cita-cita membangun masnyarakat.e.      Percobaan di Sekolah DasarPercobaan dan metode dilaksanakan di Stanz,Burgdorf, dan Yverdun. Ia mencobakn sekolah dasar yang menekankan pada pekerjaan tangan yang ditambah dengan pengajaran formal. Namun percobaan itu gagal karna ada serangan dari tentara prancis2.    MARIA MENTESSORI (1870-1952)Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut "direktur" atau "pembimbing"). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.Walaupun banyak sekolah-sekolah yang menggunakan nama "Montessori," kata itu sendiri bukan merupakan merk dagang, juga tidak dihubungkan dengan organisasi tertentu saja.
Tokoh Pendidikan yang Berpengaruh di Indonesia
Ki Hajar DewantaraKi Hajar Dewantara yang sebelumnya bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Putra dari K.P.H Suryaningrat, dan cucu dari Pakualam III.
Beliau adalah tokoh yang sangat berjasa di bidang pendidikan dan beliaulah yang mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada tahun 1922. Karena jasanya yang sangat besar tersebut, maka sampai sekarang hari lahirnya diperingati sebagai hari pendidikan Nasional.
Perguruan Taman Siswa yang didirikan pada tanggal 3 Juli 1922, pada mmulanya bernama "National Onderwijs Institut Taman Siswa" di Yogyakarta. Pertama-tama yang dibuat hanya taman anak dan kursus guru. Namun, setelah itu berkembang menjadi perguruan tinggi. Bagian-bagian pendidikan pada perguruan tinggi Taman Siswa ini adalah:
Taman Indria (setingkat TK)
Taman Anak (setingkat kelas I-III SD)
Taman Muda (setingkat kelas IV-VI SD)
Taman Dewasa (setara SMP)
Taman Madia (setara SMA)
Taman Guru B-1 (mendidik calon guru untuk Taman Anak dan Taman Muda)
Taman Guru B-2
Taman Guru B-3 (mendidik calon guru untuk taman dewasa) Taman Guru B-3 ini terdiri dari 2 bagian, bagian A untuk jurusan ilmu pasti dan bagian B untuk jurusan budaya.
Taman Guru Indria (mendidik anak wanita yang ingin menjadi guru pada taman indria)
Di dalam penyelenggaraan pendidikan Ki Hajar Dewantara menerapkan system among, yang mengemukakan dua dasar, yaitu:
Kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin sehingga dapat hidup merdeka.
Kodrat alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan cepat dan sebaik-baiknya.
Penyelenggaraan Taman Siswa didasarkan pada asas pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai berikut:
Asas kemerdekaan
Asas kodrat alam
Asas kebudayaan
Asas kebangsaan
Asas kemanusiaan
Kelima asas tersebut dinamakan dengan Panca Darma Taman Siswa. Penyelenggaraan taman siswa didasarkan pada beberapa semboyan yang menjiwainya berikut ini.
Lawan sastra ngesti mulia; dengan kecerdasan jiwa kita menuju kesejahteraan.
Suci tata ngesti tunggal; dengan kesucian batin dan teraturnya hidup batin, kita mengejar kesempurnaan.
Tut wuri handayani; mengikuti dari belakang sambil memberikan pengaruh.
Rawe-rawe rantas, malang-malang patung; segala yang menghalangi akan hancur.
Pemikiran Ki Hajar tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asas.Ki Hajar meninggal dunia pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Beliau telah memberikan karya terbaiknya kepada nusa dan bangsa. Sembooyan "Tut Wuri Handayani" diabadikan sebagai lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Hasbullah, 2005 : 266).
Mohammad SyafeiMohammad Syafei lahir di Kalimantan pada tahun 1899. Perjuangan beliau juga dititikberatkan pada bidang pendidikan.
Pada tahun 1922 beliau menjadi guru pada Sekolah Kartini di Jakarta dan sejak itu aktivitasnya di bidang pendidikan terus berkembang. Sebagai seorang tokoh pendidikan Mohammad Syafei berjasa besar dalam mendirikan sekolah yang diberi nama "Indonesische Nederlansche School" atau yang lebih dikenal dengan INS di Kayuttanam Sumatera Barat.
Dasar pendidikan yang dikembangkannya adalah kemasyarakatan, keaktifan, kepraktisan, serta berpikir logis dan rasional. Berkenaan dengan itulah maka isi pendidikan yang dikembangkannya adalah bahan-bahan yang dapat mengembangkan pikiran, perasaan, dan keterampilan yang dikenal dengan istilah 3 H (Head, Heart and Hand).
Sementara itu INS menitikberatkan pendidikannya pada dunia kerja. INS menyelenggarakan pendidikan dalam jenjang berikut:
Ruang bawah selama 7 tahun (setara SD)
Ruang atas selama 6 tahun (setara sekolah menengah)
Tujuan sekolah yang diselenggarakan Mohammad Syafei adalah:
Mendidik anak-ana agar mampu berpikir rasional
Mendidik anak-anak agar mampu bekerja secara teratur dan bersungguh-sungguh
Mendidik anak-anak agar menjadi manusia yang baik
Menanamkan rasa persatuan
Mohammad Syafei yang pernah diangkat menjadi Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan pada cabinet Syahrir, meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 1969. Jasa-jasa beliau tak terlupakan, apalagi lulusan INS tersebar ke berbagai pelosok tanah air, guna membangun bangsa dan Negara. Pemikiran Syafei diatas menyarankan kesempurnaan lahir dan batin yang harus selalu diperbaharui.Hal ini terungkap dalam pemikiran G. Revesz seperti yang dikutip oleh Syafei "bahwa lapangan pendidikan mesti berubah menurut zamannya,seandainya orang masih beranggapan,bahwa susunan pendidikan dan pengajaran yang berlaku adalah sebaik-baiknya dan tidak akan berubah lagi,maka orang atau lembaga yang berpendirian dan berpikir demikian telah jauh menyimpang dari kebenaran. Demikianlah,tujuan pendidikan berupa kesempurnaan lahir dan batin,harus selalu terus disempurnakan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Dan kesempurnaan yang cocok untuk bangsa Indonesia Syafei mengajukan pemikiran yang masih relevan untuk zaman kita ini. Manusia yang sempurna lahir dan batin atau aktif kreatif itu,apa saja unsur-unsur atau aspek-aspeknya? Ia menyatakan bahwa yaitu jiwa dan hati yang terlatih dan otak yang berisi pengetahuan (Thalib Ibarahim, 1978 : 20). Orang yang jiwa dan hatinya terlatih itu tekun,teliti,rajin,giat,berperhatian,dan apik dalam segala bidang perbuatan. Pelatihan jiwa dan hati ini diperoleh melalui pelatihan bebuat atau bekerja mengerjakan pekerjaan sehari-hari atau bahkan pekerjaan tangan. Bahkan untuk pengisian otakpun,pelajaran pekerjan tangan dapat turut dimanfaatkan.
Kiyai H. Ahmad DahlanAhmad Dahlan nama kecilnya adalah Muhammad Darwis lahir di Yogyakarta pada tahun 1869. Ayahnya seorang ulama yang bernama K.H. Abu Bakar bin K.H. Sulaiman, pejabat khatib di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta. Ahmad Dahlan adalah seorang yang memiliki pengetahuan yang luas. Meskipun usianya baru dua puluh tahun, ia mulai merintis jalan pembaruan di kalangan umat Islam. Misalnya, membetulkan arah kiblat shalat pada masjid yang dipandang tidak tepat arahnya yang sesuai dengan perhitungan menurut ilmu falakiyah yang dikuasainya. Usaha ini sempat menimbulkan insiden yang membuat diri dan istrinya hampir saja meninggalkan Kauman Yogyakarta selamanya. Kemudian memberikan pelajaran agama di sekolah negeri yang saat itu tidak pernah dilakukan oleh kyai lainnya.Ahmad Dahlan juga sangat memperhatikan kaum dhuafa, anak yatim, dan fakir miskin agar selalu diperhatikan dan diayomi. Hal ini selalu ia ingatkan kepada murid-muridnya agar selalu memperhatikan dan menolong kaum dhuafa tersebut. Pernah suatu ketika beliau memberikan pelajaran kepada murid-muridnya tentang surat Al-Ma'un. Namun, surat Al-Ma'un ini selalu beliau ulang-ulang dalam setiap pertemuan pengajian sehingga menimbulkan protes dari murid-muridnya. Setelah dijelaskan lalu setelah pengajian selesai dan murid-muridnya masing-masing membawa anak yatim dan disantuni secukupnya.
Ahmad Dahlan juga merupakan tokoh pendiri organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912 di Yogyakarta.
Ada beberapa hal yang melatarbelakangi Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah ini:
Umat islam tidak memegang tuntunan Al-qur'an dan Hadits sehingga menyebabkan perbuatan syirik, bid'ah dan kufarat semakin merajalela serta mencemarkan kemurnian ajarannya.
Keadaan umat islam sangat menyedihkan akibat penjajahan.
Kegagalan institusi pendidikan islam untuk memenuhi tuntunan kemajuan zaman merupakan akibat dari mengisolasi diri.
Persatuan dan kesatuan umat islam menurut akibat lemahnya organisasi islam yang ada.
Munculnya tantangan dari kegiatan misi Zending yang dianggap mengancam masa depan umat islam.
Jenis-jenis sekolah yang dikembangkan Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut
Sebelum merdeka (sekolah umum dan agama)
Sesudah merdeka (sekolah umum di bawah departemen pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi Muhammadiyah)
Ahmad Dahlan meninggal pada tanggal 25 Februari 1923 dalam usia 55 tahun.
Rahmah El YunusiahBentuk realisasi dari pemikiran pendidikan Rahmah el-Yunusiyah adalah berupa pendirian sekolah–sekolah bagi perempuan. Hal ini merupakan tanggapan dari situasi pada masa itu dan sejalan pula dengan teorinya Arnold J. Toynbee yaitu : "Challenge and Respons". Sedangkan tujuan pendidikannya untuk mencerdaskan kaum perempuan agar pendidikan pada masa itu tidak berpusat pada laki–laki, dengan demikian hal ini sejalan dengan teori Feminisme, yaitu teori poststrukturalis dan postmodernisme.Beberapa hambatan  pada kaum  perempuan Indonesia. Pendidikan yang belum berpihak pada kaum perempuan dapat pula ditemui dalam bidang lain. Misalnya dalam bidang kesehatan dan pekerjaan. Perusahaan masih banyak yang belum memberi lapangan kerja pada perempuan. Angka perempuan menganggur lebih tinggi dapat ditemui dimana-mana dibanding laki-laki. Kalaupun perempuan banyak ditemui bekerja disektor informal (pabrik) itu bukan berarti hilangnya diskriminasi. Angka kaum perempuan upahnya tidak dibayar oleh perusahaan mencapai 41,3% lebih tinggi dibanding laki-laki yang hanya 10% menjadi bukti beban yang diterima perempuan diluar rumah.
Pengaruh Tokoh-tokoh Pendidikan terhadap Pengembangan Pendidikan di Indonesia
Pemikiran Pertama tentang Pendidikan NasionalSejak lahirnya pergerakan nasional, suatu gejala yang penting adalah adanya keinginan yang bertambah luas kepada pendidikan atau pengajaran. Semenjak Budi Utomo lahir, maka soal pengajaran ini selalu tercantum dalam program setiap partai di Indonesia. Dalam aktivitas politik ini, Ki Hajar Dewantara memakai setiap kesempatan yang ada untuk mengeluarkan pendapat-pendapat tentang pengajaran kolonial dan pembaruan-pembaruan yang harus ditempuh sesuai dengan tuntutan ke arah kemerdekaan bangsa. Salah satu perjuangan yang sangat berarti yakni tidak menyetujui penggunaan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar di sekolah Indonesia. Menurutnya apabila kita menghendaki satu bahasa untuk bangsa kita di seluruh Nusantara, maka janganlah memaksakan salah satu bahasa Eropa, sebab bukankah kita mempunyai bahasa Melayu, yang tidak saja mudah untuk dipelajari, tetapi sudah sejak lama menjadi lingua france di Nusantara. Ki Hajar Dewantara dalam perjuangannya mengenai pendidikan nasional menyatakan bahwa syarat utama adalah pendidikan nasional dan pendidikan merdeka pada anak-anak, yang akan dapat memberi bekal kuat untuk perjuangan kemerdekaan nasional.
Taman Siswa sebagai Pelaksanaan Asas dan Dasar PendidikanDengan mendirikan sekolah Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara mulai mengesampingkan pendekatan politik. Ia dapat mewujudkan keinginan bangsanya, karena usaha untuk mendidik angkatan muda dalam jiwa kebangsaan sesuai dan merupakan bagian penting pergerakan kemerdekaan indonesia. Selain itu dianggap merupakan perjuangan meninggikan derajat rakyat.
Pengaruh Taman Siswa dalam Perjuangan Nasional Kemerdekaan BangsaSegala-galanya adalah mungkin di dalam sejarah, baik kemajuan gemilang yang terus-menerus maupun kemunduran yang berkala. Dan sebagai lembaga pendidikan, Taman Siswa juga mengalami pasang surut di dalam perjuangannya. Sejarah Taman Siswa ialah sejarah kebangsaan Indonesia. Kelahirannya merupakan titik balik dari pergerakan Indonesia, oleh karena kaum revolusioner yang mencoba menggerakkan rakyat dengan semboyan-semboyan asing dan filsafat Marxiisme harus memberikan tempat untuk pergerakan baru, yang benar-benar berasas kebangsaan dan bersikap nonkoperatif dengan pemerintah jajahan.Taman Siswa ini memiliki pengaruh yang luar biasa dalam rangka pergerakan perjuangan nasional Indonesia. Hal ini tercermin dalam usaha Ki Hajar Dewantara yang berhasil mewujudkan keinginan bangsa Indonesia yakni usaha untuk mendidik angkatan muda dalam jiwa kebangsaan Indonesia yang merupakan bagian penting dari pergerakan Indonesia. Taman Siswa selalu ikut mempertimbangkan kehidupan politik di dalam sepak terjangnya. Pertama dapat disebut, bahwa berdirinya lembaga Taman Siswa merupakan tantangan terhadap politik pengajaran kolonial dengan emdnirikan pranata tandingan. Kedua, kedudukannya sebagai tempat swadaya anggota-anggota partai politik dan secara tidak langsung memupuk kader-kader bangsa Indonesia untuk masa mendatang. Ketiga, perlawanannya terhadap soal-soal asasi dengan pemerintah jajahan. Salah satu ciri yang kentara dalam hubungan kolonial ialah kurangnya perhatian pemerintah jajahan dalam usaha kemasyarakatan, terutama dalam pengajaran dan pendidikan. Hubungan corak politik nasionalisme di dalam Taman Siswa dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara demikian; " Taman Siswa dan segala lapangan usaha sosial lainnya merupakan ladang atau sawah, tempat orang memupuk apa yang perlu bagi keperluan hidupnya. Gerakan politik merupakan pagar, yang melindungi dari gangguan binatang-binatang buas yang akan memakan dan menginjak-injak tunas-tunas tanaman." Nyatalah dengan ini, bahwa Taman Siswa bisa dianggap sebagai tempat pemupukan kader dan berjuang pula untuk menumbangkan kekuasaan kolonial. Oleh karena itu, pemerintah jajahan berusaha untuk menghalang-halangi perkembangan Taman Siswa khususnya, sekolah-sekolah partikelir umumnya. Sejak saat itu Taman Siswa akan menghadapi perjuangan asasi, melawan politik pemerintah Hindia Belanda.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Begitu banyak para tokoh pendidikan yang berjuang untuk mengembangkan pendidikan yang ada di negaranya. Baik tokoh pendidikan luar maupun dalam negeri. Mereka mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran demi memajukan bangsanya agar tidak ketinggalan dari bangsa lain. Semangat juang tokoh pendidikan zaman dahulu sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan yang ada sekarang. Karena mereka adalah para pelopor sekolah, madrasah dan perguruan tinggi. Mereka adalah orang-orang yang membuka pintu pendidikan untuk generasi penerus agar tidak putus dengan dunia pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Dewantara, Bambang S. 1989. 100 Tahun Ki Hajar Dewantara : Bapak Pendidikan. Jakarta : Pustaka Kartini
Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers


Download TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon