October 08, 2016

SUMBER DATA, METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA, PENGUMPULAN DATA KUALITATIF DAN SKALA UKURAN


Judul: SUMBER DATA, METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA, PENGUMPULAN DATA KUALITATIF DAN SKALA UKURAN
Penulis: Choir Cornetta


SUMBER DATA, METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA, PENGUMPULAN DATA KUALITATIF DAN SKALA UKURAN
Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Epidemiologi Tahun 2013

DISUSUN OLEH : KELOMPOK IV
Afriani Anita:1311216009
Asfadina:131121
Dewi Sandra : 1311216070
Enizar : 1311216068
Gusniwati : 1311216014
Harnila : 1311216020
Rahmawati : 1311216104
Rica Hardiana : 1311216017
Rika Aprilia : 1311216031
Riri Ardiayuni : 1311216054
Rohati : 1311216056
Sri rahma Yuli : 1311216029
Yolanda Dwi Putri: 1311216013
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
TAHUN 2013
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang1
Rumusan masalah 1
Tujuan penelitian 2
Manfaat penelitian 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pendahuluan3
2.2 Sumber data 3
2.3 Metode dan teknik pengumpulan data 4
2.4 Teknik pengumpulan data4
2.5 Pengumpulan data kualitatif dan skala ukur8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
Latar BelakangPengumpulan data adalah prosedur yang sistemik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metode ilmiah, karena data digunakan untuk menguji hipotesa yang telah dirumuskan (kecuali pada penelitian eksploratif). Pengumpulan data selalu memiliki hubungan dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi metode pengumpulan data. Banyak masalah yang dirumuskan tidak dapat dipecahkan karena metode untuk pengumpulan data tidak memungkinkan atau metode ada tidak dapat menghasilkan data yang diinginkan.
Data yang dikumpulkan haruslah cukup valid untuk digunakan. Validitas data dapat ditingkatkan jika alat pengukur serta kualitas dari pengambilan data cukup valid. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural seting), laboratorium untuk eksperimen, dirumah untuk berbagai responden, seminar, dikusi, dan lain-lain.
Jika dilihat dari sumber data, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Bila dilihat dari cara atau teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara (interview), angket (questionare), pengamatan (observation), atau gabungan ketiganya. Data yang sudah didapat ini diukur dengan menggunakan skala pengukuran.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan sumber data dan apa saja pembagian sumber data?
Metode dan teknik apa saja yang dapat digunakan untuk pengumpulan data?
Bagaimana pengumpulan data kualitatif dan pembagian skala ukur?
Tujuan Penulisan
Mengetahui permasalahan sumber data dan pembagian sumber data.
Mengatahui permasalahan metode dan teknik pengumpulan data.
Mengetahui metode pengumpulan data kualitatif dan skala ukuran.
Manfaat Penulisan1.4.1 Diketahuinya masalahan sumber data dan pembagian sumber data.
Diketahuinya masalahan metode dan teknik pengumpulan data.
Diketahuinya metode pengumpulan data kualitatif dan skala ukuran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Pendahuluan
Pengumpulan data memegang peranan yang sangat penting dalam mendapatkan informasi kesehatan, penelitian klinik dan kesehatan masyarakat. Pengumpulan data dapat diibaratkan sebagai orangyang memasak makanan, untuk itu timbullah pertanyaan seperti akan memasak apa, bahan apa yang dibutuhkan, berapa banyak, siapa yang belanja, dimana tempay untuk mendapatkan bahan tersebut dan siapa yang memasak agar agar menghasilkan masakan yang enak. Apabila bahan yang dibeli tidak baik atau terdapat bahan penting yang tidak diperoleh maka makanan yang dihasilkan tidak enak walaupun dimasak oleh ahlinya, demikian juga dengan pengumpulan data.
Kegiatan pengumpulan data yang baik dan sesuai dengan tujuan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan hal yang dilakukan adalah menentukan dan merumuskan tujuan penelitian secara baik, menentukan metode yang akan digunakan, menentukan teknik pengmpulan data, menyusun pedoman daftar pertanyaan yang dapat menjawab tujuan, menentukan sasaran, menentukan tempat dimana data dikumpulkan dan jumlah responden, menentukan siapa pelaksana pengumpulan data. Pada tahap pelaksanaan, hal yang dilaksanakan adalah pengumpulan data dan survey lapangan sebelum data dibawa dan diolah.
2.2 Sumber Data
Sumber data adalah tempat didapatkannya data yang diinginkan. Pengetahuan tentang sumber data merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih sumber data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Misalnya suatu penelitian tentang beberapa jenis penyakit yang sedang diderita oleh masyarakat di suatu daerah untuk itu dilakukan survei didaerah tersebut.
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Data primer contohnya adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber. Data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.
2.3 Metode Pengumpulan Data
Metode atau teknik pengumpulan data adalah cara yang dilakukan seorang peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Dengan metode pengumpulan data yang tepat dalam suatu penelitian akan memungkinkan pencapaian masalah secara valid dan terpercaya yang akhirnya akan memungkinkan generalisasi yang obyektif.
Setelah ditemukan sumber data yang digunakan kemudian dilakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai metode:
Mengumpulkan data dari catatan medik di sarana kesehatan atau instansi yang berhubungan dengan kesehatan, cara ini mempunyai keuntungan, yaitu mudah dilakukan, membutuhkan waktu dan biaya yang relatif kecil. Kelemahannya sering ditemukan data yang tidak lengkap.
Pengumpulan data dilakukan dengan survey. Pengumpulan data dengan cara survei data yang dikumpulkan adalah data primer dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Akan tetapi membutuhkan tenaga, waktu dan biaya yang cukup besar. Sebelum melakukan survey perlu dipertimbangkan dahulu masalah waktu, biaya dan tenaga yang tersedia. Keuntungan pengumpulan data dengan metode survey adalah data yang didapatkan data primer yang dipercaya, sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang cukup besar.
2.4Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang diperlukan adalah teknik pengumpulan data yang paling tepat, sehingga benar-benar didapat data yang valid dan reliabel. Jangan semua teknik pengumpulan data dicantumkan jika sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus ada datanya, untuk mendapatkan data yang lengkap dan objektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. Jika satu teknik dipandang mencukupi, maka teknik lain tidak perlu digunakan dan tidak efisien.
Secara garis besar, teknik yang dapat digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, angket, observasi, pemeriksaan.
WawancaraWawancara merupakan proses interaksi atau komunikasi secara langsung antara pewawancara dengan responden. Agar wawancara efektif, maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui, yakni ; 1).mengenalkan diri, 2).menjelaskan maksud kedatangan, 3).menjelaskan materi wawancara, dan 4).mengajukan pertanyaan.
Informan dapat menyampaikan informasi yang komprehensif sebagaimana diharapkan peneliti, maka pada saat melakukan wawancara yang terdapat beberapa kiat sebagai berikut; 1). ciptakan suasana wawancara yang kondusif dan tidak tegang, 2). cari waktu dan tempat yang telah disepakati dengan informan, 3). mulai pertanyaan dari hal-hal sederhana hingga ke yang serius, 4).bersikap hormat dan ramah terhadap informan, 5).tidak menyangkal informasi yang diberikan informan, 6).tidak menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi yang tidak ada hubungannya dengan  masalah/tema penelitian, 7).tidak bersifat menggurui terhadap informan, 8).tidak menanyakan hal-hal yang membuat informan tersinggung atau marah, 9). sebaiknya dilakukan secara sendiri, 10). ucapkan terima kasih setelah wawancara selesai dan minta disediakan waktu lagi jika ada informasi yang belum lengkap.
Data yang dikumpulkan dapat bersifat; 1)Fakta, misalnya umur, pendidikan, pekerjaan, penyakit yang pernah diderita; 2)Sikap, misalnya sikap terhadap pembuatan jambatan keluarga, penyuluhan kesehatan; 3)Pendapat, misalnya pendapat tentang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh bidan desa; 4)Keinginan, misalnya pelayanan kesehatan yang diinginkan; 5)Pengalaman, misalnya pengalaman waktu terjadi wabah Demam berdarah melanda daerah mereka.
Pengumpulan dengan wawancara mempunyai beberapa keuntungan, sebagai berikut: Jawaban yang dilakukan responden secara spontan hingga jawaban dapat lebih dipercaya; dapat digunakan untuk menilai kebenaran dan keyakinan terhadap jawaban yang diberikan; dapat membantu responden untuk mengingat kembali hal – hal yang lupa; data yang diperoleh adalah data primer. Kerugian pengumpulan data dengan cara wawancara adalah membutuhkan waktu yang lama, membutuhkan biaya yang relatif besar, mudah timbul bias. Timbulnya bias pada waktu wawancara disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1) Pewawancara, bila pewawancara kurang menghayati permasalahan dan kurang memahami teknik wawancara; 2)Responden, sering responden menyembunyikan jawaban yang sifatnya pribadi; 3)Pertanyaan yang diajukan, pertanyaan mempunyai arti ganda sehingga membingungkan atau pertanyaan yang mengharuskan responden mengingat kembali masa lalu.
Pedoman pelaksanaan wawancara
Pewawancara dapat melaksanakan tugasnya dengan baik maka dibutuhkan pedoman :
Pewawancara harus bersikap sopan santun, sabar, dan dengan gaya khas bahasa yang menarik, tetapi jelas dan sederhana agar dapat dimengerti oleh responden,
Pergunakan bahasa responden agar tidak dianggap seperti orang asing,
Ciptakan suasana psikologis agar situasi cair, saling percaya,
Suasana wawancara harus santai,
Wawancara dimuali dari pertanyaan yang mudah, karena awalnya biasanya responden akan nampak tegang,
Keadaan responden harus diperhatikan, apabila belum siap atau karena sedang terkena musibah maka wawancara sebaiknya ditunda.
2.4.2AngketAngket adalah pertanyaan tertulis yang diajukan kepada responden, jawaban diisi oleh responden sesuai daftar pertanyaan yang diterima, sedangkan pada wawancara jawaban responden diisi oleh pewawancara. Untuk pengembalian daftar isian dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu; 1.Canvaser, yaitu daftar yang telah di isi ditunggu oleh petugas yang menyerahkan; 2.Householder, yaitu jawaban responden dikirmkan kepada alamat yang telah ditentukan.
Keuntungan teknik pengumpulan data dengan cara angket adalah relatif murah, tidak membutuhkan banyak tenaga, dapat di ulang. Sedangkan kerugiannya adalah jawaban tidak spontan, banyak terjadi non respon, pertanyaan harus jelas dan disertai dengan petunjuk yang jelas, Jawaban sering tidak lengkap terutama bila pertanyaan kurang dimengerti responden, sering tidak di isi oleh responden, tetapi di isi oleh orang lain, tidak dapat digunakan oleh responden yang buta huruf. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerugian ini antara lain lakukan kunjungan dan dilakukan wawancara pada nonrespon, jawaban yang terlambat harus dikeluarkan dan tidak dianalisis, apabila tejadi non respon terlalu banyak dapat diulang.
2.4.3Observasi
Obeservasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang menggunakan pertolongan indra mata. observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Observasi terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: 1). Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan, 2). observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan, dan 3). observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.
Teknik pengumpulan data dengan dangan cara observasi bermanfaat untuk mengurang jumlah pertanyaan, misalnya untuk melihat kebersihan rumah tangga tidak perlu dipertanyakan tetapi cukup dilakukan observasi, mengukur kebenaran jawaban responden pada wawancara, dilakukan dengan observasi, untuk memperoleh data yang tidak dapat dilakukan dengan cara wawancara atau angket.
2.4.3.1 Macam – macam observasi
Observasi terdiri dari
Observasi partisipasi lengkap : Mengadakan observasi dengan mengikuti seluruh kehidupan responden (antropologi),
Observasi partisipasi sebagian : mengikuti sebagian kehidupan responden. Misalnya penelitian gizi sehari –hari,
Observasi tanpa partisipasi: mengadakan observasi tanpa ikut dalam kehidupan responden. Misalnya ingin tahu pemasangan IUD
Kelemahan pengumpulan data dengan teknik observasi adalah keterbatasan indera mata, konsentrasi kepada hal-hal yang sering dilihat, kelainan kecil tidak terdeteksi. Cara mengatasi kelemahan ini yaitu lakukan pengamatan berulang – ulang dan pengamatan dilakukan oleh beberapa orang.2.4.4PemeriksaanPemeriksaan dapat dilakukan dapat berupa pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologis. Pemeriksaan dapat dilakukan berulang- ulang atau cukup sekali saja. Pemeriksaan dapat dilakukan dilapangan, di sarana pelayanan kesehatan. Organ yang diperiksa: seluruh organ; organ tertentu, misalnya, paru-paru, jantung, kadar kholesterol, kadar gula darah dll; beberapa organ sekaligus seperti jantung dan paru – paru2.5Pengumpulan data kualitatif dan skala ukuran2.5.1Pengumpulan data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata atau yang berwujud pernyataan-pernyataan verbal, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi Di dalam metode penelitian kualitatif, lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif, yaitu; 1). wawancara, 2). observasi, 3). dokumentasi, dan 4). diskusi terfokus (Focus Group Discussion). Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci, hal sangat penting  yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai, untuk memperoleh informasi apa, dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara, mana yang memerlukan teknik observasi, mana yang harus kedua-duanya dilakukan. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh.
2.5.2Skala ukuran
Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik wawancara ataupun angket sering mendapat jawaba dengan intensitas yang berbeda-beda. Misalnya, prosedur pelayanan kesehatan di puskesmas akan menghasilkan jawaban mulai dari sangat setuju sampai dengan tidak setuju. Untuk menempatkan jawaban yang sesuai dengan posisinya maka disusun skala ukuran.
Skala nominal
Skala nominal adalah skala pengukuran yang hanya menunjukan perbedaan tanpa jarak yang jelas. Kepada variabel tersebut dapat diberi nilai skor, tapi skor tersebut hanya menunjukkan kode perbedaan dan bukannya menunjukkan jarak (lebih besar, lebih tinggi). Misalnya, variabel agama:
Islam: 1                        Hindu: 4
Kristen: 2                     Budha: 5
Katolik: 3
Angka atau nilai yang diberikan hanyalah sekedar menunjukan perbedaan bahwa 5 bukanlah 3 atau 1 bukanlah 4. Tetapi itu tidak berarti bahwa islam lebih tinggi kedudukannya dibanding katolik atau budha lebih rendah dibanding kristen. Berkaitan dengan skala pengukuran nominal tersebut karena tidak menunjukan jarak maka tidak boleh dijumlah, dikurangkan, dibagi atau dikalikan. Data dengan skala nominal tidak mempunyai jenjang, tetapi hanya membedakan dengan pemberian nomor sebagai kode dalam pengolahan.
Keuntungan data dengan skala nominal antara lain mudah dijawab dan diolah, kekurangannya adalah informasi yang diperoleh tidak mendalam, tidak dapat dibedakan antar data secara kuantitatif, jumlah dalam subkategari dinyatakan dalam frekuensi dan perhitungan dapat dilakukan hanya berupa proporsi atau persentase.
2.5.2.2Skala ordinal
Skala ordinal adalah skala pengukuran yang disamping menunjukkan perbedaan juga menunjukkan jenjang atau tingkatan tetapi jarak antar skala atau jenjang/skala tidak sama. Pengukuran skala ini juga dapat menggunakan nilai skor, tapi skor yang diberikan juga tidak boleh dijumlahkan, dikurangkan, dibagi atau dikalikan.
Skala nominal contohnya adalah tingkat kecerdikan: Manusia: 10, tikus: 4, kancil: 8, kelinci: 3, kera: 7, semut: 1. Pada contoh tersebut pemberian nilai skor yang lebih tinggi tidak saja memiliki perbedaan tetapi sekaligus juga menunjukkan kelebihan yang lebih tinggi dibanding yang bernilai skor lebih rendah. Meskipun perbedaan kecerdikan manusia dan kancil = 2, sementara perbedaan antara kera dan kancil = 1, bukan berarti perbedaan kecerdikan yang dimiliki manusia dan kancil = 2x perbedaan antara kancil dan kera. Demikian pula meskipun skor kecerdikan manusia = 10 sementara kera = 5 dan kelinci = 3 itu tidak berarti bahwa kecerdikan manusia = kecerdikan kera + kecerdikan kelinci.
2.5.2.3Skala interval dan rasio
Skala interval adalah skala yang mempunyai jarak jika dibanding dengan jarak lain sedang jarak itu diketahui dengan pasti. Pada data dengan skala interval memiliki jenjang yang dinyatakan dengan angka sehingga bersifat kuantitatif. Misalnya: jarak semarang – magelang 70 km sedangkan magelang – yogya 101 km, maka selisih jarak magelang –yogya yaitu 31 km.
Skala rasio adalah skala perbandingan. Skala ini dalam hubungan antar sesamanya merupakan "sekian kali". Misalnya: berat pak karto 70 kg sedangkan anaknya 35 kg. Maka pak karto beratnya dua kali anaknya.
BAB III
PENUTUP
KesimpulanSumber data merupakan tempat mendapatkan data, yang terdiri dari sumber data primer dan data skunder. Metode atau teknik pengumpulan data adalah cara yang dilakukan seorang peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara wawancara, membagikan angket, survey dan pemeriksaan langsung pada sasaran.
Data yang sudah didapatkan melalui wawancara, pembagian angket, survey dan pemeriksaan  disusun untuk menempatkan jawaban yang sesuai dengan posisinya dengan menggunakan skala ukuran. Skala ukuran terdiri dari skala nominal, yaitu skala pengukuran yang hanya menunjukan perbedaan tanpa jarak yang jelas; skala ordinal yaitu skala pengukuran menunjukkan perbedaan dan tingkatan ; skala interval yaitu skala yang mempunyai jarak jika dibanding dengan jarak lain sedang jarak itu diketahui dengan pasti; skala rasio/ skala perbandingan.
Saran
Melalui penulisan makalan ini penulis menyarankan kepada pembaca agar dapat mengumpulkan data yang akurat dari sumber data yang dapat dipercayai. Penulis juga menyarankan agar pembaca dapat mengumpulkan data dengan menggunakan metode dan teknik pengumpulan data sesuai dengan kebutuhan sehingga mendapatkan data yang valid, data yang telah dikumpulkan detentukan skala ukurnya.
Penulis juga menyarankan kepada pembaca agar mengumpulkan data dengan benar dan apa adanya, data yang didapatkan tersebut harus bisa dipertanggung jawabkan karena menyangkut keadaan/ gambaran konsisi dari suatu kelompok/ daerah, selain itu data yang didapatkan akan digunakan untuk interfensi yang akan dilakukan bahkan data yang didapatkan akan menjadi pedoman oleh orang lain.


Download SUMBER DATA, METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA, PENGUMPULAN DATA KUALITATIF DAN SKALA UKURAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca SUMBER DATA, METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA, PENGUMPULAN DATA KUALITATIF DAN SKALA UKURAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon