October 03, 2016

soal dan jawaban soal MATERIALITAS DAN RISIKO


Judul: soal dan jawaban soal MATERIALITAS DAN RISIKO
Penulis: Yuni Khasanah


BERITA ACARA PRESENTASI AUDITING
"MATERIALITAS DAN RISIKO"
Nama: Khairini Ikhwana
NIM/Kelompok: 1413010015 - Kelompok 2
Mengapa auditor harus memiliki pengetahuan tentang materialitas?
Karena hal itu berhubungan dengan tanggung jawab pekerjaan auditor. Tanggung jawab auditor adalah menentukan apakah laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian yang material. Jika auditor memutuskan bahwa terdapat suatu salah saji yang material, maka ia akan menunjukkannya kepada sang klien sehingga suatu koreksi atas kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan, maka suatu pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar harus diterbitkan.
Nama: Yanih Noviyanti
NIM/Kelompok: 1413010036 - Kelompok 6
Apa dasar-dasar pertimbangan untuk evaluasi tingkat materialitas?
Laba bersih sebelum pajak umumnya merupakan dasar pertimbangan utama yang dipergunakan untuk menentukan tingkat materialitas karena item ini dianggap sebagai item penting dalam penyediaan informasi kepada para pengguna laporan. Sebagai tambahan dalam membangun suatu dasar pertimbangan, merupakan hal yang penting pula untuk memutuskan apakah kesalah saji yang ada secara material dan dapat mempengaruhi kewajaran dari berbagai dasar pertimbangan lainnya yang mungkin dipilih seperti aktiva lancar, total aktiva, kewajiban lancar dan modal pemegang saham.
Nama: M. Andhika
NIM/Kelompok: 1413010023 - Kelompok 1
Apa maksud dari materialitas lebih merupakan konsep yang relatif bukannya absolut? Dan dari kelima jenis resiko, mana resiko yang paling berpengaruh?
Sebagai contoh, suatu jumlah yang material bagi laporan keuangan suatu entitas mungkin tidak material bagi laporan keuangan entitas lainnya yang memiliki ukuran atau sifat yang berbeda. Juga apa yang material bagi laporan keuangan entitas tertentu mungkin akan berubah dari satu peride ke periode lainnya.
Menurut kelompok kami, jenis resiko yang paling berpengaruh adalah resiko kecurangan. Karena resiko ini merupakan hal yang paling sulit secara konsep praktek untuk memisahkan faktor-faktor kecurangan dalam resiko aksetabilitas audit, resiko inheren, atau resiko pengendalian. Dan juga resiko kecurangan dapat datangnya dari diri masing-masing orang itu sendiri.
Nama: Meidyana Agatha
NIM/Kelompok: 1413010019 - Kelompok 3
Apa contoh dari tingkat materialitas?
Nilainya tidak material
Jika terdapat salah saji dalam laporan keuangan, tetapi cenderung tidak mempengaruhi keputusan pemakai laporan, salah saji tersebut dianggap tidak material. Dalam hal ini pendapat wajar tanpa pengecualian diberikan. Contoh selisih salah saji Rp500 dengan total current asset Rp200.000 sehinnga total current aset menjadi Rp199.500, maka rasionya 199.500/100.000 dari total hutang maka rasionya menjadi 199,5% nilai tersebut tidak materil jika dibandingkan dengan 200% karena nilainya terlalu dekat.
Nilainya material tetapi tidak mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan
Terdapat selisih Rp10.000 dari akun piutang dari total Rp200.000, nilai salah saji tersebut materil untuk akun piutang tapi nilai Rp10.000 ini jika dibandingkan dengan nilai keselurahan laporan keuangan dengan total aset Rp2.000.000.000 maka nilai Rp10.000 ke total aset Rp2.000.000.000 maka nilainya tidak materil sehingga tidak mempengaruhi keseluruhan penyajian laporan keuangan. Dengan kondisi seperti ini pendapat yang tepat adalah wajar dengan pengecualian.
Nilainya sangat material
Tingkat materialitas tertinggi terjadi jika para pemakai dapat membuat keputusan yang salah dalam menyajikan laporan keuangan secara keseluruhan. Contohnya terdapat salah saji sebesar Rp100.000 dari total current aset Rp500.000 maka pengaruh salah saji tersebut material dan mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan, kemungkinan auditor menolak memberi pendapat.
Nama: Syafarina Hasnawati
NIM/Kelompok: 1413010033 - Kelompok 4
Apa saja faktor-faktor kualitatif tingkat materialitas?
Sebagai contoh, suatu jumlah yang material bagi laporan keuangan suatu entitas mungkin tidak material bagi laporan keuangan entitas lainnya yang memiliki ukuran atau sifat yang berbeda. Juga apa yang material bagi laporan keuangan entitas tertentu mungkin akan berubah dari satu peride ke periode lainnya.
Nama: Sarasvati Oktarina
NIM/Kelompok: 1413010047 - Kelompok 7
Apa saja bukti-bukti audit yang terkumpul? Dan apa itu segmen-segmen dalam laporan keuangan dan apa contohnya?
Bukti-bukti audit:
Struktur Pengendalian Intern
Struktur pengendalian intern dapat dipergunakan untuk mengecek ketelitian dan dapat dipercayai data akuntansi.
Bukti Fisik
Bukti fisik banyak dipakai dalam verifikasi saldo berwujud terutama kas dan persediaan. Bukti ini banyak diperoleh dalam perhitungan aktiva berwujud.
Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi seperti jurnal dan buku besar, merupakan sumber data untuk membuat laporan keuangan.
KonfirmasiKonfirmasi merupakan proses pemerolehan dan penilaian suatu komunikasi lansgung dari pihak ketiga sebagai jawaban atas permintaan informasi tentang unsure tertentu yang berdampak terhadap asersi laporan keuangan.
Bukti Dokumenter
Bukti documenter merupakan bukti yang paling penting dalam audit.Menurutr sumber dan tingkat kepercayaannya bukti, bukti documenter dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Bukti documenter yang dibuat pihak luar dan dikirim kepada auditor secara langsung
Bukti documenter yang dibuat pihak luar dan dikirim kepada auditor melalui klien
Bukti documenter yang dibuat dan disimpan oleh klien
Bukti Surat Pernyataan Tertulis
Surat pernyataan tertulis merupakan pernyataan yang ditandatangani seorang individu yang bertanggung jawab dan berpengetahuan mengenai rekening, kondisi, atau kejadian tertentu.
Perhitungan Kembali sebagai Bukti Matematis
Bukti matematis diperoleh auditor melalui perhitungan kembali oleh auditor.
Bukti Lisan
Auditor dalam melaksanakan tugasnya banyak berhubungan dengan manusia, sehingga ia mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan lisan.
Bukti Analitis dan Perbandingan
Bukti analitis mencakup penggunaan rasio dan perbandingan data klien dengan anggaran atau standar prestasi, trendindustry, dan kondisi ekonomi umum.
Sedangkan segmen-segmen laporang keuangan terdiri dari:
Laporan Laba Rugi
Laporan Posisi Keuangan
Laporan Perubahan Modal
Laporan Arus Kas
Dll.
Sebagai contoh, laporan arus kas merupakan segmen laporan keuanganya yang termuat arus keluar dan masuk kas. Maka dari itu, bukti-bukti yang terdapat berdasarkan segmen laporan keuangan tersebut dapat berupa bukti dokumenter misal kwitansi, cek, dll.
Nama: Widya Pertiwi
NIM/Kelompok: 1413010050 - Kelompok 8
Dalam pengertian resiko deteksi dan resiko pengendalian terdapat kalimat "Salah saji material yang melebihi nilai saji yang masih dapat ditoleransi", mengapa memiliki kesamaan statement, maksudnya apa? Dan apa bentuk, hasil dan contoh dari evaluasi auditor atas integritas manajemen?
Jadi yang maksud dari kesamaan pernyataan "salah saji material yang melebihi nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi" dalam pengertian resiko deteksi dan pengendalian adalah hasil dari laporan setelah diaudit yaitu salah saji material yang melebihi nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi dan yang membuat perbedaan dari pernyataan tersebut adalah ukuran atau sebab terjadinya salah saji material. Resiko deteksi diakibatkan oleh auditor yang tidak dapat mendeteksi salah saji material. Resiko pengendalian diakibatkan karena tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian entitas.
Bentuk evaluasi auditor atas integritas manajemen :
Melakukan komunikasi dengan auditor terlebih dahulu
Meminta keterangan pada pihak ketiga
Review pengalaman auditor masa lalu
Pertanyaan Review
Nama: Kurnia Asyura
NIM/Kelompok: 1413010043 - Kelompok 1
Apa alasan penetapan suatu pertimbangan awal tentang tingkat materialitas?
Untuk membantu auditor merencanakan bukti audit yang memadai yang harus dikumpulkan. Jika auditor menetapkan nilai dollar yang rendah, maka akan diperlukan bukti audit yang lebih banyak dari pada ia menetapkan nilai dollar yang lebih tinggi.
Nama: Intan Isti Harotin
NIM/Kelompok: 1413010013 - Kelompok 2
Sebutkan tahap-tahap penerapan materialitas!
Menetapkan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas
Mengalokasikan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas ini ke dalam segmen-segmen
Mengestimasi total kesalahan penyajian yang terdapat dalam segmen
Mengestimasi kesalahan penyajian gabungan
Membandingkan antara estimasi tentang gabungan dan pertimbangan awal atau pertimbangan yang telah direvisi tentang tingkat materialitas
Nama: Amoros Magabi
NIM/Kelompok: 1413010039 - Kelompok 3
Sebutkan cara yang harus dilakukan auditor dalam merespon risiko kecurangan?
Merancang dan melakukan prosedur audit untuk mengarah pada risiko kecurangan yang teridentifikasi.
Mengubah keseluruhan perilaku dari audit untuk merespon risiko kecurangan yang teridentifikasi.
Melakukan prosedur untuk mengarahkan risiko manajemen menguasai kontrol.
Nama: M. Aldy Salahuddin
NIM/Kelompok: 1413010044 - Kelompok 4
Sebutkan dan jelaskan tiga kondisi yang hadir saat salah saji material yang disebabkan oleh kecurangan!
Insentif / tekanan
Manajemen atau karyawan lain memiliki insentif atau tekanan untuk melakukan kecurangan.
Kesempatan
Keadaan memberikan kesempatan untuk manajemen atau karyawan untuk melakukan kecurangan.
Perilaku / Rasionalisasi
Hadirnya sebuah perilaku, karakter, atau kumpulan nilai etis yang membiarkan manajemen atau karyawan secara sengaja melakukan sebuah tindakan tidak jujur, atau mereka berada dalam lingkungan yang membebankan tekanan yang cukup yang menyebabkan mereka untuk merasionalisasikan ebuah tindakan tidak jujur.
Nama: Dini Fadhila
NIM/Kelompok: 1413010040 - Kelompok 6
Sebutkan tujuan dari Model Risiko Audit!
Model Resiko audit digunakan untuk mengidentifikasikan lebih jauh potensial untuk kesalahan saji dan dimana hal ini paling sering terjadi.
Model Resiko audit digunakan bagi berbagai tujuan perencanaan untuk memutuskan berapa banyak bukti audit yang akan dikumpulkan pada setiap siklus.
Nama: Noviyanti Eka Putri
NIM/Kelompok: 1413010026 - Kelompok 7
Apa saja yang menjadi ketidakpastian dalam pelaksanaan audit?
Ketidakpastiaan mengenai kompetensi bahan bukti, efektifitas struktur pengendalian interen klien, dan ketidakpastian laporan keuangan.
Nama: Ayu Tania P
NIM/Kelompok: 1413010052 - Kelompok 8
Menurut anda apakah pertimbangan awal tentang tingkat materialitas dapat diubah oleh auditor? Jika dapat diubah apa alasannya?
Ya dapat diubah. Auditor seringkali mengubah kembali pertimbangan awalnya tentang tingkat materialitas selama berlangsungnya proses audit. Pengubahan kembali pertimbangan awal tentang tingkat materialitas disebut revisi atas pertimbangan tentang materialitas. Alasan-alasan dipergunakannya revisi pertimbangan dapat mencakup karena adanya perubahan salah satu faktor yang dipergunakan dalam menentukan pertimbangan awal atau karena adanya kebijaksanaan akibat dari auditor bahwa pertimbangan awal ternyata bernilai terlalu besar atau terlalu rendah.


Download soal dan jawaban soal MATERIALITAS DAN RISIKO.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca soal dan jawaban soal MATERIALITAS DAN RISIKO. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon